Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    KARAKTERISASI KATALIS ZEOLIT-Ni REGENERASI DAN TANPA REGENERASI DALAM REAKSI PERENGKAHAN KATALITIK

    Get PDF
    Karakterisasi katalis zeolit-Ni dengan perlakuan regenerasi dan tanpa regenerasi dalam reaksi perengkahan katalitik telah dilakukan. Tahapan-tahapan preparasi zeolit meliputi demineralisasi, dealuminasi, dan aktivasi. Tahapan selanjutnya yaitu impregnasi zeolit dengan logam Ni, kalsinasi, dan uji aktivitas katalis zeolit-Ni dengan menggunakan kembali katalis sebanyak tiga kali reaksi perengkahan tanpa perlakuan regenerasi katalis (disebut A) dan menggunakan katalis yang diregenerasi (disebut B). Perengkahan terhadap minyak jelantah sebagai umpan dilakukan pada suhu 310 320 0C dengan rasio O/C (oil/catalyst)=4 selama 6 jam. Hasil analisis XRD (X-Ray Diffraction) menunjukkan bahwa kuarsa dan mordenit tidak mengalami perubahan struktur dan masih merupakan penyusun utama katalis zeolit-Ni fresh, katalis bekas perengkahan ketiga tanpa perlakuan regenerasi (A-3), dan katalis bekas dengan perlakuan regenerasi (B-3). Keasaman katalis A-3 menurun hingga 98,85 % dan katalis bekas B-3 menurun hingga 84,35 %. Selanjutnya, luas permukaan spesifik katalis mengalami penurunan hingga 43,14 % (A-3) dan 15,97 % (B-3). Namun, rerata jari pori meningkat dari 1,579 nm pada katalis zeolit-Ni baru (fresh) menjadi 4,499 nm (A-3) dan 1,688 nm (B-3). Volume total pori katalis sebesar 9,181 x 10-2 cc/g (zeolit-Ni fresh); 1,487 x 10-1 cc/g (A-3); dan 8,247 x 10-2 cc/g (B-3)

    PENGARUH KONSENTRASI KATALIS DAN WAKTU REAKSI PADA TRANSESTERIFIKASI MINYAK SAWIT MENTAH

    Get PDF
    Telah dilakukan sintesis metil ester dari Crude Palm Oil (CPO) dengan metode transesterifikasi menggunakan katalis abu tandan kosong sawit. Pada proses ini dikaji variasi konsentrasi (% b/v) abu tandan kosong sawit dalam metanol dan waktu reaksi. Konsentrasi abu tandan kosong sawit divariasikan pada 3, 4, 5, 6, 7 dan 8 % sedangkan waktu reaksi divariasikan pada 1, 2, 3 dan 4 jam. Reaksi dilakukan dengan menggunakan refluks pada temperatur didih metanol, yaitu 67oC. Hasil reaksi dianalisis dengan kromatografi lapis tipis dan GC-MS. Reaksi transesterifikasi CPO memberikan konversi produk terbaik pada konsentrasi katalis 6 % b/v dan waktu reaksi 3 jam, yaitu mencapai 96,60 % dari kandungan CPO. Sifat kimia dan fisika produk yang dihasilkan diantaranya memiliki kerapatan 0,872 g/mL (temperatur 25oC), viskositas 6,835 cSt dan indeks bias 1,4548. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa komponen penyusun utama metil ester hasil reaksi transesterifikasi CPO dengan katalis abu tandan kosong sawit adalah metil laurat, metil miristat, metil palmitat, metil eikosadienat dan metil stearat. Kata Kunci : metil ester, transesterifikasi, minyak sawit, abu tandan kosong sawi

    PENGARUH WAKTU FERMENTASI CAMPURAN Trichoderma reesei DAN Aspergillus niger TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR AMPAS SAGU

    Get PDF
    Ampas sagu merupakan limbah hasil industri pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak unggas, karena memiliki kadar protein yang rendah dan kandungan serat kasar yang tinggi. Pada penelitian ini dilakukan fermentasi campuran dengan menggunakan trichoderma reesei dan Aspergillus niger untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kandungan protein dan serat kasar ampas sagu. Fermentasi dipengaruhi oleh dua variable, yaitu waktu penundaan pencampuran kedua kapang dan waktu fermentasi. Pada penelitian ini yang diujikan yaitu bilamana A.niger diinokulasikan setelah fermentasi oleh T.reesei berjalan 0 hari (D0)1 hari (D1) dan 2 hari (D2 ), serta waktu fermentasi yang digunakan yaitu 2 hari (T2), 4 hari (T4) dan 6 hari (T6). Secara umum, kadar protein dan serat kasar meningkat dengan variasi waktu yang diberikan. Kadar protein dan serat kasar ampas sagu sebelum difermentasi yaitu 1,54% dan 11,16%. Peningkatan kadar protein tertinggi diperoleh pada kondisi D1T6 yaitu sebesar 16,27%. Peningkatan protein disebabkan oleh penambahan protein yang disumbangkan oleh sel mikroba akibat pertumbuhnnya yang menghasilkan produk protein sel tunggal (PST). Kadar serat paling rendah diperoleh pada D1T2 yaitu sebesar 26,76%. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kedua kapang dapat meningkatkan kandungan protein ampas sagu, namun tidak dapat menurunkan kadar serat yang tinggi. Kata kunci : Ampas Sagu, Protein Kasar, Serat Kasar, Trichoderma reesei, Aspergillus nige

