286 research outputs found

    WORKSHOP METODOLOGI PENELITIAN ILMIAH BAGI MAHASISWA STIT MUARA ENIM

    Full text link
    This community service is carried out at STIT Muara Enim in the form of a workshop, which aims to increase students' understanding of scientific research methodology. The target to be achieved through this activity is to increase the skills of STIT Muara Enim students in compiling thesis writing, as a student's final project. The implementation of the workshop is divided into four stages, namely: 1) the preparation stage, 2) the implementation stage, 3) the evaluation stage, and 4) the reporting stage. This activity went well and smoothly in accordance with the stages arranged in the schedule for the implementation of the activity. This can be seen from the achievement of the training objectives and enthusiasm, as well as the activeness of the participants in the workshop activities. The results achieved through this workshop are very significant towards increasing the understanding of STIT Muara Enim students towards the methodology of writing scientific papers, which positively indicates an improvement in student skills in compiling thesis writing. The results of the evaluation of this activity show that there are several factors that support the implementation of the activity, namely: 1) the existence of good cooperation and full support from partners related to the provision of facilities and infrastructure; 2) the existence of procedures in the implementation of workshop activities; and 3) the enthusiasm of the participants in participating in the workshop activities. In addition to these supporting factors, there are also factors that hinder the implementation of activities, namely limited activity time that cannot satisfy all participants present.   Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksankan di STIT Muara Enim dalam bentuk workshop, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang metodologi penelitian ilmiah. Target yang ingin dicapai melalui kegiatan ini yaitu meningkatnya keterampilan mahasiswa STIT Muara Enim dalam menyusun penulisan  skripsi, sebagai tugas akhir mahasiswa. Pelaksanaan workshop dibagi dalam empat tahap, yaitu: 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap evaluasi, dan 4) tahap pelaporan. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan tahapan-tahapan yang disusun dalam jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal ini terlihat dari ketercapaian terhadap tujuan pelatihan dan antusiasme, serta keaktifan peserta dalam kegiatan workshop. Hasil evaluasi terhadap kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa  faktor yang mendukung terlaksananya kegiatan, yaitu: 1) adanya kerja sama yang baik dan dukungan penuh dari mitra terkait penyediaan sarana dan prasarana; 2) adanya prosedur dalam pelaksanaan kegiatan workshop; dan 3) antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan workshop. Di samping faktor pendukung tersebut, terdapat juga faktor penghambat pelaksanaan kegiatan, yaitu keterbatasan waktu kegiatan yang tidak dapat memuaskan semua peserta yang hadir. Hasil yang dicapai melalui workshop ini sangat signifikan terhadap peningkatan pemahaman mahasiswa STIT Muara Enim terhadap metodologi penulisan karya ilmiah, yang secara positif berindikasi pada peningkatan keterampilan mahasiswa dalam menyusun penulisan skripsi

    PELATIHAN PEMANFAATAN APLIKASI QUIZIZZ BAGI GURU-GURU TK MENTARI PURWAKARTA

    Full text link
    Within the Instruction Unit Field Presentation Movement entitled "Preparing on the Utilize of the Qizizz Application for Instructors of Mentari Purwakarta Kindergarten" this was carried out at Mentari Kindergarten, Purwakarta. Instructors at the kindergarten were given preparing on making Quizizz media. The particular target to be accomplished through the usage of this preparing action is to deliver mechanically proficient instructors to carry out the learning handle and assess learning online/online. At that point instructors who advantage from this preparing movement are expected to be able to supply data and impact to other instructors within the school. This preparing strategy is full mentoring with the stages: 1) Address strategy, 2) Exhibit Strategy, 3) Address and Reply strategy. The comes about of the think about outline that the Quizizz application can progress teachers' utilize of the Quizizz application   Abstrak Pada Kegiatan Pengenalan Lapangan Satuan Pendidikan yang berjudul " Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Qizizz bagi Guru-guru TK Mentari Purwakarta" Ini dilakukan di TK Mentari, Purwakarta. Guru di TK tersebut diberikan pelatihan pembuatan media Quizizz. Target khusus yang ingin dicapai melalui pelaksanaan kegiatan pelatihan ini yaitu menghasilkan guru-guru melek teknologi untuk melaksanakan proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran secara online/daring. Kemudian guru yang mendapat manfaat dari kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengimbasan kepada guru-guru lain yang ada di sekolah tersebut. Metode pelatihan ini adalah pendampingan penuh dengan tahapan: 1) Metode ceramah, 2) Metode Demonstrasi, 3) Metode Tanya Jawab. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa aplikasi Quizizz dapat meningkatkan guru dalam menggunakan aplikasi Quiziz

