Economica: Jurnal Ekonomi Islam
Not a member yet
198 research outputs found
Sort by
Perencanaan Keuangan Islam Sederhana dalam Bisnis E-Commerce pada Pengguna Online Shop
Technological developments and digitalization in all sectors including the industrial sector force all industry players to follow if they want to survive. Behind the digitalization that targets all aspects of transactions, as a Muslim, there are basic rules that must still be used as guidelines, including not forgetting the aspects of sharia in dealing with it especially in the current era of globalization. This study will examine how e-commerce business as part of the industrial revolution synergizes with Islam which is implemented in the form of simple Islamic financial planning. Using ethnography studies and adjoining case study methods this study investigates two participants as micro-entrepreneurs who implement e-commerce. The results of the study prove that micro-entrepreneurs in the e-commerce business have implemented Islamic financial planning in a simple way through the allocation of specific budgets for worship needs such as zakat, infaq and alms in their financial planning.Perkembangan teknologi dan digitalisasi di semua sektor memaksa semua pelaku industri untuk mengikutinya jika ingin tetap bertahan. Di balik digitalisasi yang menyasar semua aspek transaksi, sebagai seorang muslim ada aturan dasar yang tetap harus dijadikan pedoman, di antaranya tidak melupakan aspek syariah dalam bermuamalah apalagi di era globalisasi saat ini. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana bisnis e-commerce sebagai bagian dari revolusi industri bersinergi dengan Islam yang diimplementasikan dalam bentuk perencanaan keuangan Islam secara sederhana. Menggunakan studi etnograpi dan metode studi kasus yang berdampingan penelitian ini mengobsevasi dua partisipan sebagai pelaku usaha mikro yang menerapkan e-commerce. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelaku usaha mikro dalam bisnis e-commerce telah menerapkan perencanaan keuangan Islam secara sederhana melalui pengalokasian anggaran khusus untuk kebutuhan ibadah, seperti zakat, infak dan sedekah dalam perencanaan keuangannya
Praktik Akuntabilitas Masjid: Studi Kasus pada Masjid Al-Akbar Surabaya
This study aims to determine the practice of accountability carried out by the management of Al-Akbar Mosque in Surabaya. Accountability is needed as a form of organizational management responsibility to worshipers. The method used in this study is qualitative with a case study approach. The results of the study indicate that the manager has prioritized the interests and prosperity of the mosque compared to individual interests. Research also shows that accountability practices are carried out using honesty and legal accountability, process accountability, program accountability and financial policy accountability.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik akuntabilitas yang dilakukan oleh pengurus Masjid Al-Akbar Surabaya. Akuntabilitas sangatlah dibutuhkan sebagai bentuk tanggung jawab pengelola organisasi kepada jamaah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan pengelola sudah mementingkan kepentingan dan kemakmuran masjid dibandingkan kepentingan individu. Penelitian juga menunjukkan praktik akuntabilitas yang dijalankan menggunakan akuntabilitas kejujuran dan hukum, akuntabilitas proses, akuntabilitas program dan akuntabilitas kebijakan keuangan
Analisis Ekonomi Islam terhadap Pemenuhan Upah Layak Tenaga Kerja Industri Batik (Studi Kasus: Sentra Batik Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon)
This research aims to identify the wage system for batik industry workers, and analyze the economic outlook of Islam on the labor wage system, and develop appropriate wage models in the batik industry. Sampling technique used purposive sampling method. Data analysis using multiple linear regression. The results showed that the factors that significantly influence the wage level of the home-based unit of the batik industry are the length of work per day, work experience and operational costs, while the home-based unit variables of the batik industry have no significant effect. To increase labor wages, a decent wage model is needed in accordance with sharia provisions.Peneliltian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem pengupahan tenaga kerja industri batik, dan menganalisis pandangan ekonomi islam terhadap sistem pengupahan tenaga kerja, serta menyusun model pengupahan yang layak pada industri batik. Teknik pengabilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat upah tenaga kerja unit rumahan industri batik adalah lama kerja perhari, pengalaman bekerja dan biaya operasional, sedangkan variabel unit rumahan industri batik berpengaruh tidak signifikan. Untuk meningkatkan upah tenaga kerja, diperlukan model pengupahan yang layak sesuai dengan ketentuan syariah
The Effects of Spiritual Intelligence and Organizational Citizenship Behavior to Employees Performance: Study at Sharia Banks in Gorontalo Province
