Sarwahita
Not a member yet
286 research outputs found
Sort by
PERAGAAN ONLINE KONSEP CHLADNI PLATE MENGGUNAKAN VIDEO DALAM MASA PANDEMI COVID – 19
Physics demonstration learning has been carried out with the theme "Physics Experiments You Can Do at Home During the Covid-19 Pandemic". This activity was carried out by making a simple physics experiment video entitled The Chladni Plate Concept which was then broadcasted online via a zoom platform to students of SMA Negeri 40. The theme carried was in accordance with the learning curriculum for Senior High School (SMA) students. This activity was carried out as an effort to respond to the Covid- 19 pandemic situation which requires students to carry out learning activities at home online, so it is hoped that this activity can increase understanding and stimulate student enthusiasm during the Distance Learning (PJJ) period. As confirmation that the activity gained enthusiasm and was able to achieve these goals, a research instrument was made consisting of several parameters which the instrument was distributed to the teacher and all participants. 96% confirmed that the material presented was very useful during a pandemic. This indicates that the physics demonstration presented in the form of a video can be an alternative for students of SMA Negeri 40 Jakarta in learning physics, especially in discussing physics experiments regarding the Chladni Plate Concept.
Abstrak
Telah dilaksanakan pembelajaran peragaan fisika dengan tema “Eksperimen Fisika yang Bisa Dilakukan di Rumah Selama Pandemi Covid-19”. Kegiatan ini dilakukan dengan membuat video ekskperimen fisika sederhana berjudul Konsep Chladni Plate yang kemudian video tersebut ditayangkan secara daring melalui platform zoom kepada siswa/i SMA Negeri 40. Tema yang diusung sesuai dengan kurikulum pembelajaran untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menyikapi situasi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pelajar untuk melakukan kegiatan belajar di rumah secara daring, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman serta merangsang semangat siswa/i selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sebagai konfirmasi bahwa kegiatan mendapatkan antusiasme dan mampu mencapai tujuan tersebut, dibuatlah instrumen penelitian yang terdiri dari beberapa parameter dimana instrumen tersebut disebarkan kepada guru dan seluruh peserta. Terkonfirmasi sebanyak 96% menyatakan materi yang disampaikan sangat berguna di masa pandemi. Dengan ini mengindikasikan bahwa dengan peragaan fisika yang disajikan dalam bentuk video dapat menjadi alternatif bagi siswa/i SMA Negeri 40 Jakarta dalam belajar fisika khususnya dalam pembahasan eksperimen fisika mengenai Konsep Chladni Plate
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BERBASIS HYBRID DENGAN MENGGUNAKAN E-LEARNING UNTUK GURU FISIKA SMA DI SITUBONDO SELAMA MASA PANDEMI
The Covid-19 pandemic caused many schools to close and forced educators to replace face-to-face learning to online learning overnight. The process of transitioning to the application of distance learning cannot occur in a short time. So that it takes adequate facilities and teacher skills in designing learning. E-learning facilities are still unfamiliar to both teachers and students, especially in Situbondo Regency. So that mentoring and training in the use of e-learning for teachers in physics learning is needed to make it easier for teachers and students in the learning process. Planning activities include making e-learning modules using moddle and camtasia. The training and mentoring process was even attended by 93 physics teachers outside Situbondo Regency. However, those who can participate in the training gradually decrease due to the busyness of each participant. So that at the end of the Moodle e-learning training and mentoring session, there are 25 (18 from Situbondo) participants who can design a complete lesson including assignment features, quizzes (aiken format), labels, lessons, Bigblue buttons, pages, books and forums.
