AGRIFOR
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PERTANIAN DAN PETERNAKAN DALAM RANGKA PERCEPATAN PERTUMBUHAN INDUSTRI KELOMPOK TEKSTIL, KULIT, DAN KARET DI KALIMANTAN TIMUR
Industri manufaktur di Kalimantan Timur termasuk diantaranya kelompok tekstil, kelompok kulit (kulit, barang dari kulit, dan alas kaki), dan kelompok karet (karet, barang dari karet, dan plastik), perlu dipacu pertumbuhannya karena pertumbuhan nilai brutonya relatif masih rendah jika dibandingkan beberapa tahun lalu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan industri manufaktur; pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet; dan pertumbuhan nilai tambah bruto industri di Kalimantan Timur; mendeskripsikan peran pertanian sebagai pemasok bahan baku bagi industri serta merumuskan upaya pengembangan pertanian dan peternakan untuk mempercepat pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jumlah industri manufaktur di Kalimantan Timur menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat khususnya industri kelompok tekstil dan karet, tetapi jumlah industri kelompok kulit mengalami penurunan pada beberapa tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor industri berfluktuasi di Kalimantan Timur, di mana terjadi peningkatan pada industri kelompok kulit dan karet pada beberapa tahun terakhir, sebaliknya terjadi pada industri kelompok tekstil. Laju pertumbuhan nilai bruto industri manufaktur di Kalimantan Timur (3,58 pada tahun 2023) perlu ditingkatkan. Sektor pertanian dan peternakan berperan sebagai pemasok bahan baku bagi industri. Upaya pengembangan sektor pertanian dan peternakan untuk mempercepat pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet antara lain peningkatan permintaan akan produk; peningkatan kuantitas dan kualitas pelaku usaha; optimalisasi pemanfaatan lahan; efisiensi penggunaan sarana produksi dan penggalakan diversifikasi sarana produksi; dan penerapan teknologi yang sesuai dalam proses produksi.
LAJU INFILTRASI DAN PERMEABILITAS TANAH PADA TEGAKAN SENGON, SEMAK, DAN LAHAN TERBUKA
Karakteristik infiltrasi dan permeabilitas tanah berperan penting dalam mengatur siklus hidrologi, yang dipengaruhi oleh perbedaan penutupan lahan dan kondisi vegetasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju infiltrasi dan nilai permeabilitas tanah pada tegakan sengon, semak, dan lahan terbuka. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan alat double ring infiltrometer dan permeabilitas tanah diukur dengan menggunakan permeameter. Sifat-sifat fisik tanah dianalisis di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di tegakan sengon sebesar 51,24 cm/jam termasuk klasifikasi sangat cepat, di semak sebesar 7,56 cm/jam termasuk klasifikasi agak cepat, dan di lahan terbuka sebesar 4,32 cm/jam termasuk klasifikasi sedang. Permeabilitas tanah tertinggi pada tegakan sengon (2,25 cm/jam dengan klasifikasi sedang) diikuti semak (1,57 cm/jam dengan klasifikasi agak lambat) dan lahan terbuka (1,10 cm/jam dengan klasifikasi agak lambat). Laju infiltrasi dan permeabilitas tanah berkaitan dengan sifat-sifat fisik tanah dan kemiringan lahan. Informasi tentang kemampuan tanah dalam meresapkan air dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya konservasi tanah dan air pada berbagai tipe tutupan vegetasi sehingga dapat memperkecil limpasan permukaan pada tutupan lahan berbeda
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA PENGOLAHAN IKAN TENGIRI DI KAMPUNG TALISAYAN KABUPATEN BERAU (STUDI KASUS UMKM CITA RASA)
Analisis Nilai Tambah Usaha Pengolahan Ikan Tengiri Di Kampung Talisayan Kabupaten Berau (Studi Kasus Umkm Cita Rasa). Ikan tenggiri merupakan salah satu komoditas perikanan tangkap laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun perlu diketahui bahwa ikan tenggiri memiliki sifat yang mudah rusak atau busuk. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui proses diversifikasi produk pangan olahan yang dapat memberikan nilai tambah pada ikan tenggiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan ikan tenggiri pada UMKM Cita Rasa. Penelitian ini dilakukan di UMKM Cita Rasa Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan Kabupaten Berau pada bulan April-Juni 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi kerupuk tenggiri sebesar Rp6.134.098,71 produksi-1 dan pengolahan pentol tenggiri sebesar Rp2.185.482,18 produksi-1. Pendapatan rata-rata kerupuk ikan tenggiri adalah Rp8.950.000 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri adalah Rp3.000.000 produksi-1. Pendapatan rata-rata kerupuk ikan tenggiri adalah Rp2.815.901,29 produksi-1 dan pengolahan pentol ikan