Sarwahita
Not a member yet
286 research outputs found
Sort by
UPAYA PEMBERDAYAAN SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KESADARAN TENTANG KEKERASAN SEKSUAL DI SMP NEGERI X JAKARTA TIMUR
School-based sexual violence prevention is a crucial program for every school. The ideal prevention program is initiated from the bottom which is suggested by all students, teachers, and other stakeholders. Community services aim to develop school-based prevention programs for sexual violence. The steps to develop school-based prevention programs are (1) focus group discussion (FGD) on gathering knowledge and perception to develop school-based prevention programs for sexual violence, sexual violence experiences, and ideas as well as recommendations for developing school-based prevention programs for sexual violence in schools, and (2) campaign for sexual violence prevention. The FGD results show that most students have adequate knowledge of sexual violence. They see sexual violence as related to sexual activities, while non-sexual conduct is seen as unconnected to sexual violence. Many students have been exposed to sexual violence as a victim or witness in school, home, and public areas. Students recommended that prevention programs for sexual violence should be students-centered prevention programs for sexual violence. Further activity is developing school-based prevention programs for sexual violence based on students’ voices.
Abstrak
Pencegahan kekerasan seksual merupakan program penting yang harus dimiliki oleh setiap sekolah. Program pencegahan yang ideal adalah program yang diinisiasi dari bawah yaitu dari harapan seluruh peserta didik, guru dan seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk mengembangkan program pencegahan kekerasan seksual berbasis sekolah dengan tahapan (1) focus group discussion (FGD) untuk memotret pemahaman dan persepsi peserta didik tentang kekerasan seksual, pengalaman kekerasan seksual, serta ide dan rekomendasi untuk pengembangan program pencegahan kekerasan seksual di sekolah dan (2) kampanye untuk pencegahan kekerasan seksula. Berdasarkan hasil FGD terlihat bahwa sebagian besar peserta didik belum memiliki pemahaman yang baik tentang kekerasan seksual. Mereka masih melihat bahwa kekerasan seksual hanya berkaitan dengan peristiwa yang bersifat seksual, sementera jenis kekerasan seksual yang tidak berhubungan langsung dengan aktivitas seksual dianggap bukan kekerasan seksual. Banyak peserta didik banyak mengalami kekerasan seksual baik sebagai korban maupun saksi yang terjadi di sekolah, rumah dan ruang publik. Peserta didik memberikan saran untuk program pencegahan kekerasan seksual di sekolah adalah dengan membangun mekanisme pencegahan yang berpihak pada siswa. Aktivitas selanjutnya, akan dikembangkan program pencegahan kekerasan seksual berbasis sekolah berdasarkan suara peserta didik
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA PERMAINAN TRADISIONAL BAGI ANAK-ANAK DI KAMPUNG YAHIM, KABUPATEN JAYAPURA
This community service aims to introduce English using traditional games for elementary and middle school children in Yahim Village, Jayapura Regency, where many traditional games passed down from generation that must be maintained and preserved. With the declaration of several villages in Jayapura Regency as leading tourism destinations in Papua by the Regional Government, the introduction and mastery of English has become increasingly important, as well as the love and pride of it. This activity uses the lecture method and the participation of lecturers and students in informal learning at the Rumah Baca Cybel Yahim, followed by playing together while pronouncing several target vocabulary words. This activity was carried out for one month starting from drafting, selecting, and combining traditional games into 3 learning activities. Observations of participants’ responses, enthusiasm, and ability to understand the material and produce target vocabulary, recording pictures and videos, as well as casual interviews with participants were used to analyze the implementation and results obtained. The results of implementing this activity show that almost all participants (80%) stated that learning English using traditional games was very fun and helped them understand the meaning, and how to read, pronounce, and write it.
