286 research outputs found

    Literasi Keuangan untuk Menumbuhkan Kecerdasan Finansial Mahasiswa

    Full text link
    This community service is aimed to teach students about the important role of financial literacy in shaping students' understanding of personal financial aspects. The participants of this activity is students of the Faculty of Economics, Universitas Negeri Jakarta. To teach financial literacy to students, the research team invited a lecturer speaker and a speaker from Finansialku as a digital financial application to give knowledge about about financial planning, investment, and debt management. The outcome of this event is the findings that provide insight into the effectiveness of financial literacy training and its potential impact on students' financial lives.   Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan kepada mahasiswa tentang peran penting literasi keuangan dalam membentuk pemahaman mahasiswa terhadap aspek keuangan pribadi. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Untuk mengajarkan literasi keuangan kepada mahasiswa, tim peneliti mengundang pembicara dosen dan pembicara dari Finansialku sebagai aplikasi keuangan digital untuk memberikan pengetahuan mengenai perencanaan keuangan, investasi, dan pengelolaan utang. Hasil dari kegiatan ini adalah temuan yang memberikan wawasan tentang efektivitas pelatihan literasi keuangan dan potensi dampaknya terhadap kehidupan keuangan mahasiswa

    Upaya Peningkatan Kompetensi Profesional Guru PAI SMK Jakarta Timur Melalui Pelatihan Publikasi Artikel Jurnal

    Full text link
    As part of their professional responsibilities, teachers are expected to fulfil their teaching duties and enhance their professional skills. However, several educators face limited access to resources that facilitate self-development. This community service project focuses on equipping Islamic Education (IE) teachers with the necessary skills to publish research-based articles for Sinta-indexed journals. The objective is to contribute to the development of their skills. This community service is a joint effort with educational institutions that belong to the Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IE SMK in East Jakarta. The training methods consist of lectures, discussions, group work, and question and answer sessions. Furthermore, a questionnaire was employed to determine the challenges and experiences that teachers encounter when composing articles. The training results indicate that the IE teachers exhibit greater comprehension and enthusiasm for crafting journal articles and publish it, with a readiness to participate in additional writing support via established groups.   Abstrak Guru sebagai jabatan profesi dituntut mampu melaksanakan tugas pengajaran dan meningkatkan kompetensi profesional. Di sisi lain, banyak guru terbatas dalam mengakses media pengembangan diri. Adapun kegiatan pengabdian ini bertujuan  mendukung peningkatan kompetensi tersebut melalui pelatihan guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menulis dan publikasi artikel jurnal ilmiah yang berbasis penelitian dan selanjutnya dipublikasi ke jurnal-jurnal terindeks Sinta. Pengabdian Masyarakat ini merupakan kerja sama dengan kemitraan pendidikan yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMK Jakarta Timur. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi, kerja kelompok, dan tanya jawab. Pelatihan juga memetakan kesulitan dan pengalaman guru dalam penulisan artikel jurnal melalui kuesioner. Hasil pemetaan awal pengalaman guru menulis artikel ilmiah, mayoritas tidak pernah menulis artikel jurnal,  submit dan publikasi ke OJS, serta mempunyai kesulitan menulis karena sibuk dan tidak mempunyai pengetahuan yang memadai tentang penulisan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya  peningkatan pemahaman terutama pada aspek rancangan penyusunan artikel, serta peningkatan minat Guru-guru PAI dalam penulisan dan publikasi artikel jurnal serta bersedia untuk menindaklanjuti pendampingan melalui grup-grup yang sudah dibentu

    Pengenalan Computer Vision Berbasis Convolutional Neural Network melalui Dewatalks