    ADSORPSI ION LOGAM Cu(II) MENGGUNAKAN BIOMASSA ALGA COKLAT (Sargassum crassifolium) YANG TERENKAPSULASI AQUA-GEL SILIKA

    Get PDF
    Alga coklat merupakan biosorben yang dapat digunakan untuk mengadsorpsi logam berat. Salah satu diantara alga coklat adalah Sargassum crassifolium yang memiliki kemampuan adsorpsi cukup baik, dikarenakan adanya gugus karboksilat. Gugus aktif yang terdapat dalam Sargassum crassifolium sangat dipengaruhi oleh pH, sehingga diperlukan teknik enkapsulasi. Enkapsulasi bertujuan untuk meningkatkan gugus aktif, kualitas sifat fisik maupun sifat kimia dari adsorben untuk proses adsorpsi. Enkapsulasi alga coklat menggunakan aqua-gel silika yang diperoleh dari larutan sol gel yang berasal dari serbuk kaca.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kapasitas adsorpsi maksimum dan kondisi optimum adsorpsi ion Cu(II) dalam larutan menggunakan Sargassum crassifolium yang terenkapsulasi aqua-gel silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa S. crassifolium mampu mengadsorpsi ion logam Cu pada pH=7 dengan qe rata-rata 99,03 mg/g, waktu kontak optimum adsorpsi adalah 20 menit dengan qe rata-rata 41,43 mg/g, konsentrasi adsorpsi diperoleh pada konsentrasi 351,08 ppm dengan qe rata-rata 254,16 mg/g dan qmaks ion Cu(II) adalah 0,75 mmol/g. Kata kunci: logam berat, alga coklat, adsorpsi, enkapsulasi, Sargassum crassifoliu

    PENURUNAN KANDUNGAN BESI (II) OLEH PASIR TERLAPIS MANGAN DIOKSIDA (MnO2)

    Get PDF
    Air dengan kandungan besi yang tinggi perlu diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan air dengan kualitas yang memenuhi persyaratan kualitas air yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan efektivitas penurunan kandungan besi (II) dengan menggunakan pasir terlapis MnO2. Pasir terlapis MnO2 terbuat dari pasir kuarsa yang disintesis menggunakan mangan klorida tetrahidrat 0,4 M, natrium hidroksida 0,3 M dan kalium permanganat 0,2 M. Parameter yang diuji pada penelitian ini meliputi waktu interaksi antara pasir terlapis MnO2 dengan besi (II), volume besi (II), dan massa pasir terlapis MnO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu interaksi optimum yang digunakan yaitu selama 2 jam dengan volume besi (II) sebanyak 60 mL dan massa pasir terlapis MnO2 sebanyak 2,0 g, dimana dapat menurunkan kandungan besi (II) sebesar 0,246 mg/L dengan efektivitas sebesar 96,48%. Kata kunci : besi (II), pasir terlapis MnO2, pasir kuars

    ANALISIS ASAM AMINO DAN MINERAL ESSENSIAL PADA UBUR UBUR (Aurelia aurita)

    Get PDF
    Ubur ubur (Aurelia aurita) termasuk sejenis binatang laut dalam kelas Scyphozoa, berbentuk payung berumbai, berbau amis dan gatal apabila tersentuh. Binatang laut ini memiliki asam amino yang bagus sehingga memiliki potensi bahan baku tetapi belum banyak dimanfaatkan. Ubur ubur juga dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang bernilai tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan jumlah asam amino, mineral essensial yang terdapat pada ubur-ubur. Kadar air dan kadar abu diuji menggunakan metode termogravimetri. Pengujian asam amino menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Pengujian mineral essensial menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil analisis yang dilakukan adalah kadar air 93,88 % dan kadar abu 1,72 %. Kandungan asam amino essensial antara lain arginin 1,58 %, leusin 1,11%, dan lisin 0,83%. Kandungan asam amino non essensial antara lain glisin 3,10%, asam glutamat 2,73%, dan asam aspartat 1,75%. Mineral essensial adalah kalsium (Ca) 0,012 %, fosfor (P) 0,089 %, besi (Fe) 0,010 %, kalium (K) 0,224 %, natrium (Na) 5,76 %, magnesium (Mg) 0,022 %. Kata kunci : Aurelia aurita, asam amino, mineral essensia

