Electrician
Not a member yet
    543 research outputs found

    Analisa Efektivitas Pemasangan Multirod-Grounding pada SUTET 500kV Mandirancan-Pemalang Line 3&4 dengan Metode Paired Sample T-Test

    Full text link
    Abstract — PLN's customer growth continues to increase every year, with an average increase of 5.26% from 2014 to 2023. Reliability is needed in the 500kV Mandirancan-Pemalang line 3 & 4 SUTET transmission system which distributes electricity from the Batang PLTU and Tanjungjati PLTU. Throughout 2022 and 2023, there were 5 reclose disturbances caused by lightning on the SUTET in the ULTG Tegal. Efforts to prevent lightning disturbances are to reduce the tower grounding resistance value. The method used is to add several grounding rods (Multirod Grounding/MRG) to each tower leg that is struck by lightning and other towers next to it, in front (5 towers) and behind (5 towers). So that it is hoped that the lightning current can be quickly channeled to the ground. The data analysis method used is the paired sample t-test by processing data from grounding resistance measurements on 53 SUTET towers before and after the installation of MRG. Data processing is done using the Data Analysis feature in Microsoft Excel. Based on field measurements, the average grounding resistance value before and after the installation of MRG is 3.75 Ω and 1.33 Ω. Based on data analysis using the Paired Sample T Test method, obtained tcount (tstat)>ttable (tcritical one-tail)  with a value of 7.29>2.34 and the P-value (P(T<=t) one-tail)<α(alpha) with a value of 2.97888×10−12<0.01. From these results, the null hypothesis is rejected and the alternative hypothesis is accepted that there is a very significant difference between the grounding resistance of the tower before and after the installation of MRG, so that the installation of MRG is statistically effective. Based on the 2024 disturbance data, there was no disturbance caused by lightning on this SUTET transmission, so that the installation of MRG had an effect on reducing the frequency of lightning disturbances on this SUTET. Keywords — grounding resistance, multirod grounding (MRG), paired sample t-tes

    Perancangan Sistem Deteksi Kebocoran Pipa Berbasis Internet of Things

    Full text link
    This research discusses the implementation of a prototype system to detect leaks in water pipes using water flow and ultrasonic sensors, applied to a web-based Internet of Things (IoT) for real-time monitoring. The aim of this research is to identify pipe leaks analyzed against flow rate and pressure. The system is designed considering the system design analysis using hardware, software, and web interface design for data visualization and control. The results of this study show that the water flow and ultrasonic sensors have high accuracy and precision with low error rates. Functional testing of the system was carried out through several experiments, both with and without leaks, and showed that the system works well in monitoring flow rates and water levels. However, some discrepancies were found in the readings during leak testing, indicating the need for further evaluation of the sensor code. Overall, this research was successful with real-time data accessible through the web interface

    Analisis Perbandingan Tegangan Pada Baterai Berbahan Baku Limbah Barubara dengan Kulit Pisang sebagai Energi Alternatif

    Full text link

    Analisis Kinerja Komprehensive Sistem Pendingin Primer terhadap Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Tipe Flash Steam

    Full text link
    Abstract. Geothermal power plants rely heavily on the efficiency of their cooling systems to optimize overall energy conversion. This study investigates the performance of the primary cooling systems, namely direct contact condensers and mechanically induced flow cooling towers in Unit 3 of PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ulubelu Area, Lampung. Performance metrics are assessed using parameters such as range, approach, and effectiveness for the cooling tower, and thermal efficiency calculations for the condenser and steam turbine. Daily operational data were collected and analyzed. The results show that fluctuations in cooling tower effectiveness significantly affect condenser vacuum and turbine efficiency. The average actual cooling tower effectiveness is 70.06%, lower than the design effectiveness of 78%. The condenser shows an average thermal efficiency of 93.80%, with effectiveness variations between 83.23% to 86.44%. The turbine efficiency based on design is 87.51%, while the actual efficiency drops to the range of 81.84% to 82.48%. This decrease indicates a performance degradation of approximately 0.94% per year. This finding underlines the important role of cooling system optimization in improving the performance of geothermal power plants

    Desain Kendali Tegangan Keluaran Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Menggunakan Konverter SEPIC dengan Tuning Fuzzy Logic Control