Keywords:
Abstrak
Masa pademi covid-19 menyebabkan banyak sekolah tutup dan memaksa pendidik mengganti pembelajaran tatap muka ke pembelajaran online dalam waktu singkat. Proses transisi penerapan pembelajaran jarak jauh tidak bisa terjadi dalam waktu yang singkat, sehingga dibutuhkan fasilitas dan keterampilan guru yang memadai dalam merancang pembelajaran. Fasilitas e-learning pun masih asing baik bagi guru maupun siswa, khususnya di Kabupaten Situbondo. sehingga pendampingan dan pelatihan penggunaan e-learning untuk guru dalam pembelajaran fisika dirasa sangat dibutuhkan untuk mempermudah guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Perencanaan kegiatan meliputi pembuatan modul e-learning menggunakan moddle dan camtasia. Proses pelatihan dan pendampingan diikuti bahkan oleh guru fisika di luar Kabupaten Situbondo sebanyak 93 peserta. Namun yang dapat mengikuti pelatihan secara bertahap berkurang karena kesibukan masing-masing peserta. Sehingga di akhir sesi pelatihan dan pendampingan e-learning moodle terdapat 25 (18 dari Situbondo) peserta yang dapat merancang pembelajaran secara lengkap meliputi fitur assignment, quiz (aiken format), label, lesson, Bigblue button, page, book dan forum
PENYULUHAN PENDIDIKAN KEBENCANAAN UNTUK GURU-GURU SD-SMP NEGERI 01 SATU ATAP PULAU PARI
Abstract
This counseling activity is an activity to provide education about disaster for the community through education in this case school teachers. This activity aims to create teachers who have the knowledge to become facilitators and instructors for students in disaster disasters and mitigation, so that it is expected to create a generation of students who are ready and responsive to natural disasters in the present and the future. -SMP one roof 01 kelurahan pari island as many as 18 people. The process of this activity was in August-September 2019. The counseling method was carried out in the form of lectures, presentations and questions and answers. The results of the activity obtained the knowledge of teachers about disaster has increased after compared in the pre-test and post-test scores. So hopefully this kind of activity can increase the capacity of a teacher as a facilitator and instructor in schools in dealing with various disaster threats in Indonesia.
Abstrak
Kegiatan penyuluhan ini merupakan kegiatan untuk memberikan edukasi tentang kebencanaan bagi masyarakat melalui pendidikan dalam hal ini guru-guru sekolah. Kegiatan ini bertujuan menciptakan guru-guru yang memiliki pengetahuan untuk menjadi fasilitator dan instruktur bagi siswa dalam kebencanaan dan mitigasi bencana, sehingga diharapkan tercipta suatu generasi siswa yang siap dan tanggap terhadap bencana alam di masa kini maupun masa mendatang.Sasaran Penyuluhan ini adalah Guru guru SD-SMP satu atap 01 kelurahan pulau pari sebanyak 18 orang. Proses kegiatan ini pada bulan agustus-september 2019. Metode penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk ceramah, presentasi dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan didapatkan pengetahuan guru-guru tentang kebencanaan mengalami peningkatan setelah dibandingkan dalam nilai pre tes dan post tes. Sehingga diharapkan kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kapasitas seorang guru sebagai fasilitator dan instruktur di sekolah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di Indonesia
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN NELAYAN MELALUI METODE COMMUNITY BASED PARTICIPATORY : (Studi kasus Perempuan Nelayan Desa Pangandaran, Jawa Barat)
Community empowerment carried out by the government so far is an integral part of the effort to face national and global challenges. One of the focuses of community empowerment is aimed at fisherwomen. Empowerment of fisherwomen aims to change behavior, namely knowledge, attitudes and skills so that they are able to do so. a change in the use of coastal areas so as to improve community welfare. This service activity aims to find out the needs of fisherwomen in their spare time so that the programs or activities provided are in accordance with their needs. The method used in this service is Participatory Action Research (PAR) by involving fisherwomen in finding the problems faced and how to find solutions together. The results of the discussion found that there were problems faced by fisherwomen related to business opportunities and products that could be sold. The solution from the results of discussions, in-depth interviews and observations concluded that the business opportunity that can be done is to create new products (diversification) of processed fish that have the potential to be sold in their own environment as well as the community and visitors to Pangandaran beach. Product diversification activities are carried out through training using an adult learning approach (andragogy). Based on the statement of the training participants, it showed that 96 percent stated that participating in the training was very beneficial for the trainees, 95 stated that they were very happy to participate in the training, 96 percent stated that the material presented was in accordance with the needs of the participants and the method used was in accordance with the material presented by 90 percent and for the active participation of the training participants was 96.30 percent.
