Sarwahita
Not a member yet
286 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN WAHANA HIGH BRIDGE ROPE SEBAGAI SARANA WISATA EDUKASI OLAHRAGA DI AGROWISATA DILLEM WILIS KABUPATEN TRENGGALEK
Tourism development in Indonesia continues to be carried out to attract tourists and create prosperity for the community. Mountain areas in the form of agricultural areas, plantations, and livestock are areas that have the potential to be used as tourist attractions. One of the tourist attractions in mountainous areas in East Java is Dillem Wilis agro-tourism which is located in Trenggalek Regency. Dillem Wilis is situated at the foot of Mount Wilis which is famous for its coffee processing tours in Dutch heritage factories and dairy farms. The area of Dillem Wilis agro-tourism is about 200 Ha. Existing tourist facilities have not been effective in attracting tourists to visit Dillem Wilis agro-tourism. The purpose of this dedication is to develop a high bridge rope sports vehicle to increase the interest of tourists in visiting Dillem Wilis agro-tourism. The service process is carried out in 4 stages, namely, site observation, vehicle design, vehicle procurement, and trials. The high bridge rope ride was built across the river with a height of 3 meters and a length of 8 meters. The high bridge rope rides that were built consisted of a wooden bridge and a rope bridge. Rides high bridge rope can be used as a vehicle for educational tours of sports that can train the courage of children and adults.
Abstrak
Upaya pengembangan pariwisata di Indonesia terus dilakukan untuk menarik minat wisatawan dan menciptakan kemakmuran bagi masyarakat. Daerah pegunungan yang berupa daerah pertanian, perkebunan dan peternakan merupakan daerah yang berpotensi untuk dijadikan objek wisata. Salah satu objek wisata di daerah pegunungan yang ada di Jawa Timur adalah agrowisata Dillem Wilis yang terletak di Kabupaten Trenggalek. Dillem Wilis berada di kaki Gunung Wilis yang terkenal dengan wisata pengolahan kopi di pabrik peninggalan Belanda dan peternakan sapi perah. Luas wilayah agrowisata Dillem Wilis sekitar 200 Ha. Fasilitas wisata yang ada belum efektif menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke agrowisata Dillem Wilis. Tujuan dari pengabdian ini adalah upaya pengembangan wahana olahraga high bridge rope untuk meningkatkan minat wisatawan agar tertarik untuk berkunjung ke agrowisata Dillem Wilis. Proses pengabdian dilakukan dalam 4 tahap yaitu, pengamatan lokasi, desain rancang bangun wahana, pengadaan wahana, dan uji coba. Wahana high bridge rope dibangun melintasi sungai dengan ketinggian wahana 3 meter dan panjang 8 meter. Wahana high bridge rope yang dibangun terdiri dari jembatan kayu dan jembatan tali. Wahana high bridge rope dapat digunakan sebagai wahana wisata edukasi olahraga yang dapat melatih keberanian anak-anak dan orang dewasa
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK PAKAN TERNAK ALTERNATIF MENGGUNAKAN MESIN PENCACAH RUMPUT MULTIFUNGSI DENGAN PROSES AMONIASE PADA KELOMPOK TERNAK MAKMUR DESA KEBONDALEM, JOMBANG
The quantity of animal feed in Kebondalem Village in the form of green grass during the rainy season is very abundant, but during the dry season is very low. On the other hand, during the dry season, agricultural wastes such as rice straw, corncobs, and soybean trees are very abundant but have not been fully utilized by kelompok ternak Makmur as animal feed. Utilization of agricultural waste can be increased by making alternative animal feed from agricultural waste as an effort to fulfill the quantity of animal feed. The ammoniase method was chosen for make of alternative animal feeds because it is cost-effective and easy to do. Animal feed that have needed for kelompok ternak Makmur reaches 600 kg/day so that in the process of counting agricultural waste before making ammonia, it is done using a multifunctional grass chopper. The machine used has a capacity of 500 kg/h. Based on the calculations, it was found that to fulfill animal feed during the dry season (6 months) it required 108,000 kg of feed, using a multifunctional grass chopper it took 27 days to meet the needs of animal feed for 6 months with an estimated machine usage of 8 hours/day. Extension activities on the operation of the machine and the making of alternative animal feed using the ammoniase method have been carried out. From the calculations and the kelompok ternak Makmur readiness to receive the extension material provided, it is very likely that the problem related to the low quantity of animal feed in the dry season has been resolved.
