Sarwahita
Not a member yet
286 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN BAHASA PADA MASA PANDEMI COVID 19: STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PADA ANAK USIA DINI DI PULAU UNTUNG JAWA KEPULAUAN SERIBU
Language is a means of communication. Through language, a person or child will develop social skills with other people. Language is one aspect of development in early childhood that is important to be developed. Language development in early childhood can be done with the learning design carried out by teachers at early childhood institutions. The purpose of implementing this community service activity is to understand strategies and implementation of early childhood language learning during the COVID-19 pandemic. This study uses a case study method with participants selected through purposive sampling. The participants in this study were early childhood education teachers on Untung Jawa Island, Seribu Islands, DKI Jakarta Province, who were selected through purposive sampling. This community service activity is implemented online through mentoring methods for teachers during the COVID-19 pandemic. This assistance is carried out through seminars and workshops held online to provide understanding to teachers about early childhood language learning who carry out distance learning or study from home due to the closure of PAUD institutions during the COVID-19 pandemic. The result of this activity is the formation of teacher understanding for the implementation of language learning in early childhood even though children learn from home. So it is hoped that PAUD teachers can be more creative in designing engaging language learning in various conditions.
Abstrak
Bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi. Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan sosialnya dengan orang lain. Bahasa merupakan salah satu aspek perkembangan pada anak usia dini yang penting untuk dikembangkan. Pengembangan bahasa pada anak usia dini dapat dilakukan dengan desain pembelajaraan yang dilakukan oleh guru pada lembaga PAUD. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang strategi dan impelementasi pembelajaran bahasa anak usia dini di masa pandemi covid—19. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru pendidikan anak usia dini di Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta yang dipilih melalui purposive sampling. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara daring melalui metode pendampingan bagi guru selama pandemi covid—19. Pendampingan ini dilakukan melalui seminar dan workshop yang dilaksanakan secara online untuk memberikan pemahaman kepada guru tentang pembelajaran bahasa anak usia dini yang melaksanakan belajar jarak jauh atau belajar dari rumah sebagai imbas ditutupnya lembaga PAUD. Hasil kegiatan ini berupa terbentuknya pemahaman guru untuk implementasi pembelajaran bahasa pada anak usia dini meskipun anak-anak belajar dari rumah. Sehingga diharapkan guru PAUD dapat lebih kreatif merancang pembelajaran bahasa yang menarik di berbagai kondisi
Edukasi dan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pasca Banjir di Panti Asuhan Furqan Sumang Kota Makassar
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pasca banjir dapat meminimalisir dampak buruk terhadap kesehatan di panti asuhan sebagai lokasi terdampak. Kondisi lingkungan pasca banjir di panti asuhan seringkali diabaikan sehingga menyebabkan penghuni panti asuhan menderita berbagai penyakit. Pengetahuan tentang perilaku sanitasi juga belum pernah didapatkan oleh anak asuh karena tidak banyak masyarakat yang peduli dengan kondisi ini. Salah satu cara yang dilakukan pengabdi adalah dengan mengedukasi dan mensosialisasikan terkait dengan PHBS. Sasaran kegiatan ini adalah para penghuni panti asuhan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang PHBS sehingga nantinya anak panti dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu pemaparan materi, tanya jawab, dan praktek cuci tangan. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak panti mengenai pengertian PHBS sebesar 31,5%; jenis kegiatan yang tergolong PHBS sebesar 37,9%; waktu yang tepat mencuci tangan sebesar 51,4%; dan dampak penyakit yang timbul jika tidak menjaga kebersihan sebesar 43,3%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman anak panti tentang PHBS
PELATIHAN MENGEMBANGKAN SOAL BERFIKIR TINGKAT TINGGI (HOTs) PARA GURU GEOGRAFI SMA SE-PROVINSI LAMPUNG
The purpose of this article is to determine and analyze the ability of geography teachers in perceptions and skills of geography teachers in constructing HOTS-oriented learning outcome measurement instruments. The method of implementing this activity consists of three stages, namely the stage of delivering material, the stage of participant independent activities and the stage of reflection on the results of the participants' independent work. The results in this article indicate that some of the perceptions of teachers' answers which can be concluded that the implementation of community service is very urgent in order to improve teacher competence in constructing learning outcomes instruments in geography subjects and the HOTS questions made by participants illustrate that the need for community service activities regarding training in writing HOTS questions on an ongoing basis in order to strengthen teacher competence in writing HOTS questions conceptually and practically. In this service activity, teachers are also invited to make HOTS questions which are used as a question bank for HOTS-oriented geography subjects which are the outputs of this community service activity.
