Electrician
Not a member yet
    543 research outputs found

    Prediksi Beban Listrik Jangka Pendek dengan Metode Arimax dan Artificial Neural Network Backpropagation di Gardu Induk Metro

    Get PDF
    Kebutuhan listrik yang selalu meningkat baik domestik, komersil maupun industri membutuhkan pelayanan yang baik dan berkualitas, peningkatan kebutuhan listrik banyak dipengaruhi oleh meningkatnya populasi penduduk, perkembangan sektor industri dan pola hidup masyarakat. Perubahan temperature udara panas juga mempengaruhi pola masyarakat untuk menggunakan Air Conditioner (AC) sebagai alat pendingin ruangan. Kebutuhan listrik tersebut harus didukung dengan prediksi beban yang tepat dan penjadwalan pembangkitan yang sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini melakukan prediksi beban listrik jangka pendek menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variable (ARIMAX) di Gardu Induk Metro. Data yang digunakan berupa data historikal beban listrik dan temperatur udara selama periode 6 bulan dan 2 tahun untuk mendapatkan hasil prediksi pada satu minggu terahir. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa prediksi beban listrik jangka pendek menggunakan metode ARIMAX data historis selama 2 tahun menghasilkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 7,5 persen, hasil lebih baik dibandingkan hasil prediksi dengan data historis 6 bulan yang menghasilkan MAPE sebesar 13,6 persen

    PROTOTYPE SISTEM PENGATURAN KECEPATAN KIPAS DC OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR PIR, SENSOR ULTRASONIK, SENSOR DHT11 BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO DAN NODEMCU

    Get PDF
    fan is always ordinary thing at home, human needs fan for comfortable while rest, and lower the temperature of the body if the weather is too hot. But fan brings adverse effect like, the experience pain in certain parts of the body, for example,stiffness due to being exposed to a  wind blow of the fan that is always strong against the body.The purpose of making this prototype is to automatically adjust the fan speed based on the distance from the fan to the human. by using an ultrasonic sensor, by using Passive Infrared sensor, we can automatically turn off without pressing any button so that the fan can turn on, and there is also a DHT11 sensor which can make us know the room temperature and humidity of the room being occupied, the fan will automatically turn off if it does not detect humans within 1 minute 40 seconds, in this project we can also turn on or turn off the fan if you really want to turn it on even though no one is in front using the Blynk application, and the temperature and room will also appear on the Blynk application, the microcontroller used is ArduinoUno, and NodeMCU as intermediary for the interne

    Karakterisasi Antena Multiple Input Multiple Output Menggunakan Modifikasi Slot Pada Dielektrik Patch Array Untuk Teknologi Wireless Fidelity

    Get PDF
    Komunikasi wireless dalam teknologi akses layanan internet memiliki peranan yang sangat penting. Perangkat komunikasi yang menggunakan sistem wireless membutuhkan antena sebagai media perambatan gelombang radio menuju kanal wireless. Kinerja antena mempengaruhi pengiriman dan penerimaan sinyal gelombang radio tersebut. Pada teknologi layanan Wireless Fidelity atau WiFi, antena diaplikasikan untuk operasional kerja WiFi pada frekuensi 2,4 GHz. Pada pengiriman dan penerimaan sinyal WiFi dapat terjadi penurunan kuat sinyal oleh penghalang dan lingkungan sekitar perangkat wireless sehingga hal ini yang menyebabkan akses layanan internet oleh pengguna akan mengalami gangguan koneksi dan kualitas informasi yang ditransfer akan mengalami degradasi. Penelitian ini membahas mengenai karakterisasi susunan antena Multiple Input Multiple Output (MIMO) mikrostrip untuk kinerja kuat sinyal WiFi. Desain antena MIMO menggunakan penambahan slot pada setiap patch rectangular di substrat antena. Slot yang digunakan yaitu empat buah slot segiempat dengan ukuran slot serta jarak yang sama dari tepi bidang patch. Konfigurasi slot berdasarkan spesifikasi bahan substrat, ketebalan substrat, frekuensi kerja dan ukuran patch. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, hasil menunjukkan bahwa untuk parameter Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) 1,50 dan gain 3,898 dBi. Return loss minimum -13,88 dB di frekuensi 2,4 GHz sedangkan pola radiasi direksional dengan side lobe -14,2 dB serta bandwidth antena 87,8 MHz. Antena MIMO array yang dirancang telah dapat diberikan karakterisasi untuk dapat bekerja sesuai fungsinya sebagai media propagasi sinyal dalam akses layanan teknologi WiFi