tenggiri adalah Rp814.517,82 produksi-1. Nilai tambah bersih rata-rata kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp3.537.000 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp1.466.120 produksi-1, nilai tambah bersih rata-rata kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp3.470.901 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp1.399.518 produksi-1, nilai tambah bersih rata-rata per kemasan kerupuk ikan ukuran 230 gr sebesar Rp3.913,27 kemasan-1, ukuran 400 gr sebesar Rp3.232,70 kemasan-1, dan ukuran 800 gr sebesar Rp3.062,56 kemasan-1. Nilai tambah bersih rata-rata per kemasan pentol ikan tenggiri sebesar Rp11.663 kemasan-1. Nilai tambah rata-rata bahan baku kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp17.685 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp33.321 produksi-1. Nilai tambah rata-rata per tenaga kerja untuk kerupuk ikan kembung sebesar Rp147.375 produksi-1 dan pentol ikan kembung sebesar Rp183.265 produksi-1
PROFIL KEANEKARAGAMAN HAYATI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
Studi ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 29 Tahun 2009 Tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di daerah yaitu dilakukan secara eksplorasi dengan kombinasi metode Focus Group Discussion (FGD) untuk mengumpulkan data keanekaraman hayati.Hasil studi menunjukan bahwa keanekaragaman hayati Kabupaten Kotawaringin Barat cukup tinggi, dimana jenis liar daratan dan perairan yang belum bernilai ekonomi teridentifikasi untuk jenis tumbuhan sebanyak 532 jenis dan satwa sebanyak 879 Jenis. Jenis liar daratan dan perairan yang sudah bernilai ekonomi dari jenis tumbuhan teridentifikasi 15 jenis dan satwa sebanyak 39 Jenis. Jenis yang sudah dibudidayakan teridentifikasi sebanyak 134 jenis. Jenis tumbuhan obat berdasarkan pengetahuan tradisional ditemukan sebanyak 90 jenisKeanekaragaman hayati di Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi aset dalam pembangunan daerah. Dilain sisi, bertambahnya jumlah penduduk akan berbanding lurus terhadap aktifitas pemanfaatan sumberdaya hayati. Hal ini dapat menjadi ancaman terhadap keanekaragaman hayati jika pemanfaatannya dilakukan secara tidak bijaksana. Terganggunya keanekaragaman hayati akan berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan lingkungan yang berdampak pada munculnya penyakit dan bencana alam. Karena itu, penting menjaga kestabilannya dengan cara melakukan pematauan secara berkelanjutan melalui pembaharuan data tahuna
IDENTIFIKASI POTENSI DAN HAMBATAN PENGEMBANGAN TANAMAN TORBANGUN (Coleus amboinicus L)
Coleus amboinicus, known locally as torbangun, is a shrub from the Lamiaceae family that has thick stems, hairy green leaves, and a distinctive aroma. This plant is widely used in traditional medicine for various purposes, including increasing breast milk production and treating digestive disorders. C. amboinicus has great potential in developing pharmaceutical and nutraceutical products thanks to its active phytochemical content such as flavonoids, phenolics and essential oils. The potential for research development lies in further exploration of the bioactive contents of this plant and the mechanisms of its therapeutic action. Some examples of developments that can be carried out include clinical research regarding the effectiveness of torbangun in antimicrobial therapy, anticancer and immunomodulatory effects. In addition, optimization of extraction methods and more efficient identification of bioactive components are also potential areas for further research. However, the development of C. amboinicus also faces several obstacles, including a lack of clinical data supporting the safety of long-term use as well as obstacles in mass cultivation outside its natural habitat. More in-depth research is needed to overcome these challenges, especially in aspects of agronomy, biotechnology, and product formulation that meets modern pharmaceutical standar
PENGARUH INVIGORASI MENGGUNAKAN MICROBUBBLE PADA BENIH TREMBESI DI JAWA BARAT UNTUK MENDUKUNG INOVASI AEROSEEDING
