AGRIFOR
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
STUDI TENTANG PEMANFAATAN LAHAN DENGAN POLA AGROFORESTRY PADA KEBUN BELIMBING DI DESA MANUNGGAL JAYA KECAMATAN TENGGARONG SEBRANG
Manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan kebun yang berbasis agroforestry adalah produksi hasil tanaman berjangka panjang bagi petani secara ekonomi dan menjaga tanah tetap subur serta produktif.Tujuan Penelitian adalah bertujuan untuk mendeskripsikan pola agroforestry dari aspek ekologi dan ekonomi pada kebun belimbing di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2019 dan bertujuan untuk mengetahui pola agroforestry dalam pemanfaatan lahan yang diterapkan oleh pemilik lahan, baik itu dari aspek finansial maupun aspek ekologi.Metode pada penelitian ini menggunakan metode ekplorasi melalui observasi langsung dilapangan dengan menggunakan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Data dan informasi dikumpulkan melalui pembuatan kuisioner wawancara, studi dokumentasi, pengamatan dilapangan, kemudian diklasifikasi segala jenis biaya yang diperlukan dalam usahatani ini sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya usaha ini dijalankan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwasannya pola agroforestry yang diterapkan adalah dengan sistem agroforestry kebun campuran dengan pola tanam acak dan pola tanam teratur, untuk tanaman belimbing merupakan tanaman yang paling sering dijumpai bersama juga tanaman jambu air dan jambu kristal. Sedangkan hasil dari analisis finansial menunjukan Net Present Value > 0 yaitu Rp. 586.153.801 pada suku bunga 20%, Net Benefit Cos Ratio > 1 yaitu 5,35 pada suku bunga 10%, dan Internal Rate Of Return 19,4% pada tahun ke 7
ANALISIS POTENSI EKONOMI LOKAL DAN MODEL PENGEMBANGAN PERTANIAN DI KABUPATEN MAHAKAM ULU
Kabupaten Mahakam Ulu memiliki sumberdaya yang sebagian telah dikelola oleh masyarakat menjadi kegiatan ekonomi yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan melakukan assessment serta melukiskan model pengembangan pertanian di Kabupaten Mahakam Ulu. Statistika deskriptif digunakan untuk menganalisis data penelitian. Kabupaten Mahakam Ulu memiliki potensi ekonomi yang terdapat pada berbagai lapangan usaha. Terdapat peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal di wilayah tersebut. Potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya fisik mendukung pengembangan kegiatan ekonomi pada tingkat lokal di Kabupaten Mahakam Ulu. Peengembangan pertanian dapat dilakukan dengan program/kegiatan yang sesuai dengan potensi ekonomi lokal. Model pengembangan pertanian menunjukkan pembangunan pertanian dipengaruhi dan didukung oleh pembangunan pada lapangan usaha lainnya
POTENSI KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) DAN GAMAL (Gliricidia sp.) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA UNTUK PENGEMBANGAN PELET KAYU
Negara-negara di dunia, khususnya Eropa, Jepang, Korea Selatan dan China, mulai beralih ke penggunaan energi terbarukan yaitu pelet kayu. Indonesia dengan iklim tropis, keanekaragaman jenis tanaman dan ketersediaan lahan untuk pengembangan sumber energi ini, berpeluang menjadi salah satu produsen utama pelet kayu, baik untuk memenuhi permintaan nasional atau internasional. Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki hutan rakyat dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai produsen pelet kayu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi awal tentang jenis tanaman kayu potensial di DI Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan studi pustaka dan survey kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kabupaten Bantul (22 KTH), Gunungkidul (15 KTH), Kulonprogo (15 KTH) dan Sleman (19 KTH). Cabang dan ranting kering merupakan sumber bahan bakar kayu utama bagi KTH di DI Yogyakarta, tanpa melihat jenis tanamannya. Jenis kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan gamal (Gliricidia sp.) sebagai jenis potensial untuk pelet kayu ditanam sebagai sumber hijauan makanan ternak, sumber nektar untuk peternakan lebah madu dan untuk konservasi tanah. Kedua jenis ini ditanam sebagai tanaman tepi di pinggir lahan, diantara tanaman pertanian dan atau tanaman berkayu, bukan sebagai tanaman utama. Jumlah yang ditanam sangat variatif berkisar antara 0 - 2000 pohon kaliandra/ha dan 0 - 3000 pohon gamal/ha. