SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2231 research outputs found

    Informasi Hoaks dalam Berita Laman Turn Back Hoax

    No full text
    ABSTRAK Widiyanti, Irma. 2019. Informasi Hoaks dalam Berita Laman Turn Back Hoax. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. Kata Kunci:berita hoaks, topikalisasi, argumentasi, akurasi Informasi berita hoaks dapat ditelaah dari sudut pandang bahasa agar masyarakat dapat memilah antara berita benar dan berita palsu, dan dapat mengurangi terjadinya hasutan media. Media massa adalah pijakan masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi, akan tetapi menjadi sebuah kegagalan karena krisis moral manusia yang membuat hasutan media dengan bertujuan untuk memanipulasi sebuah berita sehingga tidak bernilai sebenarnya (hoaks). Berita hoaks dapat dilihat dari segi kebahasaan dengan memfokuskan kajian ini pada topikalisasi, argumentasi, dan akurasi informasi dalam berita laman Turn Back Haox. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian desktiptif. Data penelitian berupa teks berita hoaks yang tersusun atas kata, frasa, dan kalimat. Sumber data penelitian ini diambil dalam laman Turn Back Hoax yang beralamat https://turnbackhoax.id/ pada bulan November 2018 yang berkategori disinformasi. Pengumpulan data penelitian ini adalah teknik studi dokumentasi eksternal, yakni mengambil data dari arsip artikel yang dipublikasikan pada website. Analisis data penelitian inimenggunakan tiga komponen pokok dengan langkah-langkah berikut: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Temuan dan pembahasan penelitian ini diperoleh berbagai macam data sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini detail dan mendalam. Ketiga hal tersebut dijelaskan sebagai berikut. Pertama, topikalisasi informasi dalam berita laman Turn Back Hoax yang dianalisis berdasarkan topikalisasi wacana diperoleh (1) topikalisasi antarkalimat, dan (2) topikalisasi antarparagraf. Kedua, argumentasi informasi dalam berita laman Turn Back Hoax yang dianalisis berdasarkan elemen argumentasi Toulmindiperoleh (1) pernyataan, yakni pernyataan berupa pokok utama teks, pernyataan berdasarkan fakta, dan pernyataan berdasarkan pendapat subjektif; (2) bukti, yakni bukti dapat diamati secara objektif, dan bukti dapat diamati berdasarkan data; (3) penguatan, yakni penguatan berupa kesimpulan secara umum, penguatan sebagai penghubung pernyataan dan bukti berdasarkan sumber, dan penguatan menghubungkan bukti sebagai akibat pernyataan; (4) pendukung, yakni pendukung sebagai penunjang dari penguatan, dan pendukung berupa hasil wawancara dan penelitian; (5) modalitas, yakni modalitas berupa penanda kepastian, dan modalitas berupa penanda kemungkinan; dan (6) penyanggah, yakni penyanggah berupa pengecualian pada situasi tertentu, dan penyanggah berupa pengecualian berdasarkan pemarkah. Ketiga, akurasi informasi dalam berita laman Turn Back Hoax yang dianalisis berdasarkan kebenaran korespondensidiperoleh (1) korespondensi berupa kesesuaian fakta dengan pernyataan, dan (2) korespondensi berupa kesesuaian berdasarkan fakta aktual dengan pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh gambaran dan tujuan dibuatnya berita hoaks adalah untuk mengubah dan mempengaruhi citra seseorang atau suatu kelompok di mata masyarakat. Topikalisasi yang digunakan tidak jelas dan tidak berkesinambungan sehingga mempengaruhi dan menurunkan kualitas informasi itu tersampaikan; argumentasi yang digunakan memiliki elemen argumentasi pokok yang tidak jelas yakni pada elemen pernyataan umum dan bukti, elemen tersebut menjadi dasar bagi elemen argumentasi berikutnya sehingga mempengaruhi elemen argumentasi selanjutnya yang juga tidak jelas yakni pada penguatan, pendukung, modalitas, dan penyanggah; akurasi yang digunakan memiliki nilai akurasi rendah karena tidak ada kesesuaian antara fakta dengan pernyataan sehingga kebenaran dalam informasi yang disampaikan dapat dikatakan salah. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dikemukakan saran kepada pembaca berita, pengguna media, dan peneliti selanjutnya. Bagi pembaca berita penting untuk membudidayakan literasi membaca agar dapat meminimalisasi terjadinya kesalahpahaman yang dapat memicu kebencian kepada seseorang atau kelompok yang digambarkan dalam sebuah berita.  Bagi pengguna media penting untuk menjadi pengguna yang cerdas dan bijak dengan tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum dibaca secara saksama dan dicek keakuratan beritanya terutama isu-isu yang bersifat SARA, selalu melakukan pengecekan ulang melalui media mainstrream seperti televisi maupun surat kabar yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti mengenai berita hoaks dapat mengembangkannya pada objek yang lain dan menambahkan fokus penelitian yang lebih mendalam. Peneliti selanjutnya juga dapat melakukan penelitian tentang penalaran dan tingkat kebenaran pada objek. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melengkapi dan memperdalam penelitian ini. Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan pola berpikir kritis dengan memahami topikalisasi berita, mencermati argumentasi berita, dan mengecek akurasi berita