    Full text link
    Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan suplai listrik pada daerah terpencil yang tidak terjangkau jaringan listrik nasional. Tantangan utama dalam implementasi PLTPH adalah ketidakstabilan tegangan keluaran yang dihasilkan karena fluktuasi debit air yang menggerakkan turbin.  Pada penelitian ini dilakukan integrasi Konverter SEPIC dan Pengendali Logika Fuzzy pada prototipe PLTPH untuk menstabilkan tegangan keluaran yang dihasilkan pembangkit.  Integrasi konverter SEPIC memungkinkan penstabilan tegangan menuju nilai setpoint dengan menaikkan dan menurunkan tegangan sesuai kondisi operasi.  Pengendali Logika Fuzzy menggunakan sistem logika untuk menangani ketidakpastian pada tegangan input.  Pengujian dengan setpoint 12 V dan beban lampu DC 12 V menghasilkan nilai rise time 1,5420 detik dan Settling time rata-rata 1,7414 detik.  Hasil ini menunjukkan sistem mampu mencapai setpoint secara cepat tanpa fluktuasi berkepanjangan.  Nilai Maximum overshoot rata-rata 0,583% dan Error steady-state rata-rata 0,0146% sehingga tidak terdapat lonjakan tegangan berlebih dan tegangan keluaran mendekati nilai setpoint

    Analisis Hasil Pengujian Isolasi Transformator Daya 20 kV (Step-Up) di PT PLN (Persero) PLTD Tegineneng: Analisis Hasil Pengujian Isolasi Transformator Daya 20 kV (Step-Up) di PT PLN (Persero) PLTD Tegineneng

    No full text
    Transformator step-up pada PT PLN (Persero) PLTD Tegineneng merupakan salah satu peralatan utama yang digunakan secara kontinu. Dalam sebuah jaringan sistem tenaga listrik yang kompleks, penurunan atau penuaan kekuatan isolasi peralatan listrik merupakan masalah serius yang dapat menimbulkan kerugian besar, seperti kerusakan transformator, meledaknya pemutus sirkuit (circuit breaker), dan lain-lain. Untuk menghindari kerusakan peralatan yang tidak terduga serta ketidakstabilan distribusi energi listrik, sangat penting untuk mengetahui kondisi isolasi peralatan tersebut dan memantau secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil pengujian isolasi transformator tersebut berdasarkan empat parameter utama: Indeks Polarisasi (PI), tan delta, analisis gas terlarut (DGA), dan breakdown voltage. Hasil pengujian Indeks Polarisasi menunjukkan indikasi kontaminasi belitan trafo oleh kotoran, air, dan debu. Disarankan untuk melakukan uji kadar air dan tan delta guna mendalami temuan ini. Pengujian tan delta pada kumparan primer menunjukkan hasil yang tidak baik, dengan nilai sebesar 1,2%, yang menurut standar ANSI C57.12.90 tergolong buruk. Oleh karena itu, pengujian kadar air minyak isolasi dan furan direkomendasikan. Hasil DGA menunjukkan total gas terlarut (TDCG) sebesar 1169 ppm, masuk dalam kondisi 2 yang menandakan gejala awal kegagalan. Laju pertumbuhan gas yang signifikan (>30 ppm) pada pengujian-pengujian berikutnya mengindikasikan perlunya pengambilan sampel gas secara bulanan. Analisis key gas mengidentifikasi jenis kegagalan sebagai pemanasan minyak (overheating of oil) dengan dominasi kandungan gas etilen (63%) dan etana (20%). Pengujian breakdown voltage menunjukkan hasil awal yang baik, namun cenderung menurun dari 55 kV ke 46 kV, kemungkinan akibat penambahan oli saat proses purifikasi. Berdasarkan analisis menyeluruh, transformator unit 3 PLTD Tegineneng masih layak dioperasikan dengan catatan beban tidak melebihi kapasitas. Namun, tanda-tanda kegagalan isolasi, khususnya pada minyak, mulai muncul. Oleh karena itu, diperlukan pengujian rutin, seperti pengujian kadar air dan furan, untuk memastikan kondisi transformator tetap stabil dan andal

    Mesin Ekstrusi Filamen 3D Printer Sederhana Sebagai Alternatif Daur Ulang Limbah Botol Plastik dengan Kendali PID

