286 research outputs found

    PELATIHAN METODE KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI KADER JIWA DI YAYASAN BANI AMRINI DESA BATANGAN

    Full text link
    Communication with ODGJ is still a challenge for the soul cadres at the Bani Amrini Panti Jiwa located in Batangan Village, Tanah Merah District, Bangkalan Regency, East Java Province. This community service aims to improve the knowledge and skills of mental cadres in effective communication with People with Mental Disorders (ODGJ). Based on information from one of the soul cadres and observations by the abdimas team, so far the Bani Amrini Panti Jiwa uses a psycho-religious approach in communicating. The method in this activity is in the form of counseling involving soul cadres, village officials and the surrounding community as participants. This outreach activity was carried out face-to-face, at the Batangan Village Hall. Carrying out the concept of counseling followed by discussion sessions as well as sharing and hearings. Where participants are free to ask anything about ODGJ and Therapeutic Communication to the presenters. That way, two-way communication will appear between the presenter and the participants which shows the effectiveness of communication. The results of the activity showed that participants experienced an increase in understanding of therapeutic communication as evidenced by the activeness of participants who responded well to questions from the presenters. There was an increase in 2 days after the event based on observations made by the team at the Bani Amrini Panti Jiwa. Where the cadres become better at communicating. Such as conveying invitations, asking questions, and giving directions.   Abstrak Komunikasi dengan ODGJ masih menjadi tantangan bagi kader jiwa di Panti Jiwa Bani Amrini yang berlokasi di Desa Batangan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader jiwa dalam melakukan komunikasi yang efektif kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Berdasarkan keterangan dari salah satu kader jiwa dan pengamatan oleh tim abdimas, selama ini Panti Jiwa Bani Amrini menggunakan pendekatan psiko-religius dalam berkomunikasi. Metode dalam kegiatan ini berupa penyuluhan yang melibatkan kader jiwa, perangkat desa dan masyarakat sekitar sebagai peserta. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan secara tatap muka, bertempat di Balai Desa Batangan. Mengusung konsep penyuluhan diikuti dengan sesi diskusi sekaligus sharing and hearing. Dimana peserta dibebaskan bertanya apapun mengenai ODGJ dan Komunikasi Terapeutik terhadap pemateri. Dengan begitu, akan muncul komunikasi dua arah antara pemateri dengan peserta yang menunjukkan efektivitas komunikasi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai komunikasi terapeutik dibuktikan dengan keaktifan peserta yang menanggapi pertanyaan dari pemateri dengan baik. Terjadi peningkatan di 2 hari pasca acara berdasarkan pengamatan yang tim lakukan di Panti Jiwa Bani Amrini. Dimana para kader menjadi lebih baik dalam berkomunikasi. Seperti menyampaikan ajakan, mengajukan pertanyaan, dan memberikan arahan

    STRATEGI MENDAMPINGI DAN MENSTIMULASI DALAM MENINGKATKAN MEMBACA ANAK USIA DINI MELALUI CERGAM (CERITA BERGAMBAR)

    Full text link
    Requirements for entry into primary school are not only based on the age limit of the child, but also on reading requirements. Besides that, the lack of interesting image visualization media makes it seem monotonous and boring for children. The purpose of this dedication to the community is to provide knowledge for teachers and parents at Ilman Nafi' tutoring in Kudus Regency regarding strategies to assist and stimulate early childhood reading. Calistung stands for reading, writing and calculating, these three are basic abilities that a person must possess in order to learn other things more easily. The method of counseling activities starts from event preparation, pre-test before giving material, giving material through power point slides, post-test evaluation, and closing. The instrument in providing material is power point, to carry out the pre-test and post-test using a questionnaire. The output to be achieved is that the teacher and parents make the Cergam (Cerita Bergambar) media and practice and apply it so that they can increase children's interest in reading. The PkM gap analysis is to minimize the need for Calistung through fun reading strategies with Cergam media. The results of the service obtained a pre-test score of 15% and an increase in the post-test score to 100%, the increase in scores from before and after giving the material shows that the counseling has succeeded in increasing knowledge for teachers and parents of Ilman Nafi's tutoring.   Abstrak Persyaratan untuk masuk ke sekolah dasar tidak hanya didasarkan pada batas usia anak, tetapi juga pada persyaratan membaca. Selain itu kurangnya media visualisasi gambar yang menarik sehingga terkesan monoton dan membosankan bagi anak. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan bagi guru dan orang tua di bimbingan belajar Ilman Nafi’ Kabupaten Kudus mengenai strategi mendampingi dan menstimulasi membaca anak usia dini. Calistung adalah singkatan dari membaca, menulis, dan menghitung, ketiganya merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang agar dapat mempelajari hal lain dengan lebih mudah.  Metode kegiatan penyuluhan mulai dari persiapan acara, pre-test sebelum pemberian materi, pemberian materi melalui slide power point, post-test evaluasi, dan penutupan. Instrumen dalam memberikan materi adalah power point, untuk melakuakan pre-test dan post-test menggunakan angket. Luaran yang ingin dicapai adalah guru dan orang tua membuat media Cergam (Cerita Bergambar) serta mempraktikkan dan menerapkan melalui media Cergam sehingga dapat meningkatkan minat membaca anak. Gap analysis PkM yaitu meminimalisir kebutuhan Calistung melalui strategi membaca menyenangkan berbantu media Cergam. Hasil pengabdian diperoleh nilai pre-test sejumlah 15% dan meningkat pada nilai post-test menjadi 100%, kenaikan nilai dari sebelum dan sesudah pemberian materi menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan berhasil menambah pengetahuan bagi guru dan orang tua bimbingan belajar Ilman Nafi’

    OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM LEARNING RECOVERY PASCA PANDEMI PADA PENDIDIKAN DASAR

    Full text link
    Pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan pengetahuan dan keterampilan akademik peserta didik (learning loss) yang dikhawatirkan berdampak krusial dalam pencapaian target pembelajaran sehingga learning  recovery sangat penting diterapkan. Permasalahan yang dihadapi guru-guru Gugus Kemuning adalah kesulitan mengembangkan e-learning sebagai upaya percepatan learning recovery pasca pandemi. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dan keterampilan untuk mengembangkan e-learning, sehingga optimalisasi peran guru dalam learning recovery pasca pandemi pada pendidikan dasar dengan memanfaatkan e-learning penting untuk dilakukan. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru di Gugus Kemuning, Kota Semarang sejumlah 56 guru. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: 1) diskusi detail rencana pelaksanaan kegiatan; 2) pemaparan materi learning recovery  dengan pemanfaatan teknologi digital, khususnya E-Learning; 3) pendampingan pengembangan dan presentasi hasil E-Learning yang dikembangkan; 5) pengisian kuesioner untuk mengetahui keberhasilan kegiatan. Simpulan kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pemahaman mengenai peran guru dalam learning recovery pasca pendemi, sehingga guru-guru mampu mengaplikasikan pemahaman yang telah diperoleh untuk mengoptimalkan peran guru dalam learning recovery pasca pendemi pada Pendidikan Dasar

    PEMBINAAN MINAT WIRAUSAHA BERBASIS GREEN BUSINESS BAGI MASYARAKAT

    Full text link
    The phenomenon of green business has the potential to contribute to the local economy if provided with appropriate guidance and support throughout the process. The city of Malang has a climate and environment conducive to the development of green businesses by utilizing natural resources. Efforts to enhance interest in environmentally friendly and sustainable entrepreneurship through green business programs can be seen from affective, cognitive, and conative perspectives. These activities contribute to the implementation of the Green Business concept, especially in increasing the economic value of plant cultivation, thereby benefiting the local community's economy. Initiatives to develop interest in entrepreneurship based on green business are carried out in the Mojolangu Village, Lowokwaru Sub-district, Malang City, in collaboration with the agribusiness company Semi Abadi and the Karang Taruna community organization of Mojolangu Village, involving a total of 28 participants. The results of these activities include an increased interest in green business entrepreneurship as assessed from the affective, cognitive, and conative aspects among the training participants. The sustainability of the results of the community service evaluation can be followed up by providing assistance in the preparation of a business plan, training in product packaging, digital marketing training, and financial management training for succulent plant business products. Additionally, it can also include mentoring for green business-based succulent plant enterprises that are already in operation.     Abstrak Fenomena green business memiliki potensi untuk memberikan kontribusi pada perekonomian lokal jika mendapat panduan dan dukungan yang tepat selama prosesnya. Kota Malang memiliki iklim dan lingkungan yang mendukung untuk pengembangan green business dengan memanfaatkan media yang bersumber dari alam. Usaha meningkatkan minat wirausaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui program green business dapat dilihat dari sisi afektif, kognitif dan konatif. Kegiatan ini berkontribusi dalam implementasi konsep Green Business terutama dalam peningkatan nilai ekonomis dari budidaya tanaman sehingga memberikan manfaat pada perekonomian masyarakat setempat. Inisiatif untuk mengembangkan minat berwirausaha berbasis green business dilaksanakan di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, bekerja sama dengan usaha agribisnis Semi Abadi dan mitra Karang Taruna Kelurahan Mojolangu dengan jumlah peserta 28 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya minat wirausaha green business ditinjau dari sisi afektif, kognitif dan konatif bagi peserta pelatihan. Keberlanjutan hasil evaluasi pengabdian dapat ditindaklanjuti dengan melakukan pendampingan penyusunan business plan, pelatihan pengemasan produk, pelatihan digital marketing, dan pelatihan pengelolaan keuangan untuk produk usaha tanaman sukulen, serta dapat juga dilaksanakan pembinaan usaha berbasis green business tanaman sukulen yang telah berjalan

