Sarwahita
Not a member yet
286 research outputs found
Sort by
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN TERHADAP WEBINAR PENDIDIKAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KREATIVITAS GURU DI ERA NEW NORMAL
During the Covid-19 pandemic, the transition from the PSBB period to the new normal era still had a significant impact in various sectors, mainly the education sector of teaching and learning activities. Online learning that is held provides a challenge to the creativity of teachers. For this reason, KKN's team of State University of Jakarta held an educational webinar with the theme 'Online Learning Trends in the New Normal Era' to enlighten teachers to be creative in improving teaching skills in order to establish students' character. From the feedback form given to the webinar participants, data processing and analysis have been carried out to elaborate the teacher's enthusiasm for teaching creativity to improve student character with educational webinars. This research uses a quantitative descriptive method by questionnaires as a data collection technique, including the theme, the agenda, the speakers presented, and the persistence in each session of the webinar. In general, the respondents gave positive responses indicating the level of satisfaction of the participants. In conclusion, the teacher agreed that creativity in learning was able to build the character of students.
Abstrak
Pada masa pandemi Covid-19, beralihnya masa PSBB menjadi era new normal masih memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor, terutama sektor pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Proses pembelajaran secara daring yang diselenggarakan memberikan tantangan terhadap kreativitas guru dalam kegiatan belajar mengaja. Oleh karena itu, Tim KKN Universitas Negeri Jakarta mengadakan seminar online dengan tema ‘Trend Pembelajaran Daring di Era New Normal’ untuk memberikan pencerahan bagaimana guru dapat berkreasi meningkatkan kemampuan mengajar agar karakter siswa dapat terbentuk. Melalui form feedback yang diberikan kepada para peserta Webinar, telah dilakukan pengolahan data dan analisis untuk mengelaborasi antusiasme guru pada kreativitas mengajar untuk meningkatkan karakter siswa melalui seminar online (webinar). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitafif menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data, meliputi tema webinar, susunan acara webinar, narasumber yang dihadirkan, dan keberlangsungan acara webinar di setiap sesinya. Secara keseluruhan, responden memberikan respon positif yang menandakan antusiasme peserta dalam hal ini guru setuju terhadap kreativitas dalam pembelajaran mampu membangun karakter siswa
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Teknologi Pengolahan Pangan Lokal Singkong Pada Produk Churros dan Éclair
Abstract
Churros and éclairs have almost the same type of dough and are easy to process. Currently, churros and éclair are snacks that are trending and much favored by the public, especially teenagers and children. Thus, churros and éclair become snacks that have a great opportunity to be seeded as business products with great potential. Both use the main ingredient in the form of wheat flour, which until now is still an imported product. Optimal use of local food ingredients to substitute for imported food is a government program that we should support and assist in its realization. While cassava is one of the local food ingredients found in almost all regions of Indonesia. In this case, by using science and technology, this cassava can be further processed into flour which can later function as a substitute for wheat flour. Through Community Service activities, the use of cassava as a substitute for wheat flour in making churros and éclairs is socialized to the wider community. The activities carried out consisted of stages 1) Delivery of material information; 2) Preparation and preparation of formulas; 3) Implementation of entrepreneurial training in the practice of making churros and eclairs; and 4) Product evaluation and discussion. The purpose of this community service activity (PKM) is to help improve the family's economy through the production of churros and éclair substitutes for cassava flour. The results of this PKM activity were assessed by the participants, that the way of delivery and the suitability of the material, the process of making Churros and Eclair, the duration generally described a positive value and gave a high level of satisfaction. So that there is a desire to do similar activities again.
