Center for Scientific Publication
Not a member yet
    4029 research outputs found

    Penentuan Lokasi Baru Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Provinsi Sumatra Utara dengan Metode Kombinasi Analisis Faktor dan Analisis Klaster Berbasis Fuzzy

    Get PDF
    Mengingat pentingnya keberadaan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendukung perekonomian di wilayah Sumatera Utara, maka perlu adanya penambahan kantor di lokasi baru. Penelitian ini, bertujuan untuk memperoleh hasil penentuan lokasi baru kantor OJK di Provinsi Sumatera Utara dengan menerapkan dua metode Analisis Klaster, yaitu metode Fuzzy C-Means (FCM) dan Fuzzy Gustafson-Kessel (FGK), yang  secara umum merupakan suatu teknik pengelompokan observasi yang mempertimbangkan sifat keanggotaan fuzzy dalam suatu kelompok sebagai dasar pembobotan. Kedua metode Analisis Klaster mengelompokkan seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Utara berdasarkan variabel terpilih hasil Analisis Faktor diantara lima variabel, yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pengeluaran Pemerintah, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Piutang Perusahaan Pembiayaan. Berdasarkan hasil Analisis Klaster terbaik FCM dengan empat kelompok optimum dan dua variabel terpilih (PDRB dan IPM), maka Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara yang disarankan menjadi lokasi kantor baru adalah Kabupaten Deli Serdang dan Simalungun, serta Kota Pematang Siantar.  Selain itu, sebagai Klaster Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki rata-rata PDRB dan IPM tertinggi, Kota Medan dikonfirmasi layak telah memiliki Kantor OJK

    Evaluasi Alternatif Cross Drain di Ruas Jalan Nasional Selat Lampa – Teluk Depih – Simpang Sekunyam, Kepulauan Natuna

    Get PDF
    Pembangunan jalan baru Selat Lampa – Teluk Depih – Sp. Sekunyam pada tahun 2018 hingga 2022 dengan panjang 14,9 km merupakan pengalihan trase dari jalan eksisting yang memiliki grade lebih dari 16% dengan tikungan tajam sehingga hanya mampu dilalui oleh kendaraan dengan bobot kurang dari 5 ton. Pada sta 0+000 – 08+240 sudah selesai dibangun pada tahun 2019. Untuk Sta 08+240 – 14+890 sedang dalam pengerjaan melalui paket kontrak tahun jamak tahun 2020 -2022. Pada Sta 10+750 dan 11+700 , perlu dilakukan evaluasi terhadap dimensi dan alternatif cross drain yang sesuai. Karena di atas lereng lokasi tersebut terlihat adanya daerah tangkapan hujan yang cukup luas yang diperkirakan dapat menghasilkan aliran air sungai yang cukup besar menuju ke laut. Metode analisis yang diterapkan pada penulisan ini meliputi analisis hidrologi yang bertujuan menghitung debit rencana dengan menggunakan metode rasional dan analisa hidrolika untuk menghitung kapasitas debit cross drain. Kedua hasil ini disesuaikan dengan kondisi kontur eksisting yang curam untuk pemilihan alternatif cross drain yang sesuai. Evaluasi menunjukkan debit limpasan pada kala ulang 50 tahun adalah 15,10 m3/detik pada sta 10+750, dan 25,55 m3/detik pada sta 11+700, maka ukuran box culvert yang direkomendasikan pada sta 10+750 adalah tipe double 4,0 m x 3,0 m, dan pada sta 11+700 adalah tipe double 6,0 m x 3,0 m. Setelah dilakukan penyesuain dengan kondisi eksisting, maka pada sta 10+750 lebih sesuai jika menggunakan jembatan busur, sedangkan pada sta 11+700 tetap menggunakan box culvert dengan penyesuaian cutting jalan pendekat atau dengan timbunan yang diperkuat

    Pemodelan Sumur Resapan Sebagai Upaya Penurunan Risiko Banjir Kota Denpasar pada DAS Badung

    Get PDF
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali pada tahun 2013 menyatakan bahwa beberapa wilayah Denpasar terendam banjir karena tingginya curah hujan pada daerah pemukiman sehingga terjadi genangan di beberapa area. Dampak kejadian banjir dapat dikurangi dengan membangun sumur resapan. Sumur resapan mampu menurunkan debit dan limpasan hujan dengan cara meningkatkan kapasitas infiltrasi di daerah aliran sungai. Perencanaan sumur resapan dianalisis dengan menerapkan remote sensing pada DAS Badung yang terdapat di wilayah Denpasar. Selanjutnya dilakukan perhitungan banjir dengan software HEC-HMS dan perencanaan sumur resapan berdasarkan SNI 03-2453-2002. Hasil analisis sumur resapan pada sub DAS Badung dapat menurunkan debit banjir kala ulang 50 tahun sampai 50,70% dan volume limpasan banjir 74,09%. sehingga penerapan pemanenan air hujan dengan sumur resapan dapat dijadikan salah satu referensi sebagai bentuk penerapan konservasi sumber daya air dalam upaya penurunan risiko bencana banjir di Kota Denpasar

