Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    PENGGUNAAN KULIT KERANG DARAH SEBAGAI KOAGULAN AIR GAMBUT

    Get PDF
    Air gambut memiliki kandungan zat organik yang tinggi, sehingga perlu dilakukan pengolahan dengan proses koagulasi-flokulasi agar diperoleh air bersih. Koagulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah kulit kerang darah (Anadara granosa). Kulit kerang dihaluskan menjadi serbuk kemudian dilakukan kalsinasi pada suhu 9000C. Pengolahan air gambut menjadi air bersih dilakukan dengan memvariasikan massa dari koagulan CaO (kalsium oksida) massa 800 mg/L, 900 mg/L dan 1000 mg/L yang dikontakkan dalam 1 L air gambut. Parameter pengujian adalah pH, kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD). Variasi massa 800 mg/L, 900 mg/L dan 1000 mg/L menunjukkan nilai parameter pengujian yang berbeda tidak signifikan. Proses koagulasi dan flokulasi yang baik dihasilkan pH 12,41 ± 0,39, kekeruhan 5,36 ± 0,09 NTU, COD 51,21 ± 5,50 mg/L dan BOD 6,30 ± 1,78 mg/L. Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan jumlah koagulan kulit kerang darah yang terbaik untuk pengolahan air gambut adalah massa 800 mg/L. Kata kunci: air gambut, CaO, pH, kekeruhan, COD, BO

    TOKSISITAS FRAKSI ACETEUGENOL DARI EKSTRAK METANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP RAYAP TANAH COPTOTERMES Sp.

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji peranan fraksi aceteugenol dari ekstrak metanol daun cengkeh sebagai termitisida alami yang digunakan dalam pengujian toksisitas terhadap rayap tanah Coptotermes sp. Ekstrak metanol daun cengkeh yang diperoleh dari maserasi dianalisis dengan KG-SM. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya kandungan aceteugenol sebesar 71,59% dalam ekstrak metanol daun cengkeh. Pemisahan fraksi aceteugenol dari ekstrak dilakukan dengan menggunakan kromatografi vakum cair (KVC) dan dianalisis menggunakan spektrofotometri FT-IR. Hasil analisa FT-IR dari fraksi aceteugenol menunjukkan bahwa senyawa tersebut memiliki kemiripan yang tinggi dengan senyawa aceteugenol karena menunjukkan adanya serapan karbonil (-C=O) ester, -C=C aromatik, -C-O ester, -C-C dan –C-H. Uji toksisitas dilakukan selama 14 hari. Hasil yang diperoleh dari pengujian menunjukkan konsentrasi fraksi aceteugenol 0,5% telah berpengaruh terhadap mortalitas rayap  dengan persentase mortalitas rayap sebesar 51,2%, sedangkan konsentrasi 0% tidak berpengaruh terhadap mortalitas rayap. Persentase kehilangan berat kertas uji terendah berada pada konsentrasi fraksi aceteugenol 2% dengan nilai sebesar 6,8%.  Persentase kehilangan berat kertas uji tertinggi berada pada konsentrasi fraksi aceteugenol 0% dengan nilai sebesar 52,3%. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa fraksi aceteugenol yang diperoleh dari ekstrak metanol daun cengkeh dapat digunakan sebagai salah satu termitisida alami pada proses pengendalian rayap tanah Coptotermes sp. Kata kunci : Aceteugenol, mortalitas, toksisitas, rayap tana

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA FLAVONOID FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BATANG DURIAN KLAWING (Durio graveolens Becc.)

    Get PDF
    Senyawa flavonoid telah diisolasi dari fraksi etil asetat kulit batang durian klawing (D. graveolens Becc.). Tahapan isolasi senyawa flavonoid adalah ekstraksi, fraksinasi, kromatografi vakum cair (KVC), dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Struktur senyawa ditentukan menggunakan proton nuclear magnetic resonance (1H-NMR) (500 MHz), carbon nuclear magnetic resonance (13C-NMR) (125 MHz), heteronuclear multiple bond correlation (HMBC) dan electro spray ionization-mass spectrometers (ESI-MS). Pergeseran kimia senyawa flavonoid (δH ppm) : 3,92 (3H, s, OCH3); 6,34 (1H, d, J = 2,3 Hz, H-6); 6,54 (1H, d, J = 2,3 Hz, H-8); 7,14 (1H, d, J = 2,1 Hz, H-2’); 6,87 (IH, d, J = 8,4 Hz, H-5’); 6,94 (IH, d, J = 8,2 Hz dan 2,1 Hz, H-6’); 8,12 (2H, 3’-OH dan 4’OH); 8,19 (IH, s, 3-OH); 13,02 (IH, s, 5-OH), pergeseran kimia (δC ppm) : 154,5 (C-2); 124,2 (C-3); 181,7 (C-4); 163,5 (C-5); 98,7 (C-6); 166,6 (C-7); 92,9 (C-8); 158,8 (C-9); 106,7 (C-10); 123,4 (C-1’); 115 (C-2’); 145,6 (C-3’); 56,4 (OCH3); 146,3 (C-4’); 117,1 (C-5’); 121,4 (C-6’), data ESITOFMS memiliki m/z 301,0736 [M + H]+ dan m/z 299,0583 [M - H]-. Berdasarkan kemiripan data spektrum dengan literatur, diketahui bahwa senyawa flavonoid tersebut adalah senyawa luteolin-7-metil eter atau 3’,4’,5-trihidroksi-7-metoksiflavon. Kata Kunci : Luteolin-7-metil eter, fraksi etil asetat, Durio graveolens Becc

    KARAKTERISASI STRUKTUR SENYAWA KUMARIN GLIKOSIDA DARI BIJI BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.)

    Get PDF
    Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan tanaman musiman yang banyak hidup di daerah tropis. Senyawa fenolik kumarin glikosida telah isolasi dari biji buah N. lappaceum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur senyawa kumarin glikosida pada biji buah N. lappaceum. Proses isolasi senyawa dilakukan dengan beberapa metode ekstraksi dan kromatografi. Fraksi yang sebagai sumber senyawa kumarin glikosida adalah fraksi etil asetat. Isolat murni yang diperoleh sebanyak 17,6 mg berbentuk kristal berwarna kuning dengan hasil uji fitokimia positif golongan fenolik. Data NMR-1H (CD3OD, 500 MHz) menunjukkan geseran kimia δ (ppm) 8,15 (1H, brs, H-2), 6,91 (1H, d, J=8,2 Hz, H-3), 6,77 (1H, s, H-6), dan 6,44 (1H, s, H-8), 5,57 (1H, s, H-1’), 4,04 (1H, s, H-2’), 3,85 (1H, dd, J=9,25;3,45 Hz, H-3’), 3,49 (1H, t, J=9,55 Hz, H-4’), 3,61 (1H, m, H-5’), 1,27 (3H, d, J=6,15 Hz, H-6’). Data  TOF-ESI-MS m/z memberikan massa molekul 348,28 [M+Na+H]+. Berdasarkan hasil analisis senyawa yang diperoleh dari fraksi etil asetat biji buah N. lappaceum adalah senyawa 5-O-α-L-ramnosa-7-hidroksikumarin. Kata Kunci : Nephelium lappaceum, kumarin, fenolik, glikosid

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI MATERIAL KONDUKTIF FILM KOMPOSIT POLIPIROL (PPy)/SELULOSA BAKTERI

    Get PDF
    Polimer konduktif merupakan material yang mulai dikembangkan karena kemampuannya dalam hal menghasilkan energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik selulosa bakteri dan film komposit PPy/selulosa bakteri serta menentukan nilai konduktivitas komposit PPy/selulosa bakteri untuk masing-masing waktu polimerisasi. Film komposit PPy/selulosa bakteri berhasil disintesis secara in situ menggunakan metode polimerisasi kimia, dengan variasi waktu polimerisasi yaitu 2 jam, 4 jam, 6 jam, 24 jam dan 48 jam melalui proses swelling serta penambahan dopan HCl dan inisiator FeCl3.6H2O. Spektrum FTIR menunjukkan karakteristik puncak serapan selulosa bakteri yaitu pada 3394,83 cm-1 (O-H), 2920,32 cm-1 (C-H) dan 1058,96 (C-O-C). Karakteristik serapan absorpsi oleh film komposit PPy/selulosa bakteri muncul pada bilangan gelombang 3423,76 cm-1 (N-H), 1548,89 cm-1 (C=C), 1452,45 cm-1 (C-N) dan 1168,90 cm-1 (C-C). Berdasarkan hasil voltamogram siklik, pada film komposit PPy/selulosa bakteri dapat terjadi reversibilitas transfer elektron yang terlihat dari munculnya arus reduksi dan oksidasi pada rentang potensial -1V hingga +1V. Film komposit PPy/selulosa bakteri untuk masing-masing waktu polimerisasi 2 jam, 4 jam, 6 jam, 24 jam dan 48 jam menghasilkan nilai konduktivitas berturut-turut sebesar 1,07x10-5 S/cm, 6,29x10-6 S/cm, 6,93x10-6 S/cm, 7,01x10-6 S/cm dan 6,04x10-6 S/cm. Hasil EIS tersebut menunjukkan bahwa nilai konduktivitas tertinggi dihasilkan oleh komposit PPy/selulosa bakteri dengan waktu polimerisasi 2 jam. Kata Kunci: komposit, polipirol, selulosa bakteri, in situ, swellin