Abstrak
Tujuan dari artikel ini mengetahui dan menganalisis kemampuan guru geografi dalam mengkontruksi instrumen pengukuran hasil belajar berorientasi HOTS. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap yakni tahap penyampaian materi, tahap kegiatan mandiri peserta dan tahap refleksi terhadap hasil kerja mandiri peserta. Pelatihan dilaksanakan secara online untuk penyampaian materi dan refleksi, untuk tahap kegiatan mandiri berbasis kinerja pembuatan soal. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Oktober 2020, selama 3 hari untuk pembekalan dan refleksi, dan 7 hari untuk penulisan soal. Hasil pada artikel ini menunjukkan bahwa para guru sangat mengharapkan pelatihan membuat soal secara kontinu, dan praktekan secara terus menerus. disimpulkan bahwa pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini sangat urgen guna meningkatkan kompetensi guru dalam mengkontruksi instrumen hasil belajar pada mata pelajaran geografi serta soal-soal HOTS yang dibuat oleh peserta menggambarkan bahwa perlunya kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan menulis soal HOTS secara berkelanjutan guna dapat memantapkan kompetensi guru dalam menulis soal HOTS secara konseptual maupun praktiknya. Dalam kegiatan pengabdian ini guru-guru juga diajak untuk membuat soal HOTS yang dijadikan bank soal mata pelajaran geografi berorientasi HOTS yang merupakan luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini
Peningkatan Kualitas Dan Kuantitas Produk Umkm Sari Buah Jeruk Sebagai Minuman Imunostimulan Alami Untuk Menarik Daya Beli Masyarakat di Masa Pandemi
Abstract
The COVID-19 pandemic is not over yet. One way to fight COVID-19 is to increase the body's immunity by consuming various vitamins which have function as an immunostimulant. One of them is vitamin C which is found in many fresh fruits. This opens up the opportunities for people in the informal sector to provide immunostimulants drinks. The Small Medium Enterprise (SME that produce fresh orange juice are considered prospective during this pandemic. However, in reality, their consumers has actually decreased, as experienced by SME Kishi Sari Jeruk Segar in the Surakarta City. This SME also faces several problems, i.e: seasonal stock of oranges so that the cost of supply of raw materials is unstable and juice drink products are not durable. Our community service team helped this SME in 2 aspects. In the production aspect, a refrigerator was provided to store raw fruit materials so that they do not damage quickly and to produce frozen juice. Meanwhile, in the marketing aspect, we designed a nutritional information facts information of the orange juice especially on immunostimulant content. This is expected to increase the MSE product attractiveness.
Abstrak
Saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir. Salah satu cara melawan COVID-19 adalah meningkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi vitamin. Jenis vitamin yang terbukti berfungsi sebagai imunostimulan adalah vitamin C. Vitamin C banyak terkandung dalam buah segar seperti jeruk. Hal ini membuka peluang usaha bagi masyarakat di sektor informal untuk menyediakan imunostimulan dalam bentuk minuman. UMKM sari buah jeruk dipandang prospektif di masa pandemi ini. Namun kenyataanya jumlah pembeli produk UMKM sari buah jeruk justru mengalami penurunan seperti yang dialami oleh UMKM Kishi Sari Jeruk Segar di kota Surakarta. UMKM ini juga menghadapi beberapa permasalahan lain berupa stok bahan baku buah jeruk yang bersifat musiman sehingga cost supply bahan baku tidak stabil serta produk minuman sari buah jeruk yang bersifat tidak tahan lama. Usaha yang telah dilakukan oleh tim pengabdian kami meliputi 2 aspek. Pada aspek produksi diberikan almari es untuk menyimpan bahan baku buah agar tidak cepat busuk dan memproduksi sari buah jeruk frozen/beku. Solusi ini akan menjamin harga jual produk yang stabil serta produk yang memiliki daya tahan penyimpanan yang lebih panjang. Sedangkan pada aspek pemasaran dilakukan pencantuman informasi mengenai kandungan nutrisi yang berkhasiat sebagai imunostimulan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik produk UMKM. 
