Farabi (E-Journal)
Not a member yet
    136 research outputs found

    Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Bingkai Media: Studi Atas penafsiran ayat-ayat al-Qur’an dalam Koran Harian Bangsa

    Get PDF
    This article will discuss the interpretation of the Qur’anic verses in Harian Bangsa newspaper, specifically appeared in rubric of “Tafsir al-Qur’an Aktual.” The article includes themes in Desember 2014 and Januari 2015 only. From the explanation of Qur’anic exegesis appeared in the media, this article will discuss about the values contained to inform the religious teaching with comparing between Qur’an’s exegesis the earliest issues. The analysis shows that indeed the content of Tafsir al-Qur’an Aktual rubric is more oriented on the social religious.Tulisan ini akan membahas mengenai penafsiran-penafsiran ayat al-Qur’an yang ada dalam Koran Harian Bangsa rubrik Tafsir al-Qur’an Aktual. Tidak semua tema dibahas dalam tulisan ini, akan tetapi hanya tema-tema yang dimuat pada edisi bulan Desember 2014 dan Januari 2015. Dari pemaparan tafsir al-Qur’an yang ditampilkan di media, maka penulis akan membahas mengenai nilai-nilai dan bentuk media dalam menyampaikan pesan al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tulisan dalam rubrik tersebut bertujuan untuk menginformasikan ajaran-ajaran agama dengan mengkontekstualisasikan penafsiran dengan isu-isu yang ada. Uraiannya menunjukkan bahwa isi tulisan dalam rubrik tafsir aktual berorientasi pada sosio-religius

    I’jāz Al-Qur’ān: Menelusuri Bukti Keotentikan Al-Qur’an

    Get PDF
    Koran presented a challenge to everyone who doubted it to create something like the Koran. This challenge applies without any time limit. Therefore, the miracle of the Qur\u27an valid today. This article reinforces the argument that one of the authenticity of the Koran is the Koran\u27s ability to survive throughout the centuries without any editorial changes even one letter. Metaphysical assurances given by God proved because until now no one was able to disrupt the contents of the Koran by changing the wording. Instead of editorial changes, changes in vowel or the letter will soon be known because so many Muslims in this world for generations who memorized the Koran. Moreover, with the printing and computerized systems today will further ensure the integrity and preservation of the Koran.Al-Qur’an memberikan tantangan kepada setiap orang yang meragukannya untuk membuat sesuatu semacam al-Qur\u27an. tantangan ini berlaku tanpa ada batas waktu. Karena itu, kemukjizatan al-Qur’an berlaku sampai sekarang. Tulisan ini memperkuat argumen bahwa salah satu keotentikan al-Qur’an adalah  kemampuan al-Qur’an bertahan selama berabad-abad tanpa adanya perubahan redaksi walau satu huruf. Jaminan metafisis yang diberikan oleh Tuhan ternyata terbukti karena hingga sekarang tak seorang pun yang mampu untuk mengacaukan isi al-Qur’an dengan mengubah redaksinya. Jangankan perubahan redaksi, perubahan harakat atau huruf pun akan segera diketahui karena begitu banyak orang Islam di dunia ini dari generasi ke generasi yang menghafal al-Qur’an. Apalagi dengan sistem percetakan dan komputerisasi dewasa ini akan semakin menjamin keutuhan dan kelestarian al-Qur’an

    Living Hadis

    Get PDF
    Living hadith is the sunnah of the Prophet who freely interpreted by scholars, rulers and judges according to their situation, or also known as the "living sunnah". There are three models of living sunnah are traditions of writing, oral traditions and tradition of practices. This paper take the focus living oral tradition that comes with practice run of Muslims. The research in this paper is the literature research as it relates to issues raised by the researchers is living oral traditions related to the theory into practice yet. In this paper the authors are many examples related to living oral tradition by providing a variety of religious propositions as the foundation of normative for the living traditions of the Muslim community in Indonesia.Living hadis adalah sunnah Nabi yang secara bebas ditafsirkan oleh para ulama, penguasa dan hakim sesuai dengan situasi yang mereka hadapi, atau disebut juga sebagai “sunnah yang hidup”. Ada tiga model living hadis yaitu tradisi tulisan, tradisi lisan dan tradisi praktik. Tulisan ini mengambil fokus living hadis lisan yang muncul seiring dengan praktik yang dijalankan umat Islam. Penelitian dalam tulisan ini merupakan penelitian pustaka karena terkait dengan permasalahan yang diangkat oleh peneliti adalah living hadis lisan yang berkaitan dengan teori belum ke praktiknya. Dalam tulisan ini penulis banyak contoh-contoh yang terkait dengan living hadis lisan dengan memberikan berbagai dalil-dalil keagamaan sebagai landasan normatif tradisi yang hidup di masyarakat Muslim Indonesia

