Sarwahita
Not a member yet
286 research outputs found
Sort by
Psikoedukasi: Stop Kekerasan Seksual pada Anak, kepada Guru dan Orang Tua di Majelis Taklim Elhamidy Bakalan Beji Pasuruan
Majelis Taklim Elhamidy is a religious educational institution located in Kelurahan Pagak, Beji District, Pasuruan Regency, East Java. The teachers and parents at this institution have never received counseling on the prevention of sexual violence against children. This knowledge is very important, especially considering that recently, child sexual abuse and violence can occur anywhere and at any time. The psychoeducation program " Stop Sexual Violence Against Children" aims to increase the knowledge and understanding of parents and teachers in the Majelis Taklim Elhamidy environment regarding child sexual abuse so that efforts can be made to prevent it. The program was conducted in five stages, involving 30 participants. First, a pretest was administered to measure the participants' knowledge before the material was presented. Second, the material was presented, followed by a discussion. Third, participants engaged in material enrichment. Fourth, a posttest was conducted to measure the increase in participants' knowledge after the material was presented. Fifth, a comparative analysis was conducted between the pretest and posttest results to measure the increase in knowledge using the Wilcoxon test. The analysis results showed a significant increase (p < 0.05) in the knowledge of parents and teachers. This indicates that the program was quite effective in increasing the knowledge and understanding of parents and teachers in the Majelis Taklim Elhamidy environment regarding child sexual abuse.
Abstrak
Majelis Taklim Elhamidy adalah lembaga pendidikan keagamaan yang terletak di Kelurahan Pagak, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Guru-guru dan orang tua murid di lembaga tersebut belum pernah mendapat penyuluhan tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak. Padahal, pengetahuan ini amat penting mengingat belakangan ini pelecehan maupun kekerasan seksual pada anak, dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Program psikoedukasi "Stop Kekerasan Seksual Pada Anak" ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada orang tua dan guru di lingkungan Majelis Taklim Elhamidy, tentang pelecehan seksual pada anak sehingga dapat dilakukan upaya untuk pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan dalam lima tahap yang diikuti oleh 30 orang peserta. Pertama, dilakukan pretes untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum materi diberikan. Kedua, pemaparan materi yang dilanjutkan dengan diskusi. Ketiga, peserta melaksanakan pengayaan materi. Keempat dilakukan postes untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah materi diberikan. Kelima, dilakukan analisis perbandingan antara hasil pretes dan postes untuk mengukur peningkatan pengetahuan dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan (p < 0.05) dalam pengetahuan orang tua dan guru. Artinya, kegiatan ini cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua dan guru di lingkungan Majelis Taklim Elhamidy tentang pelecehan seksual pada anak
Penguatan Pemahaman Nutrisi yang Tepat untuk Fungsi Kognitif pada Anak Sekolah Dasar di Bojongsari Kota Depok
Good nutrition is absorbed efficiently and optimizes children's brain and cognitive development. Nutritional disorders in childhood can cause a decline in cognitive, motor, and language development abilities. The coverage of elementary schools of health services in Indonesia in 2021 is 57.5%, West Java Province is 56.9%, and Depok City is 40.37%. The purpose is to strengthen the understanding of proper nutrition for optimal cognitive function of students, to parents of SDN 04 Bojongsari students in Depok City. We invited 54 parents and 54 students to the events and determined the characteristics of respondents, parents’ knowledge of nutritional intake, and students' intelligence level. In parents, the level of knowledge was low by 41 people, and high knowledge by 13 people. The intelligence level of children in the superior category of 1 person, above the average of 6 people, an average of 29 people, below the average of 9 people, borderline 7 people, and intellectually deficient 2 people. Parents' knowledge is still lacking. Students in the superior category of 1 person, and most students in the average category indicate that there is a need for attention to students' nutritional intake to improve their level of intelligence. Regular follow-up of counseling activities needs to be carried out to monitor parents’ efforts in improving nutritional intake in children, providing food as lunch for elementary school children is a good idea for the continuation and maintenance of nutritional intake in children, cooperation between schools and health centers is needed to fulfill nutritional intake for improving students’ cognition or intelligence.
