SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM PENDEK “TILIK” [Representation of Women in Short Movie Titled “Tilik”]
The short film titled Tilik was produced by Ravacana Films in collaboration with the Yogyakarta Special Region Cultural Service in 2018 and this film was directed by Wahyu Agung Prasetyo. Film Tilik presents the social reality of women through the story of village women who are the main characters. The ladies' gossipy chatter was marked along the way. From a different perspective, this film tries to break the stereotype that rural women cannot have good careers but only become housewives. The purpose of this research is to find out how women are represented in the short film Tilik. This research uses Roland Barthes' semiotic analysis by looking for denotative and connotative meanings contained in the film that represent women in this film. Women are depicted as being very complex in this Tilik film, ranging from women who like to talk about other people's badness, women have positions to the negative status of unmarried or single women. The results of this study indicate that there are signs that represent women, including that women are fond of gossiping or gossiping which is depicted by the figure of Bu Tejo, the negative status of single women displayed by the figure of Dian who is always talked about by mothers, women can have positions or the position displayed by the figure of the village head, the culture of seeing the groups of mothers, and the image of women in the media
Representasi Makna Solidaritas Dalam Film IT Chapter Two
Film IT Chapter Two menceritakn tentang kelanjutan dari sekelompok orang yang membentuk suatu kelompok dengan nama The Losers Club. Mereka terdiri dari Bill, Ben, Mike, Beverly, Richie, Stanley, dan Eddie. Kelompok ini sudah terbentuk sejak 27 tahun lalau ketika mereka masih dalam anak – anak. Film ini menceritakan tentang kesinambungan dari chapter sebelumnya, yang menceritakan tentanf perlawan menghadapi terror dari sebuah badut alien yang bernama Pennywise. Dalam perjalanan mereka, ditunjukan betapa pentingnya rasa solidaritas dalam menghadapi banyak masalah, walaupun masalah tersebut sangatlah berat dan juga mengancam nyawa sekalipun. Banyak rintangan dan pengorbanan yang terjadi namun, karena The Losers Club mempunyai rasa solidaritas yang tinggi, mereka pun berhasil menyelesaikan semuanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif semiotika oleh Roland Barthes, dengan teknik pengumpulan data, obervasi dan dokumentasi. Dalam menggunakan metode semiotika oleh Roland Barthes peneliti menggunakan analisis berupa denotasi, konotasi, dan juga mitos untuk menemukan makna solidaritas dalam film yang diteliti. Dari hasil penelitian pun ditemukan bahwa analisis denotasi film ini The Losers Club ingin menyelesaikans sebuah terror yang ada di Kota Derry, tempat mereka semua dibesarkan. Dengan menggunakan janji yang telah dibuat, The Losers Club berhasil menempati janji tersebut dengan tepat. Itu karena mereka mempunyai sifat solidaritas yang tinggi. Sedangkan secara Konotasi, setiap manusia mempunyai rassa takut tersenidiri terhadap sesuatu, tetapi hal tersebut bisa diatasi dengan sugesti dan kepercayaan yang diberikan oleh yang lain. Sedangkan mitos yang dihasilkan adalah solidaritas tingkatan tertinggi dalam bersosial atau berhubungan, pengorbanan diperlukan dalam membuat sebuah progres atau kemajuan dan setiap manusia mampu melawan rasa takutnya sendiri
IMPLEMENTASI KINESIK, PROKSEMIK, PARALINGUISTIK DAN SELF DISCLOSURE DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
Interpersonal communication that we have done in daily communication actually neet to be notice. For instance about self disclosure. Closer someone to another one in communication, self disclosure will arised. Kinesics is another example that actually attached in interpersonal communication. Facial expressions in happiness when speaking definitely different in otherwise situation. Individual involvement with the environment and using space in communication are another important thing in interpersonal communication related with proxemics. In another hand, paralinguistic gives a bold combination about communicator situation in communication process. All element above truly will advantages us if we can understand and use it for good communication purpose
MAKNA TRADISI NGANTUNG BUAI BAGI MASYARAKAT DESA SERI KEMBANG II KECAMATAN PAYARAMAN KABUPATEN OGAN ILIR
