Sarwahita
Not a member yet
286 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN PROMOSI MELALUI PELATIHAN DESAIN PROMOSI BERBASIS TEKNOLOGI QR-CODE
Information and communication technology (ICT) contributes significantly to the optimization of the promotional design. QR-Code is one of the technologies that can improve promotional media to be more informative and interactive, especially visual media. The various information embedded in the QR-Code can provide varied impressions to the user. On many occasions, QR-Code can even direct to transactions. This advantage is packaged in a simple appearance because it is a one-dimensional to two-dimensional development of barcodes. These characteristics make QR-Code as a designing promotional media technology that every business actor must mastering. This paper describes the training conducted to improve promotional design skills that are integrated with QR-Code technology. The training is carried out in collaboration with Rumah Siap Kerja, through the video conference platform. The training results show an increase in knowledge and skills in integrating QR-Code technology into promotional media.
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkontribusi besar dalam optimasi desain promosi. QR-Code menjadi salah satu pilihan teknologi yang mampu meningkatkan media promosi menjadi lebih informatif dan interaktif, terutama media promosi jenis visual. Berbagai informasi yang ditanamkan dalam QR-Code dapat memberikan impresi yang bervariatif kepada pengguna. Dalam banyak kesempatan, QR-Code bahkan dapat mengarahkan terjadinya transaksi. Keunggulan ini dikemas dalam tampilan yang sederhana karena pada dasarnya merupakan pengembangan barcode satu dimensi ke dua dimensi. Karakteristik ini menjadikan QR-Code sebagai teknologi yang wajib dikuasai oleh setiap pelaku usaha dalam mendesain media promosi. Makalah ini memaparkan pelatihan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan desain promosi yang terintegrasi dengan teknologi QR-Code. Pelatihan dilaksanakan atas kerjasama dengan Rumah Siap Kerja secara daring melalui platform video conferences. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi QR-Code ke dalam media promosi
Program Penerapan Teknologi Tepat Guna Implementasi ASTER (Alat Silase Terkompartemen) untuk Peternak Domba di Wilayah Kadudampit Kabupaten Sukabumi
Abstract
The application of Appropriate Technology to the Community was carried out in Kadudampit District, Sukabumi Regency, West Java Province. As the sub-district mapped to be one of the centers of sheep farmers by the Sukabumi Regency government, the farmers have problems with the availability of fresh forage which is limited during the dry season. They also do not have the ability to make silage and design silage tools that are truly effective and efficient. The aim of this program is to provide information and skills to the sheep breeders group about silage feed technology, design and use of the Compartment Silage Tool (ASTER). This program is carried out through seven stages, including: 1) Activity Socialization; 2) Design of the Compartment Silage Tool Implementation; 3) Assembling the Compartment Silage Tool; 4) Compartment Silage Tool Operation Test; 5) Operational Assistance and Completion of the Compartment Silage Tool; 6) Application and grant of Compartment Silage Tool; and 7) the monitoring and evaluation stage, aims to see the progress and achievements of each stage of the program so that all programs can be carried out according to the objectives.
Abstrak
Penerapan Teknologi Tepat Guna Kepada Masyarakat ini dilakukan di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Sebagai kecamatan yang dipetakan menjadi salah satu sentra peternak domba oleh pemerintah Kabupaten Sukabumi, para peternaknya memiliki masalah akan ketersediaan pakan hijauan segar yang terbatas pada saat musim kemarau. Mereka juga tidak memiliki kemampuan membuat silase serta merancang alat silase yang benar-benar efektif dan efisien. Tujuan dari program Penerapan Teknologi Tepat Guna Kepada Masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi dan keterampilan kepada kelompok peternak domba tentang teknologi pakan silase, perancangan dan penggunaan Alat Silase Terkompartemen (ASTER). Program ini dilakukan melalui tujuh tahap, antara lain: 1) Sosialisasi Kegiatan; 2) Perancangan Implementasi Alat Silase Terkompartemen; 3) Perakitan Alat Silase Terkompartemen; 4) Uji Operasi Alat Silase Terkompartemen; 5) Pendampingan Operasional dan Penyempurnaan Alat Silase Terkompartemen; 6) Penerapan dan menghibahkan Alat Silase Terkompartemen; dan 7) tahap monitoring dan evaluasi, bertujuan melihat progres dan capaian setiap tahapan program ini agar seluruh program dapat terlaksana sesuai tujuan. 