Abstrak
Status gizi yang baik apabila tubuh mendapatkan zat gizi lengkap dan dapat diserap secara efisien serta mengoptimalkan perkembangan otak dan kognitif anak-anak. Gangguan nutrisi pada masa anak-anak, dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, motorik, dan perkembangan bahasa. Cakupan SD/MI yang melakukan pelayanan kesehatan di Indonesia tahun 2021 57,5%, Provinsi Jawa Barat 56, 9 % Kota Depok 40,37%. Tujuan abdimas untuk melakukan penguatan pemahaman nutrisi yang tepat untuk fungsi kognitif optimal siswa, kepada orang tua siswa SDN 04 Bojongsari Kota Depok. Kami melibatkan 54 orang tua dan 54 siswa pada acara penyuluhan, kami menentukan tiga indikator yaitu karakteristik responden, gambaran pengetahuan terhadap asupan nutrisi serta tingkat kecerdasan siswa. Pada orang tua siswa tingkat pengetahuan rendah sebesar 41 orang (75,9%), pengetahuan tinggi 13 orang (24,1%). Pada tingkat kecerdasan anak kategori superior 1 orang, diatas rata-rata 6 orang, rata-rata 29 orang, dibawah rata-rata 9 orang, borderline 7 orang dan intellectual deficient 2 orang. Gambaran pengetahuan orang tua siswa terhadap permasalahan gizi masih kurang dalam hal asupan nutrisi dan tingkat kecerdasan anak. Siswa pada kategori superior 1 orang, dan paling banyak siswa pada kategori rata-rata. Gambaran pengetahuan orang tua siswa terhadap pemahaman dan pengetahuan masalah gizi untuk fungsi kognitif menunjukkan pengetahuan mereka masih lebih banyak pada tingkat rendah, dengan melakukan penyuluhan ini diharapkan pemahaman nutrisi yang tepat untuk fungsi kognitif anak yang dilakukan kepada orang tua diharapkan dapat lebih optimal. Tindak lanjut kegiatan penyuluhan secara berkala perlu dilakukan untuk memonitor upaya orang tua dalam perbaikan asupan gizi pada anak, penyediaan makanan sebagai makan siang anak SD merupakan ide bagus demi terlaksananya kelanjutan dan menjaga asupan gizi pada anak, perlu kerjasama antara sekolah dan puskesmas dalam upaya pemenuhan asupan gizi bagi peningkatan kognitif atau kecerdasan siswa
Englishpreneurship Program sebagai Upaya Pembelajaran Integeratif di Tingkat Sekolah Dasar
Continuous and impactful education is considered essential for the creation of the 2045 Golden Generation focused on quality education as one of the main pillars alongside economic equality and development. Educators with integrity and adequate competence in their respective fields and expertise are expected to produce a generation with outstanding potential, and capable of enhancing Indonesia's reputation on the international stage. The mismatch between competencies and the demands of Human Resources (HR) needs can significantly affect the quality of teaching. This Community Service Program is focused on achieving maximum results for students by enhancing the quality of educators to meet the Learning Achievement standards in the Independent Curriculum for English, Entrepreneurship, and Project Creative subjects through a training program titled "Young Learners Entrepreneurship" for elementary school teachers. A qualitative descriptive method is applied using interview techniques, classroom observations, and documentation to obtain primary data so that the program can have the greatest impact and benefit for the selected school partner. Hopefully, this community service's results can improve teachers' competencies and boost their confidence when teaching subjects beyond their expertise. This, in turn, allows the involvement of educational technology applications to continue in future service activities.
