Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi
Not a member yet
    190 research outputs found

    ReligiositReligiositas dan Kebahagiaan pada Keluarga yang Menjalankan Ritual To Makula’ di Tana Torajaas dan Kebahagiaan pada Keluarga yang Menjalankan Ritual To Makula’ di Tana Toraja

    No full text
    Kebahagiaan merupakan hal yang diinginkan oleh semua orang termasuk keluarga yang menjalankan ritual To Makula’ di Tana Toraja. Pencapaian kebahagiaan melibatkan berbagai faktor, salah satunya ialah religiositas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiositas dengan kebahagiaan pada keluarga yang menjalankan ritual To Makula’ di Tana Toraja. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Sebanyak 40 keluarga yang menjalankan ritual To Makula’ di Tana Toraja menjadi partisipan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Skala yang digunakan terdiri dari skala religiositas dan skala kebahagiaan. Hasil uji hipotesis dari nilai Pearson correlation sebesar 0,014 dengan signifikansi 0,467 (p0,05), yang menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ditolak. Hasil ini mengindikasikan bahwa religiositas bukan menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan kebahagiaan pada keluarga yang menjalankan ritual To Makula’ di Tana Toraja. Artinya, ketika terjadi peningkatan atau penurunan religiositas, tidak ada kaitannya dengan peningkatan atau penurunan kebahagiaan

    The Role of Technostress on Educators' Work Performance at Universities in the Special Capital Region of Jakarta

    Full text link
    The COVID-19 pandemic forced the education system to adapt a new teaching system from offline to online. However, the ability of lecturers is often unable to keep up with rapid technological developments and the lack of resources provided by institutions, causes lecturers to feel stressed during the teaching and learning process. This study aims to determine the effect of technostress on lecturer performance using the Person-Organization Fit theory approach. The results showed that at the organizational level, the discrepancy between abilities and demands (AD-O) (B= -.39; p.01) had a significant negative and positive effect on lecturer needs with supplies (NS-O) (B=. 24;p.05) with performance. At the individual level, the mismatch between needs and supply (NS-T) (B=-.51; p.01), the absence of social support from colleagues (PPF) (B=-.32; p.01) had an effect significant negative. The findings of this study indicate that both the organizational level and peer support (AD-O and PPF) as well as the individual level (NS-T) play an important role in predicting a decrease in lecturer performance, while the mismatch between ability demands at the individual level has no effect on performance. The implications of this research will be discussed further in the discussion.

    Experiences of Well-Being in Retirement: A Phenomenological Study

    Full text link
    Anxiety in retirement often arises in every individual because of a sense of worry that individuals have to leave their jobs to face retirement. This study aims to identify and describe the meaning of pension well-being for private employees and civil servants in Indonesia. This study conducted development interviews called subject-object interviews with twenty-five retirees consisting of 15 civil servants and ten private employees. The interviews were analyzed using Giorgi's phenomenological descriptive method. Based on this phenomenon, the findings of this study are divided into four: 1) Being grateful for health, 2) Giving meaning to life and society through new experiences, and 3) Being able to make choices independently and without ties to other people. People, 4) Creating positive family relationships. In this study, HARS scale results show that most of the respondent experience anxiety; this is indicated by physical, emotional, and mental/cognitive categories. These findings promote well-being in retirement by comprehensively describing the welfare phenomena experienced by retirees

    Gambaran Work-Life Balance pada Wanita Single Parent yang Bekerja

    Full text link
    Indonesia memiliki banyak pekerja wanita berstatus single parent yang mencari nafkah sambil mengurus rumah tangga. Melihat banyaknya jumlah pekerja single mother terus bertambah, sampai saat ini belum ada penelitian mengenai Work-Life Balance (WLB) pada single mother yang bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran WLB pada single mothers yang memiliki peran ganda. Sebuah penelitian sebelumnya ditemukan telah meneliti WLB dengan partisipan yang hanya berfokus pada ekspatriat, sehingga peneliti ingin mengkritisi penelitian menjadi lebih spesifik pada gender wanita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory pada sembilan wanita single parent yang bekerja untuk mengeksplorasi definisi, tantangan, dan dukungan dari WLB. Hasil penelitian ini menemukan suatu keunikan bahwa wanita single parent berperan ganda yang anaknya masih berada di fase early childhood dan middle childhood merasa dapat mencapai WLB. Sedangkan bagi seorang wanita single parent berperan ganda yang anaknya sudah di fase adolescence merasa bahwa WLB mereka belum seimbang. Meski begitu, seluruh partisipan tetap merasa bahagia dan nyaman dalam menjalani kehidupan, berkat kehadiran anak, keluarga, dan lingkungan sekitar yang mendukungnya

    Hubungan Kepemimpinan Etis, Budaya Organisasi, dan Kepercayaan Afektif dalam Membentuk Akuntabilitas Karyawan