    Full text link
    The meaning of computer vision itself is to create how computers can see and understand what they see, just like humans perceive things. Some applications of computer vision around us include the use of face sensors by mobile devices to unlock phones, the use of cameras in public places to support electronic traffic tickets, and many other applications. However, in daily life, many people are still not aware of the implementation of computer vision around us. Therefore, in this community service, computer vision with the CNN algorithm is introduced to the public to better understand the potential that can be generated from computer vision. The results of this community service have achieved the initial goal of introducing computer vision to the community. Feedback from participants also indicates that 3 participants were very dissatisfied, 4 participants were dissatisfied, 14 participants were neutral, 54 participants were satisfied, and 18 participants were very satisfied. Based on the feedback provided by the participants, future advanced training will be conducted with a longer duration and more in-depth material in each session.   Abstrak Makna dari computer vision sendiri adalah membuat bagaimana komputer dapat melihat dan memahami apa yang dilihat sama seperti manusia melihat sesuatu. Beberapa pemanfaatan computer vision di sekitar kita seperti penggunaan sensor wajah oleh perangkat ponsel untuk membuka kunci ponsel, pemanfaatan kamera di tempat umum untuk mendukung e-tilang, dan masih banyak pemanfaatan lainnya. Akan tetapi dalam keseharian, masih banyak masyarakat yang belum mengenali adanya penerapan computer vision di sekitar kita. Oleh karena ini pada pengabdian kali ini diperkenalkan computer vision dengan algoritma CNN ini kepada masyarakat untuk dapat lebih memahami potensi yang dapat dihasilkan dari computer vision. Hasil dari pengabdian ini mencapat tujuan yang sudah ditetapkan di awal yaitu mengenalkan computer vision kepada masyarakat. Feedback dari peserta juga menunjukkan bahwa peserta yang merasa sangat tidak puas sebanyak 3 orang, kurang puas sebanyak 4 orang, biasa saja 14 orang, puas 54 orang, sangat puas 18 orang. Berdasarkan feedback yang sudah diberikan oleh para peserta kedepannya akan dilakukan pelatihan lanjutan dengan durasi yang lebih panjang dan materi yang lebih mendalam di setiap pelatihannya

    Pola Konsultasi dan Kemitraan dalam Pencegahan dan Penanganan Narkoba di Kalangan Remaja

    Full text link
    This community service activity aims to provide a pattern of cooperation or partnership between actors in preventing drug abuse in the educational environment. The target to be achieved is disseminating information to the public, especially those in the educational environment for teenagers at SMA Negeri 9 Bandar Lampung. The method used is FGD (Focus Group Discussion) to achieve these specific goals and targets. The activities carried out will focus on the introduction and understanding of the Consultation and Partnership model in efforts to handle and prevent drugs among adolescents. The expected result is that there are efforts to prevent and handle drugs among adolescents of high school age through collaboration between the school, parents, and relevant stakeholders to raise awareness of efforts to prevent drugs. Activities are evaluated by filling out a questionnaire (questionnaire test). This community service did pre-test and post-test.   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pola kerja sama atau kemitraan antar aktor dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan. Target khusus yang ingin dicapai adalah menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, khususnya yang berada di dalam lingkungan pendidikan kalangan remaja SMA Negeri 9 Bandar Lampung. Untuk mencapai tujuan dan target khusus ini metode yang digunakan adalah FGD (Focus Group Discussion). Kegiatan yang dilakukan akan terfokus pada pengenalan dan pemahaman akan model konsultasi dan kemitraan dalam upaya penangan dan pencegahan Narkoba di kalangan remaja. Hasil yang diharapkan yaitu adanya upaya pencegahan dan penanganan narkoba di kalangan remaja usia sekolah menengah umum melalui kerjasama antara pihak Sekolah, Orang Tua, dan stakeholder terkait sehingga menimbulkan kesadaran akan upaya pencegahan Narkoba. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengisi kuesioner (tes angket). Pengabdian masyarakat ini melakukan pre-test dan post-test

    Peran Kader Kesling sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Dermatitis dengan Perbaikan Kualitas Air Sumur Bor

