Economica: Jurnal Ekonomi Islam
Not a member yet
198 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Shariah Compliance dan Assurance terhadap Kepuasan Nasabah BMT Barokatul Umah di Kabupaten Merauke
This study aims to determine the effect of Shariah Compliance and Assurance on customer satisfaction partially and simultaneously. In this study using a quantitative approach and multiple linear regression. The object of this research is the employees and customers of BMT Barokatul Ummah in Merauke Regency. While the data collection techniques are using interviews, questionnaires, and literature studies. The results of this study indicate that the Shariah Compliance and Assurance dimension has been implemented well, and has a positive and significant influence on customer satisfaction at the BMT Barokatul Ummah. This means that the Shariah Compliance and Assurance dimensions are further enhanced, customer satisfaction is getting higher.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Shariah Compliance dan Assurance terhadap kepuasan nasabah secara parsial dan simultan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier berganda. Objek dalam penelitian ini adalah pimpinan dan nasabah BMT Barokatul Ummah di Kabupaten Merauke. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, kuesioner, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi Shariah Compliance dan Assurance telah dijalankan dengan baik, dan mempunyai pengaruh positif dan signifikan kepada kepuasan nasabah pada BMT Barokatul Ummah. Artinya semakin ditingkatkan dimensi Shariah Compliance dan Assurance maka kepuasan nasabah semakin tinggi
Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Spiritual terkait Isu Sensitivitas Etika Auditor (Studi Kasus pada Internal Auditor BNI Syariah)
Auditing and ethical sensitivity research in the academic area has often done, but these research is seldom done on the syaria banking sector, like Syaria BNI with the respondence is internal auditor. The central issue in this research is the author want to show empirically how matter important the EQ and ESQ toward ethical sensitivity and whether an inconsistence with the previous research. The method used literature research to explore the data. The results indicated that ethical sensitivity the internal auditor in Syaria BNI had linked with emotional and spiritual intelligence. Practical implications indicate the importance of emotional and spiritual intelligence that is closely related to the ethical sensitivity auditor conducted by internal auditor Syaria BNI.Penelitian audit dan sensitivitas etika di bidang akademik sudah sering dilakukan, tetapi penelitian ini jarang dilakukan pada sektor perbankan syariah, seperti syariah BNI dengan responden adalah auditor internal. Isu sentral yang terdapat di dalam riset ini adalah penulis ingin menunjukkan secara empiris seberapa penting kualitas kecerdasan emosional dan spiritual terhadap sensitivitas etika. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini studi literatur sebagai alat untuk memperoleh sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat sensitivitas etika internal di BNI syariah memiliki hubungan yang kuat dengan kualitas kecerdasan emosional dan spiritual. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan pentingnya kualitas kecerdasan emosional dan spiritual yang erat kaitannya dengan tingkat sensitivitas etika auditor internal BNI syariah
Penerapan Kaidah al-Ghunm bi al-Ghurm dalam Pembiayaan Mushārakah pada Perbankan Syariah
This purpose of this research is to describe the theoretical study of the principle of al-ghunm bi al-ghurm in detail and its implementation in mushārakah financing at Islamic banking. The type of research has been included in the library research category which is writing the data and information obtained from published sources. Therefore, this research was used literature research from journals, books and other sources related to the topic. This research used normative juridical approach, then in every analysis always refers main reference on primary sources, such as Umar Abdullah al-Kamil dissertation which entitled al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubrā wa Atsaruhā fi al-Mu‘āmalat al-Māliyahand paper by Walid Rashid Ibn As-Sa'idan about Qawā‘id al-Buyu’ wa Farāid al-Furu’to identify the concept of al-ghunm bi al-ghurm in mushārakah financing at Islamic banking.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan hasil temuan/pengamatan mengenai konsep al-ghunm bi al-ghurm dalam pembiayaan mushārakah pada perbankan syariah. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research) dimana pengumpulan data dan informasinya diperoleh dari sumber-sumber pustaka (bacaan) yang berasal dari buku, hasil penelitian, jurnal dan bahan-bahan bacaan lainnya yang masih ada relevansinya dengan topik ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, maka dalam setiap analisa selalu merujuk (rujukan utama) pada sumber primer yaitu disertasi Umar Abdullah al-Kamil yang berjudul al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubrā wa Atharuhā fi al-Mu‘āmalat al-Māliyah dan paper karya Walid Ibnu Rasyid As-Sa’idan tentang Qawā‘id al-Buyu’ wa Farāiḍ al-Furu’ untuk mengidentifikasi konsep al-ghunm bi al-ghurm dalam pembiayaan mushārakah pada perbankan syariah
