Cerdas Sifa Pendidikan
Not a member yet
147 research outputs found
Sort by
KURSUS PELATIH LICENSE “D†NASIONAL ASPROV PSSI JAMBI
Lisensi D Nasional PSSI merupakan lisensi kepelatihan sepak bola paling dasar yang pelaksanaannya langsung dilakukan oleh PSSI melalui Asosiasi Sepak Bola Kota (ASKOT) maupun Asosiasi Sepak Bola Provinsi (ASPROV). Semangat kebangkitan sepak bola nasional makin terasa pasca terbebas dari sanksi FIFA tahun 2016 silam. Sepanjang tahun 2017, PSSI dibawah kepengurusan ketua umum Edy Rahmayadi terus meningkatkan jumlah dan kualitas pelatih yang memiliki lisensi kepelatihan secara fantastis. Dimulai dari lisensi D Nasional, hingga lisensi yang diakui AFC dari jenjang C, B, A dan Pro. Ditambah juga kursus untuk instruktur pelatih AFC. PSSI akan meneruskan peningkatan jumlah kursus AFC ini, bahkan meningkatkan frekuensinya. Sebagai bagian meningkatkan mutu serta jumlah pelatih yang bagus demi kemajuan sepak bola di tanah air. Terhitung sejak tahun 2016 ada 273 orang yang memiliki lisensi C, B, dan A AFC. Namun hanya di 2017, 353 orang mengikuti kursus AFC. Jumlah ini terbagi atas kursus lisensi C AFC 261 peserta, B AFC 47 peserta, dan A AFC 23 orang. Ditambah satu kursus instruktur pelatih dari AFC di tahun yang sama dimana 22 orang pelatih elit yang ada di Indonesia. Kursus instruktur pelatih AFC ini perdana digelar di IndonesiaKata Kunci: Kursus, Pelatih, PSSI Jambi
PELATIHAN SENAM SIGINJAI PADA CLUB SENAM PAGI SUNGAI KAMBANG CERIA (SPSKC)
ABSTRACT
Physical activity is any body movement produced by skeletal muscle that requires energy expenditure. Non-existent physical activity is an independent risk factor for chronic diseases and overall is thought to cause death globally. Doing sports activities have many goals including to maintain and improve health and fitness. Through sports can be developed not only physical skills, but also mental, spiritual, emotional and intellectual skills. Besides that, the purpose of sports activities is to improve human quality. Many physical activities that can be done to improve physical fitness are light running, walking, swimming, playing tennis, gymnastics and so forth. This sport is a form of exercise that can increase endurance of the pulmonary heart. SPSKC Club is a cheerful kambang river morning gymnastics club, this club always holds gymnastics every Sunday morning at GOS Sungai Kambang. According to the gym club administrator, participants this morning experienced a decrease in interest due to start experiencing boredom, after being found out by the management it turns out that the standard gymnastics given is monotonous which is always done almost every week. Based on the existing problems in the field, an idea was born to give siginjai gymnastics training to the cheerful kambang river morning gymnastics club in hopes of eliminating boredom for club members.
Kata Kunci : Training, Siginjai Gymnastic
PEMBERIAN MATERI MOTORIK KASAR MELALUI KEGIATAN BERMAIN PADA TAMAN KANAK-KANAK PAUD RA AL – KHAIRIYAH KOTA JAMBI
ABSTRAK
Anak usia dini adalah anak yang berumur 0 sampai 6 tahun, yang dimana pada usia ini merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan dan pembentukkan sikap, perilaku, dan karakter kepribadian pada anak tersebut, Karena usia 0 sampai 6 tahun adalah usia yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat atau disebut dengan masa emas (golden age). Perkembangan motorik kasar merupakan perkembangan jasmani yang melalui kegiatan pada pusat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Pada saat anak berumur 4-5 tahun anak dapat mengendalikan gerakan secara kasar yang melibatkan bagian badan seperti berjalan, berlari melompat dan lain-lain. Taman kanak-kanak Ra al – Khairiyah, motorik kasar anak usia dini belum berkembang baik, kenyataan ini ditunjang pula dari wawancara dengan dua orang guru yaitu adapun motorik kasar anak usia dini dikembangkan dengan menggunakan alat bermain sepeti ayunan, gantungan, prosatan dan lain-lain yang dapat menunjang perkembangan motorik kasar anak usia dini sehingga media permainan yang digunakan disekolah ini juga belum maksimal untuk meningkatkan motorik kasar pada anak usia dini. Perbaikan untuk pelaksanaan, kegiatan, pandangan seperti ini haruslah diadakan guna untuk meningkatkan motorik kasar pada anak usia dini, khususnya pada permainan dengan menggunakan bola karet yang dimodifikasi dari warna dan dibikin suatu permainan lempar tangkap bola dengan berjalan, berlari, dan diam ditempat.
