355 research outputs found

    PENGARUH PUPUK NPK MUTIARA DAN PUPUK PLANT CATALYST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) VARIETAS LADO F1

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah untuk : (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Mutiara dan pupuk Plant Catalyst serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman cabai keriting varietas Lado F1; dan (2) memperoleh dosis pupuk NPK Mutiara dan konsentrasi pupuk Plant Catalyst yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanamam cabai keriting, sehingga diperoleh hasil yang tinggi.Penelitian menggunakan percobaan faktorial 4 x 4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak5 kali.   Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK Mutiara (M) yang terdiri atas4 taraf : tanpa pupuk NPK Mutiara (m0), 1g polibag-1(m1). 1,5g polibag-1(m2); dan 2g polibag-1(m3).   Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Plant Catalyst (P) terdiri atas 4 taraf :tanpa pupuk Plant Catalyst (p0), 1 g l-1 air (p1), 1,5g l-1 air (p2), dan 2 g l-1 air (p3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) perlakuan pupuk NPK Mutiara berpengaruh sangat nyata dan nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 dan 6 minggu setelah tanam, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 4 minggu setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah dan berat buah per tanaman; (2) perlakuan pupuk Plant Catalyst berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 minggu setelah tanam, tetapi berpengaruh tidak nyata tinggi tanaman pada umur 4 dan 6 minggu setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah dan berat buah per tanaman; (3) interaksi antara perlakuan dosis pupuk NPK Mutiara dan perlakuan konsentrasi pupuk Plant Catalyst berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 minggu setelah tanam, tetapi berpengaruh tidak nyata tinggi tanaman pada umur 4 dan 6 minggu setelah tanam

    Pengaruh Jarak Tanam pada Sistem Tanam Jajar Legowo terhadap Produktivitas Padi Varietas Inpari 32

    Get PDF
    Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas padi yaitu penerapan teknologi budidaya dengan pengaturan populasi tanaman melalui pengaturan jarak tanam dan sistem tanam jajar legowo. Tujuan dari peneltian adalah untuk mengetahui produktivitas varietas Inpari 32 menggunakan sistem jajar legowo 2:1 dengan perlakuan jarak tanam yang berbeda. Pengkajian dilaksanakan pada lahan sawah KP Samboja, Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartangera Kalimantan Timur pada bulan Juli-Oktober 2019. Pengkajian terdiri atas 2 perlakuan jarak tanam sistem tanam jajar legowo 2:1, yaitu 20 x 10 x 40 cm dan 20 x 10 x 50 cm, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Analisis data untuk membandingkan antara 2 perlakuan jarak tanam jajar legowo 2:1 menggunakan uji t berpasangan. Hasil pengkajian menunjukkan perlakuan jarak tanam (25 x 12,5 x 50 cm) pada karekter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah berisi per malai serta hasil memiliki nilai rerata yang lebih tinggi dan nyata dibandingkan denga perlakuan jarak tanam (20 x 10 x 40 cm)

    PENGARUH PUPUK GREEN TONIK DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHANDAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) VARIETAS BONANZA

    Get PDF
    Pengaruh Pupuk Green Tonik dan Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) Varietas Bonanza. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Green Tonik dan pupuk NPK Mutiara serta interaksinya, serta untuk mengetahui konsentrasi pupuk Green Tonik dosis dan pupuk NPK Mutiara yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis yang terbaik.Penelitian menggunakan percobaan faktorial 3 x 4 dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 (tiga) kelompok. Faktor I adalah Jenis Konsentrasi Pupuk Green Tonik (G), terdiri atas 3 taraf, yaitu : tanpa pupuk Green Tonik (g0), konsentrasi pupuk Green Tonik 2 ml/l.air (g1),  dan konsentrasi pupuk Green Tonik 4 ml/l.air (g3). Faktor II adalah Dosis Pupuk NPK Mutiara (M), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk NPK Mutiara atau kontrol (m0),  dosis pupuk NPK Mutiara 100 kg/ha setara 48 g/petak (m1), dosis pupuk NPK Mutiara 200 kg/ha setara 96 g/petak (d3), dan dosis pupuk 300 kg/ha setara 144 g/petak (m3)  Perlakuan pupuk Green Tonik tidak berpengaruh nyata terhadap parameter umur keluar bunga jantan, umur keluar bunga betina, umur panen, panjang tongkol dan diameter tongkol. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 minggu dan umur 6 minggu setelah tanam serta produksi tongkol.  Produksi tongkol tertinggi terdapat pada perlakuan g2 (konsentrasi pupuk Green Tonik 4 ml/l.air), yaitu 16,60 ton/ha, sedangkan produksi tongkol terendah terdapat pada perlakuan g0 (tanpa pupuk Green Tonik atau kontrol), yaitu 16,14 ton/ha.Perlakuan pupuk NPK Mutiara berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tongkol. Produksi tongkol tertinggi terdapat pada perlakuan m3 (dosis pupuk NPK Mutiara 300 kg/ha), yaitu 17,23 ton/ha