PENINGKATAN KOMPETENSI PENELITIAN TINDAKAN KELAS MELALUI METODE PELATIHAN, PENERAPAN DAN PENDAMPINGAN BAGI GURU SEKOLAH SATU ATAP WASUR DI KABUPATEN MERAUKE
Kebutuhan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) harus sudah di lakukan oleh seorang guru guna mengevaluasi dan mencari solusi guna mencapai pembelajaran yang efektif. Guna mendukung program penelitian bagi guru-guru, maka diselenggarakan kegiatan pengabdian ini. Melalui pengabdian ini bertujuan untuk menambah pemahaman, kemampuan keterampilan profesional seorang guru. Metode dalam pengabdian ini melalui tiga tahap kegiatan yaitu pelatihan, penerapan dan pendampingan. Masing-masing program dilaksnakan secara berurutan dengan mengedepankan pemahaman guru-guru. Kegiatan ini terlaksana di Sekolah Menengah Terintegrasi Satu Atap Wasur di Kabupaten Merauke. Proses pelatihan dilakukan melalui kegiatan pemberian materi teori didalam kelas, metode penerapan langsung aiajarkan menulis di komputer menggunakan lab. Komputer sekolah dan pendampingan dilakukan proses revisi penelitian jika proposal hasil kerja sudah selesai dikerjakan. Hasil dari pengabdian ini sangat memberikan tambahan dan penyegaran ilmu kepada guru-guru, hal ini disampaikan bahwa materi PTK masih banyak guru yang belum memahami sebelum diadakan pelatihan ini. Akan tetapi setelah mengikuti kegiatan ini banyak ide yang muncul dan sudah bisa membuat alur penelitian tindakan kelas. Berdasarkan data pretest dan postest terdapat peningkatan pemahaman guru yang signifikan. Kegiatan pengabdian ini sukses terselanggara dengan dukungan dari fihak sekolah sebagai mitra
PENYULUHAN FAMILY LITERACY UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA PADA MASYARAKAT WILAYAH CANDI BATUJAYA KARAWANG: PENYULUHAN FAMILY LITERACY UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA PADA MASYARAKAT WILAYAH CANDI BATUJAYA KARAWANG
Abstrak:
Candi Batujaya yang berlokasi di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang merupakan wilayah pariwisata dengan objek wisata utama yaitu Candi Batujaya. Namun perkembangan pariwisata dan desa wisata belum efektif dan massif dikunjungi oleh wisatawan. Salah satu faktor penyebabnya ialah rendahnya literasi budaya dari masyarakat setempat sebagai content knowledge. Untuk meningkatkan literasi budaya, diperlukan intervensi literasi dalam keluarga yang dikenal dengan istilah literasi budaya. Atas dasar itu dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Penyuluhan Family Literacy Sebagai Stimulasi Untuk Meningkatkan Literasi Budaya Pada Masyarakat Wilayah Candi Batujaya Karawangâ€. Kegiatan dari mulai persiapan, pelaskanaan dan evaluasi dilaksanakan selama empat bulan terhitung mulai Agustus s.d November 2015. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 3 Oktober 2018 bertempat di aula Museum Candi Batujaya Kabupaten Karawang, diikuti oleh 30 orang orang tua (ibu-ibu) yang memilki anak usia PAUD, TK dan SD serta 5 orang tenaga relawan. Materi pelatihan terdiri dari: (1) literasi keluarga, yang mencakup pengertian literasi keluarga, bentuk literasi keluarga, urgensi literasi keluarga, manfaat pembinaan literasi dalam keluarga dan ruang lingkup literasi keluarga; dan (2) literasi budaya, yang mencakup pengertian literasi budaya, bentuk literasi budaya, urgensi literasi budaya, manfaat pembinaan literasi budaya dalam keluarga dan ruang lingkup literasi budaya. Hasil pelatihan diketahui bahwa peserta pelatihan menguasai materi pelatihan yang telah disampaikan.