Abstrak
Pendidikan yang berkesinambungan dan berdampak mutlak diperlukan dalam rangka menuju terciptanya Generasi Emas 2045 yang menitikberatkan pada kualitas Pendidikan yang berkualitas ssebagai salah satu pilar utama disamping pemerataan ekonomi dan pembangunanKewirausahaan serta Project kreatif melalui suatu program pelatihan bertajuk Young Learners Entrepreneurship bagi guru Sekolah Dasar. Metode deskriptif kualitatif diaplikasikan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi kelas, dan dokumentasi guna mendapatkan data primer agar program tersebut dapat memberikan dampak dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi mitra terpilih. Diharapkan hasil dari pengabdian ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru serta meningkatkan rasa percaya diri ketika mengajarkan mata pelajaran diluar bidang kompetensi sehingga keterlibatan teknologi berupa aplikasi endidikan dapat dilanjutkan pada kegiatan pengabdian di masa mendatang
Potensi Teknologi Bersih Produk Perikanan sebagai Peningkatan Daya Saing Produk Mendukung Penanganan Stunting di Desa Teluk Pambang
This community empowerment activity aimed to enhance the competitiveness of local fishery products through clean production (zero waste) initiatives, producing food products to support the stunting prevention program in Teluk Pambang Village, Bantan Subdistrict, Bengkalis Regency, Riau Province. The community empowerment methods included socialization, counseling, training, and mentoring for village community groups (Posyandu cadres, PKK, and KURNIA MSMEs industry partners). Clean production was applied to various types of marine fish (mackerel, biang, and lomek), resulting in a range of food products that could be used to support the stunting prevention program. The implementation of the community empowerment activity, involving 35 participants, showed significant results in enhancing knowledge and skills in applying the clean production concept by creating various products such as fish cookies, fish amplang, fish skin crackers, fish nuggets, and fish balls. Continuous production was carried out by KURNIA MSMEs industry partners to support the stunting prevention program in Teluk Pambang Village, targeting children aged 3–8 years. The food products for the stunting prevention program included fish cookies, fish amplang, fish nuggets, and fish balls. The fishery products from this community empowerment activity were distributed to 15 children aged 3–8 years. The activity was conducted over eight weeks to monitor the growth in height, weight, and health changes in children through their appetite levels. The community service program's implementation, through the daily provision of various fishery products (fish cookies, fish amplang, fish nuggets, and fish balls), yielded very positive results, with significant improvements in height, weight, and increased appetite among the children. The fishery products from this community empowerment activity have the potential to be developed into added-value products and economic benefits for the community while also contributing to public health, particularly in supporting the stunting prevention program at the village, regional, and national levels.
Abstrak
Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk perikanan masyarakat melalui kegiatan produksi bersih (zero waste) menghasilkan produk pangan untuk mendukung program penanganan stunting di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Riau. Metode kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui aktivitas sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan serta pembinaan kepada kelompok masyarakat desa (kader posyandu, PKK, mitra industri UMKM KURNIA). Penerapan produksi bersih dilakukan terhadap jenis ikan laut (ikan tenggiri, biang dan lomek) menjadi beranekaragam produk pangan yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung program penanganan stunting. Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan jumlah peserta 35 orang menunjukkan hasil yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan konsep produksi bersih dengan membuat aneka ragam produk antara lain cookies ikan, amplang ikan, kerupuk kulit ikan, nugget ikan dan bola-bola ikan. Produksi secara kontinyu dilakukan oleh mitra industri UMKM KURNIA untuk dimanfaatkan dalam mendukung program penanganan stunting di Desa Teluk Pambang terhadap target sasaran penerapan pada anak-anak usia 3-8 tahun. Jenis produk pangan untuk penerapan penanganan stunting yang diberikan mencakup cookies ikan, amplang ikan, nugget ikan dan bola-bola ikan. Pemberian produk perikanan hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat terhadap anak-anak usia 3-8 tahun sebanyak 15 orang, kegiatan dilakukan selama 8 minggu untuk mengetahui perkembangan tinggi badan, berat badan dan perubahan kesehatan anak melalui tingkat selera makan anak-anak. Hasil kegiatan penerapan pengabdian masyarakat melalui pemberian paket produk perikanan setiap hari dengan jenis beragam (cookies, amplang, nugget, bola-bola ikan) memberikan hasil sangat baik terhadap hasil pengukuran kenaikan tinggi badan, berat badan dan tingkat selera makan anak-anak semakin tinggi. Produk perikanan hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dikembangkan menjadi nilai tambah produk dan nilai ekonomi masyarakat serta bermanfaat dalam menunjang kesehatan masyarakat diantaranya untuk mendukung program penanganan stunting bagi masyarakat desa, daerah dan nasional
