Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Dewan Redaksi
JMAIF 4(2) April 2020 sudah terbit. Kini tiba saatnya untuk menerbitkan Edisi 3, yaitu JMAIF 4(3) Juli 2020.Sudah disampaikan di Edisi sebelumnya, bahwa JMAIF, pada tahun 2020, terbit sebanyak 4 Edisi Reguler, masing-masing dengan jumlah paper rencana sebanyak 6 paper. Berarti, Edisi Reguler setiap kali bisa terbit dengan 5, 6 atau 7 paper. Edisi Khusus dan Edisi Suplemen hanya akan diterbitkan bila sangat-sangat dibutuhkan.Edisi Juli 2020, JMAIF 4(3) ini akhirnya bisa terbit tepat waktu, terbit pada bulan Juli 2020. Hal ini merupakan suatu prestasi yang sangat baik, mengingat kondisi Manajemen yang belum pulih dan adanya Kondisi LockDown
Cover Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol.4 No.3 Juli 2020
Evaluasi Kinerja Aset Fasilitas Wisata Domba di Kabupaten Garut Fadila Febianisa Slamet& Nurlaila FadjarwatiDampak Perkembangan Pariwisata Pulau Lombok terhadap Pengembangan Bandar Udara Internasional Lombok Putu Agus Valguna, Dewanti & Latif Budi Suparma Evaluasi Kinerja Aset Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Sidoarjo Marlena, Tri Joko Wahyu Adi & I.D.A.A. WarmadewanthiAnalisis Kebijakan Struktur Tarif dan Pengaruhnya terhadap Besaran Subsidi (Studi Kasus : TransJakarta) Mira Lestira Hariani, Idwan Santoso & Sony Sulaksono WibowoPemanfaatan Bagian-Bagian Jalan Nasional, Studi Kasus di Ruas Jalan MERR Surabaya Dyah Kusuma Dewi, Ria Asih Aryani Soemitro, Hitapriya Suprayitno, & Herry BudiantoAnalisis Standar Perancangan Geometri Rel Kereta Cepat (Studi Kasus : Kereta Cepat Jakarta - Bandung) Rahmi Fajriati, Suryo Hapsoro Tri Utomo, Imam MuthoharPerbandingan dan Sintesa Karakteristik Perilaku Perjalanan Penumpang KA Komuter SULAM dan KA Komuter SUPOR Anita Susanti, Ria Asih Aryani Soemitro & Hitapriya Suprayitn
Evaluasi Peningkatan Pelayanan Terminal Bandar Udara Kelas I Mopah Merauke
Seiring dengan perkembangan dan rencana pemekaran Kabupaten Merauke menjadi Ibukota Propinsi Papua Selatan, yang berpotensi meningkatkan jumlah pergerakan lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Kelas I Mopah Merauke serta dalam rangka menyongsong penyelenggaraan PON 2020 di Papua, maka telah dioperasikan terminal baru seluas 7.204 m2.Permasalahan yang dihadapi pada saat pengoperasian terminal baru adalah keterbatasan luas terminal dan fasilitas serta penggunaannya yang tidak sesuai dengan fungsi awal dari terminal berdasarkan masterplan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pelayanan penumpang Di Bandar Udara Kelas I Mopah Merauke berdasarkan regulasi dan persepsi penumpang pada saat beroperasi di terminal lama dan setelah beroperasi di terminal baru. Penelitian ini dimulai melalui pengumpulan data hasil observasi peneliti, kuesioner terhadap penumpang serta wawancara penyelenggara bandar udara. Metode analisis yang digunakan adalah Penilaian berdasarkan PM 178 tahun 2015, IPA dan Metode Triangulasi. Berdasarkan PM 178 tahun 2015, hasil penelitian menunjukkan peningkatan kinerja pelayanan pada saat beroperasi di terminal lama sebesar 47,4% (kategori cukup) menjadi 68,1% (kategori baik) setelah beroperasi di terminal baru. Dari 35 Atribut pelayanan yang dinilai masih terdapat 11 atribut pelayanan yang belum sesuai dengan standar PM 178 tahun 2015 setelah beroperasi di terminal baru. Menurut persepsi penumpang, kinerja pelayanan bandar udara di terminal lama berada pada kategori rendah dengan 17 atribut pelayanan berkinerja rendah dari 30 atribut yang dinilai. Selain itu, juga terdapat 4 pelayanan tambahan yang diinginkan oleh penumpang. Hasil evaluasi menggunakan metode triangulasi menunujukkan bahwa masih terdapat 10 atribut pelayanan dan 3 rekomendasi tambahan yang belum mendapat perbaikan setelah beroperasi di terminal baru
Analisis Kinerja Aset Destinasi Wisata Waduk, Studi Kasus: Waduk Cijere, Kabupaten Bandung Barat