    Full text link
    Akuntabilitas  merupakan hal yang penting dan lumrah dituntut oleh organisasi pada karyawannya, karena membuat karyawan bertanggung jawab pada pekerjaannya. Akuntabilitas penting agar karyawan mengerjakan tugasnya dengan optimal, namun masih minim penelitian anteseden organisasional akuntabilitas karyawan (Pearson Sutherland, 2017), terutama anteseden budaya organisasi dan kepercayaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran budaya kolaboratif dan kepercayaan afektif dalam menjelaskan hubungan kepemimpinan etis dan akuntabilitas karyawan. Alat ukur penelitian ini adalah skala kepemimpinan etis (2005), skala budaya kolaboratif (2004), skala kepercayaan afektif (2010), dan skala akuntabilitas karyawan (2003). Responden penelitian ini adalah 107 karyawan dari suatu organisasi pendidikan di Sumatera Utara. Pengolahan data dilakukan dengan SPSS PROCESS Hayes model 5. Hasil menunjukkan bahwa budaya kolaboratif dapat memediasi secara penuh hubungan kepemimpinan etis dan akuntabilitas karyawan. Selain itu kepercayaan afektif dapat menjadi moderator antara kepemimpinan etis dan akuntabilitas karyawan. Sebagai implikasi organisasi perusahaan baiknya menguatkan kualitas pemimpin etis, pemimpin memperkuat penerapan budaya kolaboratif dan membangun kepercayaan afektif dengan karyawannya, sehingga dapat membentuk rasa akuntabilitas karyawan dengan optimal

    Efektivitas Metode Brain Gym dalam Menurunkan Tingkat Stres Mahasiswa yang Menghadapi Pembelajaran Daring

    Full text link
    Stres dapat hal-hal yang terkait dengan akademik, khususnya ketika menghadapi pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan melihat efektivitas metode brain gym dalam menurunkan stres pada mahasiswa yang menghadapi pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan one group pre-test and post-test design tanpa menggunakan kelompok kontrol. Perlakuan diberikan sebanyak lima sesi dalam dua minggu, dan masing-masing sesi diberikan jeda satu hari sebelum pelaksanaan sesi berikutnya. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah 10 mahasiswa yang kuliah di Madiun, dan memiliki tingkat stres yang tergolong dalam kategori tinggi. Hasil ini didapat melalui pre-test dengan menggunakan skala DASS-II. Setelah treatment selesai, maka akan dilakukan pengukuran ulang (post-test) dengan menggunakan alat ukur yang sama. Analisis menggunakan wilcoxon signed rank test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p 0,05). Dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat perbedaan tingkat stres pada mahasiswa sebelum dan setelah diberikan metode brain gym

    Gambaran Penyebab Mahasiswa Enggan Mencari Bantuan Profesional di Masa Pandemi Covid-19

    Full text link
    Mahasiswa menjadi segmen yang rawan mengalami gangguan kesehatan mental karena berada pada fase transisi peran dari remaja akhir menuju dewasa. Salah satu hal yang memengaruhi keberhasilan dalam mengelola masalah kesehatan mental di masa pandemi Covid-19 adalah perilaku mencari bantuan pada profesional (konselor, psikolog, psikiater). Banyak mahasiswa enggan mencari bantuan pada profesional saat menghadapi permasalahan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab mahasiswa enggan mencari bantuan pada professional di masa pandemi Covid-19. Penelitian kualitatif ini melibatkan delapan orang mahasiswa yang saat ini sedang kuliah di empat universitas di kota Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab utama keengganan mahasiswa mencari bantuan pada profesional adalah kurangnya dukungan sosial dalam bentuk informational support, instrumental support, dan emotional support. Terdapat sikap yang negatif terhadap pemberian bantuan profesional pula, mahasiswa merasa masalah yang dialaminya tidak serius maka cukup dibicarakan dengan teman, pacar, atau keluarga, tidak perlu mencari bantuan pada profesional

    Dari Flores Menjadi Njawani: Internalisasi Budaya Jawa ke Dalam Kepribadian Santri Asal Flores

