Farabi (E-Journal)
Not a member yet
136 research outputs found
Sort by
SUNNAH DALAM PEMAHAMAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL PAKAR HADIS DAN PAKAR FIQIH (Studi Kritis atas Pemikiran Muhammad al-Gazaly)
Sunnah adalah dokumentasi hidup yang telah dipraktekkan seorang nabi dalam pola kesahariannya dan menjadi acuan umat yang diperpegangi bersama, sekaligus menjadi bagian konsep ilahi yang membumi berisikan ajaran, pedoman dan petunjuk, baik yang dapat dipahami dengan tanpa penalaran atau masih membutuhkan penalaran. Keterkaitan persoalan dengan solusi yang ditawarkan selalu berada pada posisi yang berbeda dengan pemahaman yang menjadi sumber rujukan, apalagi metode dan cara yang dipergunakan dalam memahaminya. Praktek sunnah nabi Saw., dalam berbagai sisi membutuhkan pemahaman yang komprehensif, yang oleh pakar hadis dan pakar fiqih menjadi rujukan yang sangat menarik baik secara tekstual maupun kontekstual. Refleksi pemikiran Muhammad al-Gazaly berupaya menggali kembali beberapa persoalan sunnah yang mengacu kepada pemahaman tekstual dan kontekstual pakar hadis dan pakar fiqih
WAJAH REVOLUSI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT SEJARAH
Atikel ini ingin menelusuri dan mencari jawaban tentang pertanyaan seberapa jauh revolusi merealisasikan transformasi structural dan cultural. Selain itu dipertanyakan sebarapa besar peranan sentral tokoh-tokoh revolusioner dalam menyusun strategi perjuangannya guna tercapainya kebebasan (freedom) dan kebersamaan? Artikel ini juga ingin menemukan bagaimana pula peran rakyat kecil (wong cilik) atau rakyat kebanyakan (grassroot) dalam revolusi itu, baik yang berdomisili di kota maupun di pedesaan?. Dari beberapa pertanyaan itu dapat ditelusuri bahwa tokoh-tokoh revolusioner sebagai “motor penggerak” revolusi, setidaknya dapat dipetakan ke dalam dua kategori, yaitu pertama, revolusi yang bersifat non-kooperatif radikal, dengan tokohnya Tan Malaka; dan kedua, revolusi yang bersifat kooperatif-moderat, yang tokohnya adalah Soekarno, Hatta dan Syahrir. Pendekatan yang dilancarkan oleh golongan yang pertama lebih memilih perombakan masyarakat secara total dalam segala dimensi kehidupannya yang meliputi politik, ekonomi, social, budaya, sementara golongan yang kedua lebih suka memakai jalur diplomatik dengan tetap mempertahankan hal-hal “warisan lama” yang dipandang masih perlu dilestarikan. Revolusi sebagai sebuah wacana actual di tengah kemelut kebangsaan pasca kemerdekaan pada mulanya hanya terasa di kota-kota pusat pendudukan sekutu. Tidak demikian di pedesaan, Namun karena demikian dahsyatnya “getaran” wacana revolusi tersebut, pada gilirannya desa-desa di pedalaman pun ikut andil di dalam pergolakan-pergolakan local
MARKETING POLITIK DALAM KOMUNIKASI POLITIK
Dominasi ekonomi semakin berperan penting dalam kancah perpolitikan. Perkawinan ekonomi dan politik saat ini bagaikan teman satu ranjang yang tak dapat dipisahkan. Politik layaknya industri yang sarat dengan banyak kepentingan dan keuntungan semata. Kekuatan ekonomi tanpa disadari nyata berpengaruh dalam dunia politik. Kelompok yang memiliki akses ekonomi dan politik memanfaatkan momentum pesta demokrasi sebagai ajang menghamburkan uang dengan tujuan jabatan semata. Politik sudah menjadi suatu “industri raksasa” yang butuh banyak modal untuk investasi. Konsekuensi logis yang harus diterima dari semua itu adalah hanya beberapa individu dan kelompok yang mampu dan dapat bermain dalam memenangkan transaksi demokrasi. Pada dasarnya demokrasi dan uang adalah dua sisi yang tak dapat dipisahkan sehingga menjadi komoditas yang dapat mempengaruhi dalam pergolakan politik. Sejalan dengan perubahan sistem pemilihan umum, bentuk-bentuk kampanye politik turut berubah. Penggunaan marketing politik merupakan salah satu cara kampanye modern yang banyak dilakukan saat ini. Melalui survei yang dilakukan konsultan politik, parpol atau politisi bisa mengetahui perilaku pemilih, membuat pertimbangan untuk menentukan calon, membuat program kampanye, dan mengetahui hasil pemilihan lewat penghitungan cepat. Selain itu, konsultan politik bisa memoles calon atau parpol melalui kampanye pencitraan di media massa dengan iklan politiknya