    GEGURITAN KARYA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 MALANG TINJAUAN STILISTIKA SASTRA

    No full text
    RINGKASANSetyaningrum, Ika Ayu Nur. 2018. Geguritan Karya Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Malang Tinjauan Stilistika Sastra. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunoto, M.Pd.Kata Kunci: geguritan, diksi, stilistika sastraPenelitian ini bertujuan menganalisis diksi, persajakan, dan makna geguritan karya siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang dengan pendekatan stilistika sastra. Geguritan merupakan salah satu materi dalam matapelajaran bahasa Jawa sebagai muatan lokal yang mengajarkan tentang sastra dan bahasa. Dalam pembelajaran bahasa terdapat empat keterampilan, antara lain membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Penelitian ini berfokus pada geguritan hasil karya siswa karena untuk mengetahui diksi lugas dan simbolik, pola persajakan (purwakanthi), dan makna dalam geguritan siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi dokumen. Sumber data penelitian berupa geguritan karya siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang. Populasi sumber data berjumlah 62 karya siswa, yang menjadi sampel berjumlah 30 data. Sumber data yang telah valid memiliki tiga persyaratan, sebagai berikut. Pertama, tidak mengambil karya orang lain/plagiat. Peneliti memastikan bahwa geguritan karya siswa tidak ada unsur plagiat dengan cara mencocokan dengan karya orang lain yang terdapat pada website yang mengambil di internet. Jika geguritan memiliki kesamaan satu bait bahkan lebih maka karya tersebut terdapat unsur plagiat. Kedua, terdapat identitas penulis. Ketiga, tulisan dapat terbaca dengan jelas.Berdasarkan hasil analisis data ditemukan diksi yang menggunakan diksi lugas dan diksi simbolik. Selain diksi, ditemukan penggunaan pola persajakan/purwakanthi, siswa menulis geguritan dominan menggunakan purwakanthi guru swara hanya satu siswa yang menggunakan purwakanthi guru sastra. Selanjutnya pada temuan makna karya siswa lebih banyak membicarakan akna lugas, makna kias ditulis beberapa siswa saja, sedangkan makna simbolik banyak membahas keunikan wisata dan kekaguman pada sosok yang dianggap berjasa.Penelitian ini menghasilkan tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, pengungkapan geguritan siswa yang menggunakan diksi bermakna denotatif tercampur dengan kosakata bahasa Indonesia. Populasi dari 30 siswa secara keseluruhan terdapat 25 siswa yang menggunakan diksi yang bermakna denotatif. Geguritan karya siswa belum menggunakan diksi simbolik yang di dalamnya terdapat sengkalan, sandi, dan sasmitan namun cenderung menggunakan ragam bahasa yang dominan, yaitu ragam basa pambandhing dan pasulayan. Kedua, penggunaan persajakan dalam geguritan ada dua yang digunakan, yaitu purwakanthi guru sastra dan purwakanthi guru swara. Dari populasi yang berjumlah 30 siswa ada 19 siswa yang menggunakan purwakanthi guru swara dan hanya 1 orang yang menggunakan purwakanthi guru sastra. Perulangan bunyi dalam geguritan siswa hanya merujuk pada satu persajakan, yaitu purwakanthi guru swara. Hal tersebut dirasa mudah dalam penerapannya karena mengacu pada akhiran bunyi vokal. Pengaruhnya adalah stigma bahwa pola persajakan yang puitis harus menggunakan akhiran yang sama. Ketiga, makna karya siswa lebih banyak menekankan pada makna lugas. Makna kias haya digunakan ketika siswa menemukan imajinasi yang sesuai dengan geguritan karya mereka, jika tidak makna kias bisa tidak ditemukan sama sekali, sedangkan makna simbolik banyak ditemukan pada geguritan siswa yang merasa kagum atau unik pada suatu hal