Abstrak
Churros dan éclair merupakan kue yang memiliki jenis adonan yang hampir sama dan mudah proses pengolahannya. Saat ini churros dan éclair merupakan makanan ringan yang sedang trend dan banyak digemari oleh kalangan masyarakat, utamanya remaja dan anak-anak. Dengan demikian, churros dan éclair menjadi makanan ringan yang memiliki peluang besar untuk diunggulkan sebagai produk usaha yang sangat potensial. Keduanya menggunakan bahan utama berupa tepung terigu, yang selama ini masih berupa produk import. Penggunaan bahan pangan lokal secara optimal untuk pengganti pangan impor merupakan program pemerintah yang seharusnya kita dukung dan bantu dalam perealisasiannya. Sementara singkong merupakan salah satu bahan pangan lokal yang ditemui hampir di seluruh daerah Indonesia. Dalam hal ini, dengan menggunakan iptek, singkong ini dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung yang nantinya dapat berfungsi sebagai subtitusi tepung terigu. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, pemanfaatan singkong sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan churros dan éclair ini disosialisasikan kepada masyarakat luas. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap 1) Penyampaian informasi materi; 2) Persiapan dan pembuatan formula; 3) Pelaksanaan pelatihan kewirausahaan praktik pembuatan churros dan éclair; dan 4) Evaluasi produk dan diskusi. PKM ini dilaksanakan secara online pada tanggal 16 September 2021. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah membantu meningkatkan perekonomian keluarga melalui produksi churros dan éclair subtitusi tepung singkong. Hasil kegiatan PKM ini dinilai peserta, bahwa cara penyampaian dan kesesuaian materi, proses pembuatan churros dan éclair, durasi secara umum menggambarkan nilai positif dan memberi tingkat kepuasan yang tinggi. Sehingga ada keinginan dilakukan kembali kegiatan sejenis
Workshop Persiapan Kerja untuk Calon Lulusan SMKN1 Lemahsugih Majalenegka Jawa Barat
Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang sangat potensial di Indonesia. Salah satu potensi yang di miliki Jawa Barat adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Dan salah satu indikator keberhasilan suatu daerah adalah tersediannya SDM yang berkualitas Salah satu tempat untuk meningkatkan SDM adalah sekolah formal. Salah satu tingkatan sekolah formal adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK merupakan tempat proses belajar mengajar yang menitik beratkan kepada keahlian dari siswa untuk siap bekerja. Yang menjadi tantangan SMK adalah proses melamar kerja setelah lulus, kebanyakan siswa tidak update terhadap dunia kerja padahal mereka disiapkan untuk langsung bekerja. Kebanyakan lulusan SMK masih banyak yang belum siap menghadapi dunia kerja. Terutama mereka bingung memulai dari mana untuk mencari kerja, melamar dan awal kerja. Dalam pengabdian masyarakat ini dipilih mitra dari wilayah pelosok yaitu SMKN 1 Lemahsugih yang berada di Kabupaten Majalengka yang merupakan kecamatan terpencil. Berdiri pada tahun 2006 menyebabkan sekolah ini masih sangat minim pengalaman untuk mengurus lulusan dan mempersiapkannya dalam dunia kerja. Sehingga tidak heran lulusan SMK ini masih banyak yang menganggur. Selain itu, lokasi sekolah yang berada jauh dari ibukota Kabupten Majalengka membuat sekolah ini semakin ketinggalan terhadap informasi terutama lowongan pekerjaan. Luaran dari pengabdian masyarakat ini yaitu jasa. Dimana akan dilakukan berupa workshop untuk mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja mulai dari cara mencari kerja, mempersiapkan lamaran dan CV, serta teknik wawancara. Dari survey yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan dari siswa terhadap dunia kerja, cara membuat lamaran dan cv, dan persiapan wawancara kerja. Dan mereka lebih siap dalam menghadapi dunia kerj
REALISASI KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENTINGNYA EMPATI DAN RASA BERGOTONG-ROYONG DI DUSUN SAMBONG DURAN, KECAMATAN JOMBANG, KABUPATEN JOMBANG: Indonesia
The purpose of this community service activity which is the topic of this writing is to help strengthen solidarity among the residents of Sambong Duran Hamlet, Jombang District, Jombang Regency so that they have a sense of empathy for each other and also raise awareness of mutual cooperation. Community service can be done in various ways as long as it does not hinder or deviate from the real purpose. This activity is one way that can help provide solutions to problems that exist or are happening in the surrounding environment considering that their activities are in line with the conditions, attitudes and behaviors that lead to modernization so as to help create a nation that is smart in taking every step to solve the problem by good and in accordance with prevailing socio-cultural values. The method used in the form of socialization to local residents provides understanding and understanding of empathy and mutual cooperation, then explains the impact and provides examples of implementation in community life. The results obtained from these activities are that there are significant changes in the atmosphere and conditions that lead to something positive and the situation is more harmonious than before among residents in the Sambong Duran Hamlet.
