286 research outputs found

    Desiminasi Pengembangan Media Pembelajaran Modul Elektronik Kimia Generasi ke-4 pada Guru Kimia di Wilayah Jakarta Timur 2

    Full text link
    generation electronic module is one of the chemistry learning media that can facilitate a three-way interaction between students, teachers and learning resources in 5.0 society era. Various chemical materials can be presented in the form of electronic modules equipped with applications according to the characteristics of the material. However, these developments are often not followed by the development of teacher competence in the field. So that there is a gap between scientific developments in Higher Education and conditions in the field. In this community service program, dissemination of the development of the 4th generation chemistry e-module has been carried out for MGMP-2 (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) teachers in the East Jakarta Region through the dissemination of research results conducted in the Chemistry Education Program of FMIPA UNJ, that carried out face to face, starting with the delivery of material, Workshop, interactive discussion and coaching online blended learning. During the process of delivering the material, the participants enthusiastically followed it step by step. At the end of the session an evaluation questionnaire was given, the input and suggestions obtained were very positive. So, it is hoped that this activity can continue to be carried out and be useful in disseminating science and technology, increasing teacher competence and adding development information in tertiary institutions according to field needs.   Abstrak Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi perkembangan media pembelajaran kimia saat ini. Elektronik modul generasi ke-4 merupakan salah satu media pembelajaran kimia yang dapat memfasilitasi interaksi tiga arah antara siswa, guru dan sumber belajar di era society 5.0. Berbagai materi kimia dapat disajikan dalam bentuk modul elektronik  yang dilengkapi dengan aplikasi sesuai karakteristik materinya. Namun perkembangan media pembelajaran tersebut sering tidak diikuti dengan perkembangan kompetensi guru di lapangan. Sehingga terjadi kesenjangan antara perkembangan keilmuan di Perguruan Tinggi dengan kondisi dilapangan. Pada program pengabdian pada masyakarat ini, telah dilakukan desiminasi pengembangan e-modul kimia generasi ke-4 bagi guru MGMP-2 (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Wilayah Jakarta Timur melalui desiminiasi hasil penelitian yang dilakukan di rumpun Kimia FMIPA UNJ yang dilakukan seacara tatap muka, dimulai dengan penyampaian materi, Workshop, diskusi interaktif dan pembinaan secara blanded learning. Selama proses penyampaian materi, peserta antusias mengikuti tahap demi tahap. Pada akhir sesi diberikan angket evaluasi, masukan dan saran yang didapat sangat positif. Sehingga diharapkan kegiatan ini dapat terus dilakuakan dan bermanfaat dalam menyebarluaskan IPTEK, meningkatkan kompetensi guru serta menambah informasi pengembangan di Perguruan Tinggi sesuai dengan kebutuhan dilapangan

    Pendampingan Pembuatan Media Tanam Budidaya Tanaman Anggur sebagai Konsep Urban Farming: Perumahan Babatan Pilang RT. 002 RW. 005 Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung

    Full text link
    The population of the city of Surabaya currently reaches approximately three million people, which makes the density level increase from year to year. The need for residential housing is the main factor in reducing open land in the city of Surabaya. Most of the land that becomes residential or housing is managed by housing developers (developers) who continue to clear land for the development process to cater to urbanites. Urban farming activities can increase residents' enthusiasm for farming in urban environments and for food needs, in this case the cultivation of horticultural crops. The problem that the residents want to solve is cultivating grapes, so media will also be created in the form of facilities and infrastructure so that grape cultivation can grow and develop well until it produces fruit in good condition. The implementation method used is the verticulture method. In this method, activity stages are carried out starting from preparation, socialization, training, mentoring and evaluation. So that the results of cultivating grapes can be sold by residents as additional cash for the RT. Apart from that, residents can also use it themselves for consumption together. The main point of the activity is that residents can learn how to plant from seeding to fertilization of grapes, considering the nature of grapes which grow by vines.   Abstrak Penduduk kota Surabaya saat ini mencapai kurang lebih tiga juta jiwa yang membuat tingkat kepadatan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kebutuhan akan hunian tempat tinggal menjadi faktor utama berkurangnya lahan terbuka di kota Surabaya. Sebagian besar lahan yang menjadi pemukiman ataupun perumahan dikelola oleh pengembang perumahan (developer) yang terus melakukan pembukaan lahan untuk proses pembangunan guna memenuhi para kaum urban. Kegiatan urban farming dapat meningkatkan semangat warga dalam hal bercocok tanam di lingkungan perkotaan dan akan kebutuhan pangan dalam hal ini adalah budidaya tanaman hortikultura. Masalah yang ingin diselesaikan bersama warga yakni melakukan budidaya tanaman anggur, maka akan dibuatkan juga media berupa sarana dan prasarana agar tanaman budidaya anggur ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik hingga menghasilkan buah dengan kondisi yang baik pula. Metode pelaksanaan yang digunakan yakni metode vertikultur. Pada metode ini dilaksanakan tahap kegiatan mulai dari persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Sehingga dari hasil budidaya tanaman anggur tersebut dapat dijual oleh warga sebagai tambahan uang kas bagi RT. Selain itu juga dapat dimanfaatkan sendiri oleh warga untuk dikonsumsi bersama. Pokok utama kegiatan yaitu warga dapat belajar cara menanam sejak mulai dari pembibitan hingga pembuahan dari tanaman anggur, mengingat sifat tanaman anggur yang tumbuh secara merambat

    Inovasi Media Presentasi Interaktif melalui Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Prezi

    Full text link
    Innovation in development of interactive presentation media through training in the use of Prezi application offers new potential in designing and delivering Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) initiatives an interesting and effective way. This PkM aims to provide knowledge and creative presentation skills for MA Miftahul Huda Bulungan Jepara students through a practical and interactive approach using modern technology use Prezi application. The method for this service activity starts from introduction, implementation, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. Expected output will provide participants with the skills to produce more dynamic and interesting presentations, as well as a deeper understanding of the potential of Prezi's interactive features. PkM Gap Analysis in a holistic approach to developing presentation skills, combining technical aspects of using the Prezi application with increasing participant creativity. This innovation brings a training concept that does not only focus on technical skills, but also seeks a transformation in the way participants organize and present presentation materials through the Prezi application. Results of service obtained a pre-test score of 10% and a post-test score of 60%, an increase in scores showing that the training was successful in increasing effectiveness of presentations and enriching participants' experience through use of Prezi features.   Abstrak Inovasi dalam pengembangan media presentasi interaktif melalui pelatihan pemanfaatan aplikasi Prezi menawarkan potensi baru dalam merancang dan menyampaikan inisiatif Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan cara yang menarik dan efektif. PkM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan presentasi yang kreatif bagi para siswa dan siswi MA Miftahul Huda Bulungan Jepara melalui pendekatan praktis dan interaktif menggunakan teknologi modern berupa aplikasi Prezi. Metode pada kegiatan pengabdian ini dimulai dari pendahuluan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui angket pre test dan post test. Luaran yang diharapkan dapat memberikan peserta ketrampilan untuk menghasilkan presentasi yang lebih dinamis dan menarik, serta pemahaman lebih mendalam tentang potensi fitur-fitur interaktif yang dimiliki oleh Prezi. Analisis Gap PkM yaitu terletak pada pendekatan holistik terhadap pengembangan keterampilan presentasi, menggabungkan aspek teknis penggunaan aplikasi Prezi dengan peningkatan kreativitas peserta. Inovasi ini membawa konsep pelatihan yang tidak hanya memfokuskan pada keahlian teknis semata, tetapi juga mengupayakan transformasi dalam cara peserta menyusun dan menyajikan bahan presentasi melalui aplikasi Prezi. Hasil pengabdian diperoleh nilai pre test 10% dan nilai post test 60% kenaikan nilai menunjukkan pelatihan berhasil meningkatkan efektivitas presentasi dan memperkaya pengalaman peserta melalui penggunaan fitur-fitur Prezi