    Jenis dan Faktor Kesulitan Belajar Menulis Naskah Drama Satu Babak Karya Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

    No full text
    Tujuan penelitian ini mendeskripsikan jenis dan faktor kesulitan belajar menulis naskah drama satu babak karya mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UM angkatan 2015 dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.  Data yang digunakan ada dua, yakni: (a) informasi pada angket, serta (b) dialog dan deskripsi dalam naskah drama drama.  Hasil dari penelitian ini mencakup dua hal, yakni jenis kesulitan belajar yang dominan muncul adalah kesulitan menggarap dialog serta faktor  kesulitan belajar yang dominan adalah faktor keterampilan menulis

    Unsur Bahasa Inggris dalam Teks Iklan di Forum Grup Facebook Lapak (Usaha Kota Malang)

    No full text
    ABSTRAK Wardiyani, Mira Eri Ismi. 2019. Unsur Bahasa Inggris dalam Teks Iklan di Forum Grup Facebook Lapak (Usaha Kota Malang). Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indondesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryo, HS., S.H., M.Hum. Kata Kunci: unsur-unsur bahasa Inggris, teks iklan, Facebook. Dalam komunikasi di media sosial, semua orang dapat dengan bebas berinteraksi dengan orang lain di seluruh penjuru dunia. Komunikasi tersebut dapat menimbulkan persentuhan antarbahasa yang biasa disebut dengan kontak bahasa. Salah satunya yaitu bahasa Inggris yang bercampur dengan bahasa Indonesia. Penelitian ini mengkaji unsur-unsur dan latar belakang penggunaan bahasa Inggris yang terdapat dalam teks iklan di forum grup Facebook Lapak (Usaha Kota Malang). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan mengenai wujud unsur-unsur bahasa Inggris beserta prosedur penerjemahannya dan latar belakang penggunaan bahasa Inggris yang terdapat dalam teks iklan di forum grup Facebook Lapak (Usaha Kota Malang). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian berupa teks iklan yang terdapat dalam forum grup Facebook Lapak (Usaha Kota Malang) sebagai sumber data. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi untuk penghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen tertulis. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sebagai pengumpul dan penganalisis data dengan pedoman pengumpulan data, panduan klasifikasi data, dan rambu-rambu pengodean data. Adapun analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan pemberian kesimpulan. Berdasarkan analisis data, hasil yang ditemukan pada teks iklan yang menunjukkan unsur-unsur bahasa Inggris antara lain, kata benda, kata sifat, kata kerja, kata partikel, frasa nomina, frasa verba, frasa adjektiva, klausa, bentuk baster, dan singkatan. Penggunaan unsur-unsur tersebut hanya berupa serpihan-serpihan saja, tidak mendominasi keseluruhan teks iklan. Penggunaan-penggunaan unsur tersebut merupakan prosedur terjemahan literal, transferensi, naturalisasi, kesepadanan (equivalence), padanan budaya, dan transposisi. Selanjutnya, latar belakang penggunaan bahasa Inggris dalam teks iklan di forum grup Facebook Lapak (Usaha Kota Malang) yang ditemukan yaitu (1) lebih populer dan cocok, (2) lebih ringkas, (3) kesinoniman, (4) lebih indah dan bergengsi, (5) kekayaan kosakata, (6) ketepatan makna, serta (7) lebih santai dan akrab. Berdasarkan hasil temuan, disimpulkan bahwa unsur-unsur bahasa Inggris dalam teks iklan di forum grup Facebook Lapak (Usaha Kota Malang) hanya serpihan-serpihan saja dan bersifat suka-suka sebagai kata ganti yang lebih memudahkan. Sedangkan penggunaan bahasa Inggris di forum grup Facebook Lapak (Usaha Kota Malang) banyak dilatarbelakangi karena kepopuleran dan keringkasan unsur-unsurnya. Oleh karena itu, dengan ditemukannya unsur-unsur bahasa Inggris serta beberapa hal yang melatarbelakangi penggunaannya diharapkan dapat menjadi perhatian bagi masyarakat maupun ahli bahasa untuk semakin memperkaya kosakata atau padanan bahasa Indonesia