Penyusunan Bahan Pembelajaran Kompilasi Bagi Pengajar di SMK Negeri 1 Cibinong, Bogor Jawa Barat
Abstract
In general, the form of learning at SMK Negeri I Cibinong Bogor is classroom learning using learning strategies and learning materials that refer to learning objectives. The competence of teachers in developing learning materials is considered to be still low, so it is necessary to make a training on Compilation of Compilation Learning Materials for teachers at SMK Negeri 1 Cibinong Bogor. The training was carried out using the method of applying science and technology directly to 55 teachers of public and private vocational schools in Cibinong Bogor using the Zoom application. The training was carried out in two sessions, namely: (1) discussing learning materials as a system, instructional analysis, setting specific instructional objectives, developing learning-outcome test instruments, developing learning strategies; and session (2) discusses theoretical concepts in developing compiled learning materials, preparing syllabus for one semester of subjects, the concept of making pieces of learning materials based on ICT for one semester, compiling pieces of learning materials based on ICT for subjects taught and making slides with MsPowerpoint, and then participants were asked to deliver Compiled Learning Materials complete with slides using MsPowerpoint. The results of the training showed that, in general, the teachers who participated in the training were still not maximal in mastering the following materials: (1) Instructional Analysis; (2) Develop Specific Instructional Objectives (ICT); (3) Developing Learning Outcomes Test Instruments; (4) and Developing Learning Strategies, so that the training objectives for the preparation of Compilation Learning Materials for 55 MPGP Electronics Engineering teachers conducted at SMK Negeri 1 Cibinong Bogor have not been maximally achieved.
Abstrak
Secara umum, bentuk-pembelajaran di SMK Negeri I Cibinong Bogor adalah pembelajaran di kelas menggunakan strategi-pembelajaran dan bahan-pembelajaran yang mengacu dengan tujuan pembelajaran. Kompetensi-guru dalam mengembangkan bahan pembelajaran dianggap masih rendah, sehingga perlu dibuat suatu pelatihan Penyusunan Bahan Pembelajaran Kompilasi untuk guru-guru di SMK Negeri 1 Cibinong Bogor. Pelatihan dilakukan menggunakan metode penerapan IPTEKS secara langsung ke 55 orang guru SMK Negeri dan Swasta di Cibinong Bogor menggunakan aplikasi Zoom. Pelatihan dilaksanakan dalam dua-sesi, yaitu: (1) membahas materi pembelajaran sebagai sistem, analisis instruksional, menyusun tujuan instruksional khusus, mengembangkan instrumen tes hasil-belajar, mengembangkan strategi pembelajaran; dan sesi (2) membahas konsep teori dalam pengembangkan bahan pembelajaran kompilasi, menyiapkan silabus mata-pelajaran satu semester, konsep membuat penggalan-penggalan bahan pembelajaran berdasarkan TIK untuk satu semester, menyusun penggalan bahan pembelajaran berdasarkan TIK mata pelajaran yang diampu dan membuat slide dengan MsPowerpoint, dan kemudian peserta diminta menyampaikan Bahan Pembelajaran Kompilasi lengkap dengan slide menggunakan MsPowerpoint. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa, secara umum, Guru-guru yang mengikuti pelatihan masih belum maksimal menguasai materi: (1) Analisis Instruksional; (2) Mengembangkan Tujuan Instruksional Khusus (TIK); (3) Mengembangkan Instrumen Tes Hasil Belajar; (4) dan Mengembangkan Strategi Pembelajaran, sehingga tujuan pelatihan penyusunan Bahan pembelajaran Kompilasi terhadap 55 orang guru MPGP Teknik Elektronika yang dilakukan di SMK Negeri 1 cibinong Bogor belum dapat tercapai maksimal
Empowermen for Women Who Stay in Australia In Parenting at Multicultural Contex
ABSTRACT
The aim of current community service is to empower Indonesian women living in Australia in knowledge of multicultural education and care in a multicultural context. The problems faced by Indonesian women living in Australia are very complex, starting with the goal of going to Australia, mobility, educating their children in different cultures to dealing with children's problems and themselves. This service was carried out for two years. The approach taken is to provide parenting training in a multicultural context. The duration to conduct this research will be two years by stages. In the first year of study, the followings processes will take place namely identification, training, counseling and evaluation. final stages of publication (journals and proceedings). In the second years: (1) recommendation, (2) Focus Group Discussion, and publication. The resulting output is: 1) The implementation of women's empowerment activities in parenting in multicultural context. 2) Multicultural education guidelines for mothers. 3) Certificates for participants who take part in the activity. This study will resulting; a) Published paper in national journal, b) Online media publication, c) Video uploaded on Youtube, and d) Webinar event held in Australia using an online platform. The community service implemented on Junne 2021 followed by 31 members. The activities doing well such Focus Discussion, counseling and evaluation. Based on the result of instrumen the mothers interest on the subject matter. They are sutiesfied of this activities. They need this activities again for other subject such as cooking theme
