355 research outputs found

    ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DAS MANUBAR KABUPATEN KUTAI TIMUR MENGGUNAKAN METODE USLE DAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

    Full text link
    Daerah Aliran Sungai (DAS) Manubar terletak di dua wilayah administratif kabupaten sehingga membutuhkan perencanaan pengendalian erosi yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi dan sebaran spasial tingkat bahaya erosi (TBE) pada DAS Manubar mengunakan model Universal Soil Loss Erosion (USLE) dan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode USLE digunakan untuk mengestimasi erosi, dengan memperhitungkan faktor ersoivitas hujan (R), erodibiltas tanah (K), manajemen tanaman penutup (C), panjang dan kemiringan slope (LS), dan praktik konservasi (P) yang diolah mengunakan program komputer GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata erosi DAS Manubar sebesar 22,344 ton/ha/tahun dan termasuk kelas TBE rendah. Luas DAS Manubar dengan tingkat bahaya erosi sangat rendah mencapai 86,5% dengan rata-rata erosi 1,64 ton/ha/tahun, kelas rendah 6,6% dangan rata-rata erosi 33,1 ton/ha/tahun, kelas sedang 4,6% dengan rata-rata erosi 104,2 ton/ha/tahun, kelas berat 1,8% dengan rata-rata erosi 276,1 ton/ha/tahun dan kelas sangat berat 0,6%  dengan rata-rata erosi 1.556 ton/ha/tahun. dari luas total DAS. Jenis penutupan lahan hutan tanaman, pemukiman, perkebunan dan pertanian lahan kering bercampur semak terutama yang berada pada jenis tanah podsolik membutuhkan prioritas usaha pengendalian erosi karena termasuk ke dalam kelas TBE sedang hingga berat

    IDENTIFIKASI TINGKAT SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JATI (Tectona grandis Linn.F) DI LOKASI HUTAN RAKYAT DI DESA MANUNGGAL JAYA KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

    Full text link
    Hama dan penyakit tanaman dapat menurunkan kualitas dan kuantitas tanaman, baik pada tanaman dan hasil tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuansi serangan (FS), untuk mengetahui intensitas serangan (IS) dan tindakan perawatan apabila diperlukan Di Lokasi Hutan Rakyat Di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilaksanakan Lokasi Hutan Rakyat Di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan ditemukan jenis hama tanaman jati rayap dan ulat hanya di beberapa tanaman jati di Hutan Rakyat di Desa Manunggal Jaya. Hasil penelitian frekuensi serangan sebesar 27,5%. Intensitas serangan hama dan penyakit tanaman tergolong rusak sedang (RS) dengan intensitas serangan 25,9%. Tanaman jati yang rusak kebanyakan disebabkan oleh pemangkasan yang kurang tepat. Frekuansi Serangan (FS) Tanaman jati di Desa Manunggal Jaya sebesar 27,5%. Intensitas Serangan (IS) Tanaman jati di Desa Manunggal Jaya sebesar 25,9% tergolong rusak sedang (RS). Hama dan penyakit tanaman jati teridentifikasi ulat dan rayap tergolong rusak sedang

    RESPON PERTUMBUHAN SEMAI CABUTAN JENIS SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) DI PERSEMAIAN PADA PERLAKUAN NAUNGAN BERBEDA