    PKM RELAWAN PEDULI LINGKUNGAN DALAM MENUMBUHKAN SOCIALPRENEURSHIP BERBASIS BAHAN AJAR DIGITAL

    Full text link
    Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa socialpreneurship Relawan Peduli Lingkungan di SMPN 9 dan SMPN 21 Kota Bekasi. Jiwa socialpreneurship diharapkan dapat dipahami oleh siswa sekaligus diaplikasikan dalam pengelolaan sampah non organik sehari-hari, baik sampah rumah tangga, maupun sekolah. Prioritas permasalahan mitra yang akan ditangani dalam program ini adalah permasalahan dalam sistem pemilahan dan produksi sampah yang bernilai ekonomi tinggi, permasalahan dalam pemasaran ketika produksi bijih plastik dari berbagai jenis botol plastik sudah dikelompokan. Kegiatan ini dirancang dengan selalu memperhatikan keterlibatan mitra. Metode pelaksanaan berupa observasi dan FGD yang dilakukan di sekolah mitra yaituSMP Negeri 9 dan SMP Negeri 21 Kota Bekasi. Selain itu dilakukan simulasi pemilahan dan pencacahan botol plastik dengan menggunakan mesin insenerator. Solusi yang dapat diberikan dari setiap permasalahan adalah se agai berikut: (1) Memberikan pendampingan untuk pembina ekstrakulikuler lingkungan dalam menumbuhkan socialpreneurship siswa., (2) Memberdayakan relawan peduli lingkungan dalam memilah sampah non organik yang bernilai ekonomi tinggi, dan (3) Melakukan simulasi pengolahan sampah di Bank Sampah mitra dalam rangka menumbuhkan socialpreneurship

    Upaya Meningkatkan Pengelolaan dan Pemasaran Produk UMKM Kulit Manis Desa Pungut Mudik Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi

    Full text link
    Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu para pelaku usaha dalam mempromosikan produk UMKM di Desa Pungut Mudik melalui pengenalan konsep manajemen pemasaran. Kegiatan pengabdian ini berjudul pengelolaan dan pemarasan produk UMKM desa Pungut Mudik Kecamatan Air Hangat timur yang tujuan utamanya adalah  memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa Pungut Mudik mengenai pentingnya pengelolaan UMKM serta bagaimana pemasaran yang tepat untuk produk UMKM di desa Pungut Mudik Kecamtan Air Hangat Timur. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan tahap persiapan dan survei lapangan. Tahap survei ini dimulai dengan berdiskusi langsung bersama kepala Desa dan beberapa masyarakat Desa Pungut Mudik untuk mengidentifikasi kebutuhan, peluang, dan tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha UMKM. Setelah materi selesai dipaparkan, dilanjutkan dengan diskusi berupa tanya jawab antara pemateri dengan peserta. Diskusi dilakukan agar peserta lebih memahami materi yang telah disampaikan. Melalui diskusi, sosialisasi tidak hanya sekedar transfer knowledge saja melainkan dapat sharing pengalaman maupun permasalahan yang sedang dihadapi mitra. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai berikut: Pengetahuan peserta dalam hal ini masyarakat desa Pungut Mudik pengelolaan UMKM serta pemasaran Produk Kulit Manis sebelum kegiatan PKM mayoritas berada di kategori kurang memahami. Setelah kegiatan PKM dilaksanakan dan pemaparan materi disampaikan, diketahui bahwa pengetahuan peserta mengenai pengelolaan dan manajemen pemasaran setelah disampaikan semakin meningkat

