Jurnal Pendidikan Fisika
Not a member yet
    103 research outputs found

    Min-min Solution Sebagai Metode Konversi Skala Termometer

    No full text
    AbstrakSuhu merupakan suatu besaran yang digunakan untuk mengetahui perubahan energi kinetik suatu molekul/zat, sedangkan termometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suhu suatu benda. Skala termometer terdiri dari empat jenis, yaitu Celsius, Fahrenheit, Reamur, dan Kelvin. Selama ini persamaan yang digunakan untuk mengubah nilai pada skala-skala antara satu dengan yang lainnya masih menggunakan prinsip hafalan yang cukup banyak. Dalam hal memperkenalkan fisika pada peserta didik tentu hal ini menjadi masalah, karena fisika itu harus dapat dipelajari dengan metode yang mengutamakan kreativitas peserta didik. Metode min-min solution menawarkan kepada para pendidik agar memudahkan dalam penyampaian persamaan konversi suhu tanpa harus banyak menghafal, serta digunakan sebagai pengembangan pola pikir peserta didik. Metode ini hanya menggunakan dua buah prinsip yang telah diketahui secara luas, yaitu: 1. Perbandingan skala pada termometer, serta 2. Batas bawah masing-masing skala pada termometer.Kata Kunci: Konversi Skala, Skala Termometer, Min-min Solution AbstractTemperature is a measure used to see changes in the kinetic energy of a molecule / substance, while the thermometer is a tool used to measure the temperature of an object. Thermometer scale consists of four types, namely Celsius, Fahrenheit, Reamur, and Kelvin. So far, the equations used to change the values on the scale from one another still use quite a lot of memorization principles. In terms of physics, of course this is a problem, because physics must learn with a method that prioritizes the creativity of students. The min-min method solution offers educators to facilitate the delivery of temperature conversion equations without having to memorize a lot, and is used as a development of the students' mindset. This method only uses two principles that are widely known, namely: 1. Comparison of the scale on the thermometer, and 2. The lower limit of each scale on the thermometer.Keywords: Conversion Scale, Thermometer Scale, Min-min Solutio

    PENGGUNAAN MEDIA VIDEO SPARKOL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media video sparkol terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA di SMP menggunakan desain penelitian kuasi eksperimental dengan rancangan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Rambipuji. Hasil rata-rata pre-test kemampuan berpikir kreatif kelas kontrol dan eksperimen menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang cukup jauh, dimana kemampuan berpikir kreatif awal kedua kelas memiliki rata-rata yang hampir sama, dengan kategori rendah. Namun setelah diberikan perlakuan hasil rata-rata post-test kelas eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi daripada kelas kontrol yakni dengan kategori tinggi. Hasil analisis post-test kemampuan berpikir kreatif menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,000 atau Sig. (0,00 < 0,05) yang artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa kelas kontrol dengan siswa kelas eksperimen, karena nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, hal ini menunjukkan bahwa media video sparkol berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMP

    Pengukuran Penjumlahan Intensitas Dua Sumber Cahaya Pada Variasi Daya Lampu Menggunakan Light Meter

    No full text
    Konsep perubahan intensitas cahaya terhadap jarak memerlukan metode pengukuran yang memberikan ketepatan dalam menghasilkan data. Aplikasi light meter pada smartphone digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur penjumlahan intensitas cahaya (I) dari dua sumber cahaya. Daya lampu divariasikan untuk mendapatkan data intensitas cahaya pada jarak dan daya lampu yang berbeda. Hasil perolehan intensitas cahaya untuk ketiga variasi adalah 6,2746 Cd dan 5,8546 Cd, 9,8808 Cd dan 9,6650 Cd, serta 12,8302 dan 11,9215. Diperoleh iluminasi (E) sebesar 32,59671 lux dan 26,964 lux, 51,3220 lux dan 44,9105 lux, serta 43,9934 lux dan 37,1495 lux. Hasil dari intesitas cahaya dan iluminasi yang diperoleh pada ketiga variasi berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Semakin jauh light meter diletakan dari sumber cahaya, nilai intensitas cahaya dan iluminasinya semakin kecil. Hal ini sesuai hukum keterbalikan kuadrat pada hukum fisika yang menyatakan sumber pancaran berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya

    Meta Analisis Effect Size Pengaruh Bahan Ajar IPA dan Fisika Berbasis STEM Terhadap Hasil Belajar Siswa

    No full text
    Pembelajaran abad-21 menuntut guru untuk mengarahkan siswanya agar memiliki kreativitas dalam mengelola permasalahan sehari-hari. Salah satu metode yang tepat digunakan adalah dengan menerapkan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). Untuk menunjang keberhasilan integrasi prinsip-prinsip disiplin ilmu STEM, khususnya pada pembelajaran IPA dan Fisika maka diperlukan suatu bahan ajar. Penelitian ini menganalisis pengaruh bahan ajar berbasis STEM  dalam pembelajaran IPA dan Fisika terhadap hasil belajar siswa yang ditentukan melalui Effect Size (ES). Data penelitian diperoleh dari 20 jurnal nasional dan internasional. Analisis didasarkan pada kategori jenjang pendidikan, jenis bahan ajar serta besarnya pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar berbasis STEM akan lebih efektif jika dilakukan pada jenjang SMA dengan jenis bahan ajar buku.  Hasil perhitungan juga diperoleh bahwa penggunaan bahan ajar berbasis STEM efektif dalam ketiga ranah hasil belajar, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap

    Pengembangan Cerita Bergambar Fisika Berbasis STEM untuk Menumbuhkan Literasi Sains pada Siswa SMP

    No full text
    Tujuan dari pendidikan sains, yaitu menyiapkan siswa agar memiliki kemampuan literasi sains yang baik. Salah satu pendekatan yang mampu menciptakan tenaga ahli yang profesional dan memiliki literasi sains yang baik adalah pendekatan Science, Technology, Engineering, and Matchematics (STEM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, validitas, dan pendapat siswa terkait cerita bergambar (cergam) yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D), sedangkan prosedur pengembangan mengacu pada pengembangan media intruksional oleh Sadiman, Arief, Haryono, & Rahardjito (2016). Peneliti mengelolah data menggunakan konversi skor penilaian oleh Sugiyono. Cergam dikemas dalam 5 episode dalam 90 halaman. Peneliti memperoleh rerata skor validasi sebesar 3,51 yang termasuk dalam klasifikasi sangat valid, menarik, mudah, dan bermanfaat

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA SIMULASI PhET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning menggunakan media simulasi PhET (Physics Education Technology) terhadap pemahaman konsep fisika siswa pada materi elastisitas di SMA Negeri 10 Palembang tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain nonequivalent Control Group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIA SMA Negeri 10 Palembang. Pengambilan sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan mengambil dua kelas yaitu XI MIA 1 sebanyak 36 orang sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 5 sebanyak 36 orang sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep berupa pilihan ganda sebanyak 20 butir soal dengan lima option. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan taraf nyata α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan model discovery learning menggunakan media simulasi PhET (Physics Education Technology terhadap pemahaman konsep fisika siswa di SMA Negeri 10 Palembang yang ditunjukkan dengan thitung 7,255 > ttabel 1,667

    PENGARUH TUTOR SEBAYA DALAM PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA SMA