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa jenis potensial untuk produksi pelet kayu, kaliandra dan gamal sudah ditanam di 4 kabupaten tersebut. Namun penanaman kedua jenis tersebut perlu dikembangkan agar dapat mendukung produksi pelet kayu
ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN PADA AGROWISATA SAPI PERAH DI BERASTAGI
Agrowisata merupakan usaha diversifikasi dan peningkatan kualitas dari usaha tani, dimana pada usaha ini menekankan pada penjualan jasa kepada konsumen. Hal ini berarti dalam praktiknya pemilik akan memberikan fokus lebih banyak pada penyediaan layanan. Dalam memasarkan jasa khususnya, kualitas layanan merupakan hal yang sangat penting, baik yang terlihat (tangible) maupun yang tidak (intangible). Agrowisata yang menjadi objek penelitian merupakan satu-satunya peternakan sapi perah di Sumatera Utara. Banyaknya pengalaman dan hal-hal lain yang ditawarkan oleh perusahaan ini membuat perusahaan dan pengelola harus secara ekstra menampilkan dan menyediakan layanan dengan kualitas yang baik. Oleh karena itu, perusahaan ini harus membuat strategi yang fokus pada kepuasaan konsumen, mempertahankan, dan menciptakan loyalitas konsumen melalui layanan yang diberikan. Populasi penelitian ini adalah wisatawan atau pengunjung Agrowisata Sapi Perah yang bertempat di Berastagi. Sampel ditentukan dengan menggunakan non probability sampling dengan teknik accidental dan didapat sampel sebanyak 75 orang wisatawan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner atau angket yang diberikan kepada pengunjung/ wisatawan yang berkunjung pada saat penelitian dilakukan (accidental sampling). Data yang didapat akan dianalisis menggunakan SEM (structural equation model) dengan menggunakan software PLS (partial least square). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruk kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan agrowisata sapi perah terutama pada variable empati. Penelitian ini diharapkan mampu membantu pihak agrowisata meningkatkan kualitas layanan yang akan menciptakan kepuasan pengunjung
TEKNOLOGI BIOMASSA BERBASIS LIMBAH PERKEBUNAN SALAK (Salacca zalacca) SEBAGAI PUPUK KOMPOS DI DESA SUMBER KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG
Teknologi Biomasssa Berbasis Limbah Perkebunan Salak (Salacca Zalacca) Sebagai Pupuk Kompos Di Desa Sumber Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Untuk Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza Sativa. L). Penelitian Ini Dilakukan Bertujuan Untuk Mengetahui Manfaat Limbah Perkebunan Salak ( Salacca Zalacca ) Sebagai Pupuk Kompos Di Desa Sumber Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang hasil Pengomposan akan di aplikasikan pada Tanaman Padi (Oryza sativa.L).Berdasarkan kandungan tersebut menandakan bahwa pelepah daun salak memiliki potensi untuk dijadikan pupuk organic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh aplikasi pupuk Kompos Pelepah Salak terhadap pertumbuhan Benih Padi, (2) dosis pupuk Kompos agar bibit Benih Padi dapat tumbuh secara optimal. Dalam penelitian ini digunakan rancangan acak Kelompok (RAK) dengan tiga Perlakuan, Perlakuan pertama menggunakan 0,5 kg/10 kg tanah, perlakuan kedua menggunakan 1 kg/10 kg tanah, perlakuan ke tiga 1,5 kg/10 kg tanah dan Perlakuan Kontrol tanpa pemberian Dosis Pupuk kompos, pada masing-masih perlakuan mendapatkan lima kali pengulangan.Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan benih Padi, (2) Penggunaan dosis pupuk organik 1,5 kg/10 kg tanah memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya
PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA
The role of the agricultural sector in the regional development of Simalungun Regency, North Sumatra Province. The purpose of this study was to analyze the role of the agricultural sector in regional development in Simalungun Regency, North Sumatra Province. The data in this study were obtained from the Central Statistics Agency of Simalungun Regency and the Central Statistics Agency of North Sumatra Province from 2015-2019. The results showed that based on the value of the Gross Regional Domestic Product (PDRB), it can be seen from the economic growth in the region. When viewed from the PDRB of Simalungun Regency in the agriculture, forestry and fisheries sectors, it has the potential to be developed. The GDP contribution of the fisheries sector was 48.67 percent with a growth rate of 7.32. Based on the results of the LQ analysis, the agricultural sector in Simalungun Regency is a basic or superior sector with a contribution of 3.44 followed by Water Supply, Waste Management, Waste and Recycling of 1.12 and Wholesale and Retail Trade, and Car and Motorcycle Repair 1.09. As for the crop and vegetable horticulture agricultural sector commodity that contributed, namely cabbage with a harvest area of 2,406 hectares (21.50%). Of the food crops, namely lowland rice and oil palm, are plantation commodities with the highest production reaching 555,551 tons (97.76%)
PENGARUH DURASI DAN JEDA SISTEM IRIGASI TETES TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY (Brassica rapa L. ssp. chinensis)
Ketersediaan sumber air yang semakin berkurang dan tidak menentu akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global, mengakibatkan perlunya suatu teknologi yang memungkinkan untuk mengatur jumlah air yang sesuai kebutuhan tanaman dan interval penyiraman tanaman yang tepat, sehingga ketersediaan air dapat terjaga pada musim kemarau dan pertumbuhan serta produktivitas tanaman juga menjadi optimal. Pengaturan jumlah air yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan interval penyiraman dikarenakan bidang pertanian merupakan faktor yang sangat membutuhkan air dan sangat boros untuk penggunaan air. Durasi ialah lamanya penyiraman yang diberikan per hari dan jeda ialah lamanya penyiraman pada pagi, siang dan sore. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh durasi dan jeda sistem irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy dan untuk mengetahui durasi dan jeda sistem irigasi tetes yang efisien dalam penggunaan air pada tanaman sawi pakcoy. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan. Setiap diulang perlakuan sebanyak 4 kali. Perlakuan 3 dengan durasi 90 menit dan jeda pemberian air pagi dari 06:00-06:40, siang 13:00-13:10 dan sore 17:00-17:40 memberi pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy dengan rata-rata tinggi tanaman tertinggi yaitu 30,21 cm dan jumlah dengan daun rata-rata 14,75 helai dan durasi dan jeda sistem irigasi tetes yang efisien dalam penggunaan air pada tanaman sawi pakcoy ialah perlakuan 3 dengan durasi 90 menit dan jeda pemberian air pagi dari 06:00-06:40, siang 13:00-13:10 dan sakit 17:00-17:40
PENGARUH PUPUK KOMPOS LIMBAH SOLID SAWIT DAN GANDASIL D TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) VARIETAS PARADE TAVI
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Kompos Solid Limbah Sawit dan pupuk Daun Gandasil D serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kacang Panjang, serta untuk mengetahui konsentrasi pupuk Kompos Solid Limbah Sawit dan pupuk Daun Gandasil D yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kacang Panjang.