Waduk Cijere merupakan salah satu luapan dari Waduk Saguling dengan luas 19,13 hektar yang berlokasi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Waduk Cijere dipenuhi sampah, bebatuan, dan semak belukar yang mengakibatkan waduk tidak berfungsi dengan baik. Saat ini, Waduk Cijere hanya dimanfaatkan untuk kolam jaring apung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis lebih mendetail mengenai Kinerja Aset Destinasi Wisata Waduk Cijere, dilihat dari 4 kinerja yaitu kinerja fisik, fungsional, ulitias, dan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksploratori (kualitatif dan kuantitatif). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian ini meliputi tidak adanya pemeliharaan pada Waduk Cijere mengakibatkan kondisi fisik buruk, Waduk Cijere tidak berfungsi sebagaimana mestinya, pemanfaatan Waduk Cijere belum optimal, terjadi penurunan pendapatan 10% hingga 40% dalam satu tahun, serta tidak adanya pendapatan yang masuk ke daerah karena belum adanya Izin Usaha Perikanan untuk Kolam Jaring Apung
Persepsi Masyarakat Mengenai Prioritas Pembangunan Infrastruktur Desa Berbasis Mitigasi Bencana (Studi Kasus Nagari/Desa Inderapura Selatan)
Bencana merupakan masalah global saat ini. Khususnya di Indonesia, Perspektif penanggulangan bencana telah memasuki paradigma baru, dari sebelumnya hanya terfokus pada kegiatan tanggap darurat saja, kini juga memakai pendekatan mitigasi dan kesiapsiagaan. Mitigasi dan kesiapsiagaan dilakukan pada saat tidak terjadi bencana. Mitigasi atau penanggulangan bencana perlu dipadukan dengan upaya-upaya pengurangan risiko bencana kedalam pembangunan demi keberlanjutan serta pengarusutamaan pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan program dan kegiatan desa. Dengan kata lain analisis risiko bencana harus menjadi salah satu dasar dalam perencanan pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan sarana dan prasarana untuk penanggulangan bencana juga merupakan salah satu prioritas pembangunan desa. Dalam penelitian ini dilakukan teknik pengambilan data berupa kuesioner untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat mengenai perencanaan pembangunan infrastruktur yang berdasarkan bencana. Seluruh responden setuju untuk memasukkan aspek kebencanaan sebagai salah satu pertimbangan dalam merangking program kegiatan pembangunan infrastruktur desa. Namun, perencanaan pembangunan infrastruktur desa yang telah dilaksanakan belum mempertimbangkan aspek penanggulangan bencana
Preliminary Research on Air Passenger Volume Variation in Kilimanjaro International Airport Tanzania
Airport Management needs data on Passenger Volume. Passenger Volume varies annually, monthly, weekly, daily, and hourly. A different aspect of Airport Management needs different data on Pasengger Volume Variation. Each airport has its Variation Characteristics. Kilimanjaro International Airport is a unique airport, as it is located close to a Mountain Kilimanjaro. Knowing it’s Passenger Volume Variation is important. Three Variations have been observed, the monthly, the weekly, and the hourly. The monthly variation shows that the high season happens from July to October. Based on three months of data, the weekly variation shows the inconsistency of the variation pattern. The weekly index of variation could not be developed. While the daily variation shows that high daily volume exists from Friday to Sunday
Alternatif Aspal Modifikasi Polimer dengan Menggunakan Sampah Plastik Kemasan Makanan
Kondisi jalan di kota balikpapan banyak mengalami kerusakan, selain itu, ketersediaan aspal belum bisa memenuhi kebutuhan aspal karena 45% jalan di kota Balikpapan masih menggunakan kerikil dan tanah (DPU kota Balikpapan, 2015). Selain itu, Balikpapan juga mengalami masalah di aspek lingkungan yaitu sampah. Gibran (2017) berpendapat bahwa 13.51% sampah yang ada di koata Balikpapan adalah plastik. Plastik merupakan salah satu sampah yang sulit untuk di daur ulang. Sehingga, untuk menyelesaikan dua permasalahan tersebut dilakukan penelitian aspal modifikasi polimer dengan memanfaatkan sampah plastik kemasan makanan. Proses pembuatan aspal modifikasi polimer dilakukan sesuai dengan standar spesifikasi bina marga devisi 6 revisi 3, dimana proses pencampuran polimer dilakukan pada saat campuran beraspal panas dilaksanakan pada suhu 145°C- 155°C. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan variasi kadar aspal yang digunakan pada campuran adalah 5%, 5.5%, 6%, 6.5%, dan 7%. Dan didapatkan kadar aspal optimum adalah 5.3%. Dari kadar aspal optimimum dilakukan pencampuran polimer dengan variasi 0%, 1%, 2%, 3% dan 4%. Hasil pengujian menunjukkan kadar polimer optimim adalah 0.5% polimer dan maksimum 1%. Aspal modifikasi polimer memiliki nilai stabilitas yang tinggi yaitu 23.64% lebih besar jika dibandingkan dengan aspal konvensional. Selain itu, nilai rongga pada campuran 5.74% lebih besar dibandingkan aspal konvensional