    PENGENALAN ALAT PERAGA GEMPABUMI SEDERHANA SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN LITERASI BENCANA GEMPABUMI BAGI PESERTA DIDIK

    Full text link
    The implementation of this activity aims to introduce simple earthquake props as learning media to improve earthquake disaster literacy for students. The implementation method consists of 3 stages, namely 1) preliminary preparation to analyze the situation in the field regarding the level of earthquake disaster literacy of students and design simple earthquake alarm props as learning media in schools, 2) implementation by teaching in the form of socialization and 3) evaluation is carried out to evaluate the results achieved by students. The results of this activity showed an increase in the average earthquake disaster literacy of students from 77 to 95 after the socialization. The implementation of this activity went well and smoothly, so that students were very interested in learning media by using earthquake props as a medium for earthquake literacy and building a conscious attitude of students towards earthquakes.   Abstrak Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan alat peraga gempabumi sederhana sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan literasi bencana gempabumi bagi peserta didik. Untuk metode pelaksanaan terdiri dari 3 tahap, yaitu 1) persiapan pendahuluan untuk menganalisis situasi di lapangan mengenai tingkat literasi bencana gempabumi peserta didik dan mendesain alat peraga alarm gempabumi sederhana sebagai media pembelajaran di sekolah, 2) pelaksanaan dengan melakukan pengajaran dalam bentuk sosialisasi dan 3) evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi atas hasil yang telah dicapai oleh peserta didik. Hasil kegiatan ini menunjukan terjadinya peningkatan rata-rata literasi bencana gempabumi peserta didik dari 77 menjadi 95 setelah diadakan sosialisasi. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar, sehingga peserta didik sangat tertarik dengan media pembelajaran dengan menggunakan alat peraga gempabumi sebagai media literasi gempabumi dan membangun sikap sadar peserta didik terhadap gempabumi

    PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) UNTUK PUSKESMAS

    Full text link
    One of the policies for promoting the health of children under five years of age by the Indonesian Ministry of Health is the implementation of Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) in the country’s Puskesmas (Community Health Centre). In the current implementation of IMCI, the Puskesmas’ medical staff have to work using a 72 pages manual book, write down the symptoms in an IMCI form, and then determine the condition of the patient and the proscribed actions. The requirement elicitations in Puskesmas Ciumbuleuit Bandung revealed problems: (1) The process takes a long time because the medical staff must read the lengthy manual; (2) Generating the reports also takes a long time as those were written manually. We developed an IMCI Information Systems (IMCI IS) consisting of 2 main modules, an Android tablet application and a web-based application. Both modules feature the same functions which are recording the symptoms of children according to the IMCI process, automating the patient's classification, and provides actions and treatment suggestions. The IMCI IS has been piloted at the Ciumbuleuit Community Health Centre, Bandung, and as a result, the IMCI IS can overcome the existing problems and is stated to be able to support the IMCI process in managing under-five patients.   Abstrak Salah satu kebijakan Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan kesehatan balita adalah pemberlakuan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).  MTBS dipraktekkan oleh para nakes di Puskesmas dengan menggunakan formulir MTBS dan buku petunjuk pelaksanaan setebal 72 halaman. Nakes mencatat gejala-gejala balita pada formulir lalu mengklasifikasikan penyakit balita berdasarkan buku MTBS. Dari hasil analisis kebutuhan di puskesmas Ciumbuleuit Bandung didapatkan masalah pada penerapan MTBS, yaitu: (1) Waktu pelayanan bagi balita lama karena nakes membaca buku MTBS yang cukup kompleks; (2) Pembuatan laporan yang lama karena masih dilakukan secara manual. Pada kegiatan pengabdian ini telah dikembangkan Sistem Informasi (SI) MTBS dengan 2 modul utama, yaitu aplikasi tablet Android dan website MTBS.  Fitur-fitur yang disediakan pada keduanya adalah sama, yaitu pencatatan gejala-gejala balita sesuai formulir MTBS dan otomatisasi penentuan klasifikasi, tindakan, serta saran pengobatannya. Aplikasi tablet Android dirancang tidak membutuhkan jaringan Internet pada saat digunakan agar aplikasi dapat digunakan pada daerah-daerah (terpencil) di Indonesia yang belum memiliki infrastruktur Internet yang memadai. Sinkronisasi data pada aplikasi Android dengan server pusat dilakukan ketika tablet berada di lokasi dengan jaringan Internet yang memadai. SI MTBS telah diuji oleh Puskesmas Ciumbuleuit Bandung, hasilnya: Dengan penyederhanaan prosedur, waktu pelayanan menjadi lebih singkat dan laporan lebih muda

