Center for Scientific Publication
Not a member yet
    4029 research outputs found

    Stability Analysis of Traveling Waves to Advection-Diffusion Equation Involving Square-root

    Get PDF
    In this paper, we study the existence and stability of advection-diffusion equation involving square-root. We first change the original equation into the traveling wave by using ansatz transformation. Then, we apply the appropriate perturbation to establish the energy estimate under small perturbation and large wave amplitude. These results of energy estimates are used to prove the stability of traveling wave solutions

    Analisis Dinamik Model Hepatitis B dengan Sirosis Hati

    Get PDF
    Hepatitis B adalah suatu penyakit peradangan pada organ hati yang memiliki dua fase infeksi yaitu akut dan kronis. Sirosis hati terjadi akibat terbentuknya jaringan parut pada individu hepatitis B berkepanjangan (kronis).  Oleh karena itu, pada penelitian ini dibentuk model penyebaran penyakit hepatitis B dengan sirosis hati. Selain itu, pada model diasumsikan virus hepatitis B (HBV) dapat ditularkan baik secara vertikal maupun horizontal. Analisis dinamik dilakukan untuk menentukan eksistensi dan kestabilan titik kesetimbangan. Berdasarkan hasil analisis dinamik, diperoleh dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik. Angka reproduksi dasar (R0) didapatkan dengan menggunakan matriks generasi selanjutnya. Titik kesetimbangan bebas penyakit eksis tanpa syarat, sedangkan titik kesetimbangan endemik eksis ketika R0>1. Hasil analisis kestabilan menunjukkan bahwa titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik bersifat stabil asimtotik lokal jika kriteria Routh-Hurwitz terpenuhi. Selain itu,  titik kesetimbangan bebas penyakit bersifat stabil asimtotik global jika R0<1 dan titik kesetimbangan endemik bersifat stabil asimtotik global jika memenuhi kondisi tertentu. Simulasi numerik mendukung hasil analisis yang telah diperoleh.

    Back Cover

    No full text

    Studi Eksplorasi Implementasi Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat Di Kota Surabaya

    Get PDF
    The development of facilities and infrastructure in Surabaya is growing rapidly. During construction process, Health Safety Environment (HSE) program implementation is important to ensure worker and project safety. This research was conducted by distributing questionnaires to 24 respondents in 8 building construction projects in Surabaya, which 5 of all buildings have a minimum 6 storeys and 3 buildings which have up to 5 storeys. The descriptive statistics, namely mean and standard deviation method was carried on analyzing the data. The result showed that the HSE Program implementation in construction process of minimum 6 storeys building was categorized as well executed. Meanwhile, the HSE Program Implementation in construction process of up to 5 storeys building was categorized as need improvement. The obstacles in the HSE Program implementation were the lack of HSE budget allocated by the company, very limited working space, and difficulty in recruiting HSE experts. Pembangunan sarana dan prasarana gedung di Surabaya sedang berkembang pesat. Pada pembangunan kontruksi gedung bertingkat, implementasi Program K3 sangat penting dalam menunjang keselamatan pekerja dan keberlangsungan proyek. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner pada 24 responden dari 8 proyek konstruksi gedung di Kota Surabaya, yaitu 5 gedung bertingkat minimal 6 lantai dan 3 gedung bertingkat hingga 5 lantai. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu metode rerata dan standar deviasi. Pembangunan konstruksi gedung bertingkat minimal 6 lantai telah mengimplementasikan Program K3 dengan baik, sedangkan di gedung bertingkat hingga 5 lantai masih kurang baik. Adapun kendala umum yang terjadi adalah kendala minimnya anggaran K3 dari perusahaan, kendala keterbatasan luasan area kerja, dan kendala dalam perekrutan tenaga ahli

    Komparasi Karakteristik Perilaku dan Pengguna Bus Trans Tangerang AYO (Studi Kasus : Koridor 2 dan Koridor 3)

    No full text
    Kota Tangerang telah mengoperasikan sistem transportasi massal berbasis Bus Rapid Transit. Model Permintaan Perjalanan Penumpang penting untuk dibangun dalam upaya pengembangan koridor BRT. Oleh sebab itu, upaya ini membutuhkan pengetahuan tentang karakteristik perilaku dan pengguna koridor BRT yang telah beroperasi.  Data karakteristik diperoleh dari survei di koridor 2 : Terminal Poris Plawad-Terminal Cibodas serta koridor 3 : Tangerang City Mall-CBD Ciledug. Pelaku perjalanan dalam hal komposisi jenis kelamin didominasi oleh perempuan, dalam hal komposisi profesi didominasi oleh pegawai, mahasiswa, dan ibu rumah tangga. Karakteristik perilaku perjalanan dalam hal komposisi maksud perjalanan didominasi oleh perjalanan bekerja; dalam hal penggunaan moda sebelum beralih didominasi oleh angkot dan sepeda motor. Karakteristik perjalanan hubung-ke, dalam hal jarak perjalanan berada pada rentang 0-2 km dengan moda sepeda motor. Karakteristik penghubung-dari, dalam hal jarak perjalanan berada pada rentang 0-2 km dengan moda jalan kaki

    Dewan Redaksi

    Get PDF
    Puji syukur kami sampaikan kepadaNya. Kini tiba saatnya untuk menerbitkan Volume 6 Edisi Khusus, yaitu JMAIF 6 (Edisi Khusus) Januari 2022. Edisi Khusus ini diterbitkan untuk menampung makalah-makalah syarat lulus bagi para karyasiswa Program S2 Super Spesialis – Preservasi Jalan pada Kondisi Tanah Sulit di Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Sebuah Program Kerjasama antara Kementerian PUPR dengan ITS.Rencananya, Edisi Khusus ini akan diteruskan tahun depan untuk menampung makalah-makalah para Karyasiswa dari angktan berikutnya