Implementasi Kemala-Smart untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Posyandu
Posyandu is one of the social institutions that plays a role in the community participation approach in the health sector. The quality and effectiveness of Posyandu depend on the role of Posyandu cadres. Posyandu cadres of Kemala Bhayangkari still use a manual approach in collecting data on toddler development. Using manual methods creates the potential for data errors, loss of information, and difficulties in accessing data. Through the Community Service Program of 2023, the smart sensing device has been developed using sensors system that is integrated with the Internet of Things (IoT). Furthermore, there is a Posyandu service website containing information about available services and data on the growth and development of toddlers. The success of implementing activities is assessed by participants through a questionnaire. The results achieved from this program show that the quality of the device, website and database system is very good (96%); the system is able to improve the quality of posyandu services, especially in the context of recording and reporting growth and development data at Posyandu Kemala Bhayangkari Ciracas (93%); and the need for posyandu cadres assistance and continuity of activities (93%).
Abstrak
Posyandu merupakan salah satu pranata sosial yang berperan dalam pendekatan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan. Kualitas dan efektivitas Posyandu bergantung pada peran kader Posyandu. Kader Posyandu Kemala Bhayangkari masih menggunakan pendekatan manual dalam pendataan perkembangan balita. Penggunaan metode manual menimbulkan potensi kesalahan data, kehilangan informasi, dan kesulitan dalam mengakses data. Pada Program Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (PKM-KKN) tahun 2023, telah dikembangkan alat sensor cerdas menggunakan sistem sensor yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT). Selain itu, terdapat situs web layanan Posyandu berisi informasi seputar layanan yang tersedia dan data tumbuh kembang balita. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan dinilai oleh peserta melalui kuisioner. Hasil yang dicapai dari program ini menunjukan bahwa kualitas alat, situs web, dan sistem database yang dikembangkan sangat baik (96 %); sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan mutu layanan posyandu khususnya dalam rangka pencatatan dan pelaporan data tumbuh kembang di Posyandu Kemala Bhayangkari Ciracas (93 %); dan perlu adanya keberlanjutan kegiatan (93%)
Upaya Peningkatan Kemampuan Siswa SMK Negeri 3 Kendal Melalui Pelatihan Artificial Intelligence
The students of SMK Negeri 3 Kendal, especially the Software and Game Development (PPLG) competency, has not received knowledge related to artificial intelligence which is starting to be widely used in the world of work. The school wanted the student to have knowledge in artificial intelligence. The reason is that artificial intelligence has begun to be widely used in the world of work. To satisfiy the need, this community service proposed to increase the ability of students at SMK Negeri 3. In this community service, the discussed artificial intelligence would be centered on the Large Language Model (LLM). The community service was carried out using the method of raising awareness/increasing understanding of artificial intelligence issues. The training/increasing understanding activity itself is carried out in 4 stages, namely pre-test, presentation, practice and post-test. From the results of the presentation of presentation and practice, several weaknesses emerged. This is related to understanding how artificial intelligence works, the application of artificial intelligence and how to recognize artificial intelligence results. This community service activity conveys correct information regarding these matters. By comparing pre-test and post-test results, which has 8 questions, there is an increase of their knowledge with an average of 25%. The greatest increase in understanding occurred in the question ‘Does AI really understand what it is doing?’ which relates to understanding how artificial intelligence works. The increase in understanding on this question occurred by 50%.