    POLA SEBARAN ALAMI ANGGREK (Orchidaceae) DI CAGAR ALAM PADANG LUWAY KABUPATEN KUTAI BARAT

    Get PDF
    Cagar  Alam Padang Luway merupakan salah satu habitat anggrek (Orchidaceae)  di Kalimantan Timur. Untuk melakukan kegiatan pelestarian diperlukan data dan informasi dasar tentang faktor–faktor ekologi spesies anggrek yang ada serta pola penyebarannya sehingga dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengelolaannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran Anggrek dan komposisi spesies anggrek dengan menggunakan metode analisis vegetasi. Areal penelitian merupakan pulau-pulau anggrek yang terdapat di Cagar  Alam Padang Luway. Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan Indeks Dispersi Morisita Anggrek rata-rata mengelompok dan Quadrat Analysis sebaran anggrek mengelompok. Sedangkan nilai INP tertinggi adalah Coelogyne pandurata Lind 47,675 yang paling rendah adalah Bulbophylum sp. 1,686 dan Dendrobium sp. 1,686. Sebaran jenis–jenis anggrek di Cagar Alam Padang Luway hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam pengelolaan Cagar Alam Padang Luway dimasa yang akan datan

    The Influence of Regulator Grow Essence Auksin IAA And The Onion Extract to Multiplication Cuttings Meranti Sabut (Shorea parvifolia Dyer.).

    Get PDF
    The purpose of this research are to know hormone Auksin IAA response and onion extract to the ability live of shoot cuttings Shorea parvifolia Dyer.This research using by Completely Randomized Design pattern by 3 x 3 factors and every repetition contain 30 cuttings with the hormone treatment or regulator grow  essence auksin IAA (A) by 0,1 gr/ml close, onion extract (B) content by 100% and didn’t by treatment or control (O).The result of this research are : (1) the influence of regulator grow auksin IAA essence and the onion extract to multiplication cuttings meranti sabut (Shorea parvifolia Dyer.) that indicate using hormone auksin IAA is the best with 91,11% presentation live by onion extract have 87,78% while presentation live and did not by control have 85,56% live presentation. (2) the influence of regulator auksin IAA essence and extract onion to multiplication cuttings meranti sabut (Shorea parvifolia Dyer.) to the sum of root, the long of root, the sum of new leaf and the new shoot are different and not real

    Effect Of Various Types Of Liquid Organic Fertilizer On Growth And Yield Of Green Eggplant (Solanum melongena L)

    Get PDF
    Effect Of Various Types Of Liquid Organic Fertilizer On Growth And Yield Of Green Eggplant (Solanum melongena L). Research on the effect of various types of liquid organic fertilizer on growth and yield of green eggplant (Solanum melongena L) was conducted on February up to May 2018 at Agrotechnology  Experimental Farm, STIPER East Kutai.A single factor of completely randomized block design were used in this research, and analysis of variance were used for data analysis and for advance by a Duncan's test, on a significance level 5%. The treatment is giving various types of LOF (Liquid Organic Fertilizer) from goat manure, cow dung and chicken manure. Each type of LOF had six replication. Obtained data were analyzed by analysis of variance at a significance level 5%. The research results showed that application of various types of liquid organic fertilizer was non significant on plant height, number of leaves, flowering age and weight of eggplant

    Response of Oil Palm Seedling (Elaeis guineensis) In Pre Nursery On Giving Doses of Nasa Liquid Organic Fertilizers and Intervals

    Get PDF
    Response of  Oil Palm Seedling (Elaeis guineensis) In Pre Nursery On Giving Doses of Nasa Liquid Organic Fertilizers  and Intervals. The purpose of this research is to know the doses and interval of Nasa organic liquid fertilizer (OLF) and the combination of dosage and OLF Nasa interval to the best palm seeds in pre nursery. The research was conducted in UPTD Seed Plantation Plantation Supervision of East Kalimantan Province in 2015. The study used Factorial completely randomized design (CRD)  5 x 4 with nine replications. The first factor was the treatment of OLF Nasa doses in a concentration of 3 cc OLF Nasa per liter of water (D) consisting of 5 levels, namely: d0 = 0 ml OLF Nasa, d1 = 300 ml OLF Nasa, d2 = 400 ml OLF Nasa, d3 = 500 ml OLF Nasa and d4 = 600 ml OLF Nasa. The second factor is the treatment of OLF Nasa (I) Interval Interval consisting of 4 levels, namely: i1 = 1 week, i2 = 2 weeks, i3 = 3 weeks and i4 = 4 weeks. Thus there were 16 treatments and each treatment was repeated 9 times so that the total was 180 seeds. Data were analyzed statistically and tested further with the smallest real difference test (BNT) at 5% level.The results showed that the dosage of 500 ml OLF in the concentration of 3 cc OLF Nasa liter-1 of water gave the highest plant height that is an average 28.73 cm. While the OLF Nasa interval once a week gives the highest plant height is an average of 29.33 cm