Cover
The Importance of Awareness of Heritage Building's Seismic Behaviors : Specific on Pagoda-Type Structure I. P. Ellsa Sarassantika & Ida Bagus Gede Parama PutraPreliminary Reflection on Performance Indicator and Performance Factor for Infrastructure Asset Management Hitapriya Suprayitno, Ria Asih Aryani, Mahendra Andiek Maulana & Yervi HesnaDevelopment of Cell Transmission Model for Traffic Signal Coordination Lye Yoke Kei & Dr. SusilawatiBuoyancy and Stability Analysis of Ark’a Modulam Amphibious Foundation Model Nomeritae, Wijanarka & Rudi WaluyoPreliminary Reflection on Basic Problematics of National Public Infrastructure Financing in Indonesia Ria Asih Aryani Soemitro & Hitapriya SuprayitnoIrrigation Water Management by Using Remote Sensing and GIS Technology to Maintain the Sustainability of Tourism Potential in Bali Putu Aryastana, Cok Agung Yujana & I Made ArdanthaPreliminary Overview of Several Capital Relocations in Relationship with a Plan of Indonesian Capital Relocation Abd Muluk bin Abd Manan & Hitapriya Suprayitn
DESIGN CRITERIA OF MODERN SHOPPING CENTRE BUILDING BASED ON PUBLIC PEDESTRIAN SPACE
Mobility contributes to quality of life (Muller, 2016). In Indonesia, shopping centre buildings and urban pedestrian spaces have not been supporting each other in accommodating public pedestrian mobility. It lets people to drive more automobiles instead of walking even though their settlements are actually convenient from the commercial places. This problem is further causing the other matters such as traffic jam, accidence, air pollution, anxiety, and so on. By considering this problem, it is important to transform the design criteria of the modern shopping centre building to be not only serving as commercial destinations, but also space for public pedestrians that provides good mobility in urban environment, so that the walking lifestyle could be popular again in Indonesia. This research is aimed to identify design criteria of modern shopping centre buildings that are based on public pedestrian space. The criteria is expected to be new standard in planning and designing future shopping centre buildings in Indonesian cities. The Evaluative Method is utilized in this research involving a theory of Urban Mobility as the main parameter
Physical Properties Comparison of rGO-like phase prepared from Coconut Shell and the Commercial Product
Physical properties of reduced graphene oxide (rGO) prepared from two different raw materials, namely coconut shell (rGO-s) and graphite mineral (rGO-c, produced by Graphenea Inc.), have been investigated. While both samples have the same density of about 1.9 g/cm3, rGO-c has more porous of about 1.3 cc/g with diameter of 10.8 nm compared to rGO-s which has 0.2 cc/g porous with diameter of 2.4 nm. Specific surface area in rGO-c was also obtained much larger than that of rGO-s. rGO-c and rGO-s have specific surface area of ~298 m2/g and ~475 m2/g, respectively. Examinations on particle size and surface morphology show that rGO-c has homogenous particles which consist of transparent thin sheets, while rGO-s has rather heterogenous particles that look like dens stacked sheets. The presence of C and O was confirmed at the observed morphology. The difference in physical features were then found to influence the obtained electrical conductivity of the samples. rGO-c has higher conductivity than rGO-s. Estimation on gap energy (Eg) indicates that rGO-c and rGO-s have Eg in the range of semiconducting materials. The study provides a better understanding on physical properties of coconut shell-derived rGO to further revise synthesis method to improve quality of the obtained rGO