AGRIFOR
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENYEBARAN POHON PADA HUTAN PRODUKSI DI KELURAHAN SUNGAI SIRING KOTA SAMARINDA
Penyebaran pohon pada hutan produksi yang mengandalkan proses alam maupun penangan manusia. Pemudaan pohon di suatu kawasan hutan bergantung pada tempat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran pohon pada 3 kelas kelerengan di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara. Metode pengumpulan data menggunakan Sistem Informasi Geografi (GIS), pada tiga kelas kelerengan yaitu datar (0-8%), landai (8-15%) dan agak curam (15-25%). Hasil penelitian menunjukkan bagian timur dengan kelas lereng landai (0-8%) diperoleh 10 jenis dari 9 famili dengan jumlah 34 pohon, kelas lereng datar (8-15%) diperoleh 8 jenis dari 7 famili dengan jumlah 24 pohon, dan kelas lereng agak curam (15-25%) diperoleh 8 jenis dari 7 famili dengan jumlah 20 pohon. Bagian barat dengan kelas lereng datar (0-8%) diperoleh 9 jenis dari 9 famili dengan jumlah 31 pohon, kelas lereng landai (8-15%) diperoleh 10 jenis dari 9 famili dengan jumlah 25 pohon, dan kelas lereng agak curam (15-25%) diperoleh 8 jenis dari 8 famili dengan jumlah 19 pohon
RENCANA REKLAMASI TAMBANG TANAH URUG BERDASARKAN EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PANGAN LAHAN KERING DI DESA MURYOLOBO, KECAMATAN NALUMSARI, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH
Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, memiliki potensi sumber daya alam yang besar berupa tanah urug. Kegiatan penambangan memberikan dampak terhadap lingkungan berupa penurunan produktivitas lahan, peningkatan erosi, dan potensi gerakan massa tanah. Disamping itu, kebutuhan pangan semakin meningkat tetapi tidak diimbangi dengan peningkatan ketersediaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rencana reklamasi berdasarkan kesesuaian lahan tanaman pangan lahan kering. Metode penelitian yang digunakan diantaranya metode survei dan pemetaan, analisis laboratorium, analisis deskriptif, dan pencocokan dengan faktor pembatas (weigh fector matching). Kriteria kesesuaian lahan mengacu kepada 12 kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman pangan berdasarkan Hardjowigeno, 2020. Hasil evaluasi kesesuaian lahan terbagi menjadi 6 kelas kesesuaian lahan tanaman pangan lahan kering yaitu N1sntd, N1snd, N2t, N2s, N2snatdx, dan N1t. Arahan reklamasi tambang diantaranya (1) penataan lahan berbentuk teras bangku dengan kemiringan jenjang sebesar 450, tinggi jenjang 4 m, serta lebar teras 8 m dengan back slope sebesar 20-30 (2) pembuatan saluran pembuangan air (SPA) berbentuk trapesium (3) penanaman kedelai dan ubi kayu dengan sistem guludan, serta penanaman pohon sengon dan rumput vetiver dengan sistem pot.
IKLIM MIKRO DAN TINGKAT KENYAMANAN TERMAL PADA KAWASAN EKOWISATA MANGROVE TANJUNG BATU KABUPATEN LOMBOK BARAT
Iklim mikro dan tingkat kenyamanan menjadi salah satu faktor penting dalam sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim mikro dan tingkat kenyamanan termal pada kawasan ekowisata mangrove Tanjung Batu Kabupaten Lombok Barat. Data iklim mikro yang diambil meliputi suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin. Data iklim mikro dirata-rata secara harian, sedangkan data suhu udara dan kelembaban rata-rata digunakan untuk analisis kenyamanan termal dengan metode Temperature Humidity Index (THI). Berdasarkan hasil penelitian, suhu rata-rata harian berkisar antara 25,29 º C – 26,66 º C, kelembaban rata-rata harian berkisar antara 72,75% - 79,96% dan kecepatan angin rata-rata harian berkisar antara 0,81 km/jam – 4,90 km/jam. Berdasarkan hasil analisis THI, nilai kenyamanan termal rata-rata di kawasan ekowisata mangrove Tanjung Batu yaitu 24,71 dengan klasifikasi nyaman
DAMPAK PEMANENAN HUTAN TERHADAP SIFAT DAN KANDUNGAN BIOLOGIS TANAH (STUDI BKPH SENGGURUH, KPH MALANG).