Abstrak
Kuantitas pakan ternak di Desa Kebondalem berupa rumput hijau saat musim hujan sangat melimpah, namun saat musim kemarau kuantitasnya sangat sedikit. Disisi lain, saat musim kemarau limbah pertanian seperti jerami padi, bonggol jagung dan pohon kedelai kuantitasnya sangat melimpah tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh kelompok ternak Makmur sebagai pakan ternak. Pemanfaatan limbah pertanian dapat ditingkatkan kembali dengan membuat pakan ternak alternatif dari limbah pertanian sebagai upaya pemenuhan kuantitas pakan ternak. Metode amoniase dipilih untuk pembuatan pakan ternak alternatif karena hemat biaya dan mudah dilakukan. Kebutuhan pakan ternak kelompok ternak Makmur mencapai 600 kg/hari sehingga dalam proses pencacahan limbah pertanian sebelum pembuatan amoniase dilakukan menggunakan mesin pencacah rumput multifungsi. Mesin yang digunakan mempunyai kapasitas 500 kg/jam. Berdasarkan perhitungan didapatkan bahwa untuk memenuhi pakan ternak selama musim kemarau (6 bulan) dibutuhkan pakan sebanyak 108.000 kg, dengan menggunakan mesin pencacah rumput multifungsi dibutuhkan waktu 27 hari untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak selama 6 bulan dengan estimasi penggunaan mesin yaitu 8 jam/hari. Kegiatan penyuluhan pengoperasian mesin dan pembuatan pakan ternak alternatif metode amoniase telah dilakukan. Dari perhitungan yang dilakukan dan kesiapan kelompok ternak dalam menerima materi penyuluhan yang diberikan, sangat besar kemungkinan masalah terkait kuantitas pakan ternak yang sedikit di musim kemarau sudah terselesaikan
DISEMINASI DAN PELATIHAN TEKNOLOGI ALAT INTEGRATED EMBEDDED SENSING SYSTEMS BAGI UKM SATE BANDENG AWAL PUTRA MANDIRI DI KOTA SERANG
UKM Awal Putra Mandiri is an activist for the city of Serang's superior product Sate Bandeng so that it can develop by seeing a sustainable business opportunity by exploiting existing potential. UMKM Sate Bandeng Awal Putra Mandiri, is one of the UMKMs that provides Sate Bandeng products and has product supplies at the national level. The results obtained from the discussion contained problems that were experienced, namely that technology had not been implemented which was able to detect the freshness and content of dangerous substances in milkfish raw materials in a real-time, practical manner. This Community Service activity includes dissemination and training on Integrated Embedded Sensing System technology products for detecting the level of freshness of food ingredients and the content of dangerous substances. The implementation of Community Service activities runs well and smoothly, so that employees and UKM owners are very interested in using technological tools. Apart from that, this activity can reduce the costs incurred by UKMs due to mistakes in buying fish that is not fresh..
Abstrak
UKM Awal Putra Mandiri merupakan penggiat produk unggulan kota Serang Sate Banden g sehingga dapat berkembang dengan melihat suatu peluang usaha yang berkesinambungan dengan memanfaatkan potensi yang ada. UMKM Sate Bandeng Awal Putra Mandiri, menjadi salah satu UMKM yang menyediakan produk Sate Bandeng dan memiliki pasokan produk ke tin gkat nasional. Hasil yang didapatkan dari diskusi terdapat permasalahan yang di alami yaitu belum diterapkan teknologi yang mampu mendeteksi kesegaran dan kandungan zat berbahaya pada bahan baku ikan bandeng yang real- time, dan praktis. Kegiatan Pengabdian Masyarakat inimeliputi diseminasi dan pelatihan produk teknologi Integrated Embedded Sensing System untuk deteksi tingkat kesegaran bahan pangan dan kandungan zat berbahaya. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga para karyawan dan owner UKM sangat tertarik dengan menggunakan alat teknologi. Selain itu, dari kegiatan tersebut mampu menekan biaya pengeluaran UKM untuk kesalahan membeli ikan yang tidak segar
PELATIHAN KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA ASING ALUMNI PROGRAM DARMASISWA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS-UNJ) sejak 1999 menerima mahasiswa asing belajar bahasa Indonesia sebagai implikasi kerja sama FBS-UNJ dengan perguruan tinggi di Korea Selatan. Selain itu, FBS-UNJ juga menyelenggarakan program Darmasiswa yaitu program bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) dengan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Saat ini lulusan program BIPA Darmasiswa FBS-UNJ telah bekerja di berbagai negara. Di antara mereka ada yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dalam bekerja. Pelatihan ini dilaksanakan untuk menyegarkan dan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia mereka setelah beberapa tahun selesai belajar di UNJ. Pelatihan dilaksanakan selama dua minggu secara virtual karena lokasi tinggal para alumni yang berbeda-beda. Materi yang dilatihkan meliputi empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, serta keterampilan menulis. Materi yang dikembangkan untuk kegiatan ini merupakan materi singkat untuk dua minggu. Semua materi mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 27 tahun 2017. Tugas akhir peserta kegiatan pelatihan ini berupa tulisan dengan tema Pandemi 19. Setelah dianalisis teridentifikasi terjadi peningkatan kemampuan peserta pelatihan dalam kemampuan menulis