Penyuluhan Edukasi Program Marketing dalam Sekolah Bebas Bullying di SMA Sederajat Pare Kediri Jawa Timur
Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian potret perilaku remaja di pare. Dimana hasil dari penelitian tersebut masih tingginya tingkat bullying di kalangan remaja khususnya SMA/Sederajat dari hasil penelitian pelaku yaitu teman sebaya, siswa ternyata masih belum paham bahwa tindakan yang dilakukan tersebut memasuki katogori bullying. Perilaku yang ditunjukkan siswa di sekolah terlihat biasa saja sehingga dari hasil penelitian tersebut membuat sekolah menjadi lebih perhatian agar tindakkan tersebut bisa diatasi. Penyuluhan edukasi ini memberikan gambaran dampak negative dari potret perilaku remaja khususnya bullying dapat membuat brand image dan brand trust siswa, orang tua bahkan masyarakat dipandang negative,sehingga branding sekolah menajdi menurun. Tujuan pengabdian ini untuk membantu sekolah baik kepala sekolah, guru dan siswa untuk memahami makna bullying serta bagaimana membuat program kegiatan yang menjadi alat sebagai strategi marketing dalam branding sekolah, sehingga brand image sekolah akan meningkat dan jumlah siswa ke depannya akan meningkat. Subjek pengabdian pada masyarakat ini melibatkan narasumber dan tim penelitian adalah dosen dari Universitas Islam Jakarta, kepala sekolah, guru, wali kelas dan osis. Metode pengabdian pada masyarakat dilakukan Small Group Discution, Problem Based Learning, penyuluhan.. Hasil pengabdian ini pemahaman mengenai bullying, membuat program pencegahan dan penangulangan bullying sebagai strategi marketing sekolah
Pelatihan Literasi dan Membacakan Nyaring Buku Cerita Anak pada Komunitas Baca Betawi
Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat luas, khususnya yang tergabung dalam Komunitas Baca Betawi lebih memahami konsep literasi (membaca) dan agar semakin banyak anggota masyarakat yang memiliki keterampilan membacakan nyaring. Isi pelatihan ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu teori dan konsep mengenai literasi dan membacakan nyaring, teknik-teknik membacakan nyaring, dan pelatihan/praktik membacakan nyaring. Peserta pelatihan merupakan anggota dan pengurus komunitas Baca Betawi dengan jumlah peserta 25 orang dengan latar belakang usia, pendidikan, dan pekerjaan yang berbeda-beda. Waktu pelatihan terbagi menjadi (1) sebelum pelatihan di mana peserta telah diberikan materi dan buku cerita anak, (2) saat pelatihan, berupa paparan materi dan pelatihan dan (3) pascapelatihan di mana peserta mendapat tugas mempraktikkan ilmu yang telah didapat selama pelatihan. Pelatihan ini menghasilkan video membacakan nyaring oleh peserta.
 
PELATIHAN MENGIDENTIFIKASI KESULITAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR DENGAN MENGGUNAKAN SKPK PADA SISWA SMA DI MGBK SMA JAKARTA TIMUR
Abstract
The community service is one of task in tri dharma perguruan tinggi, for this session, community service activity have aims to train guidance and counseling teachers in identifying career decision-making difficulties for students using the SKPK (Career Decision Making Difficulties Questionnaire /CDDQ). Difficulties in career decision making are still experienced by high school students. The form of career decision in question is determining the choice of further study. Most students are not know where they will continue their education. The training on the use of SKPK was attended by 20 high school BK teachers in East Jakarta. Systematic activities consist of a general explanation of the importance of analyzing the difficulty of career decision making in high school to further carry out SKPK filling tests and how to analyze SKPK data entry results to be made in a data processing format. Based on preliminary data before the activity was carried out all teachers stated that there had never been an instrument that specifically analyzed the difficulties of career decision making, the impact was that there were no career BK services specifically directed at how to overcome the difficulties of career decision making. source of accurate information obtained through the assessment.