    PENDUGAAN EVAPOTRANSPIRASI DI LAHAN AGROFORESTRI DAN LAHAN TERBUKA HUTAN PENDIDIKAN FAKULTAS KEHUTANAN UNMUL

    Get PDF
    Air adalah substansi yang paling melimpah di permukaan bumi dan merupakan komponen utama bagi semua mahluk hidup serta merupakan  kekuatan utama yang secara konstan membentuk permukaan bumi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai elemen-elemen hidrologi untuk pendugaan evapotranspirasi pada lahan agroforestri menggunakan petak ukur limpasan dan lahan terbuka menggunakan lysimeter, penelitian berlokasi di lahan terbuka dan lahan agroforestri di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda (HPFU), pada lahan agroforestri kombinasi jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dan Kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.) dipasang Petak Ukur Limpasan berukuran 10 m × 3,5 m dan pada lahan terbuka dipasang lysimeter berukuran 60 cm × 58 cm yang dibenamkan ke dalam tanah. Metode yang digunakan dalam pendugaan evapotranspirasi ini yaitu menggunakan pendekatan persamaan Neraca Air. Hasil penelitian dengan kejadian hujan sebanyak 30 kali selama ± 4 bulan memiliki total Curah hujan yang tertampung sebesar 882,35 mmdengan total  limpasan permukaan (Q) sebesar 66,92 mm (7,58%), kandungan air tanah (Δs) sebesar 88,78 mm (10,06%) dan infiltrasi (If) sebesar 88,24 mm (10%) dengan nilai evapotranspirasi (Et) sebesar 638,41(72,35%) terjadi pada lahan agroforestri dan pada lahan terbuka total kandungan air tanah (Δs) sebesar 86,77 mm (9,83%), perkolasi (Pc) sebesar 44,42 mm (5,03%) dan limpasan permukaan (LP) sebesar 41,47 mm (4,70%), dengan nilai evapotranspirasi (Et) sebesar 709,69 mm (80,43%)

    Behavioral Dynamics of Farmers and First Buyer in Marketing Mangoes in Sedong District, Cirebon Regency, West Java

    Get PDF
    Mango marketing will be profitable for farmers if they are free to determine one of the first buyers in the market and get the maximum profit. But in reality, most mango farmers have a high dependence on selling their crops to middlemen. This is due to farmers' limitations on market information and access to capital. This research aimed at describe variation of first buyers for mango farmers and farmer's behavior in selling mango crops to first buyer parties. This research was conducted by survey research method. Respondents in this study were 50 mango farmers in Sedong District, Cirebon Regency. The data was analyzed using descriptive statistics and crosstabulation analysis. The results show that the variation of first buyers for mango farmers in Sedong District were a) 1 direction: wholesalers, middlemen/traders b) 2 directions: wholesalers, traditional markets; middlemen/traders, traditional markets; middlemen/traders, wholesalers, dan c) 3 directions: wholesalers, exporters, retailers; middlemen/traders, wholesalers, traditional markets. There are mango farmers who have sold to modern retailers, but have stopped doing partnerships because they are unable to fulfill the quality requirements set by modern retailers. However, majority of mango farmers (72%) in Sedong District still sell mango crops to middleman/traders

    PROSPEK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DI KELURAHAN TERITIP BALIKPAPAN

    Get PDF
    The aim of the research are to describe prospect and  development strategy of mangrove ecoturism in Teritip, East Balikpapan and the potential of ecotourism  development in mangrove forest. Mangrove area at Sub distric Teritip, East Balikpapan was exploitation by local community such as conversion of mangrove forest to fishpond area, settlement,cutting of wood for firewood. The main objective of this research was to formulated strategy of sustainable mangrove ecoturism at Teritip. The result showed that the Mangrove Ecoturism Teritip has potential aspects to develop in reffering to the ecology place, the natural resources including flora and faun

    333

    full texts

    355

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRIFOR
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