Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Desain Merchandise untuk Media Pendukung Promosi Kabupaten Tulungagung Sebagai “Kota Cethe”
Abstrak –Tulungagung, dikenal sebagai “kota cethe”. Nyethe merupakan kegiatan mengoleskan ampas kopi pada puntung rokok. Sebagai akibat dari budaya yang terus diminati dan berkembang, muncul trend baru yang memungkinkan menjadi budaya baru yaitu kegiatan “tingwe” atau nglinting dhewe (melinting rokok sendiri. Berawal dari trend tersebut, kemudian mendorong adanya kebutuhan sebuah tempat untuk memudahkan melakukan kegiatan “tingwe”. Perancangan ini, difokuskan untuk membuat sebuah merchandise yang dapat mendukung promosi kabupaten Tulungagung sebagai kota cethe berdasarkan kondisi kebutuhan masyarakat Tulungagung dengan segmen utama merchandise adalah pelaku ngopi dan nyethe itu sendiri. Untuk mendapatkan data primer, metode penelitian yang digunakan untuk perancangan merchandise yaitu menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif berupa interview dan kuisioner. Sedangkan, untuk mendapatkan data sekunder perancangan menggunakan metode studi eksisting produk dan tinjauan Pustaka berupa studi literatur internet. Serta dilakukan pula user testing menggunakan metode eksperimental. Merchandise yang akan dibuat berupa wadah rokok multifungsi. Sebagai penekanan untuk mengangkat Tulungagung sebagai “kota cethe”, terdapat motif batik cethe yang khas pada wadahnya. Penerapan motif batik cethe pada merchandise ini dapat memperkuat identitas kabupaten Tulungagung sebagai “kota cethe”. Merchandise dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat pelaku ngopi dan nyethe. Diharapkan masyarakat Tulungagung semakin bangga dan menjaga budayanya. Sehingga, kearifan budaya kota cethe terjaga dan semakin dikenal. Abstract – Tulungagung, known as "the city of cethe". Nyethe is the activity of applying coffee grounds to cigarette butts. As a result of a culture that continues to be in demand and growing, a new trend has emerged that allows it to become a new culture, namely "tingwe" or nglinting dhewe activities (rolling your cigarettes. Starting from this trend, then encouraging the need for a place to make it easier to carry out "tingwe" activities. This design is focused on making merchandise that can support the promotion of Tulungagung district as a cethe city based on the conditions of the needs of the people of Tulungagung, with the main segment of the merchandise being the coffee and nyethe actors themselves. To obtain primary data, the research method used for merchandise design is using qualitative methods. And quantitative in the form of interviews and questionnaires. Meanwhile, to obtain secondary data, the design uses the study method of existing products and literature review in the form of internet literature studies. As well as user testing using the experimental method.The merchandise that will be made in the form of a multifunctional cigarette container. As an emphasis to elevate Tulungagung as a "cethe city," there is a typical cethe batik motif on the container. The application of the cethe batik motif on this merchandise can strengthen the identity of the Tulungagung district as a "cethe city". Merchandise is made based on the needs of the coffee and nyethe community. It is hoped that the people of Tulungagung will be more proud and maintain their culture. Thus, the cultural wisdom of the city of Cethe is maintained and increasingly known.
