Majalah Obat Tradisional
Not a member yet
    427 research outputs found

    PENGARUH PENINGKATAN KONSENTRASI PATI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI PENGIKAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK GRANUL DAN TABLET EKSTRAK AKAR ALANG-ALANG (Imperata cylindrica Linn.)

    Get PDF
    This research aims to determine the effect of avocado seed starch as a binder to the physical characteristics of the granule that is flow rate, angle of repose and moisture content as well as to the physical characteristics of tablets that is uniformity of weight, hardness, friability and disintegration time. Root of Imperata cylindrical (Linn.) extract was obtained by remaceration process usingethanol 70 % as a solvent. Tablets were made by wet granulation method with increase the avocado seed starch concentration as binder tablet (FI: 10 %, FII: 20 %, and FIII: 30 %) then the physical characteristics of granule and tablets were tested. Data were analyzed theoretically by comparing toliterature and statisticaly using one way ANOVA with a level of confidence up to  95 %,  followed by Scheffe test. The results showed that the granule’s flow rate andangle of repose decrease byincreasing of avocado seed starch concentrations as a binder, while will increase the moist content of granules. Increasing of avocado seed starch concentration as a binder will increase the hardness and disintegration time of tablets as well, while friability of tablets are decrease and weight of tablets are more uniform.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati biji alpukat sebagai bahan pengikat terhadap karakteristik fisik granul yaitu kecepatan alir, sudut diam dan kandungan lembab serta terhadap karakteristik fisik tablet yaitu keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Ekstrak akar alang-alang di peroleh dengan cara remaserasi dengan pelarut etanol 70%. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dengan peningkatan pati biji alpukat sebagai pengikat tablet (FI: 10%, FII: 20%, dan FIII: 30%) dan dilakukan uji karakteristik fisik granul dan karakteristik fisik tablet. Data yang diperoleh dianalisis secara teoritis dengan membandingkan terhadap pustaka dan secara statistik menggunakan one-way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji scheffe. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan alir dan sudut diam granul menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi pati biji alpukat sebagai bahan pengikat, sedangkan kandungan lembab granul semakin meningkat. Kekerasan dan waktu hancur  tablet meningkat dengan meningkatnya konsentrasi pati biji alpukat sebagai bahan pengikat, sedangkan kerapuhan tablet menurun dan bobot tablet semakin seragam

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TUMBUHAN Cynara scolimus L., Artemisia china L., Borreria repensDC.,Polygala paniculata L. HASIL KOLEKSI DARI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DENGAN METODE PENANGKAPAN RADIKAL DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL)

    Get PDF
    Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) has various biodiversities which need to be explored. This study aims to analyze antioxidant activity four plants from Asteraceae, Rubiaceae and Polygalaceae which were collected from TNGM. Antioxidant activity is analyzed by DPPH radical capturing method using spectrophotometer. Sampel is extracted gradually by wasbenzen and methanol. DPPH radical capturing analysis shows that IC50 score of Cynara scolimus L. wasbenzen extract is 496,16g/mL; Artemisia china L. 407,86g/mL; Borreria repens DC. 984,04 g/mL and Polygala paniculata L. 633,34 g/mL. The IC50 score of methanol extract Cynara scolimus L. is 334,94g/mL; Artemisia china L. 199,99g/mL; Borreria repens DC. 402,28 g/mL and Polygala paniculata L. 77,00 g/mL . Thin layer chromatography analysis shows that methanol extract of Polygala paniculata L. contains flavonoid.Taman Nasional Gunung Merapi menyimpan berbagai keanekaragaman hayati yang belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan empat tumbuhan anggota suku Asteraceae, Rubiaceae dan Polygalaceae. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkapan radikal DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dengan alat spektrofotometer. Sampel diekstraksi secara bertingkat dengan menggunakan wasbenzen dan metanol. Uji penangkapan radikal DPPH menunjukkan bahwa ekstrak wazbenzen Cynara scolimus L. memiliki IC50 sebesar 496,16g/mL; Artemisia china L. sebesar 407,86g/mL; Borreria repens DC. sebesar 984,04 g/mL dan Polygala paniculata L. sebesar 633,34 g/mL. Ekstrak metanol Cynara scolimus L. memiliki nilai IC50 sebesar 334,94 g/mL; Artemisia china L. sebesar 199,99g/mL; Borreria repens DC. sebesar 402,28 g/mL dan Polygala paniculata L. sebesar 77,00 g/mL . Analisa mengunakan KLT menunjukkan bahwa ekstrak metanol Polygala paniculata L. mengandung flavonoid

    PENAPISAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN BEBERAPA TUMBUHAN OBAT INDONESIA MENGGUNAKAN RADIKAL 2,2-DIPHENYL-1 PICRYLHYDRAZYL (DPPH)

    Get PDF
    Antioxidant is a compound useful to prevent oxidative damage generated by free radical in human body, thus protecting body from many diseases. The aim of this research is to investigate antioxidant activity of some Indonesian medicinal plants. A total of 37 methanolic extracts of Indonesian plants have been screened for their antioxidant activity by in vitro method using the free radical 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Vitamin C was used as positive control. Of the samples investigated, 29 exhibited radical scavenging properties more than 50% at 1000 ppm. Five extracts exhibited high activities i.e. bark extracts of Sapium baccatum and Leucosyke capitellata, leaves extracts of Ardisia crispa, Glochidion cauliflorum, and Glochidion superbum.Antioksidan merupakan senyawa yang berguna mengatasi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas dalam tubuh sehingga turut berperan mencegah berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari beberapa tumbuhan obat Indonesia. Sebanyak 37 ekstrak metanol tumbuhan obat diuji aktivitas antioksidannya secara in vitro menggunakan metode peredaman radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil pengujian menunjukkan 29 ekstrak memiliki aktivitas diatas 50% pada konsentrasi 1000 ppm. 5 ekstrak dengan aktivitas tertinggi antara lain ekstrak kulit batang Sapium baccatum dan Leucosyke capitellata, ekstrak daun Ardisia crispa, Glochidion cauliflorum, dan Glochidion superbum

    DAYA ANTIMIKROBA METABOLIT BIOAKTIF JAMUR SHIITAKE (Lentinula edodes (Berk.) Pegler) YANG DIKULTUR PADA TIGA JENIS MEDIUM FERMENTASI

    Get PDF
    Shiitake mushroom (Lentinula edodes (Berk.) Pegler) is one of the fungi that has potentially been used as food and medicinal mushroom. Cultivation in liquid medium by the fermentation process has been developed over recent years. Four isolates of L.edodes (isolates from Malang, Cianjur, Lembang and Yogyakarta) cultured on three types of fermentation media (KM: Medium Kauffman; GYMT: Glucose, Yeast Extract, Malt Extract, Thiamin; YEMR: Yeast extract, Malt Extract, Rice bran). Bioactive metabolites  extracted from mycelium biomass and fermentation culture filtrates were tested using pathogenic microbial Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 35218, Candida albicans ATCC 10231, and Trichophyton mentagrophytes. Inhibition zone diameter data were analyzed using analysis of variance followed by Duncan test at 5% error rate. The results showed that bioactive compounds in the culture filtrates and mycelium biomass of L. edodes extracted using chloroform, ethyl acetate and water, were able to inhibit S. aureus, E. coli and C. albicans,  but were not able to inhibit T.mentagrophytes. Isolates of L.edodes from Lembang and Yogyakarta cultured on Kauffman Medium gave  the best results with inhibitory zones of 24.97 to 31.14 mm. Microbes which gave the most sensitive of bioactive compounds test from L. edodes were C. albicans followed by E. coli, S. aureus and T. mentagrophytes. Bioactive metabolites from L. edodes inhibited potentially pathogenic microbes  from the group of  bacteria and  yeasts but did not inhibit the fungus.Jamur shiitake (Lentinula edodes (Berk.) Pegler) merupakan salah satu jamur yang berpotensi sebagai jamur pangan dan bahan obat (edible and medicinal mushroom). Kultivasi pada medium cair dengan proses fermentasi telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir ini. Empat isolat L. edodes (isolat asal Malang, Cianjur, Lembang dan Yogyakarta) dikultur pada tiga jenis medium fermentasi yaitu (KM: Kauffman Medium; GYMT: Glucose, Yeast extract,  Malt extract, Thiamin; YEMR: Yeast extract,  Malt extract,  Rice bran). Metabolit bioaktif yang diekstrak dari biomassa miselium dan filtrat kultur hasil fermentasi diuji menggunakan mikroba patogen Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 35218, Candida albicans ATCC 10231,dan  Trichophyton mentagrophytes. Data diameter zona  hambat dianalisis menggunakan analisis ragam, dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada tingkat kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam filtrat kultur maupun biomassa miselium L.edodes yang diekstrak menggunakan kloroform, etil asetat dan air, mampu menghambat S. aureus, E.coli dan C. albicans tetapi tidak mampu menghambat T.mentagrophytes. Isolat L.edodes asal Lembang dan Yogyakarta yang dikultur pada medium Kauffman memberikan hasil zona hambat terbaik (24,97-31,14 mm). Mikroba uji yang paling sensitif terhadap senyawa bioaktif dari L. edodes adalah C. albicans diikuti oleh E.coli, S. aureus dan T. mentagrophytes. Metabolit bioaktif dari L. edodes berpotensi menghambat mikroba patogen dari kelompok bakteri dan khamir tetapi tidak menghambat jamur. 

    AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL OLEH EKSTRAK ETANOLIK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) DAN FRAKSI-FRAKSINYA

    Get PDF
    We have investigated the antiradical activity of ethanolic extracts of Brotowali stem (Tinospora crispa (L.) Miers) using radical scavenging assay or DPPH radical. Thin layer chromatograms were also studied to estimate the group of compounds that have antiradical activity. The ethanolic extract, ethyl acetate and water fractions were showed coumarin and flavonoid. The DPPH antiradical efficiency values of ethyl acetate fraction was the highest antiradical activity namely 200 µg/ mL of this fraction was able to inhibit 53.57% DPPH radicals. Batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) diketahui mengandung beberapa senyawa fenolik yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas penangkapan radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazin (DPPH) oleh ekstrak etanolik batang brotowali dan fraksi-fraksinya. Ekstraksi batang brotowali dilakukan dengan alat Soxhlet dan pembuatan fraksi-fraksinya secara partisi cair-cair menggunakan alat Liquid-Liquid Continuous Extraction (LLCE). Pelarut-pelarutnya adalah n-heksana dan etil asetat. Adanya golongan senyawa antiradikal dideteksi  dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan aktivitas penangkapan radikal DPPH. Ekstrak etanolik, fraksi etil asetat, dan fraksi air memiliki aktivitas antiradikal dan mengandung senyawa golongan kumarin dan flavonoid. Fraksi etil asetat (200 µg/ml) mampu menangkap 53,57 % radikal DPPH yang merupakan aktivitas antiradikal tertinggi dan diikuti oleh fraksi air, ekstrak etanolik, dan fraksi n-heksana

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN KANDUNGAN ANTOSIANIN TOTAL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L)

