MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
Not a member yet
891 research outputs found
Sort by
Metode Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Kesadaran Sosial pada Siswa di SMA Muhammadiyah Kota Bima
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan kesadaran sosial pada siswa SMA Muhammadiyah Kota Bima, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan metode pembelajaran kontekstual dengan menghubungkan materi keagamaan dengan isu sosial, keteladanan langsung, dan pembelajaran berbasis proyek sosial seperti bakti sosial dan penggalangan dana. Metode ini efektif dalam meningkatkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial siswa. Faktor pendukung utama meliputi dukungan sekolah, lingkungan keagamaan yang kondusif, dan partisipasi aktif siswa. Sementara itu, hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya sarana prasarana, serta perbedaan tingkat kesadaran sosial antar siswa. Guru PAI mengatasi tantangan tersebut melalui integrasi dengan kegiatan ekstrakurikuler, pemanfaatan sumber daya lokal, dan kolaborasi dengan orang tua serta komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan nilai-nilai Islam, inovasi pedagogis, dan dukungan ekosistem pendidikan berhasil menciptakan model penanaman kesadaran sosial yang efektif. Perubahan sikap siswa terlihat dari peningkatan partisipasi dalam aksi sosial dan internalisasi nilai-nilai kepedulian. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis agama di sekolah-sekolah Muhammadiyah dan institusi pendidikan serupa
Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Disiplin Siswa melalui Nilai-nilai Pancasila pada Kelas 1 di SDN 51 Rite Kota Bima
Penelitian ini bertujuan mengetahui peran guru dalam menanamkan karakter disiplin siswa melalui nilai-nilai pancasila pada kelas 1 di SDN 51 Rite Kota Bima, serta mengetahui Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat guru dalam menanamkan karakter disiplin siswa melalui nilai-nilai Pancasila di kelas 1 SDN 51 Rite Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru memiliki peran kunci dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui nilai-nilai Pancasila di kelas 1 SDN 51 Rite Kota Bima. Faktor pendukung dan penghambat dalam proses ini meliputi kerja sama antara guru dan orang tua, lingkungan, serta pendekatan pedagogis. Penelitian ini menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung bagi siswa dalam membentuk karakter disiplin yang baik
Integrasi Kearifan Lokal Sidoarjo dalam Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kearifan lokal Sidoarjo dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) guna menumbuhkan sikap nasionalisme dan keterampilan sosial siswa kelas V sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian meliputi guru kelas V dan siswa di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil mengintegrasikan kearifan lokal, seperti tradisi Nyadran, Larung Sesaji, Batik Jetis, dan aktivitas ekonomi tambak bandeng serta udang ke dalam materi IPS. Integrasi ini membuat pembelajaran lebih kontekstual, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dampaknya, sikap nasionalisme siswa berkembang melalui peningkatan cinta tanah air, penghargaan terhadap budaya bangsa, kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kesadaran bela negara, dan ketaatan pada aturan bersama. Selain itu, keterampilan sosial siswa juga mengalami peningkatan. Hal ini tampak dari kemampuan komunikasi, kerja sama, empati, toleransi, tanggung jawab, dan pemecahan masalah sosial yang semakin baik melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, serta simulasi berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS tidak hanya memperkuat penguasaan materi akademik, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter siswa. Simpulan dari penelitian dinyatakan bahwa pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal Sidoarj o dapat dijadikan strategi inovatif untuk menumbuhkan nasionalisme dan keterampilan sosial sejak dini.