    Evaluasi Kinerja Implementasi Program CHSE di Destinasi Wisata Kota Surabaya Indonesia

    Get PDF
    Penerapan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) merupakan salah satu upaya untuk memberikan garansi kepada pengunjung destinasi wisata bahwa destinasi wisata dan sarana prasarana pelayanannya sudah aman karena telah menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan sehingga aman untuk dikunjungi. Namun hal tersebut tidak diimbangi dengan perilaku wisatawan yang mengindahkan aturan dalam penerapan program CHSE. Oleh karena itu mengidentifikasi faktor-faktor penting yang mempengaruhi aspek manajemen/tata kelola dalam rangka peningkatan kinerja implementasi CHSE di Surabaya dimana wisatawan menilai prioritas dan urgent dilaksanakan tetapi realitanya tidak sesuai harapan menjadi tujuan penelitian ini. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner tertutup terhadap wisatawan yang pernah berkunjung di Surabaya sebagai destinasi pada masa pandemi. Metoda analisis yang digunakan adalah Analisis Statistik Deskriptif dan Gap Analysis. Gap Analysis dimaksudkan untuk mengetahui kesenjangan (gap) antara kepuasan wisatawan saat melakukan wisata di Surabaya dengan harapan konsumen/wisatawan terhadap variabel tersebut. Gap Analysis juga merupakan bagian dari metode IPA (Importance-Peformance Analysis). Hasil dari penelitian ini diketahui terdapat 4 faktor yang perlu diprioritaskan yaitu (1) Pengelola melaksanakan pengecekan bukti/sertifikat vaksin; (2) Pengelola memfasilitasi media informasi mengenai himbauan tertulis tata tertib atau etika yang perlu diterapkan selama berwisata misalnya tidak berkerumun, etika bersin, dll; (3) Pengelola menyediakan fasilitas/sarana informasi penggunaan aplikasi peduli lindungi atau lainnya yang relevan; dan (4) Pengelola memfaslitasi layanan pendaftaran secara online via internet atau media daring lainnya, serta pemungutan biaya tiket masuk dilakukan secara non-tunai untuk meminimalisir  kerumunan dan kontak fisik

    A Biodiesel Production Technology from Used Cooking Oil: A Review

    Get PDF
    Used cooking oil is widely considered waste because it can damage the environment and cause health problems. Meanwhile, used cooking oil can be used as a substitute raw material for Crude Palm Oil (CPO) in Indonesia's national biodiesel program. Indonesia has a remarkable ability to use used cooking oil as a raw material for making biodiesel. If the 1.2 million kiloliters of biodiesel made from CPO raw materials are exchanged with used cooking oil raw materials, it can save approximately Rp. 4.2 trillion. There are various process technologies in making biodiesel, including microemulsion, pyrolysis, and transesterification. Transesterification is a process in which triglycerides and methanol are reacted to create biodiesel and glycerol as a by-product. Transesterification using a homogeneous catalyst has advantages such as lower cost, relatively short processing time, and higher yield of biodiesel products. Transesterification using a homogeneous catalyst has the disadvantage of a more complex separation. This literature study aims to explain the method for biodiesel production and becomes a reference in terms of process selection in biodiesel manufacturing plants, especially from used cooking oil as raw material

    NUMERICAL ANALYSIS STUDY OF THE EFFECT GEOPOLYMER CONCRETE COMPRESSIVE STRENGTH ON DUCTILITY OF REINFORCED CONCRETE BEAMS

    Get PDF
    Geopolymer concrete that has polymer formwork is very likely to be used as reinforced concrete material with several advantages. The advantages of geopolymer concrete when compared to portland cement concrete are: resistant to acidic environments (corrosion resistance), better bond strength of reinforcement with concrete material, stable at high temperatures, higher fracture energy. Previous experimental studies found that the tensile strength, bond strength, and fracture energy of geopolymer concrete were better, leading to the hypothesis that the ductility value of geopolymer concrete was better than portland cement concrete. The identification of ductility values based on the compressive strength of concrete will be carried out in research using the finite element method using the 3D ATENA program. Several specimens with compressive strength of 25 MPa, 30 MPa, 35 MPa, 40 MPa, and 45 MPa were compared with their ductility values. The results showed that the 25 MPa specimen had the highest ductility value with 5.33, while the lowest ductility value is 45 MPa specimen with 3.39