    Get PDF
    Mangosteen fruit with latin name Garcinia mangostana L. got the nickname Queen of tropical fruit (Tropical Fruits queen). Most of the mangosteen fruit is consumed in fresh condition. Mangosteen rind purple black. Mangosteen rind allegedly containing anthocyanin compounds. This study aimed to determine antioxidant activity of bark extracts of the mangosteen fruit and the total anthocyanin content in the rind of the mangosteen fruit. Object of research is that the mangosteen rind has been good to consume. Mangosteen rind mashed and then soaked with methanol containing 1% HCl. Antioxidant activity test mangosteen rind extract includes a qualitative test of antioxidant activity of extracts of TLC plates sprayed mangosteen rind 0.1 mM DPPH reagent produces patches of pale yellow with a purple background. Quantitative test of antioxidant activity based on the parameters EC50 using DPPH method with the comparison of vitamin C. Obtained EC50 value of 8.5539 tg/mL and EC50 values of vitamin C is 3.3676 tg/mL. Average total anthocyanin content in the skin of the mangosteen fruit is 59.3 mg in 100 grams of the mangosteen rind.Buah manggis dengan nama latin Garcinia mangostana L. mendapat julukan Queen of tropical fruit (Ratunya Buah-buahan Tropik). Kulit buah manggis berwarna ungu kehitaman. Diduga kulit buah manggis mengandung senyawa antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis dan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis. Obyek penelitian adalah kulit buah manggis yang sudah layak untuk dikonsumsi. Kulit buah manggis dihaluskan kemudian direndam dengan pelarut metanol yang mengandung HCl 1%. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan penentuan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis menggunakan metode perbedaan pH. Uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis meliputi uji aktivitas antioksidan secara kualitatif berupa lempeng KLT ekstrak kulit buah manggis disemprotkan penampak bercak DPPH 0,1 mM menghasilkan bercak kuning pucat dengan latar belakang ungu. Uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif berdasarkan parameter EC50 menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Diperoleh nilai EC50 sebesar 8,5539 μg/mL dan nilai EC50 vitamin C adalah 3,3676 μg/mL. Rata-rata kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis adalah 59,3 mg dalam 100 gram kulit buah manggis.

    ISOLASI DAN PENETAPAN KADAR ALKALOID EKSTRAK ETANOLIK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) SECARA SPEKTRODENSITOMETRI

    Get PDF
    This research aims to isolate and determine relative concentration of alkaloid in Hibiscus rosa-sinensis L flowers. using spectrodensitometry. Ethanolic extract of H. rosa-sinensis flowers was made by maceration methode using etanol 70% as solvent. Fractionation of alkaloid compound was using VLC (Vaccum Liquid Chromatography) and using organic solfent mixture of methanol-ethyl acetate in variation concentration. Isolate was used as standard curve, then the concentration of H. rosa-sinensis flowers extract was determined using spectrodensitometry with silica gel as stationer phase and ethyl acetate: methanol ( 1:5 v / v) as mobile phase. The relative concentration of alkaloid was calculated by using standard curve Y = 29023.75 X + 5809.35, r = 0.996. Determination of isolate showed the relative concentration of alkaloid was 0.210 ± 0.035 % and this can be used as marker compound.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan mengetahui kadar relatif alkaloid pada bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) secara spektrodensitometri. Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pemisahan senyawa alkaloid dilakukan dengan fraksinasi menggunakan VLC (Vaccum Liquid Chromatography) dan menggunakan campuran pelarut metanol-etilasetat dengan variasi konsentrasi. Hasil isolasi selanjutnya digunakan sebagai kurva baku, kemudian ditetapkan kadar sampel ekstrak bunga kembang sepatu secara spektrodensitometri dengan menggunakan fase diam silika gel dan fase gerak etil asetat: metanol (1:5 v/v). Kadar relatif alkaloid dihitung menggunakan kurva baku Y = 29023,75 X + 5809,35, r = 0,996. Didapatkan kadar relatif alkaloid sebesar 0,210 ± 0,035 % dan dapat diijadikan sebagai suatu senyawa penanda

    ENHANCING ANTIFUNGAL CANDIDA ALBICANS ACTIVITY OF Piper bettle LINN. LEAF ESSENTIAL OIL OINTMENT THROUGH FORMATION OF COMPLEX WITH B-CYCLODEXTRIN INCLUSION

