Informatika Pertanian
Not a member yet
93 research outputs found
Sort by
PENYIMPANAN BIJI SORGUM BELUM DISOSOH DENGAN KEMASAN PLASTIK PADA BEBERAPA EKSTRAK BAHAN ALAMI
Sorgum merupakan salah satu komoditas serealia yang potensial untuk dikembangkan. Namun, biji sorgum mudah terserang kutu sehingga tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama. Serangan kutu dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan hasil pada sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bahan-bahan ekstrak nabati dan kemasan plastik yang dapat mudah didapatkan oleh petani dengan harganya murah untuk memperpanjang penyimpanan biji sorgum sebelum disosoh. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dalam pola faktorial, terdiri dari dua faktor, yaitu jenis kemasan plastik sebanyak (PE dan PP) dan jenis ekstrak nabati (tanpa perlakuan, bawang putih, cabai, cengkeh, kayu manis, ketumbar, kopi, lada, lengkuas, dan ragi tape). Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah jumlah kutu, susut bobot, densitas kamba, proksimat, kadar pati, kadar amilosa, dan kadar amilopektin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyimpanan biji sorgum yang belum disosoh dengan plastik PP dan ekstrak cengkeh dapat mencegah terjadinya serangan kutu/Sitophilus SP yang ditunjukkan dengan jumlah populasi kutu yang paling kecil, susut bobot yang terendah, susut karbohidrat terendah, dan kadar air yang terkecil
PERSEPSI PETANI TERHADAP KUALITAS LAYANAN LEMBAGA AGRIBISNIS JERUK DI KABUPATEN REJANG LEBONG
Kualitas layanan lembaga agribisnis dapat dinilai melalui persepsi petani sebagai pengguna layanan. Optimalisasi peran lembaga agribisnis dapat dicapai apabila dapat memberikan pelayanan terbaik kepada petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan lembaga penyedia sarana produksi, permodalan, dan pemasaran jeruk RGL di Kabupaten Rejang Lebong dan strategi peningkatan kualitas pelayanannya. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2019 di sentra produksi jeruk RGL di Desa Pal 7, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu. Survei melibatkan 117 petani jeruk dengan wawancara mendalam terhadap informan kunci yang digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Data yang dikumpulkan adalah deskripsi kawasan pengembangan jeruk dan kualitas layanan lembaga agribisnis dan permasalahan yang menyertai. Data dianalisis dengan Important Performace Analysis (IPA) dan analisis diagram pohon masalah. Hasil penelitian menunjukkan kualitas layanan lembaga sarana produksi, permodalan, dan pemasaran jeruk umumnya sudah baik, namun perlu perbaikan pada beberapa atribut layanan yaitu: (1) kelengkapan sarana produksi dan sistem pengantaran barang ke lokasi pada lembaga sarana produksi, (2) persyaratan kredit yang mudah dipahami petani pada lembaga keuangan, dan (3) sistem tunda bayar pada lembaga pemasaran. Strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan persepsi petani terhadap layanan kelembagaan yaitu penyediaan sarana produksi bersama, peningkatan pengetahuan petani tentang kredit usaha, dan pemasaran bersama
EVALUASI TAHAP AWAL HASIL PERAKITAN PADI HIBRIDA MELALUI PERCOBAAN DENGAN RANCANGAN AUGMENTED
In the early plant breeding experiments usually are not possible to use an appropriate experimental design. The number of large genetic materials and seeds is limited so environmental heterogeneity cannot be controlled. The augmented design could be used to do this approach. The research aims were to study the use of augmented design and evaluate the yield and its yield component of hybrid rice genotypes and check varieties, in the early evaluation. The research was conducted in the second season of 2015 (October 2015 to March 2016) in Sukamandi Experimental Station of Indonesia Center for Rice Research (ICRR), Subang, West Java Province. The experiment used 455 hybrid rice genotypes and four checks varieties, namely Hipa 8, Hipa Jatim 2, Inpari 31, and Ciherang. Based on the statistic analysis, the yield of hybrid rice ranges from 9.09 t/ha (GMJ13/CRS1268) to 10.77 t/ha (GMJ13/CRS1284), with heterosis to yields of 5.83% to 44.95%. Some hybrid rice genotypes showed better agronomic traits than check varieties. The augmented design allows for the interpretation of statistically valid data. Character data obtained are corrected data (adjusted), which have been adjusted to check varieties
PEMBANGUNAN APLIKASI E-COMMERCE PERTANIAN DUTATANI STORE BERBASIS ANDROID
E-commerce di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, baik jumlah transaksi dan pengguna maupun jumlah aplikasi e-commerce, masing-masing memiliki sasaran market produk yang berbeda. Namun sektor pertanian di Indonesia belum merasakan dampak e-commerce. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pilihan aplikasi e-commerce pertanian dan antarmuka sistem belum memenuhi tingkat kepuasan. Oleh karena itu, melalui penelitian ini dibangun aplikasi e-commerce berbasis android yang diberi nama Dutatani Store. Pembangunan aplikasi Dutatani Store menggunakan framework antarmuka Flutter, dan bahasa pemrograman Dart. Pengembangan aplikasi menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), dalam kurun waktu dua bulan dengan tim beranggotakan empat orang. Evaluasi sistem dilakukan melalui uji usabilitas terhadap aplikasi untuk mengetahui tingkat kebergunaan aplikasi. Hasil pengujian menunjukkan setiap responden dapat menyelesaikan keseluruhan task skenario. Tampilan list view memiliki nilai usabilitas yang lebih tinggi dengan tingkat kesuksesan yang lebih tinggi pula dibandingkan dengan card view
