Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Efisiensi Pemilihan Jenis Retrofiting dan Perkuatan Struktur (Strengthening) antara Sistem Portal dengan Sistem Prategang Eksternal pada Jembatan Pelat Berongga (Voided Slab) (Studi Kasus Jembatan Way Bako I)
Sebuah jembatan dapat mengalami penurunan kekuatan akibat kerusakan struktur atau peningkatan beban sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Retrofiting dan strengthening merupakan alternatif solusi agar jembatan mampu melayani beban yang melintas sampai umur rencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting jembatan dan menganalisis metode retrofiting dan strengthening yang efisien dari segi kekuatan struktur dan biaya konstruksi. Analisis struktur prategang eksternal berdasarkan Pd-T-02-2004-B sedangkan sistem portal sesuai SNI-1729-2015. Hasil pengamatan kondisi jembatan menunjukkan bahwa Jembatan Way Bako I telah mengalami kerusakan struktur maupun non struktur. Nilai momen nominal dan lendutan sebelum perkuatan adalah 5569,57 kN.m dan 18 mm, setelah diperkuat dengan sistem prategang eksternal menjadi 7097,88 kN.m (Mu/Mn = 0,8191) dan 17 mm sedangkan sistem portal 13764,62 kN.m (Mu/Mn = 0,4131) dan 18 mm. Biaya sistem prategang eksternal Rp 1.170.790.000,- sedangkan sistem portal Rp 1.658.740.000,-. Dengan demikian metode prategang eksternal lebih tepat diterapkan pada Jembatan ini
Prediksi Hidrograf Aliran Daerah Aliran Sungai Rejoso Kabupaten Pasuruan akibat Perubahan Tata Guna Lahan dan Curah Hujan
Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan analisa debit aliran pada DAS Rejoso Kabupaten Pasuruan pengaruh perubahan tata guna lahan dan curah hujan menggunakan HEC-HMS (Hydrology Engineering Center-Hydrologic Modeling System). Penutupan lahan yang digunakan dalam analisis ini terdiri dari peta penurupan lahan kabupaten pasuruan tahun 2016 serta penutupan lahan sesuai Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Pasuruan yang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pasuruan. Curah hujan masa depan diproyeksi dengan menggunakan model CSIRO dengan skenario RCP 4.5 yang di downscalling menggunakan metode bias correction. Hasil pemodelan HEC-HMS, limpasan pada penutupan lahan sesuai RTRW 2009-2029 dengan curah hujan proyeksi tahun 2029 cenderung lebih besar daripada penutupan lahan tahun 2016. Kenaikan curah hujan dengan rata-rata 17% mengakibatkan peningkatan limpasan rata-rata sebesar 4,27% pada penutupan lahan tahun 2029. Dari hasil pemodelan skenario 2 dan skenario 3 didapatkan hasil bahwa perubahan curah hujan lebih berpengaruh dibandingkan perubahan tata guna lahan terhadap hidrograf aliran DAS Rejoso
Variasi Kestabilan Lereng Tanggul Sungai Tanah Lanau Tanpa Perkuatan Dibandingkan Dengan Menggunakan Perkuatan
Sebagian besar tanggul sungai adalah merupakan tanggul alami yang di bentuk dengan menggunakan material tanah sekitar. Permasalahan utama pada tanggul alami sungai adalah kelongsoran yang sering terjadi pada bibir/tepi tanggul. Disamping permasalahan tanah dasar, persoalan tambahan pada kestabilan tanggul adalah arus sungai, derasnya arus dapat menyebabkan erosi pada lereng tanggul sehingga menyebabkan kelongsoran tanggul. Studi ini mencoba untuk menganalisa kelongsoran pada tanggul sungai dengan kondisi alami dan kondisi dengan perkuatan. Model yang disimulasikan adalah lereng tanggul sungai dengan kemiringan sudut 80° dimana sudut ini dianggap kritis dalam kestabilan tanggul, sedangkan air sungai dimodelkan musim pancaroba, dimana air hampir mendekati kondisi puncak. Kemudian dibuat model variasi kestabilan tanggul tanpa perkuatan, tanggul dengan perkuatan tiresoil di susun vertikal plus angker dan perkuatan tiresoil disusun horisontal plus angker. Hasil pemodelan menunjukkan pada kondisi awal, yaitu tanggul alami di dapatkan angka keamanan kritis adalah 1,342; sedangkan angka keamanan tanggul yang diperkuat dengan tiresoil susun vertikal dan horisontal adalah 3,521 dan 5,166. Hasil permodelan diatas menunjukkan peningkatan angka keamanan yang signifikan pada tanggul yang penggunaan perkuatan tiresoil dibandingkan tanpa perkuatan, hal ini diduga akibat adanya peningkatan kekuatan geser tanah yang dikonstribusikan oleh tiresoil dan angker