Abstract:
Batujaya Temple which located in Segaran Village, Batujaya Subdistrict, Karawang Regency is a tourism area with the main tourism object, Batujaya Temple. But the development of tourism and tourist villages has not been effective and massive visited by tourists. One of the contributing factors is the low cultural literacy of the local community as content knowledge. To improve cultural literacy, literacy interventions in the family are needed known as cultural literacy. Based on that, community service activities were carried out with the title "Extension of Family Literacy as a Stimulation to Increase Cultural Literacy in the Batujaya Temple Karawang Region Community". The activities starting from preparation, training and evaluation were carried out for four months starting from August to November 2015. The activity was held on Saturday, October 3, 2018 in the hall of Batujaya Temple Museum, Karawang Regency, attended by 30 parents (mothers) who having PAUD, kindergarten and elementary school children and 5 volunteers. The training material consists of: (1) family literacy, which includes the notion of family literacy, forms of family literacy, the urgency of family literacy, the benefits of literacy development in the family and the scope of family literacy; and (2) cultural literacy, which includes the notion of cultural literacy, forms of cultural literacy, the urgency of cultural literacy, the benefits of fostering cultural literacy in the family and the scope of cultural literacy. The training results revealed that training participants mastered the training material that had been delivered
PELATIHAN MYOB ACCOUNTING VERSION 19 PADA HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI
Era revolusi industri membawa dampak perusahaan yang sangat besar pada lini bisnis di berbagai belahan dunia. Hal ini mengakibatkan perkembangan akuntansi yang semakin kompleks dan pesat. Proses pembuatan laporan keuangan dari proses tradisional beralih ke sistem komputerisasi yang semakin terintegrasi. Untuk menyeleraskan kompetensi lulusan dengan perkembangan teknologi akuntansi yang semakin canggih, dilakukan kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi MYOB Accounting version 19. Aplikasi MYOB Accounting version 19 dipilih karena memadukan kemampuan akuntansi dasar, aplikasi komputer serta pemahaman bahasa inggris yang memadai seuai dengan kebutuhan kompetensi global
ART THERAPY BENCANA SEBAGAI UPAYA PENANGANAN TRAUMA ANAK PASCA GEMPA LOMBOK
This activity aims to treat psychologically the victims of earthquakes in Lombok which occurred in mid-2018. The targets were chosen based on the location of the earthquake affected in severe status, namely in SDN 1 Sembalun. Children become important victims to be given care so as not to experience prolonged trauma. Art Therapy is the right method to be applied to children. The disaster art therapy carried out in this activity is, (1) Free drawing on the clouds. (2) Drawing feelings. (3) Free writing techniques. (4) Free storytelling techniques. Based on the results of the evaluation of activities it was found that children became calmer. It is expected that through this activity elementary teachers are able to have skills in overcoming students' anxiety and trauma in the event of aftershocks. First, post-earthquake trauma in children is easy to return to if aftershocks occur. Secondly, a continuous psychological assistance program is needed from all teachers and the community. Third, it is necessary to improve physical facilities and play environments in the community and schools
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK BAHAN ALAM UNTUK PERAWATAN KULIT PADA PESERTA PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B SMPN 138 JAKARTA
Abstract
Non-formal education of equality education package B in SMP Negeri 138 is organized to meet the learning needs of the community provided and managed by the community in the context of community empowerment in accordance with economic, social and cultural potential, and the natural environment. This training implementation method is 1) Identifies Partner's Problems 2) Troubleshooting 3) Training Implementation 4) Monitoring and Evaluation 5) Output. Implementation begins with the help of knowledge and demonstrations and in the process are guided. Then the participants get to make a bridal scrub by actually producing the following values: from 31 participants who showed very good performance as many as 5 people with a value of 8 with a percentage of 22%, then those who asked for a proposal well 3 people with a value of 7 with a percentage value of 12%, the third criterion is quite good obtained a value of 6 as many as 15 people with a percentage value of 66%. If seen from the results above, the average value of the participants is quite good. This training is about training to provide knowledge about natural ingredients that can be used as skin care and training in making skin care skills. It is hoped that after participating in community service activities, students can make their own skin care cosmetics that are good for themselves and for sale so they can increase family enrichment.