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan tahapan-tahapan internalisasi budaya Jawa yang terjadi kepada santri Flores. Informan penelitian ini merupakan tiga santri asal Flores yang tinggal di salah satu pondok pesantren di Yogyakarta.  Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan untuk mendeskripsikan pengalaman pribadi santri yang mengalami secara apa adanya dan bersifat alamiah. Hasil temuan dari penelitian ini menguraikan berbagai tahapan yang telah dilalui oleh santri asal Flores agar menjadi pribadi yang njawani. Tahapan tersebut mulai dari (1) penanaman nilai-nilai, aturan, norma budaya Jawa seperti unggah-ungguh oleh kiai kepada santri dengan proses modeling dan imitasi; (2) rangkuman nilai-nilai merumuskan sebuah belief (kepercayaan); (3) belief yang membentuk suatu attitude (sikap); (4) sikap-sikap yang ditunjukkan akan menjadi character (watak); dan (5) character akan melahirkan kepribadian. Adapun kepribadian njawani ini adalah hasil akhir akumulasi dari berbagai proses internalisasi budaya dan bahasa Jawa yang telah dialami oleh santri asal Flores. Bentuk-bentuk kepribadian njawani yang didapati merupakan manifes dari sebuah ‘rasa’ yang menjadi tolok ukur perilaku orang Jawa, yakni ngerasaake, rumangsa, nriman/narima, wedi, isin dan sungkan.Kata kunci: Budaya Jawa, internalisasi, modeling, kepribadian njawani, pesantren  AbstractThe purpose of this study was to explain the stages of internalization of Javanese culture that occurred to Flores students. The study was conducted on three students from Flores who live in one of the Islamic boarding schools in Yogyakarta. Subjects were taken using purposive sampling technique. A qualitative phenomenological approach is used to describe the personal experiences of students who experience what they are and are natural. The findings of this study describe the various stages that have been passed by students from Flores in order to become njawani individuals. These stages start from (1) inculcating Javanese values, rules, cultural norms such as uploading-ungguh by the kiai to the santri with the process of modeling and imitation; (2) a summary of values formulating a belief (belief); (3) belief that forms an attitude (attitude); (4) the attitudes shown will become a character; and (5) character will give birth to personality. The njawani personality is the final result of the accumulation of various processes of internalizing Javanese culture and language that have been experienced by students from Flores. The forms of njawani personality that were found were manifestations of a 'rasa' which became the benchmark of Javanese behavior, namely rasaake, rumangsa, nriman/narima, wedi, isin and sungkan.Keywords: Javanese culture, internalization, modeling, njawani personality, pesantren.

    Perbandingan Prediktor Kesehatan Fisik dan Psikis Kepala Sekolah Berdasarkan Jenjang Sekolah

    Full text link
    AbstrakTujuan penelitian ini adalah membandingkan kesehatan fisik dan psikis kepala sekolah, dan membandingkan prediktor kesehatan kepala sekolah (sosio-demografi, situasi kerja, informasi kesehatan, promosi kesehatan, persepsi terhadap pentingnya kesehatan guru dan murid) berdasarkan jenjang sekolah. Partisipan penelitian ini adalah 234 kepala sekolah. Pengambilan data menggunakan skala Dadaczynski dkk. (2021). Analisis data dengan menggunakan 1) ANAVA untuk membandingkan kesehatan kepala sekolah pada berbagai jenjang sekolah, 2) Split data dan regresi untuk melihat prediktor kesehatan kepala sekolah pada berbagai jenjang sekolah. Hasil analisis data menunjukkan kelemahan/kecacatan kepala sekolah pada sekolah lain-lain berbeda dari kepala SD, SMP, dan SMA/SMK, serta terdapat perbedaan prediktor kesehatan kepala sekolah pada berbagai jenjang sekolah. Kesimpulannya, perbedaan hasil penelitian ini dengan penelitian sebelumnya kemungkinan disebabkan banyaknya sub bagian pada variabel yang diteliti.Kata Kunci: Prediktor, kesehatan kepala sekolah, jenjang sekolah AbstractThe purposes of this study were to study the differences of the physical and psychological health of principals and to compare their predictors (socio-demographies, work situation, health information, health promotion, perception of the importance of teacher and student health) by types of schools. The participants of this study were 234 principals. Data collection used a batterey scale from Dadaczynski et al (2021). Data was analyzed used 1) ANOVA to compare the health of principals in various types of schools, 2) Split data and Regression Analysis to see the effect of the predictors on the health of principals among various schools. The results showed that the weaknesses/disability of principals in other schools were different from those of the principals of Elementary Schools, Junior High Schools, and Senior High Schools/ Vocational Schools, and there were different predictors of principals’ health in various types of schools. The conclusion is differences between the results of this study compared to those of other studies was probably due to the large number of sub-sections on the variables studied.Keywords: Predictors, principal's health, school leve

    Hubungan antara Dukungan Sosial Daring dan Kepribadian Lima Besar dengan Adiksi Media Sosial

    Full text link
    Adiksi media sosial adalah penggunaan dan pemantauan media sosial secara berlebihan, yang tampak dalam penggunaan kompulsif dengan mengorbankan aktivitas lain. Penelitian bertujuan melihat ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial daring dan kepribadian lima besar pada adiksi media sosial. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif korelasional, yang dilakukan pada para pengguna media sosial di Surabaya yang berusia 18–40 tahun. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 105 orang, yang didapat melalui teknik sampling insidental. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bergen’s Social Media Addiction Scale (BSMAS), Big Five Inventory-2 (BFI-2) versi Indonesia, dan Online Social Support Scale (OSSS). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dukungan sosial daring dan kepribadian lima besar berpengaruh secara bersama-sama pada adiksi media sosial (p0.01). Hasil korelasi parsial menunjukkan bahwa hanya variabel dukungan sosial daring (r=0.510, p0.01) dan dimensi kepribadian neuroticism (r=0,372, p0.01) yang memiliki korelasi dengan adiksi media sosial. Keempat dimensi kepribadian yang lain tidak memiliki korelasi pada adiksi media sosia

    185

    full texts

    190

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