The Ngantung Buai tradition is a birth tradition carried out by the community of Seri Kembang II Village, Payaraman District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province to inaugurate the name of a newborn baby after the umbilical cord of a newborn is released. The implementation of the Ngantung Buai tradition has hidden symbols as seen in signs or tools used in its implementation that are known to the people of Seri Kembang II Village. The purpose of this study is to analyze the implementation process of the Ngantung Buai tradition, the meaning of the Ngantung Buai tradition for the people of Seri Kembang II Village and to analyze the semiotic meaning of Charles Sanders Peirce against the Ngantung Buai tradition in the Seri Kembang II Desa Kembang II uses a qualitative method by understanding the phenomena experienced by research objects in the field. Based on an analysis of Charles Sanders Pierce's Semiotic theory in the form of views based on representamen, objects and interpretants, this tradition has symbols whose meanings of prayer and hopes are intended for newborns with good intentions and purposes for the baby's life
REPRESENTASI PREMANISME DALAM FILM DOKUMENTER DINASTI PENAGIH UTANG DARI TIMUR THE DEBT FATHERS (ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE)
ABSTRAKFilm “Dinasti Penagih Utang Dari Timur: The Debtfathers” merupakan film dokumenter yang berasal dari Indonesia, film ini mengangkat cerita tentang orang yang bekerja di industri penagih utang dari timur Indonesia, khususnya dari Kepulauan Maluku Seram dan Ambon. Pekerjaan debt collector atau penagih utang memang acap kali mendapat diskriminasi atas warna kulit dan paras yang seram akan tetapi bagi mereka merupakan sebagian kecil dari realitas kehidupan. Akan tetapi, stigma jahat akan profesi penagih utang merupakan warisan dari era orde baru, ketika banyak kekerasan yang terjadi di jalanan masih dianggap lumrah. Sosok debt collector selalu menghantui nasabah yang memiliki tunggakan utang maupun kredit macet. Kerap kali para debt collector mempermalukan nasabahnya bahkan mengambil secara paksa barang berharga atau aset penting untuk membayar cicilan pinjaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis dengan teknik analisis semiotika John Fiske. Film “Dinasti Penagih Utang Dari Timur: The Debtfathers” merepresentasikan tindakan premanisme berupa; perlakuan kasar dari debt collector saat menagih utang kepada debitur serta melakukan penekanan fisik maupun psikis.
PENGGAMBARAN MASKULINITAS PEREMPUAN DALAM FILM ALIENS : KAJIAN SEMIOTIKA
This thesis is entitled “Penggambaran Maskulinitas Perempuan dalam Film Aliens: Kajian Semiotika”. The thesis is aimed to describe the signs that appear in the film Aliens, and the type of female masculinity attributes in the film Aliens. The object of this thesis is film Aliens published in 1986 produced by James Cameron. The method that is used in this thesis is a descriptive analytic method. The writer uses the semiotic theory of Saussure (1916) and some other supported theories, such as masculinity theory of Sanders (1996), gender theory of Andersson (2008), masculinity attributes theory of Visser (2002), and dominant nonverbal sign theory of Givens (2002). The result of this research shows that the signs which shows the image of female masculinity are verbal, visual, and nonverbal signs, i.e, gestures, texts and symbols, and the types of female masculinity attributes that appear are career oriented, strong, dominant, interested in technology and rational
MAKNA ZONA MERAH COVID 19 DI DKI JAKARTA (STUDI SEMIOTIKA CHARLES SANDER PEIRCE BERITA KOMPAS.COM)
Pandemi Covid 19 yang melanda dunia menjadi perhatian semua kepala negara termasuk pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia dengan sigap melakukan tindakan preventif untuk menghindarkan semua warganya agar tidak terjangkit wabah Covid 19. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI) sebagai pusat kegiatan pemerintahan dan bisnis melakukan langkah-langkah pencegahan agar Jakarta tidak menjadi episentrum penyebaran Covid 19. Jakarta dengan jumlah penduduk 10,57 juta jiwa menurut data Badan Pusat Stastik (BPS) di bawah pimpinan Gubernur Anies Rashid Baswedan melakukan langkah preventif dengan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB ini diterapkan agar zona merah Covid 19 tidak meluas ke seluruh wilayah DKI dan juga tidak menyebar ke tempat lainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa makna zona merah Covid 19 di pemberitaan kompas.com. Kata zona merah Covid 19 yang disampaikan Gubernur DKI yang dimuat di kompas.com ini dikaji dengan menggunakan studi pemaknaan semiotika Charles Sanders Peirce. Menurut Peirce tanda-tanda berkaitan dengan objek-objek yang menyerupainya, keberadaannya memiliki hubungan sebab akibat dengan tanda-tanda atau karena ikatan konvensional dengan tanda-tanda tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kurang jelasnya dalam pemaknaan tentang zona merah Covid 19 oleh pemerintah DKI yang dimuat di kompas.com. Penelitian ini juga memberikan saran pada pemerintah dalam berkomunikasi di media online dalam memberikan makna zona merah Covid 19