    Get PDF
    Minyak atsiri daun sirih (Piper betle Linn.) memberikan aktifitas antimikroba terhadap Candida albicans (Wirna, 2006). Sifat minyak atsiri adalah kurang stabil terhadap suhu tinggi, cahaya, dan oksigen. Untuk menjaga kestabilan dan memudahkan penanganan minyak atsiri dalam pembuatan sediaan, dapat dilakukan pembuatan kompleks inklusi minyak atsri dengan b-siklodekstrin (Szejtli, 1989). Hal ini mendorong penulis untuk meneliti tentang pengaruh pembentukan kompleks inklusi minyak atsiri daun sirih dalam b-siklodekstrin terhadap aktivitas antijamur candida albicans yang diformulasikan dalam sediaan salep polietilen glikol. Dalam penelitian ini, pertama kali dilakukan isolasi minyak atsiri daun sirih secara destilasi. Kemudian dilakukan pembuatan kompleks inklusi minyak atsiri daun sirih - β-siklodekstrin dengan metode kopresipitasi dengan perbandingan minyak atsiri daun sirih : β-siklodekstrin 1:1 (b/b). Kompleks inklusi yang terbentuk diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis dan difraksi sinar X serbuk. Kromatografi lapis tipis menggunakan silika gel sebagai fase diam dan fase gerak toluen-etil asetat (7:3) dan metanol-air (7:3). Nilai Rf minyak atsiri daun sirih dan kompleks inklusi dibandingkan. Pola difraksi sinar X serbuk β-siklodekstrin, campuran fisik, dan kompleks inklusi juga dibandingkan. Tahap selanjutnya adalah pembuatan salep minyak atsiri daun sirih dan salep kompleks inklusi minyak atsiri daun sirih - β-siklodekstrin dengan menggunakan basis polietilen glikol. Sifat fisik dan aktivitas antifungi kedua formula dibandingkan. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan minyak atsiri daun sirih dengan fase gerak metanol-air (7:3) mempunyai Rf 0,69 dan 0,81 untuk kompleks inklusi. Pada  fase gerak toluen-etil asetat (7:3), nilai Rf minyak atsiri daun sirih 0,63; 0,73; 0,85; sedangkan kompleks inklusi 0,66; 0,80, dan 0,91. Analisis difraksi sinar X serbuk menunjukkan pola yang berbeda antara  β-siklodekstrin, campuran fisik dan kompleks inklusi. Perbedaan Rf pada kromatografi lapis tipis dan perbedaan pola difraksi sinar X  ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun sirih telah terkompleks dengan β-siklodekstrin. Hasil uji sifat fisik salep minyak atsiri daun sirih dan salep kompleks inklusi minyak atsiri daun sirih - β-siklodekstrin menunjukkan bahwa homogenitas kedua formula cukup baik. Salep kompleks inklusi minyak atsiri daun sirih - β-siklodekstrin mempunyai daya sebar, daya lengket dan daya antijamur  yang lebih baik dibandingkan dengan salep minyak atsiri daun sirih. Potensi daya antijamur salep kompoleks inklusi minyak atsiri daun sirih - β-siklodekstrin tidak berbeda nyata dengan salep mikonazol sebagai kontrol positif.The Piper betle leaf essential oil have antimicrobial activity to Candida albicans (Wirna, 2006). However, the essential oil is unstable to high temperature, light, and oxygen. One approach to improve the stability and facilitate in developing  various dosage forms is by preparing the essential oil in complex inclusion using β-cyclodextrin (Szejtli, 1989). The aim of the present study  was to investigate the effect of inclusion complex formation of the Piper betle leaf essential oil in b-cyclodextrin formulated to polyethylene glicol ointment to antifungal candida albicans activity.  The essential oil of Piper betle leaf was isolated by destillation. The inclusion complex of the essential oil - β-cyclodextrin was prepared by coprecipitation of the essential oil : β- cyclodextrin 1:1 (w/w). The inclusion complex formation was studied with thin layer chromatography (TLC) and powder X-ray diffraction (XRD). In the TLC, sillica gel was used as solid phase, whereas toluen-ethyl acetate (7:3) and methanol-water (7:3) was used as mobile phase, then the Rf value of the essential oil and inclusion complex was compared. The XRD pattern of β-cyclodextrin, physical mixtures and inclusion complex was compared, too. Then, the  polyethylene glicol ointment of the essential oil and inclusion complex was prepared. The physical properties and antifungal activity was compared. The TLC result showed that the essential oil of Piper betle leaf with methanol-water (7:3) as mobile phase had Rf 0,69 and the inclusion complex had Rf 0,81. With toluen-ethyl acetate (7:3), Rf of the essential oil were 0,63; 0,73; 0,85, whereas the inclusion complex were 0,66; 0,80, and 0,91. The powder XRD analysis showed that the pattern of β-cyclodextrin, physical mixture and inclusion complex were different. The differences of Rf from TLC and XRD patterns were showed that  the Piper betle leaf essential oil was complexed with β cyclodextrin. The physical properties studies showed that the homogenity of both formulation was good.  The inclusion complex ointment had spreading property, adhering property and antifungal activity which better than the essential oil ointment. The potency of antifungal activity of the inclusion complex of the essential oil - β-cyclodextrin was not significant different than miconazol ointment