    PENGARUH PENAMBAHAN KARBON AKTIF TERHADAP SIFAT PERMEABILITAS MEMBRAN KOMPOSIT KITOSAN TERIKAT SILANG EPIKLOROHIDRIN

    Get PDF
    Kitosan mempunyai ukuran pori yang kecil maka sifat permeabilitas kitosan rendah, sehingga kitosan perlu dikompositkan dengan material yang berpori salah satunya karbon aktif. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan karbon aktif terhadap karakteristik membran komposit kitosan-karbon aktif terikat silang epiklorohidrin (ECH). Membran komposit kitosan-karbon aktif dibuat dengan proses pelarutan kitosan membentuk hidrogel, penambahan karbon aktif pada kitosan hidrogel, pencetakan membran dan proses crosslinking dengan ECH. Pengaruh karbon terhadap permeabilitas membran komposit dilakukan dengan melakukan variasi massa kitosan-karbon aktif dengan perbandingan 5:1, 5:2, 5:3, 5:4 dan 5:5. karakterisasi fisik dan kimia membran dilakukan menggunakan SEM, spektrofotometri FTIR, uji fluks, uji swelling dan stabilitas dalam pelarut asam. Hasil karakterisasi dari SEM menunjukkan permukaan yang homogen pada membran komposit terikat silang dan FTIR menunjukkan terdapat serapan baru pada bilangan gelombang 2300an cm-1 dari gugus C-O-C. Hasil karakterisasi fluks dan derajat swelling menunjukkan hasil yang semakin meningkat dengan bertambahnya variasi massa karbon aktif pada membran komposit terikat silang dengan masing-masing nilai sebesar 165,25, 179,63, 171,66, 175,75, dan 188,83 L.m-2.jam-1 dan 69,59, 68,73, 71,90, 71,13, dan 75,10 % pada berbagai rasio 5:1, 5:2, 5:3, 5:4 dan 5:5. Hasil karakterisasi stabilitas dalam pelarut asam asetat menunjukkan nilai yang meningkat pada konsentrasi 1%, 2% dan 5%. Kata kunci: membran, kitosan, karbon aktif, permeabilita

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT POLIANILIN/SILIKA GEL MEMANFAATKAN SUMBER SILIKA DARI LIMBAH KACA

    Get PDF
    Komposit ponlianilin/silika gel telah berhasil disintesis melalui polimerisasi pada suhu rendah  yaitu 5-3OC. Silika gel dipreparasi dari limbah kaca bening menggunakan metode sol-gel. Hasil analisis IR silika gel menunjukan adanya pita serapan pada bilangan gelombang 3397,29 cm-1, 2170,25 cm-1, 1637,74 cm-1 dan 1100 cm1 yang merupakan pita serapan khas silika gel.  Silika gel yang dikompositkan dengan polianilin menyebabkan pergeseran dan kemunculan pita serapan baru pada 2074,57 cm-1,1880,16 cm-1, 1557,96 cm-1, 1307, 04 cm-1, 1054, 89 cm-1 dan 795,28. Hasil XRD silika gel menunjukan adanya difraksi puncak yang melebar pada 2θ = 22,95°. Sedangkan hasil XRD komposit menunjukan adanya difraksi puncak yang melebar pada 2θ = 22,36o .                          Kata kunci: anilin, komposit, limbah kaca, polimerisasi, silika ge

    UJI FITOKIMIA DAN TOKSISITAS MINYAK ATSIRI DAUN PALA (Myristica fragans Houtt) DARI PULAU LEMUKUTAN