    Full text link
    Sebagai salah satu usaha guna memperbaiki lahan terdegradasi dan untuk mempertahankan keanekaragaman hayati yang ada, serta berpartisipasi dalam mendukung usaha peningkatan ekonomi pada masyarakat yang berbasis pembudidayaan tanaman, maka  dipandang perlu untuk melakukan penelitian tentang penyediaan bibit berkualitas. Tujuan dari  penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh perlakuan naungan terhadap persen hidup semai, dan mengetahui pengaruh naungan yang berbeda-beda terhadap pertumbuhan semai cabutan salam. Penelitian ini dirancang dengan rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari satu faktor yaitu: Faktor naungan yang terdiri dari 4 jenis perbedaan naungan: S0 (Tanpa Naungan, intensitas cahaya 100%), S1 (Dinaungi sarlon 1 lapis, intensitas cahaya 51%), S2 (Dinaungi sarlon 2 lapis, intensitas cahaya 45%), S3 (Dinaungi sarlon 3 lapis, intensitas cahaya 40%). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Persen hidup pada perlakuan S1, S2, dan S3 sebesar 100%, serta untuk S0 sebesar 75,56%. Perlakuan naungan sarlon yang berbeda, berpengaruh sangat signifikan terhadap pertambahan tinggi semai, diameter batang, dan jumlah helai daun semai. Pertambahan tinggi semai cabutan salam tertinggi terdapat pada perlakuan S1 dengan rata-rata pertambahan tinggi 30,94cm. Adapun Rata-rata pertambahan jumlah helai daun salam berkisar antara 14 sampai 19 helai  daun, dan untuk pertumbuhan diameter tertinggi ada pada perlakuan S1 dengan rata-rata penambahan diameter 0,53 mm setiap bulannya. Dari penelitian ini penggunaan sarlon 1 lapis sangat direkomendasikan untuk pembudidayaan salam

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)

    Full text link
    Industri tahu dalam setiap produksinya menghasilkan limbah cair tahu yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, apabila tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Limbah cair tahu memiliki potensi diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC), yang dapat digunakan sebagai nutrisi pada sistem hidroponik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik limbah cair tahu sebagai nutrisi hidroponik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa L. var. crispa) pada sistem hidroponik apung.  Penelitian dilaksanakan di Jalan Belimau Kota Samarinda, pada bulan Juli-Agustus 2023. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 4 perlakuan meliputi perlakuan t0 (5 ml L-1 AB Mix), t1 (15%), t2 (30%), dan t3 (45%) dengan 5 kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman, pertambahan panjang akar, pertambahan jumlah daun, warna akar, berat segar tanaman, dan berat segar akar. Data pengamatan dianalisis dengan uji Anova, jika perlakuan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik limbah cair tahu sebagai nutrisi hidroponik memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah, meskipun belum seoptimal dengan nutrisi AB Mix sebagai kontrol. Perlakuan terbaik pada taraf konsentrasi pupuk organik limbah cair tahu adalah konsentrasi 45% dengan nilai rerata berat segar tanaman tertinggi yaitu 32,58 g, dan membentuk grafik linier positif dengan persamaan regresi y = 68.6x + 1.56 dengan nilai r2 = 0.9994, hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konsentrasi POC maka semakin tinggi pengaruh yang diperoleh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah

    TINGKAT SERANGAN PENYAKIT KARAT DAUN PADA TANAMAN JAGUNG MANIS DI KECAMATAN KURANJI

    Full text link
    Jagung merupakan tanaman pangan penting di dunia selain gandum dan padi. Di Indonesia, jagung digunakan untuk pakan ternak, serta bahan dasar industri makanan dan minuman, tepung, minyak, dan lain-lain. Produktivitas tanaman jagung di Sumatera Barat selama 3 tahun terakhir cenderung menurun dan belum mencapai produktivitas optimalnya. Salah satu penyebab hal ini dapat terjadi adalah serangan penyakit tanaman seperti penyakit karat daun jagung yang disebabkan oleh Puccinia sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan penyakit karat daun jagung di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan di 2 kelurahan sentra tanaman jagung di Kecamatan Kuranji, Kota Padang dan di Laboratorium Fitopatologi, Fakultas Pertanian Universitas Andalas dari Bulan September-November 2023. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survey dan penentuan lahan menggunakan metode Purposive Sampling. Parameter pengamatan penelitian ini adalah kondisi lahan tanaman, gejala penyakit karat daun jagung, identifikasi patogen, kejadian dan keparahan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian penyakit mencapai 100% sedangkan tingkat keparahan mencapai 32,52%. Hal ini menunjukkan keparahan penyakit karat daun jagung di Kecamatan Kuranji termasuk kategori sedang

    ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI KECAMATAN ENTIKONG KABUPATEN SANGGAU TAHUN 2013, 2017, DAN 2022

    Full text link
    Kecamatan Entikong merupakan wajah negara Indonesia, karena berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan terdapat satu Pos Lintas Batas Negara di Desa Entikong. Berdasarkan SK.733/Menhut-II/2014 tanggal 2 September 2014 terdapat tiga fungsi hutan di Kecamatan Entikong yaitu Hutan Lindung, Hutan Produksi dan Hutan Produksi Terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan tutupan lahan yang terjadi di Kecamatan Entikong antara tahun 2013, 2017, dan 2022. Penelitian menggunakan teknik penginderaan jauh dengan metode analisis visual yang menghasilkan akurasi lapangan sebesar 91,7%. Terdapat 8 kelas tutupan lahan di Kecamatan Entikong, yaitu hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, perkebunan, permukiman, lahan terbuka, semak belukar, tubuh air, dan pertanian lahan kering. Pada periode tahun 2013 hingga 2022 kelas tutupan lahan yang paling besar mengalami perubahan adalah semak belukar seluas (+3.682,83 ha), sedangkan permukiman adalah kelas tutupan yang paling sedikit terjadi perubahan, yaitu seluas (+19,11 ha). Pada kelas tutupan lahan hutan, hutan lahan kering primer terjadi perubahan berupa pengurangan seluas 2.921,40 ha atau 4,43 %, sedangkan hutan lahan kering sekunder terjadi pengurangan seluas 2.916,80 ha atau 4,42%

    POTENSI SERAPAN KARBON EKOSISTEM MANGROVE DI DESA EYAT MAYANG KABUPATEN LOMBOK BARAT

    Full text link
    Pendataan kondisi biofisik ekosistem mangrove merupakan langkah awal dalam pengelolaan kawasan mangrove yang meliputi data struktur dan komposisi ekosistem mangrove serta potensi serapan karbon.  Data potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang belum terindentifikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang.  Pengumpulan data  menggunakan metode jalur berpetak sebanyak 84 plot. Data dianalisis menggunakan persamaan allometrik.  Hasil penelitian menujukkan bahwa kawasan ekosistem mangrove di Desa Eyat Mayang memiliki potensi biomassa 86,27 ton/ha yang terdiri dari 84% biomassa atas (AGB) dan 16% biomassa bawah permukaan (BGB).  Potensi kandungan karbon mangrove di Desa Eyat Mayang sebesar 40,13 ton/ha dan potensi serapan karbon (CO2) sebesar 147,3 ton/ha.  Kontribusi terbesar biomassa, kandungan karbon dan serapan karbon berasal dari jenis Rhizophora apiculata

    PENGGUNAAN PERANGKAP GETAH UNTUK MENDETEKSI HAMA DOMINAN PADI (Oryza sativa L) MENGGUNAKAN SISTEM TANAM HAZTON DI HAMPARAN PERAK SUMATERA UTARA