    Sosialisasi Kebun Dapur Keluarga untuk Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Jerowaru Lombok Timur

    Full text link
    Indonesia faces the problem of food insecurity. The complexity of food insecurity that leads to a food security crisis can be simplified by focusing on three different but interrelated dimensions, namely access to food, household access to food, and individual food use. Mitigating food insecurity through the family kitchen garden program can be carried out with a community involvement approach, especially women, by utilizing home gardens, to provide access to food and vegetables for community members. The implementation method uses Participatory Rural Appraisal, with target partners namely groups of women farmers. The implementation stages consist of planning, preparation, implementation and evaluation. All stages of service activities can be carried out thoroughly and all components work optimally. The average percentage of indicator achievement is 92.5%. Of the four indicators, the level of participant participation occupies the highest percentage, during the activity the attendance and activeness of service participants is maximum.   Abstrak Indonesia menghadapi masalah kerawanan pangan. Kompleksitas kerawanan pangan yang berujung pada krisis ketahanan pangan dapat disederhanakan dengan berfokus pada tiga dimensi yang berbeda namun saling terkait, yaitu akses terhadap pangan, akses rumah tangga terhadap pangan, dan penggunaan pangan individu. Mitigasi kerawanan pangan melalui program kebun dapur keluarga dapat dilakukan dengan pendekatan pelibatan masyarakat khususnya kaum perempuan dengan pemanfaatan pekarangan rumah, guna akses kesediaan pangan dan sayuran warga masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Rural Appraisal, dengan mitra sasaran yaitu kelompok wanita tani. Tahapan pelaksanaan terdiri dari perencanaan, persiapan, implementasi, dan evaluasi. Semua tahapan kegiatan pengabdian dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan semua komponen berkerja dengan maksimal. Rata-rata persentase capaian indikator sebesar 92,5%. Dari ke empat indikator tersebut tingkat partisipasi perserta menempati persentase tertinggi, selama kegiatan berlangsung kehadiran dan keaktifan peserta pengabdian maksimal

    Medical English Training for Healthcare Personnel at Nipah Community Health Center, North Lombok District, to Overcome Language Barriers

    Full text link
    Language barriers can pose a problem in communication between healthcare personnel and foreign patients. Improving English language skills is a must for healthcare personnel, especially those employed in community health centers in tourism areas. The community service team from the Faculty of Medicine, Universitas Islam Al-Azhar, provided Medical English training for healthcare personnel at the Nipah Community Health Center, North Lombok Regency. A total of four meetings were held from June-September 2023. The participants learned basic Medical English from the presentation slides, illustrated bilingual handbooks, and role-play. Analysis showed that there was a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores (P-value < 0.001). In conclusion, this training had a positive impact in helping healthcare personnel learn Medical English to overcome language barriers. It was proposed that this training should be continued in the future. It is recommended that future training programs place greater emphasis on practical skills, with a particular focus on listening and speaking

    Peningkatan Pengetahuan Petani Jagung Pakpak Bharat dalam Mengolah Limbah Pangkal Jagung Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan

    Full text link
    Pakpak Bharat Regency in North Sumatra Province has significant potential in the agriculture sector, particularly in corn cultivation. However, the management of corn waste in this region has been suboptimal, with corn cobs often left to accumulate or burned, leading to environmental pollution. Limited technology and the high cost of equipment have hindered the community from processing this waste into organic fertilizer, resulting in dependence on externally purchased organic fertilizers. This study was aimed to enhance corn farmers' knowledge about processing corn cob waste into organic fertilizer. The methods used were included education, provision of appropriate technology (TTG) in the form of shredders, and training and mentoring in organic fertilizer production. Data were analyzed using scoring methods and Spearman Rank. The results were indicated a significant increase in corn farmers' knowledge in Pakpak Bharat regarding the processing of corn cob waste into organic fertilizer, with scores were rised from 1.57 (low) to 2.80 (high). Factors contributing to this improvement were included of age (rs=0.410*), education (rs=0.500*), and technology suitability (rs=0.620*). Through this activity, farmers learned to convert corn cob waste into organic fertilizer, which reduced environmental impact and improved their income and quality of life.   Abstrak Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara, memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya dalam budidaya jagung. Namun, pengelolaan limbah jagung di wilayah ini masih belum optimal, dengan limbah pangkal jagung sering dibiarkan menumpuk atau dibakar, mengakibatkan pencemaran lingkungan. Keterbatasan teknologi dan biaya pengadaan alat yang mahal menghambat masyarakat dalam mengolah limbah ini menjadi pupuk organik, serta ketergantungan pada pupuk organik yang dibeli dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani jagung tentang pengolahan limbah pangkal jagung menjadi pupuk organik. Metode yang digunakan mencakup edukasi, penyediaan teknologi tepat guna (TTG) berupa alat pencacah, serta pelatihan dan pendampingan dalam produksi pupuk organik. Data dianalisis menggunakan metode scoring dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan petani jagung di Pakpak Bharat mengenai pengolahan pupuk organik dari limbah pangkal jagung, dari skor 1,57 (rendah) menjadi 2,80 (tinggi). Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan ini meliputi umur (rs=0,410*), pendidikan (rs=0,500*), dan kesesuaian teknologi (rs=0,620*). Melalui kegiatan ini, para petani jagung memperoleh pengetahuan dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi pupuk organik, yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan dari pembakaran limbah tetapi juga pendapatan dan kualitas hidup mereka mestinya dapat ditingkatkan

    Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik untuk Peningkatan Fungsi Pekarangan Sebagai Penghasil Bahan Pangan Keluarga di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya

    Full text link
    The amount of waste in Tasikmalaya City that can be transported to the Ciangir Final Disposal Site is only around 61 percent. Households can play a role in supporting reducing rubbish or waste by processing it into useful items, including processing organic waste into organic fertilizer. However, making organic fertilizer must be in accordance with the recommended procedures so that it does not have a negative effect on plants, so it is necessary to carry out Community Service. Regarding the management of household organic waste into organic fertilizer to improve the function of the yard as a family food producer. Teh Community service was implemented using counseling and training methods from May to November 2023 for the Women's Farmer Group, namely Kusari and Sauyunan located in Cigintung, Sumelap Village, Tamansari District, as well as women from the Dharma Wanita Association at Siliwangi University, Tasikmalaya. From the results of the activities, it can be concluded that household waste that is managed well will provide economic, social and environmental benefits and vice versa. Well-managed organic household waste will become organic fertilizer which can be applied to plant cultivation in the yard so that the yard is more productive as a provider of family food while providing social and ecological benefits.   Abstrak Sampah di Kota Tasikmalaya yang dapat diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir baru sekitar 61 persen. Rumah tangga dapat berperan dalam mendukung mengurangi sampah atau limbah dengan mengolahnya menjadi barang yang bermanfaat diantaranya mengolah limbah organik menjadi pupuk organik.. Namun pembuatan pupuk organik harus sesuai dengan prosedur yang disarankan agar tidak berpengaruh negatif terhadap tanaman maka perlu dilakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tentang pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik untuk peningkatan fungsi pekarangan sebagai penghasil pangan keluarga. PkM dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan dari bulan Mei sampai November 2023 terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) yaitu KWT Kusari dan Sauyunan yang berlokasi di Kampung Cigintung Kelurahan Sumelap Kecamatan Tamansari serta ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Dari hasil kegiatan PkM dapat disimpulkan bahwa limbah rumah tangga yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat ekonomis, sosial dan lingkungan serta sebaliknya. Limbah rumah tangga organik yang terkelola dengan baik akan menjadi pupuk organik yang dapat diaplikasikan pada budidaya tanaman di pekarangan sehingga pekarangan lebih produktif sebagai penyedia bahan pangan keluarga sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekologi

    Pelatihan Public Speaking dan Personal Branding untuk Membangun Karakter Kepemimpinan Siswa OSIS SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma Jakarta

    Full text link
    Public speaking and personal branding are essential skills that can open career opportunities and advance professional development for everyone, especially OSIS students. SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma recognizes the importance of these skills for its students. Unfortunately, specialized training related to these topics has not yet been conducted there. To address this issue, the Community Service team from the French Language Education Program collaborated with SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma to organize training in public speaking and personal branding aimed at developing the leadership character of OSIS students. This activity was conducted in-person and comprised three stages: preparation, implementation, and evaluation. A total of 33 students participated in this event, receiving both theoretical and practical instruction, along with assignments to enhance their public speaking skills and build a positive self-image. The results of the training showed positive development after the sessions, with participants demonstrating increased confidence and the ability to present material effectively using various public speaking techniques.    Abstrak Public speaking dan personal branding adalah keterampilan penting yang dapat membuka peluang karir dan memajukan perkembangan profesional bagi setiap orang, terutama siswa OSIS. SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma menyadari pentingnya keterampilan tersebut bagi siswanya. Sayangnya, pelatihan khusus terkait tema tersebut belum pernah dilaksanakan di sana. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Pendidikan Bahasa Prancis bekerja sama dengan SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma dalam mengadakan pelatihan public speaking dan personal branding dengan tujuan mengembangkan karakter kepemimpinan siswa OSIS. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dengan tiga  tahapan  yakni  persiapan, pelaksanaan,  dan  evaluasi. Sebanyak 33 siswa menjadi peserta pada kegiatan ini dengan diberikan teori dan praktik, serta penugasan untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum dan membangun citra diri yang positif. Hasil pelatihan menunjukkan perkembangan yang positif setelah pelatihan di mana peserta memiliki kepercayaan diri yang meningkat sehingga mampu menyampaikan materi dengan baik dengan menerapkan berbagai teknik public speaking

    Membangun Literasi pada Siswa Melalui Metode Mendongeng dan Pojok Baca untuk Membentuk Konsumen Cerdas yang Sehat

    Full text link
    School-age children need optimal nutrition for their growth and development. However, children in Indonesia still face the problem of malnutrition. This is due to the limited literacy of healthy food so that they are vulnerable in choosing and consuming food. This problem was also found in Muara Gembong, such as the many students who still consume unhealthy foods, and the lack of student literacy related to healthy food. Therefore, it is important to build literacy related to healthy food so that children become healthy and smart consumers. The method of community service is to use an interactive approach that is easily accepted by children, namely the storytelling method and reading corner. This community service involved 30 elementary school students in Muara Gembong. The activity began with the preparation stage of making a fairy tale book, the implementation stage was carried out by storytelling activities and creating a reading corner in the classroom, and at the evaluation stage, a question and answer activity was carried out related to the values ​​contained in the contents of the fairy tale. The evaluation results showed that students became focused on listening with the visualization of fairy tale dolls and interest in reading in the reading corner, so that the values ​​conveyed in books and fairy tales could be accepted and understood by students. It is hoped that this community service can build a culture of literacy in students, revive the storytelling method, and make children smart and healthy consumers.   Abstrak Anak usia sekolah membutuhkan gizi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Namun  anak-anak di Indonesia masih menghadapi masalah gizi kurang. Hal tersebut disebabkan oleh  masih terbatasnya literasi pangan sehat sehingga rentan dalam memilih dan mengkonsumsi  makanan. Masalah tersebut juga ditemui di Muara Gembong, seperti masih banyaknya siswa yang  mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, dan kurangnya literasi siswa terkait makanan sehat. Oleh karena  itu pentingnya membangun literasi terkait makanan sehat agar anak-anak menjadi konsumen yang sehat dan cerdas. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan menggunakan pendekatan yang interaktif dan mudah diterima oleh anak, yaitu dengan metode mendongeng dan pojok baca. Pengabdian masyarakat ini melibatkan 30 siswa SD di Muara Gembong. Kegiatan dimulai dengan tahapan persiapan membuat buku dongeng, tahap pelaksanaan dilakukan kegiatan mendongeng dan membuat pojok baca di kelas, dan pada  tahap evaluasi dilakukan kegiatan tanya jawab terkait nilai yang terkandung dalam isi cerita dongeng. Hasil  evaluasi menunjukkan siswa menjadi fokus mendengarkan dengan adanya visualisasi boneka dongeng dan  ketertarikan membaca di pojok baca, sehingga nilai yang disampaikan dalam buku maupun dongeng dapat  diterima dan dipahami siswa. Diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat membangun budaya literasi  pada siswa, menggiatkan kembali metode dongeng, serta menjadikan anak-anak konsumen yang cerdas dan  sehat