Abstract
This research aims to describe the integration of Sidoarjo local wisdom in social studies learning to foster nationalism and social skills in fifth-grade elementary school students. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and document analysis. The research subjects included fifth-grade teachers and students at an elementary school in Sidoarjo Regency. The results showed that teachers successfully integrated local wisdom, such as the Nyadran tradition, Larung Sesaji, Batik Jetis, and the economic activities of milkfish and shrimp ponds into the IPS material. This integration made learning more contextual, interesting, and relevant to students\u27 daily lives. As a result, students\u27 nationalism developed through increased love for the homeland, appreciation for national culture, pride as part of the Indonesian nation, awareness of national defense, and obedience to shared rules. In addition, students\u27 social skills also improved. This is evident in the increasingly better communication, cooperation, empathy, tolerance, responsibility, and social problem-solving skills through discussions, group work, and simulations based on local wisdom. Thus, the integration of local wisdom into social studies learning not only strengthens academic mastery but also serves as an effective means of character building for students. The study concluded that social studies learning based on local wisdom in Sidoarjo can be used as an innovative strategy to foster nationalism and social skills from an early age
Pengaruh Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan di Madrasah Aliyah Mamba\u27ul Ulum Jurit TA. 2024/2025
This study aims to determine the influence of Management Information Systems (MIS) on the quality of library services at MA Mamba’ul Ulum Jurit. The research employed a quantitative approach with an associative research design. Data were collected through questionnaires distributed to 85 students as respondents, supported by observation and documentation. The research instruments were tested for validity and reliability using Pearson Product Moment correlation and Cronbach’s Alpha. The data were analyzed using simple linear regression. The results showed that MIS had a positive and significant effect on library services, with a regression coefficient value of 0.978 and a significance value of 0.000 < 0.05. The coefficient of determination (R²) was 0.832, indicating that MIS contributed 83.2% to the improvement of library service quality, while the remaining 16.8% was influenced by factors outside the model.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sistem Informasi Manajemen (SIM) terhadap kualitas layanan perpustakaan di MA Mamba’ul Ulum Jurit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 85 siswa sebagai responden, serta dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap layanan perpustakaan, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,978 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Adapun nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,832 yang berarti bahwa kontribusi SIM terhadap peningkatan kualitas layanan perpustakaan sebesar 83,2% sedangkan 16,8% dipengaruhi oleh di luar model
Pendekatan Task-Based Language Teaching (TBLT) dalam Pengajaran Bahasa Arab
Pendekatan pengajaran bahasa berbasis tugas (TBLT) telah menjadi salah satu strategi yang semakin populer dalam pengajaran bahasa, termasuk dalam konteks pengajaran bahasa Arab. Dalam studi ini, Penelitian ini mengadopsi dengan jenis penelitian studi pustaka (library research) atau kajian literatur. Penelitian ini fokus pada analisis mendalam yang berkaitan dengan Pendekatan Task-Based Language Teaching dalam konteks pengajaran Bahasa Arab. Hasil menunjukkan bahwa TBLT terbukti efektif dalam meningkatkan kelancaran, akurasi, dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa target, terutama di berbagai negara di mana bahasa Inggris diajarkan sebagai bahasa asing. Selain itu, efektivitas pendekatan ini membuktikan bahwa pendekatan ini sangat relevan dan adaptif untuk pembelajaran bahasa asing dan bahasa kedua, sambil menyoroti faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya, seperti harapan budaya, kebijakan institusi, dan pelatihan guru. Maka dari itu, studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana penerapan paradigma pedagogis yang menekankan makna, otentisitas, dan keterlibatan siswa, sambil menuntut penyesuaian konteks, kesiapan guru, dan pengembangan penelitian yang berkelanjuta
Meningkatkan Kemampuan Membuat Kerajinan Bunga melalui Media Audio Visual pada Siswa di Kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bonebolango
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah melalui media audio visual dapat Meningkatkan kemampuan membuat kerajinan bunga melalui media audio visual pada siswa kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bone Bolango? Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan kemampuan membuat bunga melalui media audio visual pada siswa kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan kemampuan membuat kerajinan bunga melalui media audio visual pada siswa kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Pada observasi awal dan wawancara yang dilakukan peneliti bersama wali kelas IV di SD Negeri 8 Suwawa terdapat 18 siswa dikelas IV penggunaan media audio visual dalam pembelajaran SBDP belum maksimal karena ditemukan beberapa siswa yang masih kurang mampu tentang pembuatan kerajinan bunga tercatat dari jumlah siswa 18 orang hanya 6 (33%) yang mampu akan pembuatan bunga dan 12 siswa (67%) yang belum mampu tentang pembuatan bunga. Pada pelaksanaan tindakan kelas terdiri dari 18 orang siswa pada siklus I hanya sebanyak 6 orang siswa yang mampu membuat bunga dari botol bekas dengan presentase 33% dan pada siklus II dari 18 orang siswa sudah sebanyak 14 orang yang mampu dengan presentase 89%. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan membuat kerajinan bunga melalui media audio visual pada siswa kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bone Bolango meningkat