AKSI PEMBERDAYAAN DAN EDUKASI SECANTING (SEMANGAT CEGAH STUNTING) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 4 ULU PALEMBANG
Stunting is a condition of growth failure in children due to malnutrition for a very long time. The prevalence of stunting in South Sumatra reached 28.98%. Interventions that need to be done to reduce the prevalence start from the first 8000 days of life starting (HPK) from toddlers to adolescents. The purpose of this activity was to increase knowledge and improve the health of mothers, toddlers and adolescents so as to reduce the prevalence of stunting. The targets of this activity were mothers who have stunted toddlers, stunted toddlers and adolescent girls in the working area of Puskesmas 4 Ulu Palembang. The methods used were anthropometric measurements on toddlers and adolescents, haemoglobin measurements on adolescents, SECANTING education using snakes and ladders game media and crossword puzzles. Evaluation of the activity was carried out by giving a pretest-posttest questionnaire. The service team involved were the lecturers of FK UMPalembang, UMPalembang’s cross-program students and the PERMAHUM Organisation of South Sumatera. The results of this activity were that participants understood the efforts of providing high protein supplementary food for toddlers and preventing anaemia in adolescent girls as a form of stunting prevention. Suggestions that can be given are to conduct stunting education routinely to reduce the prevalence of stunting and improve the health status of the Indonesian people.
Abstrak
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang sangat lama. Prevalensi stunting di Sumatera Selatan mencapai 28.98%. intervensi yang perlu dilakukan untuk menurukan prevalensi tersebut dimulai dari 8000 Hari Pertama Kehidupan dimulai dari balita hingga remaja. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan serta meningkatkan kesehatan ibu, balita dan remaja sehingga dapat menurunkan prevalensi stunting. Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita stunting, balita stunting dan remaja putri di wilayah kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang. Metode yang dilakukan adalah pengukuran antropometri pada balita dan remaja, pengukuran hemoglobin pada remaja, edukasi SECANTING menggunakan media permainan ular tangga dan teka-teki silang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemeberian kuesioner pretest-posttest. Tim pengabdian yang dilibatkan adalah dosen FK UMPalembang, mahasiswa lintas prodi UMPalembang dan Organisasi PERMAHUM Sumatera Selatan. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta memahami upaya pemberian makanan tambahan tinggi protein bagi balita dan pencegahan anemia pada remaja putri sebagai bentuk pencegahan stunting. Saran yang dapat diberikan adalah melakukan edukasi stunting secara rutin untuk menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesi
PELATIHAN PENERAPAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN HOMESTAY DI DESA WISATA EDUKASI CISAAT KABUPATEN SUBANG-JAWA BARAT
The tourist village has unique natural and cultural characteristics so that it has the potential to become a tourist attraction to attract tourists to visit. In this case, it can be said that the tourist village still upholds the existing regional traditions, so that visiting tourists can enjoy the attractions, accommodations, and facilities available. The use of digitalization to develop tourist attractions is one of the implementations of the smart tourism approach. One of the manifestations of digitizing tourism is by utilizing information and communication technology. Digitalization in the tourism industry is considered to be one of the right steps to address the current digital-oriented culture of society in meeting all their needs when traveling. The existence of technology provides enormous business opportunities to develop residents' home-based lodging businesses, namely homestays. The internet plays a very significant role in the business transformation process towards digitization which can increase revenue, reduce interaction and transformation costs. Digitalization has given rise to more choices of alternative achievements at lower costs, and with wider opportunities
Abstrak