    Struktur Kalimat dalam Karangan Mahasiswa In Country Universitas Negeri Malang Tahun 2016

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini berfokus pada struktur kalimat sederhana dan struktur kalimat luas dalam karangan mahasiswa In Country Universitas Negeri Malang tahun 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kehadiran struktur kalimat sederhana dan struktur kalimat luas yang beragam. Keberagaman tersebut tampak pada intensitas penggunaan beberapa fungsi sintaksis, seperti S, P dan Ket. Intensitas penggunaan fungsi sintaksis tersebut dipengaruhi oleh jenis karangan mahasiswa In Country, yakni karangan narasi Kata Kunci: struktur kalimat, kalimat sederhana, kalimat luas, mahasiswa In Country SUMMARYThis study focuses on simple, compound, complex, and compound-complex sentences of writings authored by In Country 2016 students of State University of Malang. The study employs a qualitative approach. The result indicates that there are various types of sentences, proven by the frequent use of syntactic features such as subject, verb, and various adverbs. Its usage is affected by the genre of the text they are tasked with, which is narrative text. Keywords: sentence structure, simple sentence, compound and comple

    SINDIRAN DALAM TEKS ANEKDOT KARYA SISWA KELAS X SMK NEGERI 7 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sindiran dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa paparan kata, kalimat, dan gaya bahasa yang mengandungsindiran dalam teks anekdot karya siswa. Pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, dan lembar tes. Penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data. Instrumen yang digunakan adalah analisis data melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan tahap penarikan kesimpulan. Keabsahan data, peneliti melakukan tahap tringulasi data yaitu, tahap membaca data berulang-ulang dan mendiskusikanya dengan guru dan teman sejawat. Hasil penelitian ini berupa bentuk sindiran dalam teks anekdot meliputi ironi, sinisme, dan sarkasme. Teknik penyampaian sindiran dalam teks anekdot meliputi teknik eksplisit dan implisit. Makna sindiran dalam teks anekdot meliputi mengejek, memprotes, menghina, dan menganjurkan. Kata Kunci: sindiran, gaya bahasa, teks anekdot ABSTRACT This research aimed to describe satire in anecdote text by class X students of Vocational High School 7 Malang. This research used qualitative approach with descriptive type research. Data on this research are words, sentences and language style which contain satire on anecdote text written by student. This research collected data with document study and test sheet. This research used aggregation data instrument and analyze data instrument. Instrument which used on this research is data analysis through data aggregation phase, data reduction, data analyze and conclusion. Data validity executed with data triangulation which is read data repeatedly and discuss the data with teacher and colleague. The result of research is satire construction which irony, cynicism, and sarcasm on anecdote. Satirical writing technique on anecdote textare explicit and implicit technique. Satirical purpose on anecdotetext are insulting, protesting, mortifying, and advising. Keywords:satire, language style, anecdote tex