Abstrak
Pendidikan nonformal pendidikan kesetaraan paket B di SMP Negeri 138 diselenggarakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan belajar masyarakat yang didirikan dan dikelola oleh masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat setempat sesuai dengan potensi ekonomi, sosial dan budaya, serta lingkungan alam. Metode pelakasanaan pelatihan ini ialah 1)Mengidentifikasi Masalah Mitra 2)Pemecahan Masalah 3)Pelaksanaan Pelatihan 4)Monitoring dan Evaluasi 5)Luaran. Pelaksanaan diawali dengan pemberian pengetahuan dan demonstrasi serta dalam pengerjaannya dibimbing. Kemudian peserta diminta untuk membuat lulur pengantin dengan benar sehingga menghasilkan nilai sebagai berikut: dari 31 peserta yang menunjukan kinerja sangat baik sebanyak 5 orang dengan nilai yang dihasilkan 8 dengan nilai presentase 22%, kemudian yang memenuhi kriteria baik terdapat 3 orang dengan nilai 7 dengan nilai presentase sebesar 12%, kriteria ketiga yaitu cukup baik didapatkan nilai sebesar 6 sebanyak 15 orang dengan nilai presentase sebesar 66%. Bila dilihat dari hasil diatas bahwa nilai rata-rata peserta cukup baik. Pelatihan ini difokuskan pada kegiatan memberikan pengetahuan tentang bahan alam yang dapat digunakan sebagai kosmetika perawatan kulit dan pelatihan keterampilan membuat kosmetika perawatan kulit. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, peserta didik dapat membuat sendiri kosmetika perawatan kulit tersebut baik untuk diri sendiri maupun untuk diperjualbelikan sehingga dapat memperkuat perkonomian keluarga
WORKSHOP PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI INSTRUKTUR LEMBAGA KURSUS NON FORMAL
Tujuan dari program workshop penyusunan perangkat pembelajaran bahasa Inggris ini adalah membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh lembaga kursus bahasa Inggris Non formal, English Camp Cipta Guna di Cihaurbeuti-Ciamis dan PKBM Gema di Tawang-Tasikmalaya yaitu, rendahnya kemampuan instruktur dalam menyusun silabus dan mengembangkan bahan ajar yang menarik dan efektif, disamping kemampuan pedagogic. Metode workshop dipilih sebagai solusi tepat dalam memecahkan masalah tersebut. Peserta mengikuti kegiatan yang mencakup kegiatan penyusunan silabus, pengembangan materi ajar, dan micro teaching. 15 instruktur yang berasal dari dua lembaga kursus bahasa Inggris mengikuti kegiatan workshop dan mereka terlibat secara langsung dan aktif mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Capaian dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan peserta dalam penyusunan silabus yang dibuktikan dengan kualitas silabus yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik; peserta secara mandiri dapat membuat materi ajar yang menarik yang sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan dalam silabus; kemampuan pedagogic peserta lebih baik yang dibuktikan dengan pemahaman mereka yang lebih baik dalam prinsip pengajaran bahasa kedua, metode atau teknik pengajaran dan penilaian. Hasil dari program ini diharapkan pula dapat menginspirasi lembaga sejenis dan memberikan kontribusi terhadappengembangan praktek-praktek pengajaran bahasa Inggris yang menggunakan metode English language immersion
PENGEMBANGAN USAHA PRODUK TEH BERAS MERAH KELOMPOK WANITA TANI KUNTUM SARI DIDUSUN WONGAYA BETAN, MENGESTA, PENEBEL, TABANAN, PROVINSI BALI.