Kriteria Keshahihan Hadis Perpektif Syiah
This study focused on the validity of hadith in the view of Shia, which during this portion of the discussion of hadith more in Sunni view. It is important to be studied further to enrich the scientific insights in the field of hadith that is not rigid in the face of difference. In view of Shia the hadith transmission is restricted on a track history of ahl al-bait or priest Ma\u27shum, and this criterion is one of the requirements for an authentic hadith assessed from the aspect sanad. In the aspect of honor, the validity of tradition criteria not mentioned explicitly by the Shiites, they just make the benchmark validity honor on the basis of conformity with the Qur\u27an, and not in conflict with the other authentic tradition.Penelitian ini difokuskan pada kriteria keshahihan hadis dalam pandangan Syiah, yang selama ini porsi pembahasan keshahihan hadis lebih banyak mengkaji pandangan Sunni. Hal ini penting dikaji untuk lebih memperkaya wawasan keilmuan dalam bidang hadis sehingga tidak kaku dalam menghadapi perbedaan. Dalam pandangan Syiah, periwayatan hadis dibatasi pada jalur riwayat ahl al-bait atau imam yang ma’shum, dan kriteria ini merupakan salah satu syarat agar sebuah hadis dinilai shahih dari aspek sanad. Dalam aspek matan, kriteria keshahihan hadis tidak disebutkan secara eksplisit oleh kalangan Syiah, mereka hanya membuat tolak ukur keshahihan matan dengan berdasar pada kesesuaian dengan al-Qur’an, serta tidak bertentangan dengan hadis shahih yang lainnya
HUBUNGAN MUSLIM-NON MUSLIM: (Membendung Radikalisme, Membangun Inklusivisme)
Ketika masyarakat berkembang semakin luas dan kebutuhan manusia meningkat, maka hubungan dengan orang lain dengan beragam identitas primordialnya menjadi tidak bisa dihindarkan. Sebagai konsekuensi dari fakta ini adalah kemungkinan munculnya gesekan-gesekan antara berbagai kelompok masyarakat yang berbeda. Ketika menyangkut hubungan dengan penganut agama lain, Islam memberikan rambu-rambu dan batasan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Maka kontroversi seringkali tidak bisa dihindarkan. Isu hubungan dengan orang yang berbeda agama dari kita, atau yang secara mudah sering diistilahkan dengan non-Muslim menjadikan perbedaan pendapat antara berbagai kecenderungan pemikiran dalam Islam. Sebutlah kelompok moderat, kelompok radikal, kelompok liberal, juga kelompok tradisionalis dan kelompok modernis. Tulisan ini menguraikan pola hubungan Muslim-Non-Muslim melalui pendekatan yang lebih moderat dan kontekstual. 
POLA TRANSISI DEMOKRASI YANG TERJADI DI INDONESIA DAN BRASIL
Transisi demokrasi dapat di defeniskan sebagai masa peralihan antara sebuah rezim kekuasaan yang sebelumnya ke rezim kekuasaan yang sesudahnya. Transisi demokrasi biasanya menjelaskan bagaimana perubahan politik terjadi pada masa pergantian rezim kekuasaan. Transisi politik pada umumnya terjadi pada masa pemerintahan yang sudah lama berkuasa. Sehingga untuk menuju masa pemerintahan yang selanjutnya dibutuhkan sebuah masa/keadaan untuk beralih dari masa pemerintahan yang telah berlangsung lama sebelumnya. Untuk kasus Indonesia dan Brazi, proses transisi demokrasi yang terjadi pada kedua negara tersebut lebih disebabkan karena adanya faktor pergantian rezim, walaupun tidak dapat diabaikan bahwa ada faktor-faktor yang cukup mendukung, seperti faktor ekonomi, demonstrasi mahasiswa dan lain-lain. Rezim pemerintahan Orde Baru yang sebelumnya bertindak sangat otoriter secara perlahan telah berubah kearah pemerintahan yang lebih demokrati
EFEKTIFITAS RRI GORONTALO SEBAGAI MEDIA PEMBINAAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT DI KOTA GORONTALO