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Rute Semarang – Jakarta (Studi Kasus : Pegawai Negeri Sipil Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan)
Rute Semarang–Jakarta merupakan rute yang sibuk dikarenakan pusat pemerintahan dan perekonomian berada di sana. Pada rute ini, terdapat berbagai pilihan moda transportasi dengan jadwal, biaya, serta fasilitas pendukung yang beragam. Oleh sebab itu, prioritas moda serta prioritas kriteria perlu dianalisis. Dalam hal ini, pemilihan moda dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process dengan responden PNS golongan IV, III, dan II. Prioritas kriteria menurut karakteristik perjalanan pada seluruh golongan mengutamakan maksud perjalanan dibandingan dengan tujuan dan waktu terjadinya perjalanan. Sedangkan prioritas kriteria menurut sistem transportasi, seluruh golongan mengutamakan keselamatan dan keamanan dibandingkan dengan lama waktu perjalanan, biaya transportasi, frekuensi, kenyamanan, dan kemudahan. Alternatif moda yang dipertimbangkan antara lain kereta api kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif, serta pesawat terbang kelas ekonomi dan bisnis. Prioritas moda utama pada golongan IV dan III yaitu pesawat terbang kelas ekonomi, sedangkan pada golongan II yaitu kereta api kelas eksekutif. Persamaan sensitivitas yang diperoleh adalah YIV=0,103x1+0,051x2+0,041x3+0,122x4+0,079x5+0,255x6+0,350x7; YIII=0,082x1+0,1041x2+0,032x3+0,105x4+0,071x5+0,260x6+0,347x7; YII=0,090x1+0,180x2+0,038x3+0,125x4+0,095x5+0,217x6+0,254x7 dimana YIV , YIII , YIIadalah bobot moda transportasi global pada golongan IV, III, II yang baru dan x1sampai x7 merupakan bobot moda transportasi pada kriteria lama waktu perjalanan, biaya transportasi, frekuensi, kenyamanan, kemudahan, keamanan, serta keselamatan. Persamaan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui perubahan prioritas moda akibat perubahan kondisi di masa yang akan datang untuk meminimalisir risiko yang ditimbulkan
Dewan Redaksi
Puji syukur kami sampaikan kepadaNya. Kini tiba saatnya untuk menerbitkan Volume 4 Edisi 4, yaitu JMAIF 4(4) Oktober 2020. Pada tahun ini, untuk pertama kali, JMAIF diterbitkan dalam Edisi Reguler empat kali setahun. Jumlah artikel per penerbitan diatur sebanyak jumlah standar 6 buah artikel. Edisi ini adalah Edisi Reguler terakhir untuk tahun 2020.Tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Edisi Khusus dan Edisi Suplemen hanya akan diterbitkan bila sangat-sangat dibutuhkan.Edisi Oktober 2020, JMAIF 4(4) ini akhirnya bisa terbit tepat waktu, terbit pada bulan Oktober 2020. Hal ini merupakan suatu prestasi yang sangat baik, mengingat kondisi Manajemen yang belum pulih karena adanya Kondisi LockDown
Mitra Bestari
Ketentuan Umum Penulisan MasalahPenulisan Makalah pada JMAIF – Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas diatur dalam ketentuan umum sebagai berikut.- Makalah betul – betul merupakan hasil karya penulis- Makalah belum pernah dipublikasikan di media lain- Makalah harus berisi bahasan mengenai Manajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas- Makalah harus berisi suatu bahasan baru, dilihat dari bahasan yang sudah terpublikasikan pada JMAIF dan JIFAM- Makalah harus mengambil acuan minimal sebanyak 5 acuan, 3 diantaranya berupa referensi primer- Panjang makalah dibatasi 8 -16 halaman- Makalah bisa ditulis dalam bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris- Naskah ditulis dengan menggunakan Microsoft Word- Format penulisan makalah bisa di unduh di website https://iptek.its.ac.id/index.php/jmaif Cakupan Topik TulisanJMAIF menerima makalah tentang Manajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas . Cakupan topik tulisan meliputi antara lain topik – topik sebagai berikut.