CULTURAL REFLECTION IN INDOMIE SPESIAL RAMADHAN 2020 ADVERTISEMENT
Advertising is a promotional medium that is still considered important today. There is a series of advertisements that caught our attention because they were viral in the community, namely the Sebelum Berbuka and Selamat Berbuka of the Ramadan version of Indomie goreng. Ads that are displayed without displaying this product are very contextual to the situation of Ramadan 2020, especially at the time of the Covid-19 pandemic. This research tries to reveal the meaning conveyed through these advertisements by looking in more detail at the elements of icons, indexes and symbols. The research method uses Charles Sanders Pierce's semiotic analysis, by identifying, analyzing and classifying icons, indexes and symbols with the aim of expressing the meaning the advertisement that wants to convey. The meaning construction created by Indomie advertisements in the month of Ramadan is different from most instant noodle advertisements in general. Even though the ultimate goal of advertising is still to sell products, from this analysis it is found that there are other messages that are very contextual, namely: an invitation to fast with good intentions and during this Covid-19 audiences are invited to stay at home. This ads seems to understand the needs of the target audience, especially young people. The absence of advertised products makes these products present in the minds of consumers. This is interpreted as a norm of politeness and respect for Muslims who fast in Ramadan
KONSTRUKSI PERAN IBU PADA POSTER FILM BIRD BOX (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES S. PEIRCE)
Penelitian ini menggambarkan konstruksi peran ibu pada poster film Bird Box. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce yang mengklasifikasikan tanda menjadi tiga kelompok yaitu, ikon, indeks, dan simbol. Sesuai dengan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa konsep mengenai konstruksi dan representasi peran ibu pada poster film Bird Box secara garis besar digambarkan melalui keberadaan visualisasi sosok ibu yang dalam poster film tersebut adalah Sandra Bullock yang juga menjadi pemeran utama dalam film Bird Box itu sendiri. Dari visualisasi tersebut mencerminkan antara objek dengan tanda yaitu peran ibu yang pemberani dan tak kenal takut demi melindungi anak-anaknya. Representasi peran ibu merupakan konstruksi dari berbagai peran yang dimiliki sesosok ibu pada umumnya, maka representasi pada poster film Bird Box ini menjadi salah satu peran yang dimiliki seorang ibu yaitu sosok ibu yang menjadi nahkoda bagi anak-anaknya dan dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta juga dapat menjadi tempat bergantung bagi anak-anaknya
Menelusuri Semiotika Budaya Mazhab Tartu-Moscow-Semiotic School
Tulisan ini dimaksudkan untuk menjadi awal dari pengenalan terhadap semiotika budaya mazhab Yuri Lotman/Tartu-Moscow-Semiotic School, yang belum banyak dikenal di Indonesia. Semiotika tersebut mempunyai pendekatan yang mampu menelisik kasus melalui sudut pandang yang rekat dengan kehidupan bermasyarakat, karena memiliki pendekatan holistik terhadap budaya. Ia juga memberi perspektif yang sangat luas dalam mempelajari teks, dimana analisis teks merupakan bagian dari identifikasi dan transmisi proses budaya secara umum. Definisi teks dalam semiotika aliran Lotman/Tartu-Moscow-Semiotic School sangat luas, sehingga dapat diterapkan untuk meneliti fenomena sosial seperti isu masyarakat dan bencana alam, isu SARA, maupun isu kebangsaan yang berkaitan dengan nation branding. Di Indonesia yang masyarakatnya majemuk, fenomena sosial memiliki dinamika unik yang menarik untuk diteliti. Oleh karena itu, semiotika budaya sangat sesuai untuk mengkaji kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat Indonesia