    INISIASI PENGGUNAAN PERPUSTAKAAN DESA WISATA DIGITAL BERBASIS APLIKASI ANDROID UNTUK MENINGKATKAN LITERASI PARIWISATA MASYARAKAT DESA PANTAI MEKAR

    Full text link
    Muaragembong is a sub-district in Bekasi Regency, West Java, Indonesia, with tourism potential. However, the potential of the existing area needs to be adequately optimized. Some of the problems identified are tourism in Pantai Mekar Village, which is still not optimal, the community's knowledge about tourism is low, the community does not yet understand the importance of knowledge for developing tourism, Pantai Mekar Village does not yet have a village library, and conventional libraries are less attractive to the community, especially for millennials. The community service activity was the Initiation of the Use of the Android Application-Based Digital Tourism Village Library to Increase Tourism Literacy in the Community of Pantai Mekar Village. This service activity uses Pustaka Wisata, a digital application library developed by researchers to be utilized by the people of Pantai Mekar Village. This activity involved ten teachers from a public elementary school in Pantai Mekar Village. Socialization activities and initiation of the use of the Tourism Library Application were carried out on August 15, 2023. The activities included preparing, socializing, and trialling the Tourism Library Application and filling out technology acceptance instruments and intentions to use technology. The service activity begins with the socialization of the Pustaka Wisata. Participants were also explained how to download and use the Pustaka Wisata. The results of the data analysis showed that all participants (100%) had acceptance and intention to use the Pustaka Wisata in the high category. It means that the community and the community can accept the Pustaka Wisata and also has a high intention to use it. The limitation of this service program is the instability of the internet signal, which is a resource for accessing applications. The researcher recommends that the government and the private sector increase internet access for the people of Pantai Mekar Village, which can encourage access and community empowerment in obtaining information and knowledge

    MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU UNTUK PEMBELAJARAN INOVATIF KURIKULUM MERDEKA DI SMP PATTIMURA

    Full text link
    Teachers are guided by the curriculum in carrying out their duties in the field of education. In Indonesia, the current curriculum is the Merdeka curriculum. However, there is no standard format in the independent curriculum. This of course challenges teachers who are still experiencing the transition process from the K-13 curriculum to the Merdeka curriculum, especially Pattimura Jagakarsa Junior High School. For this reason, teachers need to improve their competence so that they can adapt to the dynamics of the world of education. The purpose of this service activity is to improve teacher competence so that learning activities can run effectively. This competency improvement was carried out through a two-day workshop with speakers from UNJ academics. The methods used are lectures, self-study, discussions, simulations, and questions and answers. The result is that 45% of teachers understand the planning and implementation of learning in the Merdeka curriculum, 32% of teachers understand enough, 23% of teachers still really need assistance. The trainees (teachers) are also able to make creative, interesting and innovative electronic modules. This indicates that the competence of the teachers has increased and they are ready to implement the Free Learning curriculum at  Pattimura High School Jagakarsa.   Abstrak Guru berpedoman pada kurikulum dalam menjalankan tugasnya di bidang pendidikan. Di Indonesia, kurikulum yang berlaku saat ini adalah kurikulum Merdeka. Namun, tidak ada format yang baku pada kurikulum merdeka. Hal ini tentu menyulitkan para guru yang masih mengalami proses transisi dari kurikulum K-13 ke kurikulum Merdeka, khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pattimura Jagakarsa. Untuk itu, guru perlu meningkatkan kompetensinya agar dapat beradaptasi dengan dinamika dunia pendidikan. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kompetensi guru sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Peningkatan kompetensi ini dilakukan dengan workshop yang dilaksanakan selama dua hari dengan narasumber dari akademisi UNJ. Metode yang dilakukan  adalah lecturing, independent self study, diskusi, simulasi, dan Q&A. Hasilnya 45% guru telah memahami perencanaan dan implementasi pembelajaran pada kurikulum Merdeka, 32% guru cukup memahami, 23% guru masih sangat butuh pendampingan. Para guru sekaligus peserta pelatihan juga mampu membuat modul elektronik yang kreatif, menarik, dan inovatif.  Hal tersebut menandakan kompetensi para guru meningkat dan siap menerapkan kurikulum Merdeka Belajar di SMP Pattimura Jagakarsa

    276

    full texts

    286

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sarwahita
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