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ZAT PEDAS RIMPANG JAHE EMPRIT YANG DISARI DENGAN ETANOL 70% TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN Listeria monocytogenes

    Get PDF
    Immunomodulator has been used as one of the attention to develop herbal medicine. Jahe is one of herbal medicine which is usually used to heal various diseases. Jahe Emprit  is one of local name of Jahe in Indonesia. The aim of this research was to investigate the effect of pungent principle containing extract of Jahe emprit rhizome on the macrophage activity compared by levamisol and Echinacea extract. Extraction was done by 70%v/v ethanol. The concentrations of extract were 5 mg/kg B.W; 25 mg/kg B.W; and 100 mg/kg B.W. CMC Na 1,5%w/v was used as solvent control. Levamisol 2,5 mg/kg B.W and Echinacea extract 10 mg/kg B.W were used as positive control. The macrophage ability  were measured according to Leijh et al., (1986) that was basically on the amount of latex which was captured  by macrophage. The extracts were orally administrated to the Swiss male mice at the dose of 0,2 ml/20 g B.W. The Macrophage  activity was analyzed by one way ANOVA at 95% of confidence level. The extract which had specification of 35% relative concentration of pungent principles; 3,554% ± 0,145 % W/W total phenolic substances; 13,70 mg/ml  antioxydative value  (IC50) at the concentrations of  5 mg/kg B.W and 25 mg/kg B.W could increase phagocytosis  ability. The ability of the extract at the concentration 25 mg/kg.B.W had no different with either the Levamizol 2,5 mg/kg. B.W., and Echinacea extract 2,5 mg/kg. B.W.Efek immunomodulator banyak dilakukan dalam upaya pengembangan herbal medisin. Jahe merupakan salah satu bahan alami yang digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Jahe emprit merupakan salah satu nama lokal jahe yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit yang diekstraksi dengan 70% v/v etanol terhadap aktivitas makrofag, dibandingkan dengan levamisol dan ekstrak Echinacea. Ekstraksi dilakukan dengan etanol 70% v/v. Kemampuan fagositosis makrofag terhadap lateks ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit  secara in vitro pada 5 mg/kgBB; 25 mg/kgBB; dan 100 mg/kgBB. CMC Na 1,5% b/v digunakan sebagai kontrol pelarut; sedangkan sebagai kontrol positif, digunakan Levamisol 2,5 mg/kg BB dan ekstrak Ehinacea 10 mg/kg BB. Metode pengujian yang dilakukan, sesuai dengan pengujian yang dilakukan Leijh dkk (1986). Ekstrak diberikan secara oral pada mencit jantan galur Swiss sebanyak 0,2 ml/20 g BB. Data dianalisis dengan ANOVA satu jalan (taraf kepercayaan 95%). Ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit dengan spesifikasi kadar relatif zat pedas 35%, kadar fenol total 3,554% ± 0,145 % b/b; dan bilangan antioksidan (IC50) 13,70 mg/ml, pada dosis 5 mg/kg BB dan 25 mg/kg BB dapat berefek pada peningkatan ke-mampuan fagositosis makrofag peritoneal pada mencit jantan yang diinfeksi Listeria monocytogenes. Peningkatan fagositosis ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit dosis 25 mg/kg BB sebanding dengan imunostimulator sintetik (Levamisol hidroklorida 2,5 mg/kg BB) dan imunostimulator alami (ekstrak Echinacea 10mg/ kgBB)

