286 research outputs found

    EKONOMI KREATIF SEBAGAI PELUANG REMAJA AUTISTIK BERWIRAUSAHA

    Get PDF
    Abstract The existence of autistic individuals in Indonesia continues to increase, this can be seen from the number of inclusive schools that continue to emerge. The increase in the number of schools provides wider opportunities to have abilities both academically and skills. The academic ability achieved has not been able to allow autistic adolescents to have a job. Apart from that, parents also need to get an understanding of how to make an effort that these autistic adolescents can do. The creative economy, especially crafts, can be a solution to these problems. The LSPR Communication and Business Institute sees this phenomenon as an opportunity to be able to develop an empowerment program for autistic adolescents so that they can have the opportunity to be able to earn their own income. Through the work training center program, autistic adolescents are taught the skills to process textiles using dyeing techniques. During the Covid 19 pandemic the learning system applied was online. The advantage of online training allows parents to assist and be able to ask questions from the process to the opportunity to market the product. After the program has been running for 6 months, 2 home businesses have been formed, which have been carried out by autistic teenagers and their parents. It was concluded that the empowerment program for adolescents with autism must be accompanied by building awareness and the communication is well accepted. ability of parents to become entrepreneurs. The use of google meet as a new technology in   Keywords: autism youth; creative economy; entrepreneurship   Abstrak   Keberadaan individu autis di Indonesia terus bertambah, ini nampak dari jumlah sekolah inklusi yang terus bermunculan. Pertambahan jumlah sekolah memberikan peluang yang lebih luas untuk memiliki kemampuan baik secara akademik maupun keterampilan. Kemampuan akademik yang dicapai belum dapat memberikan kesempatan para remaja autis memiliki pekerjaan. Selain hal itu orangtua juga perlu mendapat pemahaman bagaimana membuat sebuah usaha yang mampu dilakukan oleh para remaja autis tersebut. Ekonomi kreatif khususnya kerjainan dapat menjadi salah satu pemecahan masalah tersebut. Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR melihat fenomena tersebut menjadi sebuah peluang untuk dapat mengembangkan sebuah program pemberdayaa remaja autis agar mampu memiliki peluang untuk dapat memiliki penghasilan sendiri. Melalui program balai latihan kerja para remaja autis diajari keterampilan mengolah teksil dengan teknik celup. Pada masa pandemi Covid 19 sistem pembelajaran yang diterapkan adalah melalui daring. Keuntungan pelatihan daring memberikan kesempatan orangtua untuk mendampingi dan dapat bertanya mulai dari proses hingga kesempatan untuk memasarkan produk. Setelah program berjalan 6 bulan sudah terbentuk 2 usaha rumahan yang dikerjakan oleh remaja autis dan orangtuanya. Disimpulkan bahwa program pemberdayaan reamja autis harus dibarengi dengan dibangunnya kesadaran dan kemampuan orangtua untuk berwirausaha. Penggunaan media google meet sebagai teknologi baru dalam berkomunikasi dapat diterima dengan baik

    PENGOLAHAN LIMBAH SAYUR DESA NGADIREJO (TENGGER) SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR GUNA MENUJU DESA MANDIRI KREATIF