SECOND ORDER CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS PADA KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI iTANI
Dalam memenuhi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan informasi, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian [PUSTAKA] mengembangkan aplikasi yang bernama iTani. Aplikasi iTani merupakan perpustakaan digital yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk memuat informasi pertanian yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian agar lebih cepat diakses oleh siapapun dan kapanpun. Salah satu tolok ukur untuk mengetahui keberhasilan penerapan suatu sistem informasi adalah dengan mengukur kepuasan pengguna, sehingga penting menganalisis dimensi apa sajakah yang membentuk variabel kepuasan. Oleh sebab itu, tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis dimensi yang paling dominan serta indikator yang signifikan dalam menyusun variabel kepuasan pengguna aplikasi iTani dengan menggunakan pendekatan Second Order Confirmation Factor Analysis (CFA). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 390 responden. Hasil uji kelayakan model berdasarkan kriteria Goodness of Fit diperoleh model fit dengan total 12 indikator yang signifikan dalam menyusun variabel kepuasan pengguna aplikasi iTani. Adapun indikator tersebut meliputi: penyajian informasi secara jelas (KI4), keragaman informasi yang disajikan di aplikasi iTani (KI5), informasi yang disajikan mengandung novelty (kebaruan) (KI9), kesesuaian informasi (KI14), kemudahan penggunaan aplikasi (KS1), kemudahan penelusuran informasi (KS5), firut dapat berfungsi dengan baik (KS6), keberhasilan pengunduhan ebook (KS7), keamanan data pribadi (KL1), kecepatan dalam pelayanan (KL2), kemudahan memberikan feedback (KL3), kemudahan dalam berkomunikasi dengan pengelola (KL4). Model pengukuran variabel kepuasan adalah kepuasan dibentuk oleh variabel laten Kualitas Sistem sebesar 0,892, variabel laten Kualitas Layanan sebesar 0.827 dan variabel laten Kualitas Informasi sebesar 0,825. Berdasarkan ketiga variabel laten tersebut, Kualitas Sistem yang paling dominan membentuk kepuasan pengguna aplikasi iTani
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI SAYURAN RUMAH TANGGA PADA KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KOTA SAMARINDA DAN BONTANG
ABSTRACTFAKTOR – FAKFAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI SAYURAN RUMAH TANGGA PADA KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KOTA SAMARINDA DAN BONTANGTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI SAYURAN RUMAH TANGGA PADA KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KOTA SAMARINDA DAN BONTANG Backyard has a potential to feed the family as vegetables cropland or fruit crops. Sustainable Food Reserved Garden Program (SFRG) was designed to increase the potential of backyard to provide sustainable cheap food. This study aimed to analyze the factors affecting household’s vegetables consumption in the area of SFRG program. The research was conducted in Samarinda and Bontang City in 2018, involving 60 respondents who have implemented the program. Respondents were divided into three strata according yard size, which are stratum 1 (narrow), stratum 2 (medium) and stratum 3 (extensive). Data was collected through interviews using a structured questionnaire and focus group discussions with managers of the program. Afterwards, the data were analyzed descriptively. The result showed that the variations of plants types tend to be uniform among the three strata such as eggplant, peppers, tomatoes, cabbage, kale, leeks and spinach. In terms of the arrangement, narrow stratum was dominated by “vertikultur”, medium stratum by polybag and extensive stratum by seedbeds. Key words: SFRG, vegetables consumption, backyard, vegetables production ABSTRAK Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan penting untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sayuran bagi keluarga. Melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) diharapkan dapat menyediakan pangan murah yang berkelanjutan. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi sayuran rumah tangga di Kawasan Rumah Pangan Lestari. Penelitian dilaksanakan di Kota Samarinda dan Bontang tahun 2018 melibatkan 60 responden pelaksana program KRPL. Responden dibedakan ke dalam tiga strata berdasarkan luas pekarangan, yaitu strata 1 (sempit), strata 2 (sedang) dan strata 3 (luas). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan Focus Group Discussion melibatkan pengelola program KRPL. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis tanaman cenderung seragam antar strata, dengan tanaman dominan terong, cabai, tomat, sawi, kangkung, bawang daun dan bayam. Penataan tanaman pada strata satu dominan vertikultur, strata dua menggunakan polibag dan strata tiga dengan bedengan. Kata kunci: KRPL, konsumsi sayuran, pekarangan, produksi sayuran