Abstrak
Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan selama ini merupakan salah satu kesatuan dalam upaya menghadapi tantangan nasional maupun secara menyeluruh.Salah satu fokus pemberdayaan masyarakat ditujukan kepada perempuan nelayan.Pemberdayaan perempuan nelayan bertujuan untuk melakukan perubahan perilaku yaitu pengetahuan, sikap serta keterampilan agar masyrakat memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan dalam pemanfaatan wilayah pantai sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perempuan nelayan dalam mengisi waktu luang sehingga program atau kegiatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah Community –Based Participatory Action dengan melibatkan perempuan nelayan dalam menemukan masalah yang dihadapi serta bagaimana menemukan solusinya secara bersama-sama . Hasil diskusi menemukan bahwa ada permasalahan yang dihadapi oleh perempuan nelayan berkaitan dengan masalah peluang usaha dan produk yang akan dapat dijual . Solusi dari hasil diskusi, interview secara mendalam serta observasi memperoleh kesimpulan bahwa peluang usaha yang dapat dilakukan adalah dengan membuat produk baru (diversifikasi) hasil olahan ikan yang memiliki potensi untuk dijual di lingkungan sendiri serta masyarakat dan pengunjung pantai Pangandaran. Kegiatan diversifikasi produk dilakukan melalui pelatihan dengan menggunakan pendekatan belajar orang dewasa (andragogy). Berdasarkan pernyataan peserta pelatihan menujukkan bahwa 96 persen menyatakan bahwa mengikuti pelatihan sangat bermanfaat bagi peserta pelatihan, 95 menyatakan sangat senang mengikuti pelatihan, 96 persen menyatakan materi pelatihan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan peserta dan metode yang digunakan sudah sesuai dengan materi yang disampaikan sebesar 90 persen dan untuk keaktipan partisipasi peserta pelatihan sebesar 96,30 persen
PROGRAM REMAJA TANGGUH UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA REMAJA DI DESA KALISAPU, KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
The number of problems faced by adolescents makes adolescents need to have resilience. Resilience is a psychological situation used to describe individuals who show courage and the ability to adapt to difficult life situations. Unfortunately , there are still many adolescents who do not realize the importance of having resilience. Remaja Tangguh program aims to increase the resilience of adolescents in Kalisapu Village, Slawi District, Tegal Regency, Central Java. This program was implemented at SMK An - Nur Kalisapu Village which was attended by 32 students. This program taught ways that can be done to increase youth resilience, including positive word affirmations, body screening, relaxation, and creation of positive words on a canvas bag. When
adolescents have high resilience they can complete their developmental tasks well so that they can evolve optimally.