    Full text link
    Abstract Clean water is one of the basic needs for human life. The results of the examination of the quality of borehole water in Moncong Loe Village obtained the level of sulfate (SO4) The level of sulfate (SO4) has exceeded the quality standard as clean water which is 400 mg / l and as drinking water is 250 mg / liter. While dermatitis cases in the area reached 65.6%.  The objectives of this service are: Improving the quality of borehole water in Pamanjengan hamlet, Maros Regency: Increase ownership of healthy water, increase understanding of water purification techniques at the household level, reduce dermatitis cases due to decreased borehole water quality. The solutions offered in this service activity are 1. Conducting knowledge transfer education related to healthy latrines according to the functions and benefits for environmental health and the practice of making septi tanks and pilot healthy latrines 2. Conducting knowledge transfer education related to water purification methods The results of the service showed that there was an increase in the knowledge of the partners from the pre-test activity in the sufficient category (83.3%) while for the post-test it increased to 88.6%. There was an increase in the attitude of the partners from the pre-test activity in the moderate category (80%) while for the post test it increased to 86.6%.There was an increase in the actions of kesling cadres from the pre-test activity in the moderate category (79.8%) while for the post test it increased to 85.6%.   Abstrak Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Hasil pemeriksaan kualitas air sumur bor di Desa Moncongloe diperoleh kadar sulfat (SO4) Kadar sulfat (SO4) tersebut telah melebihi baku mutu sebagai air bersih yaitu 400 mg/l dan sebagai air minum yaitu 250 mg/liter. Sedangkan kasus dermatitis diwilayah tersebut mencapai 65,6%. Tujuan pengabdian ini adalah: meningkatkan capaian Kualitas air sumur bor di dusun Pamanjengan Kab maros: Meningkatkan kepemilikan air yang sehat, meningkatkan pemahaman tentang teknik penjernihan air ditingkat rumah tangga, menurunkan kakuss dermatitis akibat penurunan kualitas air sumur bor. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah 1. Melakukan edukasi transfer pengetahuan terkait Jamban sehat sesuai fungsi dan manfaat bagi kesehatan lingkungan serta praktek pembuatan septi tank dam jamban sehat percontohan 2. Melakukan edukasi transfer pengetahuan terkait metode penjernihan air Hasil pengbdian menunjukkan Terjadi peningkatan pengetahuan para mitra dari kegiatan pre test kategori cukup (83,3%) sedangkan untuk post test meningkat menjadi 88,6%. Terjadi peningkatan sikap para mitra dari kegiatan pre test kategori cukup (80%) sedangkan untuk post test meningkat menjadi 86,6%.Terjadi peningkatan tindakan kader kesling dari kegiatan pre test kategori cukup (79,8%) sedangkan untuk post test meningkat menjadi 85,6%

    Pengenalan Proses Pengolahan Air Minum di Pondok Pesantren Darul Muttaqin, Kota Batu, Jawa Timur

    Full text link
    Pondok Pesantren Darul Muttaqin, located in Batu City, East Java, is an Islamic boarding school with a mission to provide non-profit education services. The current number of students is 63, with predictions for an increase in the coming years. This growth in student numbers will impact the increasing demand for drinking water that the boarding school must supply. The current situation shows that the drinking water supply capacity is insufficient for the number of students and staff. Additionally, relying on gallon water providers incurs high costs, traditional methods require significant energy and time, and the quality of the water produced is still inadequate, posing a health risk. Based on an analysis of the partner’s situation and conditions, this community service initiative aims to provide training through technology transfer on drinking water treatment to the students and staff of Pondok Pesantren Darul Muttaqin. The community service activities include delivering materials on drinking water quality, introducing the reverse osmosis system for water treatment, practical sessions on using reverse osmosis equipment, and monitoring. The success of this initiative is measured through partner satisfaction surveys, where 43% of respondents agreed, and 15% strongly agreed with the benefits of the activity.   Abstrak Pondok Pesantren Darul Muttaqin yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur merupakan pesantren yang memiliki misi memberikan layanan pendidikan non-profit. Santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin berjumlah 63 santri, yang mana jumlah ini diprediksi akan bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Penambahan jumlah santri ini akan berdampak pada meningkatnya jumlah air minum yang harus disediakan oleh pihak pondok pesantren. Kondisi yang terjadi yaitu kapasitas penyediaan air minum tidak sebanding dengan jumlah santri dan staf pondok pesantren, biaya yang tinggi jika ingin menggunakan jasa penyedia air galon, banyaknya tenaga dan waktu yang dibutuhkan jika menggunakan metode tradisional serta kualitas air yang dihasilkan masih belum baik sehingga beresiko menimbulkan penyakit. Berdasarkan analisis situasi dan kondisi mitra, maka pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan melalui transfer teknologi tentang pengenalan pengolahan air minum kepada santri dan staf Pondok Pesantren Darul Muttaqin. Pelaksanaan pengabdian meliputi pemberian materi tentang kualitas air minum, proses pengolahan air minum dengan sistem reverse osmosis, praktik langsung penggunaan alat reverse osmosis dan monitoring. Ketercapaian pelaksanaan pengabdian ini dilihat dari kepuasan mitra melalui kuesioner yaitu rata-rata tingkat kepuasan mitra menunjukkan bahwa 43% menjawab setuju dan 15% menjawab sangat setuju terhadap kebermanfaatan kegiatan ini

