Electrician
Not a member yet
    543 research outputs found

    Rancang Bangun Sistem Keamanan Kendaraan Bermotor Roda Dua Berbasis Internet of Things dengan Modul NodeMCU ESP8266 V3 dan ESP32-CAM

    Get PDF
    Rancang Bangun Sistem Keamanan Kendaraan Bermotor Roda Dua Berbasis Internet of Things dilengkapi dengan fitur keamanan darurat yang dapat memberikan rasa aman terhadap pemilik kendaraan bermotor. Sistem yang terpasang pada kendaraan bermotor menggunakan sebuah mikrokontroller (NodeMCU ESP8266 V3), ESP32-CAM, modul GPS, modul sensor getar, dan modul relay. Modul GPS berfungsi untuk menentukan koordinat posisi kendaraan bermotor yang akan dikirimkan lalu ditampilkan melalui aplikasi Blynk yang terdapat pada smarphone pemilik kendaraan bermotor dan ESP32-CAM berfungsi untuk mengambil gambar wajah pelaku pencurian bila terjadi tindak pencurian kendaraan bermotor. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu melakukan komunikasi melalui jaringan internet antara kendaraan bermotor dan pemilik kendaraan bermotor dengan menggunakan perangkat lunak blynk dan telegram tanpa ada batasan jarak asalkan perangkat yang terpasang pada kendaraan terkoneksi jaringan internet

    Analisis Concentrated Winding Menggunakan Metode Clockwise dan Kombinasi pada PMSG 12S8P

    Get PDF
    Kebutuhan akan energi listrik terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kemajuan teknologi, meningkatnya kebutuhan energi listrik harus diiringi dengan meningkatnya teknologi yang digunakan untuk mengkonversi energi primer menjadi energi sekunder. Salah satu alat yang digunakan untuk mengkonversi energi primer menjadi energi sekunder listrik adalah generator. Generator merupakan mesin listrik utama yang gunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pembangkit Listrik Tenaga Air, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, dan Pembangkit Listrik Tenaga Disel. Ada berbagai macam komponen di dalam generator sehingga dapat menghasilkan listrik, salah satu komponen yang sangat penting adalah lilitan tembaga (winding) karena komponen ini akan menerima fluks elektromagnetik yang dihasilkan oleh putaran rotor sehingga menjadi tegangan listrik. Banyak sekali metode winding yang bisa diaplikasikan pada generator salah satunya adalah metode concentrated winding dengan dua variasi arah putar yaitu clockwise dan kombinasi. Untuk pengujian yang dilakukan, digunakan spesifikasi generator berjenis Permanent Magnet Synchronous Generator  dengan 18 slot dan 8 pole yang di desain pada software Finite Element Method. Hasil yang didapatkan dari pengujian concentrated winding pada generator permanen magnet 18S8P dengan arah putar clockwise mendapatkan tegangan sebesar 184.80 volt, sedangkan pada arah putar kombinasi mendapatkan tegangan sebesar 206.05 volt. Maka dapat disimpulkan ketika melakukan winding tidak ada metode yang salah karena winding adalah mencari metode terbaik untuk mendapatkan tegangan yang maksimal, pada pengujian generator permanen magnet 18S8P skema terbaiknya adalah menggunakan metode kombinasi

    Sistem Pengendalian Kecepatan Dua Motor Brushless DC (BLDC) dengan Nine Switch Inverter Menggunakan Metode PWM

    Get PDF
    Abstract Two three phase inverters which consists of 12 switches are generally required to control two brushless DC Motors, which are complicated and inefficient to control them. One inverter has 6 switches. This research develops controlling of two brushless DC Motors using nine switch inverters with Pulse Width Modulation method. Nine switch inverter needs PWM for controlling frequency and voltage. Arduino is used to generate PWM in this research.  Nine switch inverters are used to convert DC voltage to AC Voltage because of BLDC needs AC Voltage to drive the rotor of motors. In controlling two BLDC Motors, it includes switching control using PWM, to adjust the input frequency which then results in the effect of frequency on the voltage, current, speed of two BLDC Motors and torque. The test of this controller consists of the condition of the motor with and without load. The test results show that the speed of two BLDC motors can be controlled simultaneously with nine switch inverters by adjusting the input frequency. Keywords  two brushless DC motors, nine switch inverter, pulse width modulation (PWM), Arduino, Simulink Matlab &nbsp

    Rekonfigurasi Jaringan Distribusi Untuk Meminimalisasi Rugi-Rugi Daya Dengan Menggunakan Metode Grey Wolf Optimizer (GWO)