    PELATIHAN APLIKASI BAGI HASIL TABUNGAN MUDHARABAH PADA KOPERASI MADRASAH ALIYAH AL-INAYAH BANDUNG

    Full text link
    Currently, the Madrasah Aliyah Al-Inayah Bandung Cooperative requires the implementation of mudharabah profit-sharing savings based on electronic applications to improve the quality of savings services. The fundamental problem of this cooperative is the absence of knowledgeable human resources in the field of saving for the results of mudharabah and the low number of supporting facilities for these savings operations. These competencies and facilities can increase the absorption of funds from the community. In addition, the number of people in the cooperative environment is large and has the potential to grow these savings in the future. For this reason, the community service program (PkM) for mudharabah savings management training needs to be present to answer this issue. This program involved 15 participants who came from the management of the MA Al-Inayah Cooperative. The training materials consist of; (1) knowledge of mudharabah profit-sharing procedures, (2) digital mudharabah profit-sharing management applications, and (3) applications that support the operating system for sharia cooperative profit-sharing mudharabah savings results. This training program has succeeded in increasing the capability of the management of the MA Al-Inayah Cooperative in operating an electronic application for mudharabah profit-sharing savings so that it has an effect on the suitability of the cooperative with the latest technological developments and improving the quality of services that are fast, accurate, and productive. On that basis, PkM like this deserves to be developed in other sharia cooperatives so that they are adaptive to technology and competitive.   Abstrak Pelaksanaan tabungan bagi hasil mudharabah berbasis aplikasi elektronik sangat dibutuhkan Koperasi Madrasah Aliyah Al-Inayah Bandung untuk meningkatkan kualitas layanan tabungan. Permasalahan mendasar koperasi ini adalah ketiadaan SDM yang berpengetahuan di bidang tabungan bagi hasil mudharabah dan rendahnya fasilitas penunjang operasional tabungan tersebut. Padahal, kompetensi dan fasilitas ini sangat penting untuk peningkatan penyerapan dana yang berasal dari masyarakat. Di samping itu, jumlah masyarakat di lingkungan koperasi tersebut  banyak dan berpotensi menumbuhkembangkan tabungan ini di masa depan. Untuk itulah, pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang menyelenggarakan pelatihan manajemen tabungan bagi hasil mudharabah sangat penting menjawab persoalan ini. Dengan melibatkan 15 pengurus Koperasi MA Al-Inayah sebagai peserta, PkM ini melatih tiga hal penting, yaitu; (1) pengetahuan prosedur bagi hasil mudharabah, (2) kemampuan mengaplikasikan manajemen tabungan bagi hasil mudharabah secara digital, dan (3) penyediaan aplikasi yang menunjang sistem operasional bagi hasil tabungan mudharabah level koperasi syariah. Program pelatihan ini berhasil meningkatkan kapabilitas pengurus Koperasi MA Al-Inayah dalam mengoperasikan aplikasi elektronik tabungan bagi hasil mudharabah sehingga berefek terhadap kesesuaian koperasi tersebut dengan perkembangan teknologi mutakhir dan peningkatan kualitas layanan yang cepat, akurat, dan produktif. Atas dasar itulah, PkM seperti ini layak dikembangkan di koperasi-koperasi syariah lainnya agar mereka adaptatif terhadap teknologi dan kompetitif

    Aklimatisasi Anggrek Species Hasil Kultur Jaringan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dusun Gempol