    Get PDF
    Abstrak Ngadirejo adalah desa kawasan Tengger yang merupakan desa penghasil sayur wortel, kentang, kubis, sawi, dan bawang dengan jumlah masing-masing mencapai ±20 ton setiap masa panen. Dalam masa panen, 5-20% dari total panen adalah limbah sayur yang disebabkan oleh cacat pada sayur, dan sisa dari sortiran yang tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap pengolahan limbah organik menyebabkan limbah sayur menjadi penyumbang sampah terbesar di kawasan Tengger. Tujuan program pengabdian ini adalah mengurangi populasi sampah organik Desa Ngadirejo  dengan cara mengolah limbah sayur sebagai pupuk organik cair (POC). Program ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, praktek pengolahan limbah sayur sebagai POC terhadap gabungan kelompok tani (GAPOKTAN), analisis kandungan unsur pada POC dalam lingkup laboratorium, serta pendampingan aplikasi POC sebagai pengganti pupuk kimia (PK) dalam penanaman sayur. Hasil program ini terbukti dapat menurunkan jumlah sampah sayur secara drastis, meningkatkan pengguna POC dan secara kualitatif produk POC memiliki unsur hara lebih banyak dari PK. Abstract Ngadirejo is a village in the Tengger area that produces ± 20 tons each of carrots, potatoes, cabbage, mustard greens, and shallots. During the harvest period, 5-20% of the total harvest is vegetable waste caused by defects in the vegetables, and the rest of the sort can no longer be consumed. The low level of public knowledge about organic waste processing has made vegetable waste the biggest contributor to waste in Tengger. This program aims to reduce the organic waste population in Ngadirejo by processing vegetable waste as liquid organic fertilizer (LOF). This program is carried out in form of socialization, training, and practice of processing vegetable waste as LOF to farmer, elemental analysis within the scope of the laboratory, and monitoring the application of LOF as a substitute for chemical fertilizers (CF) on vegetable cultivation. The results of this program have been shown to drastically reduce the amount of vegetable waste, increase LOF users, and qualitatively LOF products have more nutrients than CF

    PEMANFAATAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) BAGI GURU SMK DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN DI KAB/KOTA BEKASI

    Get PDF
    Abstract The Covid-19 Pandemic has forced schools to organize online learning. Not all teachers understand the concept of the Learning Management System (LMS). It happened to the teachers of the Building Information and Modeling Design Skills Competency at SMKN 6 Bekasi City and SMKN 1 Cikarang Barat. This community service activity is an online workshop. The purpose of this activity is to improve teachers' understanding of the LMS concept. The findings show that the LMS development model most used by teachers is by the utility and most of the teachers use Google Classroom as their LMS platform. This activity can improve teachers' understanding of the LMS concept. It indicates the increase in value from 43.56 (pretest) to 60.89 (posttest). Abstrak Adanya Pandemic Covid-19 memaksa sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran online. Pada kenyataannya, tidak semua guru paham mengenai konsep Learning Management System (LMS). Hal inilah yang terjadi pada guru Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMKN 6 Kota Bekasi dan SMKN 1 Cikarang Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk loka karya secara daring. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep LMS. Hasil temuan didapat bahwa model pengembangan LMS yang paling banyak digunakan guru adalah by utility dan LMS yang paling banyak digunakan adalah Google Classroom. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep LMS. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan nilai dari 43,56 (pretest) menjadi 60,89 (posttest)

    WORKSHOP PEMBUATAN PROPOSAL PTK DAN PRODUKTIVITAS USAHA KULINER DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KESEJAHTERAAN DI JAKARTA TIMUR