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan bahasa Inggris menggunakan permainan tradisional bagi anak-anak di tingkat SD dan SMP di Kampung Yahim, Kabupaten Jayapura, mengingat Kampung ini memiliki banyak permainan tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi yang harus dijaga dan dilestarikan. Dengan telah dicanangkannya beberapa kampung di Kabupaten Jayapura sebagai destinasi pariwisata unggulan di Papua oleh Pemerintah Daerah, pengenalan dan penguasaan bahasa Inggris menjadi semakin penting, sekaligus mencintai dan bangga akan permainan tradisionalnya sendiri. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan partisipasi dosen dan mahasiswa dalam bentuk pembelajaran informal di Rumah Baca ‘Cybel,’ Yahim, Kabupaten Jayapura, Papua, yang dilanjutkan dengan bermain besama sambil mengucapkan beberapa kosakata yang menjadi target pembelajaran sebelumnya. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan dimulai dari penyusunan, pemilihan materi ajar, dan bagaimana memadukan permainan tradisional dalam 3 kali kegiatan pembelajaran. Pengamatan akan respon, antusiasme, dan kemampuan peserta dalam memahami materi dan memproduksi kosakata target, perekaman gambar dan video, juga wawancara santai bersama peserta digunakan untuk menganalisis pelaksanaan dan hasil yang diperoleh. Hasil pelaksanaan kegiatan ini memperlihatkan bahwa hampir semua peserta (80%) menyatakan pembelajaran bahasa Inggris menggunakan permainan tradisional sangat menyenangkan dan membantu memahami arti, cara membaca, mengucapkan, dan menuliskannya
WORKHSOP PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GENERASI Z DAN KERAJINAN GRAFIR LASER DI DESA WISATA CISAAT SUBANG
The purpose of community service is to increase understanding and apply character education in supporting tourist villages, as well as increasing the community's ability to make laser engraving crafts in order to increase the income of Cisaat villagers. The method used is a workshop for character education and Laser Engraving, followed by discussions and questions and answers, then practicing character education and the practice of making laser engraving on Tumbler with variations of image of the Cisaat village logo. Character education books were distributed, and engraved Tumblers were distributed to participants, some were kept for sale. The results showed that, an increase in understanding of good character is shown by an increase in the post-test score (8.86) by 25.50% or 1.8 points compared to the pretest (7.06) with tcount (11.023) > ttable (2.064). Second, the engraved Tumbler is marketed/sold with a profit calculation of 30%, after analyzing Cost of Production, Cost of Sold, BEP unit (Break Event Point) per unit. Meanwhile, outputs and achievement targets 1) QR Code-based Character Education Teaching Materials for Generation Z have been issued by PT RajaGrafindo with ISBN 978-623-372-168-4 and have been submitted for HKI. 2) Activities can be seen on YouTube media https://www.youtube.com/watch?v=GURU6sHhnd8 for assembling engraving tools can be seen on https://www.youtube.com/watch?v=Nz3V-u19EbI, and installation and tool calibration can be seen at https://www.youtube.com/watch?v=VgBizA5xry4. 3) Publications in online media can be seen at https://bantenkini.com/dinding-kartu-dan-kerajinan-grafir-laser-di-desa-wisata-cisaat-kab-subang-jawa-barat/, and https:/ /posbumi.com/education-character-dan-crafts-graffiti-laser-di-desa-wisata-cisaat-kab-subang-jawa-barat/, as well as documentation on the G-drive link https://drive.google.com/drive /u/i/folders/i-GZWLuphS76cDLanwSaYcFu4FOpL5iig. 4) Making nameplates in the courtyard of the Cisaat village. 5) The article has been presented at the National Seminar on Community Service (SNPPM) 2022 organized by LPPM UNJ. 6) Partner's certificate regarding an increase in Partner empowerment.