Peramalan Keseimbangan Air (Water Balance) untuk Manajemen Sumber Daya Air di DAS Sungai Rejoso Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
Tujuan studi untuk memperkirakan ketersediaan sumber daya air 30 tahun kedepan dan menjadi acuan dasar peramalan keseimbangan air. Metode yang dilaukan analisa kebutuhan air, seperti metode pembangkitan data dengan formula pada Microsoft Excel dan menghitung kebutuhan debitnya menggunakan metode di SNI 19-6728.1-2002 Analisa irigasi terdapat 3 skema Pola Tata Tanam, sehingga menggunakan Cropwat 8.0. Analisa ketersediaan air ada beberapa metode yang akan digunakan. Metode tersebut yaitu Metode Aritmatika dan Metode Thomas Fiering. Hidrograf Satuan Sintesis SCS (Soil Conservations Services), metode RMSE dan metode NASH terdapat dalam HEC-HMS 4.8. Studi ini menghasilkan nilai RMSE sebesar 0,3 dan NASH sebesar 0,936. Selain itu juga memberi saran untuk menggunakan Pola Tata Tanam ke-2 (Polowijo2-Padi-Polowijo1) dengan skema 4 (Debit Ketersediaan Total) yaitu nantinya terjadi surplus sebesar 195
Efek Gradasi Tanah Pasir Pada Penggunaan Jamur Rhizopus Oligosporus untuk Perbaikan Tanah Pasir Lepas
Tanah pasir lepas merupakan salah satu jenis tanah dengan kuat geser tanah yang rendah. Penelitian ini menyajikan pengaruh variasi gradasi pasir lepas terhadap parameter kuat geser tanah yang dicampur dengan jamur Rhizopus oligosporus. Dalam pencampuran, jamur Rhizopus oligosporus adalah dalam bentuk ragi tempe. Sampel tanah dibuat dengan mencampurkan variasi gradasi dari tanah asli dengan air sebanyak 5% dari berat sampel dan kadar ragi sebanyak 5.24% dari berat sampel, kemudian dieramkan selama 3 hari. Pengujian dilakukan dengan berbagai variasi gradasi tanah asli untuk mengetahui gradasi terbaik yang menghasilkan nilai kuat geser yang maksimum. Hasil pengujian menunjukkan parameter kuat geser tanah maksimum adalah saat komposisi gradasi 50% fine sand dan 50% medium sand. Nilai kohesi yang diperoleh sebesar sebesar 0.59 kg/cm2 dan nilai sudut geser dalam adalah 20°. Hasil pengamatan sampel menggunakan mikroskop digital menunjukan hifa dan miselium tumbuh mengikat butiran pasir.
Mitra Bestari
Ketentuan Umum Penulisan MasalahPenulisan Makalah pada JMAIF – Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas diatur dalam ketentuan umum sebagai berikut.- Makalah betul – betul merupakan hasil karya penulis- Makalah belum pernah dipublikasikan di media lain- Makalah harus berisi bahasan mengenai Manajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas- Makalah harus berisi suatu bahasan baru, dilihat dari bahasan yang sudah terpublikasikan pada JMAIF dan JIFAM- Makalah harus mengambil acuan minimal sebanyak 8 acuan, 6 diantaranya berupa referensi primer- Panjang makalah dibatasi 8 -16 halaman- Makalah bisa ditulis dalam bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris- Naskah ditulis dengan menggunakan Microsoft Word- Format penulisan makalah bisa di unduh di website https://iptek.its.ac.id/index.php/jmaif Cakupan Topik TulisanJMAIF menerima makalah tentang Manajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas . Cakupan topik tulisan meliputi antara lain topik – topik sebagai berikut.- Fungsi Infrastruktur & Fasilitas- Permintaan - Penawaran Infrastruktur & Fasilitas- Perilaku Permintaan Infrastruktur & Fasilitas- Perilaku Pengguna Infrastruktur & Fasilitas- Evaluasi Infrastruktur & Fasilitas- Gagasan Infrastruktur & Fasilitas- Kebijakan Infrastruktur & Fasilitas- Perencanaan Infrastruktur & Fasilitas- Perancangan Infrastruktur & Fasilitas- Sistem Pengadministrasian Infrastruktur & Fasilitas- Sistem Operasi Infrastruktur & Fasilitas- Sistem Pemeliharaan Insfrastruktur & Fasilitas- Penghapusan Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Ekonomi dan Finansial Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Pembiayaan Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Spasial & Lingkungan Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Rencana Strategis Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Organisasi Pengelola Infrastruktur & Fasilitas Mitra Bestari Data Iranata, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaJanuarti Eka Jayaputri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaAchmad Wicaksono, Universitas Brawijaya (UB), MalangEko Budi Santosa, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, SurabayaDjoko Legono, Universitas Gajah Mada, Yogyakart
