Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Studi Sistem Pencahayaan Buatan Adaptif untuk Selasar Aktivitas Gedung Baru Departemen Desain Interior ITS
Pada umumnya, selasar memiliki fungsi tunggal sebagai jalur sirkulasi. Dalam pembangunan gedung baru Departemen Desain Interior ITS, inovasi diberikan dengan menghadirkan konsep multifungsi yang disebut selasar aktivitas. Konsep multifungsi ini menambahkan fasilitas area diskusi asistensi dan galeri karya pada area selasar yang bertujuan mewadahi kebutuhan aktivitas mahasiswa. Untuk menunjang konsep tersebut, faktor yang harus diperhatikan adalah pencahayaan, baik sebagai penerangan umum maupun sebagai elemen pendukung agar kebutuhan mahasiswa dapat terpenuhi dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang menggambarkan hubungan antara objek penelitian dengan sistem pencahayaan buatan, dengan teknik eksperimental berupa simulasi menggunakan software DIALux. Data yang dikumpulkan meliputi dokumen perencanaan gedung baru Departemen Desain Interior ITS dan standar perancangan pencahayaan bangunan. Hasil dari studi ini yaitu perlunya penambahan lampu pada area selasar berupa accent lighting dan task lighting dengan ukuran lux tertentu untuk menunjang kebutuhan mahasiswa sewaktu-waktu. Temuan dari studi ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi perencanaan tata pencahayaan di selasar gedung baru Departemen Desain Interior ITS.Kata kunci: Selasar Aktivitas, Kebutuhan Mahasiswa, Pencahayaan Buata
Fenomena Swafoto Dan Pengaruhnya Terhadap Budaya Visual Pada Estetika Interior Ruang Komersial
Penggabungan teknologi komunikasi dan kamera yang terdapat pada telepon seluler pintar menciptakan fenomena baru, yaitu perilaku swafoto dengan dampak amat luas: cakupannya lintas generasi, sosial-budaya, dan strata ekonomi (Kavitha Bhuvaneswari, 2016). Implikasi dari fenomena ini adalah perubahan prioritas dalam mendesain dan mempromosikan berbagai jenis ruang komersial publik, dari yang semula berorientasi pada kenyamanan fisik dan fisiologis pengguna, kini mulai lebih memprioritaskan keindahan dan keunikan visual ruang agar dapat menjadi destinasi wisata swafoto yang ‘instagrammable’. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh fenomena swafoto mempengaruhi perancangan desain interior pada ruang komersial, dan bagaimana fenomena ini berpengaruh terhadap tingkat kesadaran masyarakat terhadap estetika visual pada desain interior ruang komersial. Penelitian ini menggunakan metode exploratory research, dengan menggunakan Studi literatur, teknik wawancara terhadap pengguna ruang dan desainer arsitektur & interior ruang publik, observasi lapangan di beberapa lokasi destinasi wisata swafoto area Malang yang terbagi kedalam tiga kategori: Resto/Cafe, area wisata keluarga, dan Hotel/ Villa, beserta kuisioner random sampling terhadap kedua kelompok responden tersebut. Hasil yang didapatkan adalah keunikan visual ruang menjadi salah satu prioritas dalam mengkonsep perancangan ruang komersial yang mentarget pengguna dengan rentang usia 13-40 tahun, dengan tujuan agar dapat menjadi destinasi wisata swafoto. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa fenomena swafoto ini membawa dampak positif terutama pada generasi muda yang semakin memiliki kesadaran terhadap estetika visual yang ada di lingkungan sekelilingnya dibandingkan generasi sebelumnya, dan memiliki dampak lanjutan naiknya level kebudayaan visual pada masyarakat. Fenomena ini harus dapat direspons dengan baik dan optimal oleh semua kelompok desainer; dari interior, arsitektur, grafis hingga produk, untuk dapat memberikan rancangan yang tidak hanya menarik secara visual, namun juga mampu memberikan pemahaman budaya, lingkungan, dan estetika yang benar kepada masyarakat.The integration between camera and communication technology inside the smartphone, creating a new phenomenon in society, that is ‘selfie’, which has a broad impact: the phenomenon coverage across generations, socio-culture, and economical level. This phenomenon implies priority changes in designing and promoting various types of commercial public spaces, and how this phenomenon affecting public awareness level of visual aesthetic in commercial interior design. This research conducted with exploratory research, by literature study, using interviewing techniques toward place users and architecture & interior designer of commercial public area, field observation in several selfie travel destination in Malang area divided into 3 category: Cafe/Restaurants, family tourism destination, and villa/ hotels, and random sampling questionnare towards both group respondents. The result obtained that place’s visual uniqueness become one of the top priority in concepting commercial space design with the target user in age range within 13-40 years old, aiming to become a tourist’s selfie travel destination. This research also shows that selfie phenomenon has a positive impact specially on young generation who having an increasing visual awareness of aesthetics in their surrounding environment than the older generations, and further impacting in increased level of visual culture in society. This phenomenon should be responded well and optimally by all designer category: from interior, architecture, graphical to product designer who would provide a design that is not only visually appealing, but also be able to give a better understanding of culture, environment, and aesthetics to society