Abstrak
Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi topik penulisan ini yaitu untuk membantu mempereratkan solidaritas antar warga Dusun Sambong Duran, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang agar mereka memiliki rasa empati satu sama lain dan juga muncul kesadaran bergotong-royong. Pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara selama tidak menghalangi atau menyimpang dari tujuan sebenarnya. Kegiatan ini merupakan salah satu jalan yang dapat membantu memberikan solusi dari masalah yang ada atau yang sedang terjadi di lingkungan sekitar mengingat bahwa kegiatannya sejalan dengan kondisi, sikap dan perilaku yang mengarah pada modernisasi sehingga membantu menciptakan bangsa yang cerdas dalam mengambil setiap langkah untuk memecahkan permasalahannya dengan baik dan sesuai nilai-nilai sosial budaya yang berlaku. Metode yang dipakai berupa sosialisasi kepada warga setempat memberikan pengertian dan pemahaman tentang rasa empati dan bergotong-royong, lalu menjelaskan dampaknya serta memberikan contoh implementasi dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah terdapat perubahan signifikan pada suasana dan kondisi yang menuju kearah suatu hal bersifat positif dan keadaan lebih harmonis daripada sebelumnya kepada antar warga di lingkungan Dusun Sambong Duran
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID BAGI TUTOR PENDIDIKAN KESETARAAN PADA PKBM DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT
Based on the analysis of the situation and conditions of the community in Sukamakmur Sub-District, Bogor District of West Java, especially in the field of education, it is necessary to have an Android-based learning media development training activity to support the improvement of Tutor and Manager Competencies so that the learning process in Community Learning Center is of higher quality. The specific objectives of community service activities integrated with real work lectures are as follows: (1) Improving the ability of tutors and managers in planning learning using Android-based learning media, (2) Improving the ability of tutors and managers in using Android-based learning media and (3) Guide tutors and managers in implementing learning using Android-based learning media.
The results show learning in Community Learning Center by using Andoid-based learning media as an effort to strengthen students' understanding of the material presented, and students can access it wherever they are to overcome the problems of students whose homes are far from Community Learning Center. Teaching using Android-based media is also able to emphasize the practice of digital literacy directly which still refers to the concept of learning media theory for equality education. Learning using Android-based media can be used wherever students are located, and therefore the independence of students will increase because without the presence of educators, students are able to operate it. The presentation provided is able to attract students 'interest, because it contains a material that is presented via video, so that students do not feel bored and fed up, because the media can stimulate students' ability to see and hear.
Abstrak
Berdasarkan hasil analisis siatuasi dan kondisi masyarakat di Kecamatan Sukamakmur Kecamatan Kabupaten Bogor Jawa Barat khususnya dalam bidang pendidikan, maka diperlukan adanya kegiatan pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis Android untuk mendukung peningkatan Kompetensi Tutor dan Pengelola agar proses pembelajaran di PKBM lebih berkualitas. Adapun tujuan secara khusus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi kuliah kerja nyata adalah sebagai berikut: (1) Meningkatan kemampuan tutor dan pengelola dalam merencanakan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Android, (2) Meningkatkan kemampuan tutor dan pengelola dalam menggunakan media pembelajaran berbasis Android dan (3) Memandu tutor dan pengelola dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis Android.
