Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi
Not a member yet
190 research outputs found
Sort by
INTENSI BERWIRAUSAHA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI MANAJEMEN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG
This study aims to determine the relationship between adversity quotient with the intention of entrepreneurship in the students of Management Studies Program Catholic University Soegijapranata Semarang. Hypothesis of this research is there is positive relation between adversity quotient with entrepreneurship intention to student of Management Study Program of Catholic University Soegijapranata Semarang. The population of this research are students of Management Studies Program of Catholic University of Soegijapranata Semarang force 2013 and 2014 which take the entrepreneurship concentration. The sampling technique used purposive sampling and accidental technique. Subjects who got as many as 38 students, with students of force 2013 say 16 people and force 2014 with 22 people. The data analysis is a measure of scale, with Pearson's exclusive Product Moment technique. The result of data analysis shows that adversity quotient is highly positive correlation to entrepreneurship intention, which reported with rxy value = 0,561 with p valu
VALIDASI DAN PENGEMBANGAN PARADIGMA EKSPERIMEN LEARNED HELPLESSNESS PADA ETNIS DOMINAN DI INDONESIA
Learned helplessness (LH) is known as a phenomenon in which participants feel powerless toward the conditions occurred to them. While the phenomenon can be attributed to other psychological phenomena such as depression, etc. little is known whether specific context would explain (i) what the cause of (LH) and (ii) what strategy employed by individuals to cope with LH. Our study is intended to examine the two above questions in the dominant ethnicity in Indonesia, i.e. Javanese. Sixty participants were interviewed with open-ended questionnaire following indigenous psychology approach. We found that family was the greatest cause of LH in our sample. Further spiritual activities were employed by our participants to deal with their feeling of powerless
Social Support, Age and Borderline Personality
This study is aimed 1).to find out relation among the social support and BP. 2).Totest the difference BP based on age. The hypothesis in this study is1). there is a relationship between social support and BP. 2). There is difference BP on based age. All data are measured with scales. The partisipans to this study amounted to 247 adults aged 20-40 years. The data obtained are analyzed with SPSS program. The result showed that 1).There is norelationship between social support and BP (r= -0,40; p= 0,182) 2).There is no difference BP on based age (F= 1,491;p=0,097).Methodological recommendations are as follows 1)pay attention to sources and types of social support 2).analyze the profile of trains in each age group and gender
Job Insecurity and Achievement Motivation of Honorary Teachers
Teacher is a unique job, a job that requires a high commitment beyond the desire for money. This study is for the empirical interest of the relationship between job insecurity and achievement motivation by Honorary Teacher. This study involved 95 teachers with honorary status from 34 educational institutions in kindergarten, elementary / junior high school, high school / vocational school in the suburbs of Salatiga, Central Java. Based on trials with N = 95 there is no significance of Job Insecurity and Achievement Motivation in Honorary Teachers in Salatiga, Central Java (r = 0.045; p = 0.668> 0.05; 2-tailed). This means, job insecurity does not give effect to achievement motivation by Honorary Teachers in Salatiga
Merasa Dicintai Saat Dibantu: Penelitian Survey Deskriptif “Five Love Languages”
Abstrak. Penelitian ini menggunakan desain survey deskriptif kuantitatif yang bertujuan menggambarkan kategori bahasa cinta pada sampel berusia 16-19 tahun. Teknik quota sampling menjaring sampel (n = 500) hingga memenuhi batas kuorum dan mengisi angket yang disiapkan peneliti. Angket terdiri dari data demografis (usia, jenis kelamin, status hubungan), skala bahasa cinta, dan skala self-efficacy. Hasil secara umum menunjukkan kategori Acts of Service dominan ditemui pada sampel penelitian. Bahasan mengenai tingkat usia dan kemungkinan dampaknya pada luaran penelitian ini didiskusikan lebih lanjut.
Kata kunci: survey deskriptif, studi kuantitatif, bahasa cinta, acts of serviceAbstrak. Penelitian ini menggunakan desain survey deskriptif kuantitatif yang bertujuan menggambarkan kategori bahasa cinta pada sampel berusia 16-19 tahun. Teknik quota sampling menjaring sampel (n = 500) hingga memenuhi batas kuorum dan mengisi angket yang disiapkan peneliti. Angket terdiri dari data demografis (usia, jenis kelamin, status hubungan), skala bahasa cinta, dan skala self-efficacy. Hasil secara umum menunjukkan kategori Acts of Service dominan ditemui pada sampel penelitian. Bahasan mengenai tingkat usia dan kemungkinan dampaknya pada luaran penelitian ini didiskusikan lebih lanjut
MEKANISME PERTAHANAN EGO PADA IBU BEKERJA YANG MENGALAMI KONFLIK INTRAPERSONAL DALAM USAHA MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya konflik
intrapersonal yang dialami ibu bekerja akibat ketegangan yang terjadi antara id, ego,
dan super ego dalam usaha memberikan ASI Eksklusif. Selain itu juga ingin mengetahui
mekanisme pertahanan ego yang digunakan untuk menanggulangi konflik intrapersonal
yang dihadapi oleh ibu bekerja dalam usaha memberikan ASI Eksklusif. Penelitian ini
melibatkan empat orang subyek yang berusia 25 tahun sampai 35 tahun yang berdomisili
di kota Semarang, sedang bekerja, dan memiliki anak yang berusia maksimal dua tahun.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya konflik intrapersonal yang dialami oleh
keempat subyek dan mekanisme pertahanan ego yang digunakan oleh keempat subyek.