Perancangan Chassis Traktor Angkut Hasil Pertanian
Perancangan chassis traktor angkut hasil pertanian dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan di pedesaan yang mempunyai jalan beragam seperti tanjakan, turunan, berbatu, berpasir, berlumpur, dan jalan yang sempit. Chassis harus mendukung kendaraan untuk dapat berbelok dengan sudut yang kecil, menghindari chassis mengalami puntir akibat jalan yang tidak rata, dan memastikan semua roda dapat menapak dengan sempurna. Langkah perancangan desain yang dilakukan meliputi menentukan spesifikasi desain berupa dimensi chassis, beban maksimal, mekanisme gerak dan belok, dan material pembentuk. Langkah analisa desain dilakukan dalam empat kondisi meliputi kondisi kecepatan konstan, akselerasi, pengereman, dan kondisi belok menggunakan Finite Element Methode untuk mencari von-Mises stress dan safety factor dari setiap kondisi. Hasil dari perancangan adalah chassis dengan dimensi panjang 2150 mm dan lebar 550 mm. Material chassis adalah ASTM A36 steel dengan profil tube square dan l-angle equal dengan dimensi 50×50×3,2 mm. Hasil analisa von-Mises stress pada chassis menampilkan hasil terbesar ada pada kondisi belok yaitu von-Mises stress sebesar 164,4 MPa atau safety factor sebesar 1,66. Von-Mises stress terkecil ada pada kondisi kecepatan konstan yaitu sebesar 95,3 MPa dengan safety factor 2,88
Studi Kepuasan Kerja untuk Pekerja Konstruksi Lulusan Baru di Indonesia
Pekerja konstruksi fresh graduate atau generasi milenial saat ini semakin mendominasi sumber daya manusia perusahaan konstruksi. Fresh graduate yang sangat potensial juga memiliki banyak tantangan untuk dikelola. Sebagai sumber daya manusia baru dengan jumlah banyak, sangat diperlukan kajian tentang bagaimana kinerja dan kepuasan kerja mereka. Penelitian ini fokus pada kajian kepuasan kinerja pekerja konstruksi fresh graduate dari sudut pandang mereka sendiri dengan mengadopsi beberapa indikator dari The Toyota Way. Metode analisa perhitungan dilakukan dengan merangking hasil perhitungan antara skala penerapan dan pengembangan individu & teamwork. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator yang paling memuaskan yang dirasakan oleh pekerja konstruksi fresh graduate adalah pemimpin harus memiliki pengetahuan kerja yang mendalam dengan skor 18.574, sedangkan indikator kepuasan yang menunjukkan ketidakpuasan adalah materi pelatihan dibakukan dengan skor 13.468. Selanjutnya, sebagai rekomendasi adalah perlu adanya inovasi gaya kepemimpinan dari para pemimpin perusahaan konstruksi
Peran Infrastruktur Perkeretaapian bagi Pertumbuhan Ekonomi Wilayah
Jurnal ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari pengembangan infrastruktur perkeretaapian terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan regional. Data yang diolah meliputi data asset perkeretaapian, anggaran pembangunan perkeretaapian, pendapatan penumpang dan barang, biaya pegawai dan Indeks Harga Konsumen (IHK). Data yang dipergunakan adalah data panel dari 10 provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera untuk tahun 2000 sampai dengan 2015. Dalam analisis ekonometrika dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan postif antara variabel anggaran pembangunan, aset perkeretaapian, pendapatan, biaya pegawai dan IHK terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Analisis Kebutuhan Pengembangan Usaha dan Strategi bagi Jalan Tol Bali Mandara
Jalan tol Bali Mandara adalah jalan tol pertama di pulau Bali yang dibangun dengan tujuan untuk mengurai kemacetan jalan bypass I Gusti Ngurah Rai yang mulai jenuh pada saat jam sibuk atau liburan panjang. Jalan tol Bali Mandara mulai dibangun pada awal tahun 2012 dan telah berhasil memenuhi tujuan awal pembangunannya, yaitu sebagai pengurai kemacetan dan alternatif jalan yang mengalirkan arus lalu lintas melalui 3 gerbang yaitu, gerbang Nusa Dua, gerbang Ngurah Rai dan gerbang Benoa. Namun demikian, berdasarkan data lalu lintas harian rata-rata per tahun, jalan tol ini mengalami penurunan dari sisi pertumbuhan mulai dari bulan Agustus tahun 2017 yang juga berpengaruh terhadap pendapatan dari PT Jasa Marga Bali Tol. Oleh karena itu, tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi kebutuhan pengembangan dengan kesesuaian strategi yang dijalankan pada saat ini. Dengan adanya strategi yang tepat, diharapkan pengembangan yang dilakukan oleh anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) ini dapat meningkatan pendapatan baik dari bisnis utama berupa pendapatan tol maupun dari unit usaha lain (non tol) serta meningkatkan nilai perusahaan melalui pendekatan manajemen aset infrastruktur. Metoda penelitian meliputi studi literatur, Focus Group Discussion (FGD) dan Analisa SWOT. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan peringkat dalam penentuan strategi diantaranya peringkat 1 yaitu meningkatkan pendapatan melalui bisnis non jalan tol, peringkat 2 yaitu melakukan alternatif pendanaan ulang dan peringkat 3 yaitu meningkatkan pendapatan bisnis jalan tol