Kata Kunci: Motorik Kasar, Bermain
Sosialisasi Senam Kreasi Daerah (Senam Jago Negeri) Pada Kelompok Senam Modern Di Sanggar Senam Suta Club.
ABSTRAK
Melakukan aktivitas olahraga mempunyai banyak tujuan diantaranya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Melalui olahraga dapat dikembangkan bukan hanya kecakapan fisik, tetapi juga kecakapan mental, spiritual, emosional dan intelektual. Disamping itu, tujuan aktivitas olahraga adalah untuk meningkatkan kualitas manusia. Melalui kegiatan olahraga dapat terbentuk kebugaran seseorang, dewasa ini mayoritas masyarakat memilih olahraga yang tergolong olahraga kebugaran, salah satu olahraga yang dimaksud adalah senam, senam mempunyai daya tarik sendiri karena merupakan olahraga yang menggunakan musik, olahraga senam banyak macamnya, ada 6 senam menurut FIG (Federation Internationale de Gymnastique) Berdasarkan golongan senam menurut FIG senam kreasi termasuk dalam senam umum (General gymnastics). Senam kreasi daerah saat ini mulai luntur dari permukaan, tertutupi dengan zumba, yoga, filates dan beberpa senam kreasi lainnya. Senam kreasi dareah dianggap kurang modern jika digunakan saat ini. Namun pemerintah Provinsi Jambi di bawah naungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jambi sedang giat-giatnya memasarkan senam kreasi daeah jambi yang diberi nama senam jago negeri, terlebih pihak akademis bidang olahrga yaitu Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Jambi, juga ikut memasarkan senam daerah Jambi (Senam Jago Negeri) agar masyarakat Jambi terbiasa dengan senam daerah sendiri.
Kata Kunci: Senam Kreasi Daerah, Senam Moder
PENGARUH LATIHAN DRILL SHOOT TERHADAP KETERAMPILAN JUMP SHOOT PADA TIM BOLA BASKET PUTRA SMA NEGERI 8 KOTA JAMBI
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh latihan drill shoot terhadap keterampilan jump shoot pada tim bola basket putra sma negeri 8 kota jambi. Jenis penelitian adalah eksperimen. Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah metode survei dan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran dengan lembar observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah tim basket putra SMA Negri 8 Kota Jambi yang berusia 16-18 tahun yang berjumlah 12 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling atau dengan kata lain sampel keseluruhan yang berjumlah 12 orang peserta. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh latihan drill shoot terhadap keterampilan jump shoot pada tim bola basket putra Sma Negeri 8 Kota Jambi berada pada pre-test skor terburuk dengan persentase sebesar 0,02%, kategori skor tertinggi sebesar 0,10%. Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 4,5. Sedangkan pada post-tes skor terburuk dengan presentase sebesar 0.05%, dan kategori skor tertinggi sebesar 0,18. Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 6,17. Hasil penilaian pengaruh latihan drill shoot terhadap keterampilan jump shoot pada tim bola basket putra sma negeri 8 kota jambi berada pada kategori baik.