    Full text link
    Abstract Gempol Village is a village on Mount Ungaran that has made efforts to preserve orchid species. Through mentoring and training from the UNNES Research Team which began in 2011, as well as greenhouse facilitation from PT Indonesia Power, the Gempol village community who are members of the Omah Sawah Community began to make efforts to conserve orchid species. The results of the identification of the problems experienced by community groups as foster partners can be grouped into three aspects, namely knowledge and skills of acclimatization of orchids from plant tissue culture, post-acclimatization management/care, and supporting infrastructure for acclimatization of tissue cultured orchids, where these three aspects are interrelated. The methods used include lecture and question and answer activities, practice, and mentoring. The result achieved is that the orchid species acclimatization activity in Gempol Hamlet, Ngesrepbalong Village has been carried out with satisfactory results. Activities are carried out through training and assistance to community groups who are members of Omah Sawah. The results of the evaluation of the participants showed that the participants' understanding and skills improved after this activity was carried out, even providing ideas for participants to apply to cultivated orchids. The result is enough to generate economic income for the participants, because some of their cultivated orchids are sold. Abstrak Dusun Gempol adalah satu dusun di  Gunung Ungaran yang telah melakukan upaya pelestarian anggrek species hutan . Melalui pendampingan dan pelatihan dari Tim Peneliti UNNES yang dimulai pada tahun 201, serta fasilitasi greenhouse dari PT Indonesia Power, masyarakat Dusun Gempol yang tergabung dalam Komunitas Omah Sawah mulai melakukan upaya pelestarian anggrek species. Hasil identifikasi terhadap permasalahan yang dialami kelompok masyarakat sebagai mitra binaan dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek, yaitu pengetahuan dan keterampilan aklimatisasi anggrek hasil kultur jaringan tanaman, pengelolaan/ perawatan pasca aklimatisasi, dan sarana prasarana penunjang aklimatisasi anggrek hasil kutur jaringan, dimana ke tiga aspek ini salingterkait. Metode yang dilakukan, meliputi kegiatan ceramah dan tanya jawab, praktik, dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah kegiatan aklimatisasi anggrek species di Dusun Gempol Desa Ngesrepbalong telah dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan terhadap kelompok masyarakat yang tergabung di Omah Sawah. Hasil evaluasi terhadap peserta menunjukkan bahwa pemahaman dan ketrampilan peserta meningkat setelah dilakukan kegiatan ini, bahkan memberikan ide bagi peserta untuk menerapkan pada anggrek budidaya. Hasilnya cukup membuahkan pemasukan ekonomi bagi peserta, karena beberapa anggrek budidaya mereka laku dijual.  &nbsp

    Pelatihan Pengembangan Instrumen Penilaian Numerasi untuk Peningkatan Kompetensi Guru Matematika SMP

    Full text link
    Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) or Minimum Competency Assessment has different objectives and formats compared to Ujian Nasional (National Exam), therefore teachers need to upgrade their knowledge of assessment instruments that measure students’ numeracy skills. This training aims to develop teachers' professionalism and competence in developing numeracy assessment instruments. The training was carried out online through a Zoom Meeting with participants of 29 junior high school mathematics teachers in Bogor Regency, West Java. The training was delivered in 2 sessions by 2 mathematics education lecturers from Universitas Negeri Jakarta. The first session with topics of AKM discussed the material domain, cognitive level, and the form of the questions on the AKM questions. The second session was with topics of numeracy skills discussed the benefits and the definition of numeracy skills. At the end of the training, participants were assigned to make a numeracy assessment instrument within 1 week. Participants and presenters join WhatsApp groups as a forum for discussion in the process of doing assignments. This training activity produces an output in the form of a numeracy assessment instrument that is developed based on the AKM question format. Participants are motivated and have ideas to develop numeracy assessment instruments

    Penyuluhan Kesehatan untuk Meningkatkan Pemahaman Kader Tentang Penanganan Stunting pada Balita

    Full text link
    ABSTRAK   Stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 37,8% sedangkan tahun 2019 menurun menjadi 27,67%. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman kader tentang penanganan stunting pada balita. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian stunting pada balita. Sasaran kegiatan ini adalah kader berjumlah 16 orang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 08.00-12.00 WIB di Aula Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari pemberian materi oleh pakar dan diskusi. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Sebelum diberikan materi, dilakukan pre-test dan setelah materi diberikan post-test. Hasil sebelum dan sesudah dibandingkan untuk mengukur pemahaman kader tentang penanganan stunting pada balita. Tim pengabdian masyarakat yang dilibatkan adalah dosen dan mahasiswa pada Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman para kader tentang penanganan stunting pada balita. Saran yang dapat diberikan bagi Puskesmas adalah membuat program yang dapat mempertahankan dan meningkatkan pemahaman kader tentang penanganan stunting seperti penyuluhan kesehatan dan seminar kesehatan.  Kata kunci:,,, ,&nbsp