Subyek 1 dan 2 menggunakan mekanisme pertahanan ego tawanan altruistik sedangkan
subyek 3 dan 4 menggunakan mekanisme pertahanan ego berupa rasionalisasi untuk
mengatasi konflik intrapersonal yang dialami
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT PADA KARYAWAN PT. X
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan Kecerdasan
Emosional dan Perceived Organizational Support (POS) dengan Organizational Citizenship
Behavior (OCB) pada karyawan PT. X. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah
bahwa ada hubungan positif antara Kecerdasan Emosional dengan OCB, selanjutnya ada
hubungan positif antara POS dengan OCB, dan ada hubungan antara Kecerdasan Emosional
dan POS dengan OCB pada karyawan PT. X. Subyek penelitian berjumlah 45 orang yang
termasuk dalam karyawan middle management dan first line manager. Untuk mengungkap
OCB karyawan digunakan dimensi dari OCB, yaitu Altruism, Civic Virtue, Concientiousness,
Courtesy, dan Sportmanship. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi digunakan
adalah korelasi Product Moment Pearson dan teknik analisis multiple regression. Berdasarkan
hasil uji hipotesi didapatkan rx1y = 0,571 (
HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DAN MOTIF PERSAHABATAN DENGAN KOMUNIKASI ON LINE PADA REMAJA AKHIR
Aim of this research is to know correlation between loneliness, friendship
motive; and on line communication on adolescence. We use questionnaires
of loneliness, friendship motive and on line communication, to collect the
data. The sum of subjects in this research are 286 adolescences ( 86 men
and 200 women ). We analysis data with correlation technique. Found,
there are negative correlation between loneliness and friendship motive (r =
-. 439, p = .000 < .01), there are negative correlation between loneliness and
on line communication ( r = -.154, p = .009 < .05), there are correlation
between motive friendship and on line communication (r = .358, p = .000 <
.01)
Perbedaan Regulasi Emosi dan Jenis Kelamin pada Mahasiswa yang Bersuku Batak dan Jawa
This study aims to determine differences of emotion regulation and sex in the Batak ethnic students and Javanese ethnic students. Sampling was conducted using accidental quota sampling. Total subjects in this study were 120 people comprising 60 Batak ethnic students and 60 Javanese ethnic students. Data collection is done by using the scale of emotional regulation in validity test and valid. Data were analyzed using Independent Sample Test. The results show that the difference between the emotion regulation and the Batak ethnic student of Javanese ethnic is significant with results to = -2.355 and
Hubungan Sense of Self dengan Kecenderungan Perilaku Bullying pada Siswa SMA di Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan sense of self (SoS) dengan kecenderungan perilaku bullying pada siswa SMA di Jakarta. Flurry & Ickes menyatakan bahwa sense of self adalah persepsi seseorang mengenai dirinya sendiri, seperti sejauh mana orang tersebut mengenal dirinya sendiri dan sejauh mana seseorang membatasi pengaruh lingkungan terhadap dirinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Peneliti menggunakan kuesioner terjemahan dari Adolescent Peer Relation Inventory (APRI) section A yang dibuat oleh Praha untuk melihat kecenderungan perilaku bullying pada siswa SMA dan kuesioner terjemahan dari Sense of Self Scale yang dibuat oleh Flurry & Ickes dan direvisi dalam Culwell untuk melihat sense of self pelaku bullying. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data 122 siswa SMA di Jakarta. Siswa tersebut terdiri dari 79 (65%) siswa perempuan dan 43 (35%) siswa laki-laki dengan 23% subjek masih berada pada jenjang 1 SMA, 44% siswa 2 SMA dan 33% 3 SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sense of self dengan kecenderungan perilaku bullying pada siswa SMA. Hal tersebut dapat disebabkan karena masih banyak faktor pada diri remaja yang dapat mempengaruhi perilaku dan penilaian remaja akan sense of self dirinya sendiri, seperti perkembangan otaknya dan ketidakstabilan emosi, persepsi remaja, serta kecenderungan melakukan konformitas. Kemungkinan lainnya adalah adanya socially desirable response yang dilakukan subjek penelitian dalam mengisi kuesioner