Kata Kunci: Pengaruh Latihan Drill Shoot Terhadap Keterampilan Jump Shoo
PENGARUH METODE LATIHAN DAN MOTIVASI BERLATIH TERHADAP KEMAMPUAN PASSING SEPAKBOLA
Salah satu teknik dasar dalam permaianan sepak bola   adalah passing. Kemampuan untuk mengoper (passing)   merupakan cara menghubungkan antar sesama pemain satu tim sepakbola di dalam lapangan. Ketepatan, langkah, dan waktu pelepasan bola merupakan bagian yang penting dari pengoperan bola yang berhasil. Menurut Zidane bahwa menguasai seni passingadalah suatu keharusan jika inginmelakukan dengan baik sebagai pemain sepakbola. Seabagai pemain sepak bola untuk menunjang keberhasilan bermain sepak bola harus memperhatikan kemampuan passingkarena memang passingmerupakan kemampuan yang mendasar untuk meraih sebuah kemenangan.Menurut Timo memiliki passingyang akurat adalah harga mati bagi seorang pemain sepakbola. Mielke juga menjelaskan mengoper (passing)adalah seni memindahkan bola dari satu pemain kepemain lain. Pemain dapat menggerakkan bola dengan lebih cepat lagi sehingga menciptakan ruang terbuka  yang lebih besar dan berpeluang melakukan tembakan (shooting)yang lebih banyak jika dapat mengoper (passing) dengan kemampuan dan ketepatan yang tinggi.
Kata Kunci: Metode Berlatih, Motivasi, Kemampuan Passin
SOSIALISASI DAN COACHING CLINIC PERWASITAN TENNIS LAPANGAN PADA MAHASISWA PORKES FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS JAMBI
Sosialisasi Coaching Clinic Perwasitan Tennis Lapangan Pada Mahasiswa Porkes Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Jambi ini adalah wujud pengabdian masyarakat dari dosen fakultas ilmu keolahragaan dalam rangka melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. dengan memberikan pelatihan singkat yang diberikan oleh dosen yang juga merupakan pelatih tennis lapangan bersertifikat nasional. Mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat menerapkan ilmu perwasitan tennis lapangan yang didapat dari acara coaching clinic ini sehingga tujuan peningkatan kualitas pertandingan dapat dicapai. Acara sosialisasi dancoaching clinic ini terdiri dari 2 sesi, yaitu sesi teori yaitu pemberian teori peraturan permainan dan perwasitan tennis lapangan oleh dosen kepada mahasiswa yang mengikuti yang dilaksanakan didalam ruangan, dan sesi praktek yang merupakan penerapan teori perwasitan yang telah diberikan di lapangan. Prinsip dasar bermain tenis adalah memukul bola (baik sebelum atau sesudah mantul dari lapangan) memakai raket melewati di atas net dan masuk ke dalam lapangan permainan lawan. Prinsip bermain tersebut sejak awal kelahirannya hingga sekarang tetap sama, perkembangan yang terjadi pada teknik-teknik memukulnya. Pada kesempatan praktek akan disampaikan, praktek perwasitan dan praktek memimpin pertandingan tennis oleh peserta, Para peserta akan sangat antusias karena dihadapkan dengan praktek langsung dengan sang ahli. Dengan dilaksanakan coaching clinic ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemahaman mahasiswa tentang peraturan permainan dan perwasitan tennis lapangan.Kata Kunci: Perwasitan Tennis Lapangan
Evaluasi Program Manajemen Klub Sepakbola Kota Jambi
Abstrak
Pembinaan dan pembangunan olahraga prestasi dilaksanakan dan diarahkan untuk mencapai prestasi olahraga pada tingkat daerah, nasional dan internasional. Upaya peningkatan prestasi olahraga, perlu terus dilaksanakan. Pembinaan olahragawan sedini mungkin melalui pencarian dan pemantauan bakat, pembibitan, pendidikan dan pelatihan olahraga prestasi yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi secara lebih efektif serta peningkatan kualitas organisasi olahraga baik tingkat pusat maupun daerah. Salah satu bentuk pembinaan dan pengembangan olahraga di Indonesia melalui peranan manajemen lembaga atau organisasi olahraga dalam lingkup gerakan olimpik (olympic movement). Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang penyelenggaraan manajemen pembinaan klub sepak bola kota jambi. Penelitian ini bertempat di klub sepak bola kota jambi. Waktu yang digunakan selama penelitian mulai dari rencana penelitian ini dilakuan pada bulan maret 2017. Instrumen Penelitian yang digunakan sebagai kisi-kisi dalam penelitian ini, yaitu: Instrumen Evaluasi Perencanaan manajemen pembinaan klub sepak bola kota jambi, Instrumen Evaluasi Sistem Pengorganisasian Dalam Manajemen Pembinaan Klub sepak bola kota jambi, Instrumen Evaluasi Pelaksanaan pembinaan klub sepak bola kota jambi, Instrumen Evaluasi Pelaksanaan pembinaan klub sepak bola kota jambi. Teknik pengumpulan data pada penelitian evaluasi manajemen pembinaan klub sepak bola kota jambi dikumpulkan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan sesungguhnya yang berlangsung di lapangan dari masing-masing komponen evaluasi.