Desa wisata memiliki karakteristik alam dan budaya yang unik sehingga memiliki potensi menjadi daya tarik wisata untuk menarik wisatawan berkunjung. Dalam hal ini, desa wisata bisa dikatakan masih menjunjung tinggi tradisi daerah yang ada, sehingga wisatawan yang berkunjung dapat menikmati atraksi, akomodasi, serta fasilitas yang tersedia. Pemanfaatan digitalisasi untuk mengembangkan atraksi wisata merupakan salah satu implementasi pendekatan smart tourism. Perwujudan digitalisasi pariwisata ini salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Digitalisasi di industri pariwisata dianggap menjadi salah satu langkah tepat untuk menyikapi budaya masyarakat saat ini yang berorientasi digital dalam memenuhi segala kebutuhan mereka ketika melakukan perjalanan. Adanya teknologi memberikan peluang bisnis yang sangat besar untuk mengembangkan bisnis penginapan berbasis rumah warga yaitu homestay. Internet memainkan peran yang sangat signifikan dalam proses transformasi bisnis menuju digitalisasi yang dapat meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya interaksi dan transformasi . Digitalisasi memunculkan lebih banyak pilihan pencapaian alternatif dengan biaya lebih rendah, dan memiliki peluang lebih lua
PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI PRODUK ECO-ENZYM DAN TURUNANNYA UNTUK WARGA DI KELURAHAN GIRIPURNO BUMIAJI BATU JAWA TIMUR
Organic waste can be utilized in various products that have use value and are environmentally friendly, one of which is eco-enzyme. Eco-enzyme is a liquid produced from a fermentation process from simple ingredients, namely brown sugar or molasses, organic waste in the form of fruit and vegetable peels, and water in a ratio of 1:3:10 for 3 months. The purpose of this community service activity was to invite the active role of the Giripurno Village community in reducing the volume of waste produced by processing domestic organic waste into eco-enzyme products and their derivative products. The implementation of this activity was focused on three hamlets, namely Dusun Kedung, Dusun Sabrangbendo, and Dukuh Sawahan from May to August 2023. The forms of activity included interviews, socialization, joint practice, monitoring, and evaluation. The results of this activity achieved training and practice in making eco-enzymes and derivative products with the PKK women's community well and smoothly. The resulting derivative products were dishwashing soap, floor cleaning liquid, and liquid organic fertilizer. Evaluation of achievement was carried out by giving questionnaires after and before the training which contained the understanding and satisfaction of the participant. Based on the evaluation results, it was found that there was an increase in the level of understanding of participants in the three hamlets, namely Dusun Kedung from 70% to 95%, Dusun Sabrangbendo from 62% to 90%, and Dusun Sawahan from 55% to 90%.
Abstrak
Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna dan ramah lingkungan, salah satunya adalah eco-enzym. Eco-enzyme adalah cairan yang dihasilkan dari proses fermentasi dari bahan sederhana yaitu gula merah atau molase, sampah organik berupa kulit buah dan sayuran serta air dengan perbandingan 1:3:10 selama 3 bulan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengajak peran aktif masyarakat Desa Giripurno dalam mengurangi volume sampah yang dihasilkan dengan cara mengolah sampah organik domestik menjadi produk ecoenzym dan produk turunannya. Pelaksanaan kegiatan ini difokuskan pada tiga dusun, yaitu Dusun Kedung, Dusun Sabrangbendo, dan Dusun Sawahan selama bulan Mei hingga Agustus 2023. Bentuk kegiatan berupa wawancara, sosialisasi, praktik bersama, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini tercapainya pelatihan dan praktik pembuatan ecoenzym dan produk turunan bersama komunitas ibu PKK dengan baik dan lancar. Produk turunan yang dihasilkan yaitu sabun cuci piring, cairan pembersih lantai, dan pupuk organik cair. Evaluasi ketercapaian dilakukan dengan memberikan kuisioner setelah dan sebelum pelatihan yang berisikan pemahaman dan kepuasaan warga. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan hasil bahwa ada kenaikan level pemahaman warga di tiga dusun tersebut, yaitu Dusun Kedung dari 70% menjadi 95%, Dusun Sabrangbendo dari 62% menjadi 90%, dan Dusun Sawahan dari 55% menjadi 90%
PENGEMBANGAN PINK MIANA MENJADI PRODUK UNGGULAN DAERAH BERBASIS IPTEK UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA PUNTUKREJO