Abstrak
Tujuan Pengabdian pada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan mengaplikasikan Pendidikan karakter dalam menunjang desa wisata, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membuat kerajinan grafir laser dalam rangka meningkatkan pendapatan warga desa Cisaat. Metode yang digunakan yaitu workshop untuk Pendidikan karakter dan Laser Grafir, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, kemudian mempraktekan Pendidikan karakter dan praktik pembuatan grafir laser pada media Tambler dengan variasi gambar khas logo desa Cisaat. Buku pendididkan Karakter dibagikan, dan Tumbler yang sudah digrafir dibagikan ke peserta, sebagian lagi disimpan untuk dijual. Hasil pengabdian ini Pertama meningkatnya pemahaman karakter yang baik ditunjukkan peningkatan skor post test (8.86) sebesar 25,50% atau sebesar 1,8 poin dibandingkan dengan pretest (7,06) dengan thitung (11.023) > ttabel (2,064). Kedua, Tumbler yang sudah digrafir dipasarkan/dijual dengan perhitungan keuntungan 30%, setelah menganalisis HPP (Harga Pokok Produksi), HPPj (Harga Pokok Penjualan), BEP unit (Break Event Point)per unit. Sedangkan Luaran dan Target Capaian 1) Bahan Ajar Pendidikan Karakter Bagi Generasi Z berbasis QR Code sudah diterbitkan PT RajaGrafindo dengan ISBN 978- 623-372-168-4 dan diajukan HKI. 2) Kegiatan dapat dilihat pada media YouTube https://www.youtube.com/watch?v=GURU6sHhnd8 untuk perakitan alat grafir dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=Nz3V-u19EbI, dan instalasi serta kaliberasi alat dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=VgBizA5xry4. 3) Publikasi pada media online dapat dilihat di https://bantenkini.com/pendidikan-karakter-dan-kerajinan-grafir-laser-di-desa-wisata-cisaat-kab-subang-jawa-barat/, dan https://posbumi.com/pendidikan-karakter-dan-kerajinan -grafir-laser-di-desa-wisata-cisaat-kab-subang-jawa-barat/, serta dokumentasi pada link Gdrive https://drive.google.com/drive/u/i/folders/i-GZWLuphS76cDLanwSaYcFu4FOpL5iig. 4) Pembuatan papan Nama di halaman desa Cisaat. 5) Artikel telah diseminarkan pada Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (SNPPM)2022 diselenggarakan oleh LPPM UNJ. 6) Surat Keterangan Mitra tentang adanya peningkatan pemberdayaan Mitra
PENGEMBANGAN KAPASITAS PRODUKSI MERCHANDISE DESA WISATA EDUKASI RAWAGEDE BERBASIS PEMBELAJARAN HYFLEX
This project is the service roadmap application that has been prepared according to the condition of the laboratory village of the Community Education, Faculty of Education. This project was planned to be implemented for 3 years. The first year of the project was focused on the lesson materials for developing the production capacity of “Rawagede” Educational Tourism Village Merchandise through HyFlex Learning. The second year was focused on building a sustainable group business, that focused on business partnership networks. The third year was focused on the impact after implemented,and concern of sustainable Merchandise business assistance. This service project is motivated by the local potential of Sirna Jaya village, and might become a resource to develop human and social capital for its local community. Tourism products are the part of Sapta Pesona application that relate to memories and it applicated through souvenirs. the souvenir would be able become tangible memories for the tourists. HyFlex's provides a flexibility for blended learning, this learning method provides an opportunity for learners to choose whether to attend online, offline or both. The outcomes of the project are the exposure of article in national journal, videos on Youtube channels and booklets that able to be copyrighted.
Abstrak
Pengabdian ini merupakan bentuk penerapan dari roadmap pengabdian yang telah disusun berdasarkan keadaan desa binaan yang dilakukan oleh prodi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan. Roadmap kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 3 tahun. Tahun pertama melakukan kegiatan pengabdian dengan materi Pengembangan Kapasitas Produksi Merchandise Desa Wisata Edukasi “Rawagede” berbasis Pembelajaran HyFlex. Tahun kedua membangun usaha kelompok yang berkelanjutan, materi kegiatan pengabdian berfokus pada jejaring kemitraan usaha. Tahun ketiga berfokus untuk melihat dampak setelah adanya Pengembangan Kapasitas Produksi Merchandise Desa Wisata Edukasi “Rawagede” berbasis Pembelajaran HyFlex, materi yang diberikan adalah pendampingan usaha Merchandise berkelanjutan. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh potensi Desa wisata Sirna Jaya sebagai aset mengembangkan human capital dan social capital masyarakat. Melalui desa wisata, banyak masyarakat terlibat dalam bersinergis mengembangkan desa wisata. Produk wisata merupakan bagian dari penerapan sapta pesona yang berwujud kenangan, kenangan tersebut diwujudkan dalam bentuk cinderamata. Harapannya cinderamata mampu menjadi kenangan yang berwujud bagi wisatawan yang berkunjung. Kegiatan pembelajaran HyFlex sendiri memberikan level flexibilitas baru untuk blended learning, metode pembelajaran ini memberikan kesempatan bagi warga belajar untuk memilih apakah akan menghadiri pembelajaran secara daring, luring atau keduanya. Luaran pengabdian berbentuk publikasi artikel pada jurnal nasional, video kegiatan pada kanal Youtube dan booklet kegiatan yang dapat di hak patenkan
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN SISTEM INFORMASI KELOMPOK USAHA KERIPIK TEMPE DI KEL. PAYO LEBAR KEC. JELUTUNG - KOTA JAMBI
Usaha kripik tempe di Kelurahan Payo lebar Kota Jambi belum berkembang dengan baik, aspek aspek yang mempengaruhi perkembangan usaha tersebut adalah : aspek produksi/pengolahan, manajemen usaha serta distribusi pemasaran. Permasalahan aspek produksi berkaitan dengan lama waktu pengirisan tempe, pengirisan tempe masih menggunakan pisau secara manual, sedangkan aspek manajemen Usaha berkaitan dengan pengolahan usaha belum adanya pembagian tugas, selanjutnya permasalah distribusi adalah keripik tempe yang sudah ditrisbusikan ke penjual tidak diketahui jumlah ini akan mempengaruhi dalam produksi selanjutnya. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini berupa bantuan alat dan pelatihan usaha pemasaran untuk mengembangkan usaha keripik tempe yang telah dimiliki oleh kelompok UMKM tersebut. Kegiatan yang telah dilakukan berupa: pembuatan mesin pengiris tempe, pembuatan sistem informasi distribusi keripik tempe serta pelatihan pemasaran menggunakan pemasaran dalam jaringan (daring). Dalam hal ini akan dilatih penjualan menggunakan program aplikasi beserta pemdampingan. Sehingga mitra dapat melaksanakan penjulan produk keripik tempe dengan lebih luas daerah pemasarannya, pelatihan manajemen keuangan dan strategi usaha
MENCIPTAKAN BUDAYA BERSIH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI LINGKUNGAN JATILUWIH MELALUI BIOPORI
Sampah kini telah memantapkan dirinya sebagai persoalan bersama yang kerap menimpa lingkungan sekitar kita, khususnya Desa Jatiluwih. Hingga saat ini, upaya pengelolaan sampah menjadi sumber permasalahan utama warga Desa Jatiluwih. Salah satu bidang yang sangat krusial untuk dikonsentrasikan oleh Desa Jatiluwih adalah pengelolaan sampah karena sampah merupakan salah satu isu yang membahayakan potensi desa dari segi pertanian dan pariwisata. Sampah-sampah yang ada di Desa Jatiluwih berpotensi merusak ekosistem dan berdampak buruk bagi pertanian desa tersebut. Pembuatan lubang biopori merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini. Tujuan menyeluruh proyek layanan masyarakat ini adalah untuk 3R
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS
The purpose of community service (PkM) is to improve teacher competence in learning through the preparation of HOTS-based assessment instruments. Teacher competence in developing HOTS-based assessment instruments has an impact on students so that they can have the 6C skills (communication, creative, critical thinking, collaboration, compassion, and computational) needed in the 21st century era. The method used in PkM is training in compiling assessment instruments based on HOTS. The opening of the PkM was carried out by Asda of Cianjur Regency and remarks by the director of Postgraduate UNJ on Monday, July 25, 2022 at the Bobojong Village Office. Implementation of training on the preparation of HOTS-based assessment instruments on Tuesday, July 26, 2022, at SMP Negeri 1 Mande, starting at 08.00-15.00 WIB followed by discussions, doing assignments in Google Classroom. The training materials consist of lesson planning and preparation of HOTS-based assessment instruments. This training was attended by teachers of SMP, SMA, and SMK in the Kec. Mande. The results of the training showed that the ability of participants to the HOTS-based assessment instrument was 63%. Prior to training, the average knowledge of HOTS-based assessment instruments was only 47%. The results of this training showed that there was an increase in understanding the HOTS-based assessment instrument by 16%. The ability to compose a HOTS-based multiple choice instrument is demonstrated by completing the given task well.