Kata Kunci: Manajemen Klub Sepakbol
PENGGUNAAN ERGOMETER ROWING TERHADAP PENINGKATAN POWER ENDURANCE ATLET ROWING JAMBI
ABSTRAK
Cabang olahraga Rowing adalah jenis cabang olahraga yang dapat dilakukan di sungai, laut, atau danau, tergantung dari jenis perahu yang digunakannya. Aspek daya tahan dan power dianggap sebagai aspek yang paling penting. Seorang pedayung membutuhkan daya tahan yang sangat baik guna mempertahanka tempo dayungan. Sedangkan power dibutuhkan agar pedayung dapat melakukan dayungan yang cepat dan eksplosif. Sehingga penulis dalam penelitia ini memfokuskan pada power endurance yaitu penggabungan aspek daya tahan dan power (Power Endurance). Untuk mempunyai kapasitas aerobic yang tinggi pedayung rowing harus melakukan beberapa latihan, diantaranya adalah menggunakan ergometer rowing. Tujuan yang ingin dicapai peneliti yaitu untuk mengetahui pengaruh yang signifikan latihan menggunakan Ergometer terhadap peningkatan power endurance. Dalam pencapaian prestasi yang maksimal pada cabang olahraga dayung di perlukan faktor latihan yang optimal, terencana dan kontinyu. Agar dapat keluar sebagai pemenang, pedayung dituntut untuk dapat menempuh jarak tersebut mengayuh dayung dalam waktu sesingkat mungkin. Mesin ergometer merupakan suatu alat yang sama-sama dapat meningkatkan power. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan meliputi persiapan sampai pelaporan. Penelitian menggunakan penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti, dengan tujuan menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara tepat. Adapun teknik pengambilan datanya menggunakan tes dan metode yang digunakan adalah dengan metode eksperimen. Hasil dari penelitian ini menggunakan anasisis t diperoleh rata-rata tes awal 505 dan tes akhir 7,65 dengan T hitung sebesar 3.492787 bila dibandingkan dengan T tabel sebesar 1.72913. hal ini menunjukkan bahwa latihan ergorowing meningkatkan power endurance atlet rowing Jambi.
Kata Kunci: Ergometer Rowing, Power Enduranc
The Effect Of Velocity Based Resistance Training Towards Regional Training Camps Athletes In Koni Jambi
Abstract
The purpose of this study was to obtain information about the effect of Velocity Based Resistance Training towards Regional Training Camps Athletes in Koni Jambi. The research method used is the Experimental method. The population of the research was 12 athletes who joined in regional training camps in Koni Jambi, and made all of the samples population called total sampling. This research instrument is medicine ball throw test. This research was conducted for 6 months including preparation until reporting. The study used quasi-experimental research with One-Group Pre-Test Post-Test where there was 1 independent variable and 1 dependent variable. The sample will be tested then given treatment and after that will be tested again to find out the increase in results after being given treatment. The data retrieval technique uses medicine ball throw test.
Kata Kunci: Velocity Based Resistance Training, Regional Training Camps Athlete