    UJI AKTIVITAS JAMU GENDONG KUNYIT ASAM (Curcuma domestica Val.; Tamarindus indica L.) SEBAGAI ANTIDIABETES PADA TIKUS YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN

    Get PDF
     Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia. “Jamu gendong kunyit asam” (Curcuma domestica Val.; Tamarindus indica L.) is a traditional medicine that has antioxidant activity which can contribute to diabetic because of the phenolic content. This aim of this study is to determine the effect of “jamu gendong kunyit asam” on lowering blood glucose levels and repairing damage of the islet cells. 25 male wistar rats (Rattus norvegicus) were divided into five groups. Group I as a normal group without any treatment, group II, III, IV and V were induced with streptozotocin (7mg/ 200gBB) then treated with  CMC 1%, glibenclamide (0.27mg / 200gBB), “jamu gendong kunyit asam” 1.90mL/ 200gBB and 3.80mL/ 200gBB. The treatment was done for 28 days. Glucometer was used to measure the gloucose blood level on day 4, 8, 12, 16, 20, 24 and 28. The damages on the islet cells were examined under the microscope on the histology sample of pancreas prepared with Hematoxyllin eosin stain. Datas were analyzed statistically with One Way Anova test, T-Test, and the Kruskal-Wallis test using SPSS 17.0 for Windows. Results showed there is a significant difference (p> 0.05) in blood glucose levels and damage to the islets of Langerhans of the pancreas between the glibenclamide group and treatment of “jamu gendong kunyit asam”. From the research it can be concluded that the “jamu gendong kunyit asam” have antidiabetic activity which is  showed by a decrease in blood glucose levels and an improvement of pancreatic islets of Langerhans in streptozotocin-induced diabetic rats with an effective dose of 1.90mL/ 200gBB.Diabetes mellitus merupakan suatu kondisi gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia. Jamu gendong kunyit asam merupakan obat tradisional yang memiliki aktivitas antioksidan yang berkontribusi pada diabetes karena mengandung senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamu gendong kunyit asam terhadap kadar glukosa darah dan perbaikan kerusakan pulau Langerhans pankreas. Sebanyak 25 tikus (Rattus norvegicus) wistar jantan dibagi kedalam lima kelompok. Kelompok I adalah kelompok normal tanpa diberi perlakuan, kelompok II, III, IV dan V adalah kelompok yang diinduksi dengan streptozotocin (7mg/ 200gBB) kemudian diberikan perlakuan masing-masing CMC 1%, glibenklamid (0,27 mg/ 200gBB), jamu gendong kunyit asam dengan dosis 1,90mL/ 200gBB dan 3,80mL/ 200gBB. Perlakuan dilakukan selama 28 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 4, 8, 12, 16, 20, 24 dan 28 dengan metode enzimatik menggunakan glukometer. Perhitungan persen kerusakan pulau Langerhans dilakukan dengan membuat preparat pankreas menggunakan pengecatan dengan Hematoksilin Eosin (HE). Pengamatan preparat dilakukan dengan mikroskop cahaya. Data yang diperoleh dianalisis secara statistic dengan uji One Way Anova, uji T-Test, dan uji Kruskal Wallis menggunakan SPSS 17.0 for Windows. Hasil uji statistik kadar glukosa darah dan kerusakan pulau Langerhans pankreas antara kelompok glibenklamid dan perlakuan jamu gendong kunyit asam menunjukan perbedaan yang signifikan dengan nilai p>0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jamu gendong kunyit asam memiliki aktivitas antidiabetes yang ditandai dengan terjadinya penurunan kadar glukosa darah dan terjadi perbaikan pulau Langerhans pankreas pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin dengan dosis efektif sebesar 1,90mL/ 200gBB

    416

    full texts

    427

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Obat Tradisional
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