The Metallicity of the Sun Reviewed from Pre-Main Sequence Evolution
Metallicity is defined as the fraction of the abundance of elements heavier than hydrogen and helium. Metallicity has different values for different stellar objects and its value will also change as the star evolves. This research is focused on calculating and analyzing the early metallicity of the Sun, that is at the beginning of the Sun's evolution at the Pre-Main Sequence. Five metallicity samples with an initial mass of 1 M⊙ were used. This study uses the evolution code MESA r-15140 which produces a Hertzsprung-Russell diagram with various metallicities. From the simulation, it is found that the most suitable metallicity is 0.065. There are four dominant elements at the core of the Sun, namely hydrogen, helium, carbon, and oxygen. The density, pressure, and temperature values at the core of the Sun also increase with age
NUMERICAL SIMULATION OF REINFORCED CONCRETE SHEAR WALL USING 3D-NLFEA
Reinforced concrete shear walls are the main lateral load-resisting system in reinforced concrete structures. Shear walls have high stiffness when lateral load occur, especially due to earthquake loads. In the recent earthquake, the shear wall was damaged at the boundary eelment. The damage in boundary element is triggered by out of plane instability, concrete crushing, and reinforcement buckling. This study will evaluate the performance reinforcment concrete shear wall using the three-dimensional finite element method. Furthermore, the results obtained in this study will be validated firstly against the results of existing research. Based on the results of the study, the FEM validation process provides predictions that are in accordance with the experimental results regarding the hysteresis curve and the form of damage to the shear wall with an error value of 2.07% < 5%. However, the strain of shear wall elong the height of the wall has eror 26%
The Analysis of Coastal Society Vulnerabilities Against the Spread of Covid-19 in Surabaya Using the Analytical Hierarchy Process (AHP)
Coronavirus belongs to the ARI (Acute Respiratory Infection) disease, which has a high level of mortality risk. In 2019, this virus was transformed into Covid-19 with a rapid spread and a more massive impact. This disease has become a worldwide pandemic. Indonesia is a developing country and is included as one of the most densely populated countries affected by the Covid-19 pandemic, which has great potential to fail in overcoming this problem. Approximately 60% of Indonesia's population lives in coastal areas with low levels of welfare in almost all sectors of life such as social, economic, education, and health. This study aims to analyze the level of community vulnerability in the coastal area of Surabaya City by using the Analytical Hierarchy Process method. From the data taken by the survey, the results of the exposure of the Bulak Banteng Village area of Surabaya in the health, socio-cultural, economic, and general fields are 0.0469, 0.0871, 0.1809, and 0.3551, respectively. So the overall vulnerability is 0.67, which is included in the medium vulnerability criteria
Pra-Desain Pabrik Tepung Glukomanan Umbi Porang dengan Metode Batchwise Solvent Extraction
Glukomanan merupakan polisakarida non pati larut air yang terdapat dalam tepung umbi porang. Glukomanan mempunyai kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol darah dan kadar gula darah, menurunkan berat badan, dan mempengaruhi aktivitas intestinal dan fungsi sistem imun. Pemanfaatan porang sebagai bahan pangan terkendala pada kandungan oksalat yang cukup tinggi sehingga diperlukan pengolahan terlebih dahulu agar bisa dikonsumsi. Terdapat dua tahapan utama dalam pembuatan tepung glukomanan umbi porang. Tahap pertama adalah pembuatan tepung porang dari umbi porang segar. Tahap kedua adalah pembuatan tepung glukomanan dari tepung porang melalui proses pemurnian. Proses pemurnian dilakukan dengan ekstraksi pelarut bertingkat menggunakan etanol foodgrade 40%, 60% dan 80% untuk menghilangkan impurities. Pabrik tepung glukomanan akan didirikan di Nganjuk, Jawa Timur, dengan estimasi waktu mulai produksi pada tahun 2026. Berdasarkan analisis ekonomi untuk kapasitas produksi 3.000 ton per tahun, dengan laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 38,33% pada tingkat suku bunga per tahun 7,59% dan laju inflasi sebesar 2,15% per tahun. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4 Tahun 10 Bulan dan titik impas (BEP) sebesar 23,42%