    Get PDF
    Rekonfigurasi jaringan pada jaringan distribusi merupakan suatu proses atau usaha untuk mengubah status sakelar pada saluran yang terhubung (sectionalizing switch) dan yang tidak terhubung (tie switch) dengan tujuan untuk meminimalisasi rugi-rugi daya dan memperbaiki profil tegangan pada sistem. Rekonfigurasi dilakukan dengan mengganti jalur saluran baru yang terhubung tanpa menambah jumlah saluran. Namun, proses rekonfigurasi yang tidak tepat akan menyebabkan rugi-rugi daya menjadi lebih besar. Pada penelitian ini, metode Grey Wolf Optimizer (GWO) digunakan untuk melakukan rekonfigurasi yang optimal terhadap kasus sistem standar IEEE 33-bus dan sistem standar IEEE 69-bus. Hasil simulasi pada sistem standar IEEE 33-bus menunjukkan bahwa setelah dilakukan optimasi rekonfigurasi, rugi-rugi daya aktif pada sistem menjadi sebesar 139,5513 kW atau berkurang sebesar 31,146 persen dari sebelum rekonfigurasi, yaitu 202,6771 kW. Sedangkan pada sistem standar IEEE 69-bus, rugi-rugi daya aktif menjadi sebesar 98,6056 kW atau berkurang sebesar 56,1754 persen dari sebelum rekonfigurasi, yaitu 225,0007 kW. Dengan menggunakan metode GWO mampu mengurangi rugi-rugi daya aktif yang lebih baik dibandingkan dengan beberapa metode lain. Kata kunci  Rekonfigurasi, minimalisasi rugi-rugi, optimasi, Grey Wolf Optimizer (GWO

    Analisis Penerapan Protokol Covid-19 Pada Optimasi Distribusi Ruang Pembelajaran Resource Sharing Dengan Implementasi Algoritma Simple Additive Weighting (SAW)

    Get PDF
    Proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran di tahun ajaran 2020 telah mengalami perubahan, sejak terjadinya Pandemi Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia sejak Bulan Maret 2020. Perubahan model pembelajaran yang terjadi berupa kegiatan pembelajaran tatap muka menjadi model pembelajaran daring (dalam jaringan), guna mencegah penyebaran Covid-19. Universitas Bengkulu dalam kegiatan pembelajaran memiliki ruang kuliah resource sharing yang memiliki perutuntukkan ruangan dan kapasitas yang berbeda-beda, sehingga pada kondisi new normal saat ini diperlukan adanya penataan penggunaan, dan sirkulasi ruangan yang menerapkan protokol Covid-19, agar proses kegiatan pembelajaraan dapat dilakukan tanpa mengurangi efektivitas dan tidak menjadi sarana penyebaran Covid-19. Penelitian dilakukan berupa; (1) mengimplementasikan Algoritma Simple Additive Weighting (SAW) pada optimasi distribusi ruang pembelajaran; (2) melakukan analisis distribusi dan sirkulasi ruang pembelajaran dengan penerapan protokol Covid-19. Adapun hasil distribusi penggunaan resource sharing ruang perkuliahan pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan Protokol Covid di kondisi new normal di lingkungan institusi pendidikan Perguruan Tinggi dan dapat menjadi kebijakan khususnya di Universitas Bengkulu tentang kebutuhan sarana prasarana penunjang kegiatan pembelajara

    Rancang Bangun Alat Pemantau Arus, Tegangan dan Daya Berbasis Blynk (Studi di Gedung Dharma Penelitian Universitas Bangka Belitung)

    Get PDF
    Sistem pengukuran dan pemantauan energi listrik yang dilakukan secara langsung memiliki berbagai kekurangan, diantaranya tidak dapat diakses secara real time. Oleh karenanya, pada penelitian ini  dirancang alat ukur sistem pemantauan pada panel yang diimplementasikan di Gedung Dharma Penelitian Universitas Bangka Belitung menggunakan aplikasi Blynk pada smartphone berbasis mikrokontroler. Dalam penelitian ini juga akan dibandingkan hasil pengukuran dengan alat ukur clamp meter. Dari hasil penelitian, selisih nilai yang terbaca oleh sensor PZEM-004T terhadap alat ukur clamp meter yakni 1,37 V untuk fasa R, 0,8 V untuk fasa S dan 1,4 V untuk fasa T. Untuk selisih nilai arus yakni 0,03 A untuk fasa R, 0,04 A untuk fasa S dan 0,03 A untuk fasa T. Sedangkan untuk daya 7,88 W untuk fasa R, 0,90 W untuk fasa S dan 0,98 W untuk fasa