The employees’ existence as an organizational locomotive need to get attention for management because, it is employees who make the organization perform well. Spiritual intelligence and organizational citizenship behaviour (OCB) are known to have effect for improving employee performance. To see this effect, then research was conducted at Sharia Bank in Gorontalo Province with the aim of analyzing and describing the effect of: spiritual intelligence on OCB, spiritual intelligence on employee performance, OCB on employee performance, and spiritual intelligence on employee performance through OCB. The findings of this study are spiritual intelligence had positive and significant effect on OCB. OCB has positive and significant effect on employee performance. Spiritual intelligence has positive and insignificant effect on employee’s performance, but spiritual intelligence has positive and significant effect for employee performance through OCB.Keberadaan karyawan sebagai lokomotif organisasi perlu mendapat perhatian oleh manajemen karena karyawan yang membuat organisasi berkinerja baik. Kecerdasan spiritual dan perilaku kewargaan organisasional (OCB) diketahui memiliki implikasi untuk meningkatkan kinerja karyawan. Untuk melihat implikasi ini, maka dilakukan penelitian pada Bank Syariah di Provinsi Gorontalo dengan tujuan menganalisis dan menggambarkan implikasi dari: kecerdasan spiritual terhadap OCB, kecerdasan spiritual terhadap kinerja karyawan, OCB terhadap kinerja karyawan, dan kecerdasan spiritual terhadap kinerja karyawan melalui OCB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual memiliki implikasi positif dan signifikan terhadap OCB. OCB berimplikasi positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kecerdasan spiritual berimplikasi positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, tetapi kecerdasan spiritual berimplikasi positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui OC
Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai Landasan Dasar Ekonomi Islam
Islam exists and is trusted by its adherents as a doctrine that regulates all forms of human activity universally and comprehensively, between human beings as creatures with God as their Creator and human beings as fellow creatures of His creation. Muslims will never be free from all kinds of economic activities, therefore as Muslims in their economic activities must be based on Islam in order to get welfare and maslahah. Then the purpose of this study will researching in more detail about the foundations of Islamic economics and Maqāṣid al-Sharī‘ah so that in the economic activities of Muslims get falah and maslahah. The hope of the results of this study can be used as a reference for both readers and writers.Islam ada dan dipercaya oleh para pengikutnya sebagai doktrin yang mengatur semua bentuk aktivitas manusia secara universal dan komprehensif, antara manusia sebagai makhluk dengan Tuhan sebagai Pencipta dan manusia sebagai sesama makhluk ciptaan-Nya. Muslim tidak akan pernah bebas dari segala macam kegiatan ekonomi, oleh karena itu sebagai Muslim dalam kegiatan ekonomi mereka harus didasarkan pada Sharī‘ah untuk mendapatkan kesejahteraan dan maslahah. Maka tujuan penelitian ini akan meneliti secara lebih detail tentang pondasi ekonomi Islam dan Maqāṣid al-Sharī‘ah sehingga dalam kegiatan ekonomi umat Islam mendapatkan kesejahteraan dan maslahah. Harapan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi baik pembaca maupun penulis
Membidik Potensi Ekonomi Syariah di Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren
This study aims to explore Islamic economic empowerment in Islamic boarding schools. Various resources in Islamic boarding schools can be empowered as facilities in implementing and developing Islamic economics. This research method uses a phenomenological qualitative approach that is analytical and inductive descriptive. The object of this study uses several modern boarding schools in Medan, Langkat, Deli Serdang and Serdang Bedagai, North Sumatra. The results show that Islamic economic empowerment can be in the form of application in Islamic boarding schools that can be classified in several ways, including sharia economic principles education, contract and sharia economic cooperation, pesantren accounting and sharia accommodation, culinary and halal tourism. While in the form of sharia economic development, Islamic boarding schools as an institution known for its independence can make Islamic boarding schools as a sharia economic assessment laboratory, form a sharia business forum, become an Islamic economics center and inspire sharia-based economic development. This study uses a phenomenological qualitative approach that is descriptive analytical and inductive in nature by digging data to find the basic things of phenomena, reality and experience.Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemberdayaan ekonomi syariah di dalam lembaga pendidikan pesantren. Berbagai sumber daya yang ada di dalam pesantren bisa diberdayakan sebagai fasilitas dalam penerapan dan pengembangan ekonomi syariah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomologi yang bersifat deskriptif analitis dan induktif. Objek penelitian ini menggunakan beberapa pesantren modern yang berada di Kota Medan, Langkat, Deli Serdang dan Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan Pemberdayaan ekonomi Islam ini bisa dalam bentuk penerapan di dalam pondok pesantren yang dapat diklasifikasi dalam beberapa hal, di antaranya pendidikan prinsip ekonomi syariah, akad dan kerjasama ekonomi syariah, akuntansi pesantren serta penginapan syariah, kuliner dan wisata halal. Sementara dalam bentuk pengembangan ekonomi syariah, pesantren sebagai lembaga yang dikenal dengan kemandiriannya bisa menjadikan pesantren sebagai laboratorium pengkajian ekonomi syariah, membentuk forum bisnis syariah, menjadi islamic ekonomy centre dan inspirator pengembangan ekonomi berbasis syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi yang bersifat deskriptif analitis dan induktif dengan menggali data untuk menemukan hal-hal mendasar dari fenomena, realitas maupun pengalaman.