Kegiatan pemanenan kayu umumnya menggunakan alat-alat berat yang berdampak pada aspek ekologi dimana terjadi kerusakan pada tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak pemanenan hutan terhadap sifat biologi tanah dan kandungan karbon di BKPH Sengguruh KPH Malang. Pengambilan contoh tanah dilakukan secara acak, pengambilan contoh cacing secara acak dengan metode hand sorting dan untuk isolasi jamur dan bakteri dengan menggunakan agar cawan. Dari penelitian yang dilakukan diketahui terjadi penurunan kandungan bahan organik tanah pada lahan setalah pemanenan dari kelas agak tinggi menjadi rendah, ditemukan tiga jenis cacing yaitu Pheretima, Pontoscolex, dan Microscolex yang mengalami penurunan kepadatan individu pada pasca pemanenan dari 39,54 individu/m² menjadi 16,87 individu/m2. Jumlah koloni jamur dan bakteri pasca pemanenan mengalami penurunan pada koloni jamur dari 2,54 x 104 CFU/ml menjadi 0,88 x 104 CFU/ml dan pada koloni bakteri dari 22,58 x 105 CFU/ml menjadi 17,6 x 105 CFU/ml. Hasil perhitungan estimasi karbon ini diharapkan dapat berfungsi sebagai dasar untuk menghitung estimasi karbon dalam Vegetasi Hutan Jati dalam Skala Nasional
IDENTIFIKASI MIKROBA AGENS HAYATI PADA LAHAN KELAPA SAWIT (Elaeis jackuenensis Jack.) BELUM MENGHASILKAN DI KECAMATAN MARANG KAYU - KUTAI KARTANEGARA
Penyerapan dan ketersediaan unsur hara dapat ditingkatkan dengan adanya mikroorganisme tanah.. Lahan perkebunan kelapa sawit umumnya diusahakan pada lahan marjinal dan keragaman populasi mikroba tanah yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi mikroba agens hayati pada lahan kelapa sawit belum menghasilkan di Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara. Pengambilan sampel tanah berlokasi di perkebunan kelapa sawit belum menghasilkan milik rakyat di Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara dan proses identifikasi (penghitungan dan isolasi) mikroorganisme di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Metode penelitian ini meliputi dua metode meliputi penghitungan jumlah mikroorganisme tanah dan isolasi mikroorganisme tanah. Hasil penelitian menunjukkan mikroba yang terdapat pada lahan kelapa sawit belum menghasilkan yang berpotensi sebagai agens hayati yaitu jamur Trichoderma
KERAGAMAN NEMATODA PADA LAHAN REKLAMASI PASCA TAMBANG BATU BARA DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG NEMATODE DIVERSITY IN POST-COAL MINING RECLAMATION LAND IN BANGUN REJO VILLAGE, TENGGARONG SEBERANG DISTRICT
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status keragaman nematoda pada lahan reklamasi pasca tambang batubara dan hutan sekunder (pembanding). Penelitian ini dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman selama 4(empat) bulan. Pengambilan sampel tanah dilaksanakan di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur. Dilanjutkan dengan ekstraksi nematoda menggunakan metode Baermann yang dimodifikasi, dan identifikasi nematoda yang didapatkan sampai tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Pengamatan nematoda dilakukan di laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 14 genera nematoda, terdiri dari 6 genera nematoda non-paasit dan 8 genera parasit tumbuhan. Genus nematoda yang dominan secara berturut-turut adalah sebagai berikut: Apelenchus, Cephalobus, Dorylaimus, Pratylenchus, dan Rhabditis. Kepadatan populasi nematoda berkisar 30-206 individu 100 gram-1 tanah. Keanekaragaman nematoda pada lahan reklamasi tergolong sedang dengan indeks Shannon-Wienner berkisar 1,22-3,09, sedangkan pada lahan pembanding (hutan sekunder) tergolong tinggi dengan indeks Shannon-Wienner berkisar 3,06 – 3,49. Kata kunci : Lahan Reklamasi Pasca Tambang Batu bara, Keragaman Nematoda, Indikator Biologi
PENILAIAN FUNGSI POHON TEPI JALAN DIPONEGORO KOTA SALATIGA DALAM MENJERAP DEBU
Pohon yang terdapat di lanskap perkotaan memiliki peran sebagai penyaring polusi udara, terutama debu yang beterbangan. Sedangkan Jalan Diponegoro Kota Salatiga merupakan jalan dengan tingkat kepadatan kendaraan dan aktivitas masyarakat yang tinggi. Berdasarkan peran pohon sebagai penyaring debu dan polusi udara, maka perlu dilakukan penelitian tentang penilaian fungsi pohon tepi jalan di Jalan Diponegoro dalam menyerap debu. Tujuan penilaian fungsi pohon di tepi Jalan Diponegoro adalah untuk mengetahui kemampuan pohon dalam menyerap debu pada lanskap Jalan Diponegoro dan memberikan rekomendasi berupa pemilihan pohon yang tepat di kawasan tersebut. penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 November 2019 di sepanjang Jalan Diponegoro Salatiga. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah gelas beaker, kertas saring, oven, kuas, akuades, dan sampel daun. Metode yang digunakan yaitu menggunakan perhitungan rumus jerapan debu pada daun dan dilanjutkan dengan metode statistik dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pohon dengan tipe tajuk piramidal dan menyebar memiliki nilai penyerapan debu tertinggi. Dari hasil perhitungan, maka dapat disimpulkan bahwa tipe tajuk piramidal dan menyebar memiliki daya serap debu yang sesuai sehingga dapat dilakukan tindakan yang direkomendasikan berupa pemilihan pohon dengan daya serap debu terbaik di Jalan Diponegoro Kota Salatiga yaitu pohon dengan bentuk tajuk piramida dan menyebar
PERAN UNSUR HARA MAKRO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa L.)