Abstract
Tea is they get milk to drink the most mostly consumed in the world after the water , being drinkable in asia for more than 4000 years .One of a group of of the business to which producing tea in the form of rice the reds are of a group of the village or are farm woman KWT Kuntum Sari situated holds true in Dusun Wongaya Betan , Desa Mengesta , Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan Bali .The main problems that is experienced KWT provision and preparation for the producing tea in the form of rice red the following are a problem with marketing the product .From the matter so as tea leaves are set in red monday order by the business rice are likely to expand muamalat ran into financial difficulties review the import facility granted for the best solution of meet the goal of providing media training of marketing for member of KWT Kuntum Sari, as well as were given training to good financial management will be given attending to the duties of the import and the registration of expenditure .
Abstrak
Teh merupakan minuman paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air, yang diminum di Asia selama lebih dari 4000 tahun. Salah satu kelompok usaha yang memproduksi teh beras merah adalah dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Kuntum Sari terletak di Dusun Wongaya Betan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan Bali. Permasalahan utama yang dialami KWT ini selama memproduksi Teh Beras Merah berikut adalah masalah pemasaran produk. Dari permasalahan tersebut agar usaha teh beras merah berkembang diberikan solusi yaitu pengadaan pelatihan media pemasaran untuk ibu-ibu anggota KWT Kuntum Sari, serta diberikan pelatihan manajemen keuangan baik pencatatan pemasukan dan pencatatan pengeluaran
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BACA TULIS HITUNG (CALISTUNG) BAGI MASYARAKAT DI DISTRIK ULILIN
Abstract
The ability of Calistung is a basic knowledge that must be possessed by someone to be able to learn various things. Merauke Regency still has lliteracy problems related to the low ability of Calistung, especially in Baidub Village, Ulilin District. The purpose of this service is to provide training and assistance to the community in Kampung Baidub to be able to improve the ability of Calistung. Service methods used are through the stages of observation, socialization, mentoring training, monitoring and evaluation. The activity will take place in May-August 2019 with the target of the illiterate community and students of Bupul XII Elementary Inpres in Baidub Village, Ulilin District. The results of this dedication were obtained by Calistung learning media in the form of simple counting tools (abacus), picture cards, word boards, and Calistung books. The level of community participation and students participating in the activities is very high as indicated by the ability of the community Calistung and elementary students in Baidub Village to increase after the implementation of the service.
Abstrak
Kemampuan Calistung merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempelajari berbagai hal. Kabupaten Merauke masih memiliki permasalahan penuntasan buta aksara terkait rendahnya kemampuan Calistung khususnya di Kampung Baidub, Distrik Ulilin. Tujuan dilaksanakannya pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat di Kampung Baidub agar mampu meningkatkan kemampuan Calistung. Metode pengabdian yang digunakan melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Bulan Mei-Agustus 2019 dengan sasaran masyarakat buta aksara dan siswa SD Inpres Bupul XII di Kampung Baidub, Distrik Ulilin. Hasil pengabdian ini diperoleh media pembelajaran calistung berupa alat hitung sederhana (sempoa), kartu bergambar, papan kata, dan buku Calistung. Tingkat partsisipasi masyarakat dan siswa mengikuti kegiatan tergolong sangat tinggi yang ditunjukkan dengan kemampuan Calistung masyarakat dan siswa SD di Kampung Baidub mengalami peningkatan setelah pelaksanaan pengabdian.