Dakwah merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Islam tentang persoalan-persoalan keislaman terutama mengenai syariat Islam, sehingga tingkah laku masyarakat (yang menjadi sasaran dakwah) lebih mencerminkan sifat terpuji sementara sifat-sifat yang tercela dapat ditekan. Namun berdasarkan kenyataan yang ada, khususnya di kalangan masyarakat banyak ditemukan berbagai kasus yang membuktikan bahwa seruan-seruan dakwah yang sering disampaikan tidak memberikan pengaruh terhadap perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik sesuai harapan dakwah itu sendiri. Kondisi seperti ini tentu saja merupakan kondisi yang tidak ideal, karena sejatinya gerakan dakwah Islamiyah diharapkan dapat meningkatkan pembinaan spiritualitas masyarakat. Banyak aspek yang harus diperbaiki dalam kaitannya dengan permasalahan di atas, salah satunya adalah aspek pemasalan gerakan dakwah Islamiyah itu sendiri. Semakin luas cakupan penyiaran dakwah dapat diasumsikan bahwa akan semakin berpengaruh di masyarakat. Kondisi ini sudah pasti membutuhkan media yang memiliki cakupan yang luas di masyarakat. Salah satu media yang bisa digunakan adalah radio. Di Kota Gorontalo sudah banyak radio yang eksis dan bisa dimanfaatkan sebagai media pembinaan spiritualias umat salah satunya adalah RRI Gorontalo. Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo telah lama menjadi salah satu media massa yang sudah lama eksis di Gorontalo. Di antara sekian banyak program acaranya, salah satu yang mendapat perhatian yang begitu besar adalah siaran dakwah Islamiyah. Bagi sebagian masyarakat, pemilikan pesawat radio seolah sudah menjadi sebuah keharusan karena selain karena murah, siarannya bisa diperoleh secara gratis dan beragam informasi yang bisa diperoleh melalui media ini. Hal inilah yang bisa menjadi alasan untuk menjadikan media radio khususnya RRI sebagai sarana peningkatan spiritualitas masyarakat Islam di Kota Gorontalo
STUDI KRITIK KITAB TUHFAT AL-AHWADZÎ SYARH JÂMI’ AL-TIRMIDZÎ KARYA AL-MUBARAKFURY
Kitab Tuhfat al-Ahwadzîbukan hanya memuat syarah matan, melain-kan memuat juga biografi periwayat hadis, terutama periwayat-periwayat dari al-Tirmîdzî. Sebelum mensyarah matan, diawali dengan penjelasan tentang periwayat-periwayat hadis yang akan disyarah, khususnya kredibilitasnya dalam periwayatan hadis, termasuk kritik ulama hadis terhadap mereka. Adapun syarah matannya ditinjau dari aspek bahasanya kemudian dikaitkan dengan dalil-dalil lain, ditambah dengan pendapat-pendapat ulama yang tidak disebutkan oleh al-Tirmîdzî dalam kitab Sunannya
KONTROVERSI HADIS-HADIS TENTANG ISBAL (Telaah Kritis Sanad dan Matan Hadis serta Metode Penyelesainnya)
Penelitian ini fokus kepada kajian hadis yang berkaitan dengan isbal, dengan mengkritik sanad dan matannya. Ada dua hadis yang dianggap bertentangan yaitu hadis yang melarang isbal secara umum dan hadis yang memberikan desfenisasi melakukan isbal bagi orang yang tidak ada rasa sombong dalam dirinya. Kedua hadis yang kontroversi ini dikompromikan dengan hasil komprominya yaitu kedua hadis ini tidak bertentangan karena hadis yang berlaku secara umum ditakhsis oleh hadis yang mentolerir orang yang melakukan isbal, tetapi tidak ada rasa sombong dalam dirinya. Pelarangan isbal dititik beratkan pada adanya sikap pemborosan yang dilakukan manusia, sedangkan orang yang menjulurkan pakaiaannya sampai kemata kaki atau dibawah mata kaki, maka itu ditolerir asalkan tidak ada rasa sombong dalam diri
PLURALISME DAN PERDAMAIAN DALAM AL-QUR’AN (Telaah Kritis Aqidah dan Syari’ah)
Pluralisme selalu menjadi problem, baik ketika menyangkut sistem eko-nomi, ideologi-politik maupun struktur sosial, apalagi masalah agama-agama. Agama memiliki potensi integratif sekaligus disintegratif, maka perlu selalu diwaspadai sebagai sumber pemicuh Untuk itu, diperlukan pandangan teologis yang dapat dipertanggungjawabkan secara filo-sofis, dan dapat dilaksanakan dalam tataran etis, sebagai \u27bekal hidup\u27. Konsep pluralisme agama dalam al-Qur\u27an adalah: Tidak adanya paksaan dalam beragama, pengakuan atas eksistensi agama-agama. kesatuan kenabian, dan kesatuan pesan ketuhanan