Abstrak
Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran melalui penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS. Komptensi guru dalam mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS memberikan dampak terhadap siswanya agar dapat memiliki kemampuan 6C (communication, creative, critical thinking, collaboration, compassion, dan computational) yang diperlukan dalam era abad 21. Metode yang digunakan dalam PkM adalah pelatihan menyusun instrumen penilaian berbasis HOTS. Pembukaan PkM dilakukan oleh Asda Kabupaten Cianjur dan sambutan oleh direktur Pascasarjana UNJ pada hari Senin, 25 Juli 2022 di Kantor Desa Bobojong. Pelaksanaan pelatihan penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS pada Hari Selasa, 26 Juli 2022, di SMP Negeri 1 Mande, dimulai pukul 08.00-15.00 WIB dilanjutkan diskusi, mengerjakan tugas di google classroom. Materi pelatihan terdiri dari perencanaan pembelajaran dan penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS. Pelatihan ini diikuti oleh guru SMP, SMA, maupun SMK di lingkungan Kec. Mande. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan peserta terhadap instrumen penilaian berbasis HOTS sebesar 63%. Sebelum pelatihan rata-rata memiliki pengetahuan tentang instrumen penilaian berbasis HOTS hanya sebesar 47%. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dalam memahami instrumen penilaian berbasis HOTS sebesar 16%. Kemampuan menyusun instrumen pilihan ganda (PG) berbasis HOTS ditunjukkan dengam menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik
PENGOLAHAN LIMBAH AMPAS TAHU MENJADI KUKIS OLEH KADER POSYANDU KELURAHAN BALANGNIPA
Industrial by-products, are industrial wastes or industrial by-products, which are produced during the production process of an industry but are not the desired main product. Components or materials that occur as a natural result of industrial processes and often have no commercial value or can even be considered as waste. One of the industrial wastes is tofu dregs. Tofu dregs is a by-product of the process of making tofu for other soy products. When soybeans are processed to produce tofu, the soybean seeds are soaked, ground, and extracted to obtain soy milk. This soy milk is then further processed into tofu, while the tofu dregs become waste. In Balangnipa Village, there are 4 operating tofu industries which produce tofu dregs which is only made or used as animal feed, whereas tofu dregs can be used as a product in the form of cookies. The lack of public knowledge of tofu dregs waste processing is the basis for this service. So that with this service it will help the community in the implementation of making cookies through the stages of counseling, training and mentoring to partners. The results of this program are able to increase partners' knowledge in processing tofu waste into cookies. The results of this program are able to increase partners' knowledge and productivity in processing tofu waste into cookies is packaged 250 gram pouch.
Abstrak
Hasil samping industri, adalah limbah industri atau produk sampingan industri, yang dihasilkan selama proses produksi suatu industri tetapi tidak merupakan produk utama yang diinginkan. Komponen atau material yang muncul sebagai hasil alami dari proses industri dan sering kali tidak bernilai komersial atau bahkan dapat dianggap sebagai limbah. Salah satu limbah hasil industri adalah ampas tahu. Limbah ampas tahu adalah hasil samping dari proses pembuatan tahu produk kedelai lainnya. Ketika kedelai diolah untuk menghasilkan tahu, biji kedelai tersebut direndam, digiling, dan diekstraksi untuk mendapatkan susu kedelai. Susu kedelai ini kemudian diproses lebih lanjut menjadi tahu, sementara ampas tahu menjadi limbah. Di Kelurahan Balangnipa terdapat 4 industri tahu yang beroperasi yang menghasilkan limbah ampas tahu yang hanya dibuata atau dijadikan pakan ternak padahal limbah ampas tahu dapat dijadikan produk berupa kukis. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan pengolahan limbah ampas tahu menjadi hal yang mendasari pengabdian ini. Sehingga dengan aadanya pengabdian ini akan membantu masyarakat dalam pelaksanaan pembuatan kukis melalui tahap penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada mitra. Hasil dari program ini mampu meningkatkan pengetahuan mitra dalam mengolah limbah ampas tahu menjadi kukis. Hasil program ini mampu meningkatkan pengetahuan mitra dan produktifitasnya dalam mengolah limbah ampas tahu menjadi kukis dengan kemas pouch 250 gram
PELATIHAN CLASSROOM MANAGEMENT PADA GURU SMK UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA SMK DI GARUT JAWA BARAT
The community service collaborated with one of the Vocational School Partners in the Garut Region, West Java with a focus on efforts to increase teachers in class management. Based on a needs survey conducted on Partners and the results of the school's Minimum Competency Assessment (AKM), it was found that teachers still had obstacles in classroom management which had an impact on low student participation in class during learning. Teachers rarely involve students actively during learning and are more teacher centered learning. Students are low participation in class is highlighted during the evaluation. The activity was carried out using an in-house training method for 3 sessions using material to improve teacher professional competence. During training, teachers are given a pretest and posttest as a method of evaluating success, as well as evaluating the overall activity. The results of the pretest and posttest showed an increase in the mean value before and after participating in the training which means there is an increase in the knowledge and competence of activity participants in this community service. The final evaluation results showed that the entire activity received an assessment in the very good category, both in terms of material, methods and adding new insights. In this way, the community service carried out has been able to provide an increase in teachers' professional competence in classroom administration and management.
