286 research outputs found

    Digitalisasi Laporan Piket Guru untuk Efisiensi Administrasi Sekolah

    Full text link
    The objective of this service activity is to enhance the efficacy of school administration through the digitalization of the picket teacher reporting system. The methodology employed entails the integration of Google Form-based technology with Autocrat, a supplementary application within Google Workspace that facilitates the automated generation of PDF reports based on user input data. This system replaces the manual recording method, which is considered less efficient and has a high risk of data loss. The implementation process was conducted through direct socialisation to teachers, as well as technical assistance in the management of the system. The findings of the activity demonstrate that the implementation of this digital system has the potential to expedite the reporting process, mitigate recording errors, and streamline the archiving and distribution of picket teacher reports. This finding demonstrates that the integration of simple technology can significantly impact the facilitation of more modern and efficient school administration governance.   Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan efisiensi administrasi sekolah melalui digitalisasi pelaporan guru piket. Metode yang digunakan adalah implementasi Google Form yang terintegrasi dengan Autocrat untuk menghasilkan laporan otomatis dalam format PDF. Sistem ini menggantikan pencatatan manual yang kurang efisien dan rawan kehilangan data. Pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi dan pendampingan teknis kepada guru. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kecepatan pelaporan (87% responden), kemudahan penggunaan (93%), dan kerapian serta kemudahan akses arsip (100%). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi teknologi mampu mendukung tata kelola administrasi sekolah yang modern, efisien, dan terdokumentasi dengan baik

    Pelatihan Pembuatan Otomatisasi Berbasis Arduino di MA Al Madinah Nogosari Boyolali

    Full text link
    Currently, the development of the internet of things has contributed to the progress of industrial technology and one of them is the development of sensor technology through automation technology. The advancement of sensor technology has changed the pattern of human life towards digitalization. Sensor technology needs to be developed among young people, especially students, through knowledge of simple sensor technology so that students are interested and able to continue to develop their knowledge. Community service activities at MA Al Madinah aim for students to understand and be able to apply simple sensor technology based on Arduino. Simple automation training with Arduino is a community service activity at MA Al Madinah which is attended by students and as a form of stages of implementing module development. Module development through stages of needs analysis, design, development, implementation, and evaluation which aim to ensure that the module is suitable for use for training. The results of expert validation of the developed module obtained a very good category, the results of student assessments through limited training obtained very suitable for use, and the results of the training evaluation were very good, which is expected to be continued with more participants at MA Al Madinah Nogosari Boyolali   Abstrak Saat ini perkembangan internet of things telah memberikan kontribusi pada kemajuan teknologi industri dan salah satunya perkembangan teknologi sensor melalui teknologi otomatisasi. Kemajuan teknologi sensor telah mengubah pola kehidupan manusia menuju digitalisasi. Teknologi sensor perlu ditumbuhkan kepada kalangan muda terutama para pelajar melalui pengetahuan teknologi sensor sederhana agar para pelajar tertarik dan mampu mengembangkan terus pengetahuannya. Kegiatan pengabdian di MA Al Madinah bertujuan peserta didik memahami dan mampu menerapkan tentang teknologi sensor sedehana berbasis Arduino. Pelatihan otomatisasi sederhana dengan Arduino merupakan kegiatan pengabdian di MA Al Madinah yang diikuti peserta didik dan sebagai bentuk tahapan penerapan pengembangan modul. Pengembangan modul melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi yang bertujuan untuk memastikan modul layak digunakan untuk pelatihan. Hasil validasi ahli terhadap modul yang dikembangkan diperoleh kategori sangat baik, hasil penilaian peserta didik melalui pelatihan terbatas diperoleh sangat layak digunakan, dan hasil evaluasi pelatihan diperoleh sangat baik yang  diharapkan diteruskan dengan peserta lebih banyak lagi di MA Al Madinah Nogosari Boyolali

    Pembuatan Foto Udara untuk Mendukung Digitalisasi Nagari Sikucua Barat Kabupaten Padang Pariaman