Fraksinasi Lignoselulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi Lignin secara Steam explosion dengan Kapasitas 400 ton/tahun
Tiga komponen utama lignoselulosa adalah selulosa, hemiselulosa dan lignin. Lignin adalah biopolimer paling umum kedua setelah selulosa. Berdasarkan aplikasinya, lignin dibagi menjadi tiga kelompok: makromolekul, senyawa aromatik, dan bahan karbon. Proses produksi lignin terdiri dari tiga proses yaitu pre-treatment pertama untuk membersihkan dan menggiling bahan baku serta memecah serat TKKS. Prosesnya menggunakan pre-treatment ledakan uap pada suhu 200 °C dan tekanan 16 bar selama 10 menit. Selanjutnya fraksi kedua bertujuan untuk mengekstraksi kandungan hemiselulosa dan selulosa dari TKKS. Proses fraksinasi konsisten dengan ekstraksi air menggunakan air pada suhu 70 °C untuk melarutkan hemiselulosa, konsentrasi massa serat 0,05 g/g, suhu 100 °C, pH = 13, waktu delignin. Terdiri dari ekstraksi alkali menggunakan. 30 menit. Kemudian dilanjutkan ke prosedur pemisahan untuk memisahkan selulosa cake dan black liquor. Ketiga, proses pengendapan mengikuti, mengendapkan kandungan lignin dalam cairan hitam yang terbentuk setelah proses ekstraksi alkali. Di sini, lignin mengendap menggunakan H2SO4 pada suhu 80°C, pH = 1,5 – 2,0, dan waktu kontak 10 menit. Pabrik TKKS Lignin dibangun di Kawasan Industri Dumai Riau dengan kapasitas produksi 385,42 ton/tahun. Analisis perhitungan ekonomi menghasilkan IRR 22,45%, POT 5,56 tahun dan BEP 45,32%
Pra Desain Pabrik Magnesium Hidroksida Dari Limbah Tambak Garam (Bittern)
Garam merupakan salah satu bahan kimia yang sering dimanfaatkan oleh manusia yang menghasilkan limbah yang biasa disebut dengan bittern. Bittern yang dibuang ke laut dapat menyebabkan efek toxic pada kehidupan laut sehingga air laut menjadi hipersalinitas dan mengalami prubahan komposisi ion-ion air laut. Salah satu komponen dalam bittern yaitu magnesium yang dapat diubah menjadi magnesium hidroksida (Mg(OH)2). Magnesium hidroksida banyak digunakan pada bidang industri salah satunya pada industri farmasi dimana Mg(OH)2 bersama-sama Al(OH)3 sebagai antasid yang bekerja menetralkan asam lambung dan menginaktifkan pepsin. Penggunaan magnesium hidroksida yang beragam sebagai bahan baku proses-proses di industri menjadikan magnesium hidroksida sebagai bahan yang sangat penting dibutuhkan untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Metode ini terlebih dahulu diawali dengan pengenceran bittern yang kemudian berlanjut ke pretreatment proses untuk menghilangkan warna menggunakan karbon aktif dan impurities menggunakan filtrasi. Kemudian hasil filtrasi bittern setelah dilakukan pretreatment process ditambahkan dengan NH4OH. Setelah larutan ditambahankan asam sulfat untuk mengendapkan ion kalsium. Kemudian larutan difiltrasi dan dipencucian. Setelah itu slurry magnesium hidroksida. Setelah itu magnesium hidroksida dikeringkan. Konsentrasi Mg(OH)2 yang didapat dari hasil pengendapan larutan bittern dengan NH4OH sebagai reaktan yaitu sebesar 97,6 hingga 98,3 %. Jika ditinjau dari segi lingkungan, pabrik ini menghasilkan limbah NH4Cl yang masih dapat diolah lebih lanjut menjadi sumber nitorgen dalam pembuatan pupuk, komponen baterai, dan sebagai bahan menanggulangi gejala asidosis. Jika ditinjau dari segi ekonomi, pendirian pabrik magnesium hidroksida ini membutuhkan biaya total modal investasi sebesar Rp 34.439.512.474,21, total biaya operasional sebesar Rp 36.935.923.856,7 per tahun, dan total penjualan pertahun sebesar Rp 46.338.600.000,00 per tahun. Dari analisa ekonomi didapatkan internal rate of return (IRR) sebesar 12,48%, dengan pay out time (POT) selama 5 tahun 10 bulan, dan break even point sebesar 34,42%. Ditinjau dari aspek teknis, ekonomis dan lingkungan pabrik magnesium hidroksida dari bittern ini layak dirikan