Pink Miana plant (Coleus scuttelarioides) is a miana variety that is only cultivated in one of the tourism msmes The Lawu Fresh, Puntukrejo Ngargoyoso Village, Karanganyar, Central Java. This ornamental plant, which is famous for its unique leaf color, turns out to contain various substances such as antioxidants and anti-inflammatories that are good for the body's immunity. However, the abundance of potential possessed by Miana is not balanced with the capabilities of the local community in its processing. Improper processing of Pink Miana can lead to reduced or loss of content of these substances if processed with too hot temperatures. The method used in solving these problems is controlled boiling. Controlled boiling is a method of boiling using low heat with regular temperature monitoring so as not to exceed the maximum temperature that the material can accept. The findings obtained are syrup products made from the first miana leaves "Pink Fresh" which contains high antioxidants and anti-inflammatories that are efficacious for the body's immunity. The purpose of making functional drinks based on miana is to provide an innovative variety of health drinks compared to those already on the market. The creation of functional beverage products based on miana "Pink Fresh" is expected to be a product supporting the body's immune system by implementing learning-based activities to utilize the potential of the village into a product with high economic value in order to achieve the economic empowerment of the village community. Young people are the main target market of the "Pink Fresh" product because of its taste innovation that is unlike other health drinks. Despite using a pre-order system, the first sales of the "Pink Fresh" product received rave reviews from consumers until it reached 70 bottles in the first order.
Abstrak
Tanaman Pink Miana (Coleus scuttelarioides) merupakan varietas miana yang hanya dibudidayakan di salah satu UMKM pariwisata The Lawu Fresh, Desa Puntukrejo Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Tanaman hias yang terkenal dengan keunikan warna daunnya ini ternyata mengandung berbagai zat seperti antioksidan serta antiinflamasi yang baik bagi imunitas tubuh. Akan tetapi, melimpahnya potensi yang dimiliki miana tidak diimbangi dengan kapabilitas masyarakat setempat dalam pengolahannya. Pengolahan Pink Miana yang kurang tepat dapat menyebabkan berkurang atau hilangnya kandungan zat- zat tersebut jika diolah dengan suhu yang terlalu panas. Metode yang digunakan dalam pemecahan permasalahan tersebut adalah controlled boiling. Controlled boiling merupakan metode merebus menggunakan api kecil dengan pengawasan suhu yang teratur agar tidak melampaui suhu maksimal yang dapat diterima bahan. Adapun hasil temuan yang diperoleh adalah produk sirup berbahan dasar daun miana pertama “Pink Fresh” yang mengandung antioksidan serta antiinflamasi tinggi yang berkhasiat bagi imunitas tubuh. Tujuan dari pembuatan minuman fungsional berbahan dasar miana adalah memberikan variasi minuman kesehatan yang inovatif dibandingkan yang telah ada di pasaran. Terciptanya produk minuman fungsional berbahan dasar miana “Pink Fresh” diharapkan dapat menjadi produk penunjang imun tubuh dengan penerapan kegiatan berbasis based learning untuk memanfaatkan potensi desa menjadi produk dengan nilai ekonomis tinggi guna mencapai keberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kalangan muda menjadi target pasar utama dari produk “Pink Fresh” karena inovasi rasanya yang tidak seperti minuman kesehatan lainnya. Meskipun menggunakan sistem pre-order, penjualan pertama dari produk “Pink Fresh” mendapat sambutan hangat dari para konsumen hingga mencapai 70 botol dalam pesanan pertama
BIMBINGAN TEKNIS KONSEP DAN IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KEPADA WARGA RUSUNAWA JATINEGARA KAUM JAKARTA TIMUR
One of the student fostered areas of several departement at FIP UNJ is Rusunnawa Jatinegara Kaum. In this area there are many children who are indicated in the category of children with special needs. Parents' treatment of their sons / daughters with special needs is still not appropriate, they often ridicule them with insane children, stupid children, idiot children and so on. In an effort to provide parents with a correct understanding of children with special needs, it is necessary to carry out community service activities in the form of technical assistance and guidance for Rusunawa residents regarding the concept and identification of children with special needs and their services. Community Service Activities aim to provide parents and community members with the correct understanding of how to recognize and treat children with special needs correctly. Assistance is carried out on the basis of observations, input, direct information from students that many residents in the Rusunawa are indicated by children with special needs, assistance is carried out in technical guidance activities for parents and other community members and carries out the identification process for children marked with special needs. The results achieved were the formation of a correct understanding of Rusunawa residents about children with special educational needs and were able to recognize the types of barriers and their needs, so that they treat children with special needs properly. Produce published articles in community service journals and activity videos on YouTube.