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dalam percobaan faktorial 3 x 3, dengan 4 ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor I adalah pupuk Kompos Solid Limbah Sawit (S), terdiri atas 3 taraf, yaitu : s0 =tanpa pupuk kompos solid limbah sawit (kontrol), s1 = dosis pupuk kompos solid limbah sawit 40 g /polibag, s2 =dosis pupuk kompos solid limbah sawit 60 g/polibag. Faktor II adalah pupuk Daun Gandasil D (D), terdiri atas 3 taraf, yaitu : d0 =tanpa pupuk daun gandasil d (kontrol), d1 = dosis pupuk daun gandasil d 10 g/10 liter air, d2 =dosis pupuk daun gandasil d 30 g/10 liter air.Pengaruh pemberian Pupuk Kompos Solid Limbah Sawit berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman 15, 30 dan 45 HST, umur sangat berbunga, umur panen dan panjang buah per tanaman. Panjang buah per tanaman terpanjang terdapat pada perlakuan s1 (40 g/tanaman) yaitu 81,15 cm.Pengaruh pemberian Pupuk Gandasil D berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman 15, 30 dan 45 HST, umur saat berbunga, umur panen dan panjang buah per tanaman. panjang buah per tanaman terpanjang terdapat pada perlakuan d1 (10 g/10 liter air) yaitu 81,15 cm.Pengaruh interaksi Pupuk Kompos Solid Limbah Sawit dan Pupuk Gandasil D berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30, 45 HST, umur panen, jumlah buah per tanaman dan panjang buah per tanaman. Berpengaruh nyata pada umur saat berbunga. Jumlah buah per tanaman terbanyak pada interaksi s1d1 yaitu 8,69 (9 buah) dan panjang buah per tanaman terpanjang pada interaksi s1d1 yaitu 83,50 cm
PENGARUH PUPUK SP-36 DAN PUPUK BIO-URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG HIJAU (Solanum melongena L.) VARIETAS ARYA HIJAU
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk sp-36 dan pupuk bio-urine sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong hijau, serta untuk mengetahui dosis pupuk sp-36 dan pupuk bio urine sapi yang tepat untuk menghasilkan tanaman terong yang bagus.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dalam percobaan factorial 4x4, dengan 4 ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Factor I adalah pupuk SP-36 (S), terdiri atas 4 taraf. Faktor II adalah pupuk bio-urine sapi (B), terdiri atas 4 tarafHasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk SP-36 (S) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah terong tertinggi terdapat pada perlakuan s3 pupuk SP-36, yaitu 1,81 kg/tanaman, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan s0, yaitu 1,52 kg/tanaman.Perlakuan pupuk SP-36 (S) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah terong tertinggi terdapat pada perlakuan s3 (SP-36), yaitu 1,81 kg/tanaman, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan s0, yaitu 1,58 kg/tanaman.Perlakuan pupuk bio-urine sapi (B) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah terong tertinggi terdapat pada perlakuan b3 (bio-urine sapi), yaitu 2,04 kg/tanaman, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan b0, yaitu 1,14 kg/tanaman.Interaksi perlakuan (SxB) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman
PENGARUH MEDIA TANAM DAN NUTRISI ORGANIK TANAMAN (NOT) LAU KAWAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS TAKAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam, aplikasi Nutrisi Organik Tanaman Lau Kawar dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah serta mendapatkan media tanam dan Nutrisi Organik Tanaman.Penelitian ini dilakukan dari Maret hingga Juni 2019 di Desa Sungai Pinang Dalam, Kabupaten Sungai Pinang, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam Percobaan Faktorial 3 x 3 dan 5 replikat. Faktor pertama adalah media tanam (M) yang terdiri 3 level, yaitu: media tanam humus (m0), media tanam humus + kotoran kambing 2: 1 (m1), dan media tanam topsoil + kotoran kambing + bahan bakar kulit 2: 1: 1 (m2). Faktor kedua adalah konsentrasi Gizi Organik Tanaman Lau Kawar (P) yang terdiri dari 3 level, yaitu: tanpa Gizi Organik Tumbuhan Lau Kawar (p0), 2 ml l-1 air (p1) dan 4 ml l-1 air (p2) .Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan media tanam dan aplikasi Nutrisi Organik Tumbuhan Lau Kawaraplikasi dan interaksinya tidak signifikan pada semua parameter pengamatan, dan media tanam dan konsentrasi Nutrisi Organik Tumbuhan Lau Kawar tidak sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah