MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
Not a member yet
891 research outputs found
Sort by
Penyalahgunaan Media Sosial dan Dampaknya bagi Pembentukan Moralitas Siswa SMAN 4 Kota Bima
Penulis menelaah mengenai dampak sosial media terhadap moral anak di sekolah SMA Negeri 4 Kota Bima, hal ini sangat menarik karena banyaknya anak yang menyalahgunakan media sosial. Karya ini menganalisa tentang penggunaan sosial media yang berdampak pada pendidikan akhlak anak (moralitas). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui karya literatur lain, peneliti juga menginterview kepala sekolah dan siswa serta melakukan observasi di sekolah tersebut. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan maka dapat diketahui dampak positif dan negatif penggunaan sosial media terhadap pendidikan akhlak anak (moralitas). Adapun dampak positif perkembangan sosial media terhadap pendidikan akhlak anak diantaranya anak dapat beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan, serta membuat anak mudah menyelesaikan tugas-tugasnya, sedangkan dampak negatif perkembangan sosial media terhadap moralitas anak sangat banyak diantaranya dapat membuat kelalaian pada anak sehingga anak-anak kurang displin dan bersifat malas, membuat anak-anak dengan mudah untuk menyontek karya-karya orang lain, tidak sopan baik dalam berpakaian maupun berbicara, sering bertengkar akibat adegan- adegan yang berbahaya seperti adegan pornografi, kekerasan, peperangan dan lain sebagainya, serta membuat anak bolos sekolah karena mereka merasa lebih nyaman berada di warnet dari pada belajar di sekolah, bukan hanya itu sosial media juga membuat anak- anak menghabiskan uang jajan anak sehingga anak mengambil uang orangtuanya secara diam-diam untuk mengaksesnya di warnet. Oleh karena itu sosial media dapat menyebabkan kemorosatan pendidikan akhlak anak (moralitas)
Strategi Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Pertama Nasima Kota Semarang
Sub fokus penelitian ini adalah perencanaan strategi kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka, pelaksanaan strategi kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka dan evaluasi strategi kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka di Sekolah Menengah Pertama Nasima Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka di Sekolah Menengah Pertama Nasima Kota Semarang.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Jenis penelitian ini merupakan studi kasus. Desain penelitian kualitatif melalui tiga tahapan yaitu: orientasi, eksplorasi fokus, dan analisis data. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dengan tiga langkah: reduksi data, menyajikan data, dan menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan strategi kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka dilakukan dengan meliputi identifikasi kebutuhan, penetapan program sekolah dan sosialisasi program. 2) Pelaksanaan strategi kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka dengan menciptakan pembelajaran yang inovatif, merancang program P5 sesuai dengan tema yang ditentukan, membentuk team dan penanggung jawab pelaksanaan program sekolah. 3) evaluasi strategi kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka dengan menentukan instrumen penilaian berupa angket dan lembar observasi
Keefektifan Model TGT Berbantu Media Puzzle terhadap Hasil Belajar Pecahan Siswa Kelas IV SD N 04 Tambakrejo
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya inovasi model pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran terutama pada mata pelajaran Matematika, sehingga peserta didik menjadi pasif dan kurang termotivasi dalam belajar. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang minim dalam proses belajar, yang menyebabkan pada hasil belajar peserta didik yang rendah. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini, mengidentifikasi efektif atau tidaknya model Team Games Tournament (TGT) berbantu media puzzle terhadap hasil belajar pecahan siswa kelas IV SD N 04 Tambakrejo. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu Sekolah Dasar Negeri Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV yang berjumlah 38. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan yaitu pre-experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara : (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) tes. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian, yaitu model Team Games Tournament berbantu media puzzle efektif terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Matematika kelas IV ditandai dengan perolehan hasil belajar ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik peserta didik > 75
Peran Pentingnya Pendidikan Ekonomi Syariah dalam Membangun Karakter Masyarakat Muslim
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dengan ideologi kebangsaan yang eksklusif, memiliki budaya yang tinggi, toleransi, sopan-santun, gotong-royong dan rasa nasionalisme yang kuat. Karakter masyarakat Indonesia merupakan karakter yang dimiliki warga negara Indonesia dengan berdasarkan tindakan-tindakan yang dinilai sebagai suatu kebajikan yang sejalan dengan nilai yang berlaku di masyarakat dalam segala aspek, temasuk juga di dalamnya aspek ekonomi keislaman. Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia telah menjadi menjadi solusi dan alternatif bagi perekonomian dunia. Perkembangan ekonomi Syari’ah semakin menunjukkan perubahan yang positif dengan munculnya lembaga keuangan syari’ah, bisnis yang berbasis syari’ah serta pelatihan dan pendidikan yang membahas ekonomi syari’ah. Pendidikan ekonomi syari’ah harus dikenalkan kepada masyarakat luas, hal ini dikarenakan berdampak terhadap nilai dan perilaku manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup mereka yang sesuai dengan syariat Islam. Tujuan penelitan ini adalah untuk melihat peran penting pendidikan ekonomi syari’ah terhadap pembangunan karakter muslim. Analisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi yang bersifat kualitatif deskriptif melalui library research
Adaptasi Strategi Pengajaran Agama Islam dalam Mengatasi Konflik Identitas Anak dari Keluarga Beda Agama
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi pedagogis dalam pendidikan agama Islam bagi anak dari pernikahan beda agama. Anak-anak tersebut menemui tantangan menginternalisasi ajaran Islam dan norma lingkungan sosial dan nilai keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di lembaga hometutoring MuslimSmart di Jakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola lembaga dan tutor. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tantangan utama: (1) ketakutan anak terhadap pendekatan tradisional, (2) ketidaksesuaian antara doktrin agama dan lingkungan, (3) kebingungan dengan doktrin eskatologi, dan (4) potensi memilih keluar dari Islam saat dewasa. Sebagai respons, lembaga mengembangkan empat strategi pedagogis inovatif: (1) pendekatan sensitif budaya, (2) fokus pada nilai inti agama, (3) pengajaran berbasis konteks, dan (4) penyesuaian dengan nilai keluarga. Strategi-strategi ini menunjukkan pergeseran dari pendidikan agama yang dogmatis ke pendekatan yang lebih fleksibel, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan psikologis serta sosiologis anak. Penelitian ini berkontribusi pada khazanah keilmuan pendidikan agama Islam dan dapat menjadi panduan praktis bagi praktisi dan orang tua dalam merancang metode pengajaran yang efektif dan peka terhadap kebutuhan anak dari keluarga multikultural.
Abstract
This study aims to analyze the challenges and pedagogical strategies in Islamic religious education for children from interfaith marriages. These children face difficulties in internalizing Islamic teachings alongside the norms of their social environment and family values. Employing a qualitative approach with a case study method, the research was conducted at the MuslimSmart hometutoring institution in Jakarta. Data were collected through in-depth interviews with the institution’s administrators and tutors. The findings identify four main challenges: (1) children’s fear of traditional religious approaches, (2) misalignment between religious doctrine and social environment, (3) confusion over eschatological teachings, and (4) the potential for leaving Islam in adulthood. In response, the institution has developed four innovative pedagogical strategies: (1) culturally sensitive approaches, (2) emphasis on the core values of Islam, (3) context-based instruction, and (4) alignment with family values. These strategies represent a shift from dogmatic religious education to a more flexible, adaptive, and child-centered approach that attends to both the psychological and sociological needs of children. This research contributes to the academic discourse on Islamic education and offers practical guidance for educators and parents in designing effective and sensitive teaching methods for children from multicultural families
Pengembangan Aplikasi Application for Listening untuk Meningkatkan Kemampuan Mendengar
Aplikasi merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembelajaran di era modern, karena keberadaannya sudah tidak bisa diabaikan lagi dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat Aplikasi “Application For Listening” untuk mengajar siswa kelas 7 dengan harapan Application for Listening dapat menjadi alternatif guru dan siswa untuk mengumpulkan materi dan media pembelajaran. Materi yang dikumpulkan berasal dari buku “Bahasa Arab Kelas 7 MTs” yang berdasarkan kurikulum resmi dari pemerintah, Application for Listening meliputi: Kosakata dan maknanya, contoh dasar setiap kosakata, gambar untuk menunjang pembelajaran, audio untuk contoh dasar dan video yang dikumpulkan dari penutur asli sebagai referensi bagi siswa untuk mengetahui bagaimana bahasa Arab berbicara dalam bahasa mereka, disajikan dalam UI yang menarik perhatian siswa di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) berdasarkan Teori Borg & Gall, peneliti menggunakan tes (Pre-Test dan Post-Test) untuk mengumpulkan data dan menggunakan Paired Simple T-Test untuk menganalisis data yang dikumpulkan.
Abstract
Applications are important element for learning process in the modern era, because their existence can’t be ignored anymore and the aim of this research is to create Application for Listening for teaching student class 7 hoping that Application for Listening can be teacher’s and student’s alternate for collecting materials and lessons. The materials were collected form book “Bahasa Arab Kelas 7 MTs” which based from official curriculum from government, Application For Listening includes : Vocabulary and its meaning, basic examples for each vocabulary, pictures to support lesson, audio for the basic examples and video collected from native speaker as reference for student to know how Arabian speaks their language, using a stunning UI to take student’s attention in the class. This research is a developmental research (Research and Development) based on Borg & Gall’s Theory, researcher used test (Pre-Test and Post-Test) to collect data and used Paired Simple T-Test to analyze collected data
A Reflection Study on Language Choices among Multilingual
Multilingual community is commonly found in Asian countries. Since people are able to communicate using more than one language, some factors may influence them in their language choices. This research was a reflection study in which the researcher herself became the participant of this research. Some factors that might influence the language choice was the interlocutors, the setting, and the language that the participant grew up with. During the conversation code-switching and code-mixing were also found since the speakers in the setting of research were also bilingual or multilingual
Penerapan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal Pada Kelompok A1 di TK Zainul Hasan
The purpose of this study is to determine how the singing method can improve children\u27s vocabulary mastery. The type of research to be conducted is classroom action research (CAR). According to Rochiati Wiriaatmadja, classroom action research is research conducted by testing an idea for improvement in learning practices and observing the real impact of these efforts. Suharsimi Arikunto et al. argue that the actions taken in this study were given by the teacher or under teacher direction and carried out by the students. A total of 15 children participated, consisting of 8 boys and 7 girls.
The results showed an increase in vocabulary mastery in early childhood children in Group A1 of Zainul Hasan Kindergarten. Before receiving vocabulary mastery action, the children only achieved 32.62%. However, after being given Classroom Action Research practice using the singing method, the increase reached 47.83% in Cycle I. Because the success indicator had not been achieved, a repeat study was conducted, resulting in an increase in the learning achievement reaching 82.61% in Cycle II, which meets the target success indicator. The results of the data analysis indicate that using the singing method makes learning more enjoyable, innovative, and creative. Based on the results of this study, it is stated that learning using the singing method can successfully increase vocabulary mastery in early childhood.
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk :Untuk mengetahui cara menerapkan metode bernyanyi dapat meningkatkan penguasaan kosakata anak. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Rochiati Wiriaatmadja, penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan dengan mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. Suharsimi Arikunto, dkk berpendapat, tindakan yang dilakukan pada penelitian ini diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Berjumlah 15 orang anak dengan rincian 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukan peningkatan penguasaan kosakata pada anak usia dini di Kelompok A1 Tk Zainul Hasan belum diberi tindakan penguasaan kosakata, anak yang hanya mencapai 32.62% namun setelah diberi praktek Penelitian Tindakan Kelas dengan metode bernyanyi, pada siklus I mencapai 47.83%. Karena belum mencapai Indikator keberhasilan maka dilakukan penelitian ulang sehingga pada siklus II mengalami peningkatan mencapai 82.61% dimana tingkat pencapaian tersebut sudah memenuhi target indicator keberhasilan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dengan metode bernyanyi pembelajaran akan lebih menyenangkan, inovatif dan kreatif. Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode bernyanyi dapat berhasi lmeningkatkan penguasaan kosakata anak usia dini
Integrasi Nilai-nilai Pancasila dalam Pembelajaran PKn untuk Membentuk Karakter Siswa SD/MI
Penelitian ini membahas tentang cara menggabungkan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) agar bisa membentuk karakter siswa SD/MI. Masalah yang dibahas adalah kurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran, sehingga memengaruhi pembentukan karakter anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis metode yang efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKN agar karakter siswa bisa meningkat. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mempelajari berbagai sumber terkait pembelajaran PKN dan penerapan nilai Pancasila di tingkat pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan nilai Pancasila dalam materi dan metode pembelajaran PKN sangat penting untuk membentuk karakter yang beriman, bertanggung jawab, dan disiplin. Pembelajaran yang disusun secara kontekstual dan aplikatif bisa membantu siswa lebih sadar tentang pentingnya nilai-nilai dasar bangsa. Hasil ini menyarankan kepada para guru untuk secara teratur mengintegrasikan nilai Pancasila dalam setiap kegiatan belajar PKN agar karakter siswa semakin kuat dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Abstract
This study discusses how to integrate Pancasila values into Civic Education (PKN) lessons in order to shape the character of elementary school/MI students. The problem discussed is the lack of understanding and application of Pancasila values in learning, which affects the character building of children. The purpose of this study is to analyze effective methods for integrating Pancasila values into PKN learning so that students\u27 character can improve. The method used is a literature study by examining various sources related to PKN learning and the application of Pancasila values at the elementary education level. The results show that integrating Pancasila values into PKN learning materials and methods is very important for shaping a character that is faithful, responsible, and disciplined. Contextual and applicable learning can help students become more aware of the importance of the nation\u27s basic values. These results suggest that teachers should regularly integrate Pancasila values into every PKN learning activity so that students\u27 character becomes stronger and in line with national education goals
Studi Tafsir Maudhu’i pada Surah Al-Alaq Ayat 1-5 dan Relevansinya pada Pendidikan Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Surah al-‘Alaq ayat 1-5 dengan pendekatan tafsir maudhu’i (tematik) dan mengkaji relevansinya dengan prinsip-prinsip pendidikan anak usia dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengumpulkan dan menganalisis penafsiran para ulama terhadap kelima ayat tersebut, kemudian menghubungkannya dengan konsep pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah al-‘Alaq ayat 1-5 menekankan fondasi pendidikan yang dimulai dengan literasi (membaca) sebagai kunci ilmu pengetahuan, pengenalan terhadap Sang Pencipta (Tauhid), dan proses pembelajaran yang berkesinambungan. Pesan-pesan utama dalam ayat ini, seperti perintah membaca (iqra\u27), pembelajaran berbasis penelitian (nama\u27 al-alaq), dan penghargaan terhadap potensi manusia, memiliki relevansi yang sangat kuat dengan pendidikan usia dini. Konsep "iqra" selaras dengan stimulasi literasi dini, sementara pengenalan Tuhan (rabb) sejalan dengan penanaman nilai-nilai spiritual dan akhlak sejak dini. Dengan demikian, ayat-ayat pertama yang diturunkan ini tidak hanya memiliki muatan teologis yang dalam, tetapi juga memberikan paradigma dan fondasi filosofis yang kokoh bagi penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang holistik, integratif, dan berorientasi pada pengembangan seluruh potensi anak