Bio-Pedagogi (Journal)
Not a member yet
203 research outputs found
Sort by
Analisis kemampuan bertanya siswa pada model pembelajaran discovery learning materi animalia kelas X
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas dan kategori kemampuan bertanya siswa berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning pada konsep Animalia. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Bintan Timur pada kelas X MIPA 1 semester genap tahun ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pertanyaan siswa, lembar observasi kemampuan bertanya siswa secara lisan dan instrumen pendukung yaitu lembar keterlaksanaan sintaks pembelajaran. Hasil dari penelitian ini adalah model pembelajaran discovery learning dapat merangsang siswa untuk bertanya. Kemampuan bertanya siswa terkait dimensi proses kognitif secara keseluruhan masih tergolong rendah yaitu didominasi kategori kognitif C2 (memahami) sebanyak 43 pertanyaan dengan persentase sebesar 46%. Pertanyaan terkait dimensi pengetahuan secara keseluruhan didominasi oleh pertanyaan bersifat faktual sebanyak 48 pertanyaan dengan persentase sebesar 51,10%. Kemampuan siswa bertanya secara lisan dari empat indikator yaitu kategori sangat baik dengan persentase sebesar 85%. Tenth-grade students’ questioning skill in learning animalia with discovery learning. This research aims to determine the quantity and category of students questions ability based on Taxonomy Bloom Revision to implement the discovery learning on the material Animalia. The research was done in SMAN 1 Bintan Timur in class X MIPA 1 second semester of the 2021/2022 of the school year. The research method used in this research is descriptive analysis. Instrument used was observation to student’s questions, observation for student questions ability orally, and supporting instrument is learning syntax implementation. The results of this research was the discovery learning can stimulate students to ask questions. The students questions ability to the dimensions of cognitive processes are still relatively low, which is overall questions are dominated by the category of cognitive C2 (understanding) as many as 43 questions with the percentage 46%. Questions based to the dimensional of knowledge Bloom’s Revised Taxonomy whole are dominated by factual as many as 48 questions with the percentage 51,10%. The ability of students to ask orally from four indicators, the very good category wih a percentage of 85%
Hasil belajar mahasiswa calon guru biologi pada praktikum sistematika invertebrata selama masa pembelajaran tatap muka terbatas 2021/2022
ENThis study aims to determine the learning outcomes of prospective biology teacher candidates for the biology education study program at the a University in Surakarta during the limited PTM period T.A 2021/2022. This type of research is ex post facto research. The subjects of this study were 145 students who took the Invertebrate Systematics practicum course. The data of this study were obtained from the documentation of student learning outcomes and then analyzed by descriptive analysis. The results showed that the learning outcomes of Invertebrate Systematics practicum students during the limited PTM period T.A 2021/2022 of the three components were generally in the medium category. The posttest results obtained an average of 69.6, the response test with an average of 63.2 and the average final practicum score was 75.6. This shows that student learning outcomes during the limited PTM period are quite good. IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa calon guru biologi prodi pendidikan biologi FKIP Universitas di Surakarta selama masa PTM terbatas T.A 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto. Subjek penelitian ini adalah 145 mahasiswa yang menempuh mata kuliah praktikum Sistematika Invertebrata. Data penelitian ini diperoleh dari dokumentasi hasil belajar mahasiswa kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa praktikum Sistematika Invertebrata pada masa PTM terbatas T.A 2021/2022 dari ketiga komponen secara umum masuk dalam kategori sedang. Hasil postest memperoleh rata – rata 69.6, ujian responsi dengan rata – rata 63.2 dan rata – rata nilai akhir praktikum adalah 75.6. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa selama masa PTM terbatas yang dihasilkan cukup baik
Perbedaan kemampuan argumentasi siswa dengan penerapan argument mapping materi sistem sirkulasi ditinjau dari academic self efficacy