    Full text link

    Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis IoT Menggunakan Node MCU ESP8266

    Full text link
    Penyiraman tanaman harus dilakukan dengan tepat waktu karena hal tersebut dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Maka dibutuhkan suatu penerapan sistem yang dapat mengatur penyiraman tanaman dalam kondisi yang tepat dan juga bisa meminimalisir kerja manusia. Dengan latar belakang ini maka peneliti akan membuat sebuah alat penyiram tanaman otomatis berbasis IoT. Tujuan pembuatan alat ini adalah untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam hal penyiramaan tanaman agar manusia tidak tidak perlu lagi menyiram tanaman secara manual setiap harinya. Metode Research and Development (R&D) di terapkan dalam penelitian ini. Adapun tahapan dari metode RAD meliputi : Requirement Planning, Design Workshop, Fase Instruction, Implementation. Untuk mengetahui hasil dari penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti melakukan pengujian terhadap seluruh kriteria pengujian. Berdasarkan hasil pengujian pada alat penyiraman tanaman otomatis berbasis IoT dapat disimpulkan bahwa alat tersebut dapat bekerja sesuai dengan perancangan yang telah dirancang. Kelembapan tanah sesuai dengan ketentuan kondisi yang sudah di tetapkan kemudian relay memberikan aksi kerja sesuai dengan kondisi kelembapan tanah sehingga pompa dapat bejalan sesuai dengan kondisi tanah serta LCD dan aplikasi blynk dapat menampilkan tingkat kelembapan tanah sesuai dari data yang didapat dari sensor

    Implementasi Internet of Things (IOT) pada Kumbung Jamur Merah Untuk Pemantauan Suhu dan Kelembaban Menggunakan Web Server

    Full text link
    The process of cultivating straw mushrooms in mushroom houses requires strict monitoring of environmental temperature and humidity. In order to make it easier for farmers to monitor temperature and humidity conditions in mushroom barns, the use of Internet of Things (IoT) technology has been proposed as a potential solution. In this research, IoT was implemented on edible mushroom mushrooms to monitor temperature and humidity using a web server as an interface for farmers. The system developed consists of a DHT22 type temperature and humidity sensor connected to an ESP32 microcontroller, which then sends data to a web server via the internet network. The DH22 sensor can display accurate measurement data both on the LCD and on the web server. Therefore, the system developed is able to monitor the environmental conditions of mushroom mushrooms and provide useful information for farmers in the process of cultivating mushrooms more efficiently

    Optimasi Daya Keluaran Pada Prototipe AeroSolar Sistem Hybrid Tenaga Surya dan Tenaga Bayu

    Full text link
    AeroSolar merupakan pembangkit listrik tenaga angin yang terintegrasi dengan panel surya handal dalam menghasilkan energi listrik efektif. Penelitian ini memiliki  tujuan untuk menganalis daya listrik yang dihasilkan dari prototipe AeroSolar untuk penerangan di gang-gang kecil. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap gang-gang kecil di perkotaan telah mengakibatkan munculnya berbagai masalah yang signifikan. Keterbatasan penerangan meningkatkan resiko keamanan di gang-gang kecil, serta minimnya infrastruktur energi membatasi aktivitas sosial. Salah satu aspek yang membutuhkan inovasi yaitu penyediaan energi, terutama pada daerah perkotaan yang padat dari struktur perkotaan pada gang-gang kecil, namun sering kali mengalami keterbatasan dalam infrastruktur energi yang memadai. Dari beberapa faktor yang dikaji bahwa daya maksimum tenaga surya pada pukul 11.00 siang mencapai nilai 69,84 watt. Sedangkan, pada tenaga bayu menghasilkan daya maksimum pada pukul 11.00 WIB dengan nilai 0,35 watt. Dari hasil perhitungan dan analisis menggunakan sistem hybrid AeroSolar, yang menggunakan teknologi aerofoil dan panel surya terintegrasi dengan rata-rata pemakaian daya sebesar 34,32 watt selama beban bekerja. Dengan waktu yang sama, tegangan yang terukur adalah 13,2 volt dan arus yang terukur pada beban adalah 2,6 ampere menjadi solusi efektif untuk menghasilkan energi listrik secara efisien dan berkelanjutan di gang-gang keci

    411

    full texts

    543

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electrician
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