    No full text
    The application of problem based learning in the classroom often experiences obstacles, primarily to teach high-level thinking skills, such as critical thinking skills. To overcome these obstacles, in this study we tried the use of peer tutors to guide their friends in a collaborative group when solving problems. This study aims to describe the impact of peer tutoring in problem-based learning on the critical thinking skills of high school physics students. This type of research is a quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample of this research is class X MIPA 3 and X MIPA 4 SMAN 4 Jember. One class was given treatment using problem-based learning accompanied by peer tutoring, while one other class only used problem-based learning. Data about critical thinking skills were obtained from the posttest at the end of learning which was then analyzed using the Independent Sample T-test on SPSS 23. The statistical test results stated that there were differences between the average values of the experimental class and the control class. Thus, it is concluded that peer tutoring in the problem-based learning model has a significant effect on critical thinking skills. The essential aspect of thinking skills with the highest value lies in interpreting skills

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA

    No full text
    The formulation of the problem in this study is the effect of the Cooperative Learning model of the types of  Team Games Tournament on the ability of students to understand the concept of physics learning in class X in SMK PGRI 2 Palembang. This study aims to determine whether or not there is an influence of the cooperative learning model of type of  Team Games Tournament (TGT) on the ability of students to understand the concepts of physics in class X learning at SMK PGRI 2 Palembang. The research method used is the Experimental Design method, the category of Posstest-Only Control Design. in this design often used in research experiments with data collection technigues obtained using tests, and documentation.The average value of student learning outcomes in the experimental class can be categorized  as good at 78.47  by using the cooperative games tournament  type (TGT) Model, while the average value of the learning outcomes of the control class by not using the model cooperative Team Type Tournament games can be categorized enough with the average  student learning outcomes is 63.05. Based on calculations t arithmetic > t table = 7.105 > 1.667 ie t arithmetic = 7.105 and  t table = 1.667 then accept the hypothesis (ha) which  means ” There is an influence of the cooperative learning model Team Games Tournament type (TGT) on the ability of students to understand the concept of learning physics in class X in SMK PGRI 2 Palembang

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI GELOMBANG MENGGUNAKAN SIMULASI CROCODILE PHYSICS PADA MODEL THINK- PAIR-SHARE

    No full text
    This action research aims at increasing students' achievement on the topic Gelombang for the second year studens of MAN 1 Pesisir Barat by using Crocodile Physic Simulation of Think-Pair-Share model. The students' achievement on the wave topic is the research's object, whereas the subject of the research is the students of MAN 1 Pesisir Barat.This action research is conducted within three cycles. Each cycle consists of plan, action, observation and reflection. Based on the result of analysis it is found that Crocodile Physics Simulation of Think-Pair-Share model is able to increase the students' achievement of the wave topic.The average students achievement increases from 58,77 becomes 65,70 or 11,80% increasingly during Cycle I, increases from 65,70 to 71,37 or 8,63% during Cycle II, and increases up to 74,30 or 4,11% in Cycle III. By comparing between Pre Research and Cycle III there is 26,43% increases. Besides, the completeness of learning increases from 26,67 during Pre Research to 46,67 during Cycle I, increases 63,33 during Cycle II and becomes 86,67 in Cycle III. By comparing the 58,77 during Pre Researçh there is an increasing students achievement up to 60%

    PENGARUH PENERAPAN PERFORMANCE ASSESSMENT DENGAN MODEL PJBL TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA SMA

    No full text
    Pembelajaran yang berlangsung saat ini belum sesuai dengan tuntutan pada abad ke- 21 yaitu siswa dituntut untuk memiliki keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Instrumen Performance Assessment dengan model pjbl terhadap keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design yang dilakukan di semester genap Pada tahun ajaran 2018/2019 di MAN 1 Bandar Lampung. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIA sedangkan sampel yaitu kelas XI MIA2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh Performance Assessment dengan model pjbl terhadap keterampilan berpikir kritis sebesar 42,5%, Pengaruh Performance Assessment dengan model pjbl terhadap keterampilan berpikir Kreatif sebesar 57.3% dan pengaruh Keterampilan berpikir kritis terhadap keterampilan berpikir Kreatif Berdasarkan data yang diperoleh pada kelas eksperimen sebesar 66,0%

    0

    full texts

    103

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