    Full text link
    Legal certainty over nagari administrative areas is a crucial element in the nagari governance system. A base map in the form of imagery is needed to streamline the process of confirming and determining boundaries between bordering nagari. Drone technology is an effective solution in taking aerial photographs that can be used as a base image for drawing administrative boundaries. Nagari Sikucua Barat, located in Padang Pariaman Regency, currently does not have a clear legal basis for its administrative boundaries. This service activity aims to provide accurate and up-to-date base imagery to support the drawing of administrative boundaries legally and technically. In addition, this activity also increases the capacity of the village government in utilizing geospatial technology in order to systematically manage regional information. The result of this activity is the availability of the latest aerial imagery up to December 2024, replacing the previous High Resolution Upright Imagery (CTRT) which only includes data up to 2018. The impact of this activity includes increasing the efficiency of nagari administration, integrating assets and resources into a spatial data-based information system, and strengthening the legal basis of territorial boundaries. The service assistance will continue until the nagari has an interactive, integrated, and user-friendly information system to support data-based decision-making more accurately and transparently.   Abstrak Kepastian hukum terhadap wilayah administrasi nagari merupakan elemen krusial dalam sistem pemerintahan nagari. Peta dasar berupa citra sangat diperlukan untuk mengefisiensi proses penegasan dan penetapan batas antar nagari sempadan. Teknologi drone menjadi solusi efektif dalam pengambilan foto udara yang dapat digunakan sebagai citra dasar untuk penarikan garis batas wilayah administrasi. Nagari Sikucua Barat, yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman, hingga saat ini belum memiliki dasar hukum yang jelas terkait batas wilayah administrasinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyediakan citra dasar yang akurat dan mutakhir guna mendukung penarikan garis batas wilayah administrasi secara legal dan teknis. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas pemerintah nagari dalam pemanfaatan teknologi geospasial agar dapat mengelola informasi wilayah secara sistematis. Hasil kegiatan ini adalah tersedianya citra udara terbaru hingga Desember 2024, menggantikan Citra Tegak Resolusi Tinggi (CTRT) sebelumnya yang hanya mencakup data hingga tahun 2018. Dampak kegiatan ini meliputi peningkatan efisiensi administrasi nagari, integrasi aset dan sumber daya ke dalam sistem informasi berbasis data spasial, serta penguatan dasar hukum batas wilayah. Pendampingan pengabdian akan berlanjut hingga nagari memiliki sistem informasi yang interaktif, terintegrasi, dan ramah pengguna guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara lebih akurat dan transparan

    Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga untuk Pembangunan Berkelanjutan

    Full text link
    Community participation in climate change mitigation is very important to be socialized. The objectives of this community service are: 1) Increasing understanding of the importance of climate change mitigation. 2) Improving the ability of village communities, especially women, to process household liquid waste as a climate change mitigation and community participation in sustainable development. 3) Increase knowledge on how to make eco enzymes and soap from household waste. The methods used in this community service are lectures, discussions and practices of making eco enzymes and soap from used cooking oil. The methods used are lectures, discussions, and training. The participants of the activity amounted to 30 people. The results of the service showed that the understanding of the importance of climate change mitigation increased, the participants' ability to process household liquid waste increased, and the participants knew how to make eco enzymes and soap from household waste increased. With this increase in understanding and knowledge, this activity was successful.   Abstrak Partisipasi masyarakat merupakan elemen kunci dalam upaya mitigasi perubahan iklim, khususnya melalui pendekatan edukatif yang mampu mendorong kesadaran dan tindakan kolektif di tingkat lokal. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah, pertama, meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mitigasi perubahan iklim. Kedua, meningkatkan kemampuan masyarakat desa, terutama perempuan, dalam mengolah limbah cair rumah tangga sebagai mitigasi perubahan iklim dan partsipasi masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan. Ketiga, meningkatkan pengetahuan tentang pembuatan eco enzyme dan sabun dari limbah rumah tangga. Metode  yang  digunakan adalah ceramah, diskusi  serta praktik membuat eco enzyme dan sabun dari minyak jelantah. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemahaman tentang pentingnya mitigasi perubahan iklim meningkat, kemampuan peserta dalam mengolah limbah cair rumah tangga meningkat, peserta mengetahui cara membuat eco enzyme dan sabun dari limbah rumah tangga meningkat. Peningkatan rata-rata nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test sebesar 46%. Peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan peserta dalam pengelolaan limbah rumah tangga menunjukkan efektivitas kegiatan ini dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas

    Psikoedukasi Psikologi Positif: Sebuah Intervensi “Grit” pada Siswa SMA X di Tangerang

    Full text link
    The transition period from high school to university level is a critical time for individual development among students, particularly to begin the emerging adulthood period. The aim of implementing the Grit Up! 2024 is to measure the effectiveness of the "grit" psychoeducation program in preparing high school students to face the challenges of the study period, especially in terms of adaptation and academic achievement area. The psychoeducation program uses presentation methods and group activities. This program was evaluated by using a pre-test-post-test evaluation design. The results used Wilcoxon and Mann-Whitney statistical analysis to determine differences in grit levels based on gender and understanding of the material. The result of the study shows there’s a difference in level of understanding from the students before and after the program. On the other side, the result also shows there’s no significant difference in grit level based on gender differentiation. The Grit Up! psychoeducational program 2024 has succeeded in increasing students' motivation and understanding of the importance of grit. For further researchers, it is recommended to use measuring instruments specifically designed for academic purposes, implement them in different cultural backgrounds, and design further training for teachers and parents.   Abstrak Masa transisi dari sekolah menengah atas ke jenjang universitas merupakan masa krusial bagi perkembangan individu siswa, terutama untuk memulai masa dewasa awal. Tujuan pelaksanaan Grit Up! 2024 adalah untuk mengukur efektivitas program psikoedukasi "grit" dalam mempersiapkan siswa sekolah menengah atas menghadapi tantangan masa studi, terutama dalam hal adaptasi dan pencapaian akademik. Program psikoedukasi ini menggunakan metode presentasi dan aktivitas kelompok. Program ini dievaluasi dengan desain evaluasi pra-tes-pasca-tes. Hasilnya menggunakan analisis statistik Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk menentukan perbedaan tingkat grit berdasarkan gender dan pemahaman materi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah program. Program psikoedukasi Grit Up! 2024 telah berhasil meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa tentang pentingnya grit. Di sisi lain, hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan dalam tingkat grit berdasarkan diferensiasi gender. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan alat ukur yang dirancang khusus untuk keperluan akademis, melaksanakan di latar belakang budaya yang berbeda, dan merancang pelatihan lanjutan bagi guru dan orang tua

    Pelatihan Kewirausahaan Teknologi Digital untuk Menumbuhkan Minat Berwirausaha Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan

    Full text link
    This community service program aimed to foster entrepreneurial interest among Indonesian Migrant Workers (IMWs) in South Korea through digital technology-based entrepreneurship training. The activity was conducted offline on July 13, 2025, at the Wongok Community Center in Ansan, South Korea, involving 21 participants (16 males and 5 females) with an average age of 25.95 years. The training employed an interactive and group discussion-based approach, designed to stimulate participants’ interest and equip them with fundamental knowledge of digital entrepreneurship. The results indicated a high level of entrepreneurial interest and motivation among the participants, as reflected in an overall average score of 4.55 out of 5. Most participants expressed a strong desire to become entrepreneurs and to deepen their understanding of the entrepreneurial world. Their primary motivations for starting a business included meeting market needs, achieving personal ownership, generating employment, and obtaining financial gain. However, challenges in starting a business included a lack of ideas, limited business knowledge, high risk factors, and capital constraints. These findings highlight the need for follow-up training focusing on business idea development, business planning, and risk management. This program holds significant implications for empowering IMWs through innovation, technology-based training, and the sustainable development of entrepreneurial capacities.   Abstrak Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan minat berwirausaha Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan melalui pelatihan kewirausahaan teknologi digital. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada 13 Juli 2025 di Wongok Community Center, Ansan, Korea Selatan, dengan jumlah peserta sebanyak 21 orang (16 laki-laki dan 5 perempuan), berusia rata-rata 25,95 tahun. Metode pelatihan menggabungkan pendekatan interaktif dan berbasis diskusi kelompok, yang dirancang untuk membangkitkan minat serta membekali peserta dengan pengetahuan dasar kewirausahaan digital. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para peserta memiliki minat dan motivasi yang sangat tinggi terhadap kewirausahaan, tercermin dari skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,55 (dari skor maksimal 5). Sebagian besar peserta juga menyatakan keinginan kuat untuk menjadi pengusaha dan belajar lebih dalam mengenai kewirausahaan. Motivasi utama peserta dalam memulai usaha adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar, menciptakan kepemilikan pribadi, serta menyediakan lapangan kerja dan memperoleh keuntungan finansial. Namun, hambatan yang dihadapi dalam memulai usaha meliputi kurangnya ide, pengetahuan bisnis, serta faktor risiko dan keterbatasan modal. Temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan lanjutan yang berfokus pada pengembangan ide usaha, perencanaan bisnis, dan manajemen risiko. Program ini memiliki implikasi penting dalam memberdayakan PMI melalui inovasi, pelatihan berbasis teknologi, dan pembangunan kapasitas kewirausahaan berkelanjutan

    Peningkatan Kemampuan Guru dalam Mengembangkan Modul Ajar dan Asesmen Berdiferensiasi sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka di Deli Serdang

    Full text link
    Differentiated learning is an effective strategy for implementing the Kurikulum Merdeka in upper junior high school. This strategy is applied to address several classroom challenges, such as monotonous learning, limited learning resources, a lack of instructional media, and low student motivation. The primary objective of this initiative is to enhance teachers' ability to develop learning modules and assessments tailored to students' characteristics. Through this training, teachers can independently create instructional modules that can be implemented in classroom learning. To achieve this goal, the community service team from the postgraduate school of at Universitas Negeri Medan has designed a series of activities, including preparation, training implementation, mentoring, evaluation, and refinement. The applied method has resulted in learning modules and assessments developed by subject teachers. These modules and assessments are designed based on students' initial abilities and characteristics, leading to improvements in learning outcomes, higher-order thinking skills (HOTS), and student motivation in the learning process. Furthermore, these modules and assessments have become essential instructional tools that teachers utilize in their daily classroom teaching.   Abstrak Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu strategi yang tepat dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah lanjutan tingkat pertama. Strategi ini diterapkan untuk mengatasi beberapa permasalahan di kelas seperti pembelajaran yang monoton, keterbatasan sumber belajar, minimnya media pembelajaran, dan kurangnya minat belajar siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan modul dan asesmen pembelajaran yang berbasis pada karakteristik peserta didik. Melalui pelatihan ini guru-guru dapat menghasilkan modul ajar yang dikembangkan sendiri sehingga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim abdimas Pascasarjana Universitas Negeri Medan telah merancang tahapan kegiatan mulai dari persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, evaluasi dan perbaikan. Berdasarkan metode yang diterapkan telah diperoleh hasil kegiatan berupa modul ajar dan asesmen dari setiap guru mata pelajaran. Modul dan asesmen pembelajaran tersebut disusun berdasarkan kemampuan awal dan karakteristik siswa sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar, keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Modul dan asesmen tersebut telah menjadi perangkat pembelajaran yang digunakan guru dalam melaksanakan pembelajaran setiap hari di dalam kelas

    Peningkatan Keterampilan Analisis Data Bagi Fungsional BPS di Kalimantan Barat Melalui Pelatihan SEM dengan AMOS

    Full text link
    This Community Service activity is a form of cooperation between Statistics Study Program FMIPA UNTAN and BPS through training activities. The purpose of this PKM is to provide knowledge and insight to BPS functional employees about SEM (Structural Equation Modeling) using AMOS. This activities were carried out on Monday, August 14, 2023 in the Vicon room of the West Kalimantan provincial BPS office with 32 participants attending. The results of this training activity are expected to be applied by BPS functional employees in processing and analyzing data as research needs and work related to statistical data. The level of success in this training was measured through pre-test, post-test and participant satisfaction survey. A wilcoxon test was conducted with α = 0.05 and the result was p-value smaller than 0.01. So that the p-value < α which means rejecting H0 and it can be concluded that the average pretest score < average posttest score. In other words, the post-test results increased significantly, which means that the participants' abilities increased after the training. Based on the participant satisfaction survey, the results showed that all participants (100%) had never used AMOS software before. Overall, participants were satisfied (61.5%) and very satisfied (38.5%) with the training because they could increase their knowledge and the training materials delivered were in accordance with their needs, easy to understand and interesting, could be applied easily, and were delivered in order and systematically.   Abstrak Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan salah satu wujud kerjasama Prodi Statistika FMIPA UNTAN dengan BPS melalui kegiatan pelatihan. Adapun tujuan PKM ini yaitu memberikan pengetahuan dan wawasan kepada pegawai fungsional BPS tentang teknik pengolahan dan analisis data SEM (Structural Equation Modelling) dengan menggunakan AMOS. Kegiatan PKM dilaksanakan pada hari Senin, 14 Agustus 2023 di ruang Vicon kantor BPS prov Kalbar dengan jumlah peserta yang hadir 32 orang. Hasil dari kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan oleh pegawai fungsional BPS dalam mengolah dan menganalisis data sebagai kebutuhan penelitian maupun pekerjaan yang berhubungan dengan data statistika. Tingkat keberhasilan pada pelatihan ini diukur melalui pemberian pretest, posttest dan survey kepuasan peserta. Dilakukan uji beda menggunakan uji wilcoxon dengan α = 0.05 dan didapatkan hasil yaitu berupa p-value lebih kecil dari 0.01. Sehingga p-value < α yang berarti tolak H0 dan dapat disimpulkan rata-rata nilai pretest < rata-rata nilai posttest. Dengan kata lain hasil posttest meningkat secara signifikan yang artinya kemampuan peserta meningkat setelah dilaksanakan pelatihan. Berdasarkan survey kepuasan peserta didapatkan hasil ternyata semua peserta (100%) belum pernah menggunakan software AMOS sebelum pelatihan. Secara keseluruhan peserta merasa puas (61,5%) dan sangat puas (38,5%) mengikuti pelatihan karena dapat menambah pengetahuan serta materi pelatihan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan, mudah dipahami dan menarik, dapat diterapkan dengan mudah, dan disampaikan dengan urut dan sistematis

    Smart KMS Membantu Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Posyandu Kemala Ciracas

    Full text link
    Posyandu is a prominent instance of Community-Based Health Initiatives (UKBM) inside the community. The efficacy and quality of Posyandu are contingent upon the function of the cadres. The cadre's responsibility is to manually manage and document child development data via KMS (Kartu Menuju Sehat). An electronic KMS, entitled Smart KMS, has been established using Community Service activities integrated Community Service Program(PKM-KKN) to offer data on toddler growth and development. Smart KMS offers monthly statistics on child growth, including graphs depicting child weight relative to age, child height relative to age, and child nutritional status based on weight and height. Access to Smart KMS is facilitated through two account types: admin accounts and toddler parent accounts. Smart KMS has been deployed at Posyandu Kemala Ciracas and is utilized by 63 toddlers. The findings of a service survey conducted with cadre respondents at Posyandu Kemala Ciracas indicate that Smart KMS is seen as highly effective in terms of usability, accessibility, advantages, and its role in toddler data gathering (value 93%). Posyandu cadres evaluated that the conducted activities positively influenced the enhancement of their skills and knowledge, the accessibility of facilities at Posyandu, and the advantages for Posyandu itself (value 92%). Therefore a necessity for ongoing initiatives and further support..   Abstrak Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang paling dikenal di masyarakat. Kualitas dan efektifitas Posyandu bergantung pada peran kader. Tugas kader adalah mengelola dan mencatat data perkembangan anak secara manual menggunakan KMS (Kartu Menuju Sehat). Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (PKM-KKN) telah dilakukan pengembangan KMS elektronik dengan nama Smart KMS yang menyediakan data tumbuh kembang balita. Pada Smart KMS tersedia data perkembangan anak setiap bulan, grafik berat badan anak berdasarkan umur, grafik tinggi badan anak berdasarkan umur, dan grafik status gizi anak berdasarkan berat dan tinggi badan. Terdapat dua jenis akun yang dapat digunakan untuk mengakses Smart KMS yaitu akun admin dan akun orang tua balita. Smart KMS telah diimplementasikan di Posyandu Kemala Ciracas dan digunakan oleh 63 balita. Dari hasil survey layanan dengan responden kader di Posyandu Kemala Ciracas, menunjukkan bahwa Smart KMS dinilai sangat baik dalam memberikan kemudahan penggunaan, aksesibilitas, manfaat, serta kontribusinya dalam pendataan balita (nilai 93%). Kader Posyandu juga menilai bahwa kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif bagi peningkatan keterampilan dan wawasan kader, ketersediaan fasilitas di Posyandu, serta manfaat bagi Posyandu itu sendiri (nilai 92%). Sehingga perlunya keberlanjutan kegiatan dan pendampingan lebih lanjut

    Peningkatan Kapasitas Majelis Ulama Indonesia dalam Dakwah Moderasi: Pendampingan Tokoh Agama Menghadapi Tantangan Globalisasi dan Disrupsi Teknologi

    Full text link
    This community service activity aims to increase the capacity of the clerics of the Indonesian Ulema Council (MUI) East Jakarta in moderate preaching through mentoring religious leaders. In the context of globalization and technological disruption, ulama face increasingly complex challenges, both in conveying religious messages relevant to the times and maintaining religious moderation values. The method used in this service is Service Learning (SL) which refers to the Experiential Learning approach with intensive mentoring using the steps of iceberg analysis and U process. 50 Dai attended the participants of this activity and Daiyah MUI sub-districts in East Jakarta. The results of this activity provide a more comprehensive understanding related to religious moderation, both from theoretical and practical aspects. Development of moderate and contextual da'wah materials, as well as strengthening locality-based da'wah strategies that remain relevant in facing global challenges. Through this activity, MUI clerics will be able to become active agents of change in promoting religious moderation and addressing technological developments wisely and constructively.   Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Timur dalam dakwah yang moderat melalui pendampingan kepada tokoh agama. Dalam konteks globalisasi dan disrupsi teknologi, ulama menghadapi tantangan yang semakin kompleks, baik dalam menyampaikan pesan-pesan agama yang relevan dengan perkembangan zaman maupun dalam menjaga nilai-nilai moderasi beragama. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Service Learning (SL) yang mengacu kepada pendekatan Experiental Learning dengan pendampingan intensif menggunakan langkah-langkah iceberg analisis dan proses U. Peserta kegiatan ini dihadiri oleh 50 orang para Dai dan Daiyah MUI kecamatan di Jakarta Timur. Hasil kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait dengan moderasi beragama, baik dari aspek teoritis maupun praktis. Pengembangan materi dakwah yang moderat dan kontekstual, serta penguatan strategi dakwah berbasis lokalitas yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan global. Diharapkan melalui kegiatan ini, ulama MUI mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam mempromosikan moderasi beragama serta menyikapi perkembangan teknologi secara bijak dan konstruktif

    276

    full texts

    286

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sarwahita
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