    Get PDF
    Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan salah satu tanaman obat dari Indonesia yang sering digunakan sebagai bahan penyegar dan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan toksisitas minyak atsiri daun pala. Minyak Atsiri daun pala diekstraksi menggunakan metode destilasi uap-air. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,60222% dengan warna kuning bening, berbau khas minyak pala dengan indeks bias sebesar 1,475 dan berat jenis sebesar 0,8534 g/mL. Hasil identifikasi GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri daun pala mengandung 7 komponen senyawa utama yaitu Limonene (25,73%), Diisooctyl Adipate (15,63%), α-Terpinolene (11,44%), delta. 3-Carene (10,79%), 1,3-Benzodioxole (8,06%), 3-Cyclohexene-1-ol (7,94%) dan Sabinene (7,70%).  Hasil uji fitokimia pada minyak atsiri daun pala mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, dan saponin dan toksisitas minyak atsiri daun pala terhadap Larva A. salina menunjukkan hasil dengan nilai LC50 sebesar 5,192 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun pala bersifat toksik. Kata kunci: Pala (Myristica fragrans Houtt), minyak atsiri, uji fitokimia, toksisita

    UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK KASAR BUAH ASAM PAYA (Eleiodoxa conferta (Griff.) Buret) SECARA IN-VITRO DENGAN METODE STABILISASI MEMBRAN HRBC (HUMAN RED BLOOD CELL)

    Get PDF
    Asam paya (Eleiodoxa conferta (Griff) Buret) termasuk ke dalam golongan  famili Aracaceae. Buah ini juga dikenal dengan nama asam kelubi atau salak hutan. Tekstur dari kulit buah ini lebih keras dan lebih tebal daripada kulit salak serta memiliki rasa buah yang sangat asam. Buah asam paya memiliki aktivitas sebagai antioksidan dimana berperan sebagai antiinflamasi dengan cara menangkap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas antiinflamasi secara in vitro dengan metode stabilisasi membran HRBC (Human Red Blood Cell). Hasil pengujian skrining fitokimia asam paya mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, steroid, alkaloid, dan saponin. Senyawa flavonoid, tanin dan saponin memiliki aktivitas terbesar untuk menstablikan sel darah merah. Kontrol positif menggunakan aspirin yang merupakan golongan obat AINS (Antiinflamasi Non Steroid). Aspirin sebagai standar obat pada konsentrasi 100 ppm mampu menstabilkan sel darah merah sebesar 91,56%. Hasil stabilitas membran sel darah merah pada konsentrasi 100 ppm ekstrak kasar buah asam paya sebesar 59,86%. Uji ANOVA menunjukkan aktivitas penstabilan membran sel darah merah oleh ekstrak kasar buah asam paya berbeda nyata dengan aspirin. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa buah asam paya berpotensi sebagai agen antiinflamasi. Kata Kunci : asam paya (Eleiodoxa conferta (Griff) Buret), antiinflamasi, stabilisasi membra

    ZEOLIT SINTETIS BERBAHAN DASAR BATU PADAS DESA SUKAHARJA KECAMATAN SINGKUP

    Get PDF
    Batu padas banyak mengandung silikon dioksida (SiO2) dan sedikit aluminium oksida (Al2O3). Batu padas dengan konsentrasi SiO2 yang besar dapat dijadikan sumber silika pada sintesis zeolit dengan adanya penambahan alumina. Pada penelitian ini dilakukan sintesis zeolit dengan variasi perbandingan rasio massa silika:alumina yaitu 1:1 (formula 1), 1:2 (formula 2) dan 1:3 (formula 3). Karakterisasi material dilakukan dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan X-ray Fluorescence (XRF) serta diukur nilai kapasitas tukar kation (KTK) dan daya serap zeolit sintetis terhadap iod.  Keberhasilan terbentuknya zeolit sintetis dibuktikan berdasarkan hasil analisis X-Ray Diffraction (XRD) yaitu munculnya puncak karakteristik pada 2θ = 14,00o sampai 2θ = 49,59o pada ketiga formula. Interpretasi puncak-puncak tersebut menunjukkan bahwa zeolit sintetis yang diperoleh adalah zeolit sodalit. Persentase perbandingan Si/Al untuk formula 1, 2, dan 3 berturut-turut adalah 0,79, 0,36, dan 0,43. Nilai kapasitas tukar kation dari zeolit sintetis formula 1, 2 dan 3 tersebut masing-masing adalah 272,63 cmol+/kg; 244,69 cmol+/kg; dan 216,37 cmol+/kg. Uji daya serap terhadap iod dari ketiga produk tersebut adalah 745,47 mg/g; 708,12 mg/g; dan 655,41 mg/g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa zeolit yang disintesis adalah zeolit sodalit, dimana formula 1 memberikan nilai KTK dan uji daya serap terhadap iod yang paling baik. Kata Kunci: batu padas, zeolit sintetis sodalit, KTK, daya serap io

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