Abstrak
Banyaknya masalah yang dihadapi oleh remaja menjadikan remaja perlu memiliki resiliensi. Resiliensi adalah keadaan psikologis yang digunakan untuk menjelaskan individu yang menunjukkan keberanian dan kemampuan beradaptasi pada situasi hidup yang sulit. Sayangnya masih banyak remaja yang belum menyadari pentingnya memiliki resiliensi. Program “REMAJA TANGGUH” untuk meningkatkan resiliensi pada remaja di Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Program ini dilaksanakan tepatnya di SMK An-Nur Desa Kalisapu yang diikuti oleh 32 pelajar. Program ini mengajarkan cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan resiliensi remaja antara lain afirmasi kata positif, body screening, relaksasi, dan kreasi kata positif pada tas kanvas. Saat remaja mempunyai resiliensi yang tinggi mereka dapat menyelesaikan tugas perkembangannya dengan baik sehingga mereka dapat berkembang dengan optimal
SOSIALISASI PRODUK OLAHAN MAKANAN DAN MINUMAN ALAMI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN IMUN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT KELURAHAN PETOAHA KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI SULTRA
Natural food and beverage processing is the result of natural food processing sourced from family plants which are usually grown in the yard around the house. Natural processed food and beverage products are not only nutritious and nutritional enhancer but also as cooking spices that contain high antioxidants. Utilization of natural processed food and beverage products as an effort to prevent disease, health care during public health emergencies and especially during the national disaster for the corona virus disease 2019 (COVID-19). The socialization of natural processed food and beverage products is carried out in three stages. The first stage is to prepare and select the types of medicinal plants that are often planted by the Petoaha community around the house. The second stage is material education about the benefits of family medicinal plants (TOGA), processed natural food and beverage products, as an effort to increase immunity in the midst of the COVID-19 pandemic. While the last stage is to provide an explanation of how to process food and beverage ingredients and to clarify the use of natural food and beverage processed products as health care, increase immunity and disease prevention during the COVID-19 pandemic. The result of this activity is to increase the knowledge, insight and awareness of the Petoaha community about the importance of planting TOGA plants and their processed food or beverage products to increase immunity during the Covid 19 pandemic.
Abstrak
Pengolahan makanan dan minuman alami merupakan hasil olahan pangan alami yang bersumber dari tanaman keluarga yang biasanya ditanam di pekarangan sekitar rumah. Produk makanan dan minuman olahan alami tidak hanya berkhasiat dan penambah gizi tetapi juga sebagai bumbu masak yang mengandung antioksidan yang tinggi. Pemanfaatan produk olahan makanan dan minuman alami sebagai upaya pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan pada saat keadaan darurat kesehatan masyarakat dan khususnya pada saat bencana nasional penyakit virus corona 2019 (COVID 19). Sosialisasi produk olahan makanan dan minuman alami dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama yaitu menyiapkan dan menyeleksi jenis tanaman obat yang sering ditanam masyarakat Petoaha di sekitar rumah. Tahap kedua adalah edukasi materi tentang manfaat tanaman obat keluarga (TOGA), olahan produk makanan dan minuman alamiah, sebagai upaya peningkatan imunitas di tengah pandemi COVID-19. Sedangkan tahap terakhir yaitu memberikan penjelasan tentang cara mengolah bahan makanan dan minuman serta memperjelas penggunaan produk olahan makanan dan minuman alami sebagai perawatan kesehatan, peningkatan immun dan pencegahan penyakit selama pandemi covid 19. Hasil dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kesadaran masyarakat Petoaha tentang pentingnya menanam tanaman TOGA dan produk olahan makanan atau minumannya guna meningkatkan imun pada saat pandemi Covid 19
INOVASI ANEKA PANGAN BERGIZI TINGGI DARI BAHAN KEDELAI IRADIASI GAMASUGEN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR
Soybeans (Glycine max) are among the seeds that contain the highest protein of many types of nuts. Gamasugen irradiated soybeans are soybeans that can be relied on to overcome protein deficiency in the diet of the Indonesian people. The purpose of this activity is to develop various Gamasugen irradiated soybean preparations into products that can be used by the wider community in general and the community of RW 01 in particular. RW 01 on Jl. Pemuda Rawamangun is a densely populated area located in front of the Universitas Neger Jakarta. This community empowerment program was carried out on September 12, 2020, with the limited number of participants, due to the Covid-19 pandemic outbreak. The method used is the delivery of material using banners, distributing brochures, and bringing the processed Gamasugen soybean products and uploading them on You Tube. Even though with the limited conditions, the training went well. Based on results of the pre-test and post-test, it appears that there was an increase in public, the average value of the pre-test was 65 to 89 during the post-test.The result of this program showed an increase in the knowledge and skills of RW 01 community to utilize the potential of soybeans as a highly nutritious processed food from Gamasugen soybeans.
