Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Space Time Permutation Scan Statistics untuk Mendeteksi Hotspot Kriminalitas di Kota Padang, Sumatera Barat
Space time permutation scan statistics merupakan metode yang digunakan dalam mengidentifikasi kelompok daerah yang memiliki risiko tinggi (hotspot) atau rendah (coldspot) dari suatu kejadian luar biasa berdasarkan aspek ruang dan waktu. Metode ini hanya membutuhkan data kasus yaitu waktu dan lokasi untuk mendeteksi suatu kejadian tanpa membutuhkan data populasi. Pada penelitian ini, akan ditentukan hotspot kasus pencurian motor di Kota Padang, Sumatera Barat dalam periode Desember 2019 sampai dengan November 2020 dengan menggunakan data kasus harian curanmor yang bersumber dari Kepolisian Resort Kota Padang. Penelitian ini juga menggunakan data spasial dari masing-masing tempat kejadian dengan bantuan dari data satelit Goggle Earth Pro. Daerah yang signifikan secara statistik yang berpotensi menjadi hotspot diambil berdasarkan Likelihood Ratio Test (LRT) dan ditetapkan berdasarkan scanning window yang memiliki nilai LRT tertinggi dengan nilai-p < 0.05. Berdasarkan hasil analisis yang didapat dengan bantuan software SaTScan, dari 5 calon kandidat hotspot, didapat 2 hotspot yang berpusat di Padang Timur yang meliputi Padang Timur, Padang Selatan dan Lubuk Begalung dan Pauh yang meliputi Pauh, Koto Tangah dan Lubuk Kilangan
Pemanfaatan Penilaian Indeks Daya Saing Daerah untuk Optimalisasi Sektor Unggulan dan Berkembang pada Aglomerasi Wilayah Kedungsepur
Aglomerasi Wilayah Kedungsepur terdiri dari 6 daerah yaitu Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Grobogan. Daerah aglomerasi wilayah Kedungsepur memiliki karakteristik keunggulan berdasarkan sektor aktivitas ekonomi yang terjadi di daerah tersebut. Sektor unggulan sektor ekonomi suatu wilayah mengindikasikan tren perkembangan sektor ekonomi dan progresifitas perkembangannya jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. Sektor unggulan ekonomi daerah tersebut akan terakumulasi menjadi kapasitas daerah dalam pengembangan internal daerah dan untuk sistem perwilayahan sekitarnya. Optimalisasi keunggulan sektor ekonomi tersebut dapat diperkuat dengan penguatan daya saing daerah secara internal, sehingga akan menciptakan nilai tambah sektor ekonomi disuatu wilayah. Daya Sang Wilayah tersebut terdiri dari Faktor Pendorong seperti Infrastruktur dan Kebijakan, Kapasitas Sumberdaya Manusia dan Tenaga Kerja, serta Kesiapan Inovasi dan Tenologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran daya saing dalam optimalisasi sektor unggulan daerah di Aglomerasi Wilayah Kedungsepur. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif desktiptif dengan metode Location Quotient dan Shift Share untuk menentukan sektor unggulan sektor ekonomi. Peran indeks daya saing dan inovasi daerah terhadap optimalisasi kapasitas wilayah tersebut dianalisis secara kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan masing-masing wilayah memiliki keunggulan sektor ekonomi yang berbeda dan saling terkait. Untuk mengoptimalkan produk unggulan tersebut perlu adanya penguatan masing-masing wilayah khususnya dalam kapasitas inovasi dan teknologi, pengembangan Sumber Daya Manusia dan Faktor Pendorong lainnya seperti infrastruktur, dan kebijaka
Pemetaan Lahan Potensial Untuk Relokasi Permukiman Kawasan Perkotaan Kota Kediri
Seiring semakin cepatnya pertumbuhan penduduk, kebutuhan lahan untuk bermukim semakin bertambah. Keadaan ini tidak berimbang dengan ketersediaan akan lahan untuk tempat bermukim dan juga dengan harga lahan dikota. Hal tersebut sering menimbulkan aktivitas bermukim di tempat yang bukan peruntukannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengidentifikasi permukiman yang berpotensi untuk direlokasi dan mengetahui lahan potensial untuk tempat relokasi di Kota Kediri. Pendekatan kajian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui pengukuran area lahan potensi direlokasi dengan analisa spasial buffering. Pendekatan yang digunakan dalam penentuan lokasi potensial untuk relokasi dengan melakukan pengukuran kemampuan lahan serta kesesuaian lahan untuk bermukim dan dilanjutkan dengan teknik overlay guna mengetahui lokasi prioritas pengembangan untuk relokasi. Hasil dari kajian ini adalah adanya permukiman yang berpotensi untuk direlokasi karena lokasi yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Permukiman diarea sempadan kereta api, sempadan sungai, dan area sempadan SUTT dengan jumlah sebanyak 364 unit rumah, ha ini terjadi karena lokasi dari permukiman yang tidak sesuai dengan lokasi peruntukannya. Berdasarkan hasil analisa kemampuan dan kesesuaian lahan permukiman di Kota Kediri menunjukan bahwa Kota Kediri masih mampu menampung untuk tempat bermukim dengan dasar tingkat DDP>1. Prioritas lokasi potensial yang memiliki tingkat DDP>1 berada di 6 kelurahan dengan luas potensial lahan yang dapat dikembangkan sebagai tempat bermukim seluas 14,53 Ha