Hasil menunjukkan pembelajaran di PKBM dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Andoid sebagai upaya menguatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang disajikan, dan peserta didikpun dapat mengaksesnya dimanapun ia berada untuk mengatasi persoalan peserta didik yang tempat tinggalnya jauh dari PKBM. Pengajaran menggunakan media berbasis android ini juga mampu menekankan pada praktik literasi digital secara langsung yang tetap mengacu pada konsep teori media pembelajaran untuk pendidikan kesetaraan. Pembelajaran menggunakan media berbasis Android mampu digunakan dimana saja peserta didik itu berada, maka dari itu kemandirian peserta didik akan meningkat karena tanpa kehadiran pendidikpun, peserta didik mampu mengoperasikannya. Penyajian yang disediakanpun mampu menarik minat peserta didik, karena berisi sebuah materi yang disajikan melalui video, sehingga peserta didik tidak merasa bosan dan jenuh, karena media tersebut dapat merangsang kemampuan melihat dan mendengar peserta didik
Upaya Mereduksi Miskonsepsi Literasi Melalui Pendampingan Produksi Konten Booktube Bagi Peserta Didik SMP Negeri 3 Batang
Abstract
The implementation of the School Literacy Movement (GLS) at SMP Negeri 3 Batang challenges is interpreted as reading activities. This shows the existence of literacy misconceptions. The main obstacle encountered was the absence of a follow-up program from the GLS. Team's study formulated a solution, namely a post-reading follow-up mentoring program in the form of Booktube (Book Reviews on Youtube). The formulation of the problem in this service activity is 1) what efforts are being made to reduce misconceptions at SMP Negeri 3 Batang?, and 2) how is the implementation of Booktube production assistance at SMP Negeri 3 Batang? This activity was held on August 4, September 2, and September 21, 2021 with 76 students. The results of the activity, namely 1) Efforts made to reduce literacy misconceptions are knowing the post-reading mentoring program in the form of Booktube, 2) Implementation of Booktube production assistance through training in writing interesting book reviews, production of Booktube content, and ends with the practice of producing and uploading book review content on Youtube. The results of this service activity are optimal in an effort to reduce misconceptions with the follow-up of the GLS in the form of a production of 57 Booktubes.
Abstrak
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP Negeri 3 Batang sekadar dimaknai sebagai kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran. Hal tersebut menunjukkan adanya miskonsepsi literasi. Kendala utama yang ditemui ialah belum adanya program tindak lanjut dari GLS. Hasil telaah tim merumuskan solusi berdasarkan kondisi mitra, yaitu pendampingan program tindak lanjut pascabaca berupa produksi konten Booktube (Book Review on Youtube). Perumusan masalah dalam kegiatan pengabdian ini ialah 1) apa upaya yang dilakukan untuk mereduksi miskonsepsi program literasi sekolah di SMP Negeri 3 Batang?, dan 2) bagaimanakah implementasi pendampingan produksi Booktube di SMP Negeri 3 Batang? Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus, 2 September, dan 21 September 2021 bersama 76 peserta didik. Rincian hasil kegiatan, yakni 1) Upaya yang dilakukan untuk mereduksi miskonsepsi literasi di SMP Negeri 3 Batang ialah dengan pendampingan program tindak lanjut pascabaca berupa produksi konten Booktube, 2) Implementasi pendampingan produksi Booktube di SMP Negeri 3 Batang melalui pelatihan menulis review buku yang menarik, pelatihan produksi konten Booktube, dan diakhiri dengan praktik memproduksi dan mengunggah konten review buku di Youtube. Hasil kegiatan pengabdian ini optimal dalam upaya mereduksi miskonsepsi program literasi sekolah di SMP Negeri 3 Batang dengan adanya tindak lanjut GLS berupa produksi sejumlah 57 Booktube.
 
Pelatihan Pembuatan Film Animasi Menggunakan Aplikasi Toontastic 3D untuk Mendukung Minat Belajar Siswa SMP
ABSTRACT
During the COVID-19 pandemic, the government implemented bold learning at various levels of education, from kindergarten to university. There is a possibility that the applied learning can result in low student interest in learning. This is because the learning process carried out only transfers recordings of learning patterns to WhatsApp text messages, so there is no other innovation to help students' interest in learning become better. As teachers we must be able to make interesting learning media according to the characteristics of students, where one of the learning media is to make animated films that students can see and do while studying at home. The purpose of this activity is to help and train junior high school teachers in making animated film learning media using the Toontastic 3D application so that it can support students' interest in learning. The method used in the implementation of this service activity is to use the method of discussion and question and answer, demo, and expository. Participants in this service activity are partners of MGMP SMP in Muaro Jambi in the field of mathematics as many as 35 teachers and 20 students. The instrument used in this service is a teacher motivation response questionnaire after training and a student interest response questionnaire after learning with learning media in the form of animated films. Based on the results of the training, it was obtained that most of the teachers who participated were very satisfied and happy with this training, this can be seen from the teacher's motivation, most of the teachers answered on average the statements given agreed and strongly agreed agree category. Furthermore, student learning interest can also be said to be good, this can be seen based on the results of the student learning interest questionnaire where the average student on a positive statement is in the agree and strongly agree category, while in the negative statement questionnaire on average are in the category of strongly disagree and disagree. . Therefore, it can be said that this training in making animated films as a learning medium can provide good motivation for teachers and good learning interest for students during the covid-19 pandemic.