Dampak Indikator Makro Ekonomi terhadap Dana Pihak Ketiga Perbankan Syariah
This study was undertaken to analyze the effects of macroeconomic indicators (SBI interest rate, exchange rate, inflation, Indonesia Composite Index and GDP) to deposits liabilities of Islamic Banking in Indonesia. Analysis unit of this study is the Islamic Banking in Indonesia during the period 1998-2008. For the empirical analysis in this study it is used the data on aggregate time series of the monthly period from January 2003 to December 2010. Source data taken from publication of Bank Indonesia, in the form of Annual Report Bank Indonesia, Indonesia Bank Monetary Statement Of Policy, Statistics Economic and Financial Indonesia, Islamic Banking Statistics (Statistik Perbankan Syariah/SPS) and publication report from Badan Pusat Statistik (BPS). This study uses Linear Regression analysis with Ordinary Least Square (OLS) method. The result show that macroeconomic indicators have impact on Funding (deposit liabilities) of Bank Syariah Mandiri, the SBI interest rate have negative impact, while exchange rate, inflation, Indonesia Composite Index and GDP have positive impact. Based on the same method, it shows that GDP has positive on Funding of Islamic Banking in Indonesia.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak indikator makro ekonomi (suku bunga SBI, nilai tukar, inflasi, Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia dan PDB) terhadap deposito (Dana Pihak Ketiga) Perbankan Syariah di Indonesia. Unit analisis penelitian ini adalah Perbankan Syariah di Indonesia selama periode 1998-2008. Analisis empiris dalam penelitian ini menggunakan data kumpulan waktu agregat periode bulanan dari Januari 2003 sampai Desember 2010. Sumber data diambil dari publikasi Bank Indonesia, berupa Laporan Tahunan Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter, Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia/SEKI), Statistik Perbankan Syariah (SPS) dan laporan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linier dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil menunjukkan bahwa indikator makro ekonomi berdampak pada pendanaan (deposito) Bank Syariah Mandiri, suku bunga SBI memiliki dampak negatif, sedangkan nilai tukar, inflasi, Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia dan PDB berdampak positif. Berdasarkan metode yang sama, PDB positif terhadap Pendanaan Perbankan Syariah di Indonesia
Analisis Saham Syariah Efisien dengan Pendekatan Shari’a Compliant Asset Pricing Model (SCAPM) pada Jakarta Islamic Index (JII)
The objective of this article is to analyze the Islamic stocks are relatively efficient for investment decisions using SCAPM (Shari’a Compliant Asset Pricing Model). SCAPM is a modified form of the CAPM (Capital Asset Pricing Model) which aims to frame the analysis model within the framework of Shari’a. The data collection technique is documentation of data that is secondary. 13 samples used in the study of Islamic stocks with consistent criteria of Islamic stocks enter the JII (Jakarta Islamic Index) study period in December 2013 to November 2016 and has a positive individual stock returns. Results from the study showed there were 9 of Islamic stocks are relatively efficient and the 4 remaining inefficient. Shares of PT. Adaro Energy has the largest RVAR value means having the most excellent stock performance.Artikel ini bermaksud untuk menganalisis saham syariah yang tergolong efisien untuk keputusan investasi dengan menggunakan SCAPM (Shari’a Compliant Asset Pricing Model). SCAPM adalah bentuk modifikasi dari CAPM (Capital Asset Pricing Model) yang bertujuan agar kerangka model analisis masih dalam kerangka syariah. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi dari data yang bersifat sekunder. Digunakan 13 sampel saham syariah pada penelitian ini dengan kriteria saham syariah yang konsisten masuk pada JII (Jakarta Islamic Index) periode penelitian Desember 2013 hingga November 2016 dan memiliki pengembalian saham individual positif. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat 9 saham syariah yang tergolong efisien dan 4 sisanya tidak efisien. Saham PT. Adaro Energy memiliki nilai RVAR terbesar yang berarti memiliki kinerja saham paling baik
Pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), Jumlah Bagi Hasil dan Jumlah Kantor terhadap Jumlah Deposito Muḍārabah Bank Syariah di Indonesia Periode 2011-2015