    Get PDF
    Abstract This research was designed to develop the ability to make the Classroom Action Research Proposal and culinary business in tekwan production. The teacher could not fulfil the promotion requirement because of the lack of ability to create an classroom action research proposal. The other problem is how to develop a culinary business by making Tekwan as a new product to increase citizen prosperity. The solution to solve this first problem that used in this research were conducting Classroom Action Research Proposal Workshop, then continued with assistance in the creating process and providing resource reference to get funding by Ministry of Education and Culture through the internet. The solution that used for the second problem in this research was by practising in tekwan production, continued by teaching how to make an eye-catching package and accessing market to make a sustainable profit and achieving prosperity. This activity was carried during COVID-19 Pandemic through online media such as Zoom and Youtube by uploading video about Tekwan production https://m.youtube.com/watch?v=9mlis3z7fCc. While the Classroom Action Research Proposal the workshop was upload by using the following link https://youtu.be/q_JRwwZyRzs with offline material such as Intellectual property right of Classroom Action Research Book EC00202017002.   Abstrak Penulisan artikel ini bertujuan meningkatkan kemampuan membuat proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan produktivitas usaha kuliner dalam pembuatan tekwan. Permasalahan pertama yang dihadapi dan sangat mendesak tentang kurangnya kemampuan membuat proposal Penelitian Tindakan Kelas bagi guru, sehingga syarat melaksanakan penelitian untuk kenaikan pangkat ada kendala. Permasalahan kedua bagaimana meningkatkan produktivitas usaha kuliner dalam rangkap pengembangan kesejahteraan. Solusi yang ditawarkan untuk masalah pertama yaitu melaksanakan workshop “Penelitian Tindakan Kelas”, dilanjutkan dengan pembuatan proposal dan pendampingan/konsultasi, serta mencari sumber dana baik via internet maupun dengan Kemendikbud. Solusi untuk masalah kedua praktek kuliner, dilanjutkan bagaimana usaha memasarkannya, mengemas yang menarik. Produktivitas usaha kuliner lancar maka kesejahteraan akan mengiringi. Setelah dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk produktivitas usaha kuliner dalam rangka pengembangan kesejahteraan, karena pandemi corona maka dilakukan secara online via Youtube: https://m.youtube.com/ watch?v=9mlis3z7fCc. Sedangkan pelatihan pembuatan proposal PTK dilakukan secara daring melalui zoom dan youtube dengan link sebagai berikut https://youtu.be/q_JRwwZyRzs dengan HKI buku PTK  EC00202017002

    MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS BERBASIS EKOLOGI DI SD AL-IHSAN

    Get PDF
    Abstract The purpose of community service is to improve teacher competence in managing classes in ecology-based target schools. Various student problems can occur because the teacher is less skilled in managing the class. The first problem is that the teacher does not understand the characteristics of children and how to solve problems so that the class becomes ineffective. The service was carried out for 6 meetings involving teachers around the Insan Elementary School. The training method starts with problem identification using the interview method with both the teacher and the principal. The training is carried out by the head of the foundation and the principal as well as teachers and parents of students. Based on the results of the teacher training evaluation instrument, it can increase knowledge about the characteristics of children and how to approach various children according to their learning mode. The teacher can identify the child's learning modality. Implementing community service activities to increase teacher competence in managing ecological-based classrooms can be carried out properly.   Abstrak Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola kelas di sekolah sasar berbasis ekologi. Berbagai permasalah siswa dapat terjadi karena guru kurang terampil mengelola kelas. Permasalahan pertama adalah guru kurang memahami karakteristika anak dan cara mengatasi permasalahan sehingga kelas menjadi tidak efektif. Pengabdian dilakukan selama 6 kali pertemuan dengan melibatkan guru disekitar Sekolah Dasar Insan. Metode pelatihan dimulai dari identifikasi permasalahan menggunakan metode wawancara baik dengan guru maupun kepala sekolah. Pelaksanaan pelatihan terdiri oleh ketua Yayasan dan Kepala Sekolah serta guru dan orang tua siswa. Berdasarkan hasil instrument evaluasi pelatihan guru dapat meningkatkan pengetahuan tentang karakteristik anak dan bagaimana cara mendekati beragam anak sesuai dengana modality belajr mereka. Guru dapat mengidentifikasi modality belajar anak. Pelaksanaak kegiatan pengabdian peningkatan kompetensi guru dalam mengelolan kelas berbasis ekologis dapat dilaksanakan dengan baik

    PROGRAM PSIKOEDUKASI POSITIVE PARENTING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGASUHAN ORANGTUA DI KELURAHAN JATI ASIH, KECAMATAN JATI ASIH, KOTA BEKASI, JAWA BARAT