Abstrak
Dalam kegiatannya, SMK Negeri 3 Kendal, utamanya kompetensi Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), belum mendapat pengetahuan terkait kecerdasan buatan yang mulai banyak digunakan dalam dunia kerja. Pihak sekolah memiliki keinginan agar par siswa dapat memiliki pengentahuan terkait kecerdasan buatan. Hal ini karena kecerdasan buatan sudah mulai banyak dimanfaatkan dalam dunia kerja. Pengabdian masyarakat ini mengusulkan peningkatan kemampuan para siswa SMK Negeri 3 Kendal untuk menjawab masalah yang telah dipaparkan. Secara khusus, pada pengabdian masyarakat ini, pengenalan kecerdasan buatan yang dimaksud akan berpusat pada bentuk Large Language Model (LLM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini dilakukan dengan metode penyadaran/peningkatan pemahaman terhadap masalah kecerdasan buatan. Kegiatan pelatihan/peningkatan pemahaman sendiri dilakukan dalam 4 tahap, yaitu pre-test, pemaparan/penyuluhan, praktek dan post-test. Dari hasil pemaparan materi dan praktek didapatkan bahwa terdapat beberapa kelemahan yang mengemuka. Hal ini terkait pemahaman cara kerja kecerdasan buatan, terapan kecerdasan buatan dan cara mengenali hasil kecerdasan buatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyampaikan informasi yang benar terkait hal-hal tersebut. Hasil dari pre-test dan post-test yang mencakup 8 poin, menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman dari peserta dengan rata-rata sebesar 25%. Peningkatan pemahaman terbesar terjadi pada pertanyaan tentang kebenaran bahwa AI memahami apa yang dilakukannya yang terkait pemahaman cara kerja kecerdasan buatan. Peningkatan pemahaman pada pertanyaan ini terjadi sebesar 50%
Psikoedukasi Psikologi Positif tentang Keseimbangan Waktu Antara Belajar dan Bermain dengan Menggunakan Konsep Leisure dan Flow pada Siswa SMP X di Tangerang
In navigating life, especially during adolescence, it is essential to maintain a balance between academic life and recreational activities. Students' recreational time should ideally involve meaningful, active pursuits to genuinely enhance their psychological well-being, rather than solely engaging in gadget use, which has become prevalent among students today, including those at SMP X. On the other part, to maximize academic performance, students require methods that enable them to fully focus on their studies. This psychoeducation program aims to provide students with both knowledge and motivation to understand and apply appropriate ways to engage in recreational activities using the concept of leisure from Positive Psychology, as well as strategies for achieving focused learning using the concept of flow, and guidance on balancing recreational and academic life. The psychoeducation method uses the presentation method, group interaction, and games. Psychoeducation is evaluated using a pre-test-post-test design evaluation. The results using Wilcoxon signed rank to assess the success of psychoeducation, as well as additional analysis from the descriptions of the participants' essay answers. This training program shows the results of increasing knowledge about leisure and flow, but still lack of participant’s knowledge to use both concept simultanously. However, this program has succeeded in getting affective reactions that show students' commitment to applying materials in their daily lives.