ABSTRAK
Masa pandemic covid-19, pemerintah menerapkan pembelajaran secara daring di berbagai jenjang Pendidikan mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Tidak menutup kemungkinan selama pembelajaran daring diterapkan dapat mengakibatkan minat belajar siswa rendah. Hal tersebut dikarenakan proses pembelajaran yang dilakukan hanya memindahkan pola pembelajaran yang dibuku ke pesan teks WhatsApp saja, sehingga tidak adanya inovasi lain untuk membantu minat belajar siswa menjadi lebih baik. Sebagai pengajar kita harus bisa membuat media pembelajaran yang menarik sesuai dengan karakteristik siswa, dimana salah satu media pembelajaran tersebut adalam pembuatan film animasi yang dapat dilihat dan di toton oleh siswa selama belajar dirumah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu dan melatih guru SMP dalam pembuatan media pembelajaran berbentuk film animasi menggunakan aplikasi toontastic 3D sehingga dapat mendukung minat belajar siswa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan metode diskusi dan tanya jawab, demonstrasi, dan ekspositori. Peserta kegiatan dalam pengabdian ini adalah mitra MGMP SMP di Muaro Jambi pada matapelajaran matematika sebanyak 35 orang guru dan 20 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengabdian ini adalah angket respon motivasi guru setelah pelatihan dan angket respon minat siswa setelah belajar dengan media pembelajaran berbentuk film animasi tersebut. Berdasar hasil pelatihan diperoleh bahwa kebanyakan guru-guru yang ikut merasa sangat puas dan senang dengan adanya pelatihan ini, hal tersebut dilihat dari angket respon (motivasi) guru menunjukkan bahwa kebanyakan guru rata-rata menjawab pernyataan yang diberikan pada kategori Setuju dan Sangat Setuju. Selanjutnya minat belajar siswa juga dapat dikatakan baik, hal tersebut dilihat berdasarkan hasil angket minat belajar siswa dimana rata-rata siswa pada pernyataan positif berada pada kategori setuju dan sangar setuju, sedangkan pada angket pernyataan negatif rata-rata pada kategori sangat tidak setuju dan tidak setuju. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan film animasi sebagai media pembelajaran ini dapat memberikan motivasi yang baik bagi guru dan minat belajar yang baik bagi siswa dimasa pandemic covid-19.
 
Bantuan Hukum Online Non Litigasi Dalam Rangka Menuju Desa yang Modern dan Berkeadilan
Abstract
Most of the residents of Baros village work in the agricultural and plantation sectors with most of the residents having education up to junior high and high school levels. Thus, they do not understand the law and technology that is currently developing due to their low educational background. Therefore, Baros Village needs socialization about the online legal assistance of nonlitigation in order towards a modern and justice village. The method used is in the form of socialization accompanied by counseling to the community, namely by providing explanations and discussions with the aim of activities that Baros villagers understand the importance of online legal assistance through non-litigation using current technology such as computers, laptops and hand phones. The results of the activities in the socialization turned out to be many Baros villagers who did not understand the existence of online legal assistance to resolve their cases outside the court such as negotiation, mediation, conciliation, and consultation. The village office must provide an internet network, computer or laptop for its citizens to learn technology in order to become a modern village.
Abstrak
Sebagian besar penduduk desa Baros bekerja di sektor pertanian dan perkebunan dengan sebagian besar warganya mempunyai pendidikan sampai tingkat SMP dan SMA. Sehingga mereka kurang memahami hukum dan teknologi yang berkembang saat ini dikarenakan latar belakang pendidikan yang masih rendah. Oleh karenanya, Desa Baros perlu adanya sosialisasi tentang pentingnya memahami teknologi dan hukum untuk dapat menyelesaikan sengketanya secara online dan melalui alternative penyelesaian sengketa diluar pengadilan atau non litigasi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi disertai penyuluhan kepada masyarakat yaitu dengan memberikan penjelasan dan diskusi dengan tujuan kegiatan agar warga desa Baros memahami pentingnya bantuan hukum online melalui non litigasi dengan menggunakan teknologi saat ini seperti computer, laptop dan Hand phone. Hasil kegiatan dalam sosialisasi ternyata banyak warga desa Baros yang tidak memahami adanya bantuan hukum online untuk menyelesaikan perkaranya melalui diluar pengadilan seperti negosiasi, mediasi, konsiliasi, konseltasi. Kantor desa harus menyediakan jaringan internet, computer atau laptop untuk warganya belajar teknologi agar menjadi desa yang modern.