Kreatifitas Peserta Didik di Pesantren dan non Pesantren: Analisis dengan Wallach-Kogan Creativity Test
Kreatifitas merupakan kompetensi yang mutlak dibutuhkan di abad 21. Disisi lain, pesantren merupakan budaya yang mendominasi pendidikan Islam di Indonesia. Oleh karenanya, penting dilakukan kajian tentang kreatifitas anak di pesantren sebagai salah satu upaya pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kreativitas siswa Madrasah Tsanawiyah di pesantren dan non pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi. Sampel terdiri dari 35 siswa Madrasah Tsanawiyah di pesantren dan 31 siswa Madrasah Tsanawiyah Non Pesantren. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Wallach-Kogan Creativity Test. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif statistik. Hasil menunjukkan bahwa kreatifitas siswa pesantren dalam aspek fluency dan flexibility lebih baik dari pada kreatifitas siswa non pesantren. Sedangkan dalam aspek uniques, kreatifitas siswa non pesantren lebih baik dari pada kreatifitas siswa pesantren. Dalam aspek unsusallness tingkat kreatifitas siswa pesantren dan non pesantren berada dalam kategori sama. Keterampilan siswa dalam aspek fluency dan flexibility jauh lebih baik dari pada aspek uniques dan unusualness. Perlu dicarikan variasi solusi untuk meningkatkan aspek uniques dan unusualness siswa mengingat hakikat dari kreatifitas adalah novel
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar
Melalui studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif yang meliputi wawancara dan observasi, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam mendukung pendidikan inklusif di SD Negeri Klepu 01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang partisipatif dan transformasional berkontribusi pada peningkatan motivasi guru dan keterlibatan siswa. Meskipun terdapat program penghargaan dan kurikulum yang fleksibel, tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru dan stigma sosial masih menjadi hambatan dalam implementasi pendidikan inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua, masyarakat, dan pemerintah
Implementasi Pendidikan Karater Berbasis Budaya Sasak dalam Pembelajaran IPS di SDN 3 Kembang Sari
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter berbasis budaya Sasak dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SDN 3 Kembang Sari. Pendidikan karakter di era globalisasi semakin penting sebagai upaya untuk membentuk pribadi siswa yang memiliki nilai-nilai moral, etika, dan sosial yang baik. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Di Lombok, budaya Sasak sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan karakter siswa. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada bagaimana budaya Sasak diterapkan dalam pembelajaran IPS untuk mendukung pembentukan karakter siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN 3 Kembang Sari. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen yang relevan dengan kurikulum dan kegiatan pembelajaran di sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggambarkan proses dan hasil penerapan pendidikan karakter berbasis budaya Sasak dalam pembelajaran IPS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter berbasis budaya Sasak dalam pembelajaran IPS di SDN 3 Kembang Sari berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa. Guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang mengandung nilai-nilai budaya Sasak, seperti cerita rakyat, lagu daerah, adat istiadat, dan kebiasaan sosial masyarakat Sasak yang diajarkan dalam konteks pembelajaran IPS. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budaya mereka, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai seperti gotong royong, rasa hormat, tanggung jawab, dan kejujuran.
Penerapan budaya Sasak dalam pembelajaran IPS terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa yang lebih peka terhadap lingkungan sosial dan budaya mereka. Selain itu, pendekatan ini juga dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar sekolah-sekolah di daerah lain mempertimbangkan penggunaan budaya lokal dalam pendidikan karakter sebagai bagian dari kurikulum, terutama dalam pembelajaran IPS, untuk memperkuat nilai-nilai karakter yang sesuai dengan konteks budaya lokal yang relevan
Optimalisasi Penggunaan Media Teknologi dalam pembelajaran IPA di Pendidikan Dasar
Kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, kebanyakan guru menggunakan teknologi informasi dan komunikasi hanya sekedar untuk interaksi biasa dan berbagi informasi. Guru sering menghadapi kesulitan saat menggunakan teknologi dalam pembelajaran, terutama bagi guru yang belum terbiasa dengan fitur atau aplikasi pendukung dalam pembelajaran. Peneltian ini mengkaji tentang pentingnya optimalisasi penggunaan media teknologi dalam pembelajaran IPA. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi data yang detail dan akurat tentang suatu fenomena, situasi, atau kejadian tertentu. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa optimalisasi penggunaan media teknologi dalam pembelajaran, tetap dilakukan oleh sekolah melalui pelatihan, seminar dan workshop yang berkaitan dengan penggunaan aplikasi, website dan fitur-fitur yang dianggap sangat membantu guru dalam mendesain pembelajaran, seperti, canvas, Capcut, solar system scope, Quizizi dan berbagai aplikasi lain yang dianggap membantu dalam pembelajaran. Melalui media seperti ini siswa bisa mengembangkan kompetensi, jiwa kritis, selektif, kreatif dan inovatif