Cover Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol.3 Sup.1 Juni 2019
Penyusunan Model Bangkitan Pergerakan Angkutan Barang di Provinsi Kalimantan TimurTriana Sharly P. Arifin, Budi Haryanto& Utari Nur Ramadhani Reflection on Basic View of Public Infrastructure for Infrastructure Asset Management in IndonesiaHitapriya Suprayitno & Ria Asih Aryani Soemitro Pengaruh Suhu Bahan Campuran Terhadap Sifat dan Mutu Beton Dalam Pelaksanaan Drainase Jalan pada Daerah Terpencil di Provinsi Kalimantan SelatanHudan Rahmani& Akhmad Gazali Penggunaan Abu Batu untuk Mengurangi Agregat Pasir Alami pada Campuran Beton dengan Penambahan Zat Additive Type DTriaswati M.N., Didik Harijanto, Boedi Wibowo & Wahyu Ismoyo Identifikasi Awal Tujuan Wisata di Provinsi Sulawesi Utara bagi Kajian Manajemen PariwisataOlivia Moningka& Hitapriya Suprayitn
Implementation of a Mathematical Modelling of a Rotary Cement Kilns
Rotary cement kiln is the main equipment in the cement industry that has complex dynamic behavior, where any changes will affect the quality of the product and the consumed energy. A one-dimensional model of rotary kiln is needed to understand kiln’s behavior and improve kiln operating and design to achieve the optimum condition of product quality and energy required. In this study, the onedimensional mathematical model of a dry rotary cement kiln with pulverized coal combustion is developed. This model consists of a set of nonlinear ordinary differential equations and nonlinear algebraic equations that describe material and energy balance equations. The model has been solved numerically by using Matlab R2015a, and it has been validated by comparing the result with published experimental data. Based on the result, the steady-state simulation shows that the behavior of the model developed is appropriate with the results presented in the literature. It can be concluded that the model is accurate (error < 6%) to describe the profile of temperature and bed composition along with the kiln. It can be used to obtain a better understanding of kiln’s behavior and improve the kiln operating and design to achieve the optimum condition
SORPTIVITY AND CHLORIDE PENETRABILITY EVALUATION OF CONCRETE INCORPORATING FLY ASH AND SILICA FUME
Diffusion is believed to be the main mechanism of fluid ingress into the concrete. However, in partially saturated concrete, the fluid will mainly be absorbed by the capillary suction mechanism, which associates with the sorptivity properties of the concrete. This paper presents the results of an experimental program to investigate the influence of Portland cement substitution with Silica Fume (SF) and Type F Fly Ash (FA) on the rate of absorption, which also known as sorptivity, and chloride penetration of concrete. The sorptivity of the concrete was evaluated according to ASTM 1585, while the chloride penetration was evaluated according to ASTM C 1202. By substituting part of cement with FA and SF, it was found that the sorptivity of concrete is reduced. Furthermore, all type of concrete with supplementary material, including CFA, CSF and CSM, is confirmed to enhance the ability of concrete to resist chloride penetration compared yo normal concrete (NC)
Development of Samiler Jarak-Dolly (SAMIJALI) Business Through Social-Based Business Model
Samijali is a social-based SME in Surabaya. By conveying the economic issue of the Dolly community as the result from the closure of the Dolly prostitution area. However, the high public interest about Samijali is not in line with the business progress that remain slow. The ability of Samijali to develop it’s capability is still minimal. In addition, the business model owned by Samijali is still very simple when compared with other sociopreneur business models that have rapid development. The aim of this research is to develop Samijali social business model to help improving the competitiveness, develop suitable branding for Samijali based on evaluated SBMC. This research using qualitative methods with inductive-exploratory research designs. In the research phase, researchers conducted interviews with Samijali stakeholders and business experts to formulate an ideal business model for Samijali. From this research, had been agreed on business model design for Samijali by stakeholders Samijali. Hopefully, this research can help Samijali to grow it’s business with the right business model. In addition, this research is expected to make Samijali a role-model for social-based SMEs in Surabaya