Center for Scientific Publication
Not a member yet
    4029 research outputs found

    Studi Kasus Pengaruh Pembagian DAS untuk Analisis Debit Banjir DAS Menengan di Kabupaten Tuban

    No full text
    Debit banjir suatu DAS dipengaruhi oleh pembagian luas DAS atau Sub DAS. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui pembagian luas DAS yang tepat dalam analisis debit banjir secara teoritis yang paling mendekati debit banjir eksisting di DAS Menengan. Penentuan luas DAS pada studi kasus ini dibagi menjadi dua metode, yang pertama yaitu luas DAS secara keseluruhan, dan yang kedua adalah DAS dibagi menjadi tiga Sub DAS. Pada metode pertama, luas DAS keseluruhan adalah 114.04 km2 dengan panjang sungai utama sebesar 19.11 km. Sedangkan, pada metode kedua, DAS terbagi menjadi tiga Sub DAS dengan luasan masing-masing 14.05 km2, 45.87 km2, dan 54.12 km2, serta panjang sungai utama masing-masing 3.46 km, 7.65 km, dan 8.00 km. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan membagi DAS menjadi tiga Sub DAS diperoleh debit banjir sebesar 120.86 m3/det yang mendekati nilai debit banjir di lapangan sebesar 135.075 m3/det dengan kontrol elevasi pasang air laut maksimum +2.2 m

    Pemodelan GWR Pada Prevalensi Balita Stunting Di Pulau Sulawesi Tahun 2021

    Get PDF
    Anak stunting merupakan gambaran buruknya kualitas sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan, anak stunting ketika dewasa akan menurunkan kemampuan produktif suatu bangsa. Di Indonesia prevalensi balita stunting masih tinggi dan sangat beragam, salah satu wilayah dengan prevalensi balita stunting tinggi adalah Pulau Sulawesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antarkabupaten/kota pada prevalensi balita stunting di Pulau Sulawesi tahun 2021 dan menganalisis variabel-variabel yang memengaruhi prevalensi balita stunting di Pulau Sulawesi tahun 2021. Data penelitian bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik dan Kementerian Kesehatan. Unit observasi penelitian ini terdiri dari 81 kabupaten/kota yang terdapat pada enam provinsi di Pulau Sulawesi. Analisisnya menerapkan metode Geographically Weighted Regression (GWR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel-variabel memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap prevalensi balita stunting diantaranya variabel persentase balita mendapat imunisasi dasar lengkap, persentase penduduk miskin, persentase perempuan yang pernah melahirkan dalam dua tahun terakhir dan penolong proses kelahiran bukan tenaga kesehatan, persentase berat badan lahir rendah, persentase perempuan menggunakan alat keluarga berencana dan rata-rata pengeluaran per kapita disesuaikan

    Cover

    No full text
    The Role of Tourism Infrastructure in Tourism Development: A Literature Review Yervi Hesna, Helmi, Akhmad Suraji & Sari LenggogeniEffect Of Water-Fly Ash-Cement Grouting On The Clayey Subgrade Soil Characteristics of The Tuban-Babat Lamongan-Gresik National Road Mohammad Jagad Sekar Langit, Trihanyndio Rendy Satrya, Ria Asih Aryani Soemitro & Vidi FerdianEvaluation and Planning of Strong and Durable Roads Due to Overloaded Vehicle (Case Study : The National Road Bts. Kab. Konawe Utara/Kab. Konawe – Pohara) Reza Kurniawan, Indrasurya Budisatria Mochtar & Freddy SiagianSlope Stability Assessment Using Limit Equilibrium Method With Deterministic and Probabilistic Approach (Case Study : Mota'ain-Motamasin National Road, East Nusa Tenggara, Indonesia)Muhammad Zakki, Ria Asih Aryani Soemitro, Trihanyndio Rendy Satrya & Andria Muharami FitraGabion Wall Slope Stabilization for Pejagan – Prupuk Road Widening (STA 116+450) Andhika Kesuma, Yudhi Lastiasih, Ibnu Kurniawan & Deni Wiharjito

    Analisis Pengembangan Desa Wisata untuk Keberlanjutan Petani Strawberry di Desa Wisata Pandanrejo Menggunakan Metode Participatory Rural Appraisal (PRA)

    Get PDF
    The concept of Village-City Development's hegemony is being clarified in various media outlets, necessitating periodic reviews to strike a balance between the two. The harmonization of village development is evident in the rapid improvement and transformation of villages, exemplified by the emergence of tourist villages. Among these, Pandanrejo Tourism Village stands out, offering strawberry barn tourism that has been operational since late 2018. This tourism destination not only showcases strawberry gardens and products but also provides educational tours related to strawberries. To support the success of tourism villages, efforts can be made by mapping the community's potential and needs, which will inform the development programs aimed at empowering the local populace. The research undertaken in this study employed the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, which ensures that the people of Pandanrejo Tourism Village are not mere recipients of top-down programs, but active participants in designing bottom-up development initiatives. This approach encourages the community's involvement throughout the development process. The study encompasses several stages of analysis, allowing village communities to actively participate in identifying social problems and their root causes, devising solutions, and subsequently formulating programs. These programs will receive budgetary support and be implemented based on principles of cooperation, empowerment, and community independenc