    Analisa Pengaruh Sistem Pembumian Pada Generator Menggunakan Metode NGR Untuk Mereduksi Arus Gangguan Satu Fasa Ke Tanah Pada PLTU PT SUGAR LABINTA

    Get PDF
    Generator merupakan salah satu komponen penting pada proses pembakitan energy listrik karena fungsi utamanya sebagai pengubah energi mekanik menjadi energy listrik. Gangguan satu fasa ketanah merupakan gangguan hubung singkat yang terjadi karena flashover antara penghantar fasa dan tanah. Pemasangan system pentanahan NGR atau Neutral Grounding Resistor pada generator digunakan untuk mengurangi gangguan arus satu fasa ke tanah akibat berbagai macam gangguan. Mengalirnya arus satu fasa ketanah juga dapat menimbulkan arus transient yang mengurangi kinerja generator itu sendiri. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisa kinerja sistem pembumian NGR pada generator dari arus gangguan satu fasa ke tanah pada PLTU PT Sugar Labinta Lampug Selatan. Dengan melakukan analisa menggunakan simulasi ETAP 12.6 untuk melihat kualitas system pembumian apabila terjadi gangguan satu fasa ke tanah dan juga pada kondisi yang normal. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu, pada sistem pembumian solid diketahui hasil arus gangguan hubung singkat sebesar 3.600 A, kemudian system pembumian dilakukan reduksi dengan menggunakan NGR sehingga nilai arus hubung singkatnya menjadi kisaran 847 A. Sehingga generator dapat tetap dalam kondisi yang aman dan stabil ketika menghadapi arus gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah. Kata kunci Listrik, Pembumian, Gangguan, NGR, Simulasi ETAP

    Shunt Active Power Filter untuk Meredam Harmonisa Beban Non-Linear Satu Fasa

    Get PDF
    Penggunaan beban non-linear semakin umum digunakan seiring berkembangnya teknologi yang menerapkan komponen elektronika daya di dalamnya. Beban non-linear dapat menimbulkan harmonisa pada jaringan listrik dan mengakibatkan penurunan kualitas daya. Cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini salah satunya adalah dengan menggunakan Active Power Filter. Pada penelitian ini suatu Shunt Active Power Filter (SAPF) untuk sistem satu fasa didesain dan disimulasikan untuk meredam harmonisa yang timbul karena penggunaan beban non-linear satu fasa yang sering digunakan di skala rumah tangga. Teori ip-iq dan kontrol PI untuk tegangan DC digunakan untuk mendapatkan referensi arus kompensasi. Pada simulasi, beban yang digunakan berupa penyearah dioda yang dihubungkan ke beban RL seri. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebelum pemasangan SAPF, nilai THD arus sumber mencapai 32.63 persen. Sedangkan setelah pemasangan SAPF nilai THD arus sumber yang dihasilkan hanya sebesar 4.47 persen. SAPF yang disimulasikan memiliki kemampuan peredaman harmonisa sebesar 28.16 persen dan dapat memenuhi standar yang ditoleransi oleh IEEE 519-2014

    Rancang Bangun Sistem Monitoring Arus Bocor Isolator

    Get PDF
    Salah satu peralatan penting dalam sistem ketenagalistrikan adalah isolator yang berfungsi sebagai penyekat bagian bertegangan dan tidak bertegangan agar tidak terjadi aliran listrik yang berdampak pada pemadaman listrik, kebakaran dan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk merancangg sistem monitoring arus bocor isolator menggunakan sensor arus CST013 dan nodeMCU ESP8266 dan Thingspeak sebagai media monitor arus bocor yang terukur. Metode penelitian dimulai dari perancangan sistem, pembuatan prototipe, pengujian isolator dengan tegangan tinggi AC mulai dari 5 kV sampai terjadi flashover pada isolator uji. Pembacaan arus bocor oleh sensor dibandingkan dengan hasil pembacaan arus oleh multimeter. Sensor arus mulai mendeteksi arus bocor pada menit 17:41:24 sebesar 0,001 pada tegangan uji 35kV dan nilainya semakin meningkat sebanding besarnya tegangan uji dan lamanya pengujian isolator. Arus bocor tertinggi yang terukur oleh sensor terjadi pada saat isolator mengalami flashover yakni sebesar 1,932 Ampere pada tegangan uji 70kV. Selisih pembacaan  arus oleh sensor dan multimeter pada masing-masing tegangan uji 30 kV, 50 kV, 70 kV adalah 0,032 A, 0,108 A, 0,310 A

    411

    full texts

    543

    metadata records
    Updated in lastย 30ย days.
    Electrician
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! ๐Ÿ‘‡