    KEMAMPUAN MENULIS TEKS CERITA SEJARAH SISWA KELAS XII MAN KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh inovasi dalam dunia pendidikan yang terus dilakukan, termasuk mengembangkan ragam teks yang perlu dikuasai siswa. Salah satu ragam teks baru dalam kurikulum adalah teks cerita sejarah. teks cerita sejarah merupakan sebuah kisah yang ditulis atau dituturkan oleh seseorang dengan menggunakan sebuah peristiwa bersejarah sebagai latarnya. Tujuan dari teks cerita sejarah pribadi adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca atau pendengar mengenai alur terjadinya peristiwa yang dialami penulis sekaligus memberikan hiburan bagi pembaca atau pendengar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif yang menggunakan hasil tes menulis siswa kelas XII MAN Kota Batu sebagai data. Aspek yang dinilai adalah struktur teks dan unsur kebahasaan dalam teks cerita sejarah pribadi.Pada dasarnya, kemampuan menulis teks cerita sejarah siswa kelas XII MAN Kota Batu tergolong baik. Hal tersebut berdasarkan hasil tes dengan rata-rata yang mencapai 78,3. Nilai ini didapat dari rata-rata nilai struktur dan rata-rata nilai kebahasaan. Kata kunci: kemampuan menulis, cerita sejarah ABSTRACT This research is motivated by innovation in the world of education that continues to be carried out, including developing a variety of texts that need to be mastered by students. One of the various new texts in the curriculum is historical story text. historical story text is a story written or spoken by someone using a historical event as the background. The purpose of personal history story text is to provide information to the reader or listener about the flow of events experienced by the author while providing entertainment for the reader or listener. This research was conducted with a quantitative descriptive method that uses the results of the writing test of class XII MAN, Batu City as data. The aspects assessed are the structure of the text and elements of language in the text of personal history stories. Basically, the ability to write historical story texts of class XII MAN students in Batu City is quite good. This is based on test results with an average of 78.3. This value is obtained from the average value of the structure and the average value of language. Keywords: writing skills, historical storie

    Tuturan Ekspresif Pujian Guru dalam Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Nasional Malang