Literature Study on Murābaḥah Financing in Islamic Banking in Indonesia
Islamic banking in Indonesia has experienced significant growth, including assets, financing provided and the number of customers. Islamic bank financing 70-80% is given to the community by using the contract of murābaḥah, in the form of consumptive and productive. Islamic bank operations must be guided by Fatwa of the National Sharia Council in order to carry out its optimal function economically and to run the Shari'a comprehensively. Therefore, this article will explain the concept of murābaḥah conceptually and application in Islamic banking in Indonesia. The purpose of writing this article so that the implementation of Murābaḥah contract in Islamic Bank in Indonesia can be in accordance with the principles of Shari'a that put forward the principle of justice and no party is harmed.Perbankan syariah di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, termasuk aset, pembiayaan yang diberikan dan jumlah pelanggan. Pembiayaan bank syariah 70-80% diberikan kepada masyarakat dengan menggunakan kontrak murābaḥah, dalam bentuk konsumtif dan produktif. Kegiatan bank syariah harus dipandu oleh Fatwa Dewan Syariah Nasional untuk menjalankan fungsi optimalnya secara ekonomis dan menjalankan syariat secara komprehensif. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan tentang konsep murābaḥah secara konseptual dan aplikasinya pada Bank Islam di Indonesia. Tujuan penulisan artikel ini agar pelaksanaan kontrak Murābaḥah di Bank Syariah di Indonesia dapat sesuai dengan prinsip syariah yang mengedepankan asas keadilan dan tidak ada pihak yang dirugikan
Indikator Kesejahteraan Petani melalui Nilai Tukar Petani (NTP) dan Pembiayaan Syariah sebagai Solusi
As an agricultural country, attention to the welfare of farmers in Indonesia is considered very strategic. One of the measuring tools for farmers’ welfare that is used today is Farmer’s Exchange Rate (FER). This study aims to examine and explore some of the problems with the exchange rate experienced by farmers, including; Farmer’s Exchange Rate (FER) in identifying the welfare of farmers, determining the increase and decrease of Farmer Exchange Rate (FER) in Indonesia; and the potential of Islamic financing in providing solutions for the welfare of farmers. The results show that the increase in FER is not always good. Determination of the increase and decrease rice farmers’ exchange rates are productivity, grain prices, prices of consumer goods, and prices of fertilizers, the exchange rate of farmers on food and nonfood consumption, and production costs. Shariah schemes can be used as a new alternative to help the interest-free and profit-sharing agricultural sector.Sebagai negara agraris perhatian terhadap kesejahteraan petani di Indonesia dinilai sangat strategis. Salah satu alat ukur kesejahteraan petani yang digunakan saat ini adalah Nilai Tukar Petani (NTP). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menggali beberapa permasalahan terhadap nilai tukar yang dialami petani, antara lain; Nilai Tukar Petani (NTP) dalam mengindentifikasi kesejahteraan petani, penentu peningkatan dan penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) pangan di Indonesia; dan potensi pembiayaan syariah dalam memberikan solusi untuk mensejahterakan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kenaikan NTP tidak selalu baik. Penentu terjadinya kenaikan dan penurunan nilai tukar petani padi adalah produktivitas, harga gabah, harga barang konsumsi, dan harga pupuk, nilai tukar petani terhadap konsumsi makanan dan nonmakanan, serta biaya produksi. Skim syariah dapat dijadikan alternatif baru untuk membantu sektor pertanian yang bebas bunga dan berdasarkan bagi hasil