    Prototype Mini Solar System Untuk Persawahan Berbasis Arduino UNO

    Get PDF
    Panel surya merupakan serangkaian sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik, panel surya sendiri biasa disebut dengan sel Sel Fotovoltaik, atau yang dapat diartikan sabagai cahaya listrik. Tujuan dari pembuatan projek ini adalah untuk menciptakan teknologi prototype alternatif sebagai sumber alternatif untuk sumber energi guna mengurangi biaya pemakaian listrik di PLN serta mengurangi rusaknya tanaman di sawah akibat hama. Metode penelitian yang kami lakukan adalah dengan merancang prototype dengan bentuk layout. Hasil yang diperoleh adalah sensor cahaya dapat bergerak dengan baik pada saat kondisi gelap. Maka hal ini dapat menjadikan alat tersebut sebagai salah satu alternatif pencahayan di persawahan yang dapat membantu petani dalam mengurangi datangnya hama yang dapat menggangu pertumbuhan tanaman. Kata kunci Panel surya, prototype, dan hama tanaman

    Analisis Sistem Transmisi Data Soul Tracking Mobile Junction (STMJ) Berbasis Wireless

    Get PDF

    ANALISIS PENGARUH LEBAR TEETH TERHADAP PENURUNAN NILAI COGGING TORQUE PADA PMSG 18S16P

    Get PDF
    Pada paper ini, peneliti membahas pengaruh lebar teeth terhadap penurunan nilai cogging torque yang berada pada permanent magnet synchronous generator (PMSG) 18 slot 16 pole. Penelitian dilakukan dengan menggunakan software design electromacnetic. Dalam penelitian dilakukan dengan cara mendesain PMSG 18 slot 16 pole dengan memvariasiakan dua desain lebar teeth. Desain pertama menggunakan lebar teeth 8 mm dan desain kedua menggunakan lebar teeth 4 mm. Hasil penurunan nilai cogging torque yang didapat adalah sebesar 0.012676 Nm. metode numerik yang digunakan adalah Finite Element Method (FEM) digunakan untuk menganalisa pengaruh lebar teeth terhadap penurunan niali cogging torque

    Analisa Kondisi Minyak Trafo Berdasarkan Hasil Uji Dissolved Gas Analisys Pada Trafo Daya #1 Di PT.PLN (PERSERO) GARDU INDUK KOTABUMI

    Get PDF
    Abstract  Transformer oil is very important because it functions as a coolant and also as an insulator. In transformer oil there are dissolved gases that can cause failure of the transformer due to gas failure (fault gas). This research was conducted to determine the condition of transformer oil by analyzing the results of the Dissolved Gas Analysis (DGA) test. The DGA (Dissolved Gas Analysis) test is used to determine the type of failure in a transformer that has been operating for years. The DGA test is carried out by monitoring fault gases such as H2, CH4, CO, CO2, C2H4, C2H6, C2H2, O2, N2 and O2N2 which generally cannot be detected in testing the characteristics of transformer oil. Based on the test results using the Total Dissolve Gas Analysis (TDCG) method condition 1 with the amount of flammable gas 202.845 ppm with the interpretation that the transformer can operate normally. The test results using the Roger's Ratio method on the Power Transformer 1 GI Kotabumi obtained codes 0 0 0. From the combination of the 3 codes above, it shows that the transformer oil is in good condition. The results of the test using the Key Gas method on Power Transformer 1 GI Kotabumi obtained a CO value of 56 percent caused by overheating of cellulose or overheating of solid insulation in the transformer but that value is still far from the threshold Keywords Dissolved Gas Analysis (DGA),Transformer oil, Roger'r ratio method, KeyGa