    Get PDF
    Abstrak Sebagian besar warga di Kelurahan Jati Asih, Kota Bekasi bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga banyak orangtua yang menitipkan anak-anaknya untuk di asuh oleh kakek dan nenek atau pengasuh. Kesibukan orangtua, menjadi salah satu alasan anak jarang memiliki waktu bersama dengan orangtuanya, sehingga anak-anak kehilangan pengasuhan yang seharusnya di dapatkan langsung dari orangtua. Tidak jarang orangtua belum memiliki pemahaman pentingnya kualitas pengasuhan orangtua dalam menstimulasi perkembangan anak. Oleh karena, itu dinilai penting untuk memberikan program psikoedukasi ke masyarakat khususnya orangtua mengenai upaya peningkatan kualitas pengasuhan orangtua ke anak melalui metode positive parenting orangtua di Kelurahan Jati Asih, Kota Bekasi. Program ini khususnya memberikan psikoedukasi kepada orangtua yang berada di Kelurahan Jati Asih, Kota Bekasi. Namun program ini juga memberikan kesempatan kepada orangtua yang ingin mendapatkan pemahaman tentang positive parenting. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 216 orang, orangtua dari Kelurahan Jati Asih yang terlibat kegiatan ini sebanyak 14 orang, dan peserta lainnya dari luar daerah Jati Asih, seperti dari Aceh, Jogja, Sulawesi, dan lainnya. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom, karena kondisi pandemic COVID-19, sehingga aktivitas tetap dilakukan di rumah. Program ini memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai apa itu positive parenting, teknik-teknik positive parenting, manfaat positive parenting, dan tips untuk melaksanakan positive parenting

    OPTIMALISASI BAHAN PEMBELAJARAN IPS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI MGMP IPS JAKARTA TIMUR

    Get PDF
    Abstract This community service program is aimed at empowering teachers to optimize information technology-based social studies learning materials. The partner in this community service activity is the MGMP IPS East Jakarta. The problem faced by partners is the gap in understanding of knowledge about syllabus development, learning materials, and learning media that can be optimized with current developments in information technology. The solution to overcome the problem is by providing assistance from formulating the problem, material orientation, group discussion, and assisting in the preparation of information technology-based social studies material. The method of implementing the activity was begun with a focus group discussion (FGD) between the Chairperson and the Executive Board of the East Jakarta MGMP. The results of the FGDs were implemented in the form of training and mentoring for social studies teachers with material: (1) syllabus development, (2) development of 21st century lesson plans, and (3) information technology-based learning media. The result of this activity was the increase in participants' knowledge and skills in compiling social studies learning materials. The product of the activities in the form of information technology-based learning materials in the form of lesson plans. In addition, workshop participants felt challenged to make information technology-based learning materials more diverse by continuing to realize the idealism of their profession   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN ini bertujuan untuk memberdayakan guru-guru dalam mengoptimalisasikan bahan pembelajaran IPS berbasis teknologi informasi. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah MGMP IPS Jakarta Timur. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah adanya kesenjangan pemahaman pengetahuan tentang pengembangan silabus, bahan pembelajaran, dan media pembelajaran yang dapat dioptimalkan dengan perkembangan  teknologi informas saat ini. Solusi untuk mengatasi permasalahan dengan melakukan pendampingan dari merumuskan masalah, orientasi materi, diskusi kelompok, dan pendampingan penyusunan materi IPS berbasis teknologi informasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan diawali dengan focus group discussion (FGD) antara Ketua Pelaksana dengan Pengurus MGMP Jakarta Timur. Hasil FGD  diimplementasikan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan guru-guru IPS dengan materi: (1) pengembangan silabus, (2) pengembangan RPP abad 21, dan  (3) media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan peserta dan keterampilan dalam menysusun bahan pembelajaran IPS. Produk hasil kegiatan berupa bahan pembelajaran berbasis teknologi informasi dalam bentuk RPP. Selain itu peserta workshop merasa tertantang untuk membuat  bahan pembelajaran berbasis teknologi informasi yang lebih beragam dengan terus mewujudkan idealisme profesinya secara konsisten