    Workshop (Pelatihan) Pembuatan Proposal “Penelitian Quasi Eksperimen” Bagi Guru dan Calon Guru dan Budidaya Ikan Lele bagi Masyarakat Rangka meningkatkan Pendapatan untuk Kesejahteraan di Kel. Mekarsari, Kec. Jatisari, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat

    No full text
    Abstract (10pt) The purposes of devotion to the community activities are to develop teacher and teacher candidate ability to create research draft proposals, also Catfish cultivation using biofloc technique. Proposal making workshop activities consist of providing information, practice, and intensive consultation. Catfish cultivation activities consist of cultivation practice, marketing, and simple accountancy record, also evaluation. Based on those activities proposal making workshop was able to improve teacher and teacher candidates ability to create a quasi-experiment proposal final draft. Activity documentation and material were published on the YouTube platform https://www.youtube.com/watch?v=ogfgRQJUE7w.While catfish cultivation with biofloc technique is able to to improve community income because catfish could be harvested after three months and sold. Catfish cultivation can increase community prosperity in the COVID-19 pandemic because it could produce alternative income through the primary sector (food). Activity documentation was published on the YouTube platform https://m.youtube. com/ watch?v=G542rOJuzrc.   Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru/ calon guru dalam membuat draft proposal penelitian quasi eksperimen dan pengenalan budidaya lele sistem bioflok. Pelaksanaan workshop pembuatan proposal dilakukan melalui pemberian informasi, praktek dan pendampingan konsultasi yang intensif.  Budidaya ikan lele sistem bioflik diaksanakan melalui berbagi pendapat dan praktik budidaya yang diikuti dengan kegiatan pemasaran, pembukuan sederhana, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa workshop/ pelatihan pembuatan proposal penelitian Quasi eksperimen dapat meningkatkan kemampuan guru/ calon guru dalam membuat proposal penelitian. Dokumentasi kegiatan dan QR Code materi pembuatan proposal dapat dilihat pada platform YouTube https://www.youtube.com/watch?v=ogfgRQJUE7w. Setelah itu, budidaya ikan lele teknik bioflok dapat meningkatkan pendapatan masyarakat karena dalam waktu +  tiga bulan ikan dapat dipanen, dan dijual. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan di masa pandemi yang identik dengan tingginya angka PHK. Berdadarkan hal tersebut penghasilan alternatif dapat menjadi solusi menjaga kesejahteraan ekonomi di tengah masa pandemi. Dokumentasi kegiatan dan langkah budidaya lele dapat dilihat pada platform YouTube https://m.youtube.com/watch?v=G542rOJuzrc.. &nbsp

    Usaha Meningkatkan Penghasilan Pengusaha Keripik Tempe dengan Mengajarkan Membuat Keripik Tempe dari Kedelai Mentah sampai Menjadi Keripik dan Menguji Nilai Gizi

    Full text link
    Kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan sebuah usaha keripik tempe. Pembinaan ini bertujuan untuk penambah penghasilan pengusaha. Usaha ini  diawali secara berkelompok dan sudah dimulai dari tahun 2016. Kegiatan yang dilakukan adalah mengajarkan membuat keripik tempe dengan cara mengubah cara membuat keripik tempe dari cara lama menjadi cara baru. Cara lama membuat keripik tempe dari membeli setengah matang lalu dicapur tepung dan difermentasi ulang. Cara baru membuat keripik tempe dari kedelai mentah melalui tahapan direbus, didiamin satu malam, dibersihkan dari kulit ari, dicuci bersih , dikeringkan, diberi ragi tempe, dicampur rata lalu ditambahkan tepung sagu, diaduk rata, dibungkus dengan plastic yang sudah diberi lobang lobang, dan di fermentasi selama dua hari. Metode kegiatan yang dilakukan merupakan demonstrasi yaitu mendemostarsikan cara membuatnya di hadapan pengusaha keripik tempe. Tujuan dilakukan kegiatan ini agar mampu menambah pendapatan pengusaha. Hasil analisis menujukan dengan mengubah cara dalam membuat keripik tempe, mampu meningkatkan produksi keripik tempe sebesar 90 persen. Peningkatan ini dihitung dari  berat bahan mentah yang sama dan dari modal awal yang sama. Hal ini akan berdampak pada peningkatan penghasilan pengusaha. Kegiatan berikutnya, dilakukan  pendampingan uji nutrisi produk. Kegiatan ini bertujuan agar memperluas tempat penjualan produk keripik tempe, hingga mampu menambah penghasilan pengusaha