Abstrak
Pengabdian kepada masyarkat merupakan salah satu tugas dalam tri dharma perguruan tinggi, Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih guru-guru bimbingan dan konseling dalam mengidentifikasi kesulitan pengambilan keputusan karir pada siswa dengan menggunakan SKPK (Skala kesulitan Pengambilan keputusan Karir). Kesulitan pengambilan keputusan karir masih banyak dialami oleh siswa SMA. Bentuk keputusan karir yang dimaksud adalah menentukan pilihan studi lanjutan. Sebagian besar siswa tidak mengetahui secara pasti kemana mereka akan melanjutkan Pendidikan. Pelatihan penggunaan SKPK dihadiri oleh 20 orang guru Bimbingan dan Konseling SMA di Jakarta Timur. Sistematika kegiatan terdiri dari penjelasan umum mengenai pentingnya menganalisis kesulitan pengambilan keputusan karir di SMA untuk selanjutnya melakukan ujicoba pengisian SKPK dan cara menganalisis hasil entri data SKPK untuk dibuat dalam format pengolahan data. Berdasarkan data awal sebelum kegiatan dilaksanakan seluruh guru menyatakan bahwa belum pernah ada instrument yang secara spesifik menganalisis kesulitan pengambilan keputusan karir, dampaknya adalah tidak ada layanan Bimbingan dan Konseling karir yang secara spesifik diarahkan kepada cara mengatasi kesulitan pengambilan keputusan karir tersebut, Program Bimbingan dan Konseling karir yang dijalankan tidak memiliki sumber informasi yang akurat yang diperoleh melalui asessmen
PENINGKATAN PENGETAHUAN TERHADAP BAHAYA LINGKUNGAN PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR SAWARNA 1 KECAMATAN BAYAH KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN
Abstract
Recognizing the dangers that threaten the environment for students is important because it can spread information to the environment in the school itself, spread to the home and community environment. Through socialization and simulation students are directly involved in the effort to recognize the dangers. The activity will be held on Friday September 14, 2019, 09.00 am - finished in Sawarna 1 Elementary School, Bayah District. Lebak The number of participants 35 students. Implementation activities were divided into 2 sessions, namely the delivery of material and simulations. Before the material is presented, the pretest is conducted, after the material is given a post-test. Submission of knowledge includes: the delivery of material, giving quizzes, games. Introduction of existing types of disasters, namely: earthquakes, tsunamis, landslides, floods, typhoons, fires, volcanoes erupt. The introduction of disaster types is important so that students get a correct understanding of the types of disasters that exist. The next material is about which locations should be addressed and avoided (fields, houses, buildings, beaches, plateaus, trees, rivers).
In general, the evaluation results and simulation results can be run according to the objectives. Participants who are third-grade elementary school students can understand the types of disasters, disasters that may occur in their environment, can understand the destination when an earthquake or tsunami occurs. Students can mention the characteristics of a tsunami. Students can follow the simulation while singing. He hopes after getting the right understanding can be transmitted to other friends, as well as family and society in general. The absence of changes to the question about tsunamis is expected to be able to create other models and strategies, students have not yet correctly understood about the tsunami disaster. Broader socialization needs to be done through scout activities and others.
Abstrak
Pengenalan bahaya yang mengancam lingkungan pada siswa menjadi penting karena dapat menyebarkan informasi kepada lingkungan di sekolah sendiri, menyebar kerumah dan lingkungan masyarakat. Melalui sosialisasi dan simulasi siswa terlibat langsung dalam usaha untuk mengenal bahaya. Kegiatan dilaksanakan pada hari jumat tanggal 14 September 2019, Jam 09.00- selesai di Ruang kelas SD Sawarna 1 Kecamatan Bayah Ka. Lebak. Jumlah peserta 35 siswa terdiri dari 20 siswi dan 15 siswa. Kegiatan pelaksanaan dibagi menjadi 2 sesi, yaitu penyampaian materi dan simulasi. Sebelum disampaikan materi dilakukan pretest, setelah penyampaian materi diberikan post-test. Penyampaian pengetahuan meliputi : penyampaian materi, memberikan kuis, permainan. Pengenalan jenis bencana yang ada yaitu : gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, angin putting beliung/topan, kebakaran, gunung meletus. Pengenalan jenis bencana penting agar siswa mendapatkan pemahaman yang benar tentang jenis bencana yang ada. Materi selanjutnya tentang lokasi mana yang harus dituju dan dihindari (lapangan, rumah, gedung, pantai, dataran tinggi, pohon, sungai).
Secara umum dari hasil evaluasi dan hasil simulasi dapat berjalan sesuai dengan tujuan. Peserta yang merupakan siswa sekolah dasar kelas tiga sekolah dapat memahami jenis bencana, bencana yang mungkin terjadi dilingkungannya, dapat memahami tempat yang dituju ketika terjadi gempa maupun tsunami. Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri terjadinya tsunami. Siswa dapat mengikuti simulasi dengan sambil bernyanyi. Harapannya setelah mendapatkan pemahaman yang benar dapat ditularkan kepada teman-temannya yang lain, maupun keluarga dan masyarakat pada umumnya. Tidak adanya perubahan pada pertanyaan tentang tsunami diharapkan dapat membuat model dan strategi yang lain, siswa belum benar pemahaman tentang bencana tsunami. Perlu adanya sosialisasi yang lebih luas melalui kegiatan pramuka dan lain-lain.