    Pemikiran Keagamaan & Kebangsaan Gus Dur

    Get PDF
    Gus Dur is a controversial and inspirational figure who has contributed brilliant ideas to religious life and nationality. To manifest religious life were fair and peaceful, the tap religion should be opened as wide as each religion entitled to the recognition of the country; Pluralism is a guarantee for every Indonesian to worship according to their religion or belief peacefully; In addition, the indigenization and contextualization of Islam, appreciate the culture and creativity of the nation itself. Indonesian Islam has own repertoire in appreciating the teachings of religion. In the context of a state, an ideology that can be accepted by all components of the nation and ensure the rights of all citizens is Pancasila; Furthermore, Democracy must be fought  systemic and cultural continuously without radicalism.Gus Dur merupakan tokoh kontroversial dan inspiratif yang telah menyumbangkan ide-ide cemerlangnya dalam konteks kehidupan keberagamaan dan kebangsaan. Menurutnya untuk mewujudkan kehidupan keberagamaan yang adil dan damai, maka keran agama harus dibuka selebar-lebarnya sebab setiap agama berhak mendapatkan pengakuan dari negara; Pluralisme adalah jaminan bagi setiap warga Indonesia untuk beribadah sesuai dengan agama dan  keyakinannya  dengan rasa aman; Selain itu, pribumisasi dan Indonesianisasi adalah upaya kontekstualisasi ajaran Islam, menghargai hasil budaya dan kreatifitas bangsa sendiri. Islam Indonesia memiliki khasanah  tersendiri dalam mengapresiasi ajaran  agama. Dalam kontek kenegaraan, ideologi yang dapat diterima  oleh seluruh komponen bangsa dan menjamin hak seluruh warga  negara adalah ideologi Pancasila; selanjutnya, demokratisasi adalah kebebasan, keadilan, dan musyawarah. Demokrasi harus diperjuangkan sistemik, kultural dan kontinyu tanpa radikalisme

    Tafsir Sufistik dalam Tradisi Penafsiran Al-Qur’an (Sejarah Perkembangan dan Konstruksi Hermeneutis)

    No full text
    This article discusses one of  interpretation styles of the Koran that is quite unique, the Sufi interpretation. As one of the traditions that become an integral part of the history of Islamic civilization, tasawwuf atausufisme, which widely became popular in the Islamic community in the 4th century AH / 10 AD, in turn, are also in contact with the Koran as the main source text in Islam from which is born of a chain of civilization. In particular, this paper will briefly review some of the major themes of the Sufi interpretation, including Sufism contact with the Koran, the early appearance of Sufi interpretation, development, and several major hermeneutical constructions that underlie the Sufi style interpretation.Tulisan ini membincang salah satu corak tafsir al-Qur’an yang cukup unik, yaitu tafsir sufistik. Sebagai salah satu tradisi yang menjadi bagian integral dari sejarah peradaban Islam, tasawwuf atau sufisme, yang secara luas mulai populer dalam masyarakat Islam pada abad ke-4 H/10 M., pada gilirannya juga bersentuhan dengan al-Qur’an sebagai teks induk dalam Islam yang darinya lahir sebuah mata rantai peradaban. Secara khusus, tulisan ini akan mengulas secara singkat beberapa tema penting dalam tafsir sufistik, mencakup kontak sufisme dengan al-Qur’an, awal kemunculan tafsir sufistik, perkembangan, dan beberapa konstruksi hermeneutis utama yang menjadi landasan dalam tafsir corak sufistik

    Pemaduan Teori Rasional, Empiris dan Intuisi Perspektif Muhammad Iqbal

    No full text
    The forms of Islamic thought can be divided into three parts: traditional, modern, and contemporary. In general, Islamic thought patterned are dialectic (jadali), demonstrative (Burhani), intuitive (Irfani), and theosophy (wisdom, also called hikmah muta\u27aliyah). This paper will examine the figure of Muhammad Iqbal, one of the phenomenal modern Muslim thinkers. He has reconstructed a building of Islamic philosophy which can be equipped to individual Muslims in anticipation of Western civilization materialistic or fatalistic Eastern tradition. Philosophy of Khudi and devinity metaphysics of Iqbal able to combine rationalism, empiricism and intuitive that had been considered separate and contradictory.Bentuk pemikiran Islam dapat dibagi menjadi pada tiga bagian: tradisional, modern, dan kontemporer. Secara umum pemikiran Islam bercorak dialektik (jadali), demonstratif (burhani), intuitif (irfani), dan teosofi (hikmah) yang menggabungkan sumber dan metode (nalar intelektual) sebelumnya (juga disebut hikmah muta’aliyah). Tulisan ini akan mengkaji sosok Muhammad Iqbal, salah satu pemikir Muslim modern yang sangat fenomenal. Ia telah merekonstruksi sebuah bangunan filsafat Islam yang dapat menjadi bekal kepada individu-individu Muslim dalam mengantisipasi peradaban Barat yang materialistik ataupun tradisi Timur yang fatalistik. Filsafat Khudi dan metafisika ketuhanan Iqbal mampu menyatukan rasionalisme, empirisme, dan intuitifme yang selama ini dianggap terpisah dan bertentangan

    Komunikasi Transendental Manusia-Tuhan

    No full text
    Communication as the process of delivering a message from the communicator to communicant through media and produce effect, raises questions related to human communication made with God by naked eye can not see. This paper discusses the transcendental communication, ie communication that occurs between man and God. In this paper stated that all communication elements exist in communication between man and God. Source of communication or communicators consisted of God and man. The message in the form of verses of God through the Qur’an and pray, remembrance delivered man to God. The line is the Qur\u27an serve as channels of God\u27s messages and intra channel\u27s private. Receiver or communicant basically the same as the source or communicator. And feedback effects expected in this transcendental communication is a human being should do what he was told and stay away from what is forbidden. Effects can also be granted the praying, inner peace, or can occupy heaven in the hereafter. While the models of communication that could be in line with the communication process is the Model SR transcendental, Aristotle Model, and Model of Lasswell.Komunikasi sebagai proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media yang menghasilkan efek, melahirkan pertanyaan terkait dengan komunikasi yang dilakukan manusia dengan Allah yang secara kasat mata tidak dapat dilihat. Tulisan ini membahas komunikasi transendental, yaitu komunikasi yang terjadi antara manusia dengan Tuhannya. Dalam tulisan ini dikemukakan bahwa semua unsur-unsur komunikasi ada dalam komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Sumber komunikasi atau komunikator terdiri dari Allah dan manusia. Pesannya berupa ayat-ayat Allah lewat al-Qur’an dan doa, zikir yang disampaikan manusia kepada Allah. Salurannya adalah al-Qur’an berfungsi menjadi saluran dari pesan-pesan Allah dan saluran intra pribad. Penerima atau komunikan pada dasarnya sama dengan sumber atau komunikator. Efek dan umpan balik yang diharapkan dalam komunikasi transendental ini adalah manusia harus melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Efek juga bisa berupa terkabulnya doa sang hamba, ketenangan batin, atau bisa menempati surga di akhirat. Sementara model-model komunikasi yang bisa sejalan dengan proses komunikasi transendental adalah Model S-R, Model Aristoteles, dan Model Lasswell