Abstrak
Pengabdian masyarakat kali ini bekerja sama dengan salah satu Mitra SMK di Wilayah Garut, Jawa Barat dengan fokus pada upaya peningkatan kompetensi guru dalam manajemen kelas. Berdasarkan survei kebutuhan yang dilakukan kepada Mitra dan hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sekolah, ditemukan hasil bahwa guru masih memiliki hambatan guru dalam classroom management yang berdampak pada rendahnya partisipasi siswa di kelas selama pembelajaran berlangsung. Guru jarang melibatkan siswa secara aktif selama pembelajaran dan lebih bersifat teacher-centered learning. Siswa kurang partisipasif di kelas menjadi sorotan saat evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dengan metode in-house training selama 3 sesi dengan mengusung materi untuk meningkatkan kompetensi professional guru. Selama pelatihan, guru diberikan pretest dan posttest sebagai salah satu metode evaluasi keberhasilan, serta evaluasi secara keseluruhan kegiatan. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan nilai mean dari sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Artinya, terdapat peningkatan pengetahuan maupun kompetensi peserta kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini. Selain itu, hasil evaluasi akhir didapatkan keseluruhan kegiatan mendapat penilaian pada ketegori sangat baik, baik dari segi materi, metode dan penambahan wawasan baru. Dengan demikian, pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan telah memberikan peningkatan kompetensi professional guru dalam pengelolaan dan manajemen kelas
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING DI PEKON TAMBAK JAYA
Stunting is an important issue that must be resolved immediately because it will have a long-term impact on the quality of human resources so that they will be able to compete well in the development and economic sectors. Data from the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) shows a reduction in stunting rates of 6.1 percent in 2022 in West Lampung Regency. In Pekon Tambak Jaya, Way Tenong District, West Lampung Regency, it was found that there were no cases of stunting there. However, the public does not yet know in detail about how to prevent it, including the impact of stunting on both health and the economy. The aim of this activity is to increase public knowledge and awareness in Pekon Tambak Jaya regarding efforts to prevent stunting in toddlers. The target of this activity is the entire Pekon Tambak Jaya community, especially pregnant women, mothers with toddlers, and young women over the age of 15 years. This activity will be held on January 17 2023 at 09.00-10.15 WIB at Balai Pekon Tambak Jaya. The activity method in this work program is carried out through observation, socialization and discussion. Before the material was given, a question and answer session was held regarding what was known about stunting. However, many of the audience present were hesitant to answer because they did not know more information about stunting. After being given the material and holding a question and answer session again, there were 2 representatives from the participants present who were able to answer the questions correctly. These results were compared to measure awareness regarding stunting prevention in toddlers.
Abstrak
Stunting merupakan salah satu isu penting yang harus segera diselesaikan karena akan berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia sehingga nantinya mampu bersaing dengan baik di bidang pembangunan dan ekonomi. Data hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan adanya penurunan angka stunting sebesar 6,1 persen tahun 2022 di Kabupaten Lampung Barat. Di Pekon Tambak Jaya Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat didapatkan bahwa belum ada kasus stunting di sana. Namun masyarakat belum tahu secara mendetail mengenai cara pencegahan termasuk pengaruh stunting baik terhadap kesehatan maupun perekonomian. Tujuan dari kegiatan ini ialah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Pekon Tambak Jaya mengenai upaya pencegahan stunting pada balita. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Pekon Tambak Jaya khususnya para ibu hamil, ibu yang memiliki balita, dan remaja wanita di atas usia 15 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Januari 2023 pukul 09.00-10.15 WIB di Balai Pekon Tambak Jaya. Metode kegiatan dalam program kerja ini dilakukan melalui observasi, sosialisasi, dan diskusi. Sebelum diberikan materi, dilakukan sesi tanya jawab mengenai hal-hal yang diketahui tentang stunting. Namun, banyak dari audiens yang hadir ragu untuk menjawab karena belum mengetahui informasi lebih banyak mengenai stunting. Setelah diberikan materi dan dilakukan sesi tanya jawab kembali, terdapat 2 orang perwakilan dari peserta yang hadir dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Hasil tersebut dibandingkan untuk mengukur kesadaran mengenai pecegahan stunting pada balita