    Numerical Analysis of Translational Vibration Reduction Response on Drilling Process due to Additional Mass-Rubber Dynamic Vibration Absorber (MR-DVA)

    Get PDF
    Machining is an important part of the industry, one of which is the drilling process. The drilling process is utilized in the making of holes in a material. When the drill-bit touches the material, it causes a vibration that can affect the quality of the hole surface. Therefore, the analysis of the addition of MR-DVA with a natural frequency of 1,630.2 Hz on a workpiece Aluminium Alloy 7075-T6 as the main system is conducted. Simulations were carried out in the natural frequency range of 1,675 Hz – 1,680 Hz with various workpiece dimension ratios of 2⁄5, 3⁄5, 4⁄5, and 5⁄5, along with the different ratios of an MR-DVA placement between the clamp and hole of 1⁄4, 2⁄4, and 3⁄4. Based on the conducted simulation, it has been found that the MR-DVA with a mass ratio of 1⁄20 can dampen well. The largest reduction for a workpiece dimension ratio of 2⁄5 with an MR-DVA placement ratio of 1⁄4 is 92%. In contrast, the smallest reduction for a workpiece dimension ratio of 3⁄5 is 7.2%. These are because the damping area and the increase in the workpiece's dimensions ratio are inverses, affecting the workpiece area that touches the clamp

    Analisis Biaya Kecelakaan Lalu Lintas Pengguna Kendaraan Pribadi di Kota Semarang

    Get PDF
    Pada tahun 2019 di Kota Semrang ada sebanyak 1.365 jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas. Kendaraan yang layak untuk digunakan menjadi salah satu tindakan pencegahan kecelakaan lalu lintas. Sehingga perlu untuk mengetahui jumlah biaya yang disediakan agar sebuah kendaraan layak untuk digunakan dan dapat mengurangi probabilitas kecelakaan menggunakan metode willingness-to-pay (WTP). Data yang digunakan yaitu data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa data kecelakaan lalu lintas Kota Semarang. Data primer berupa hasil pengisian kuesioner oleh responden. Analisis dibagi menjadi analisis regresi logit biner dan analisis biaya WTP. Dari 4 model persamaan, dapat diinterpretasikan bahwa setiap penambahan umur maka akan meningkatkan probabilitas pengurangan risiko kecelakaan, setiap penambahan pemasukan dan jumlah anak maka akan mengurangi probabilitas pengurangan risiko kecelakaan lalu lintas. Biaya kecelakaan lalu lintas WTP untuk luka berat adalah sebesar Rp119.842.000,00 dan Rp11.902.000,00 untuk luka ringan

    Scheduling and Network Analysis on Cooling Water Pipe Fabrication Project

    Get PDF
    Optimizing costs and time and manpower planning are very important in project management. The case study raised in this research is a cooling water pipe fabrication project with a processing time duration of 231 days and a project cost allocation of Rp. 306,545,488,000. The method used to control project delays is earned value analysis, and to optimize the project is done by shortening the project duration and minimizing project cost losses using the crash program method. The results of the earned value analysis stated that the project experienced delays, exceeded budget costs and was subject to project delays penalties, which was 340 days of completion time more than 111 days from the planned time and with a total final project cost of Rp.331,813,410,524.46 more than Rp. 25,267,922,524.44 of the costs that have been prepared. Then an effort was made to accelerate the duration of the project with three scenario options. From the results of the crash cost calculation, it is found that the final total cost estimate for scenario 1 with 3 hours overtime is Rp.289,043,553,541. Scenario 2, the estimated total final cost with 4 hours overtime is Rp.289,051,063,021 and scenario 3 the estimated total final cost with the addition of workers is Rp. 289,310.359,861. So, the scenario that can be used by PT. X in order to minimize losses is to impose 3 hours overtime with an estimated total final cost of Rp.289,043,553,541

    Comparative Analysis of GTAW, GMAW, and FCAW Welding Results on A36 Steel Against Tensile Test and Macrostructure

    Get PDF
    Offshore building construction is inseparable from the fabrication process. Fabrication process that has an important role in terms of engineering, material repair and welding process. In offshore building construction, a precise welding method is needed on A36, where A36 steel is one of the main materials in the fabrication process of offshore buildings. In this study a comparison of welding results of GTAW, GMAW, and FCAW on A36 steel against Tensile Test and Macrostructure Test. The results of this research show that the best tensile test results are the GTAW welding method with an average value of ultimate strength of 462,168 MPa. Macrostructure testing which has the widest HAZ width is the GTAW welding method of 18,71 mm

    3,576

    full texts

    4,029

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Center for Scientific Publication
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