    Komparasi Model Pertambahan Tinggi Badan Balita Stunting Dengan Metode Regresi Kuantil dan Regresi Kuantil Bayesian

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi model pertambahan tinggi badan balita stunting di Kabupaten Solok dengan menggunakan metode regresi kuantil dan metode regresi kuantil Bayesian. Metode regresi kuantil merupakan metode pendugaan parameter yang dilakukan dengan membagi data menjadi dua bagian yang tidak harus simetri ketika dicurigai terdapat perbedaan nilai estimator pada kuantil-kuantil tertentu. Metode regresi kuantil Bayesian merupakan metode pendugaan parameter yang menggabungkan konsep analisis kuantil ke dalam pendekatan Bayesian. Pada pendekatan Bayesian, digunakan distribusi Asymmetric Laplace Distribution (ALD) dalam pembentukan fungsi likelihood sebagai dasar dari pembentukan distribusi posterior yang digunakan dalam proses pendugaan parameter. Data penelitian yang digunakan adalah data 950 balita stunting di Kabupaten Solok pada bulan Agustus 2021 dan bulan Februari 2022. Pada penelitian ini diperoleh bahwa metode regresi kuantil Bayesian menghasilkan model dugaan yang lebih baik daripada metode regresi kuantil. Kriteria kebaikan model adalah berdasarkan lebar selang kepercayaan 95% terpendek dan nilai  terbesar. Faktor-faktor yang signifikan dalam mempengaruhi pertambahan tinggi badan balita stunting di Kabupaten Solok adalah jenis kelamin, berat badan lahir, ASI eksklusif, dan imunisasi

    Operator Solusi Model Fluida Termampatkan Tipe Korteweg Dengan Kondisi Batas Slip di Half-Space Kasus Koefisien ((μ + ν)/(2 κ))^2 -(1/κ) > 0, κ =μ ν , μ≠ν

    No full text
    Artikel ini membahas model fluida termampatkan tipe Korteweg dengan kondisi batas slip di half space space ( . Model ini biasanya digunakan untuk mendeskripsikan aliran fluida dua fase di mana terdapat fase transisi pada antarmuka fase tersebut yang dikenal dengan efek kapiler. Untuk mengatasi efek kapiler tersebut, Korteweg mengembangkan model Navier-Stokes dengan menambahkan unsur kapilaritas pada persamaan Navier-Stokes. Dalam artikel ini ditunjukkan bahwa terdapat solusi pada model Navier-Stokes tipe Korteweg untuk kasus di mana koefisien  ((μ + ν)/(2 κ))^2 -(1/κ) > 0, κ =μ ν dengan μ≠ν. Kasus koefisien ini muncul berdasarkan kondisi akar persamaan karakteristik dari model yang dibahas dalam artikel ini

    The Policy Strategy for the Development of Housing and Settlements in Disaster-Prone Areas after the Earthquake Disaster in Majene Regency, West Sulawesi

    Get PDF
    According to Majene Regency's BNPB data, the early 2021 earthquake resulted in 105 fatalities and 92,075 people being forced to leave their houses, leading to their displacement. As many as 7,240 dwelling units were damaged, of which 3,005 were severely damaged, 1,727 were moderately damaged, and 2,508 were mildly damaged. The large number of earthquake-related houses damages reveals a lack of housing and settlement development policies. Therefore, the purpose of this study is to design appropriate policy strategies for housing and settlement development based on information regarding the degree of damage to residential hoses following the earthquake and the zones of Majene Regency's disaster-prone locations. In order to map the locations of residential buildings that sustain heavy, moderate, and low damage and to zone disaster-prone areas based on fault fault maps in Majene Regency, a quantitative descriptive analysis method with a spatial approach through map overlay is used. Then, in order to reinforce the strategic formulation of housing and settlement development policies in earthquake-prone areas, a policy study on spatial use directions as well as standards for the building of earthquake-resistant housing and settlements was conducted. The analysis's findings indicate that the level of residential houses damage falls into the medium and extremely high categories. A number of residential neighborhoods and settlements were found to have residential building structures that did not adhere to earthquake-resistant building requirements and were situated in restricted and forbidden zones. As a result, the best housing and settlement development policy strategy to minimize the damage of residential houses after the earthquake is to forbid new construction for residential functions and important facilities in restricted zones. Additionally, residential construction must be strengthened in accordance with The relevant specifications are SNI 1762 (Procedures for Planning Earthquake Resistance for constructions) and technical guidelines for earthquake-resistant constructions

    Faktor-Faktor Penyebab Gagalnya Pembangunan Kawasan Pedesaan Berorientasi Ekowisata, Pembelajaran dari 3 Desa, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar

    Get PDF
    Program pembangunan desa dewasa ini sudah menjadi program pembangunan utama dan strategis di banyak negara, sebagai negara yang memiliki jumlah desa lebih dari delapan puluh ribu dengan beragam potensi alamnya, apabila hal ini dikembangkan secara berkelanjutan, dapat berpotensi menjadi penghasil devisa terbesar sebagai pengganti ekspor migas. Melalui Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Daerah diberikan kewenangan untuk melakukan percepatan pembangunan sebagian wilayah pedesaan, Atas dasar kewenangan tersebut serta ditunjang dengan potensi ekowisata dan agrikultur yang dimiliki,  Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar menetapkan 3 desa di dalam Kecamatan Kesamben yang memiliki kesamaan dalam karakteristik potensi ekowisata, untuk dimasukan dalam Rencana Pembangunan Kawasan Pedesaan yang berorientasi pada pengembangan ekowisata. Namun setelah 5 tahun berjalan sejak rencana pembangunan kawasan pedesaan tersebut ditetapkan, implementasi program-program dalam rencana tersebut jauh dari kata berhasil. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apa saja hambatan dan tantangan pada pelaksanaan pembangunan kawasan pedesaan, dalam studi kasus ini, berorientasi pada pengembangan Ekowisata di 3 desa di Kecamatan Kesamben. Dengan belum banyaknya kajian terhadap faktor apa saja yang menghambat implementasi program pembangunan kawasan pedesaan, khususnya yang berorientasi pada ekowisata, menjadikan penelitian ini penting untuk mengisi gap analisa berdasarkan evaluasi temuan-temuan permasalahan riil di lapangan. Penelitian ini merupakan salah satu bentuk Monitoring dan Evaluasi implementasi pembangunan kawasan pedesaan melalui pendekatan kualitatif induktif. Pada Penelitian ini terdapat 2 metode analisa yang digunakan yaitu konten analisa untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pembangunan kawasan desa dan analisa Analytical Hierarchy  Process (AHP) untuk menstratifikasi tingkat urgensi faktor tersebut. Sehingga hasil akhir dari penelitian ini dapat menyimpulkan faktor-faktor krusial apa yang menjadi hambatan dan tantangan dalam implementasi pembangunan kawasan pedesaan yang berorientasi pada ekowisata di 3 desa tersebut

    Analisis Potensi Likuifaksi dan Perencanaan Perbaikan Tanah pada Bangunan Pemecah Gelombang di Wilayah Pantai Bali Selatan

    Get PDF
    Liquefaction is the condition of the soil that loses shear strength due to an earthquake, so the capacity of the soil decreases suddenly. Liquefaction occurs in water-saturated sand soils, such as in breakwater of South Bali coast with the magnitude earthquake of 6.8 based on BMKG data in 2011. This condition allows liquefaction to occur under the breakwater. This study aims to identify the potential and thickness of the liquefaction layer based on the N-SPT value at 4 bore hole using 3 methods, namely the Seed-Idriss method, the NCEER method, and the Tokimatsu-Yoshimi method, and design ground improvement with vibro compaction to overcome liquefaction problems. Based on the results of 3 methods analysis, the potential for liquefaction occurred in all bore hole zones with a thickness of 5 to 9 m from the ground surface. The ground improvement design uses vibro compaction with a triangular pattern, spacing 2.1 m. Ground improvement increases the liquefaction FS value, so the potential for liquefaction in all bore hole zones does not occu

    ANALYSIS OF THE PERFORMANCE EVALUATION OF THE LOGISTICS EXPRESS LINER PORT ON THE T-14 TANJUNG PERAK – LARANTUKA – LEWOLEBA – KALABAHI ROUTE IN REDUCING PRICE DISPARITY

    Get PDF
    The express liner program also known in Indonesia as "Tol Laut", initiated in 2015, aimed to reduce price disparities between Java and eastern Indonesian regions by providing regular and sustainable shipping services to remote areas. However, after seven years, the program has not significantly affected price disparities in eastern Indonesia. To evaluate the program's effectiveness, this study examined port performance and economic changes resulting from Sea Toll. The study identified areas of improvement for Larantuka, Lewoleba, and Kalabahi ports, such as docks, terminals, access roads, and storage facilities. Port performance evaluation revealed that Larantuka Port had subpar utilization of docks and stacking fields, while Lewoleba Port exhibited poor dock usage. Kalabahi Port, on the other hand, demonstrated good performance in dock utilization and stacking field usage. Regarding ship services, Larantuka Port showed good waiting time performance but poor loading and unloading productivity and ship effectiveness. Lewoleba Port had unfavorable waiting time in 2021 but improved in 2022, while its loading and unloading productivity and effectiveness were poor in both years. Kalabahi Port demonstrated good waiting time and effectiveness, but its loading and unloading productivity fell short of the standard. Evaluating the economic impact, the Sea Toll program did not significantly reduce the prices of necessities. Certain commodities experienced price increases influenced by regional distances and price fluctuations in Surabaya. However, medium rice prices decreased significantly in Larantuka and Kalabahi, indicating a positive impact of the Sea Toll program in those areas

    3,576

    full texts

    4,029

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Center for Scientific Publication
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