Peran unsur hara makro terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium cepa L.). penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – September 2020 di Kebun Percobaan Program Studi Agroteknologi STIPER Kutai Timur. Penelitian menggunakan metode survei dengan mengambil sampel tanah pada masing-masing titik sampling untuk dilakukan analisis unsur hara makro tanah di laboratorium. Analisis data menggunakan regresi linier berganda ditujukan untuk mengidentifikasi unsur hara makro tanah yang paling erat hubungannya dengan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, serta mencari bentuk hubungan antara peubah unsur hara makro tanah tersebut dengan peubah pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi dan berat umbi). Hasi penelitian menunjukan bahwa unsur hara pada lokasi penelitian memiliki kandungan N-total sangat rendah-tinggi, P-tersedia tinggi-sangat tinggi dan K-tersedia sangat rendah. Unsur hara N memberikan hubungan yang negatif terhadap semua parameter, kandungan unsur N yang rendah tidak dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif. unsur P memberikan hubungan positif hanya pada jumlah anakan, kandungan P dalam tanah mempercepat pertumbuhan akar dan jumlah anakan. Unsur K memberikan hubungan positif terhadap semua parameter. Unsur K dalam tanah yang cukup membantu dalam metabolisme pertumbuhan tanaman
PENGARUH JARAK TANAM DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI POLONG KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.).
Jarak tanam diperlukan tanaman agar tumbuh optimal, sehingga dapat menghasilkan produksi polong yang optimum. Varietas kacang panjang yang unggul memiliki sifat keunggulan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor jarak tanam, faktor varietas, dan interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi polong kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini menggunakan RAK Faktorial 3x3. Faktor pertama berupa jarak tanam yaitu 50x30 cm, 50x40 cm, dan 50x50 cm. Faktor ke dua berupa varietas yaitu varietas Pertiwi, KP 116, dan Parade Tavi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap produksi kacang panjang, yaitu terhadap jumlah polong dan berat total polong per plot maupun per tanaman; Namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, umur panen, diameter polong, panjang polong, berat brangkasan segar per tanaman, dan berat brangkasan kering per tanaman. Hasil rerata jarak tanam terbaik adalah 50x50 cm. Varietas berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, umur panen, diameter polong, panjang polong, serta jumlah polong per plot maupun per tanaman, berat total polong per plot maupun per tanaman. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat brangkasan segar per tanaman, berat brangkasan kering per tanaman. Hasil rerata varietas terbaik adalah KP 116. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan interaksi antara jarak tanam dan varietas
ANALISIS KORELASI KERUSAKAN POHON, SERAPAN TIMBAL, BIOMASSA POHON, DAN TINGKAT KENYAMANAN PADA ALUN-ALUN KABUPATEN BLORA
Analisis Korelasi Kerusakan Pohon, Serapan Timbal, Biomassa Pohon, dan Tingkat Kenyamanan Pada Alun-alun Kabupaten Blora. Alun-alun Blora merupakan fasilitas umum yang disediakan pemerintah kota. Memiliki peran penting dalam hal penyerapan polutan. Potensi pohon di alun-alun Blora diantaranya sebagai peneduh, penyerap gas-gas penyebab pencemaran udara. Namun saat ini, banyak pohon yang mengalami kerusakan. kerusakan yang terjadi di sebabkan oleh usia pohon, penyakit, gulma, cuaca, dan perilaku manusia. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana kolerasi antara kerusakan pohon, serapan timbal, biomassa pohon, serta tingkat kenyamanan termal.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis pohon yang berada di alun-alun Blora, menganalisis keruskan pohon, menganalisis serapan timbal, menganalisis kandungan biomassa, dan mengukur kualitas termal, serta menganalisis kolerasi fungsi ekologis pohon dengan kerusakan. Metode yang digunakan adalah kemampuan analisis pohon dalam menyerap timbal, analisis biomassa, analisis Forest Health Monitoring (FHM), dan analisis Themal Humidity Index (THI), dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 190 pohon dari 7 jenis pohon. Dari hasil analisis FHM semua kategori pohon untuk kerusakan ringan terdapat 11 pohon, rusak sedang terdapat 155 pohon, dan rusak berat terdapat sebanyak 3 pohon.Hasil serapan timbal paling tinggi pada pohon glodokan tiang, dan hasil paling rendah pada pohon palem raja. Untuk nilai THI kategori nyaman/sebagian berada di bawah nanungan pohon tanjung dan nilai THI kategori tidak nyaman berada pada tanpa naungan, dan perkerasan. Terdapat korelasi yang kuat diantara biomassa, dan timbal dengan nilai korelasi 0,046 , kemudian antara FHM, dan THI dengan nilai korelasi 0,017. Kata kunci : Fungsi ekologis, Fisik pohon, Pohon, Korelas