    PENDAMPINGAN KEGIATAN DIPPING PUTING PADA TERNAK KAMBING PERAH DI DESA TURGO, TURI, SLEMAN, YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstract Dipping is one of the main process for the stage of milking process and it serves to prevent the the bacteria infected the udder on post-milking process.  Mastitis can occur because of this stage not being carried out. The program partner is in the Turgo village, Turi, Sleman, Yogyakarta. This partner has obstacles in the magement of Ettawa crossbreed (PE) goat productivity including milking goat Standard Operating Management (SOP). The purpose of t his community service is to make farmer feel easier to do the dipping method by using herbal-based products sprayer to be applied to PE goats after milking to prevent occurence of mastitis. The method of this program is introducing PE goat cultivation by applying the concept of good farming practices and the importance of preventing mastitis, utilizing home yard to plant Piper betle linn. As a basis for making teat dip sprayer, and improving the productivity of PDE goat as dairy goat with herbal teat dip sprayer using ionic gelation method. Teat dip sprayer technology on dairy goats is expected to increase the productivity of PE goat milk in this partner “Kelompok Ternak”. The result is an increasing of farmer’s understanding and the sustainability of milking SOP of dipping with herbal products which easy to apply (sprayer); So that the livestock health and productivity are increases, then it will impact in economic of this farmer community.Abstrak Dipping merupakan proses pencelupan puting ambing ternak perah yang termasuk ke dalam tahapan proses pemerahan susu dan berfungsi untuk mencegah berkembangnya bakteri paska pemerahan. Kasus mastitis dapat terjadi akibat tahapan ini tidak dilakukan usai pemerahan. Mitra program ini adalah kelompok ternak di desa Turgo, Turi, Sleman, Yogyakarta. Mitra ini memiliki kendala dalam manajemen pengelolaan kambing PE produktif termasuk Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pemerahan susu kambing. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memudahkan petani peternak dalam melakukan metode dipping dengan produk berbahan herbal untuk diaplikasikan pada ternak perahnya usai dilakukan pemerahan sebagai agen antibakterial untuk mencegah kejadian mastitis. Metode yang akan dilakukan melalui program ini yaitu memperkenalkan budidaya kambing PE dengan menerapkan konsep good farming practices dan pentingnya pencegahan mastitis, memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami daun sirih hijau sebagai dasar pembuatan dipping sprayer, dan memperbaiki produktivitas ternak perah dengan herbal dipping sprayer menggunakan metode ionic gelation. Pemanfaatan teknologi dipping sprayer pada kambing perah diharapkan dapat meningkatkan produktivitas susu kambing PE di Kelompok Ternak mitra ini. Hasil akhir berupa terbentuknya pemahaman peternak serta keberlanjutan SOP pemerahan berupa dipping dengan produk yang mudah pengaplikasiannya (spray dipping) sehingga ternak sehat, produktivitas meningkat, dan ekonomi masyarakat pedesaan mampu terangkat

    KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA & BAHASA (INDONESIA DAN INGGRIS) PADA SMKN 61 JAKARTA PULAU TIDUNG KEPULAUAN SERIBU DKI JAKARTA TAHUN 2019