    Aplikasi Penggunaan Alat Pengering Pengganti Oven untuk Pembuatan Herbarium di Kebun Raya Liwa Kabupaten Lampung Barat

    Full text link
    One of the countries with high biodiversity is Indonesia. The potential of existing plants has not been maximally empowered by the community, especially in the Liwa Botanical Gardens. The involvement of the staff in the KRL is very necessary to be able to directly collect the observed plants and make a herbarium. Constraint faced in making herbarium is in the drying process. So far, the herbarium drying process is still being carried out in Department of Biology, University of Lampung. This PKM activity will begin with a pre-test to determine the initial ability of KRL staff on the importance of the drying process and  the practice of making simple herbarium dryers instead of ovens. At the end of the activity, KRL staff were given a post-test to determine the increase in knowledge about the importance of drying herbariums. With this PKM activity, KRL staff increase their knowledge and skills in using simple tools for drying plant samples and in the long term the availability of more diverse herbariums in an effort to conserve potential plants in KRL. The result of this activity was an increase in score points by 28.08 and a percentage increase in knowledge of 51.63%

    Kualitas Produk Peralatan Pertanian Hasil Tempa Panas Pengrajin Pande Besi Melalui Penerapan Desain Dapur Perlakuan Panas Model Tutup

    Full text link
    Abstract The problems encountered by artisan blacksmiths based on the field study results: unable to detect incineration temperature of wood charcoal in the crucibles, crusts occurrence on the metal surface of scrap component of spring leaf SUP 9 after heating process in the exposed model heating treatment. The solutions taken were by transforming the kitchen design, from exposed model heating treatment to closeted model heating treatment, which aimed to avoid oxidation on the incinerated metal, thus crusts do not occur on its surface. The kitchen wall of closeted model heating treatment was made from fireproof bricks, held heat resistance, and carried a stable thermal conductivity out of wood charcoal incineration. A digital thermocouple was installed in the closeted model heating treatment kitchen to accurately measure the temperature of wood charcoal incineration results. The closeted heating model treatment kitchen was designed portable. The solution methods applied field study and descriptive analysis. The study generated a result of sturdiness value with 18.8 HRC  average for hoe products was below the standard of sturdiness value according to SNI 02-0331-1989 and generated a result of kitchen wall of closeted model heating treatment made from red bricks with cement as the fastener could not stand the heat. The conclusion for the application of kitchen design of closeted model heating treatment were the sturdity values achieved 58 HRC with SAE 900 C as the cooling lube and the wear rate achieved 0.000165605 gram/m. This meant the wear resistance property was low which met the standard according to SNI 02-0331-1989.   Abstrak Permasalahan pengrajin pande besi sesuai hasil studi lapangan: temperatur pembakaran arang kayu di dalam kowi tidak dapat dideteksi,  permukaan logam bekas komponen pegas daun SUP 9 timbul kerak setelah proses pemanasan di dalam dapur perlakuan panas model buka.  Metode pemecahannya melakukan  inovasi pada desain dapur perlakuan panas model buka dirubah menjadi desain dapur perlakuan panas model tutup yang bertujuan:  material logam yang dipanasi tidak teroksidasi, sehingga permukaan logam tidak timbul kerak, dinding dapur perlakuan panas model tutup terbuat dari bata tahan api, mempunyai sifat tahan panas serta konduktivitas panas hasil pembakaran arang kayu stabil,  dapur perlakuan panas model tutup dipasang termokopel digital agar temperatur hasil pembakaran arang kayu terukur dan akurat, dan dapur perlakuan panas model tutup dirancang dapat dipindah-pindah tempat. Metode pemecahannya menggunakan metode studi lapangan dan metode analisis deskriptif. Hasil-hasil temuan yang diperoleh angka kekerasan produk cangkul rata-rata  18,8 HRC masih di bawah angka kekerasan cangkul menurut SNI 02-0331-1989, dinding dapur perlakuan panas model buka terbuat bata merah dengan pengikat semen  tidak tahan panas. Simpulan dengan penerapan desain dapur perlakuan panas model tutup, angka kekerasan  mencapai 58 HRC dengan media pendinginan oli SAE 90 dan laju keausan 0.000165605 gram/m memenuhi SNI 02-0331-1989, sehingga sifat ketahanan ausnya rendah

    276

    full texts

    286

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sarwahita
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