Jurnal Arus Elektro Indonesia
Not a member yet
132 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Sistem Monitoring Serta Kendali Suhu dan Kelembaban pada Ruang Server Berbasis Arduino
Ruang server memiliki peranan yang sangat penting karena merupakan ruang utama sebagai tempat untuk menyimpan server dan sistem jaringan yang terhubung dengan perangkat operasional. untuk menunjang kinerja perangkat tersebut salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi suhu dan kelembaban di ruangan tersebut. Dengan perkembangan teknologi maka salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah menerapkan sistem kontrol dan monitoring dengan menggabungkan antara perangkat lunak dan perangkat keras yang dimanfaatkan sebagia media pengoperasian Air Conditioner (AC) dan Dehumidifier, yang dilakukan secara otomatis menggunakan arduino uno R3 dan wemos D1 mini dengan menambahkan sensor DTH 11 di ruangan. Sistem ini dapat bekerja secara realtime melalui website yang dapat diakses melalui komputer. Dengan adanya sistem kontrol dan monitoring ini maka suhu dan kelembaban pada ruang server akan selalu tetap terjaga pada sesuai kondisi yang telah ditentukan
Kinerja Metode Carrier Based Sinusoidal PWM Inverter 3-tingkat untuk Pengaturan Kecepatan Motor Induksi 3-phase
Paper ini membandingkan kinerja metoda Carrier Based Sinusoidal PWM (Sin-PWM) inverter 3-tingkat untuk pengaturan kecepatan motor induksi 3-phase. Inverter 3-tingkat dengan tipe Dioda Clamped / NPC inverter dan pembangkit pulsa PWM dimodelkan dengan menggunakan Matlab/Simulink. Hasil simulasi menunjukkan THD tegangan keluaran dan THD arus stator ketika sistem yang dikontrol dengan metoda In-Phase Disposition Sin-PWM (PD Sin-PWM) menunjukkan nilai yang paling rendah dibandingkan dengan sistem yang dikontrol dengan metoda Phase Opposition Disposition Sin-PWM dan inverter 2-tingkat pada semua rentang kecepatan. Pada indeks modulasi yang lebih rendah dari 0.85 THD arus stator yang dicatu oleh inverter dengan metoda POD CB-PWM menunjukkan nilai yang paling buruk dibandingkan dengan metoda yang lain. Selain itu, ditemukan juga bahwa nilai rata-rata riak torsi pada motor yang dikontrol dengan metoda PD Sin-PWM paling kecil dibandingkan dengan riak torsi motor yang dikontrol dengan POD Sin-PWM dan inverter 2-tingkat. Nilai riak torsi bersesuaian dengan kualitas dari tegangan dan arus
Analisis Pembebanan Transformator Terhadap Susut Daya (Losses) pada Jaringan Distribusi Penyulang Pujon PT PLN ULP Batu
Susut energi listrik (losses) dapat mengakibatkan hilangnya energi selama penyaluran energi pada distribusi. Nilai yang melewati batas toleransi berdampak pada keandalan kualitas daya pada pelanggan PLN. Beban yang bersifat fluktuatif dapat mengakibatkan rugi-rugi pada transformator. Penelitian ini menganalisis pembebanan transformator untuk mengkaji kondisi kerja pembebanan transformator dengan kaitannya terhadap susut daya (losses) yang terjadi selama kondisi kerja tersebut berlangsung. Analisis pembebanan transformator didukung oleh data dan simulasi dengan bantuan software ETAP dengan menampilkan kapasitas daya, beban, persentase pembebanan, kondisi, dan rugi-rugi daya yang terjadi pada transformator. Kondisi yang tidak normal pada pembebanan transformator perlu ditindaklanjuti dengan upaya perbaikan
Perancangan Early Warning System Bencana Banjir Menggunakan Meetode Fuzzy logic Control Berbasis IoT
Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang rentan akibat berbagai bencana alam, terutamabanjir merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi dimana terjadi kelebihan air yang tidak tertampung oleh jaringan saluran air pada suatu wilayah. Oleh karena itu, di perlukan sistem peringatan dini dengan menggunakan metode fuzzy logiccontrol sebagai pengambilan keputusan agar dapat menanggulangi bencana sehingga antisipasi warga dalam menghadapi bencana akan meningkat. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada sensor HCSR04 untuk pembacaan ketinggian air dengan rata - rata Error persen sebesar ±0,50%, sensor Rain gauge untuk pembacaan curah hujan dengan rata - rata Error persen sebesar ±0,73%, dan sensor Turbidity dengan rata – rata Error persen sebesar ±12,2%. Pada pengujian alat ini menggunakan parameter ketika ketinggian air 0-40 cm, intensitas curah hujan sebesar 0-100mm dan kekeruhan air terbaca 0-200 NTU maka akan menampilkan kondisi aman. Ketika ketinggian air 41-80 cm, intensitas curah hujan sebesar 101-300mm dan kekeruhan air terbaca 201-467 NTU maka akan menampilkan kondisi waspada dan memberikan peringatan dengan sirine menyala sebanyak tiga kali dan juga memunculkan notifikasi pada aplikasi blynk. Dan ketika ketinggian air 81-100 cm, intensitas curah hujan sebesar 301-500mm dan kekeruhan air terbaca 468-700 NTU maka akan menampilkan kondisi bahaya dan memberikan peringatan dengan sirine menyala terus menerus dan juga memunculkan notifikasi pada aplikasi blynk
Pengaturan Kecepatan Motor Induksi 3 Fasa Menggunakan Sistem Multispeed pada Konveyor Mesin Crusher
Motor induksi 3 fasa merupakan mesin listrik yang paling umum digunakan sebagai alat penggerak. PT. Keramik Diamond Industri menggunakan motor induksi 3 fasa sebagai penggerak konveyor pengangkutan material khususnya batubara. Ketika motor induksi disuplai dengan tegangan konstan, motor tersebut beroperasi pada kecepatan konstan yang tak terkontrol. Oleh karena itu penggunaan Variable Frekuensi Drive (VFD) pada conveyor memungkinkan pengendalian kecepatan dengan merubah frekuensi kerja. Sistem ini dipadukan dengan sensor dan Programmable Logic Controller (PLC) untuk mengimplementasikan sistem multispeed. Penggunaan multispeed bertujuan untuk menstabilkan arus pada motor mesin Crusher untuk mencegah terjadinya arus berlebih akibat beban berlebih