Abstrak
Kedelai (Glycine max) termasuk biji-bijian yang mengandung protein paling tinggi dari banyak macam jenis kacang. Kedelai iradiasi Gamasugen merupakan kedelai yang dapat diandalkan untuk mengatasi kekurangan protein dalam menu makanan rakyat Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan berbagai olahan kedelai iradiasi Gamasugen menjadi produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas umumnya dan masyarakat RW 01 khususnya. RW. 01 di Jl. Pemuda Rawamangun merupakan kawasan lokasi padat penduduk yang terletak di depan kampus Universitas Negeri JakartaProgram Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 12 September 2020, dengan jumlah peserta yang terbatas, karena adanya wabah pandemic Covid-19. Metode yang dilakukan adalah penyampaian materi dengan menggunakan banner, menyebarkan brosur, membawa hasil-hasil produk olahan kedelai Gamasugen dan mengupload di You Tube. Metode yang dilakukan adalah penyampaian materi dengan menggunakan banner, menyebarkan brosur, serta membawa hasil-hasil produk olahan kedelai Gamasugen dan mengupload di you tube. Walaupun dengan kondisi yang terbatas, pelatihan berjalan lancar. Berdasarkan hasil pre test dan pos tes tampak terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat, nilai rata-rata pre test 65 menjadi 89 pada saat post test. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat RW. 01 untuk memanfaatkan potensi kedelai sebagai bahan pangan olahan yang bergizi tinggi dari kedelai Gamasugen
PENGOLAHAN LIMBAH TANAMAN MANGROVE SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI PADA PRODUK ECOPRINT DI DESA LUBUK KERTANG KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA
Lubuk Kertang Village has the potential for mangrove ecotourism which is currently being developed as a source of income for the community's economy apart from fishermen and agriculture. Even the mangrove ecosystem in Lubuk Kertang Village has become a tourist icon for Langkat. Apart from mangrove ecotourism, Lubuk Kertang is also unique with its processed mangrove products in the form of foods such as mangrove dodol, jeruju crackers, and mangrove syrup. However, productivity is constrained by the availability of mangrove fruit which depends on the season. Moving on from this, it is necessary to carry out community service activities to provide education about the potential and benefits of mangrove waste in the form of stems, twigs, leaves, and fruit from other aspects. Namely that apart from being processed as food material, mangrove waste can also be processed into other high-value products, one of which is a natural dye. Activities carried out are in the form of socialization and education about the potential and benefits of mangrove waste as a natural coloring agent to the manufacturing process. Furthermore, the natural dyes that have been produced are applied in the coloring process through the ecoprint workshop/training. The media used are cloth/textiles, paper, sheepskin, and ceramics (mugs). The response of the community, represented by women from independent women farmer groups as well as some students of Madrasah Tsanawiyah and the Village Head was very good. Even some mothers from independent women farmer groups routinely continue to make ecoprints in the form of cloth, pashmina, and t-shirts. Their products have also been included in exhibition activities in Lubuk Kertang Village. The Head of Lubuk Kertang Village hopes that there will be sustainability from independent women farmer groups to make ecoprint products to increase income from the Lubuk Kertang community.
