286 research outputs found

    Workshop Pemanfaatan Teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan Mikrokontroler ESP32 untuk Guru-Guru SMK

    Full text link
    Abstract The rapid advancement of information technology and telecommunications has caused Internet of Things (IoT) technology to be increasingly developed and utilized in various activities and tasks at the home, office, school, industry, and others. 24-hour connectivity and various automation features make IoT an effective way to remotely monitor and manage jobs. In the context of learning in Vocational High Schools (SMK), ideally, the use of IoT technology applications is taught by teachers in the field of industrial electronics expertise. The uneven understanding and technical skills of teachers about the application of IoT technology is one of the factors that have not updated the ability of vocational students with IoT technology information. From these problems, the solution offered is to provide technical knowledge and skills to teachers about the use of IoT using a microcontroller so that they can teach it to students. The workshop/training was conducted online which was attended by 20 (twenty) teachers from several vocational schools in the Jakarta, Bekasi, Cibinong, and Bogor areas. In this workshop, theoretical and practical learning about the use of IoT technology is given. The material taught is the development of IoT, the use of the ESP32 IoT development board, and some practical examples using the ESP32 board. In this workshop, IoT learning e-modules (theory and practice) were also distributed which can be used by teachers for independent learning and as teaching materials in SMK. From the workshop, an overview of the understanding and technical skills of teachers regarding IoT technology was obtained which still needs to be improved. The participants were very enthusiastic about participating in the IoT workshop because they got new and useful information and knowledge to improve their competence in the field of industrial electronics technology. The usefulness of this workshop was felt by the participants who gave a positive impression of the material taught by the instructor/lecturer.   Abstrak Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi, menyebabkan teknologi Internet of Things (IoT) makin berkembang dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan dan tugas di rumah, kantor, sekolah, industri, dan lainnya. Konektivitas 24 jam serta berbagai fitur otomasi menjadikan IoT sebagai cara efektif untuk memantau dan mengelola berbagai pekerjaan dari jarak jauh. Dalam konteks pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maka idealnya pemanfaatan aplikasi teknologi IoT diajarkan oleh para guru bidang keahlian elektronika industri. Belum meratanya pemahaman dan keterampilan teknis guru tentang aplikasi teknologi IoT, menjadi salah satu faktor belum ter-update nya kemampuan siswa SMK dengan informasi teknologi IoT.  Dari permasalahan tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan teknik kepada guru tentang pemanfaatan IoT menggunakan mikrokontroler sehingga dapat mengajarkannya kepada siswa. Workshop/pelatihan dilaksanakan secara daring yang diikuti peserta guru dari beberapa SMK di wilayah Jakarta, Bekasi, Cibinong dan Bogor sebanyak 20 (dua puluh) orang. Dalam workshop ini diberikan pembelajaran teori dan praktikum tentang pemanfaatan teknologi IoT. Materi yang diajarkan adalah perkembangan IoT, pemanfaatan ESP32 IoT development board, dan beberapa contoh praktikum menggunakan ESP32 board. Dalam workshop ini juga dibagikan e-modul pembelajaran IoT (teori dan praktik) yang dapat digunakan para guru untuk pembelajaran mandiri dan sebagai bahan ajar di SMK. Dari workshop tersebut didapatkan gambaran terkait pemahaman dan keterampilan teknis para guru tentang teknologi IoT yang masih perlu ditingkatkan. Para peserta sangat antusias mengikuti workshop IoT karena mendapatkan informasi dan pengetahuan yang baru dan berguna untuk meningkatkan kompetensinya di bidang teknologi elektronika industri. Kebermanfaatan workshop ini dirasakan sekali oleh para peserta yang memberikan kesan positif dari materi yang diajarkan oleh instruktur/narasumber

    Pelatihan Barista Kompetensi Manual Brew sebagai Penguatan Minat Wirausaha pada Santri Pondok Pesantren Al Asror Semarang

