AGRIFOR
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HORMONIK DAN PUPUK PETROGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L) VARIETAS TOSAKAN
Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Hormonik dan pupuk petroganik serta interaksi terhadap pertumbuhan dan produksi sawi hijau serta mendapatkan dosis yang terbaik dari pupuk Hormonik dan pupuk petroganik untuk menghasilkan tanaman sawi hijau yang terbaik.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam percobaan faktorial 4 x 4, dengan dua faktor perlakuan, diulang sebanyak 3 kali ulangan (Blok). Faktor pertama konsentrasi pupuk hormonik (H) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : (h0) tanpa konsentrasi pupuk hormonik (kontrol), (h1) : konsentrasi Pupuk Hormonik 2,5 ml/liter air, (h2) : konsentrasi Pupuk Hormonik 5 ml/liter air, (h3) : konsentrasi Pupuk Hormonik 7,5 ml/liter air. Faktor kedua dosis pupuk petroganik (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : (p0) tanpa dosis pupuk petroganik (kontrol), (p1) : pemberian dosis Pupuk Petroganik 160g/polibag, (p2) : pemberian dosis Pupuk Petroganik 320 g/polybag, (p3) : pemberian dosis Pupuk Petroganik 480 g/polybag.Perlakuan pupuk hormonik berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah per tanaman pada umur 14 hari, 21 hari, dan umur 28 hari setelah tanam. Tanaman tertinggi terdapat perlakuan h3 (konsentrasi Pupuk Hormonik 7,5 ml/liter air.Perlakuan pupuk petroganik berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah per tanaman pada umur 14 hari, 21 hari, dan umur 28 hari setelah tanam. Tanaman tertinggi dan jumlah daun terbanyak pada perlakuan p3 (dosis pupuk 30 ton/ha setara 480 g/tanaman).Perlakuan (HxP) pupuk hormonik dan pupuk petroganik Pada jumlah daun tidak berpengaruh nyata pada umur 14 hari, 21 hari, dan jumlah daun pada umur 28 hari setelah tanam berpengaruh nyata pada perlakuan h3p3 yaitu 14,33 helai akan tetapi berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman umur 21 hari, dan 28 hari setelah tanam, dan berat basah per tanaman. Berat basah per tanaman terberat pada perlakuan h2p3 yaitu 93,00 g/tanaman
EFEKTIVITAS CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI PENGENDALI PENYAKIT BLAST PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa)
Penelitian dilakukan untuk menentukan: cendawan endofit yang terdapat pada tanaman padi (Oryza sativa); persentase daya hambat cendawan endofit terhadap cendawan Pyricularia oryzae Cav.; dan mekanisme antagonis antara masing-masing cendawan endofit terhadap cendawan Pyricularia oryzae Cav.. Penelitian dilakukan di laboratorium terpadu Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, dan sampel tanaman yang terinfeksi serta tanaman sehat dikumpulkan dari Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Hasil penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat sampel dan setiap sampel diulang sebanyak sepuluh kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan endofit yang terisolasi dari tanaman padi (Oryza sativa) adalah Trichoderma sp., Rhizopus sp., Gliocladium sp. dan Penicillium sp. Kompetisiterbukti secara in vitro sebagai mekanisme antagonis Rhizopus sp., sedangkan antibiosis terbukti secara in vitro sebagai mekanisme Penicillium sp.. Trichoderma sp dan Gliocladium sp terbukti memiliki dua mekanisme antagonis yaitu kompetisi dan parasitisme. Kemampuan cendawan endofit sebagai agen biologis untuk bersaing dengan cendawan P. oryzae itu menghasikan perbedaan daya antagonisme, tingkat tertinggi penghambatan terjadi padaP.oryzae vs Gliocladium sp. (78,96%)
STUDI POLA DAN DERAJAT KEMITRAAN PEMASARAN MANGGA ANTARA PETANI MANGGA DENGAN UD WULAN JAYA