    Penyuluhan Kesehatan tentang Minum Herbal Jahe Merah untuk Meningkatkan Kesehatan

    Full text link
    Health education about the habit of drinking red ginger herbal medicine is relevant considering that modern society tends to face stress and unhealthy lifestyles. By understanding the benefits of ginger, it is hoped that people can integrate red ginger drinks into their daily lifestyle. Through this health education, it is hoped that this can be a real step in increasing public awareness of the importance of adopting the habit of drinking red ginger herbal medicine as an integral part of efforts to prevent disease and maintain health. Health education activities regarding the habit of drinking red ginger herbal medicine to improve health will be carried out in November 2023 in the community of Kolongan Village, Central Tomohon District, Tomohon City using a partnership method with the community. The service team provides education about the benefits of drinking red ginger herbal habits to improve health. Total participants were 50 people. After the evaluation was carried out, the majority of community members understood the benefits of red ginger for health and were able to process red ginger as a herbal medicine to treat disease and improve health, and the majority of community members who had gardens at home had planted red ginger. The results of this community service increase residents' knowledge and understanding about the habit of drinking red ginger herbal medicine to improve health, and people use their yards at home to plant red ginger.   Abstrak Penyuluhan kesehatan tentang kebiasaan minum herbal jahe merah menjadi relevan mengingat masyarakat modern cenderung menghadapi tekanan dan pola hidup yang kurang sehat. Dengan memahami manfaat jahe, diharapkan masyarakat dapat mengintegrasikan minuman jahe merah ke dalam gaya hidup sehari-hari. Melalui penyuluhan kesehatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengadopsi kebiasaan minum herbal jahe merah sebagai bagian integral dari upaya pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan. Kegiatan penyuluhan kesehatan tentang kebiasaan minum herbal jahe merah untuk meningkatkan kesehatan dilaksanakan pada bulan November 2023 pada masyarakat Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon dengan metode kemitraan dengan masyarakat. Tim pengabdi melakukan penyuluhan tentang manfaat kebiasaan minum herbal jahe merah untuk meningkatkan kesehatan. Total peserta 50 orang. Setelah dilakukan evaluasi, mayoritas warga masyarakat telah memahami manfaat jahe merah bagi kesehatan dan dapat mengolah jahe merah sebagai herbal untuk mengobati penyakit maupun untuk meningkatkan kesehatan, serta mayoritas warga masyarakat yang memiliki pekarangan di rumah telah menanam jahe merah. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga tentang kebiasaan minum herbal jahe merah untuk meningkatkan kesehatan, serta masyarakat memanfaatkan pekarangan di rumah untuk menanam jahe merah

    Pelatihan Pengolahan Panganan Berbasis Diet GFCF sebagai Intervensi Anak ASD Untuk Peserta Didik Program Keahlian Pekerjaan Sosial di SMK Negeri 2 Malang