Abstrak
Desa Lubuk Kertang memiliki potensi ekowisata mangrove yang saat ini terus dikembangkan sebagai salah satu pemasukan sumber pendapatan ekonomi masyarakat selain nelayan dan pertanian. Bahkan ekosistem mangrove di Desa Lubuk Kertang menjadi ikon wisata Langkat. Selain ekowisata mangrove, Lubuk Kertang juga khas dengan produk olahan mangrovenya berupa makanan seperti dodol mangrove, kerupuk jeruju dan sirup dari buah mangrove. Namun produktivitasnya terkendala oleh ketersediaan buah mangrove yang tergantung dengan musim. Beranjak dari hal tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat untuk memberikan edukasi tentang potensi dan manfaat limbah tanaman mangrove baik berupa batang, ranting, daun dan buah dari aspek yang lain. Yaitu bahwa selain dapat diolah sebagai bahan pangan limbah tanaman mangrove juga dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi lainnya, salah satunya sebagai pewarna alami. Kegiatan yang dilakukan adalah dalam bentuk sosialisasi dan edukasi tentang potensi dan manfaat limbah tanaman mangrove sebagai zat pewarna alami hingga proses pembuatannya. Selanjutnya pewarna alami yang telah dihasilkan diaplikasikan dalam proses pewarnaan melalui kegiatan workshop/pelatihan ecoprint. Media yang digunakan adalah kain/tekstil, kertas, kulit domba dan keramik (mug). Respon masyarakat yang diwakili oleh ibu-ibu kelompok tani wanita mandiri serta beberapa siswa Madrasah Tsanawiyah dan Kepala Desa sangat baik. Bahkan beberapa ibu-ibu dari kelompok tani wanita mandiri secara rutin terus membuat olahan ecoprint berupa kain, pashmina dan kaos. Hasil produksi mereka juga telah diikutserakan pada kegiatan pameran di Desa Lubuk Kertang. Kepala Desa Lubuk Kertang mengharapkan adanya keberlanjutan dari kelompok tani wanita mandiri untuk membuat produk-produk ecoprint dalam rangka menambah pemasukan dari masyarakat Lubuk Kertang.
 
ASESMEN OTENTIK BERBASIS TEKNOLOGI PLICKERS BAGI SISWA SD MASA PANDEMI COVID-19
Abstract
Assessment of learning outcomes often referred to by students as replays becomes something scary for students. There needs to be effort and innovation to change the stigma of students towards replay. If the replay is packaged interestingly, then the student will have enthusiasm and motivation towards the replay because the student feels as a pleasant thing so it will have a positive impact on the student's learning outcomes. The purpose of this community service activity is to improve the skills of elementary school teachers in conducting assessment analysis of learning results based on information technology. Especially intended to develop skills to elementary school teachers in the analysis of learning results based on plickers technology through training and mentoring activities. Training materials include the introduction of plickers, technical development of plickers, and the practice of using plickers. A sample of 30 teachers at SD Ngaliyan 01 was taken purposive random sampling. Training methods include q&A, discussions, assignments, portfolios, pretes, posts and preparation of follow-up plans. The results of community activities show the following: the average attendance of participants was 96.3% with full participation. Pretest & posttest results showed participants an average of 59.17. The average postest was 89.8. The average community service team attendance is 100%. Presentation of material is carried out by discussion method, assignment, demonstration and lecture with a handout of serving material. 100% certificate kepesertan workshop 36 JP. There is an increase in participants' scores from pretest to postest, it can be concluded that there is a development of the skills of elementary school teachers in the assessment of student learning results based on plickers technology in Ngaliyan Sub-district of Semarang.