    Upgrading The Web-Based Credit Score Calculation System

    Get PDF
    The development of the credit score system is a development that aims to streamline the time and performance of Widyaiswara at the Makassar Religious Education and Training Center. However, the previous system development did not have the Overload task verification and credit score features, so Widyaiswara needed manual input. The Abundant Task feature is a feature that allows Widyaiswara to input credit numbers above the position following the provisions for reducing credit scores following applicable regulations. Meanwhile, the credit score verification feature ensures that the credit score entered follows the specified conditions. This study aims to develop these two features for upgrading the system using the Waterfall model development. This model was chosen because it fits the needs of systematic and sequential system development. The test results show that the system has met the ISO/IEC 25010 standard; the functional feasibility is worth 1 (one), which means the system is working well. While the results of the usability test of the system are 90.4%, the system is declared very feasible to input and calculate credit scores efficiently. The result shows that the upgrading of the web-based credit score calculation system has been effectively used for inputting overflow assignments and verifying credit scores

    SEEPAGE MODELING IN EMBANKMENT DAMS WITH VARIOUS SUB SOIL CHARACTERISTICS

    No full text
    The embankment dam has the advantage that it can be built in all sub-base conditions although poor topography, but the weakness is seepage, so research on seepage is needed. This study uses numerical modelling with the GeoStudio program: SEEP/W and SLOPE/W. The data used is data from the Tugu Dam, Trenggalek, while the subbase data used five soil types, namely clay, silty clay, silt, silty sand, and sand. This research simulation is divided into two; the first simulation is the condition of the soil characteristics remains with the water level increasing every 5 meters from the base elevation of the dam to below the floodwater level;. In contrast, the second simulation is the condition of the water level elevation remains constant, but the soil characteristics change. Each simulation will be checked for seepage discharge and soil stability. The first simulation results show that seepage discharge and water level elevation have a logarithmic correlation with R2 > 0.75. The largest seepage discharge of 1,90 x 10-3 m3/s is sand soil, while the smallest is clay soil of 1,47 x 10-9 m3/s. The results of the second simulation show that the seepage discharge and saturated volumetric water content also have a logarithmic correlation, but some results cannot be used because they have an R2 value < 0.75. From the two simulations, the seepage discharge that occurs is said to be safe because it is below the average annual runoff which is 1% of the 10-year re-flood discharge calculated using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (HSS) which is 5.99 m3/s, and the safety factor of slope stability is > 1.2 then the dam is considered stable

    METABOLIT SEKUDER, METODE EKSTRAKSI, DAN BIOAKTIVITAS CABAI (CAPSICUM)

    No full text
    Cabai merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan dengan genus Capsicum. Tanaman genus ini dilaporkan memiliki turunan senyawa capsaicinoid. Capsaicin merupakan senyawa capsaicinoid utama pada cabai yang dapat menimbulkan sensasi panas pada tanaman ini. Sensasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meredakan nyeri sehingga senyawa ini banyak dmanfaatkan sebagai obat analgesik atau penghilang rasa sakit di bidang farmasi. Selain itu, tanaman genus ini juga memiliki kelompok senyawa karotenoid yang berperan sebagai pemberi warna pada buah tanaman tersebut, fenolik, flavonoid, vitamin dan senyawa volatil. Kadar metabolit sekunder cabai ini dipengaruhi oleh pemilihan metode dan kondisi ekstraksi yang digunakan sehingga penelitian terkait ekstraksi cabai ini banyak dilakukan dengan berbagai variasi. Beberapa metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi, sokletasi, dan refluks hingga ekstraksi modern seperti sonikasi, microwave, subcritical fluid dan supercritical fluid (SFE). Bioaktivitas pada buah cabai yang telah dilaporkan oleh beberapa literatur meliputi antiinflamasi, antimikroba, antioksidan, antidiabetes, antikanker dan analgesik. Meskipun bioaktivitas tanaman ini telah banyak dilaporkan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanan, dosis penggunaan dan efek samping dari cabai tersebut. Oleh karena itu, review ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah tentang Senyawa metabolit sekunder, metode ekstraksi dan bioaktivitas buah cabai yang nantinya diperlukan dalam penelitian selanjutnya

    Kinerja dan Pengoperasian Bus Trans Jogja Selama Masa Pandemi Covid-19 (Periode Oktober 2020 – September 2021)

    No full text
    Bus Buy The Service (BTS) Trans Jogja (TJ) merupakan salah satu pilot projek Kementerian Perhubungan dalam menyediakan layanan angkutan umum dengan skema kerjasama buy the service (membeli layanan). Angkutan ini mulai beroperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak bulan Oktober 2020 atau di tengah situasi pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja layanan dan pengoperasian bus TJ terkait titik henti dan pergerakan armada di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Mulanya dilakukan penyebaran kuesioner kepada masyarakat DIY, baik yang pernah menggunakan bus TJ maupun yang belum pernah. Selanjutnya hasil survei yang berupa saran dan kritik disampaikan kepada pihak manajemen pengelola dan pemerintah daerah setempat melalui wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa diperlukan adanya penambahan bus stop (titik henti) yang dilengkapi dengan fasilitas minimal rambu bus stop dan marka pada titik henti eksisting. Serta untuk pergerakan armada bus di masa pandemi Covid-19 masih cukup memadai.    

    3,576

    full texts

    4,029

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Center for Scientific Publication
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