This study found the influence of Gross Domestic Product (GDP), the amount of profit sharing and the number of offices to the number of muḍārabah deposits of Islamic banks in Indonesia. The data used in this research is quarterly data from 2011-2015 period. The method of analysis used in this research is Data Panel Regression Analysis by using computer program Eviews version 9.0 and Microsoft Excel 2010. The results in this study indicate that partially Gross Domestic Product (GDP), the amount of profit sharing and the number of offices have a significant influence on the amount Muḍārabah deposits. This result is evidenced by a significant value of 0.0000 that is smaller than 0.05 and has a positive direction. So the greater of GDP, number of profit sharing and the number of offices, the greater number of muḍārabah deposits of Islamic banks in Indonesia.Penelitian ini menemukan adanya pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), jumlah bagi hasil dan jumlah kantor terhadap jumlah deposito muḍārabah bank syariah di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data triwulan periode 2011-2015. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Data Panel dengan menggunakan program komputer Eviews versi9.0 dan Microsoft Excel 2010. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Produk Domestik Bruto (PDB), jumlah bagi hasil dan jumlah kantor memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah deposito muḍārabah. Hasil ini dibuktikan dengan nilai signifikan sebesar 0.0000 yaitu lebih kecil dari 0.05 dan memiliki arah positif. Sehingga semakin besar PDB, jumlah bagi hasil dan jumlah kantor, maka semakin besar pula jumlah deposito muḍārabah bank syariah di Indonesia
Beyond Banking: Revitalisasi Maqāṣid dalam Perbankan Syariah
What is the core purpose of Islamic banking? Why is the existence of Islamic banking so important? It can not be denied, the answer of the crucial question about the purpose of establishing Islamic banking is still a fragmentary discussion.If studied more deeply, Islamic banking is an entity that has its own unique characteristics, especially when compared with conventional banking. Therefore, Islamic banking, both in theory and practice, should make paradigm shifts, especially in terms of performance measurement that is not only limited to financial parameters.This study aims to explore the extent to which the revitalization of the concept of maqāṣid in Islamic finance, especially banking. The result shows that the revitalization of the concept of maqāṣid defined by Muhammad Abu Zahrah and Abdul Majid Najjar can be used to measure the performance of sharia banking in a more measurable way.Apakah sebenarnya tujuan inti dari perbankan syariah? Kenapa eksistensi perbankan syariah begitu penting? Tidak dapat dipungkiri, jawaban dari pertanyaan krusial mengenai tujuan pendirian perbankan syariah masih berupa diskusi sepotong-sepotong. Jika dikaji lebih dalam, perbankan syariah adalah entitas yang mempunyai karakteristik unik dan tersendiri, khususnya saat dibandingkan dengan perbankan konvensional. Oleh karena itu, perbankan syariah, baik secara teori maupun praktik, harus melakukan pergeseran paradigma (shifting paradigm), khususnya dalam hal pengukuran kinerja yang tidak hanya terbatas pada parameter keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejauh mana revitalisasi konsep maqāṣid dalam keuangan syariah, khususnya perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi konsep maqāṣid Muhammad Abu Zahrah dan Abdul Majid Najjar dapat digunakan untuk melakukan pengukuran kinerja perbankan syariah secara lebih terukur.Beyond Banking: Revitalisasi Maqāṣid dalam Perbankan Syaria
Islamic Micro Finance Melati: Sebuah Upaya Penguatan Permodalan bagi Pedagang Pasar Tradisional
The purpose of this research is to examines Islamic Micro Finance Melati (Melawan Rentenir) in helping traders in traditional markets to avoid the practice of loan sharks. This article uses descriptive explorative approach by analyzing the right strategy in the management of islamic micro finance institution targeting especially for traders in traditional market in Indonesia. From this study obtained the following conclusions. First, the design of Islamic Micro Finance Melati in order to create an easy Islamic microfinance institution in providing capital financing is very suitable in overcoming the practice of loan shark. Second, working capital is channeled using a system of cooperation whereby the trader is obliged to return the principal and profit share of the profit. Third, the organizational structure and management patterns that are not complicated will make Islamic Micro Finance Melati is easy to realize. Fourth, the existence of Islamic Micro Finance Melati can be an example for other Islamic microfinance institutions in managing management strategy so that sharia microfinance institution can be the main choice for micro business actors.