    DESAIN DAN PERANCANGAN MINIATUR ALAT PENYARING SAMPAH OTOMATIS BERBASIS PLC

    Get PDF
    Penyelesaian masalah sampah yang menumpuk pada aliran selokan diperkotaan merupakan masalah yang sering terjadi dan membuat suatu bencana yang sulit teratasi dengan baik. Peningkatan masyarakat membuang sampah di selokan lngkungan sekitar membuat terjadinya penumpukan sampah pada selokan yang tidak diimbangi dengan pengambilan dan pengolahan sampah. Tujuan pada penelitian adalah membuat dan merancang prototipe alat pemungut sampah selokan menggunakan PLC yang dioperasikan secara otomatis untuk mengurangi tenaga manusia dan lebih mengefisienkan waktu dalam pemungutan sampah diselokan yang terus menumpuk. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu mengunakan metode pencakaran sampah. Alat pemungutan sampah ini mulai bekerja dari pemungutan sampah yang dibawa oleh konveyor 1 yang selanjutnya dijatuhkan ke konveyor 2 dan sampah yang terbawa konveyor 2 akan di jatuhkan ke wadah sampah. Alat pemungutan sampah ini di operasikan oleh push button pada box panel. Hasil dari penelitian kecepatan pemungutan sampah pada konveyor 1 bisa dibagi menjadi 3 kategori yaitu cepat, sedang dan lambat.  Untuk kategori cepat dengan dengan 250 Rpm bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 37,8 detik, persentase kegagalan mencapai 6,7 persen. Untuk kategori sedang dengan 125 Rpm bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 48,6 detik dengan persetase kegagalan pungut 8 persen dan terakhir untuk kategori kecepatan lambat bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 78,8 detik dengan persentase kegagalan pungut 9,3 persen. Kesimpulan dari penelitian ini semakin cepat putaran maka tingkat kegagalan semakin kecil yaitu 6.7 persen dan waktu yang dibutuhkan akan semakin cepat dengan waktu 37.8 detik per 75 sampah

    Sistem Monitoring Instrument Air System Berbasis Internet Of Things di PT.Parna Raya

    Get PDF
    There is an operation process for facility & equipment support in the distribution process of the oil and gas company such as the Pressure Regulating System and Process Shutdown Valve. The supporting equipment uses pneumatic actuators as a driving force whose power source comes from air, as from the fact the compressor as an air producer is still manually used and the air pressure in the air receiver is not monitored from the control room. The purpose of this research is to develop the previous system by creating an integrated system that can be monitored remotely in real time by adding several electronic devices and utilizing Internet of Things technology.  Based on the research that have been carried out, the pressure sensor has good accuracy with an average error of 0.06 percent, so it can be a reference in monitoring the pressure on the air receiver and a notification alarm will appear if the pressure on the air receiver reads 5.5 Bar as evidenced by testing 10 times the average pressure read on the blynk app of 5,460 Bar. Hardware and software function properly according to the design, air pressure at the air receiver and status of the compressor in stand-by or running state can be monitored through the blynk app, so that the gas distribution process does not stop agai

    Rancang Bangun Alat Pengering Pakaian Menggunakan Metode Fuzzy Logic

    Get PDF
    Perubahan iklim dan pemanasan global dapat mengakibatkan terjadinya perubahan kondisi cuaca yang tidak menentu berkaitan dengan hal tersebut maka manusia membutuhkan alat pengering pakaian otomatis untuk membantu dalam proses pengeringan pakaian ketika musim hujan. Pada penelitian ini dibuat alat pengering pakaian menggunakan metode fuzzy logic yang terdiri dari sensor DHT22 dan sensor load cell 5 kg. Input kendali logika fuzzy adalah kelembaban dan suhu udara di dalam lemari pengering. Output yang dihasilkan oleh kendali fuzzy logic berupa sinyal untuk mengendalikan motor fan dan heater. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kondisi kelembaban kering 20 persen dan suhu dingin 15 maka heater akan off dan motor fan akan on. Heater dan motor fan akan on ketika kelembaban mencapai kondisi lembab 25 dengan kondisi suhu sejuk 35 sedangkan heater dan motor fan akan off secara bersamaan ketika kondisi kelembaban kering 29 dengan kondisi suhu panas 35. Pengeringan dengan alat pengering membutuhkan rata-rata waktu 204 menit sedangkan proses pengeringan secara konvensional membutuhkan rata-rata waktu 390 menit, sehingga dapat disimpulkan tingkat keberhasilan pada perancangan adalah100

    411

    full texts

    543

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electrician
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