    No full text
    RINGKASAN Alfian, Moch Ilham Risky. 2019. Tuturan Ekspresif Pujian Guru dalam Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Nasional Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: Prof. Dr. Abdul Syukur Ibrahim. Kata Kunci: tuturan ekspresif pujian, guru, pembelajaran, SMA Nasional Malang Tuturan ekspresif pujian dapat ditemukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah yang guru bertindak sebagai penuturnya dan siswa sebagai mitra tuturnya. Selaku penutur, guru dapat menggunakan tuturan ekspresif pujian untuk memberikan penghargaan terhadap hal-hal baik yang dilakukan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Adanya pujian yang diberikan guru secara tidak langsung akan membuat siswa merasa senang dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya sehingga kegiatan pembelajaran akan berjalan dengan efektif. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan pembahasan mengenai tuturan ekspresif pujian guru dalam kegiatan pembelajaran. Fokus dari penelitian ini ialah fungsi, bentuk, dan strategi tuturan ekspresif pujian guru dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Nasional Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif karena data dalam penelitian dideskripsikan menggunakan kata-kata dan tidak berupa angka. Data dalam penelitian ini berupa tuturan guru dalam kegiatan pembelajaran. Sumber data dalam penelitian ini adalah dua orang guru bahasa Indonesia kelas X F Bahasa, X A IPA 1, X A IPA 2, XI A IPA 1, XI C IPS 1, dan XII F Bahasa SMA Nasional Malang. Langkah-langkah pengumpulan data dilakukan dengan observasi, perekaman, dan pencatatan. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahap yang meliputi pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik ketekukan pengamatan yakni dengan mendengarkan rekaman tuturan guru dan membaca transkripsi data secara berulang kali, diskusi teman sejawat yakni dengan melakukan diskusi untuk mengetahui kebenaran data, konsultasi dengan dosen pembimbing yang dilakukan dengan berdiskusi dan bertujuan untuk mengecek temuan penelitian. Berdasarkan hasil analisis data mengenai tuturan ekspresif pujian guru dalam kegiatan pembelajaran di SMA Nasional Malang ditemukan tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, fungsi tuturan ekspresif pujian guru yang ditemukan berupa (1) fungsi untuk memotivasi siswa, (2) fungsi untuk mengapresiasi penampilan siswa, (3) fungsi untuk mengapresiasi pertanyaan siswa, (4) fungsi untuk mengapresiasi jawaban siswa, (5) fungsi untuk menyetujui opini siswa, (6) fungsi untuk penerimaan siswa, (7) fungsi untuk mengapresiasi kekritisan siswa, (8) fungsi untuk menyanjung kerapian siswa, (9) fungsi untuk kedisiplinan siswa, (10) fungsi untuk menyanjung karya siswa, dan (11) fungsi untuk memperhalus teguran. Secara umum, penggunaan tuturan pujian guru dalam kegiatan pembelajaran adalah untuk memberikan apresiasi terhadap hal-hal baik yang telah dilakukan siswa. Selain itu, tuturan pujian juga dapat digunakan guru untuk memberikan teguran kepada siswa yang secara halus dituturkan melalui pujian. Pujian untuk memberi teguran ini dilakukan agar tidak menyinggung perasaan siswa. Kedua, bentuk tuturan guru yang disampaikan kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan wujud verbal yang ditampilkan dari sebuah tuturan dan dapat berupa kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tuturan yang digunakan guru dalam pembelajaran di antaranya yaitu tuturan berupa kalimat imperatif suruhan, tuturan berupa kalimat imperatif permintaan, tuturan berupa kalimat interogatif, dan tuturan berupa kalimat deklaratif. Ketiga, strategi penyampaian tuturan ekspresif pujian guru yang ditemukan dalam kegiatan pembelajaran yakni strategi tuturan langsung dan strategi tuturan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru lebih sering menggunakan strategi langsung dalam menyampaikan pesan kepada siswa dibandingkan dengan strategi tidak langsung. Hal ini dikarenakan strategi langsung lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada berbagai di antaranya yaitu guru, pembaca, dan peneliti berikutnya.  Bagi guru, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan agar dapat diaplikasikan pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Bagi pembaca, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber bacaan untuk menambah wawasan dan pengetahuan terhadap penggunaan tuturan ekspresif pujian. Bagi peneliti berikutnya, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian lanjutan sehingga dapat memperkaya ilmu pengetahuan di bidang pragmatik. SUMMARY Alfian, Moch Ilham Risky. 2019. Expressive Speech of Teacher's Praise in Indonesian Language Learning Activities at Malang National High School. Thesis, Indonesian Literature Department, Faculty of Literature, Malang State University. Advisor: Prof. Dr. Abdul Syukur Ibrahim. Keywords: expressive speech of praise, teacher, learning, National High School Malang Expressive speech of praise can be found in learning activities in schools where the teacher acts as the speaker and students as the partner’s speech. As speakers, the teacher can use expressive praise speeches to reward students for good things during the learning activities. The praise given by the teacher indirectly will make students feel happy and motivated to take part in further learning so that the learning activities will run effectively. In this regard, it is necessary to discuss the expressive speech of the teacher in learning activities. The focus of this research is the function, form and strategy of expressive speech praise of the teacher’s in Indonesian language learning activities at Malang National High School This study uses a descriptive qualitative research design because the data in the study are described using words and not in numbers. The data in this study are in the form of teacher speeches in learning activities. The data sources in this study were two Indonesian language teachers in class X F Language, X A IPA 1, X A IPA 2, XI A IPA 1, XI C IPS 1, and XII F Language National Malang. The steps of data collection are carried out by observation, recording, and recording. Data analysis is done in several stages which include reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Checking the validity of the data is done by observation of diligence techniques, namely by listening to the recording of the teacher's speech and reading the transcription of data repeatedly, peer discussion by conducting discussions to find out the truth of the data, consulting with the supervisor conducted by discussion and aiming to check the research findings. Based on the results of data analysis regarding expressive speech of teacher praise in learning activities at Malang National High School, three conclusions of the research results were found as follows. First, the expressive praise function of teacher praise was found in the form of (1) function to motivate students, (2) function to appreciate student appearance, (3) function to appreciate student questions, (4) function to appreciate student answers, (5) function to approve student opinion, (6) function for student acceptance, (7) function to appreciate student criticality, (8) function to flatter student neatness, (9) function for student discipline, (10) function to flatter student work, and (11 ) function to refine reprimand. In general, the use of speech praise teachers in learning activities is to give an appreciation of the good things that have been done by students. In addition, the speech of praise can also be used by the teacher to give a rebuke to students who are subtly spoken through praise. Praise for giving this warning is done so as not to offend students. Second, the form of teacher speech delivered to students in learning activities is a verbal form that is displayed from a speech and can be sentence. The results of the study show that the speech forms found include speech in the form of imperative sentences, speech in the form of imperative demands, speech in the form of interrogative sentences, and speech in the form of declarative sentences. Third, the strategies for expressing teachers' expressive praise found in learning activities are direct speech strategies and indirect speech strategies. The results of the study indicate that teachers often use direct strategies in conveying messages to students compared to indirect strategies. This is because direct strategies are more easily understood and understood by students. Based on the results of this study it is suggested to various of them, namely the teacher, reader, and subsequent researchers. For teachers, the results of this study can be used as consideration so that it can be applied to teaching and learning activities in the classroom. For readers, the results of this study can be used as a reading resource to add insight and knowledge to the use of expressive praise speech. For the next researcher, the results of this study can be used as reference material for conducting further research so that it can enrich science in the field of pragmatics