Kemitraan mangga seyogyanya dapat meningkatkan kesejahteraan petani mangga, namun sering kali kesepakatan kemitraan antara petani dan perusahaan mitra yang tertuang dalam kontrak belum berfungsi dengan baik dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan derajat kemitraan pemasaran mangga antara petani mangga dengan perusahaan mitra. Objek penelitian adalah hubungan kemitraan antara petani mangga dengan UD Wulan Jaya sebagai perusahaan mitra eksportir mangga di Kecamatan Singdangkasih, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey. Data dianalisis dengan menggunakan pedoman penetapan tingkat hubungan kemitraan usaha pertanian berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian nomor 944/Kpts/OT.210/10/97 Tanggal 13 Oktober 1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang diterapkan oleh UD Wulan Jaya dengan petani mitra adalah pola KOA dengan derajat kemitraan sebesar 721 yang menyatakan bahwa kemitraan berada pada tingkat Madya
IDENTIFIKASI MIKROBA RHIZOSFER PADA TANAMAN LADA MALONAN 1 (Piper nigrum L.) DI KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis-jenis mikroba yang terdapat pada rhizosfer tanaman lada Malonan 1 di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Juli sampai Agustus 2018, di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda.Hasil penelitian diperoleh bahwa mikroba rhizosfer pada tanaman lada teridentifikasi 1 isolat bakteri, 3 isolat fungi dan 3 isolat nematoda. Bakteri terdiri dari 1 Famili yaitu Azotobacteraceae. Fungi meliputi 3 genus yaitu Aspergilus, Colelotrichum dan Trichoderma. Sedangkan nematoda meliputi 3 genus yaitu Dorylaymus, Paratylenchus dan Rhabditis. Jenis-jenis mikroba yang bermanfaat bagi ekosistem tanah meliputi bakteri Azotobacteraceae yang dapat menambat N2 (fiksasi) N2 atau biofertilizer. Fungi Aspergillus dan Trichoderma berperan sebagai agen hayati atau menghambat pertumbuhan patogen (biokontrol) untuk mengendalikan penyakit tanaman. Sedangkan nematoda Dorylaymus, Paratylenchus dan Rhabditis merupakan mikroba perombak atau decomposer
RESPON MORFOGENESIS EKSPLAN PUCUK ANGGREK TEBU (Grammatophylum speciosum Blume) SECARA IN VITRO TERHADAP BEBERAPA KONSENTRASI KINETIN
Sugarcane orchid (Grammatophyllum speciosum Blume) are known as a type of giant orchid, adult orchids can weigh 1 ton, panicle can grow up to 2.5 – 3 meters with a diameter of about 1.5-2 cm. Each panicle has dozens, even reaching one hundred flower buds, each with a diameter of about one 10 cm. Sugarcane orchids are a type of plant that is protected because its existence is increasingly scarce so that it needs in vitro propagation techniques to support its survival. To improve the growth of Grammatophyllum speciosum Blume in vitro shoot tip was growing on MS medium with varying concentration of kinetin (0, 1, 2, 3, and 4 mg L-1) with 5 replications. Shoot tip from in vitro culture around 1 cm lengt was used as explants. Observations carried out for 8 weeks after inoculation.The results showed that shoot explants tip growth well in MS basic medium. The addition of kinetin to the medium, increases growth rate of culture. Increasing the concentration of kinetin tends to increase the growth. The best concentration for growth induction on plant height, stem diameter, leaves length and length of roots was 2 mg.L-1 kinetin, On the other hand 3 mg.L-1 kinetin gave best response on number of leaves and 4 mg.L-1 kinetin was the best concentration on leaves width and number of roots
PENGARUH PUPUK TANIJAU DAN NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris Schard) VARIETAS ANGELA FI
Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk Tanijau dan NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka varietas Angela F1 serta untuk memperoleh dosis pupuk Tanijau dan NPK Mutiara yang sesuai untuk meningkatkan produksi tanaman semangka (Citrullus vulgaris Schard) Varietas Angela F1. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan analisis faktorial 4 x 4 dan terdiri atas 3 ulangan (blok). Faktor pertama adalah Dosis Pupuk Tanijau (A) yang terdiri atas 4 taraf. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara (N) yang terdiri atas 4 taraf.Perlakuan pupuk Tanijau tidak berpengaruh nyata terhadap parameter umur panen dan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 20, 40, 60 hari setelah tanam, umur keluar bunga, diameter buah, berat buah per petak produksi serta produksi buah. Produksi buah tertinggi terdapat pada perlakuan a3 (30 ton/ha), yaitu 38,23 ton/ha. Perlakuan pupuk NPK Mutiara tidak berpengaruh nyata terhadap parameter umur panen tetapi berpengaruh nyata terhadap parameter umur keluar bunga dan berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tanaman umur 20, 40, 60 hari setelah tanam, diameter buah, berat buah per petak produksi serta produksi buah. Produksi buah tertinggi terdapat pada perlakuan n3 (900 kg/ha), yaitu 28,44 kg/ha. Interaksi perlakuan antara pupuk Tanijau dan pupuk NPK Mutiara tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 20 hari setelah tanam, umur keluar bunga, umur panen, diameter buah, berat buah per petak produksi dan produksi buah tetapi berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 40 dan 60 hari setelah tanam. Produksi buah tertinggi terdapat pada perlakuan a3n2 (30 ton/ha dan 600 kg/ha), yaitu 41,00 ton/ha
KARAKTERISTIK AGRONOMIS TANAMAN AREN GENJAH (Arenga pinnata) DAN KAKAO (Theobroma cacao L.) SEBAGAI TANAMAN SELA MELALUI PEMUPUKAN PADA PENANAMAN SISTEM JALUR
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk SP-36 dan pupuk kotoran kambing terhadap karakteristik agronomis tanaman aren genjah yang terbaik dan hasil tanaman kakao sebagai tanaman sela serta intensitas serangan hama dan penyakit pada penanaman sistem jalur. Penelitian dilaksanakan di lahan di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan diulang sebanyak 4 kali. Percobaan faktorial terdiri dari 2 faktor, sebagai faktor pertama adalah pupuk SP-36 (p) terdiri dari 3 taraf: p0 = 0 kg tanaman-1 (kontrol); p1 = 0.4 kg tanaman-1; p2 = 0.8 kg tanaman-1. Faktor kedua adalah pupuk kotoran kambing (k) terdiri dari 3 taraf: k0 = 0 kg tanaman-1 (kontrol); k1 = 7.5 kg tanaman-1; k2 = 15 kg tanaman-1. Variabel yang diamati meliputi: 1) tanaman aren genjah: a. batang: lilitan batang, b. daun: panjang tangkai daun, jumlah daun (pelepah), panjang racis daun, jumlah anak daun, panjang anak daun, lebar anak daun, panjang tangkai pelepah, tebal tangkai pelepah, 2) tanaman kakao: hasil buah kakao dan intensitas serangan hama dan penyakit 3) analisis sifat kimia tanah : pH, C-organik, N, P, K, Kation basa, Kation asam, KTK dan Kejenuhan basa, 4) analisis mikroorganisme tanah. Data dianalisis dengan sidik ragam dan jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Sedangkan analisis karakteristik kimia tanah menggunakan kriteria penilaian status kimia tanah dan status kesuburan tanah dari Pusat Penelitian Tanah.Hasil penelitian pemberian pupuk SP-36 menunjukkan berbeda sangat nyata terhadap karakteristik batang tanaman aren genjah yaitu lilitan batang umur 6 bulan setelah perlakuan (bsp) dan 9 bsp serta berbeda nyata terhadap karakteristik daun tanaman aren genjah yaitu panjang tangkai daun umur 3 bsp, 6 bsp dan 9 bsp, panjang racis daun umur 9 bsp dan jumlah pelepah umur 9 bsp. Pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 0.8 kg tanaman-1 (p2) memberikan pertumbuhan tanaman aren genjah yang terbaik.Perlakuan pupuk kotoran kambing serta interaksi antara pupuk SP-36 dan pupuk kotoran kambing berbeda tidak nyata terhadap tanaman aren genjah pada semua variabel pengamatan dan hasil buah kakao.Hasil pengamatan rata-rata intensitas serangan hama pada buah kakao adalah 58.94% dan termasuk kedalam kategori rusak sedang. Sedangkan rata-rata intensitas serangan penyakit pada buah kakao adalah 33.34% dan termasuk kedalam kategori rusak ringan.Hasil analisis sifat kimia tanah menunjukkan pH tanah 5.49 (masam), kandungan C organik 3.51% (sedang), C/N rasio 17.13 (tinggi), N 0.20 (rendah), P 4.00 (rendah) dan K 100.68 (tinggi).Hasil analisis mikroorganisme tanah menunjukkan lahan penelitian teridentifikasi bakteri terdiri dari 2 Famili yaitu Azotobacteraceae dan Bacillus, jamur dengan genus Trichoderma serta Nematoda terdiri dari 3 genus yaitu Rotylenchus, Rabditis dan Dorylaimus. Mikroorganisme tanah tersebut berperan sebagai biofertilizer, biofungisida dan dekomposer
PENGARUH PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) VARIETAS NAULI F1.