Abstrak
Salah satu wilayah binaan mahasiswa beberapa Program Studi di FIP UNJ adalah Rusunnawa Jatinegara Kaum. Di wilayah ini banyak ditemui anak-anak yang diindikasikan dalam kategori anak berkebutuhan khusus. Perlakuan orang tua terhadap putra/putrinya yang berkebutuhan khusus masih belum tepat, mereka sering mengejeknya dengan anak kurang waras, anak bodoh, anak bego dan sebagainya. Dalam upaya untuk memberikan pemahaman yang benar pada orang tua tentang anak berkebutuhan khusus, perlu dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendampingan dan bimbingan teknis warga masyarakat Rusunawa tentang konsep dan identifikasi anak berkebutuhan khusus dan pelayanannya. Kegiatan Pengabdian Masyarakat bertujuan memberikan pemahaman yang benar kepada orang tua dan warga masyarakat tentang cara mengenali dan memeperlakukan anak-anak berkebutuhan khusus yang benar. Pendampingan dilaksanakan atas dasar hasil pengamatan, masukkan, informasi langsung dari mahasiswa bahwa banyak warga di Rusunawa yang diindikasikan anak berkebutuhan khusus, Pendampingan dilaksanakan dalam kegiatan bimbingan teknis pada orang tua dan warga masyarakat lainnya serta melaksanakan proses identifikasi pada anak-anak yang ditandai ABK. Hasil yang dicapai adalah terbentuknya pemahaman yang benar warga Rusunawa tentang anak berkebutuhan pendidikan khusus dan mampu mengenali jenis hambatan dan kebutuhannya, sehingga mereka memperlakukan anak- anak berkebutuhan khusus dengan benar. Menghasilkan artikel terpublikasi pada jurnal pengabdian masyarakat serta video kegiatan di youtube
PELATIHAN PEMANFAATAN PHET INTERACTIVE SIMULATIONS SEBAGAI SARANA PRAKTIKUM DALAM PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 BAGI GURU MGMP IPA MTS KABUPATEN SLEMAN
Practicum activities cannot be separated from science learning. However, in online learning, this is not easy to do. Therefore, this community service activity aims to train the ability of science teachers to use PhET Interactive Simulations as a practical tool in learning science in the era of learning from home (BDR) due to the Covid-19 pandemic. The subjects were the science teachers of MTs/ junior high school in Sleman Regency Special Distric of Yogyakarta. This activity was carried out virtually using video conferencing and e-learning media, and was attended by 27 participants. Generally, the stages of the program include preparation, implementation and evaluation. Evaluation data were collected using questionnaires and product assessment sheets and analyzed using descriptive statistics. The results shows that the trainees are able to use PhET Interactive Simulations in conducting science lab work virtually. It can be seen from the increase in knowledge about the basics of PhET, the ability to download and install PhET, operate PhET, and compile worksheets to apply PhET.The results hopefully help science teacher in improving science learning quality in study from home program.
Abstrak
Kegiatan praktikum tidak dapat dilepaskan dalam pembelajaran IPA. Akan tetapi dalam pembelajaran secara daring, hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Oleh karenanya, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih kemampuan guru-guru IPA dalam menggunakan PhET Interactive Simulations sebagai sarana praktikum dalam pembelajaran IPA di era belajar dari rumah (BDR) akibat pandemi Covid-19. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah guru-guru IPA anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA MTs Kabupaten Sleman DIY. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dengan media video conferencing dan e-learning, serta diikuti oleh 27 guru. Tahapan-tahapan kegiatan ini meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data evaluasi dikumpulkan dengan angket dan lembar penilaian produk dan dianalisis secara statistik deskriptif. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa guru-guru IPA telah mampu menggunakan PhET Interactive Simulations sebagai sarana praktikum dalam pembelajaran IPA secara daring. Hal ini terlihat dari peningkatan pengetahuan tentang dasar-dasar PhET, kemampuan mendownload dan menginstall PhET, mengoperasikan PhET, serta menyusun worksheets untuk mengaplikasikan PhET. Hasil pelatihan diharapkan dapat membantu para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di era BDR