Abstrak
Dalam mengarungi kehidupan, khususnya pada masa remaja, penting untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan akademis dan aktivitas rekreasi. Waktu rekreasi siswa idealnya melibatkan kegiatan yang bermakna dan aktif untuk benar-benar meningkatkan kesejahteraan psikologisnya, tidak hanya sekedar menggunakan gadget yang sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan siswa saat ini, termasuk di SMP X. Sebaliknya, untuk memaksimalkan prestasi akademiknya, siswa membutuhkan metode yang memungkinkan mereka untuk fokus penuh pada studinya. Program psikoedukasi ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan motivasi untuk memahami dan menerapkan cara yang tepat dalam melakukan aktivitas rekreasi dengan menggunakan konsep waktu luang dari Psikologi Positif, serta strategi mencapai pembelajaran terfokus dengan menggunakan konsep aliran, dan bimbingan keseimbangan. . kehidupan rekreasi dan akademis. Metode psikoedukasi menggunakan metode presentasi, interaksi kelompok, dan permainan. Psikoedukasi dievaluasi menggunakan desain evaluasi pre-test-post-test. Hasilnya menggunakan Wilcoxon Signed Rank untuk menilai keberhasilan psikoedukasi, serta analisis tambahan terhadap deskripsi jawaban esai peserta. Program pelatihan ini menunjukkan hasil peningkatan pengetahuan tentang waktu senggang dan aliran, namun masih kurangnya pengetahuan peserta untuk menggunakan kedua konsep tersebut secara bersamaan. Namun program ini berhasil mendapatkan reaksi afektif yang menunjukkan komitmen siswa dalam menerapkan materi dalam kehidupan sehari-hari
Optimalisasi Kemampuan Menulis Artikel Berita Budaya pada Masyarakat Kampung Budaya di Petukangan
Kampung Budaya Petukangan is a tourism village in Jakarta. Unfortunately, the existence of this place is not well known by the public yet. Using the force of social media to make more people notice of this cultural place is considered the best low-cost activity. Nonetheless, the practitioners of Kampung Budaya Petukangan who are youth, considered relatively unskillful in writing articles, particularly about cultural news. Aware of this problem, we come into solution by organizing a training for practitioners to enhance their skills on how to write cultural news in three stages: pre-training (observation and training preparation), training (theory and practice of writing cultural news), and post-training (evaluation). As the outcome of this training, 20 cultural news articles were written by the practitioners where the writing process was assisted by academics and journalistic practitioners. The final product of the training is a collection of cultural articles that can be disseminated in various mass media. Journalism training is an effective strategy to increase the writing skills of the community of cultural practitioners in Petukangan so that in the near future, Kampung Budaya Petukangan can be more popular and publicly well known.
Abstrak
Kampung Budaya Petukangan adalah sebuah destinasi desa wisata di Jakarta. Sayangnya keberadaan tempat ini kurang dikenal oleh masyarakat. Menggunakan kekuatan media sosial untuk membuat orang lebih menyadari keberadaan tempat budaya ini merupakan aktivitas terbaik yang berbiaya rendah. Namun demikian, praktisi Kampung Budaya Petukangan yang masih remaja belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menulis artikel, khususnya artikel mengenai berita kebudayaan. Memahami permasalahan ini, kami memberikan solusi dengan mengadakan pelatihan untuk para praktisi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis berita kebudayaan. Pelatihan yang diselenggarakan terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap prapelatihan (observasi dan persiapan pelatihan), tahap pelatihan (teori dan praktek menulis berita kebudayaan), tahap pascapelatihan (evaluasi). Luaran dari kegiatan pelatihan ini berupa 20 artikel berita budaya yang ditulis oleh praktisi dimana dalam proses penulisannya dilakukan secara terbimbing oleh praktisi akademisi dan jurnalis. Produk akhir kegiatan ini berupa kumpulan berita budaya yang bisa didiseminasikan di berbagai media massa. Pelatihan jurnalistik merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis komunitas praktisi Kampung Budaya Petukangan. Dengan diadakannya kegiatan ini, Kampung Budaya Petukangan diharapkan bisa menjadi lebih populer dan dikenal luas dalam waktu dekat
Cintadiri.Id : Pencegahan dan Penanganan Self-Harm Berbasis Sistem Informasi
Non-suicidal self-injury (NSSI) or self-harm is on the rise among Indonesian adolescents. As digital natives, they often turn to the internet for information, including mental health support. To address this issue, a team from the Faculty of Psychology and Informatics Engineering at Universitas Pancasila developed cintadiri.id, an information system designed to prevent and handle self-harm. The website offers a range of features, including psychoeducational articles, relaxation videos, a journaling tool, and consultations with psychologists. To evaluate the website's effectiveness, a survey was conducted among 30 participants aged 17-21. There are five questions given, such as "how attractive the design is", "how useful the website is", "how helpful". The results obtained an average value of 3.73 (scale 1-5) for all answers. This shows that the cintadiri.id website is feasible as a website that has the potential to prevent and handle self-harm. The development of this website and research on the use of websites as a tool to help handle self-are needed.