ENThis study aims to (1) find out differences in students' argumentation abilities between learning using argument mapping media and not, (2) find out differences in students' argumentation abilities with different levels of academic self-efficacy, (3) find out interaction between mapping media arguments and academic self-efficacy on students' argumentation abilities. This research is quasi-experimental with a posttest-only pattern and nonequivalent design. The research was conducted at a High School in Boyolali for the 2022/2023 academic year. The instrument for argumentation skills uses an essay test, while for academic self-efficacy, students use a questionnaire with a Likert Scale of 1-4. Data analysis techniques for argumentation skills and academic self-efficacy use the two-way ANOVA test and the LSD (Least Significance Different) test. The results showed that: (1) There are differences in students' argumentation skills between learning by applying media argument mapping; the highest difference lies in the aspects of warrants and backing with a range of scores far enough between the experimental and control classes, namely 22.14 and 15.49 respectively, (2) There are differences in the argumentation abilities of students with different levels of academic self-efficacy. Students with high and moderate academic self-efficacy have better argumentation skills than students with low academic self-efficacy. (3) There is no interaction between media argument mapping and academic self-efficacy on students' argumentation abilities. Academic self-efficacy and media argument mapping have their effects on argumentation ability. IDPenelitian ini bertujuan untuk : (1)mengetahui perbedaan kemampuan argumentasi siswa antara pembelajaran yang menggunakan media argument mapping dan tidak, (2)mengetahui perbedaan kemampuan argumentasi siswa dengan tingkat academic self efficacy berbeda, (3)mengetahui interaksi antara media argument mapping dan academic self efficacy terhadap kemampuan argumentasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experimental design dengan pola posttest only with nonequivalent design. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Boyolali Tahun Ajaran 2022/2023. Data kemampuan argumentasi siswa dikumpulkan menggunakan tes essay, sedangkan untuk academic self efficacy siswa menggunakan angket dengan Skala Likert 1-4. Teknik analisis data untuk kemampuan argumentasi dan academic self efficacy menggunakan uji ANOVA 2 jalur (two ways ANOVA) dan uji LSD (Least Significant Different). Hasil menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan argumentasi siswa antara pembelajaran dengan penerapan media argument mapping. Perbedaan tertinggi terletak pada aspek warrant dan backing dengan rentang skor cukup jauh antara kelas eksperimen dan kontrol, yakni masing-masing 22,14 dan 15,49, (2) Terdapat perbedaan kemampuan argumentasi siswa dengan tingkat academic self efficacy berbeda. Siswa yang memiliki academic self efficacy tinggi dan sedang memiliki kemampuan argumentasi yang lebih baik dibandingkan siswa dengan tingkat academic self efficacy rendah, (3) Tidak ada interaksi antara media argument mapping dan academic self efficacy terhadap kemampuan argumentasi siswa. Academic self efficacy dan media argument mapping memiliki pengaruh sendiri-sendiri terhadap kemampuan argumentasi
Kajian keanekaragaman spesies araceae di kawasan mangrove Desa Sungai Bakau Kecamatan Kurau sebagai buku saku berbasis 3D pageflip
ENAraceae diversity as a learning resource is still very rare, especially on a local basis, and a 3D Pageflip-based pocket book on Araceae material has never been developed before. This is what motivated the researchers to develop a 3D Pageflip-based pocket book about Araceae which was found in the mangrove area of Sungai Bakau Village. This study aims to determine the diversity of Araceae species in the Mangrove Area of Sungai Bakau Village, Kurau District, the validity and practicality of a 3D Pageflip-based pocket book. The method used in this study is a descriptive method with roaming techniques for data collection in the mangrove area of Sungai Bakau Village and developed into a 3D Pageflip-based pocket book which was tested for validity and practicality using Tessmer Formative Evaluation. Based on the results of the study, there were 9 species of Araceae found in the Mangrove Area of Sungai Bakau Village, namely: Calocasia esculenta, Xanthosoma sagittifolium, Dieffenbachia seguine, Colocasia esculenta var. ilustrilis, Alocasia macrorrhiza, Colocasia esculenta var.elena, Caladium bicolor var.florida, Syngonium auritum, and Syngonium podophyllum. The results showed that the validity test of the expert assessment obtained a very valid average result, namely, 95.4%, and the practicality (one to one) of the students obtained a very good average result, which was 90.5%. Based on the scores obtained, the 3D Pageflip-based Araceae species pocket book developed is very valid and very practical.IDKeanekaragaman Araceae sebagai sumber belajar masih sangat jarang ditemukan, terutama yang berbasis lokal, dan buku saku berbasis 3D Pageflip pada materi Araceae belum pernah dikembangkan sebelumnya. Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk mengembangkan buku saku berbasis 3D Pageflip tentang Araceae yang ditemukan di kawasan mangrove Desa Sungai Bakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis Araceae di Kawasan Mangrove Desa Sungai Bakau Kecamatan Kurau, kevalidan dan kepraktisan buku saku berbasis 3D Pageflip. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik jelajah untuk pengambilan data di kawasan mangrove Desa Sungai Bakau dan dikembangkan menjadi buku saku berbasis 3D Pageflip yang diuji validitas dan praktikalitasnya menggunakan Tessmer Formative Evaluation. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 9 spesies Araceae yang ditemukan di Kawasan Mangrove Desa Sungai Bakau, yaitu: Calocasia esculenta, Xanthosoma sagittifolium, Dieffenbachia seguine, Colocasia esculenta var. ilustrilis, Alocasia macrorrhiza, Colocasia esculenta var. elena, Caladium bicolor var. florida, Syngonium auritum, dan Syngonium podophyllum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validitas dari penilaian ahli memperoleh hasil rata-rata sangat valid yaitu 95,4%, dan kepraktisan (one to one) siswa memperoleh hasil rata-rata sangat baik yaitu 90,5%. Berdasarkan skor yang diperoleh, maka buku saku spesies Araceae berbasis 3D Pageflip yang dikembangkan sangat valid dan sangat prakti
Pengembangan multimedia interaktif berbasis articulate storyline pada pembelajaran ekologi SMA kelas X
ENThis study aims to: (1) develop an interactive multimedia based on articulate storylines at ecology learning for class X high school. ; (2) to test the feasibility of an interactive multimedia based on articulate storylines at ecology learning for class X high school. This research is a Research and Development (R&D) with a Four-D Models (4D) by Thiagarajan, in this study was modified into Three-D Models (3D). The data collection technique was carried out by questionnaire. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results of research and development showed the characteristics of interactive multimedia based on articulate storylines are having interactive media, independent media, and deepening of ecological concepts. The characteristics of interactive multimedia based on articulate storylines that facilitate learning about population ecology, community ecology, and ecosystem ecology. The feasibility of the media showed an assesment of 89% from media experts, 89% from learning experts, 92% from practitioner/teacher responses and 95% from student responses. It was concluded that the media was suitable to be used as a medium for learning biology in the KD 3.10 class X ecology material. IDPenelitian ini bertujuan untuk : (1) mengembangkan multimedia interaktif berbasis articulate storyline pada pembelajaran ekologi SMA kelas X. ; (2) menguji kelayakan multimedia interaktif berbasis articulate storyline pada pembelajaran ekologi SMA kelas X. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan Four-D Models (4D) yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dalam penelitian ini dimodifikasi menjadi Three-D Models (3D). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan karakteristik multimedia interaktif berbasis articulate storyline ekologi, yaitu memiliki media bersifat interaktif, media bersifat mandiri dan pendalaman konsep ekologi. Karakteristik multimedia interaktif berbasis articulate storyline ekologi memfasilitasi pembelajaran ekologi populasi, ekologi komunitas, dan ekologi ekosistem. Kelayakan media menunjukkan penilaian sebesar 89% dari ahli media, 89% dari ahli pembelajaran, 92% dari respon praktisi/ guru dan 95% dari respon siswa. Disimpulkan bahwa media layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi pada materi ekologi KD 3.10 kelas X
Pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan memecahkan masalah biologi
ENThis research was a quasi-experimental experiment. This study aimed to determine the differences in Problem-Solving Abilities (KPM) using Discovery and Conventional learning models. The study was conducted in March-October 2018. The population in this study was class X in one of the private high schools in Bogor Regency for the 2017/2018 academic year. The sampling technique uses purposive sampling techniques. The sample for the experimental class was class X MIPA B, treated using the Discovery Learning learning model with 40 students. Class X MIPA A was treated using a conventional learning model with 40 students with instruments to solve problems (KPM). The results of the t-test show differences in problem-solving abilities between students who learn to use the Discovery Learning model and Conventional learning models. Discovery Learning class groups are higher than Conventional class groups; this can be seen from the average N-Gain score of problem-solving abilities in the Discovery Learning class of 50 and Conventional class groups of 42. Therefore, the Discovery Learning learning model is used in biodiversity material to improve students' biological problem-solving abilities. IDPenelitian ini merupakan penelitian Kuasi eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan Memecahkan Masalah (KPM) menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret- Oktober 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X di salah satu SMA Swasta di Kabupaten Bogor tahun akademik 2017/2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Sampel untuk kelas eksperimen adalah kelas X MIPA B diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan jumlah 40 siswa dan kelas X MIPA A diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran Konvensional dengan jumlah 40 siswa dengan instrumen kemampuan memecahkan masalah(KPM). Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan pembelajaran Konvensional. kelompok kelas Discovery Learning lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kelas Konvensional, hal tersebut dapat dilihat dari skor rata-rata N-Gain kemampuan pemecahan masalah pada kelompok kelas Discovery Learning sebesar 48,40 dan kelompok kelas Konvensional sebesar 41.95. Oleh karena itu, model pembelajaran Discovery Learning dapat digunakan pada materi keanekaragaman hayati dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah biologi siswa
Analisis kesulitan belajar daring pada mata pelajaran biologi siswa kelas XI SMAN 2 Mandau tahun ajaran 2021/2022
ENThis study aims to determine the difficulties of online learning in class XI Biology students at SMAN 2 Mandau. This research was conducted in January-March 2022. The implementation of this research used a quantitative descriptive method with survey techniques. The sampling technique used a random sampling technique (simple random sampling). The number of research samples is 122 students. The instrument used was an online learning difficulties questionnaire which consisted of 30 statement items and had been validated. The data collection technique in this study used a questionnaire which was distributed directly in the class. Based on the research, it is known that the factors causing online learning difficulties in biology class XI students are the first indicator of signal technical constraints and online learning disabilities in the high category of 70.76%, the second indicator of the implementation of interactions, assignments and teaching materials in online learning is 67.33% in the high category , the third indicator of stakeholders helping the government, schools, parents of students in online learning is 69.55% in the high category. Based on the results of data processing and analysis, it can be concluded that the online learning difficulties of class XI Biology students at SMAN 2 Mandau for the 2021/2022 academic year are included in the high category with a percentage of 69.21%.IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar daring pada mata pelajaran biologi siswa kelas XI SMAN 2 Mandau. Penelitian ini dilaksanakn pada bulan Januari-Maret 2022. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei pada siswa kelas XI SMAN 2 Mandau Tahun Ajaran 2021/2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling secara acak (simple random sampling). Jumlah sampel penelitian adalah 122 siswa. Instrumen pada penelitian yang digunakan berupa angket kesulitan belajar daring yang terdiri dari 30 item pernyataan dan telah divalidasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan angket yang di sebarkan secara langsung di dalam kelas. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa faktor penyebab kesulitan belajar daring pada mata pelajaran biologi siswa kelas XI adalah indikator pertama kendala teknis signal dan ketidakmampuan belajar daring 70,76% kategori kuat, indikator kedua pelaksanaan interaksi, tugas, dan bahan ajar dalam belajar daring 67,33% kategori kuat, indikator ketiga stake holder membantu pemerintah, sekolah, wali murid dalam belajar daring 69,55% kategori kuat. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kesulitan belajar daring pada mata pelajaran biologi siswa kelas XI SMAN 2 Mandau Tahun Ajaran 2021/2022 memiliki nilai rata-rata persentase sebesar 69,21% dikategorikan kuat
Efektivitas model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Sukoharjo
ENThe purpose of this study was to determine the effectiveness of the problem-based learning model on the learning outcomes of eleventh grade students at a senior high school in Sukoharjo in the 2022/2023 academic year. The method used is purposive sampling. The sample used was class XI MIPA 2 dan XI MIPA 3, totaling 72 students. The data collection technique used was a matter of pre-test and post test. The analysis technique used is the Normalized Gain (N-Gain) test. The results of this study indicate that in learning outcomes there are effective results between the problem-based learning model and the students’ learning outcomes. The average value in research learning outcomes was obtained at 72,1 so that it can be concluded that the use of problem-based learning models is effective for learning outcomes. IDTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di Sukoharjo tahun ajaran 2022/2023. Metode yang digunakan adalah Purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 yang berjumlah 72 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah soal pre-test dan post test. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada hasil belajar terdapat hasil yang efektif antara model pembelajaran berbasis masalah dengan hasil belajar siswa kelas XI MIPA SMA. Rata-rata nilai pada penelitian hasil belajar didapatkan sebesar 72,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa efektif penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar
Pengembangan media pembelajaran berbasis arduino pada materi sistem ekskresi manusia untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik
ENThis research is to develop Arduino-based learning media products on human excretory system material to improve students' cognitive abilities. The background of this study is the limitations and lack of learning media used, as well as the low mastery of concepts in the excretory system material. The feasibility of learning media is seen from the average score of the validator's assessment. The research instruments used were expert and science teacher validation sheets, teacher and student response questionnaires, and cognitive ability test questions. The results of the research based on the results of the validator's assessment show that the resulting Arduino-based learning media has a feasibility value for all aspects indicated by an average of 82.47%. Based on the student response questionnaire, the average score was 85.47%. Based on the teacher's response questionnaire, an average score of 100% is included in the good category, this shows that Arduino-based learning media is appropriate for use in learning. Based on the results of the N-Gain trial, an increase in students' cognitive abilities was obtained by 0.62 in the moderate category and showed that the media was effectively used. Therefore it can be concluded that the use of Arduino-based learning media in the material of the human excretory system in effective learning is to improve students' cognitive abilities.IDPenelitian ini merupakan penelitian bertujuan untuk mengembangkan produk media pembelajaran berbasis Arduino pada materi sistem eksresi manusia untuk meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik. Latar belakang dari penelitian ini yaitu keterbatasan dan kurangnya media pembelajaran yang digunakan, serta masih rendahnya penguasaan konsep pada materi sistem ekskresi. Kelayakan media pembelajaran dilihat dari rata-rata skor penilaian validator. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar validasi ahli dan guru IPA, angket respon guru dan peserta didik, dan soal tes kemampuan kognitif. Hasil penelitian berdasarkan hasil penilaian validator menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Arduino yang dihasilkan memiliki nilai kelayakan untuk keseuruhan aspek ditunjukkan dengan rata-rata sebesar 82,47%. Berdasarkan angket respon peserta didik mendapatkan nilai rata-rata sebesar 85,47% dengan kategori baik. Berdasarkan angket respon guru mendapatkan nilai rata-rata 100% termasuk dalam kategori baik, hal ini menujukkan bahwa media pembelajaran berbasis Arduino layak digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil uji coba N-Gain diperoleh peningkatan kemampuan kognitif peserta didik sebesar 0,62 dan menunjukkan bahwa media efektif digunakan. Oleh karena itu dapat disimpulkan penggunaan media pembelajaran berbasis Arduino pada materi sistem ekskresi manusia dalam pembelajaran efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik
Analisis uas biologi kelas x dengan teori tes klasik dan item response theory (rasch model)
Analisis soal merupakan suatu proses untuk menguji kualitas setiap item soal. Analisis soal UAS Biologi Kelas X ini bertujuan untuk menguji kualitas soal ujian akhir semester genap kelas X mata pelajaran biologi pada tahun pelajaran 2019/2020. Analisis ini menggunakan teori tes klasik yang dilakukan dengan program Microsof Excel dan item response theory dengan menggunakan model Rasch. Kualitas item soal yang diuji meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda soal, efektifitas distractor, validitas dan reliabilitas. Soal berjumlah 40 butir pilihan ganda yang diujikan kepada 41 siswa. Terdapat perbedaan hasil analisis dengan CTT dan Model Rasch. Hasil analisis dengan CTT menunjukkan tingkat kesukaran terdapat dua kategori; daya pembeda 5 kategori; efektifitas distraktor yang berfungsi 72,5% dan yang tidak berfungsi 27,5%; validitas butir soal yang valid 65% dan tidak valid 35%; reliabilitas soal secara umum adalah reliabel dengan kategori sangat tinggi (nilai r11=0,855). Analisis dengan model Rasch menunjukkan tingkat kesukaran terdapat tiga kategori; daya pembeda 3 kategori; efektifitas distraktor yang berfungsi 85% dan yang tidak berfungsi 15%; validitas butir soal yang valid dan tidak valid seimbang yaitu 50%; reliabilitas item sebesar 0,79 (cukup) dan reliabilitas person 0,82 (bagus).