    Full text link
    Penguatan minat wirausaha santri menjadi hal penting saat ini dalam rangka memberikan bekal bagi santri dalam menghadapi tantangan kehidupan pasca pondok. Upaya yang dapat dilakukan dalam rangkat menguatkan minat wirausaha santri adalah dengan pelatihan barista. Coffee shop saat ini menjadi bidang usaha yang mempunyai prospek. Santri juga mempunyai ketertarikan yang tinggi untuk terjun di usaha perkopian ini. Tim pengabdian FE UNNES mengajukan kegiatan pelatihan barista kompetensi manual brew sebagai upaya untuk menguatkan minat wirausaha santri. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelatihan dengan pengenalan peralatan penyajian kopi, jenis kopi, dan praktikum penyeduhan kopi secara manual. Sasaran kegiatan adalah santri putra Pondok Pesantren Putra Putri As Salafy Al Asror Patemon Semarang yang mempunyai minat memiliki kompetensi barista. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada Jumat, 1 April 2022 di ruang kelas MTs Al Asror dan diikuti oleh santri putra sebanyak 25 orang. Peserta kegiatan sangat antusias mengikuti paparan dari narasumber dan praktik penyeduhan kopi. Pengasuh pondok, KH Al Mamnuhin Kholid memberikan sambutan pengantar setelah ketua tim pengabdian menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan. Instruktur pelatihan adalah Satsya Yoga Baswara, M.Sc. (anggota tim pengabdian) dan Kukuh Hidayat, S.E. (mitra pengabdian dari Atas Kota Coffee shop and space). Keduanya telah tersertifikasi barista nasional. Secara umum, pelaksanaan kegiatan pengabdian telah berjalan lancar dan dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan kompetensi santri dalam barista kompetensi manual brew. Harapannya dapat meningkatkan minat wirausaha santri

    Workshop Pelatihan Learning Management System (LMS) Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Jarak Jauh Di SMP Negeri 242 Jakarta

    No full text
    This community service activity is to provide training in designing online learning through the use of the Edmodo online platform for teachers of SMP Negeri 242 Jakarta. This is due to the Covid-19 pandemic which requires learning activities to be carried out from home (PJJ). The ability of teachers to utilize digital learning platforms by moving offline learning to online learning, as well as organizing student assignments into competencies that must be mastered and improved in order to create synchronous and asynchronous learning. The application of Edmodo is a learning alternative that creates effective learning to support the process of organizing learning activities because Edmodo has several features, such as "Assignment", "Quiz", and "Poll" and several other features such as cloud for material storage. This training activity was attended by 26 teachers of SMP Negeri 242 Jakarta from various subject teachers. The training is carried out online and offline. The data acquisition instrument used a questionnaire which was used to determine the initial perceptions and insights of the training participants towards the BDR learning that had been carried out and to find out their perceptions and insights after attending the training. Based on the results of the questionnaire, the training that has been carried out has had a positive and beneficial impact on the teachers of SMP Negeri 242 Jakarta

    Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tiram Tambun dalam Mengembangkan Desa Wisata Mentawir Kabupaten Panajam Paser Utara

    Full text link
    Abstract   Mentawir Tourism Village is a tourism village located in Penajam Paser Utara, East Kalimantan. This Tourism Village has “Pokdarwis” (Tourism Awarness Group) which has been formally confirmed by the head Department of Culture and Tourism in Penajam Paser Utara on August 7, 2019. However, the development of the Mentawir Tourism Village has not been maximized so it is necessary to empower more of the Pokdarwis Tiram Tambun to strengthen the management and promotion of the Mentawir Tourism Village. Several problems occurred in the Mentawir Tourism Village such as the lack of ability to manage the Pokdarwis Tiram Tambun institutions that were ineffective, inefficient and intransparent. They are also incapable to promote through various media and product of breakfast menu in their own homestay. The approachment methods used in this activities including socialization, training and mentoring. The results of these activities including the knowledge and skills of the management and members of the Pokdarwis Tiram Tambun to increase or to improve in terms of effective, efficient and transparent management through improving the administration or organizational bookkeeping, the development of potential tourism in the Mentawir village can be mapped through tourism products in the form of tour packages that will be offered to the tourists, as well as increasing the promotion of the Mentawir itself through various social media in order to increase the number of tourists visiting there and improvement skill from homestay owners in producing breakfast dishes   Abstrak   Kelurahan  Mentawir merupakan  Kawasan berpotensi wisata yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Potensi wisata didaerah ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tiram Tambun yang telah mendapatkan pengukuhan secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Panajam Paser Utara pada tanggal 7 Agustus 2019. Namun dalam pengembangan Wisata Mentawir belum maksimal sehingga perlu dilakukan pemberdayaan Pokdarwis untuk memperkuat pengelolaan dan promosi Desa Wisata Mentawir. Beberapa permasalahan di Wisata Mentawir antara lain kurangnya kemampuan dalam mengelola kelembagaan Pokdarwis yang efektif, efisien dan transparan, kurangnya kemampuan dalam melakukan promosi melalui berbagai media, serta kurangnya ketrampilan dalam pengolahan menu makan pagi di homestay. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan ini antara lain sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan memberikan dampak bertambahnya pengetahuan dan keterampilan pengurus dan anggota Pokdarwir Tiram Tambun yang efektif, efesien dan transparan.  Kegiatan pendampingan ini juga menghasilkan pemetaan paket-paket wisata yang akan ditawarkan kepada wisatawan. Selain itu, hasil yang dicapai dibidang pemasaran digital adalah meningkatnya atau bertambahnya promosi desa wisata Mentawir melalui berbagai media sosial dalam rangka mensosialisasikan potensi Mentawir kepada wisatawan, serta bertambahnya ketrampilan dari pengelolaan dan pelayanan di homestay