 
Peningkatan Pengetahuan, Tingkat Kepuasan dan Daya Terima Produk Peserta Pada Pelatihan Pembuatan Produk Roti Gulung Berbahan Dasar Nanas
Abstract
Bakery product innovation is a food that is currently a trend and has a great opportunity to be developed. Another goal is to trigger the productivity of the household culinary business, which is mostly practiced by housewives in Benda Baru Village, South Tangerang, especially in the current state of the COVID-19 pandemic. The method used in this activity is the provision of material, direct practice, and assistance in making rolls with stuffing using pineapple jam as one of the bakery product innovations. The results of the training show that the results of the gain score on knowledge before and after training show a gain value of 0.66 in the range of 0.3 g 0.7, meaning that the increase in knowledge is in the medium category. The results of the satisfaction level of participants showed that in the material aspect 52.6% stated it was very clear, 21.1% stated it was clear and 26.3% said it was quite clear; the suitability of the material 100% states it is very suitable; delivery of explanations of materials, tools and product manufacturing processes 52.6% stated very clear, 21.1% stated clear and 26.3% stated quite clear; the sound and picture quality in the training video showed that 42.1% said it was very good, 36.8% said it was good and 21.1% said it was quite good; the time or duration of the training video shows 94.7% said it was enough and 5.3% said it was too long; 100% interest in making the product stated that they were interested, the feasibility of the roll product for consumption 100% of the participants stated that it was feasible; The feasibility of the product to be marketed shows 100% stating that it is feasible; the attractiveness of bread roll products for practice shows 47.4% said it was very interesting, 47.4% said it was interesting and 5.2% said it was quite interesting; the relevance of the application material 47.4% said it was very good and 52.6% said it was good. Meanwhile, the results of the level of preference for training products show that the average value of the assessment is ; the color aspect of rolls 4.52 which is in the category close to very like; the rating of preference for the aroma aspect of rolls is 4.16 which is in the like category; the texture/softness aspect of the rolls is 4.39 which is in the like category. the taste aspect of rolls is 4.26 which is in the like category; the color of pineapple jam is 4.39 which is in the like category; the color aspect of pineapple jam is 4.12 which is in the like category; The chocolate cheese roll was the most preferred by the trainees. The conclusion in the training participants were satisfied with the increase in the level of moderate knowledge and chocolate cheese rolls as the most preferred training product.