    Full text link
    Autism Spectrum Disorder (ASD) is a developmental disorder affecting social interaction, communication, and behavior. One of the interventions for children with ASD is a Gluten-Free Casein-Free (GFCF) diet. However, implementing the GFCF diet is often challenging due to a lack of understanding and skills in preparing appropriate food. This study aims to provide training on GFCF-based food processing for students of the Social Work Program at SMK Negeri 2 Malang, using a pretest-posttest one-group design to evaluate the effectiveness of the training. A total of 12 students participated in the training, and data analysis showed a significant increase in knowledge, with an average pretest score of 74.92 and a posttest score of 89.17. The t-test results also indicated a significant difference between pretest and posttest scores (p = 0.003). In addition, satisfaction surveys revealed that participants were satisfied with the materials and facilitators, and were motivated to apply the acquired knowledge in social work practice and entrepreneurship in GFCF-based food processing. This training was deemed effective in improving participants' knowledge and skills regarding the GFCF diet for children with ASD.   Abstrak Gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD) adalah gangguan perkembangan yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku. Salah satu intervensi yang digunakan untuk anak dengan ASD adalah diet bebas gluten dan kasein (Gluten-Free Casein-Free/GFCF). Namun, penerapan diet GFCF seringkali menjadi tantangan karena kurangnya pemahaman dan keterampilan dalam pengolahan panganan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengolahan panganan berbasis diet GFCF kepada peserta didik Program Keahlian Pekerjaan Sosial di SMK Negeri 2 Malang, dengan menggunakan metode pretest-posttest one-group design untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan. Sebanyak 12 peserta didik mengikuti pelatihan ini, dan hasil analisis data menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan rata-rata skor pretest sebesar 74,92 dan posttest sebesar 89,17. Hasil uji-t juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest (p = 0.003). Selain itu, survei kepuasan menunjukkan bahwa peserta merasa puas dengan materi dan fasilitator, serta termotivasi untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik pekerjaan sosial dan kewirausahaan di bidang pengolahan panganan berbasis diet GFCF. Pelatihan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai diet GFCF untuk anak ASD

    Pengenalan Huruf Anak Usia Dini Melalui Metode Intervensi Tadika Ceria

    Full text link
    This study aims to address the difficulties in letter recognition and enhance the confidence of students aged 3-5 years at TK/KB Al-Ikhlas Surabaya through the "Tadika Ceria" program. This program combines letter games and storytelling to improve students' skills. The research method includes an initial assessment with observations and interviews, followed by the implementation of "Tadika Ceria" over two sessions. The results show an increase in students' ability to recognize letters and their confidence. The assessment and program success indicators demonstrate the effectiveness of "Tadika Ceria." The conclusion highlights the potential of creative and play-based learning methods to improve the effectiveness of letter learning in early childhood education. This program is relevant as an innovation to address the challenges of letter recognition and confidence in kindergarten children. This study contributes to the understanding of learning methods that can be applied in early childhood education.   Abstrak Penelitian ini bertujuan mengatasi kesulitan pengenalan huruf dan meningkatkan kepercayaan diri siswa TK/KB Al-Ikhlas Surabaya usia 3-5 tahun melalui program "Tadika Ceria." Program ini menggabungkan permainan huruf dan bercerita untuk meningkatkan keterampilan siswa. Metode penelitian mencakup asesmen awal dengan observasi dan wawancara, diikuti oleh implementasi "Tadika Ceria" selama dua sesi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan mengenal huruf dan kepercayaan diri siswa. Asesmen dan indikator keberhasilan program membuktikan efektivitas "Tadika Ceria." Kesimpulan menyoroti potensi metode pembelajaran kreatif dan bermain dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran huruf pada anak usia dini. Program ini relevan sebagai inovasi untuk mengatasi tantangan pengenalan huruf dan kepercayaan diri anak TK. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman metode pembelajaran yang dapat diterapkan di pendidikan anak usia dini

    Use of Google Sites as A Web-Based Learning Media in Physics Learning for High School Teachers in Langsa City

    Full text link
    Differentiated learning is a key component of the Merdeka Curriculum, which emphasizes the need for media that supports students in learning according to their individual characteristics and pace. As a result, teachers must develop suitable learning media. Platforms like Google Sites offer a free and accessible way for teachers to create materials and assessments that students can access anytime. Therefore, teacher training in using Google Sites to create web-based learning media is essential to support differentiated learning in the Merdeka Curriculum. The training was held at Muhammadiyah High School in Langsa City and was attended by 25 Physics teachers who were members of the Langsa City Physics Teachers Organization (MGMP). The effectiveness of the training was measured using a participant response questionnaire with a total of 14 statements, which included indicators of knowledge, skills, attitudes, and perceptions. The results of the training showed that teachers were satisfied, and there was an increase in teachers' knowledge, skills, and attitudes in using Google Sites as a web-based physics learning media. Teachers expressed optimism about using Google Sites as a tool that can facilitate student learning according to individual preferences

    276

    full texts

    286

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sarwahita
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