    Pengembangan Video Pembelajaran Membaca Teks Berita Bagi Siswa SMP Kelas VIII

    No full text
    RINGKASANHandini, Annestiana. 2019. Pengembangan Video Pembelajaran Membaca Teks Berita Bagi Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd.Kata Kunci : video pembelajaran, membaca, teks beritaKemajuan teknologi dalam bidang pendidikan telah menyediakan sarana dan prasarana TIK di sekolah yang menuntut guru meningkatkan frekuensi pembelajaran menggunakan teknologi. Guru membutuhkan media pembelajaran berbasis teknologi yang mudah digunakan, efektif, dan menarik bagi siswa. Salah satunya adalah dengan menggunakan video pembelajaran. Video pembelajaran dapat dijadikan salah satu media alternatif dalam pembelajaran membaca teks berita. Teks berita merupakan salah satu teks yang dipelajari pada kurikulum 2013 pada jenjang SMP kelas VIII.Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan video pembelajaran membaca teks berita bagi siswa SMP kelas VIII untuk dijadikan salah satu alternatif pembelajaran yang efektif, praktis, dan menarik. Hal ini diharapkan dapat memunculkan minat siswa terhadap membaca teks berita dan mencapai tujuan pembelajaran.Desain penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam pengembangan video ini adalah desain penelitian dan pengembangan Sadiman. Prosedur penelitian Sadiman memiliki delapan langkah, yaitu meliputi, (1) identifikasi kebutuhan, (2) perumusan tujuan, (3) mengembangkan materi pembelajaran, (4) pengembangan alat ukur keberhasilan, (5) penulisan naskah media, (6) produksi media, (7) uji coba media dan revisi, dan (8) produk akhir. Delapan langkah tersebut dimodifikasi menjadi sepuluh langkah dengan menambahkan uji coba oleh ahli dan revisi, menjadi seperti berikut (1) identifikasi kebutuhan, (2) merumuskan tujuan, (3) mengembangkan materi pembelajaran, (4) pengembangan alat ukur keberhasilan media, (5) penyusunan naskah media, (6) produksi media, (7) uji coba media oleh ahli, (8) revisi media, (9) uji coba lapangan (praktisi dan siswa), dan (10) revisi dan produk akhir.Uji coba pada penelitian dan pengembangan video pembelajaran membaca teks berita bagi siswa kelas VIII dilakukan oleh, ahli media pembelajaran, ahli materi pembelajaran bahasa Indonesia, guru bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 15 Malang, dan siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 15 Malang. Pada penelitian ini menggunakan jenis data verbal dan data non-verbal. Data verbal berupa wawancara kepada guru, komentar, dan saran. Data non-verbal berupa skor yang terdapat dalam angket terhadap penilaian video pembelajaran membaca teks berita. Data verbal berupa catatan wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia, komentar, saran, dan kritik yang diperoleh dari ahli media, ahli materi, praktisi, dan siswa. Data non-verbal berupa skor yang diperoleh dari hasil penilaian pada angket ahli media, ahli materi, praktisi, dan siswa. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari (1) pedoman wawancara, dan (2) angket. Pedoman wawancara pada prapengembangan digunakan sebagai instrumen pengumpulan data awal pada tahap studi pendahuluan. Angket pada tahap uji coba produk meliputi (1) angket uji ahli media, (2) angket uji ahli materi, (3) angket uji praktisi, dan (4) angket siswa. Keempat angket tersebut digunakan sebagai instrumen pengumpulan data untuk penilaian produk yang dikembangkan.Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa media video pembelajaran membaca teks berita bagi siswa SMP kelas VIII. Hasil uji kelayakan oleh ahli media diperoleh persentase rata-rata 95% dengan kriteria sangat layak, hasil uji validasi oleh ahli materi diperoleh persentase rata-rata  97,67% dengan kriteria sangat layak, hasil uji validasi oleh praktisi diperoleh persentase rata-rata 96,5% dengan kriteria sangat layak, dan hasil uji validasi oleh siswa diperoleh persentase rata-rata 87,5%. Berdasarkan hasil penilaian tersebut maka video pembelajaran membaca teks berita bagi siswa SMP kelas VIII yang dikembangkan dalam penelitian ini valid dan sangat layak untuk digunakan. Simpulan penelitian dan pengembangan ini adalah video pembelajaran membaca teks berita bagi siswa SMP kelas VIII yang dikembangkan menunjukkan produk tergolong layak dan efektif dalam penggunaannya. Sebagai langkah pemanfaatan produk, untuk guru bahasa Indonesia kelas VIII diharapkan memanfaatkan video ini untuk membimbing siswa memahami isi teks berita, melatih kemampuan membaca berita siswa, dan menciptakan suasana dan pengalaman belajar yang baru bagi siswa, untuk siswa kelas VIII diharapkan memanfaatkan video pembelajaran ini sebagai sarana memahami teks berita dengan mudah dan melatih kemampuan membaca teks berita siswa secara mandiri, dan untuk pengembang lain diharapkan memanfaatkan video ini sebagai contoh atau rujukan dalam mengembangkan video pembelajaran lainnya