Battery Protection System Against Undervoltage and Overvoltage in Off-Grid Systems Photovoltaic
Electrical energy at this time is widely used by most humans, of course also disturbances in the distribution of electricity cause inhibition of daily human activities. Disturbances that occur can be classified into various kinds, one example is Undervoltage and overvoltage. Of course, these disturbances can arise when the use of electrical loads that are sensitive to damage. To secure electrical loads that are sensitive to damage, a control system is made overvoltage and undervoltage using a microcontroller Arduino Mega and the actuator is a relay. This research tries to solve the problem of over voltage, under voltage, and unbalanced voltage with a visual basic-based voltage protection system. This system research uses visual basic as an interface and as a data logger to facilitate operators in analyzing disturbances, and with the help of the Arduino Mega2560 microcontroller which can be used to process and send data to the visual base. Thus, this research is expected to help users to e easily monitor and analyze disturbances
Pemodelan Premi Asuransi Bencana Kematian pada Ternak Sapi dengan Pengaruh Fatal Shock
Cattle farming is one of the highest demands of occupation by Indonesians as the source of income. If in a farm there are cattle with an infectious disease, thus it will cause them sick or even die, hence the infected cattle cannot provide maximum benefits. As a result, the farmer's income will decrease or incurred losses. Therefore, cattle insurance become one preventive way to divert the risk of financial losses incurred by cattle breeders. The expectation of losses is determined by the effect of fatal shock, namely the arrival time of the Brucellosis disease which follows a Poisson process. The distribution of loss amounts occurs as a mixture distribution of the binomial and degenerate distribution from a random variables of remaining cattle's future lifetime with influence of fatal shock, which is then modeled by determining the loss distribution incurred by the insurance company as a modification of the insurance policy with deductible, policy limit, and co-insurance. Insurance premium is obtained using the Pure Premium Method which uses the expectation of losses. Based on the calculation that used cattle population data in Bogor Regency, the premium rate increases as the policy limits, rate of Brucellosis disease arrival time, number of cattles insured, and cattle’s age increase. However, the premium rate will decrease if the deductible increases
Analisis Biaya Operasional Kapal untuk Penentuan Tarif Transportasi Sungai dan Pesisir di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur
This study aims to obtain river and coastal transportation tariff in Paser Regency, which connects Tanah Grogot (Senaken), Muara Paser, and Tanjung Aru. Determining the tariff for river and coastal transportation is based on the Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number PM 66 of 2019. The tariff is determined based on the Operational Cost (OC) and the distance traveled by river and coastal transportation services. The ship used in this study is a wooden boat weighing 40 GT that can accommodate passengers and motorcycle/two-wheeled vehicles. The tariff determination considers the load factor of 60%. The results show that the BOK per year for river and coastal transportation is Rp. 874,495,665. The river transportation tariff for the Tanah Grogot (Senaken) – Muara Paser route for passengers and two-wheeled vehicles/motorcycles is Rp. 19,101 and Rp. 14,824, respectively. Meanwhile, the tariff for passengers and two-wheeled vehicles/motorcycles for the Senaken – Tanjung Aru route is Rp. 47,752. and Rp. 37,061, respectively. Determination of the load factor in setting tariffs depends on the potential demand that will use transportation and can consider how policy regulators can provide subsidy allocation