    STUDI DAKWAH DAN MEDIA DALAM PERSPEKTIF USES AND GRATIFICATION THEORY

    Get PDF
    Dakwah Islamiyah adalah salah satu aspek yang tidak terpisahkan dengan kehidupan umat Islam. Dalam kenyataannya, di mana ada eksistensi umat Islam ada, maka ada pula eksistensi dakwah Islamiyah di tempat itu. Kenyataan ini mutlak harus ada, karena dakwah adalah Islam dan Islam adalah dakwah. Karena pentingnya dakwah Islamiyah bagi kehidupan umat Islam, maka semua potensi yang dimiliki sedapat mungkin untuk dapat menunjang eksistensi dakwah Islamiyah. Dalam kehidupan masyarakat modern, media memainkan peranan penting bagi kehidupan sosial. Media, baik media cetak maupun media elektronik, telah menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi masyarakat modern. Itulah sebabnya, media massa --khususnya media televisi—telah menjadi saluran primer bagi penyebaran dakwah Islamiyah dewasa ini. Begitu tingginya penetrasi media televisi dalam kehidupan modern, maka fenomena ini telah menjadi kajian penting dalam studi ilmu komunikasi khususnya yang berkaitan dengan dengan media komunikasi. Di antara banyak teori komunikasi yang dikembangkan para pakar komunikasi, maka teori uses and gratification yang dicetuskan oleh Elihu Katz, Jay G. Blumlerm dan Michael Gurevitch, banyak dipakai untuk menganalisis relasi antara media massa dan pemirsanya. Dari perspektif teori ini, pemirsa mempunyai kewenangan mutlak  untuk menentukan program dakwah  di televisi mana yang akan diikutinya sesuai dengan tingkat kepuasan yang ingin dicapainya dari program yang diikutinya. Fakta ini merupakan kontra teori yang menyatakan bahwa media massa yang mendominasi pemirsanya

    SUMBANGSIH ISLAM DALAM MENANGGULANGI KEHAMPAAN SPIRITUAL MASYARAKAT MODERN; TELAAH ATAS PEMIKIRAN TASAWUF SAYED HUSEIN NASR

    Get PDF
    World of Sufism has sometimes been underestimated because of it away from world and even hostile.Sayed Hussein Nasr stated that Sufism is the one of alternative solution to meet the challenges of the modern era. Western and Moslems havebeen affectedby Western modernism, theyare materially established, but they sufferspiritual emptiness due to the apotheosis of material and science. Therefore, one must have the equilibrium between science and charity, and between contemplation and action. Furthermore, the problem of interfaith can be resolved through sufistic approach in which Islam is not only about religion revealed through the Qur\u27an to the Prophet Muhammad, but also Islam is for all of authentic religions.Dunia tasawuf terkadang dipandang sebelah mata karena dianggap menjauhi bahkan memusuhi dunia. Namun bagi Sayed Husein Nasr tasawuf merupakan alternatif solusi untuk menjawab tantangan di era modern, orang-orang Barat dan orang-orang Islam yang sudah keracunan modernisme Barat. Mereka secara materi telah mapan namun mengalami kehampaan spiritual akibat pendewaan terhadap materi dan ilmu pengetahuan. Untuk itu, seseorang harus mempunyai keseimbangan antara ilmu dan amal, antara kontemplasi dan aksi. Selanjutnya, problem antar agama dapat diselesaikan lewat pendekatan sufistik, di mana Islam tidak hanya berarti agama yang diwahyukan melalui al-Qur’an kepada Nabi Muhammad, tetapi juga seluruh agama yang autentik

    FENOMENA KOMUNITAS BERJILBAB; ANTARA KETAATAN DAN FASHION

    Get PDF
    Makalah ini adalah respon terhadap fenomena yang akhir-akhir ini hadir di hadapan publik. Adalah dua komunitas berjilbab yang dianggap saling bertentangan. Satu komunitas dengan gerakan membudayakan jilbab fashionable namun tetap tertutup, sementara komunitas kedua melalui media sosial menampilkan cara berjilbab yang juga fashionable namun masih menonjolkan bagian-bagian tubuh tertentu. Tujuan penulisan ini adalah mendeskripsikan kedua fenomena komunitas berjilbab tersebut. Metode penulisan menggunakan pendekatan  fenomenologi dengan landasan Q.S. al-Ahzab: 59 dan Q.S. An-Nur: 31. Merujuk pada sikap Buya Hamka yang bijaksana dan sabar menghadapi wanita yang telah berniat baik untuk menutup aurat, penulis berkesimpulan bahwa fenomena jilboobs community adalah evolusi berjilbab secara syar’i

    90

    full texts

    136

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Farabi (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