Rancang Bangun Generator Axial Flux 3 Fasa Dengan Magnet Permanen Neodymium (NdFeB) Menggunakan Besi Pada Stator Dengan Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel
Peningkatan penggunaan bahan bakar fosil di Indonesia telah berdampak negatif pada ketersediaan bahan bakar fossil seperti batubara dan minyak bumi. Selain meningkatkan harga komoditas, penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan polusi. Energi terbarukan adalah alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk bahan bakar fosil. Energi terbarukan tidak mencemari karena menggunakan sumber daya alam seperti matahari, angin, dan air. Generator listrik adalah solusi ramah lingkungan untuk menghasilkan energi dari sumber daya terbarukan untuk penelitian ini. Generator induksi magnetik memiliki stator yang berdiri dan rotor yang bergerak. Generator memiliki struktur stator dan rotor di mana stator adalah bagian yang tidak bergerak dan rotors adalah bagian berputar. Listrik yang dihasilkan dapat menjadi arus terbalik (AC) atau arus arah. (DC). Studi ini melibatkan dua percobaan, satu bebas beban dan dengan beban pada baterai 12V 12Ah. Arus dan tegangan diukur menggunakan tahometer pada kecepatan 200 hingga 2000 rpm. Hasilnya menunjukkan kinerja generator dan kapasitas pengisian baterai. Penelitian ini menemukan bahwa menggunakan besi pada stator menghasilkan tegangan dan arus yang lebih rendah daripada tanpa besi di stator. Selain itu, rangkaian seri menghasilkan arus yang lebih besar daripada rangkaian paralel
Connectivity Revolution: Fiber Optic Network Mapping for Modern Jember
Jember Regency is a popular marine tourism destination with five beaches, each experiencing an increase in the number of visitors each year in Jember Regency. Although these beaches are favorites and increase visitors annually, they require better infrastructure to support tourism activities. The research evaluated the network design using several parameters: power link budget, rise time, Signal to Noise Ratio (SNR), and Bit Error Rate (BER). The result of this study shows that the 39 network paths meet the BER calculation standard of 10-12 and the SNR standard of 21.5 dB
Perencanaan Penyediaan Jaringan Distribusi Listrik Di Daerah Terpencil Desa Tanjung Batuq Harapan Kalimantan Timur
Undang-Undang No. 30/30/2009 Tentang Ketenagalistrikan mensyaratkan perlunya kegiatan pembangunan ketenagalistrikan perdesaan untuk mempercepat dan meningkatkan laju elektrifikasi. Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data langsung, analisa hasil survey seperti Aksesibilitas Lokasi Perencanaan, Profil Desa, Kondisi Klimatologi, Pengukuran Topografi Lapangan, Pengukuran Lapangan, serta Analisa Kebutuhan Daya seperti Proyeksi Calon Pelanggan, Proyeksi Kebutuhan Daya, Desain Jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM),Jaringan Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR), Gardu Distribusi dan Analisa Jenis Tiang.
Hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal dalam kegiatan perencanaan pembangunan jaringan distribusi ini, berikut: Jaringan listrik yang direncanakan system Jaringan Tegangan Menengah (JTM) bertegangan 20 kV dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR), dengan rincian Panjang jaringan 2695 Meter (JTM), Panjang Jaringan 994 Meter (JTR). Saluran konduktor yang akan digunakan adalah konduktor type AAACS 70 mm2 untuk saluran tegangan menengah (SUTM), dan konduktor type LV twisted Cable 70 dan 50 mm2 untuk saluran tegangan rendah (SUTR)
Analisa Karakteristik Permanent Magnet Synchronous Motor Menggunakan Matlab-Simulink
Penggunaan motor listrik menghabiskan energi listrik mencapai dua kali lipat dari pencahayaan, yaitu mencapai 46% dari konsumsi listrik global. Permanent magnet synchronous motor (PMSM) memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan motor induksi. Dalam pengembangan PMSM dibutuhkan pemahaman akan karakteristik jenis motor ini. Analisa karakteristik PMSM telah dilakukan dengan memodelkan motor secara matematis dari tiga fasa menjadi dq beserta hubungan antara tegangan, arus, kecepatan putar, dan torsi motor. Dengan adanya simulasi ini memudahkan pengguna untuk mengubah-ubah parameter motor untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik motor
Testing and Comparison of SN754410N and L293D Driver IC Variants
The popular transistor-based driver L293D has been produced by several different manufacturers and some have increased functions such as the SN754410N IC. However, replacing driver ICs from the same or different manufacturers sometimes found compatibility problems such as driver unresponsiveness in controlling the motor. To find out the scientific reasons that cause this problem, this study tested the current-carrying ability and switching delay for ICs from ST, HLF, and SN754410N fabrications. From the test results, it was found that there were differences in the ability to conduct current, and differences in the duration of the switching delay, and it was also found that the IC was damaged as much as 10 percent of the samples from the ST fabrication