Abstrak
Perilaku melukai diri sendiri tanpa intensi untuk bunuh diri, yang dikenal dengan istilah self-harm semakin marak dilakukan di Indonesia, khususnya oleh remaja. Remaja saat ini merupakan digital native yang banyak mencari informasi di internet, termasuk mencari bantuan psikologis terkait masalah yang sedang mereka hadapi. Maka dibutuhkan suatu sistem informasi untuk membantu pencegahan dan penanganan self-harm yang dilakukan oleh remaja. Kebutuhan akan hal tersebut dapat dipenuhi dengan pembuatan website yang dilakukan oleh tim dari Fakultas Psikologi dan Teknik Informatika Universitas Pancasila. Website untuk mencegah dan menangani self-harm yang dibuat dinamakan cintadiri.id yang merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan jenis psikoedukasi secara online dan bersifat tetap. Pada website ini terdapat berbagai fitur, yaitu artikel psikoedukasi untuk mencegah self-harm, video relaksasi pernapasan untuk membantu pengguna menstabilkan emosi ketika merasakan emosi negatif berlebihan akibat peristiwa yang dihadapi, fitur journaling dan fitur bantuan layanan konsultasi psikologis dari Universitas Pancasila. Untuk mengetahui apakah website cintadiri.id memiliki kelayakan sebagai sistem informasi untuk mencegah dan menangani self-harm, maka dilakukan pengambilan data kepada 30 orang partisipan dengan rentang usia 17-21 tahun. Ada lima pertanyaan yang diberikan, seperti “seberapa menarik desainnya”, “seberapa berguna webnya”, “seberapa membantu”. Hasil diperoleh nilai rata-rata 3,73 (skala 1-5) untuk semua jawaban. Hal ini menunjukkan bahwa web cintadiri.id layak sebagai web yang berpotensi dapat mencegah dan menangani self-harm. Adapun pengembangan terhadap website ini masih terus dilakukan dan penelitian penggunaan website sebagai alat membantu penanganan self-harm masih perlu dilakukan
Pelatihan Perencanaan Keuangan Digital: Meningkatkan Literasi di SMK Negeri 1 Karang Tengah
This study focuses on financial literacy training using the financial planning application aturduit.id for teachers, staff, and students at SMK Negeri 1 Karang Tengah, Cianjur, West Java. The objectives were to improve understanding and effective financial management, support entrepreneurial aspirations, and develop financial record-keeping skills. The training method was conducted online via Zoom in July 2023 with the participation of 54 participants. The materials presented included the basics of financial literacy and digital finance. As a result, participants showed an increased understanding of financial concepts, average daily use of financial technology in teachers, staff and students by 27%, and skills in accurate financial recording in teachers, staff and students by 26% on average. The implications of this training indicate that the adoption of the aturduit.id application contributes significantly to improving financial literacy. It is recommended to continue similar training and conduct long-term impact evaluation to strengthen financial literacy and support better financial goals
Abstrak
Studi ini fokus pada pelatihan literasi keuangan menggunakan aplikasi perencanaan keuangan aturduit.id untuk guru, staf, dan siswa di SMK Negeri 1 Karang Tengah, Cianjur, Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengelolaan keuangan yang efektif, mendukung aspirasi kewirausahaan, dan mengembangkan keterampilan pencatatan keuangan. Metode pelatihan dilaksanakan secara daring via Zoom pada Juli 2023 dengan partisipasi 54 peserta. Materi yang disajikan meliputi dasar-dasar literasi keuangan dan keuangan digital. Hasilnya, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang konsep keuangan, penggunaan teknologi keuangan sehari-hari rata-rata pada guru, staf dan siswa sebesar 27%, dan keterampilan dalam pencatatan keuangan yang akurat pada guru, staf dan siswa rata-rata sebesar 26 %. Implikasi dari pelatihan ini mengindikasikan bahwa adopsi aplikasi aturduit.id berkontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi keuangan. Disarankan untuk melanjutkan pelatihan serupa dan melakukan evaluasi dampak jangka panjang untuk memperkuat literasi keuangan dan mendukung tujuan keuangan yang lebih baik