    PELATIHAN PRODUCT BRANDING SEBAGAI OPTIMALISASI STRATEGI PEMASARAN BAGI UMKM

    Full text link
    The importance of small and medium enterprises (SMEs) for the Indonesian economy has become an important concern. Especially during the COVID-19 pandemic, SMEs in Indonesia has experienced an increase and has become the most stable sector while other businesses, including large companies, have been affected by COVID-19. However, as SMEs increases, competition also increases. To help SMEs compete in the market, innovation such as building branding is needed. However, many MSMEs have not mastered the application of branding in their business. To this end, product branding training is organized for SMEs trained by Suku Dinas PPKUKM Kota Administrasi Jakarta Timur. This training is an implementation of cooperation between the S1 Management Study Program Faculty of Economics Universitas Negeri Jakarta and Suku Dinas PPKUKM Kota Administrasi Jakarta Timur. The training is conducted online using the Zoom platform. The implementation of the activity begins with the preparation stage, the implementation stage, activity evaluation, reporting and publication of activity outcomes. As a result, SMEs understand the importance of branding for their business. In addition, SMEs are also able to determine the branding strategy that they will implement in their business.   Abstrak Tingginya peranan UMKM untuk perekonomian Indonesia menjadi perhatian penting. Terlebih pada saat pandemi COVID-19, UMKM di Indonesia mengalami peningkatan dan menjadi bidang yang paling stabil disaat usaha sektor lain termasuk perusahaan besar goyah akibat adanya COVID-19. Namun, dengan meningkatnya UMKM tentu persaingan ikut meningkat. Untuk membantu UMKM bersaing di pasarnya, diperlukan inovasi seperti membangun branding. Namun, banyak pelaku UMKM yang belum menguasai penerapan branding dalam usaha mereka. Untuk itu, diselenggarakan pelatihan mengenai product branding bagi UMKM yang dibina oleh Suku Dinas PPKUKM Kota Administrasi Jakarta Timur. Pelatihan ini merupakan implementasi kerja sama antara Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta dengan Suku Dinas PPKUKM Kota Administrasi Jakarta Timur. Pelatihan dilaksanakan secara daring menggunakan platform Zoom. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahap persiapan, tahap pelaksanaan, evaluasi kegiatan, pelaporan dan publikasi luaran kegiatan. Hasilnya, pelaku UMKM memahami pentingnya branding untuk usaha mereka. Selain itu, pelaku UMKM juga mampu untuk menentukan strategi branding yang akan mereka terapkan dalam usahanya

    276

    full texts

    286

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sarwahita
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