Abstrak
Inovasi produk bakery merupakan makanan yang sedang trend saat ini dan memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Tujuannya lainnya adalah untuk memicu produktivitas usaha kuliner rumah tangga yang banyak digeluti oleh ibu-ibu rumah tangga di desa Benda Baru, Tangerang Selatan terutama dalam kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi, praktek secara langsung, dan pendampingan pembuatan produk roti gulung dengan isian menggunakan selai buah nanas sebagai salah satu inovasi produk bakery. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa Hasil nilai gain skor pada pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan nilai gain 0,66 berada pada rentangan 0,3 ≤ g ≤ 0,7 artinya peningkatan pengetahuan berada pada kategori sedang. Hasil tingkat kepuasan peserta menunjukkan bahwa pada aspek materi 52,6% menyatakan sangat jelas, 21,1% menyatakan jelas dan 26,3% menyatakan cukup jelas; kesesuaian materi 100% menyatakan sangat sesuai; penyampaian penjelasan bahan, alat dan proses pembuatan produk 52,6% menyatakan sangat jelas, 21,1% menyatakan jelas dan 26,3% menyatakan cukup jelas; kualitas suara dan gambar pada video pelatihan didapatkan bahwa 42,1% menyatakan sangat baik, 36,8% menyatakan baik dan 21,1% menytakan cukup baik; waktu atau durasi tayangan video pelatihan 94,7% menyatakan cukup dan 5,3% menyatakan terlalu lama; ketertarikan membuat produk 100% menyatakan tertarik, kelayakan produk roti gulung untuk dikonsumsi 100% peserta menyatakan layak; Kelayakan produk untuk dipasarkan menunjukkan 100% menyatakan layak; kemenarikkan produk roti gulung untuk dipraktekkan menunjukkan 47,4% menyatakan sangat menarik, 47,4% menyatakan menarik dan 5,2% menyatakan cukup menarik; keterkaitan materi aplikasi 47,4% menyatakan sangat baik dan 52,6% menyatakan baik. Sedangkat untuk hasil tingkat kesukaan pada produk pelatihan menunjukkan bahwa nilai rata-rata penilaian ; aspek warna roti gulung 4,52 yang berada pada kategori mendekati sangat suka; penilaian kesukaan pada aspek aroma roti gulung adalah 4,16 yang berada pada kategori suka; aspek tekstur/kelembutan roti gulung adalah 4, 39 yang berada pada kategori suka. aspek rasa roti gulung adalah 4,26 yang berada pada kategori suka; warna selai nanas adalah 4,39 yang berada pada kategori suka; aspek warna selai nanas adalah 4,12 yang berada pada kategori suka; Roti gulung cokelat keju adalah yang paling disukai oleh peserta pelatihan. Kesimpulan dalam pelatihan peserta puas dengan kenaikan tingkat pengetahuan sedang dan roti gulung cokelat keju sebagai produk pelatihan yang paling disukai
Revitalisasi Bank Sampah Sekolah dalam Mendesain Model Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Teknologi Tepat Guna
Abstract
This Integrated Community Service Activity Real Work Lecture aims to revitalize school waste banks in designing sustainable environmental education models based on appropriate technology. Environmental education is expected to be obtained by junior high school students through the waste bank extracurricular program. Environmental education to be achieved is focused on managing and utilizing waste to produce environmental products into strategic activities that can be developed, in collaboration with successful waste banks. The method of implementation is in the form of observation and FGD conducted in SMP Negeri 9 and SMP Negeri 21 Bekasi City. Through this activity, various problems experienced by SMP Negeri 9 and SMP Negeri 21 Bekasi City were formulated in re-activating the school waste bank program. Based on the series of activities from FGD to simulation, it can be concluded that school leaders, environmental extracurricular coaches, and students of SMP Negeri 9 and SMP Negeri 21 Bekasi City really hope that waste management activities in their respective schools can be reactivated. Considering that the activities are still in a pandemic atmosphere, the reactivation of the school waste bank is carried out in conjunction with the restructuring of the extracurricular environmental management in their respective schools.
Abstrak
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan untuk melakukan revitalisasi bank sampah sekolah dalam mendesain model pendidikan lingkungan berkelanjutan berbasis teknologi tepat guna. Pendidikan lingkungan diharapkan dapat diperoleh oleh siswa SMP melalui program ekstrakulikuler bank sampah. Pendidikan lingkungan yang ingin dicapai difokuskan pada pengelolaan dan pemanfaatan sampah sampai menghasilkan produk lingkungan menjadi kegiatan strategis yang dapat dikembangkan, bekerjasama dengan bank sampah yang sudah sukses. Metode pelaksanaan berupa observasi dan FGD yang dilakukan di SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 21 Kota Bekasi. Melalui kegiatan ini dirumuskan berbagai permasalahan yang dialami oleh SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 21 Kota Bekasi dalam mengaktifkan kembali program bank samapah sekolah. Berdasarkan rangkaian kegiatan dari mulai FGD sampai simulasi dapat disimpulkan bahwa pimpinan sekolah, Pembina ekstrakulikuler lingkungan, dan siswa SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 21 Kota Bekasi sangat berharap agar kegiatan pengelolaan sampah di sekolah masing-masing dapat diaktifkan kembali. Mengingat kegiatan masih dalam suasana pandemi maka pengaktifan kembali bank sampah sekolah dilakukan bersamaan dengan restukturisasi pengurus ektrakulikuler lingkungan di sekolah masing-masing