Jawa Barat merupakan provinsi dengan data kejadian yang paling banyak mengalami bencana alam. Penyebabnya dikarenakan pertumbuhan penduduk di Jawa Barat yang tinggi. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi akan mendorong penduduk untuk memperoleh kawasan hunian baru yang terus menyebar dengan diiringi pengalihan fungsi lahan hutan untuk memenuhi kebutuhan perekonomian tanpa mempertimbangkan aspek kelestarian. Akibatnya adalah terbentuk beberapa lahan kritis yang bersifat rawan bencana seperti longsor, banjir atau lainnya. Oleh karena itu, maka lahan tersebut perlu direhabilitasi dengan penghijauan kembali. Tapi, masalahnya tidak semua lahan kritis bisa dijangkau apabila dilakukan penghijauan dengan metode konvensional. Inovasi terbaru yaitu Aeroseeding memberi solusi penanaman melalui udara. Namun, dalam penggunaan metode Aeroseeding sangat dibutuhkan benih yang bermutu fisiologis tinggi sehingga terjamin keberhasilan rehabilitasi lahan. Salah satu teknologi yang mampu mendukung benih untuk cepat berkecambah adalah invigorasi dengan Microbubble. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas invigorasi menggunakan teknologi Microbubble pada benih pohon yang paling banyak ditemukan di Jawa Barat untuk mendukung inovasi Aeroseeding dalam upaya penanganan rehabilitasi lahan. Penelitian ini menggunakan jenis benih Trembesi. Rancangan penelitiannya adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor dan terdiri atas tiga ulangan, dengan masing masing ulangan terdiri dari 50 jumlah benih. Faktor pertama yaitu perlakuan benih terhadap pemberian rendaman menggunakan microbubble (A1) dan rendaman air biasa (A2). Faktor kedua penanaman dengan metode benih dibuat dengan komposisi yang diatur dalam bentuk seedball (B1) dan tabur langsung (B2). Hasil menunjukan bahwa perendaman dalam larutan air Microbubble dapat meningkatkan viabilitas dan efektif untuk benih pohon yang diperoleh dari jawa barat dengan disertai penaburan meetode seedball, sehingga dapat diaplikasikan dalam kegiatan Aeroseeding di lahan kritis Jawa Barat
STUDY OF SOIL PHYSICAL QUALITY ON COAL MINE RECLAMATION LAND IN PT. SUMBER BARA ABADI, KUTAI KARTANEGARA DISTRICT
Conducting a study on the physical quality of soil on coal mine reclamation land is important for the purpose of carrying out the monitoring and evaluation function of the reclamation activity. The aim of reclamation is to restore, maintain, and improve the quality of soil impacted by mining activities. It is important to evaluate soil physical properties because improving them requires a sufficient amount of time. The results of evaluating soil physical characteristics are recorded as a soil physical quality index that can be used as input for further soil management actions.This research was conducted in PT. Sumber Bara Abadi, Kutai Kartanegara District and the soil analysis was carried out at the Faculty of Agriculture, Mulawarman University from August to November 2022. Surveys and soil sampling were conducted after direct observations and considering the reclamation map of PT. Sumber Bara Abadi. Sampling was done randomly by considering the reclamation year, pioneer plant vegetation, and land slope. The samples were then analyzed in the Soil Laboratory at the Faculty of Agriculture, Mulawarman University. The data analysis used the comparative method and Minimum Data Set relative weights.The analysis results show that the physical soil characteristics of the coal mine reclamation land at the research location are explained in each selected physical characteristic indicator: 1) soil texture varies between clay, clay loam, and sandy clay loam; 2) soil porosity has a poor and good status with the highest value at 54.65% (2020L1) and the lowest at 2018L1 (49.01%); 3) aggregate stability has a very stable and less stable status with the highest value at 291.25% (2018L1) and the lowest value at PitHL2 (43.90%); 4) soil permeability has a slightly slow and moderate status with a value of 1.50 cm.jam-1 (2020L1) and the smallest value at 2018L1 (0.15 cm.jam-1); 5) bulk density has a moderate and slightly poor status with soil density ranging from a value of 1.34 g.cm-3 (2018L1) to the lowest bulk density value at PitHL4 (1.09 g.cm-3); 6) surface rocks have a high status (15.5046.00%); 7) solum depth at the research location has a moderate to shallow status with a depth of 68.00 cm (PitHL1) and the lowest depth value at PitHL2 (31.67 cm). The physical quality of soil at the research location is expressed in the physical soil quality index (IKFT) with a moderate and slightly high category with a value of (2.705-3.588), followed by limiting factors of the physical soil quality index (IKFT), including surface rocks found in high numbers at each research location, high bulk density, low solum depth, and low aggregate stability
EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH DI AREAL REKLAMASI DAN PASCATAMBANG PT INDOMINCO MANDIRI