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Islamic Micro Finance Melati (Melawan Rentenir) dalam membantu pedagang di pasar tradisional dari praktik rentenir. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif deskriptif dengan menganalisis strategi yang tepat dalam pengelolaan lembaga keuangan mikro syariah yang menyasar para pedagang di pasar tradisional di Indonesia.Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan: Pertama, desain Islamic Micro Finance Melati dalam rangka menciptakan lembaga keuangan mikro syariah yang mudah dalam memberikan pembiayaan permodalan sangat cocok dalam mengatasi praktik rentenir. Kedua, modal kerja yang disalurkan menggunakan sistem kerjasama dimana pedagang wajib mengembalian pokok dan bagi hasil dari keuntungan. Ketiga, struktur organisasi dan pola pengelolaan yang tidak rumit akan membuat Islamic Micro Finance Melati ini mudah untuk direalisasikan. Keempat, keberadaan Islamic Micro Finance Melati dapat menjadi contoh bagi lembaga keuangan mikro syariah lainnya dalam pengelolaan strategi pengelolaan sehingga lembaga keuangan mikro syariah dapat menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha mikro
Pengelolaan Zakat Produktif sebagai Instrumen Peningkatan Kesejahteraan Umat
The purpose of zakat management formally is to (1) improve the effectiveness and efficiency of services in the management of zakat, and (2) to increase the benefits of zakat to realize the welfare of society and poverty reduction. In this context, the distribution of zakat funds in addition to the consumptive purpose, can also be justified for the purpose of growing productive economic activities for mustahiq. By law, the use of zakat for productive economic activity is also not prohibited, as long as the mandatory of fulfilling the basic needs of mustahiq has been done. The use of zakat funds for productive economic activities is a conception to liberate the socio-economic life of mustahiq with a view to changing from the recipient of zakat to the payer of zakat. The implementation scheme of this concept is to build or grow a business unit in mustahiq through grant funding for business capital. Within a certain production cycle, mustahiq will also receive technical assistance and guidance from the zakat management institution in order to plan the establishment of a successful business unit and that mustahiq has a permanent source of income.Tujuan pengelolaan zakat secara formal adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat, dan meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Dalam konteks ini, pendistribusian dana zakat selain untuk pemberian bantuan yang bersifat konsumtif, juga dapat dibenarkan untuk tujuan menumbuhkan kegiatan ekonomi produktif bagi penerima zakat (mustahik). Secara hukum, penggunaan zakat untuk kegiatan ekonomi produktif juga tidak dilarang, selama keberadaan para mustahik yang wajib dan harus dibantu sudah terpenuhi kebutuhan dasarnya. Penggunaan dana zakat untuk kegiatan ekonomi produktif adalah sebuah konsepsi untuk memandirikan penerima zakat secara sosial ekonomi dengan maksud untuk merubah dari penerima zakat menjadi pembayar zakat. Skema pelaksanaan dari konsep ini adalah membangun atau menumbuhkan unit usaha pada diri penerima zakat melalui pemberian dana hibah untuk modal usaha. Dalam satu siklus produksi tertentu, penerima zakat juga akan mendapat pendampingan dan bimbingan teknis dari lembaga pengelola zakat agar rencana membentuk unit usaha berhasil dan penerima zakat memiliki sumber pendapatan yang permanen.
Investasi dalam Perspektif Ekonomi Islam: Pendekatan Teoritis dan Empiris
Investment is a commitment to withhold excess funds in order to gain profit in the future. Nevertheless, there are unscrupulous individuals who utilize investment as a means of collecting funds from the public with products and activities that are not according to sharia. Therefore, explaining the principles of sharia in investing becomes important as a guide for society. Eclpisit and implicit investment activities contained in the number of Qur’anic verses and the sunnah of the Prophet Muhammad, who once ran the business and became a partner of the Mecca investor of his day. The principle of sharia investment is any form of muamalah may be done until there is a prohibited prohibition, the water search for forbidden activities in a business activity, both object (product) and the process of activity that contains elements haram, gharār, maysīr, ribā, tadlīs, talaqqī al-rukbān, ghabn, ḍarar, rishwah, maksiat and ẓulm. In investing, there are sharia rules regarding what covenants are allowed, what is prohibited, and risks that arise as an integral part of investment activity