    Kesalahan Penulisan Kata Serapan dalam Surat Kabar Memorandum

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh deskripsi secara objektif mengenai penggunaan kalimat dalam karangan ilmiah mahasiswa tunarungu berdasarkan kelengkapan unsurnya dan jumlah klausanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis rancangan yang digunakan adalah analisis teks. Data penelitian ini berupa kalimat bahasa Indonesia pada karangan ilmiah mahasiswa tunarungu. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah karangan ilmiah mahasiswa Universitas Brawijaya angkatan tahun 2017. Berdasarkan temuan penelitian, diperoleh dua simpulan terkait penelitian ini. Pertama, kalimat berdasarkan kelengkapan unsurnya terdiri atas kalimat lengkap dan kalimat tidak lengkap. Kedua, kalimat berdasarkan jumlah klausanya terdiri atas kalimat sederhana dan kalimat luas. Selanjutnya, kalimat luas dibagi lagi atas kalimat luas setara, kalimat luas tidak setara, dan kalimat campuran.Kata Kunci: kalimat, karangan ilmiah, mahasiswa tunarungu ABSTRACT This study was conducted to obtain an objective description of the use of sentences in the scientific essays of deaf students based on their completness of the sentences and the number of clauses. The approach used in this research is qualitative and the type used is text analysis. The data of this study are Indonesian sentences in the scientific essays of deaf students. The source of the data used in this study is the scientific essays of Universitas Brawijaya deaf students year of 2017. Two conclusions related to this study were obtained. First, the sentences based on completness of the sentences consist of complete sentences and incomplete sentences. Complete sentences are more dominant used by deaf students in composing scientific essays compared to incomplete sentences. Second, sentences based on the number of clauses consist of simple sentences and broad sentences. Furthermore, broad sentences are subdivided into balanced broad sentences, broad sentences are not comparable, and mixed sentences.Keyword: sentences, scientific essay, deaf student&nbsp

    0

    full texts

    2,231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