    Full text link
    Penggunaan Perangkap Getah Untuk Mendeteksi Hama Dominan Padi (Oryza sativa L) Pada sistem tanam Hazton di Hamparan Perak Sumatera Utara. Tanaman padi merupakan komoditas utama pangan penduduk Indonesia dengan produksi sekitar 54.75 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luas panen 0,45 juta hektar atau mengalami kenaikan sebanyak 40,87 ribu hektar (0,39 persen) dibandingkan tahun 2021. Produksi padi sangat dipengaruhi budidaya, varietas tanam dan serangan hama dan penyakit pada tanaman padi. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi keanekaragaman serangga di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada bulan April hingga Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Purposive Random Sampling dengan 4 variasi getah, yaitu getah karet (Hevea brasiliensis), kemudian getah nangka (Artocarpus heterophyllus), getah pepaya (Carica papaya), dan getah jarak pagar (Jatropha curcas) dengan sistem tanam Hazton. Dari hasil identifikasi serangga menunjukkan serangga yang tertangkap pada lahan tanaman padi menggunakan getah karet (H. brasiliensis) yaitu 2397 individu, merupakan yang terbanyak daripada ke tiga getah lainnya dengan 8 ordo dan 29 famili, manakala terendah menggunakan getah jarak (J.curcas) (8 ordo, 29 famili, 1159 individu). Adapun perhitungan indeks keanekaragaman (H’):(H’gk=2,98, H'gn=1,88, H'gp=3,30, H'gj=3,27), Indeks Kekayaan Jenis (R’): (R’gk=7,78, R’gn=7,73, R’gp=7,10, dan R’gj=7,05), dan Indeks Kemerataan (E’):(E’gk=0,88, E’gn=0,55, E’gp=0,98 dan E’gj=0,97). Status fungsi serangga teridentifikasi pada lahan menggunakan ke lima getah tersebut sebanyak 5 jenis yaitu herbivor, polinator, predator, parasitoid dan scavenger

    STUDI TIPE AGROFORESTRI DI KAMPUNG LONG PAKAQ BARU KECAMATAN LONG PAHANGAI KABUPATEN MAHAKAM ULU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Full text link
    Agroforestri   merupakan   suatu   tipe yang   mengkombinasikan   antara   komponen hutan dengan komponen pertanian yang dapat memperbaiki lingkungan dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tipe Agroforestri yang diterapkan masyarakat Kampung Long Paakaq Baru. Manfaat penelitian diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan menyangkut tipe Agroforestri yang diterapkan masyarakat Kampung Long Pakaq Baru. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif  kualitatif dengan teknik pengumpulan data didapatkan melalui wawancara, kuesioner dan observasi langsung di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Long Pakaq Baru Kecamatan Long Pahangai Kabupaten Mahakam Ulu pada lahan masyarakat yang dikelola dengan sistem Agroforestri. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan. Hasil dari penelitian ini terdapat 1 tipe Agroforestri yaitu tipe Agrosilvikultur yang merupakan campuran tanaman kehutanan, tanaman pangan dan tanaman hortikultura

    KORELASI TBS INTI DAN TBS MASYARAKAT TERHADAP RENDEMEN MINYAK KELAPA SAWIT DI KOTAWARINGIN LAMA, KALIMANTAN TENGAH

    Full text link
    Pada proses pengolahan minyak kelapa sawit, faktor kualitas buah sangat berpengaruh terhadap rendemen yang dihasilkan. Kajian yang dilakukan pada pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Kotawaringin lama, TBS disuplai oleh kebun inti Perusahaan dan kebun Masyarakat selama bulan Mei 2023. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara TBS kebun inti dengan TBS kebun masyarakat terhadap rendemen yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada kajian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan analisa regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai rata-rata nilai NSP kebun inti dan kebun masyarakat sebesar 44,68%, sedangkan nilai IPB kebun inti dan kebun masyarakat sebesar 4,49% dengan nilai NSP dan IPB rendemen dihasilkan rata-rata sebesar 18,65%. Hasil Koefesien Determinasi menunjukkan nilai NSP dan nilai IPB secara simultan memiliki pengaruh sebesar 55,6% terhadap rendemen yang dihasilkan. Untuk mendapatkan Randemen CPO yang maksimal, maka TBS matang yang diterima dari internal Perusahaan dan kebun Masyarakat harus >80%. Manfaat dari penelitian ini sebagai evaluasi pabrik untuk dapat meningkatkan kualitas mutu buah yang diterima baik dari kebun perusahaan dan kebun masyarakat

    333

    full texts

    355

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRIFOR
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