    Get PDF
    Abstract The purpose of implementing this community service activity is to determine the level of ability of students of SMKN 61 Jakarta on Tidung Island, Kepulauan Seribu in participating in tutoring activities ahead of the national exam. The object of community service is SMKN 61 Tidung class XII. The implementation of this community service activity uses the mentoring method in tutoring and qualitative descriptive. The results of this activity were 64 students of SMKN 61 Jakarta. The subjects taught are Mathematics, Indonesian and English. The number of students attending tutoring was 32% from the Accounting department, 46% from the Office Administration department and 22% from the ABP department. The average passing score of students of SMKN 61 Jakarta majoring in Accounting is 51.75 with English subjects, Office Administration majors is 41.73 with Indonesian Language subjects, while the Fisheries Agribusiness Department (APB) is 47.67 with English subjects. . As for Mathematics, the scores are still very low in each department.   Abstrak Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa SMKN 61 Jakarta di Pulau Tidung Kepulauan Seribu dalam mengikuti kegiatan bimbel menjelang ujian nasional. Objek pengabdian masyarakat ini adalah SMKN 61 Tidung kelas XII. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendampingan dalam bimbingan belajar dan deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan ini jumlah siswa SMKN 61 Jakarta sebanyak 64 siswa. Mata pelajaran yang diajarkan adalah Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jumlah kehadiran siswa yang mengikuti bimbingan belajar sebanyak 32% dari jurusan Akuntasi, 46% dari jurusan Administrasi Perkantoran dan 22% dari jurusan ABP. Nilai rata-rata kelulusan siswa SMKN 61 Jakarta jurusan Akuntasi sebesar 51,75 dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, jurusan Administrasi Perkantoran sebesar 41,73 dengan mata peajaran Bahasa Indonsia, sedangkan jurusan Agrobisnis Perikanan (APB) sebesar 47,67 dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. Sedangkan untuk mata pelajaran Matematika nilainya masih sangat rendah disetiap jurusan

    PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FORUM GURU SD MUHAMMADIYAH KECAMATAN BEJI KOTA DEPOK

    Get PDF
    Abstract This activity aims to run Tridarma tertiary institutions. And also to play a role in increasing teacher knowledge. teacher knowledge in implementing the K13 curriculum well. The government has required all schools to use K13. The survey results there are still many teachers who do not fully understand K13. Therefore, K13 worshop is needed to deepen the teacher's insight in implementing K13. This community service is carried out by the FKIP-Uhamka faculty and student team. This activity is in the form of a workshop to make learning tools including making lesson plans, teaching materials, LKPD, learning media and assessment instruments. located at SD Muhammadiyah 3 Beji District, Depok city, for 2 days. The results of this activity are expected to add to the knowledge and skills of local teachers in implementing K13. Findings during the activity most of the teachers did not understand how to make LKPD, complaining about the contents of the theme book material is too shallow even though the task of the teacher who must develop learning material. This activity benefits both institutions. As part of the Uhamka promotion event and increase teacher knowledge in implementing K13.   Abstrak Kegiatan ini bertujuan untuk menjalankan Tridarma perguruan tinggi. Dan juga  untuk ikut berperan dalam meningkatkan pengetahuan guru, dalam terlaksananya kurikulum K13 dengan baik. Pemerintah sudah mengharuskan semua sekolah menggunakan K13. Hasil survei menyatakan bahwa masih banyak guru yang belum  sepenuhnya paham akan K13.  Oleh karena itu, worshop K13 sangat diperlukan guna memperdalam wawasan guru dalam penerapan K13. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh Tim dosen dan mahasiswa FKIP-Uhamka. Kegiatan ini berupa worshop membuat perangkat pembelajaran diantaranya membuat RPP, Bahan Ajar, LKPD, Media Pembelajaran dan Intrumen Penilaian. Kegiatan berlangsung selama dua hari, bertempat di SD Muhammadiyah 3 Kecamatan Beji Kota Depok. Hasil kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan dan keterampilan guru guru setempat dalam menerapkan K13. Temuan selama kegiatan berlangsung sebagian besar guru belum memahami cara membuat LKPD, mengeluhkan isi buku tema, dimana materinya terlalu dangkal. Guru belum paham bahwa merupakan    tugas guru yang harus mengembangkan materi yang ada di buku tema tersebut. Materi yang ada dibuku tema adalah materi yang paling minimal harus dikuasai siswa. Kegiatan ini memberi manfaat dari kedua lembaga. Sebagai bagian dari ajang promosi Uhamka dan menambah pengetahuan guru dalam penerapan K13. &nbsp

    276

    full texts

    286

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sarwahita
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