AGRIFOR
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
ESTIMASI ERODIBILITAS TANAH DAN IDENTIFIKASI JENIS EROSI DI WILAYAH PASCA TAMBANG BATUBARA
Teknik penambangan terbuka memiliki banyak dampak negatif yaitu berubahnya kondisi suatu lingkungan dengan penurunan produktivitas tanah, pemadatan tanah, erosi dan sedimentasi, serta terjadinya gerakan tanah atau longsoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harian (sensitivitas tanah terhadap erosi) dan mengidentifikasi jenis erosi di area pasca tambang batubara. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan efektif, pada areal bekas tambang batubara pada land revegetasi tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan metode purposive sampling, Menentukan titik pengamatan sebanyak 10 titik pengamatan. Kemudian observasi dan pencatatan data di lapangan dan analisis laboratorium. Pendugaan erodibilitas tanah dilakukan dengan cara pengambilan contoh tanah, penentuan struktur tanah, permeabilitas tanah pada saat dilapangan, serta penentuan tekstur tanah dan bahan organik untuk dianalisis di laboratorium. Identifikasi erosi dengan mengambil dokumentasi jenis erosi yang mengacu pada referensi dan fakta yang ditemukan pada saat di lapangan. Untuk mengetahui nilai erodibilitas (kepekaan tanah terhadap erosi) menggunakan nomograph (erosibilitas tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai erodibilitas pada land revegetasi tahun 2017 di PT Mahakam Sumber Jaya berkisar antara 0,17-0,26 masuk ke kelas rendah-sedang, hasil identifikasi erosi ditemukan ada 5 jenis erosi yaitu erosi parit, erosi percikan, erosi lembaran, erosi nyata, dan longsor
IDENTIFIKASI TANAMAN JAHE (Zingiber officinale) BERDASARKAN MORFOLOGI
Jahe berasal dari India dibawa oleh pedagang Arab ke Romawi dan Yunani. Tanaman jahe berasal dari Cina dan India, yang dikenal sebagai negara penghasil obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologis pada tanaman jahe di pasar tradisional Samarinda. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang diamati panjang, lebar, bentuk, warna kulit, warna daging, dan jarak buku-buku rimpang. Pengambilan sampel secara purposive sampling pada penjual jahe. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, data dikumpulkan dengan menyajikan dalam bentuk tabel yang dilengkapi gambar dokumentasi kemudian analisis secara deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan Januari 2022. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 jenis Jahe di pasar tradisional Samarinda, yaitu jahe merah (Zingiber officinale), memiliki karakter morfologi yang berasal dari daerah Samarinda bentuk rimpang kecil, pendek, melengkung berbeda dengan dari sulawesi berbentuk besar dan melengkung, serta dari Jawa panjang lurusdan jarak buku berjarak. Jahe putih (Zingiber officinale var. amarum.), memiliki karakter morfologi yang berasal dari daerah Kalimatan Selatan lebih panjang dan lebar dari Sulawesi
KEANEKARAGAMAN JENIS JAMUR EKTOMIKORIZA DI TAMAN WISATA ALAM BARIAT KABUPATEN SORONG SELATAN
Mikoriza adalah jamur yang hidup di dalam tanah dan dapat berasosiasi dengan tumbuhan. Mikoriza yang terbentuk pada tumbuhan dapat dibedakan berdasar struktur tumbuh dan cara infeksinya pada sistem perakaran inang yang dikelompokkan ke dalam tiga golongan besar yaitu ektomikoriza, endomikoriza dan ektendomikoriza. Jamur merupakan salah satu organisme dengan tingkat keragaman yang tinggi. Oleh karena itu dalam pengelompokan jamur (fungi), organisme ini dimasukkan dalam kelompok dunia tersendiri, disamping tumbuhan, hewan, dan mikrobia. Terkait dengan keberadaannya, jamur ektomikoriza merupakan indikator baik tidaknya kondisi hutan. Kawasan Taman Wisata Alam Bariat ini merupakan salah satu habitat berbagai tumbuhan jamur ektomikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah jenis jamur ektomikoriza, keanekaragaman, dominasi, dan kemerataan jenis jamur ektomikoriza yang tumbuh di wilayah hutan Taman Wisata Alam Bariat Kabupaten Sorong Selatan. Metode yang digunakan adalah metode observasi/pengamatan langsung di lapangan. Untuk pengambilan data jamur ektomikoriza dibuat plot secara purposive sebanyak 25 plot pengamatan dengan ukuran plot 20 x 20 m, sehingga luas keseluruhan areal penelitian 10.000 m2 (1 ha). Jenis jamur ektomikoriza yang ditemukan di hutanTaman Wisata A`lam Bariat sebanyak 16 jenis, yakni Hygrocybe cocineocre 309 individu (17,02%), jenis Pycnoporus annabarinus 124 individu (6,83%), Agrocybe sp 119 individu (6,56%), Mycena hiemalis 115 individu (6,34%), Coltricia sp 111 individu (6,12%), Fomes sp 109 individu (6,01%), Coltricia sp1 dan Pleutrotus sp masing-masing ada 107 individu (5,90%), Ramaria strcrita 101 individu (5,56%) Macrocystidia sp dan Auricullaria poltrichia masing-masing ada 94 individu (5,18%), Oudemansiella sp, Hygrocybe sp, dan Boletus sp masing-masing ada 89 individu (4.90%) Tremetes sp 87 individu (4,79%), dan Amanita sp 71 individu (3,91%). Indeks keanekaragaman jenis jamur ektomikoriza pada kawasan hutan Taman Wisata Alam Bariat dalam katagori sedang yaitu 1,171 dan indeks dominasi jenis dalam katagori rendah yaitu 0,077 sedangkan indeks kemerataan jenis dalam katagori tinggi yaitu 0,985, hal ini bahwa jamur ektomikoriza yang terdapat pada hutan Taman Wisata Alam Bariat menyebar secara merata, kecuali jenis Boletus sp, Tremetes sp dan Amanita sp