Aktivitas pertambangan batubara dengan sistem terbuka di Indonesia, termasuk di areal PT Indominco Mandiri (PT IMM), selain mendatangkan dampak positif dari segi ekonomi, tak pelak juga mendatangkan dampak negatif terutama terhadap lingkungan. Perubahan lingkungan yang paling mengkhawatirkan berkaitan dengan perubahan bentang lahan dan keseimbangan ekosistem permukaan tanah, termasuk kerusakan terhadap kualitas tanah. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan revegetasi terhadap status kesuburan tanah di areal reklamasi dan pascatambang PT IMM. Pengumpulan data dilakukan sebanyak dua kali pengamatan di tahun 2022 dan 2024. Analisa kesuburan tanah dilakukan terhadap beberapa sampel tanah yang terdiri dari tanah tidak terusik untuk uji sifat fisik dan tanah komposit untuk uji sifat kimia tanah yang disertai dengan pengamatan lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa kesuburan tanah yang dilakukan pada tahun pengamatan 2022 dan 2024, tingkat kesuburan tanah di areal PT IMM termasuk dalam kategori rendah. Rendahnya status kesuburan tanah tersebut, diperkirakan bukan hanya akibat dari kegiatan pertambangan batubara yang dilakukan, melainkan juga merupakan kondisi kesuburan pada rona awal tanah yang memang tergolong rendah. Meskipun demikian, jika dilihat dari hasil analisa kimia tanahnya, secara umum ada beberapa sifat tanah yang nilai indikator kesuburannya mengalami perbaikan dari tahun 2022 ke tahun pengamatan 2024. Hal ini mengisyaratkan bahwa program revegetasi yang dilakukan oleh PT IMM secara perlahan dapat memperbaiki kualitas tanah di areal sekitar
POTENSI PUPUK HAYATI MIKORIZA PADA BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) DI ANDOSOL WONOBOYO, TEMANGGUNG - JAWA TENGAH
Potensi Pupuk Hayati Mikoriza pada Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) di Andosol Wonoboyo, Temanggung - Jawa Tengah. Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan potensi ekspor, terutama ke pasar Asia Timur. Namun, budidayanya pada tanah andosol menghadapi tantangan berupa rendahnya ketersediaan fosfor akibat fiksasi oleh mineral tanah dan sistem perakaran tanaman yang dangkal. Penelitian ini bertujuan menganalisis aplikasi pupuk hayati mikoriza dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) yang ditanam pada andosol di Kec. Wonoboyo, Temanggung, serta mengevaluasi perubahan kandungan hara NPK tanah, tingkat infeksi mikoriza pada akar tanaman, juga jumlah sporanya. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor: dosis mikoriza (0 dan 500 kg/ha) dan pupuk P (0 dan 200 kg/ha). Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman pada 12 dan 13 MST berbeda nyata antar perlakuan, di mana perlakuan mikoriza tanpa pupuk P (M1P0) menghasilkan tinggi tanaman secara signifikan lebih tinggi dibanding kontrol dan kombinasi M1P1. Parameter kimia tanah setelah penanaman dan serapan hara NPK tanaman juga menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antar perlakuan. Perlakuan M1P0 memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman, serta menghasilkan jumlah spora mikoriza dan tingkat infeksi akar tertinggi dengan genus spora dominan adalah Glomus
DAMPAK PENGEMBANGAN AGROFORESTRI TERHADAP STRUKTUR VEGETASI TANAMAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT STUDY KASUS: KTH SERUMPUN JAYA KABUPATEN PESAWARAN, PROVINSI LAMPUNG
Agroforestri merupakan pemanfaatan lahan dan ruang untuk bercocok tanam dengan memadukan berbagai jenis tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian atau jenis lainnya. Sistem penanaman agroforestri bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan secara berkelanjutan yang berdampak positif terhadap kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan. Kelompok Tani Hutan (KTH) serumpun jaya merupakan salah satu KTH yang berada di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, pada kawasan ini masyarakat telah lama menanam tanaman dengan sistem agroforestri akan tetapi baru memiliki izi pengelolaan lahan pada tahun 2021, sehingga karagaman jenis tanaman di KTH Serumpun Jaya berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur vegetasi tanaman agroforestri dan nilai ekonomi tanaman agroforestri di KTH Serumpun Jaya Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan wawancara terhadap 31 orang pemilik lahan dan melalui observasi langsung dengan cara pembutan plot 20 x 20 m sebanyak 10 plot. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat enam belas jenis tanaman yang ditanam masyarakat KTH Serumpun Jaya, dua belas jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi. Selain itu lahan agroforestri KTH Serumpun Jaya memilik tiga strata tajuk yaitu B, C dan D. Tanaman kakao dan durian yang paling banyak di tanam oleh masyarat, sehingga kedua jenis ini selain memiliki kerapatan yang paling banyak merupakan sumber pendapatan utama masyarakat KTH Serumpun Jay