    Perilaku Petani Terhadap Adopsi Teknologi M-Bio untuk Pengembangan Usahatani Agroforestri

    Full text link
    Abstract This study aims to determine the behavior of farmers in adopting M-Bio technology for the development of agroforestry farming. The research method is a survey with data collection techniques: observation and in-depth interviews with respondents. Research variables include farmer behavior towards the implementation of counseling and training as well as farmer behavior towards the adoption of M-Bio Technology. The research was conducted in Setiawaras Village in the Cipigan Insan Mandiri and Dadap Sari farmer groups from July to October 2020. The data analysis used was descriptive analysis with a Likert scale with scores of 1, 2, 3, 4, and 5 then measured by weighted values. The data distribution was converted into a ratio scale with a score between 0–100. Furthermore, the scores are grouped into: (1) Very Low: 0–20; (2) Low: 21 - 40; (3) Moderate: 41–60; (4) Height: 61–80; and (5) Very High: 81-100. The results showed that the behavior of farmers towards the implementation of counseling and training on M-Bio technology with all its indicators (presentation and practice, attention, comprehensiveness, results and retention) had a score between 80 - 100 so all of them were categorized as very high. Likewise, the behavior of farmers towards the adoption of M-Bio technology for the development of agroforestry farming along with all its indicators concerning cognitive, apective, and conative aspects has a score between 80 - 100 so that all of them are also categorized as very high.   Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku petani dalam adopsi teknologi M-Bio untuk pengembangan usahatani agroforestri. Metode penelitian adalah survey dengan teknik pengumpulan data : observasi dan wawancara mendalam dengan responden. Varibel penelitian mencakup perilaku petani terhadap pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan serta perilaku petani terhadap adopsi Teknologi M-Bio. Penelitian  dilaksanakan di Desa Setiawaras pada kelompok tani Cipigan Insan Mandiri dan Dadap Sari dari bulan Juli sampai Oktober 2020. Analisis data yang digunakan adalah analisis  deskriptif dengan skala likert skor 1, 2, 3, 4, dan 5 kemudian diukur dengan nilai tertimbang. Sebaran data diubah menjadi skala rasio dengan skor antara 0–100. Selanjutnya, skor dikelompokkan menjadi : (1) Sangat Rendah:0–20; (2) Rendah:21 – 40; (3) Sedang:41–60; (4) Tinggi:61–80; dan (5) Sangat Tinggi: 81-100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku petani terhadap pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan teknologi M-Bio dengan seluruh indikatornya (presentasi dan praktek, atensi, komprehensif, hasil dan retensi) memiliki skor antara 80 – 100 sehingga semuanya terkategori sangat tinggi. Demikian juga dengan perilaku petani terhadap adopsi teknologi M-Bio untuk pengembangan usahatani agroforestri beserta seluruh indikatornya yang menyangkut aspek kognitif, apektif, dan konatif memiliki skor antara 80 – 100 sehingga semuanya juga terkategori sangat tinggi. &nbsp

    Pengolahan Hasil Budidaya Tanaman Rimpang dengan Teknik Vertikultur demi Mendukung Ekonomi Kreatif Masyarakat Rawamangun Jakarta Timur