Jenis sawi yang cukup populer dan banyak dikonsumsi masyarakat antara lain pakcoy dan pakcoy termasuk jenis yang banyak dibudidayakan petani saat ini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kambing dan POC Nasa serta interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, dan untuk mendapatkan dosis yang terbaik dari pupuk kandang kambing dan konsentrasi POC Nasa untuk menghasilkan tanaman pakcoy yang tinggi.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam Percobaan Faktorial 4 x 4, dengan dua faktor perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing (K) yang terdiri atas 4 taraf yaitu : tanpa pupuk kandang kambing (k0), 5 Mg ha-1 atau 37,00 g polibag-1(k1); 7,5 Mg ha-1 atau 56,25 g polibag-1(k2), dan 10 Mg ha-1 atau 75,00 g polibag-1 (k3). Faktor kedua adalah konsentrasi POC Nasa (N) yang terdiri atas 4 taraf yaitu : tanpa POC Nasa (n0), 2 ml l-1 air (n1), 4 ml l-1 air (Nn), dan 6 ml -1 air (3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Perlakuan pupuk kandang kambing berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 14, 21, dan 28 hari setelah tanam, dan produksi tanaman pakcoy. Perlakuan POC Nasa berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 14, 21, dan 28 hari setelah tanam, dan produksi tanaman pakcoy. Perlakuan interaksi antara pupuk kandang kambing dan POC Nasa berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 14, 21, dan 28 hari setelah tanam, dan produksi tanaman pakcoy. Produksi tanaman pakcoy yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan kombinasi 75,00 g-1 polibag pupuk kandang kambing dan 6 ml l-1 air POC Nasa (k3n3) yaitu 181,60 g-1 polibag, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada kombinasi tanpa pupuk kandang kambing dan tanpa POC Nasa (k0n0) yaitu 26,60 g-1 polibag
PENGARUH PUPUK PROCAL DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum MILL.) VARIETAS TIMOTY F1
Tujuan penelitian adalah untuk : (1) mengetahui pengaruh pupuk organik Procal dan pupuk kandang kambing serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman tomat Varietas Timoty F1; dan (2) mengetahui dosis pupuk organik Procal dan pupuk kandang kambing yang tepat untuk memperoleh produksi tanaman tomat Varietas Timoty F1 yang maksimal.Penelitian menggunakan Percobaan Faktorial 4 x 4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk Procal (P) yang terdiri atas 4 taraf : tanpa pupuk Procal (p0), 5 g polibag-1 (p1). 10 g polibag-1 (p2); dan 15 g polibag-1 (p3). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kambing (K) terdiri atas 4 taraf : tanpa pupuk kandang kambing (k0), 300 g polibag-1 (k1), 600 g polibag-1 (k2), dan 900 g polibag-1 (k3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pemberian pupuk Procal berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 dan 40 hari setelah tanam dan pada saat panen, lingkar batang pada umur 14 hari setelah tanam dan pada saat panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 15 g polibag-1 (p3) yaitu 3,07 kg tanaman-1, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk organik Procal (p0) yaitu 2,04 kg tanaman-1; (2) pemberian pupuk kandang kambing berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 40 hari setelah tanam dan pada saat panen, lingkar batang pada umur 14 hari setelah tanam dan pada saat panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 900 g polibag-1 (k3) yaitu 2,97 kg tanaman-1, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk kandang kambing (k0) yaitu 1,98 kg tanaman-1; dan (3) interaksi antara pupuk Procal dan pupuk kandang kambing berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 dan 40 hari setelah tanam dan pada saat panen, lingkar batang pada umur 14 dan 40 hari setelah tanam dan pada saat panen, dan berat buah per tanaman, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah per tanaman
FITOKIMIA DAN POTENSI ANTIOKSIDAN DAUN JEMBELU (Embelia sp.) TANAMAN OBAT DARI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daun jembelu telah dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan Timur sebagai penambah citarasa pada masakan dan bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol pada olahan daging. Pemanfaatan daun jembelu sebagai tanaman obat perlu didukung melalui penelitian sehingga khasiatnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penggunaan tanaman obat memiliki kelebihan diantaranya harga lebih murah, aman dan lebih sedikit efek samping. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan potensi antioksidan daun jembelu dari Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai tanaman obat. Penelitian ini menggunakan metode analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk tabulasi dan gambar. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dan gambaran aktivitas antioksidan yaitu dinyatakan dengan IC50. Hasil yang didapat lalu dihitung dengan menggunakan analisis data regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa aktif yang terdapat dalam daun jembelu meliputi alkaloid, fenolik dan steroid. Ekstrak metanol daun jembelu memiliki aktivitas antioksidan yang rendah dengan nilai IC50, sebesar 85.206 ppm