    EKSTRAKSI MANGAN DENGAN PROSES LEACHING ASAM SULFAT MENGGUNAKAN TANDAN KOSONG SAWIT SEBAGAI REDUKTOR

    Get PDF
    Tambang mangan di Kalimantan Barat, khususnya dilokasi Menterado, Kabupaten Bengkayang belum dilakukan pengolahan dan pemurnian secara optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan proses pengolahan dan pemurnian untuk memperoleh konsentrat mangan yang tinggi. Pada penelitian ini, telah dilakukan ekstrasi Mangan dengan proses leaching asam sulfat menggunakan reduktor tandan kosong sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi maksimum dari asam sulfat yang digunakan pada proses leaching Mangan. Sebanyak 10 g bijih Mangan dileaching menggunakan asam sulfat dengan 5 g reduktor serbuk tandan kosong sawit pada temperatur 90 oC selama 120 menit (perbandingan rasio bijih dan reduktor, 2:1). Pada proses leaching terjadi reaksi reduksi dimana mangan (IV) dioksida direduksi oleh selulosa dari tankos menjadi mangan (II) sulfat. Konsentrasi asam sulfat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 M. Analisis logam Mn dilakukan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi maksimum ekstraksi Mn diperoleh pada konsentrasi asam sulfat 2,0 M dengan perolehan Mn sebesar 81,99%

    KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT GENUS Leuconostoc DARI PEKASAM ALE-ALE HASIL FORMULASI SKALA LABORATORIUM

    Get PDF
    Bakteri asam laktat (BAL) banyak ditemukan pada produk fermentasi, salah satunya adalah pekasam ale-ale yang merupakan makanan fermentasi tradisional Ketapang, Kalimantan Barat. BAL mempunyai peranan penting dalam proses fermentasi, salah satunya adalah untuk mengawetkan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter BAL genus Leuconostoc yang diisolasi dari pekasam ale-ale hasil formulasi skala laboratorium. Komposisi pekasam ale-ale formulasi meliputi : daging ale-ale, gula, garam dan bawang putih. Formulasi pekasam ale-ale dibuat dengan memvariasikan konsentrasi bawang putih. Teknik isolasi BAL dilakukan dengan metode goresan menggunakan media MRS yang diperkaya CaCO3 1%. Genus BAL ditentukan melalui uji makroskopik, mikroskopik dan biokimia. Hasil isolasi diperoleh 1 isolat BAL yang merupakan genus Leuconostoc. Karakteristik BAL dapat menunjukkan potensinya sebagai pengawetan makanan fermentasi dan agen probiotik. Isolat Leuconostoc sp. Aa8 dapat berpotensi sebagai starter makanan fermentasi dan sebagai agen probiotik karena dapat tumbuh pada pH 1 setelah inkubasi 4 jam, memiliki aktivitas antimikroba, dapat menghasilkan asam hingga pH akhir media setelah inkubasi 48 jam sebesar 4,23 dan tidak memiliki aktivitas enzim lipase. Kata kunci: Pekasam ale-ale, isolasi, probiotik, starter, Leuconostoc

    SINTESIS MATERIAL KONDUKTIF KOMPOSIT POLIANILIN-SELULOSA DARI TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis material konduktif yang merupakan komposit polimer dari polianilin dan selulosa yang berasal dari tanah gambut. Polianilin (PANI) memiliki sifat fisik yang kaku sehingga dikompositkan dengan selulosa sebagai matriks agar diperoleh polimer yang elastis. Sintesis komposit PANI-selulosa diawali dengan melakukan swelling selulosa menggunakan dimetil sulfoksida. Pada sintesis komposit dilakukan variasi massa anilin yaitu 0,5g, 1g, dan 1,5g. Konduktivitas dan karakter morfologinya ditentukan masing-masing dengan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dan Transmission Electron Microscope (TEM). Berdasarkan hasil pengukuran konduktivitas, komposit PANI-selulosa yang memiliki nilai konduktivitas tertinggi adalah komposit dengan jumlah anilin 1,5 g, yakni 1,57x10-3- 5,32x10-3S/cm. Karakterisasi dengan menggunakan TEM menunjukkan bahwa anilin masuk ke dalam ruang antar struktur selulosa sehingga terlihat selulosa membungkus polianilin. Kata kunci: polimer konduktif, polianilina-selulosa, gambu

    TOTAL FENOL FRAKSI ETIL ASETAT DARI BUAH ASAM KANDIS (Garcinia dioica Blume)

    Get PDF
    Buah asam kandis merupakan salah satu tumbuhan genus Garcinia. Genus ini banyak mengandung senyawa golongan fenolik jenis flavon yang diketahui memiliki sifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi etil asetat dari buah asam kandis (Garcinia dioica Blume) dengan penentuan kandungan total fenol. Fraksi etil asetat diperoleh melalui tahap maserasi dan partisi menggunakan pelarut metanol, n-heksana dan etil asetat. Fraksi metanol memiliki nilai rendemen terbesar yaitu 68,67% kemudian diikuti oleh fraksi etil asetat 25,52% dan fraksi n-heksana 3,67%. Total fenol ditentukan dengan metode follin-ciocateu. Total fenol fraksi etil asetat dari buah asam kandis (Garcinia dioica Blume) sebesar 28,83 12,83 ppm. Kata kunci : Asam kandis (Garcinia dioica Blume), antioksidan, fenol, follin-ciocateu

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