    Full text link
    Halaman rumah yang sempit dan sedikit lahan terbuka hijau di Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur menyebabkan masyarakat kurang meminati budaya bertanam. Oleh karenanya dibutuhkan inovasi untuk memanipulasi lahan yang sempit tersebut sebagai area hijau dengan harapan dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk budidaya tanaman yaitu melalui teknik vertikultur. Salah satu tanaman yang cocok dibudidayakan di lahan sempit sekaligus memiliki banyak manfaat bagi masyarakat secara langsung adalah tanaman obat keluarga. Di antara tanaman obat keluarga yang ada, tanaman rimpang adalah tanaman yang mudah ditanam dan banyak diminati karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti jahe, kencur, dan kunyit. Dari hasil panen, rimpang yang dihasilkan bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi tinggi seperti bubuk rimpang, manisan rimpang, dan jamu. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menyampaikan informasi mengenai teknik vertikultur untuk budidaya tanaman rimpang sekaligus teknik pengolahan hasil budidaya tanaman rimpang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Penyampaian informasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi praktik langsung budidaya tanaman rimpang di lahan pekarangan sempit dengan teknik vertikultur. Evaluasi keberhasilan program dilakukan dengan post test kepada peserta setelah dilakukan ceramah, diskusi, dan praktik. Program ini tergolong berhasil karena adanya peningkatan pengetahuan dasar mengenai teknik budidaya tanaman rimpang dengan nilai post test di atas 60 dan kegiatan praktik berlangsung dengan baik. Pengolahan hasil budidaya tanaman rimpang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti bubuk rimpang, manisan rimpang, dan jamu juga berhasil dilakukan. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi pada saat melakukan praktik langsung. Diharapkan hasil olahan budidaya tanaman rimpang dapat dikomersilkan sehingga dapat mendukung perekonomian masyarakat Rawamangun

    PERAN GANDA IBU RUMAH TANGGA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA

    Full text link
    Many women today have two roles at the same time, the domestic role in charge of taking care of the household and the role of the public who are in charge outside the home or work to meet the needs of family life. The dual role as a woman in this case must be handled wisely and must maximize her duties in both aspects. The partners of this program are representatives of education personnel of The State University of Jakarta with a female gender. The purpose of this devotion is for women to have an overview and input about online business and to invite partners to become independent women through dual roles as housewives and maximize their ability to help the family economy in online business activities as career women. Classic methods with lecture and discussion approaches are applied in this activity. The end result achieved from this activity is increased motivation and knowledge of partners to double role, namely becoming a housewife and becoming a career woman through online business activities.   Abstrak Perempuan masa kini banyak yang memiliki dua peran sekaligus, yakni peran domestik yang bertugas mengurus rumah tangga dan peran publik yang bertugas di luar rumah atau bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Peran ganda sebagai perempuan dalam hal ini harus disikapi dengan bijak serta harus memaksimalkan tugasnya dikedua aspek tersebut. Mitra program ini adalah perwakilan tenaga kependidikan Universitas Negeri Jakarta berjenis kelamin perempuan. Tujuan dari pengabdian ini agar wanita mempunyai gambaran dan masukan tentang bisnis online serta untuk mengajak mitra menjadi wanita yang mandiri melalui peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya untuk membantu perekonomian keluarga dalam kegiatan bisnis online sebagai wanita karir. Metode klasikal dengan pendekatan ceramah dan diskusi diterapkan dalam kegiatan ini. Hasil akhir yang dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya motivasi dan pengetahuan mitra untuk berperan ganda yaitu menjadi ibu rumah tangga serta menjadi wanita karir melalui kegiatan bisnis online

    Upaya Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Berbasis Potensi Lokal pada Masyarakat Petani di Desa Sirnajaya Kabupaten Bogor, Jawa Barat