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN JENIS TANAH YANG SESUAI UNTUK TANAMAN PANGAN MENGGUNAKAN METODE SMARTER DAN SAW
Lahan atau tanah merupakan sumber daya fundamental yang dimiliki manusia. Dengan adanya lahan, manusia dapat menghasilkan bahan pangan, sandang, papan, tambang, dan tempat dilaksanakannya berbagai aktivitas. Di satu sisi, kebutuhan lahan untuk pertanian terus meningkat. Di sisi lain, lahan subur makin terbatas karena digunakan untuk berbagai keperluan selain pertanian. Selain itu, petani umumnya kesulitan menentukan jenis tanaman yang tepat diusahakan pada tanah yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis tanah yang sesuai bagi tanaman pangan menggunakan metode Simple Multi Attribute Rating Technique Exploiting Rank (SMARTER) dan metode Simple Additive Weighting (SAW). Kriteria dan perhitungan bobot untuk metode SMARTER dan SAW adalah kesuburan tanah (W1), unsur hara tanah (W2), kelembaban tanah (W3), tekstur tanah (W4), ketebalan gambut tanah (W5), reaksi (pH) tanah (W6), dan drainase tanah (W7). Hasil penelitian penerapan metode SMARTER dan SAW menghasilkan preferensi dengan nilai tertinggi 0,824286 pada jenis tanah Andosol untuk tanaman padi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI PETANI TERHADAP POLA TANAM SAYURAN DI KECAMATAN PONDOK KELAPA KABUPATEN BENGKULU TENGAH
Keragaman pola tanam sayuran disebabkan oleh berbagai faktor seperti keuntungan usahatani, karakteristik petani, dan dukungan kelembagaan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi preferensi petani terhadap pola tanam sayuran di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Oktober 2019 melalui survei terhadap 38 orang petani, observasi lapangan, dan FGD. Data dianalisis dengan R/C rasio, regresi logistik multinomial, dan AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola tanam sayuran utama yang diterapkan petani dengan nilai R/C ratio antara 1,65-1,95. Tingkat pendidikan formal dan keuntungan usahatani mempengaruhi pilihan petani terhadap pola tanam sayuran. Kelembagaan pasar lebih menentukan preferensi petani terhadap pola tanam sayuran dibandingkan dengan kelembagaan permodalan, input, dan produksi
MESIN PEMBELAJARAN ENSEMBLE UNTUK IDENTIFIKASI VARIETAS PADI
Setiap varietas padi memiliki karakter tertentu dengan anjuran tanam berbeda. Petani umumnya kesulitan memilih varietas padi yang cocok untuk ditanam di lahan mereka karena kurangnya kemampuan identifikasi. Algoritma klasifikasi merupakan solusi mengatasi masalah ini karena mampu mengidentifikasi varietas padi melalui citra digital. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan dan mengevaluasi beberapa algoritma klasifikasi untuk mengidentifikasi varietas padi menggunakan fitur warna dan tekstur. Penelitian dilakukan di kabupaten Indagiri Hilir Riau pada tahun 2018. Mesin pembelajaran dibangun dengan cara menggabungkan beberapa algoritma klasifikasi (classifier), yaitu Support Vector Machine, k-Nearest Neighbors, Logistic Regression, dan Decision Tree. Varietas yang diteliti adalah IR42, Inpara-9. dan Batang Piaman. Berdasarkan tingkat ketelitian masing-masing algoritma, k-Nearest Neighbors memberikan hasil lebih baik dibanding algoritma lainnya, baik dengan maupun tanpa normalisasi data. Terdapat enam sampel Inpara-9 yang diprediksi benar (true positive) dan lima sampel diprediksi salah (false positive). Pada varietas Batang Piaman terdapat delapan sampel yang diprediksi benar (true positive). Pada IR42 terdapat lima sampel yang diprediksi benar
PENYAJIAN DAN INTERPRETASI FAKTOR UTAMA SAAT INTERAKSI BERBEDA NYATA
Jika analisis sidik ragam menghasilkan interaksi yang berbeda nyata, sesuai dengan prinsip marginalitas maka efek utama seharusnya tidak diinterpretasikan dan tidak diuji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi bentuk interaksi (terurut atau tidak terurut), sehingga penyajian dan interpretasi faktor utama saat terjadi interaksi dapat dibuat dengan benar. Metode yang digunakan adalah metode visual dan matematis yang diterapkan pada data simulasi dan dua data riil. Berdasarkan evaluasi matematis dari data simulasi, faktor utama dapat diinterpretasi pada saat kedua faktor utama berbeda nyata dan hanya berlevel dua. Saat jumlah level meningkat, peluang untuk menginterpretasikan faktor utama menjadi berkurang (12% pada jumlah level tiga). Penyajian data dapat menggunakan tabel kombinasi perlakuan dan tabulasi silang. Tabel tabulasi silang memungkinkan perbandingan perlakuan antar baris/ kolom sehingga penggunaan kalimat “huruf kecil yang sama pada baris yang sama dan huruf kapital yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda” harus dihindari saat interaksi tidak terurut. Hal ini dilakukan agar interpretasi, perbandingan antar perlakuan, dan tingkat a yang digunakan tidak menyesatkan