Bioethanol Production From Tapioca Solid Waste In A Batch Reactor
Tapioca solid waste is a by-product of processing tapioca flour in the form of dregs and contains a lot of carbohydrates which can be developed benefits by treating the waste through an enzymatic process by hydrolysis as bioethanol. Bioconversion technology is an enzymatic conversion of materials by hydrolysis which can be used to increase the value of tapioca solid waste. The purpose of this research is to convert starch from solid waste of tapioca flour industry into bioethanol through enzyme hydrolysis and fermentation processes. This study was conducted to determine the effect of the ethanol content produced from the concentration of 50 gr/l, 100 gr/l, and 150 gr/l waste of tapioca concentrations with 10ml, 15, and 20ml enzymes. The cassava samples were hydrolyzed using Alpha-amylase enzymes with various concentrations of 10ml, 15, and 20ml and 10ml Glucoamylase enzymes. In the liquefaction process, glucose content is analyzed every 30 minutes for 2 hours, then in the saccharification process, glucose content is analyzed every 30 minutes for 3 hours. The acid hydrolyzate solution was adjusted to pH 4.5 and then fermented for 3 days and analyzed every 12 hours. From the results of the study, it was found that the optimal treatment variable was the concentration variable of 150 gr/l waste of tapioca (solid waste tapioca flour) with a concentration of 20 ml of Alpha-amylase enzyme. The ethanol content obtained from the fermentation process is 3.98% (v/v)
Ruang Barisan Orlicz dan Ruang Dualnya
Di dalam makalah ini akan dikaji sifat-sifat ruang barisan Orlicz l. Selanjutnya, akan diselidiki karakteristik ruang dual ruang barisan Orlicz dan keterkaitannya dengan ruang barisan yang dibangun oleh pasangan fungsi Orlicz komplementernya. Untuk mencapai tujuan tersebut pada ruang barisan Orlicz l akan digunakan norma Luxemburg dan norma-. Dengan menggunakan kedua norma, karakterisasi ruang barisan Orlicz berhasil ditelaah. Hasil-hasil yang lebih khusus ditelaah untuk fungsi Orlicz yang memenuhi kondisi-2. Secara umum, ruang dual ruang barisan Orlicz merupakan himpuan bagian ruang barisan yang dibangun oleh pasangan fungsi Orlicz komplementernya. Lebih lanjut, untuk fungsi Orlicz yang memenuhui kondisi-2, ruang dual ruang barisan Orlicz merupakan perumuman di ruang barisan lp dengan 1<p<∞. In this paper first, we examine some properties of the sequence Orlicz space . Then, we examined the characteristics of the dual space of the sequence space. The relation of the dual space and the sequence generated by its complementary Orlicz function are examined. We use the Luxemburg norm and the -norm to investigate the space. Some properties of the space are found, and the results for the Orlicz function that satisfies -condition are given. Generally, the dual space is the subspace of the sequence generated by its complementary Orlicz function. For the Orlicz function that satisfies -condition, the dual space is generalization of the dual in the space for
Studi In-silico menghambat enzim α-glukosidase pada fitokimia yang terkandung pada Momordica charantia Linn. (Pare) sebagai terapi diabetes
Momordica charantia Linn. (Pare) adalah salah satu tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes militus. Secara empiris Fitokimia yang terkandung pada Momordica charantia Linn. yang berasa pahit dipercaya dapat melawan efek manis dari gula. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme penghambatan enzim alfa glukosidase pada senyawa yang terkandung dari Momordica charantia Linn. (Pare) yaitu cucurbitene, lanostene, momordicin derivatives, momordicoside derivatives, goyaglycoside derivatives dalam menghambat enzim α-glukosidase secara in-silico menggunakan Molegro Virtual Docker (MVD) Ver.5.5 yang dibandingkan dengan native ligandnya dan acarbose. Hasil in-silico menunjukan bahwa glikosida yang terdapat pada Momordica charantia Linn memiliki potensi menghambat enzim α-glukosidase. Salah satunya adalahnya Momordicoside B (-192.74 Kcal/mol) yang memiliki moldock score yang lebih rendah dibandingkan native ligannya (-75.00 Kcal/mol) dan acarbose (-151.73 Kcal/mol)