- Fungsi Infrastruktur & Fasilitas- Permintaan - Penawaran Infrastruktur & Fasilitas- Perilaku Permintaan Infrastruktur & Fasilitas- Perilaku Pengguna Infrastruktur & Fasilitas- Evaluasi Infrastruktur & Fasilitas- Gagasan Infrastruktur & Fasilitas- Kebijakan Infrastruktur & Fasilitas- Perencanaan Infrastruktur & Fasilitas- Perancangan Infrastruktur & Fasilitas- Pengadministrasian Infrastruktur & Fasilitas- Sistem Operasi Infrastruktur & Fasilitas- Sistem Pemeliharaan Insfrastruktur & Fasilitas- Penghapusan Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Ekonomi dan Finansial Infrastruktur & Fasilitas- Pembiayaan Infrastruktur & Fasilitas- Organisasi Pengelola Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Spasial & Lingkungan Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Rencana Strategis Infrastruktur & Fasilitas Mitra BestariHitapriya Suprayitno, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaRia Asih Aryani Soemitro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaTrihanindyo Rendy Satrya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaMahendra Andiek Maulana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaJanuarti Eka Jayaputri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaAchmad Wicaksono, Universitas Brawijaya (UB), Malan
Model Regresi untuk Return Aset dengan Volatilitas Mengikuti Model GARCH(1,1) Berdistribusi Epsilon-Skew Normal dan Student-t
Studi ini mendiskusikan dua perluasan dari model GARCH(1,1), yaitu AR(1)-GARCH(1,1) dan MA(1)-GARCH(1,1), yang diperoleh dengan cara menambahkan Autoregression tingkat 1 atau Moving Average tingkat 1 pada persamaan return. Untuk kasus ini, error dari return diasumsikan berdistribusi Normal, Skew Normal (SN), Epsilon Skew Normal (ESN), dan Student-t. Analisis terhadap model didasarkan pada pencocokan model untuk return dari indeks saham FTSE100 periode harian dari Januari 2000 sampai Desember 2017 dan indeks saham TOPIX periode harian dari Januari 2000 sampai Desember 2014. Model yang dipelajari diestimasi menggunakan metode GRG (Generalized Reduced Gradient) Non Linear yang tersedia di Solver Excel dan juga metode Adaptive Random Walk Metropolis (ARWM) yang diimplementasikan pada program Scilab. Hasil estimasi dari kedua alat bantu tersebut menunjukkan nilai-nilai yang hampir sama, mengindikasikan bahwa Solver Excel mempunyai kemampuan yang handal dalam mengestimasi parameter model. Uji rasio log-likelihood dan AIC (Akaike Information Criterion) menunjukkan bahwa model dengan distribusi ESN lebih unggul dibandingkan dengan model-model berdistribusi tipe normal lainnya untuk setiap kasus model dan data pengamatan, bahkan ini bisa mengungguli distribusi Student-t pada suatu model dan data pengamatan. Lebih lanjut, model-model dengan penambahan proses regresi di persamaan return menyediakan pencocokan yang lebih baik daripada model dasar, dimana pencocokan terbaik untuk kedua data pengamatan diberikan oleh model AR(1)-GARCH(1,1) berdistribusi Student-t
Teorema Terkait Teknik Perhitungan Integral Garis Lebesgue-Hausdorff atas Kurva Sederhana
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan beberapa teorema penting untuk teknik integrasi dari integral garis Lebesgue-Hausdorff yang merupakan generalisasi dari integral garis biasa. Hasil dari penelitian ini adalah beberapa teorema yang bersifat teknis yang bisa diaplikasikan dalam menentukan nilai integral garis Lebesgue-Hausdorff dari beberapa fungsi
Pra Desain Pabrik Olein Dari CPO Dengan Proses Physical Refining Dan Dry Fractionation
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Industri pengolahannya memberikan kontribusi yang penting dalam menghasilkan devisa dan lapangan pekerjaan. Hal tersebut dikarenakan minyak kelapa sawit merupakan industri hulu yang sangat penting bagi berbagai industri lainnya, seperti: makanan, kosmetik, sabun dan cat. Bahkan akhir-akhir ini ada upaya penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar alternatif. Kondisi ini memacu perkembangan industri pengolahan kelapa sawit, baik kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Dan perkembangan industri sejalan dengan semakin meningkatnya luas areal perkebunan kelapa sawit.Pabrik Olein akan didirikan dan siap beroperasi pada tahun 2023, dengan pembelian peralatan pada tahun 2020 dan masa konstruksi selama 2 tahun (2021-2022). Lokasi pabrik direncanakan di daerah Musi Banyuasin, Kota Sekayu, Sumatera Selatan. Pemilihan lokasi pabrik ini berkaitan dengan ketersediaan bahan baku utama berupa Crude Palm Oil (CPO). Bahan baku utama dalam proses pembuatan Olein yaitu Crude Palm Oil (CPO) yang memiliki komposisi sebesar 93,60% Trigliserida (TGA), 1,75% Digliserida (DGA), 0,5% Monogliserida (MGA), 4% Free Fatty Acid (FFA), 0,06% Phosphatida, 0,03% Karoten, 0,06% Tocopherols. Adapun bahan baku tambahan berupa Asam Phospat dan Bleaching Earth. Dosis yang digunakan yaitu sebesar 0.044% dari feed yang masuk untuk asam phospat. Sedangkan untuk Bleaching Earth dosis yang digunakan yaitu 1.4% dari feed yang masuk. Kebutuhan tersebut bergantung pada kualitas CPO yang digunakan untuk proses produksi. Kapasitas produksi Olein direncanakan sebesar 340.000 ton olein/tahun. Perencanaan ini berdasarkan jumlah lahan yang dimiliki oleh pabrik dan jumlah raw material yang tersedia untuk proses produksi. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 8 jam per hari selama 330 hari. Untuk memproduksi Olein sebesar 340.000 ton olein/tahun diperlukan bahan baku CPO sebesar 69.697,673 kg CPO/jam. Selain produk utama Olein, pabrik ini juga dapat memproduksi produk berupa stearin. Selain itu hasil Palm Fatty Acid Distillated (PFAD) dapat diolah menjadi biodiesel.Proses pembuatan Olein dapat diuraikan menjadi 2 tahapan proses, yaitu Proses Refinery dan Proses Fraksinasi. Proses Refinery dapat dibagi menjadi 4 tahapan proses yaitu tahap Degumming, Bleaching, Filtrasi, dan Deodorisasi. Dari tahap ini akan diperoleh produk berupa Refined Bleach Deodorized Palm Oil (RBDPO). Selanjutnya dilanjutkan proses Fraksinasi yang dibagi menjadi dua tahapan proses yaitu kristalisasi dan filtrasi. Pada tahap ini akan diperoleh produk Olein dan Stearin. Dari perhitungan analisa ekonomi, dengan harga jual olein sebesar 535 per ton. Adapaun diperoleh Internal Rate Return (IRR) sebesar 22,82%. Dengan IRR tersebut mengindikasikan bahwa pabrik layak untuk didirikan dengan suku bunga 9,75% dan waktu pengembalian modal (pay out period) selama 3,90 tahun. Perhitungan analisa ekonomi didasarkan pada discounted cash flow. Modal untuk pendirian pabrik menggunakan rasio 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman. Modal total yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik adalah sebesar Rp. 1.070.670.796.513,74 Sedangkan Break Event Point (BEP) yang diperoleh adalah sebesar 34,71%
Pra-Desain Pabrik Garam Industri (Sodium Chloride) dari Air Laut
Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia serta tiga perempat wilayah Indonesia adalah air laut, Potensi ini dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai bahan dasar produksi komoditi garam. Menurut fungsinya, salah satu jenis garam yaitu garam industri, yang memiliki kadar NaCl paling sedikit 97% (dry basis). Kegunaan garam industri diperuntukkan sebagai bahan baku maupun bahan tambahan bagi keperluan industri lain, seperti industri tekstil, farmasi, dan sebagainya. Tingginya kebutuhan garam industri setiap tahunnya yang masih didatangkan dari luar negeri merupakan latar belakang pendirian pabrik garam industri. Proses pembuatan garam industri dibagi menjadi 3 tahapan proses, yaitu pretreatment dan pemurnian bahan baku, pemasakan, dan pengeringan dan pengendalian produk garam industri. Tahap pretreatment bertujuan untuk menghilangkan impuritis dalam air laut yang dapat mengganggu proses selanjutnya menggunakan proses sedimentasi. Tahap pemasakan bertujuan untuk menghilangkan air dan diharapkan produk keluar berupa wet crystal. Proses pengeringan dilakukan untuk mendapatkan produk kristal garam industri dengan kadar NaCl 99,6%. Pabrik direncanakan beroperasi pada tahun 2023. Berdasarkan data impor, konsumsi, produksi yang terus meningkat didapat estimasi kapasitas pabrik sebesar 75.000 ton/tahun. Untuk itu dibutuhkan bahan baku air laut yang digunakan sebesar 329.615,202 kg/jam. Lokasi pendirian pabrik direncanakan di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura. Pabrik garam industri merupakan perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas dengan sistem organisasi garis dan staff. Untuk dapat mendirikan pabrik garam industri dengan kapasitas 75.000 ton/tahun diperlukan total modal investasi sebesar Rp 289.134.495.235,- dan total biaya produksi sebesar Rp 128.420.085.269,- dengan estimasi hasil penjualan sebesar Rp. 318.330.000.000,- per tahun. Dengan estimasi umur pabrik 10 tahun, dapat diketahui internal rate of return (IRR) sebesar 39,3%, pay out time (POT) 5 tahun dan break even point (BEP) sebesar 23,24%