    Full text link
    Saat ini pembangunan masyarakat desa memiliki perubahan paradigma mendasar, yaitu dari membangun desa menjadi desa membangun. Untuk mewujudkan desa membangun diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya insani desa yaitu untuk menstimulan wirausaha masyarakat desa dibidang pertanian. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam rangka mencapai transformasi desa membangun yaitu melalui motivasi wirausaha para petani di pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan transformative learning dengan metode sharing knowledge berupa diskusi dan pendampingan secara berkelanjutan. Pada kegiatan pengabdian kepada masyrakat yang dilakukan di desa Sirnajaya menghasilkan perubahan perilaku masyarakat petani, yang semula para petani hanya berorientasi menjadi buruh tani, saat ini para petani memiliki motivasi untuk bertansformasi menjadi pengusaha dibidang pertanian. Motivasi wirausaha kepada para petani dilakukan dengan memanfaatkan kelembagaan pedesaaan seperti BumDes dalam menyediakan dan memfasilitasi para petani untuk menjalankan wirausaha dan menjual produk pertaniannya. Melalui pola kemitraan dengan BumDes para petani menjadi lebih percaya diri untuk menjadi wirausaha dibidang pertanian dibandingkan menjadi buruh tani.Transformasi yang dimaksud dalam rangka mencapai keberdayaan masyarakat yang memiliki daya saing, daya saring dan daya adaptasi. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, memberikan sumbangsih dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Sehingga melalui kegiatan ini, tindak lanjut berikutnya ialah mengembangkan usaha pertanian kreatif dan innovatif untuk menghasilkan produk pertanian yang sesuai dengan permintaan pasar

    Peningkatan Keterampilan dalam Pengolahan Variasi Olahan Ikan dengan Teknik Pengeringan di Desa Pantai Mekar Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi

    No full text
    Kecamatan Muara Gembong merupakan wilayah pesisir dan perikanan terbesar dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Bekasi. Potensi yang dapat diangkat dari Kecamatan Muara Gembong antara lain tangkapan hasil laut dari nelayan di Pantai Mekar yang dapat dijadikan bisnis kuliner sehat yang turut mendukung desa wisata Tujuan pengabdian pada masyarakat (PKM) ini adalah (1) memberikan wawasan kepada warga di Kecamatan Muara Gembong Desa Pantai Mekar dalam pengolahan variasi olahan ikan dengan teknik pengeringan; (2) melatih warga di Kecamatan Muara Gembong Desa Pantai Mekar dalam membuat kerupuk ikan  dan (3) ) melatih warga di Kecamatan Muara Gembong Desa Pantai Mekar dalam membuat abon ikan. Metode yang digunakan adalah demosntrasi, diskusi, dan tanya jawab. Setelah kegiatan pelatihan peserta mengisi kuesioner evaluasi untuk menilai penyelenggaran kegiatan pelatihan. Hasil PKM yang dicapai adalah peningkatan dalam aspek (1) wawasan/pengetahuan warga Desa Pantai Mekar dalam pengolahan variasi olahan ikan dengan teknik pengeringan meningkat, menunjukkan nilai gain 0,69  yang diperoleh dari hasil pre test dan post test; (2) keterampilan dalam membuat kerupuk ikan, dan (3) keterampilan dalam membuat abon ikan. Dampak dari pelatihan ini warga memiliki wawasan baru tentang cara membuat olahan ikan dengan teknik pengeringan sederhana sebagai salah satu upaya memaksimalkan pengolahan hasil laut dan peningkatan pendapatan keluarga

    PKM Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Pertanian

    Full text link
    Kelompok Tani Cahaya Baru Nagari Persiapan Lubuk Gadang Barat Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan telah mendapat penyuluhan dari tim pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Padang.  Sosialisi yang diberikan adalah tentang bagaimana cara membuat pupuk kompos dari limbah pertanian. Permasalahan yang ditemukan adalah petani sering kekurangan pupuk untuk memupuk tanamannya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhannya harus membeli pupuk dengan harga yang mahal. Solusi  yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada kelompok tani  tersebut adalah memberikan penyuluhan cara membuat pupuk kompos dari  limbah pertanian. Dengan memberikan penyuluhan ini diharapkan kelompok tani dapat menyediakan pupuk alami untuk kebutuhan petani di desa Bumi Ayu umumnya dan kelompok tani Cahaya Baru khususnya. Kontribusi mendasar pada khalayak sasaran adalah setelah program pengabdian ini diharapkan petani mampu membuat pupuk kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk alam untuk mengatasi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sehingga dapat menjaga kesuburan tanah di lahan pertanian

    276

    full texts

    286

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sarwahita
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