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN EKONOMI INKLUSIF DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
Pembangunan ekonomi inklusif adalah pembangunan yang mengutamakan aspek pemerataan guna mewujudkan keadilan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, setiap pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan sektor unggulan sehingga dapat berperan sebagai lokomotif perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan dan pergeseran sektor ekonomi, mengklasifikasikan dan memetakan sektor unggulan serta merumuskan strategi yang tepat dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Shift Share, Tipologi Klassen dan analisis SWOT. Jenis data yang digunakan adalah data primer untuk kebutuhan analisis SWOT dan data sekunder untuk kebutuhan analisis Shift share dan Tipologi Klasen, dimana data yang digunakan adalah data PDRB dan Ketenagakerjaan per sektor tahun 2015-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui analisis Shift Share, secara umum sektor dengan nilai National Share (Ns), Proportional Shift (Ps) dan Differential Shift (D) terbesar adalah sektor pertanian. Melalui analisis Tipologi Klassen, sektor-sektor yang berkembang dan tumbuh pesat adalah sektor pertanian dan industri manufaktur. Oleh karena itu, strategi yang dianggap tepat dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif melalui konsep pengembangan sektor unggulan adalah dengan menerapkan Strategi Strengh-Opportunity (SO), dimana pemerintah diharapkan mampu memanfaatkan segala bentuk kekuatan yang ada dengan tetap memperhatikan berbagai peluang yang dimiliki
KONTRIBUSI WANITA TANI DALAM USAHATANI PADI SAWAH DI DESA CERMIN ALAM KECAMATAN VII KOTO ILIR KABUPATEN TEBO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar kontribusi wanita tani dalam kegiatan usahatani padi sawah, mengetahui curahan waktu kerja wanita tani dalam kegiatan usahatani padi sawah dan mengetahui pengaruh curahan waktu kerja terhadap kontribusi wanita tani padi sawah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita tani yang berusahatani Padi Sawah di Desa Cermin Alam Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo. Penentuan sampel dilakukan secara sengaja (purposive). Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling yang digunakan untuk memilih 63 wanita tani padi sawah. Data dianalisis menggunakan interval untuk mengetahui kontribusi wanita tani dan HKP untuk mengetahui curahan waktu kerja wanita tani dan regresi linear untuk mengetahui pengaruh curahan waktu kerja terhadap kontribusi wanita tani.Hasil penelitian ini bahwa Kontribusi wanita tani dalam kegiatan usahatani padi sawah dengan kategori tinggi meliputi: Persemaian, pemeliharaan, dan panen. Kategori sedang meliputi : penanaman. Kategori rendah meliputi: pengolahan lahan. Curahan waktu kerja wanita tani dalam kegiatan usahatani padi sawah yaitu persemaian sebesar 5,2 HKP, pengolahan lahan sebesar 1,35 HKP, penanaman sebesar 2,88 HKP, pemeliharaan sebesar 12,68 HKP, pemanenan sebesar 5,3 HKP. Hasil Uji Koefisien Determinasi ( ) darianalisis regresi linear berganda bahwa (koefisien determinasi) kuadrat sebesar 0,960 atau 96,0 % yang artinya persentase sumbangan berpengaruh terhadap persemaian, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan. Hasil Uji F menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen .Uji koefisien determinasi menujukkan bahwa persentase sumbangan berpengaruh terhadap persemaian, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan. Hasil uji t menunjukkan bahwa Persemaian (X1), Pengolahan Lahan (X2), Penanaman (X3), Pemeliharaan(X4), Pemanenan(X5) berpengaruh terhadap kontribusi wanita tani
INVESTASI JAMUR ENDOFIT DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS PADA PADI (Oryza sativa)
Penyakit blas merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi yang mampu menimbulkan kerugian besar bagi para petani sehingga petani mengendalikan penyakit ini dengan menggunakan bahan kimia yang merusak lingkungan dan menimbulkan dampak negatif lain. Melihat pentingnya pengendalian penyakit ini maka dibutuhkan alternatif pengendalian dengan menggunakan agens pengendali hayati. Percobaan dilakukan di Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, dari Desember 2020 hingga April 2021. Hasil percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari tiga varietas, dengan lima perlakuan dan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Ciherang merupakan varietas yang paling rentan dibandingkan varietas Kambang dan Pandan Ungu. Cendawan endofit yang diaplikasikan terhadap tanaman memberikan pengaruh yang baik untuk pengendalian penyakit Blas dan juga meningkatkan ketahanan tanaman, dalam hal ini cendawan yang memberikan efektivitas terbaik yaitu cendawan Trichoderma sp. yang mampu menekan intensitas serangan penyakit blas lebih dari 85% sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan
PARTISIFASI MASYARAKAT DESA LAHAM DALAM PENGELOLAAN HUTAN DESA DI DESA LAHAM KECAMATAN LAHAM KABUPATEN MAHAKAM ULU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara langsung sangat bermanfaat bagi pengembangan dan pelestarian hutan secara umum, khususnya Hutan Desa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Masyarakat Desa dalam pengelolan Hutan Desa di Desa/Kampung Laham, apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan Pemerintah atau para pemerhati kelestarian hutan.Penelitian dilaksanakan di kawasan Hutan Desa Laham/Kampung Laham Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu pada bulan Juni 2020 dan selesai bulan Agustus 2020, pelaksanaan penelitian dilakukan di lapangan dan lembaga-lembaga terkait yang mengurus Hutan Desa.Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat mempunyai peran sangat besar dalam pengelolaan Hutan Desa, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Hutan Desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan penanaman berbagai jenis tanaman sebagai bentuk pengayaan jenis-jenis tanaman di Hutan Desa sampai keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perlindungan dan pemeliharaan.
PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS TANAMAN DENGAN METODE FITOREMEDIASI
Limbah produksi tahu mengandung kadar protein yang tinggi dan dapat segera terurai. Limbah cair ini sering dibuang secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga menghasilkan bau busuk dan mencemari sungai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan berbagai jenis tanaman yang terdiri dari: fermentasi, kangkung, bayam merah, dan selada mampu menyerap polutan limbah cair tahu dengan metode fitoremediasi dan berapa persentasenya. Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan mampu menyerap dan memberikan persentase penurunan pencemar limbah cair tahu pada masing-masing parameter. Untuk nilai TSS tertinggi terdapat pada tanaman bayam merah sebesar 72,67%, untuk parameter penurunan BOD tertinggi terdapat pada tanaman bayam merah sebesar 66,28%, untuk parameter COD tertinggi terdapat pada tanaman kangkung sebesar 46,43%, untuk peningkatan pH tertinggi pada fermentasi 3,75 dan penurunan suhu tertinggi pada fermentasi sebesar 48,275%
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea Mays L.) TERHADAP PEMBERIAN BEBERAPA KOMPOSISI PUPUK MAJEMUK PADA LAHAN PASCA TAMBANG BATUBARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) terhadap pemberian beberapa jenis kandungan pupuk majemuk pada lahan pasca tambang batubara dan mengetahui jenis kandungan pupuk majemuk terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) pada lahan pasca tambang batubara. Penelitian dilaksanakan di lahan pasca tambang batubara Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu pemberian beberapa pupuk majemuk (P), terdiri dari 5taraf dan 5 ulangan yaitu p0= Tanpa Pupuk; p1= 500 kg.ha-1NPK 20:10:10 setara 4,2 kg.petak-1;p2= 500 kg.ha-1 NPK 17:9:11 setara 4,2 kg.petak-1; p3= 500 kg.ha-116:16:16 setara 4,2 kg.petak-1 dan p4 = 500 kg.ha-1 setara 4,2 kg.petak-115:20:13 setara 4,2 kg.petak-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa komposisi pupuk majemuk berbeda tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji, jumlah biji dalam baris, berat biji per tongkol, berat biji per 100 butir, dan potensi hasil
PENGARUH SISTEM TANAM TERHADAP BERAT 1000 BUTIR PADI SAWAH VARIETAS CIGEULIS DAN CIHERANG
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem tanam terhadap berat 1000 butir gabah, pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.) varietas cigeulis dan varietas ciherang. Penelitian dilaksanakan di lahan persawahan rakyat Dusun Konsasi, Desa Lalos, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Terletak pada ketinggian ±11 meter di atas permukaan laut, dilaksankan pada bulan Desember 2019 s.d Maret 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama yaitu perlakuan 3 sistem tanam (tanam pindah, tanam benih langsung, dan hambur benih langsung) dan faktor kedua yaitu perlakuan 2 varietas (cigeulis dan ciherang) yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan sistem tanam benih langsung memperlihatkan komponen hasil yang paling baik diantaranya jumlah anakan (6,2% lebih banyak), jumlah anakan produktif (4,78% lebih banyak), berat gabah kering panen (0,51% lebih berat), dan berat gabah kering giling (1,8% lebih berat) daripada sistem tanam pindah. Sedangkan perlakuan varietas menunjukkan perbedaan tidak nyata pada penerapan setiap sistem tanam. System tanam pindah dapat meningkatkan berat butir gabah bilah dibandingkan dengan system tanam tabela dan hambela