Abstrak
Asesmen hasil belajar yang sering disebut oleh siswa sebagai ulangan menjadi sesuatu hal yang menakutkan bagi siswa. Perlu adanya upaya dan inovasi untuk mengubah stigma siswa terhadap ulangan. Apabila ulangan dikemas dengan menarik, maka siswa akan memiliki antusias dan motivasi terhadap ulangan karena siswa merasakan sebagai hal yang menyenangkan sehingga akan berdampak positif terhadap hasil belajar siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan guru sekolah dasar (SD) dalam melakukan analisis asesmen hasil belajar berbasis teknologi informasi. Khususnya dimaksudkan mengembangkan keterampilan kepada guru-guru SD dalam analisis asesmen hasil belajar berbasis teknologi plickers melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Materi pelatihan meliputi pengenalan plickers, teknis pengembangan plickers, dan praktik penggunaan plickers. Sampel kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 30 guru di SD Ngaliyan 01 yang diambil secara purposive random sampling. Metode pelatihan meliputi tanya jawab, diskusi, penugasan, portofolio, pretes, postes dan penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil kegiatan masyarakat menunjukkan hal-hal sebagai berikut: rata-rata kehadiran peserta 96,3% dengan partisipasi penuh. Hasil pretest & postest peserta menunjukkan rata- rata 59,17. Adapun perolehan nilai rata- rata pada postest adalah 89,8. Kehadiran tim pengabdian masyarakat rata-rata 100%. Penyajian materi dilaksanakan dengan metode diskusi, penugasan, demonstrasi dan ceramah dilengkapi handout materi sajian. Diberikan sertifikat kepesertaan workshop setara 36 JP. Terjadi peningkatan nilai peserta dari pretest ke postest, dapat disimpulkan bahwa ada pengembangan keterampilan guru SD dalam analisis asesmen hasil belajar siswa berbasis teknologi plickers di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER MELALUI MEDIA VIDEO TUTORIAL DALAM MENSOSIALISASIKAN POLA HIDUP BERSIH DI LINGKUINGAN KELURAHAN JAKASAMPURNA, BEKASI BARAT DALAM UPAYA MENYIKAPI PANDEMI COVID-19
COVID-19 is an infectious disease caused by a newly discovered type of coronavirus. The new virus and the disease it causes were unknown before the outbreak began in Wuhan, China, in December 2019. COVID-19 is now a pandemic affecting many countries around the world. The best way to avoid getting infected with the corona virus is to wash your hands or use a hand sanitizer. Another alternative is to use local natural ingredients as antiseptic ingredients or hand sanitizers, namely the use of betel leaf and aloe vera. The purpose of community service for the national competitive community partnership program is to improve thinking skills, make antiseptic products, and direct product marketing. This program is expected to motivate PKK women and young women to be able to make their own antiseptic products made from betel leaf and aloe vera. Furthermore, they can market the antiseptic products through cooperatives in the Jatisampurna Village, Jakasampurna Village. The output targets of this community service program are one scientific article obtained through an indexed National Journal, a hand sanitizer product, a video that is HAKI right, and increasing the empowerment of PKK mothers and young women in the Jakasampurna Village, West Bekasi District in the ability to create and develop manufacture of antiseptic preparations made from natural ingredients of betel leaf and aloe vera. This guidance is also continued by encouraging and marketing these antiseptic products through the Jakasampurna Village area.
Abstrak
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID- 19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Cara terbaik menghindar dari infeksi virus corona adalah mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Alternatif lain dengan memanfaatkan bahan alam lokal sebagai bahan antiseptik ataupun hand sanitizer yaitu pemanfaatan daun sirih dan lidah buaya. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat kompetitif nasional program kemitraan masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan berpikir, membuat produk antiseptik serta keterampilan memasarkan produk. Program ini diharapkan dapat memotivasi Ibu-ibu PKK dan remaja puteri untuk mampu membuat produk antiseptik sendiri yang berbahan dasar daun sirih dan lidah buaya. Selanjutnya dapat memasarkan produk antiseptik tersebut melalui koperasi di wilayah Kelurahan Jatisampurna Kelurahan Jakasampurna. Target luaran dari program pengabdian masyarakat ini adalah satu artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui Jurnal Nasional terindeks, satu produk hand sanitizer, video yang di HAKI kan, dan peningkatan keberdayaan Ibu-ibu PKK serta remaja puteri di Kelurahan Jakasampurna Kecamatan Bekasi Barat dalam kemampuan membuat dan mengembangkan pembuatan sediaan antiseptik berbahan dasar bahan alam daun sirih serta lidah buaya. Binaan ini juga dilanjutkan dengan mempromosikan dan memasarkan produk antiseptik tersebut melalui koperasi di wilayah Kelurahan Jakasampurna